Anda di halaman 1dari 11

c 


  

CARA KERJA LEMARI ES.Lemari es atau yang lebih dikenal dengan Kulkas adalah alat
rumah tangga yang umum digunakan. Lemari es ini berfungsi untuk mendinginkan atau
menjaga kondisi makanan dan minuman agar lebih tahan lama.Cara kerja sebuah
lemari es sama seperti cara kerja sebuah air conditioner, yg berbeda adalah pemakaian
compressor, evaporator, condenser dan pipa kapiler. compressor pada lemari es
umumnya bersklala kecil mulai dari 1/10 pk sampai 1/3Pada artikel sebelum nya telah
kita bahas tentang bagaimana cara kerja kulkas 1pintu, untuk kesempatan kali ini saya
hadirkan sebuah skema yang paling banyak diterapkan pada kulkas bebas bunga es
atau no-frost.Kulkas dan cara kerja nya. Saat hendak memperbaiki alat-alat elektronik
sebaiknya kita ketahui dahulu cara kerjanya, dengan demikian apa pun yang kita
kerjakan akan mendapat hasil yang maksimal dan yang terpenting kita tidak asalCara
kerja sebuah lemari es sama seperti cara kerja sebuah air conditioner, yg berbeda
adalah pemakaian compressor, evaporator, condenser dan pipa kapiler. compressor
pada lemari es umumnya bersklala kecil mulai dari 1/10 pk sampai 1/3Prinsip
Termodinamika I menjelaskan kekekalan energi, yaitu energi kalor yang dapat menjadi
energi lain. Prinsip kerja kulkas sebenarnya juga menggunakan prinsip Hukum
Termodinamika II yang di kemukakan oleh Kelvin-Planck dan RudolfCara kerja sebuah
lemari es sama seperti cara kerja sebuah air conditioner, yg berbeda adalah pemakaian
compressor, evaporator, condenser dan pipa kapiler. compressor pada lemari es
umumnya bersklala kecil mulai dari 1/10 pk sampai 1/3

Tetapi apakah Anda mengetahui bagaimana cara kerja dari AC itu sendiri? Berikut
adalah prinsip kerja Air Conditioner (AC) yang sebenarnya punya prinsip sama dengan
Lemari Es yang Anda punya di rumah. Secara garis besar prinsip kerja air

2.2 mekanisme lemari es

1)Ê Sebuah pemahaman menyeluruh dari siklus operasi dari kulkas


diperlukan sebelum diagnosis yang benar dari setiap masalah Service dapat
dibuat. Jadi, hanya dengan sebuah studi yang mendalam tentang fundamental
dapat
Anda menguasai bidang pendinginan.
Sebuah siklus, menurut definisi, adalah interval atau periode ditempati oleh satu
bulat atau jalannya peristiwa dalam urutan yang sama atau seri. Kata Siklus,
sebagaimana yang diterapkan di sini, berarti serangkaian operasi di mana panas
pertama
diserap oleh bahan pendingin, perubahan dari cair ke gas, dan
kemudian gas dikompresi dan dipaksa masuk ke kondensor, dimana
panas diserap oleh udara yang beredar, sehingga membawa refrigeran
kembali ke bentuk awal (atau cair). Dengan mengacu pada Gambar diatas,
siklus operasi terdiri dari langkah-langkah berikut:
1. Kompressor memompa bahan pendingin melalui seluruh sistem.
Ia menarik gas refrigerant dingin melalui jalur isap(suction line)
dari evaporator freezer. Pada saat yang sama, mengompres
gas dan mepompa ke discharge line (jalur tekanan tinggi).Gas yang terkompresi
suhunya meningkat tajam dan memasuki kondensor.
2. Kondensor ini melakukan fungsi yang mirip dengan radiator di
sebuah mobil dalam kondensor adalah koil pendingin untuk
gas refrigeran panas. Dalam kondensor, panas tersebut dikeluarkan
ke ruang udara di luar kabinet. Selama proses ini,
gas refrigerant melepas panas dalam
kabinet dan merubah ke bentuk cair.
3. Lalu cairan pendingin panas meninggalkan kondensor dan memasukki
tabung (pipa)kapiler, Dan filter dryer atau saringan menghapus segala uap air atau
kotoran.
4. Tabung kapiler diukur dengan seksama panjang dan diameter dalam untuk
mengukur arus refrigerant cair dengan jumlah yang tepat untuk alirkan sesuai
yang dibutuhkan untuk setiap unit. Sebuah panjang yang telah ditetapkan
tabung kapiler biasanya disolder di sepanjang bagian luar
suction line, membentuk penukar panas, yang membantu untuk mendinginkan
'refrigerant cair panas dalam tabung kapiler. Pipa Kapiler
kemudian dihubungkan ke pipa yang lebih besar yaitu evaporator.
5. Refrigeran keluar dari tabung kapiler dan memasuki tabung yang lebih besar
atau evaporator. Peningkatan mendadak
dalam bentuk diameter pipa membentuk daerah tekanan rendah dan suhu
refrigerant turun secara drastis karena perubahan dari cair ke campuran
cair dan gas. Dalam proses melewati
evaporator, refrigerant menyerap panas dari area sekelilingnya.
Refrigerant kemudian secara bertahap berubah dari cair ke- campuran cair dan gas
ke -gas.
6. Gas refrigerant bertekanan rendah meninggalkan koil evaporator
sekarang memasuki akumulator, yang dirancang berbentuk silinder besar
untuk menjebak cairan refrigeran yang tidak atau belum berubah menjadi gas
di evaporator. Karena tidak mungkin untuk kompres cairan, akumulator mencegah
refrigerant dalam bentuk cairan kembali ke kompresor.
7. Lalu gas refrigerant meninggalkan akumulator, kembali ke
kompresor melalui garis isap, yang merupakan bagian dari panas
exchanger, sehingga menyelesaikan siklus.

