Anda di halaman 1dari 16

Kalsium dan Fungsi Sel

(Widura)

KALSIUM DAN FUNGSI SEL. Widura. Bagian Mikrobiologi,


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Pendahuluan penting, bertindak sebagai


bagian dari sistem
Sekitar 100 tahun yang lalu, penghantaran signal yang
Ringer menemukan bahwa menjembatani respons suatu
ventrikel jantung percobaannya sel terhadap rangsangan
yang diberi air destilasi ternyata spesifik.
berhenti berkontraksi,
kemudian bila ke dalam air Menurut teori second
destilasi tersebut ditambahkan messenger yang pertama kali
NaCl dan CaCl2, kontraksi disampaikan Sutherland(25),
ventrikel akan kembali secara suatu hormon atau impuls
spontan, bahkan dapat syaraf adalah messenger
berlangsung cukup lama, pertama, sedangkan
sehingga disimpulkan bahwa messenger kedua adalah cyclic
kontraksi otot membutuhkan AMP termasuk ion kalsium dan
garam kalsium(22). Penelitian cyclic nucleotide lain. Pendapat
selanjutnya menunjukkan yang menyatakan bahwa cyclic
bahwa eksitasi otot lurik katak nucleotide hanya bekerja pada
oleh rangsangan syaraf motorik sistem yang tidak mengalami
akan berhenti, bila konsentrasi eksitasi, sedangkan ion kalsium
kalsium dalam medium terlalu hanya di sistem yang dapat
tinggi atau terlalu rendah. Di tereksitasi, sudah tidak berlaku
tahun-tahun berikutnya lagi. Banyak bukti menunjukkan
diketahui bahwa kalsium bahwa dalam banyak sistem
berperan sangat penting dalam sel, ion kalsium dan cyclic
mineralisasi tulang, pembekuan nucleotide bekerja sebagai
darah, aktivasi komplemen dan messenger yang
transmisi neuromuskuler. berpasangan(21), seperti yang
terlihat pada tabel 1.
Dalam dua dekade terakhir
makin nyata bahwa perubahan
konsentrasi kalsium ekstrasel Signal kalsium
dapat mempengaruhi berbagai
proses seluler, termasuk Konsentrasi kalsium intrasel
sekresi(23,6) dan proliferasi dalam keadaan istirahat adalah
sel(29), meskipun demikian,
kalsium intrasel mungkin lebih
Tabel 1. Beberapa proses seluler yang diatur kalsium dan cyclic
nucleotide

8
JKM.
Vol.1, No. 1, 2001 : 8 - 21

proses seluler diatur diatur cyclic


kalsium nucleotide
sekresi insulin + +
sekresi tiroid + +
sekresi hipofise + +
sekresi adrenal + +
sekresi neurohormon + +
sekresi usus + +
proliferasi sel + +
arsitek sel + +
lysosome release + +
kontraksi otot polos + +
sitotoksisitas limfosit + +
sintesis prostaglandin + +
penguraian mikrotubul + +
pelepasan histamin + +
motilitas silia +
transport axon cepat +
sintesis neurohormon +
supersensitivitas neurohormon +
Fagositasis + +
dimulainya sintesis DNA +

10(-8) - 10(-7) mol/liter ( 0,01 - Langerhans. Selain itu,


0,1 umol per liter ), dan suatu beberapa jaringan dapat
rangsangan akan memanfaatkan kalsium sebagai
meningkatkannya sebanyak 10 signal intrasel untuk bereaksi
- 100 kali untuk menghasilkan terhadap rangsangan hormonal
respons yang diinginkan. Di lain tanpa melalui saluran yang
pihak, konsentrasi kalsium di voltage dependent di dalam
luar membran sel adalah membran sel mereka,
kira-kira 1 mmol / liter. Kalsium contohnya adalah hepar,
dari luar sel dapat masuk ke kelenjar parotis, trombosit,
dalam sel melalui calcium neutrofil dan kelenjar air liur
channel yang terbuka bila ada serangga. Semula diduga, bila
rangsangan yang memadai, membran sel mengikat suatu
contoh yang paling banyak agonis, saluran yang agonist
dikenal adalah saluran yang dependent akan terbuka, akan
voltage dependent, yang dapat tetapi, sekarang
dijumpai misalnya pada sel-sel keberadaannya diragukan,
hipofise dan pulau-pulau sehingga kerja hormon pada

