P. 1
MR Edisi 238

MR Edisi 238

|Views: 839|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on May 14, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

e-mail : mediarakyat_new@yahoo.

com Contact Person : 0812 9936 977 08787 66 999 09

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 5
Kenaikan Harga Beras Persulit Penyerapan Bulog

website : www.mediarakyatonline.com

Hal. 7
DPD RI Soroti Kecurangan UN dari Tahun ke Tahun

Pembawa Suara Pembangunan
Edisi 238 Tahun XI, 16 - 22 Mei 2011

Bangsa

Hal. 9
Oknum PNS Pimpin Demo di Tebo

Harga Rp. 4.000,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Baca Juga
2012, Tarif Listrik Naik 15 Persen
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bahwa potensi kenaikan subsidi listrik pada APBN 2012 akan cukup besar. (Hal 2)

Menteri Pemberdayaan Perempuan
Petani Sering Jadi Tumbal Kesalahan Kebijakan Politik
Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan kesalahan kebijakan ekonomi politik pertanian mengakibatkan (Hal 4)

Tolak Legalisasi Ganja
Arifinto Linda Amalia Sari Gumelar

Jakarta,(MR) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, Kamis (12/5) menegaskan menolak wacana legalisasi tanaman ganja di tanah air. Menteri menjelaskan, penggunaan ganja yang disalahgunakan bisa menimbulkan adiksi sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. "Saya tidak ingin legalisasi ganja nantinya berpengaruh buruk pada anak-anak Indonesia," katanya. Jika penggunaan ganja itu dilegalkan maka hal itu sangat membahayakan. baca hal 15

Harga Minyak Terus Merangkak

BBM Bersubsidi Tidak Ikut Naik
552 CPNS Diambil Sumpah

Menjadi PNS

Bupati KKA,Drs.Tengku Mukhtaruddin membacakan naskah sumpah dan pengangkatan CPNS menjadi PNS

Anambas,(MR) Pengambilan sumpah/ janji PNS didasarkan pada ketentuan Undang-undang No. 43 Tahun 1999 tentang perubahan UU No.8 tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian pasal 26 bahwa setiap CPNS baca hal 15

Produk Unggulan Kota Tasikmalaya “Hijrah” ke Jerman

Jakarta,(MR) Meski mengakui adanya kenaikan harga minyak mentah dan harga produk bahan bakar minyak (BBM) di pasar dunia, pemerintah tetap mempertahankan harga jual BBM bersubsidi. "Terhitung mulai pukul 00.00 waktu setempat tanggal 15 Mei 2011 ditetapkan bahwa harga jual eceran BBM tertentu, yaitu bensin premium, minyak solar dan minyak tanah dinyatakan tidak berubah dan tetap mengacu kepada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1 tahun 2009," demikian tertuang dalam siaran pers Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral, Jumat (13/5). Berdasarkan peraturan menteri tertanggal 12 Januari 2009 itu, harga premium adalah Rp4.500 per liter, solar Rp4.500 per liter, dan minyak tanah Rp2.500 per liter.
baca hal 15

Tim Sukses SZ-Mashuri Loncat dari Jembatan
Muara Bungo,(MR) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bungo akhirnya Selasa (11/05) kemarin menetapkan pasangan Sudirman ZainiMashuri (SZ-Mashuri) sebagai pemenang Pemilukada Bungo, yang digelar 5 Mei lalu. Sehari setelah ditetapkannya pemenang Pemilukada Bungo 2011 oleh KPU itu, salah seorang tim sukses Sudirman Zaini-Mashuri (SZMashuri) yaitu Herian nekat meloncat dari jembatan ke air. Hal itu dilakukan adalah untuk membayar nazarnya beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa bila pasangan ini bisa memenangkan Pemilukada baca hal 15 Bungo maka
Sekretaris Tim Sukses SZ-Mas saat bayar nazar terjun dari jembatan kesungai batang Bungo, saat SZ-Mas menang.