http://www.scribd.com/doc/15560645/materi-mesin-pendingin
http://acbekas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=69:prinsip-
kerja-mesin-pendingin
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-12107-2100109614-Chapter1.pdf

MESIN PENDINGIN
SEJARAHNYA

Pada awalnya untuk pengawetan makanan digunakan es atau salju sejak 1000 tahun
sebelum masehi.Pada tahun 1850 mulai dipakai mesin pendingin yang memakai
kompressor dengan bahan pendingin udara. Kemudian dipakai bahan pendingin
amonia,
keburukannya beracun, sampai akhirnya di temukan bahan pendingin freon yang lebih
aman dan digunakan sampai sekarang.

Jenis dan Tipe Mesin pendingin

Jenis dan tipe mesin pendingin disesuaikan dengan kegunaan dan daya yang
dimilikinya.Misalnya AC untuk kantor-kantor besar berbeda dengan AC untuk rumah
tangga.Begitu juga untuk jenis kulkas.Karena di pasaran sudah tersedia berbagai jenis
dan tipe mesin pendingin.

Jenis-jenis Mesin Pendingin


Dari berbagai mesin pendingin yang ada, serta ditinjau dari segi kegunaan dan
fungsinya,
yang umum kita kenal ada 4 macam mesin pendingin, antara lain :
1 Refrigerant

Jenis ini lebih dikenal dengan sebutan kulkas atau lemari es.Tipe dan kapasitasnya
bermacam-macam, dan umumnya digunakan untuk rumah tangga.Fungsinya untuk
mendinginkan minuman, mengawetkan bahan makanan, menhasilkan es. Suhu untuk
lemari es dipertahankan 3o -100 C

2 Freezer
Jenis yang satu ini tidak berbeda dengan kulkas, hanya saja kapasitas lebih besar, da
suhunya lebih rendah
3 Air Conditioner (AC)

Manusia selalu berusaha untuk membuat keadaan disekelilingnya menjadi lebih baik
dan
suasana lebih nyaman.Air Conditioner adalah salah satu yang dapat memenuhi
kebutuhan itu.Dengan membuat keadaan menjadi lebih sejuk. Sesuai dengan namanya
air conditioner berarti pengatur udara diperlukan sekurangnya 3 peraturan

a. Suhu udara

Adalah derajat panas atau dingin dari udara yang diukur dengan thermo-meter.Udara
harus didinginkan untuk membuat suhu di dalam ruangan menjadi sejuk. Suhu kamar
yang sejuk dan nyaman adalah 240 ƛ 270 C

b. Kelembaban

Untuk mendapatkan udara yang sejuk dan nyaman di dalam ruangan, kita harus
mengatur
kelembaban udara dengan mengambil uap air dari udara atau menambahkan uap air
pada
udara yang mengalir di dalam ruangan.Jumlah uap air di dalam udara dinyatakan
dengan
%.Jadi AC selain dapat menyejukkan udara juga dapat membersihkan udara yang ada
dalam ruangan. AC rumah tangga dapat dioperasikan dengan listrik satu phase pada
110
Volt atau 220 Volt. Kapasitas mulai 4.000 s/d 25.000 B

Prinsip Kerja Mesin


Pendingin
Written by Administrator
Wednesday, 31 March 2010 14:00
  
    

Adalah suatu unit mesin pendingin dipergunakan dalam rumah tangga, untuk
menyimpan bahan makanan atau minuman. Untuk menguapkan bahan pendingin di
perlukan panas.