9
Kalsium dan Fungsi Sel
(Widura)

jaringan-jaringan tersebut thyrotrophin releasing


adalah melalui mobilisasi hormone(26).
kalsium intrasel(1).
Metabolisme fosfolipid yang
dipicu agonis dijelaskan dalam
Perubahan gambar 1. PI dikonversikan
phosphatidylinositol dalam menjadi
mobilisasi kalsium intrasel phosphatidylinositol-4-phosphat
e (PIP) oleh suatu PI kinase,
Telah diketahui sejak beberapa dan selanjutnya PIP mengalami
tahun, bahwa agonis hormon fosforilasi dan membentuk
mempengaruhi metabolisme phosphatidylinositol-4,5-biphos
fosfolipid membran, terutama phate (PIP2). Setelah agonis
phosphatidylinositol (PI). hormonal terikat pada
Menurut Michel, perubahan PI reseptornya, fosfodiesterase
hanya dipicu oleh hormon dan menjadi aktif, PIP2 dipecah
neurotransmiter yang second menjadi inositolfosfat yang larut
messenger intraselnya adalah dalam air, yaitu
kenaikan konsentrasi kalsium di inositol-1,4,5-triphosphate (IP3)
dalam sitosol, dan respons ini dan diacylglycerol (DG). IP3
menjadi dasar terjadinya akan didaur ulang melalui suatu
kenaikan konsentrasi kalsium siklus inositolfosfat menjadi
intrasel oleh agonis. Dalam inositol bebas dan membentuk
beberapa tahun terakhir makin kembali PI. Di lain pihak DG
jelas peranan kunci fosfolipid dapat diurai oleh diglyceride
membran dalam rangsangan lipase atau mengalami
hormonal terhadap suatu sel fosforilasi menjadi phosphatidic
target, dan metabolisme PI acid yang akhirnya juga
berhubungan dengan kerja kembali ke PI.
beberapa hormon(1). Selain itu,
hormon yang mengandalkan Akhir-akhir ini telah ditemukan
kalsium sebagai signal intrasel inositolfosfat lain yang larut
ternyata paling sering dalam air, seperti IP4, IP5, IP6
berhubungan dengan dan isomer IP3, tapi fungsinya
peningkatan hidrolisis PI. dalam signal intrasel belum
Metabolisme PI dapat dipicu jelas. Sedangkan IP3 jelas
oleh sejumlah agonis, termasuk terlibat dalam mobilisasi
katekolamin, histamin, kalsium intrasel, terutama dari
serotonin, asetilkolin dan endoplasmic reticulum,
hormon-hormon peptida seperti mungkin melalui pertukaran ion
vasopresin, angiotensin II, kalsium. Jadi, sistem signal PI
tirotropin dan hypothalamic dapat digunakan dalam
releasing hormones misalnya berbagai sistem sel untuk
transmisi informasi dari luar

10
JKM.
Vol.1, No. 1, 2001 : 8 - 21

membran sel ke dalam, Oleh karena itu, dua second


sehingga neurotransmiter dan messenger yang dihasilkan
beberapa hormon peptida metabolisme PI, yaitu IP3 dan
seperti growth factor dapat DG, tampaknya bekerja secara
bekerja dengan mobilisasi sinergis, menghasilkan respons
cadangan kalsium melalui pendahuluan oleh kenaikan
peningkatan IP3. kalisium intrasel secara cepat,
yang diikuti respons yang
Peningkatan kalsium intrasel bertahan lebih lama akibat
yang terus menerus adalah aktivasi protein kinase C oleh
sangat toksik terhadap sel, DG.
sehingga signal kalsium harus
segera berakhir, ini dapat
terlaksana dengan bantuan Berakhirnya signal kalsium
calcium pump di dalam dan menetapnya calcium
membran sel yang gradient membran sel
memindahkan kalsium dari
sitosol ke dalam cadangan sel, Dalam keadaan istirahat,
kembali ke keadaan istirahat sekitar 0,5-1% total
(5). pengeluaran energi sel
diperlukan untuk
Untuk mempertahankan mempertahankan calcium
respons terhadap signal gradient antara cairan di luar
intrasel pada tingkat kalsium dan di dalam sel. Untuk
sitosol istirahat, cabang sistem mengurangi kalsium di dalam
signal yang lain, DG, menjadi sel setelah stimulasi hormonal
amat penting, yaitu dengan ada beberapa mekanisme,
dibantu phosphatidylserine antara lain magnesium
merangsang protein kinase C dependent ATPase yang
yang calcium dependent sensitif terhadap kalsium yang
calmodulin independent (3,17). energinya berasal dari hidrolisis
Selanjutnya, dengan fosforilasi ATP, dan sistem pertukaran ion
sejumlah protein seperti kerja natrium-kalsium yang energinya
protein kinase yang cyclic AMP berasal dari elekrokimia hasil
dependent, protein kinase C kerja enzim
berperan dalam mediasi
respons biologi akhir.