Kota Tasikmalaya,(MR) Sesuai dengan visi Kota Tasikmalaya “Kota Tasikmalaya Sebagai Pusat Perdagangan dan Industri Termaju di Jawa Barat Tahun 2025,” untuk mewujudkan visi tersebut, kita senantiasa melanjutkan berbagai baca hal 15 program dan kegiatan termasuk didalamnya

Aktivitas Semen Gresik dan PT Bosowa Resahkan Warga
Banyuwangi,(MR) Beberapa waktu belakangan, tensi emosi warga desa Ketapang kecamatan kalipuro kabupaten Banyuwangi sedikit meningkat sehingga suasana terasa juga memanas, ini dipicu kekecewaan warga terhadap keberadaan PT.Varia Usaha/ Semen Gresik /Porland Cement Gudang Gresik ( KWSG ) dan PT. Bosowa yang dalam berkegiatannya banyak menimbulkan polusi serta masalah dimasyarakat. Seperti halnya masalah parkir kendaraan berat (truck) yang memanfaatkan bahu jalan disepanjang jalan raya Situbondo baca hal 15

Politik Tidak Lepas Dari Korupsi

Kunjungan Studi Banding Pejabat Swiss
Beberapa waktu yang lalu beberapa anggota delegasi dari Swiss mengunjungi Indonesia untuk studi banding dan belajar untuk membuat sebuah Kementerian Kelautan di Swiss. Ketika mereka mengutarakan hal itu, beberapa pejabat menertawakan hal itu, karena Swiss tidak memiliki laut. Delegasi Swiss pun menjawab, "Kami kan belajar dari Indonesia. Buktinya kalian memiliki Departemen Hukum dan Departemen Keuangan..."
Proses Penanaman Tiang Pancang Dermaga

Yunarto Wijaya

I nvestigasi

Jakarta (MR) Dalam percaturan politik tidak terlepas dari tindak kejahatan korupsi. Demikian dikatakan pengamat politik baca hal 15 Yunarto Wijaya terkait dugaan suap proyek

Diuji, Nyali Aparat Penegak Hukum
KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Untuk Menangkap “Tukang Palak” di Dinkes Natuna
Raja Amirullah Dituding Terlibat
Natuna,(MR) Belum adanya pemanggilan terhadap oknum “Tukang palak”di Dinkes Natuna, membuat sebahagian masyarakat tak yakin dengan kinerja aparat penegak hukum di kabupaten Natuna. Hal itu dikatakan Ketua Lembaga Swadaya Forkot (Forum Kota) Wan Sopian, saat dijumpai diselasela kesibukannya. Ia mengatakan, kinerja aparat penegak hukum di Natuna belum maksimal dan masih meragukan. Pemberitaan di Media Rakyat tentang adanya “Tukang Palak”di Dinkes Natuna, baca hal 15 sudah dapat dijadikan modal

Mari Kita Berantas Korupsi
Pengaduan Masyarakat
Telp. (021) - 25578389 Fax. (021) - 52892454 Humas KPK : (021) - 25578439 PO.BOX : 575 Jakarta 10120 email : pengaduan@kpk.go.id Candra, Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia

