P. 1
Sistem Kekerabatan Dalam Pemerintahan Desa

Sistem Kekerabatan Dalam Pemerintahan Desa

|Views: 314|Likes:
Dipublikasikan oleh Citra Iqliyah Darojah

More info:

Published by: Citra Iqliyah Darojah on May 14, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2014

pdf

text

original

SISTEM KEKERABATAN DALAM PEMERINTAHAN DESA Citra Iqliyah Darojah 08/267943/SA/14362 S-1 Arkeologi Latar Belakang Teknik Penelitian

Lapangan yang dilakukan selama 14 hari di Kecamatan Paninggaran telah menghasilkan banyak data mengenai kondisi sosial masyarakat Kec.Paninggaran. Tim kecil yang terdiri dari dua orang mahasiswa masing-masing menempati 70 dusun di 15 desa. Tema besar penelitian tentang kondisi masyarakat di bagi menjadi subtema-subtema yang diwakili oleh 8 mahasiswa. Salah satu subtema tersebut adalah Migrasi dan Sistem Kekerabatan. Masyarakat Dusun Kaliombo, Desa Kaliombo, Kec. Paninggaran (desa lokasi tempat penelitian dilakukan) masih mempertahankan sistem kekerabatan yang kuat. Hal itu ditunjukkan oleh kenyataan bahwa para pejabat pemerintahan desa (pamong desa) masih memiliki hubungan kekerabatan. Selanjutnya pada pembahasan akan lebih dijelaskan seberapa kuat hubungan kekerabatan antarmasyarakat Dusun Kaliombo dan seberapa dekat hubungan kekerabatan tersebut mempengaruhi pemerintahan desa yang masih berlangsung hingga saat ini. Rumusan Masalah • • • Bagaimana Sejauh hubungan kekerabatan masyarakat Dusun Kaliombo dapat hubungan kekerabatan tersebut mempengaruhi sistem bertahan hingga saat ini? mana pemerintahan desa Kaliombo? Adakah upaya-upaya khusus yang dilakukan masyarakat dusun Kaliombo untuk mempertahankan dan mempererat hubungan kekerabatan tersebut? Pembahasan Dusun Kaliombo dihuni mayoritas oleh orang Jawa. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa, namun ada perbedaan logat yang dipakai. Kabupaten Pekalongan memang terletak di pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura) yang terkenal dengan logat Jawa

Lokasi rumah-rumah di dusun Kaliombo yang saling berdekatan semakin mendukung kebiasaan orang-orang disana untuk meninggalkan rumahnya tanpa dikunci. Menurut teori Max Weber (1987) tentang Negara Modern. Jika dilihat dari atas mungkin dusun kaliombo tampak seperti sebuah lembah kecil dikelilingi oleh bukit-bukit. Logat tersebut terkesan kasar jika dibandingkan dengan logat Jawa Tengah. suatu pemerintahan desa cocok dibenarkan pelaksanaannya agar sesorang dapat memaksakan kepada orang-orang lain apa yang menjadi kehendaknya.“ngapak” (Banyumasan). Teori diatas memang terkesan tidak pas dan cenderung otoriter. dalam hal ini tentu saja demi kemajuan kelompok masyarakat desa itu sendiri. Salah satu faktor rumah-rumah di Kaliombo dibangun secara berdekatan adalah karena letak geografisnya yang berada di dataran tinggi. yang mana pamong atau perangkat desanya masih memiliki hubungan keluarga. Salah satunya adalah dalam sistem pemerintahan desa. Kebiasaan tersebut dilakukan bahkan ketika di dalam rumah sedang tidak ada orang. Mulai dari Pak Lurah. Pak Sekdes (Sekertaris Desa). Pak Bau. Hal tersebut jika dipandang oleh . Namun dalam suatu sistem sosial masyarakat memang diperlukan sedikit tindakan pemaksaan agar individuindividu dalam suatu susunan masyarakat dapat dikendalikan. Sebagai contoh adalah sistem pemerintahan desa Kaliombo. semuanya masih bersaudara. Termasuk juga tradisi untuk bersikap ramah dan terbuka terhadap tamu. Kesan saling percaya antar masyarakat dusun juga sangat kental. sampai bapak yang menjadi Ketua PNPM Mandiri untuk Desa Kaliombo. Hal ini memungkinkan adanya rasa saling percaya dan rasa aman yang tinggi diantara warga Dusun Kaliombo. Selama 14 hari penelitian. Hal tersebut dapat dilihat dari kebiasaan mereka tidak mengunci pintu rumah ketika pergi meninggalkan rumah. kesan ramah dan bersahabat sangat ditunjukkanmasyarakat dusun Kaliombo. Rasa saling percaya dikarenakan ikatan kekerabatan yang tinggi kemudian secara jelas mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat Dusun Kaliombo. namun kesan tersebut tidak muncul pada sikap dan kepribadian orangorang di Pekalongan khususnya Kaliombo. Masyarakat desa atau dusun masih menjaga dengan baik tradisi-tradisinya. Selain itu orang-orang yang tinggal di dusun Kaliombo hampir semuanya masih saling terkait (masih saudara).

orang luar desa akan terkesan aneh. Kolusi. Masyarakat desa. Karena fenomena tersebut pasti dikaitkan dengan istilah KKN. dan Nepotisme. seperti juga masyarakat Dusun Kaliombo malah terkesan menyerahkan hal-hal menyangkut pemerintahan desa kepada orang-orang yang memang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia pemerintahan. yakni Korupsi. Mereka lebih memilih menghabiskan waktunya untuk pergi ke sawah atau mencari rumput untuk hewan ternaknya. Sudah sewajarnya mereka tidak paham akan fenomena tersebut. Orang-orang desa memang cenderung tidak tertarik dan malas berhubungan denngan segala sesuatu yang menyangkut birokrasi. Jadi. dan menganggapnya hal yang biasa saja. Pemberian jabatan kepada orangorang yang masih kerabat dekat orang yang sudah berkuasa lebih dulu tergolong tindakan kolusi dan nepotisme. tidak bisa disalahkan apabila hanya orang-orang tertentu atau kelompok keluarga tertentu yang mau dan bisa menangani urusan-urusan yang menyangkut sistem pemerintahan desa dan segala birokrasinya. Namun dekmikian. kita tidak boleh melupakan kondisi sosial dan juga tingkat pemahaman masyarakat desa akan pengertian kolusi maupun nepotisme. .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->