11
Kalsium dan Fungsi Sel
(Widura)

Gambar 1. Jalur perubahan phosphatidylinositol (PI)

Na+/K+ ATPase (5).Selain Calmodulin mungkin adalah


sistem-sistem tadi, diduga protein pengikat kalsium
masih ada sistem lain yang intrasel utama yang
dapat mengembalikan kalsium menjembatani banyak, tapi
dari sitosol kembali ke bukan semua efek kalsium di
cadangan sel, sejumlah molekul dalam sel. Calmodulin
pengikat kalsium intrasel dapat ditemukan pada tahun 1970,
membuang sisa kalsium dan merupakan suatu aktivator
mengatur konsentrasi kalsium cyclic nucleotide
bebas intrasel. Selain itu, masih phosphodiesterase(27).
ada mekanisme lain yang dapat Sekarang diketahui, bahwa
mengakhiri proses aktivasi sel dengan adanya kalsium,
yang diinduksi oleh kenaikan calmodulin dapat mengatur
sementara konsentrasi kalsium aktivitas sejumlah enzim
intrasel, misalnya, desfosforilasi termasuk adenilsiklase,
protein yang mengalami myosin light chain kinase,
fosforilasi, konversi IP3 dan DG kalsium ATP ase, glycogen
dalam sistem PI untuk daur synthase kinase, dan kinase
ulang. fosforilase.
Calmodulin dan mediasi /
pengaturan signal kalsium Calmodulin adalah suatu
protein yang tahan panas dan
asam, berat molekulnya

12
JKM.
Vol.1, No. 1, 2001 : 8 - 21

16.700 dalton, dalam menyebabkan penumpukan


strukturnya terdapat 4 tempat cyclic AMP. Dalam sel khusus
pengikat kalsium, afinitasnya ini, cyclic AMP dapat
terhadap kalsium kira-kira 2 x memobilisasi kalsium atau
10(-6) mmol/liter, yang calmodulin, yang selanjutnya
merupakan konsentrasi kalsium dapat merangsang protein
di dalam sel yang sedang aktif. kinase yang menggerakkan
Calmodulin terdapat luas di granula sekretori. Pada saat
dunia tumbuh-tumbuhan dan yang sama,
binatang, di antara 148 asam kalsium/calmodulin dapat
amino yang urutannya dalam mengatur signal kalsium yang
calmodulin telah berhasil diinduksi stimulus oleh agonis
ditemukan, hanya 7 yang dapat kedua. Agonis kedua ini
disubstitusi. Ternyata banyak merangsang metabolisme PI,
proses dalam tabel 1 yang mengakibatkan mobilisasi
calcium dependent juga kalsium intrasel dan
calmodulin dependent. Kalsium, pembentukan DG.
calmodulin dan cyclic nucleotide Peningkatan konsentrasi
terlibat dalam sebagian besar intrasel, sekali lagi melalui
proses stimulus response calmodulin, dapat memulai
coupling. Hubungan antara respons sekretori.
kalsium dan cyclic AMP sebagai Selanjutnya, respons
signal intrasel akan dibicarakan dipertahankan oleh aktivasi
berikut ini. protein kinase C oleh DG. Di
lain pihak, cyclic AMP sendiri
juga dapat memobilisasi
Kalsium dan cyclic AMP kalsium atau mungkin pula
sebagai pasangan signal mencegah terikatnya kembali
intrasel yang saling dengan organel sel. Agonis
berhubungan yang berbeda dapat
menggunakan sistem signal
Untuk menjelaskannya, dipakai intrasel yang berbeda untuk
contoh berupa kerjasama menghasilkan respons yang
pasangan tersebut dalam sama. Contohnya, vasopresin
respons sel terhadap merangsang sekresi prolaktin
rangsangan agonis berupa oleh sel hipofise melalui
sekresi sel. Gambar 2 sistem cyclic AMP, sedangkan
memperlihatkan secara thyrotrophin releasing
skematik bagaimana suatu sel hormone merangsang sekresi
sekretori yang hipotetis dapat prolaktin melalui mekanisme
memberi respons kepada lebih yang calcium dependent.
dari satu macam agonis. Meskipun demikian,
Tampak salah satu agonis perbedaannya sering tidak
merangsang adenilsiklase, dan tegas, misalnya, tirotropin

