Anda di halaman 1dari 1

c 


 c  
 

Rabu, 27 April 2011 | 21:29 WIB
Besar Kecil Normal

Lukman Hakim Saifuddin. TEMPO/Imam Sukamto

  
GÊ Sosok NII Menguatkan Keterpinggiran Pancasila
GÊ KPAI: Puluhan Siswa SMP Terpapar NII
GÊ MUI Desak Pemerintah Tindak Tegas NII
GÊ ºus Choi: Islam Radikal Mengancam Pancasila
GÊ Upaya Deradikalisasi Baru Ada Setahun Terakhir

þ c › ,  - Lukman Hakim Saefuddin, Wakil Ketua Majelis


Permusyawaratan Rakyat, mengatakan intelijen harus serius tangani NII. Kesan adanya
pembiaran bisa membuat ketidakpercayaan di kalangan masyarakat. "Pembiaran bisa
berakibat pada ketidakpercayaan publik," kata Lukman.

Menurut dia, intelijen harus bekerja keras mencari tahu apa di balik gerakan NII. Kasus
NII juga harus dijadikan kritik bagi pemuka agama, untuk terus mengangkat esensi Islam
sebagai agama. Misalnya substansi mengapa kita beragama dan apa tujuannya.

Jika hal itu diangkat, menurut Lukman, maka tindakan kekerasan, memaksakan
kehendak, mengkafirkan orang tua, memutuskan silaturahim, membunuh diri sendiri, tak
akan diyakini sebagai suatu kebenaran agama.

Saat ditanya wartawan apakah NII harus dibubarkan, Lukman menjawab, "Ya, kalau
ajarannya bertolak belakang, bahkan mengancam keutuhan negara."