Lemari es memanfaatkan sifat ini. Bahan pendingin yang digunakan sudah menguap
pada suhu -200C. panas yang diperlukan untuk penguapan ini diambil dari ruang
pendingin, karena itu suhu dalam ruangan ini akan turun. Penguapan berlangsung
dalam evaporator yang ditempatkan dalam ruang pendingin. Karena sirkulasi udara,
ruang pendingin ini akan menjadi dingin seluruhnya.

     
   
Setelah ke dalam kompresor diisi gas freon , maka gas itu dapat dikeluarkan kembali
dari silinder oleh kompresor untuk diteruskan ke kondensor, setelah itu menuju
saringan, setelah itu menuju ke pipa kapiler dan akan mengalami penahanan. Adanya
penahanan ini akan menimbulkan suatu tekanan di dalam pipa kondensor. Sebagai
akibatnya gas tersebut menjadi cairan di dalam pipa kondensor. Dari pipa kapiler cairan
tersebut terus ke evaporator dan terus menguap untuk menyerap panas. Setelah
menjadi gas terus dihisap lagi ke kompresor. Demilian siklus kembali terulang.

       
Jenis aliran udara pada lemari es ada 2 macam :

1.Ê Secara alamiah tanpa fan motor, di dalam lemari es udara dingin pada bagian
atas dekat evaporator mempunyai berat jenis lebih besar. Dari beratnya sendiri
udara dingin akan mengalir ke bagian bawah lemari es. Udara panas pada
bagian bawah lemari es karena berat jenisnya lebih kecil dan di desak oleh udara
dingin dari atas, akan mengalir naik ke atas menuju evaporator. Udara panas
oleh evaporator didinginkan menjadi dingin dan berat lalu mengalir ke bawah
lagi. Demikianlah terjadi terus menerus secara alamiah.
2.Ê Aliran udara di dalam lemari es dengan di tiup oleh fan motor, lemari es yang
memakai fan motor, dapat terjadi sirkulasi udara dingin yang kuat dan merata ke
semua bagian dari lemari es. Udara panas di dalam lemari es dihisap oleh fan
motor lalu dialirkan melalui evaporator. Udara menjadi dingin dan oleh fan motor
di dorong melalui saluran atau cerobong udara, di bagi merata ke semua bagian
dalam lemari es.


c      
Air conditioner atau alat pengkondisi udara membantu manusia memberikan udara
sejuk dan menyediakan uap air yang dibutuhkan bagi tubuh. Air conditioner bentuknya
lebih kecil dari lemari es, tetapi tenaga motor listrik sebagai penggerak yang diperlukan
jauh lebih besar. Proses pendinginan yang harus dilakukan yaitu untuk menyejukkan
udara dalam suatu ruangan luas atau kamar, adalah jauh lebih lebih besar dari pada
lemari pendingin atau kulkas. Secara umum dapat dibedakan menjadi 2 jenis :

1.Ê AC Window/Jendela
2.Ê AC Split

PRINSIP KERJA AC
Prinsip kerja AC dapat dibagi 3 bagian :