13
Kalsium dan Fungsi Sel
(Widura)

merangsang sekresi hormon AMP bahkan dapat mengatur


tiroid dengan peningkatan cyclic ion kalsium dengan modulasi
AMP intrasel, tapi hampir pasti influx kalsium (23). Beberapa
ini membutuhkan mobilisasi pengaruh Cyclic AMP tidak
kalsium intrasel untuk hanya terjadi dengan
menyelesaikan proses sekresi peningkatan arus kalsium
ini (18). melalui voltage-dependent
calcium channel, tapi juga
Walaupun kalsium/calmodulin dengan mempertahankan
sudah jelas dapat saluran-saluran tersebut tetap
mempengaruhi baik sintesis terbuka ketika peristiwa
maupun degradasi cyclic AMP, depolarisasi berlangsung lebih
makna fungsionalnya belum lama dari biasanya (2)
pasti. Diduga, perubahan
kalsium intrasel mengaktifkan
adenilsiklase dan baru Fosforilasi / defosforilasi
kemudian fosfodiesterase. dalam pengaturan signal
Peran utama kalsium dalam cyclic AMP dan kalsium (8)
pengaturan fungsi demikian
berupa modulasi, dan mungkin Dengan bantuan cyclic AMP
pula terminasi signal cyclic AMP dependent protein kinase,
yang diinduksi hormon (11). cyclic AMP dapat
Sebaliknya, pada beberapa me-fosforilasi suatu protein
sistem sel, cyclic AMP dapat yang dikenal sebagai inhibitor
mempengaruhi konsentrasi I, sehingga menjadi aktif.
kalsium intrasel dengan Inhibitor I yang aktif ini
berbagai cara. Dalam beberapa selanjutnya akan
jaringan, misalnya hati, ginjal menghambat aktivitas suatu
dan pankreas, cyclic AMP dapat fosfatase protein, yang
merangsang keluarnya kalsium seharusnya me-defosforilasi
dari sel atau jaringan, tapi suatu substrat protein yang
dalam sel otot polos pembuluh telah mengalami fosforilasi
darah, platelet dan jantung, oleh cyclic
cyclic AMP tampaknya justru AMP
merangsang masuknya kalsium
ke mikrosom. Beberapa bukti
menunjukkan bahwa, cyclic

14
Kalsium dan Fungsi Sel
(Widura)

Gambar 2. Hubungan antara kalsium dan cyclic AMP dalam


stimulus secretion coupling. Kalsium dan calmodulin yang diarsir
adalah yang terikat pada organel. P yang diberi lingkaran
merupakan fosforilasi protein yang terlibat dalam proses sekresi.

dependent protein kinase. cyclic AMP dependent


Ketika jumlah cyclic AMP di proteinkinase, yaitu membantu
dalam sel berkurang, inhibitor I defosforilasi protein seperti
yang semula telah aktif menjadi inhibitor I. Inhibitor I yang tidak
tidak aktif lagi, sehingga aktif akan meningkatkan
fosfatase protein tidak aktivitas fosfatase protein I,
terhambat lagi, dan substrat akibatnya terjadi defosforilasi
protein yang semula telah substrat lain yang mengalami
di-fosforilasi oleh cyclic AMP fosforilasi oleh cyclic AMP
dependent protein kinase akan dependent protein kinase.
mengalami defosforilasi, Kenyataan-kenyataan di atas
akibatnya signal cyclic AMP jelas menunjukkan bahwa
akan berakhir. Selain kalsium dapat mengatur sistem
mekanisme ini, kalsium juga cyclic AMP, sebaliknya, jumlah
dapat melemahkan signal cyclic kalsiumpun kadang-kadang
AMP, kalsium/calmodulin diatur oleh cyclic AMP.
mengaktifkan cyclic AMP Fosforilasi phospholamban
phosphodiesterase dan dalam sarcoplasmic reticulum
fosfatase protein 2b, yang otot jantung oleh cyclic AMP
kerjanya berlawanan dengn dependent protein kinase akan