2
Warga Pertayakan Kelanjutan Layanan Kesehatan Gratis
Samarinda,(MR) Sekitar 30 ketua RT dan perwakilan warga melakukan unjuk rasa di Balai Kota Samarinda. Mereka mempertanyakan kejelasan kesehatan gratis melalui program Asuransi Kesehatan Masyarakat Samarinda (Asmara) yang sudah empat bulan tidak ada kejelasan. Ketua RT 30 Sungai Pinang Luar, Kota Samarinda Arif Budiman mengatakan, sejumlah ketua RT dan perwakilan warga bingung dengan Asmara. Sebab tahun lalu program itu masih berjalan, namun saat ini setiap warga yang ingin berobat ke puskesmas dan rumah sakit harus membayar. "Kami bingung menjelaskan ke warga mengenai masalah ini. Ternyata semua RT juga mengalami masalah demikian, makanya kami pertanyakan ke pemerintah kota Samarinda," katanya saat dihubungi Media Indonesia di Samarinda, Kamis (12/5). Dia mengungkapkan, program Asmara ssangat membantu warga yang belum terkover asuransi kesehatan daerah, terutama karyawan swasta dan wiraswasta kecil. "Lumayan kan jika biaya pengobatan umum hingga rawat inap khusus penyakit tertentu bisa ditanggung," jelasnya. Hal yang sama juga diungkapkan ketua RT 22 Pelita, bahwa tidak mememahami kenapa program itu tiba-tiba berhenti. Padahal, sangat membantu warga miskin mendapatkan pelayanan gratis. "Sudah banyak kejadian. Warga yang hendak menggunakan kartu ini, malah disuruh bayar sama petugas puskesmas dan rumah sakit," ungkapnya. Kepala cabang PT Bumida Kaltim Suryo Tasrun selaku rekanan program Asmara menjelaskan, pemerintah kota Samarinda belum melakukan penandatanganan MoU, kendati kesepahaman kerja sama itu harusnya dilakukan pada Januari lalu. "Belum ada penjelasan dari pemkot Samarinda mengenai kelanjutan program Asmara ini. Padahal seharusnya sudah berjalan Januari lalu. Tapi hingga saat ini belum ada penandatangan kerja sama lagi," jelasnya. >> Kipan Suerta

Berita Utama
15 persen. "Subsidi kita mengharapkan di tahun 2012 bisa ada penyesuaian. Jadi, kita harapkan di tahun 2012 kita bisa naikkan Tarif Dasar Listrik antara 10% sam-pai 15%, dan margin (target keuntungan PLN) bisa diturunkan dari 8% menjadi 3%," ujar Agus Marto Seusai menghadiri sidang kabinet yang membahas mengenai rencana kerja pemerintah dan APBN 2012 di kantor Presiden Jakarta, Kamis (12/5). Hal itu, ujar Agus, merupakan salah satu upaya untuk menurunkan subsidi listrik pada 2012. Namun, Agus mengatakan belum tahu berapa potensi penguran subsidi jika TDL tersebut dinaikkan hingga 15%. "Nanti akan dibicarakan lagi," kata Agus. Termasuk juga asumsi makro APBN 2012, Agus mengatakan belum bisa menyampaikan, karena masih terus dilakukan kajian oleh badan kebijakan fiskal. "Nanti disampaikan pada pertengahan Mei. Pemerintah sekaligus akan menyampaikan pagu indikatif ke DPR sesuai dengan jadwal dan asumsi makro," tegasnya. Sebelumnya, saat rapat koordinasi mengenai RKP 2012 di Kantor Menko Perekonomian, Agus mengatakan bahwa pemerintah memperkirakan defisit APBN 2012 akan sebesar 1,4% terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB. Ini berarti ada penurunan signifikan dibandingkan defisit APBN 2011 yang ditetapkan 1,8%. Menurut Agus, meski dipatok 1,4%, pemerintah masih membuka kemungkinan naiknya defisit antara 1,5%-1,6%. Itu hanya diperkenankan naik jika anggaran tambahan dipakai untuk menambah dana infrastruktur.

Tahun Edisi 238 Tahun XI 16 - 22 Mei 2011

2012, Tarif Listrik Naik 15 Persen
"Masih bisa naik 0,1% sampai 0,2% kalau memang diperlukan untuk tambahan infrastruktur," tuturnya. Defisit merupakan alat ukur tingkat kesehatan APBN, makin tinggi defisit akan semakin besar pula kebutuhan pemerintah dalam menyedot utang baru. Selama ini hanya ada dua cara untuk menutup defisit dari utang, yakni meminjam dari lembaga keuangan asing atau pemerintah negara tetangga atau menjual obligasi negara. >> Ediatmo

Jakarta,(MR) Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bahwa potensi kenaikan subsidi listrik pada APBN 2012 akan cukup besar. Untuk itulah, ia berharap ada penyesuaian harga listrik antara 10% hingga