1.Ê Kerja bahan pendingin, Setelah ke dalam kompresor diisi gas freon , maka gas
itu dapat dikeluarkan kembali dari silinder oleh kompresor untuk diteruskan ke
kondensor, setelah itu menuju saringan, setelah itu menuju ke pipa kapiler dan
akan mengalami penahanan. Adanya penahanan ini akan menimbulkan suatu
tekanan di dalam pipa kondensor. Sebagai akibatnya gas tersebut menjadi cairan
di dalam pipa kondensor. Dari pipa kapiler cairan tersebut terus ke evaporator
dan terus menguap untuk menyerap panas. Setelah menjadi gas terus dihisap
lagi ke kompresor. Demilian siklus kembali terulang.
2.Ê Kerja Aliran Udara, kerja aliran udara ada 2 bagian yang terpisah yaitu : bagian
muka atau bagian depan dan bagian belakang atau bagian yang panas. Bagian
depan bagian dari evaporator merupakan bagian dingin, dimana fan
menghembuskan udara meniup evaporator sehingga udara yang keluar dari
bagian depan udara dingin. Sedangkan bagian belakang fan meniup kondensor
untuk mendinginkan sehingga udara yang keluar udara panas dari kondensor.
3.Ê Kerja Alat-alat Listrik, Alat-alat listrik dari AC adalah bagian-bagian yang paling
banyak variasinya dan paling banyak menimbulkan gangguan-gangguan. Pada
prinsipnya dapat dibagi dalam 2 bagian : fan motor dan kompresor dengan alat-
alat pengaman dan pengaturnya.

m



                   
                     
 
   !!"     # 
$           %     
                p 



                    %
                      
                    

M þ 

M þþ!&'
(  %                u
  % 
             
       
u
         %     &  )*+
   ,  %         %       
  
   !'-    .  /    
  %     ,  ,  u%     
           %        
                   -   
*     ,              % 
   & 
        /   /  * )!001+  
      2                , 
                  -  
                  2
m

, þ 

M þþ!&3
                   
            2 %      
  %                   
   u
        % 
-                   
         *  2    # %   
 -             # % 455  155  - 34
 354    51'     !   "
þ
 #

 $ 


" % 

& u'
 #  
 / ,              
    %         * *  *  % 
     -             # %   
        !56

 "    )'55!+          , 
                  ,  %    
        7 ,   3       , %      % 
ð  rÊ55!4 8 55'0 8  5566 %       2     )+
 -* )'55'+   , / " /-    
  %               ,  &  
  K             .2 " 9

M þ

M þþ!&6
      %        ,2  9 2   
  %        ,  ),+    -   
    %  %          
   !3.2  9   9*  )   +
.2  9                 
      %                  
    
-    2 "*  -            
     )              +     -
                    
2 


/# 
(
 &    %         * 
    %         %  *      
                         
             %             


M þ 


M þ    þ!&4
                      
  2  
-      %               
 %    %           2       
     %      ! Ê           % 
            ,  
% 
   !6-          
 
‘ 

   

 
             ,       
%           )% +      %   
                      2  
  ! Ê                
     %        /       
   %    *             
     %       %     *   
 %       2              
   -*                    
Ê
mþ (M
   þ!&:
       %        (        
        2                 
/     %        %       % 
 %       *            —  Ê    
     %    %          
   %    %     
(  %                
           2            
        %     ! Ê       % 
                 %    
   %  )  +
      %           
      %                
%  
-    *            *      
    33  2          2%
   -           %     
                      
                     
  2  %           
                  
 %             %       
     ,     )+
m

 þ  M þ 

þ

!' # " - "-



!&1
     %                  
            %  2          
            *  %  ) -   
                       
        %         % 
  %  2           % 
              ! Ê%       
    %     %          
          (2        
   %           %        
              2     
            %                % 
                    
     
!3  /- "-

                    
          ;
Ê/            
Ê                   *  2
           
Ê(  %   %        ) %  +
Ê    

Ê

M þ 

M þþ!&<
%=         %            
      
%=                
%(       2            
%-                  *    
   *        
%       %      2          '

% %  2               
     
!6 / >  
/
/       ;
%"    2                
  ,    ! Ê            
        * 
? "                     
     2 >  >  * 
!4 "=  / 
/
"   %              
       *                 
-        , *             
 %    
mþ 
þþ
!: "/@ 
/
!&0
  %                 *     
 ,   %  ;
A - 
  
     %            %   
      %              % 
                 Ê%   * 
    -          %   
         
A     
# %                 
       ! Ê     %      
 %   *        
A       
                        
    %           ! Ê     
  
 Ê1 --" /( 
-
         /    Ê   ;
A      
"                   %  
     %    *              
        /    

M þ  

M þ
 
  þ
M   /    
!&!5
"      &     %    %   * 
       *        %    
         *  ! Ê  &     
 %           /    %  
                   %   
 2   ! Ê    %      
M   "   
"             %       
   *         ! Ê   %    
      
M  B  
"        %       ! Ê   % 
 *          %  ! Ê    
     %          
*    %   
+88  B (  
              &