14
Kalsium dan Fungsi Sel
(Widura)

mempercepat kembalinya kekurangan kalsium dalam


kalsium ke dalam vesikel, dan sistem signal dalam sel
mempercepat relaksasi jantung merupakan bagian dari
yang diinduksi adrenalin. Oleh patogenesis berbagai macam
karena itu, sistem cyclic AMP proses penyakit. Dampak klinik
dan kalsium bekerja sebagai pengetahuan mengenai
pasangan messenger yang peranan kalsium dalam fungsi
saling berhubungan, mereka sel tampak pada penggunaan
dapat bekerja secara sinergis, antagonis kalsium dalam
antagonis atau berurutan, pengobatan angina dan
hubungannya tergantung jenis hipertensi (19). Pada hipertensi
sel. esensial dijumpai berkurangnya
ikatan kalsium pada membran
Gambar 3 memperlihatkan sel dan bertambahnya kalsium
secara skematis berbagai di dalam sel. Pada beberapa
sistem signal dan respons bentuk hipertensi diduga
seluler yang tergantung terdapat homeostasis kalsium
fosforilasi protein. Bagaimana ekstrasel yang tidak normal,
suatu sel memberi respons yang mungkin berhubungan
kepada signal tertentu dari luar dengan kelainan sintesis atau
sel tergantung pada substrat penguraian sterol vitamin D
protein mana yang ditampilkan (13).
pada waktu tertentu. Ini dapat
menjelaskan bagaimana suatu Tidak jelas apakah
agonis, TSH misalnya, pada kelainan-kelainan tadi
keadaan tertentu, dapat disebabkan oleh faktor-faktor
bertindak sebagai suatu ekstraseluler yang
mitogen atau suatu stimulator mempengaruhi sodium pump
fungsi sel. Selain itu, juga dapat atau kelainan-kelainan di dalam
dijelaskan bagaimana membran sendiri (26). Diduga
beberapa agonis dapat patogenesis hipertensi
membangkitkan respons berhubungan dengan kontraksi
fungsional yang sama melalui otot polos akibat aktivasi
macam-macam sistem signal myosin light chain kinase oleh
calmodulin (20). Berdasarkan
adanya kaitan antara kelainan
Hubungan dengan klinik metabolime natrium
dengan patogenesis hipertensi,
Makin banyak bukti
menunjukkan bahwa

16
JKM.
Vol.1, No. 1, 2001 : 8 - 21

Gambar 3. Sistem signal intrasel dan fosforilasi protein. Setiap sistem


signal beroperasi dengan me-fosforilasi substrat protein tertentu di
dalam sel.

patut ditelusuri kemungkinan berkurangnya inositol, bahkan


adanya hubungan antara berbagai bukti menunjukkan
kelainan tersebut dengan terganggunya metabolisme
kekurangan dalam aktivitas fosfolipid membran (4). Selain
biologi calmodulin (7). itu, pada penderita diabetes
juga dijumpai berkurangnya
Keadaan lain yang juga diduga aktivitas sodium potassium
disebabkan oleh kelainan ATPase dan protein kinase C,
sistem signal intrasel adalah serta kelainan dalam jumlah
neuropati diabetes, yang calmodulin (16).
sebenarnya juga terjadi pada
jaringan lain yang dipengaruhi Penyakit lain yang dilaporkan
oleh diabetes. Mungkin ini terdapat kelainan kalsium
adalah gangguan metabolisme intrasel adalah cystic fibrosis,
permulaan yang sama bagi dengan berkurangnya aktivitas
neuropati, retinopati dan calcium magnesium ATPase
nefropati diabetes. Sejak lama dalam eritrosit dan fibroblas.
diketahui adanya peningkatan Selain itu, Gnegy dkk (9) juga
sorbitol intrasel pada syaraf menjumpai peningkatan
penderita diabetes, yang jumlah calmodulin dalam kultur
disebabkan peningkatan fibroblas kulit penderita cystic
aktivitas aldose reductase, dan fibrosis.
dihubungkan dengan

17
Kalsium dan Fungsi Sel
(Widura)

Karena sistem signal kalsium antagonis calmodulin yang


terlibat dalam kerja peptida amat kuat. Yang lebih penting
faktor pertumbuhan yang adalah bahwa produk-produk
menghasilkan pembelahan sel, onkogen ternyata dapat
maka gangguannya sangat mengubah mekanisme
mungkin menyebabkan mitogenesis. Sebagai contoh,
kelainan proliferasi sel. Pada onkogen sis dapat bertindak
psoriasis misalnya, suatu sebagai kode suatu protein
penyakit kulit proliferatif, yang homolog dengan platelet
terdapat beberapa kelainan derived growth factor, yang
biokimia sel, termasuk bekerja melalui rangsangan
kelainan metabolisme metabolisme PI. Selain itu,
nukleotide siklik, peningkatan produk onkogen src dan ros
aktivitas fosfolipase II dan juga dapat merangsang
peningkatan sintesis poliamin, metabolisme PI (3),
beberapa proses di antaranya sedangkan protein hasil
tergantung pada kerja onkogen mil dan raf
calmodulin, ternyata bila mempunyai fungsi dan urutan
dibandingkan dengan orang yang homolog dengan protein
sehat, jumlah calmodulin kinase C (15). Produk P21 dari
intrasel pada kulit penderita onkogen seluler ras
lebih tinggi, baik kulit yang mempunyai struktur dan sifat
sedang ada kelainan maupun biokimia yang menyerupai
yang tidak (12). Dalam sel-sel kelompok N protein pengikat
yang mengalami transformasi GTP, yang berperan dalam
serta sel hati yang mengalami coupling antara ikatan reseptor
regenerasi dan perubahan agonis dan terurainya PIP2
keganasan, jumlah calmodulin sampai terbentuknya IP3 dan
juga meningkat (28). Oleh diacylglycerol (14). Jelaslah
karena itu, antagonis bahwa dengan makin jelasnya
calmodulin diperkirakan dapat mekanisme pengaturan
bertindak sebagai obat pembelahan sel, baik yang
antikanker. Antagonis normal maupun yang tidak
calmodulin memang dapat normal, maka pemahaman
menghentikan siklus sel, bila akan patogenesis
diberikan pada fase transisi neoplasmapun menjadi makin
G1/S yang kritis. Selain itu, lengkap, semua ini memberi
bahan anti-calmodulin ternyata harapan bagi pendekatan cara
juga dapat meningkatkan pengobatan yang baru.
aktivitas obat sitotoksik (24).
Beberapa penelitian teranhir
bahkan membuktikan, bahwa Daftar Pustaka
Dithranol, suatu obat topikal
untuk psoriasis, adalah suatu

18
JKM.
Vol.1, No. 1, 2001 : 8 - 21

1. Berridge,MJ. Inositol hypertensive rats. Clin Sci


trisphophate and 1994; 67: 535-540
diacylglycerol as second 8. Cohen,P. The role of
messengers. Biochem J protein phosphorylation in
1994; 220: 345-359 the hormonal regulation of
2. Berridge,MJ. Regulation of enzyme activity. Eur J
cell secretion: the Biochem 1995; 151:
intergrated action of cyclic 439-448
AMP and calcium. In JW 9. Gnegy,ME., RP Elickson, J
Kababian, JA Nathanson. Markovac. Increased
Ed. Handbook of calmodulin in cultured skin
Experimental fibroblasts from patients
Pharmacology. Berlin: with cystic fibrosis.
Springer Verlag. 1992; Biochem Med 1991; 26:
58/2: 227-270 294-298
3. Berridge,MJ., RF Irvine. 10. Higaki,j., T Ogihara,
Inositol triphosphate; a Kumahara, El Bravo.
novel second messenger in Calmodulin in hypertensive
cellular signal transduction. rats. Clin 1995; 68Sci:
Nature 1994; 312: 315-321 407-410
4. Bleasdale,JE., J Eichberg, 11. MacNeil,S., T Lakey, S
G Hauser. Ed. Inositol and Tomijnson. Calmodulin
Phosphoinositides, regulation of adenylate
Metabolism and cyclase activity. Cell
Regulation. New Jersey: Calcium 1995; 6: 213-226
Humanor Press. 1995: 12. MacNeil,S., WFG Tucker,
551-599 RA Dawson et al. The
5. Borle,AB. Control, calmodulin content of the
modulation and regulation epidermis in psoriasis. Clin
of cell calcium. Rev Physiol Sci 1995; 69:681-686
Biochem Pharmacol 1991; 13. McCarron,DA., PA Lucas,
90: 13-153 RJ Schneidman et al.
6. Brown,BL., SW Walker, S Blood pressure
Tomlinson. Calcium, development of
calmodulin and hormone spontaneously
secretion. Clin Endocrinol hypertensive rat following
1995; 23: 201-218 concurrent manipulation of
7. Cirillo,M., M David-Dufilho, dietary Ca(2+) and Na(+):
MA Devynck. Calmodulin relation to intestinal fluxes.
reduces ouabain-sensitive J Clin Invest 1995; 76:
ATPase or cardiac 1147-1154
sarcolemmal membranes: 14. McGactrh,JP., DJ Capon,
high reduction in DV Goeddel, AD Levinson.
spontaneously Comparative biochemical

19
Kalsium dan Fungsi Sel
(Widura)

properties of normal and 21. Rasmusse,H., DBP


activated human ras P21 Goodman. Relationship
protein. Nature 1994; 310: between calcium and cyclic
644-649 nucleotides in cell
15. Moelling,K., R Heinmann, activation. Physiol Rev
P Beimling et al. Serine 1997; 57: 421-509
and threonine specific 22. Ringer,S. A further
protein kinase activities of contribution regarding the
purified gag-mil and influence of the different
gag-ras proteins. Nature constituents of the blood
1994; 312: 558-561 on contraction of the heart.
16. Morley,JE., AS Levine, DM J Physiol (Lond) 883; 4:
Brown, BS Handwerger. 29-49
Calmodulin levels in 23. Shrey,NP., BL Brown, RP
diabetic mice. Biochem Elkins. Studies on the role
Biophys Res Commun of calcium and cyclic
1992; 108: 1418-1423 nucleotides in the control of
17. Niishizuka,Y. Th role of TSH secretion. Mol Cell
protein kinase C in cell Endocrinol 1998; 11:
surface signal transduction 249-264
and tumour promotion. 24. Smith,PJ., J Mircheva, NM
Nature 1994; 308: 693-698 Bleehan. Interaction of
18. Ollis,CA., R Davies, DS bleomycin, hypothermia
Munro, S Tomlinson. A role and a calmodulin inhibitor
for intracellular calcium and (trifluoperazine) in mouse
calmodulin in the release of tumour cells: II DNA
triiodothyronine from damage, repair and
human thyroid cell chromatin changes. Br J
monolayer cultures. Biosci Cancer 1996. In press
Reports 1994; 4: 695-702 25. Sutherland, EW., I Qye,
19. Oppie,LH. Calcium RW Butcher. The action of
antagonists, mechanisms, Epinephrin and the
indications and adenyl-cyclase system in
reservations. Q J Med hormone action. Rec Prog
1994; 77:1-16 Horm Res 1995; 21:
20. Orlof,SN., NI Pokukin, YZ 623-646
Postnoff. Calmodulin 26. Swales,JD. Ion transport in
dependent calcium hypertension. Biosci
transport in erythrocytes of Reports 1992; 2: 967-990
spontaneously 27. Tomlinson, S., S MacNeil,
hypertensive rats. Walker et al. Calmodulin
Pfluegers Arch 1993; 397: and cell function. Clin Sci
54-56 1994; 66: 497-508

20
JKM.
Vol.1, No. 1, 2001 : 8 - 21

28. Wei,JW., HP Morris, RA 29. Whitfield, JF., AL Boynton,


Hickie. Positive correlation JP McManus et al. The
between calmodulin regulation of cell
content and hepatoma proliferation by calcium and
growth rates. Cancer Res cyclic AMP. Mol Cell
1992; 42: 2571-2574 Endocrinol 1999; 27:
155-179

21