Pengamat: Hakim Bertemu Pihak Berperkara Langgar Etika
Jakarta,(MR) Pengamat hukum pidana Indriyanto Seno Adji mengatakan, pertemuan antara hakim dengan pihak berperkara di luar pengadilan adalah pelanggaran etika. "Komisi Yudisial bisa memeriksa tindakan pelanggaran etika yang dilakukan hakim, tapi tidak memiliki otoritas memeriksa substansi putusan," kata Indriyanto, di Jakarta, Kamis. Menurut dia, Komisi Yudisial hanya memeriksa tindakan pelanggaran etikanya. Praktisi hukum, Alamsyah Hanafiah, menambahkan, Komisi Yudisial memiliki kewenangan memeriksa hakim yang melakukan pelanggaran kode etik, tapi hanya sebatas perilaku hakim. "Mengenai materi putusan pengadilan, Komisi Yudisial tidak bisa turut campur," katanya. Menurut dia, kalaupun ada pelanggaran dalam putusan yang dilakukan majelis hakim, terutama tentang apakah ada makelar kasus di dalam perkara itu, yang memiliki kewenangan adalah polisi. Pengamat dan praktisi hukum mengemukakan hal itu menanggapi tudingan atas kemenangan Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) atas gugatan perdata PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang disinyalir karena adanya campur tangan seseorang bernama Robert Bono. Kuasa hukum Siti Hardiyanti Rukmana, Harry Ponto dan Robert Bono diisukan pernah bertemu Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Syahrial Sidik, sebelum majelis hakim membacakan putusan pengadilan. Namun isu tersebut, dibantah Syahrial Sidik, melalui surat tertulisnya kepada Mahkamah Agung. Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani, mengatakan, Komisi Yudisial agar mengungkap adanya dugaan praktik makelar kasus dalam putusan perkara sengketa antara PT CTPI dengan PT Berkah Karya Bersama. Menurut dia, ada atau tidak adanya kasus tersebut, tentunya harus tetap diteliti. >> Sahrial

Perawat Minta Dilindungi dengan UU Khusus

Murid SMP Perakit BOM Terinspirasi Buku Jihad
Bangkulu,(MR) FY, murid SMPN 2 Kabupaten Kepahiang yang ditahan Kepolisian Daerah Bengkulu terkait dugaan merakit bom buku, mengaku terinspirasi setelah membaca buku jihad. "Buku yang dibacanya berjudul "Mengungkap Berita Besar dalam Kitab Suci" karangan Abdul Wahab terbitan Tiga Serangkai, kata Kapolres Kepahiang AKBP Chaerul Yani di Kepahiang, Kamis (11/5). Kepada penyidik Polres Kepahiang, FY juga mengaku mengambil buku itu dari perpustakaan SDN 18 yang tak jauh dari rumahnya. FY sempat pusing setelah membaca buku itu, lalu dia ingat dengan berita di televisi tentang bom buku sehingga merangkai bom itu. Rangkaian kabel dan komponen elektronik dari joycstick Play Station (PS) itu ditumpuk dalam buku. "Memang tidak ada bahan peledak dan batere yang bisa membuat rangkaian itu meledak," tambahnya. Siswa yang dikenal baik dan rajin di mata guru di sekolahnya ini membuat rangkaian bom buku di rumahnya disaksikan teman sepermainannya. Setelah bom buku selesai ia kerjakan layaknya bom buku yang dikirim oleh teroris ke markas Jaringan Islam Liberal (JIL), FY mengaku ketakutan sendiri dan menyimpan hasil karyanya itu di loteng rumah. Rakitan bom buku itu secara tidak sengaja ditemukan ayahnya, Imron Joni dan melaporkan temuan tersebut ke Polres Kepahiang. "Dari laporan itulah kami memeriksa buku yang dilapisi plakban bening itu dan menemukan rangkaian sirkuit joystik Playstation dan kabel-kabel," paparnya. Kapolres belum berani memastikan apakah tindakan FY iseng atau ada pihak yang mendalangi. Penyelidikan masih terus berlangsung dengan memeriksa anggota keluarganya dan rekan sepermainan. >> Aman S

Solar Langka, Sopir Serbu DPRD

Jakarta,(MR) Ratusan perawat dan calon perawat yang tergabung dalam Pesatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Bogor, turun ke jalan, Kamis(12/5) siang sekitar pukul 13:30 WIB. Mereka long march dari arah Balai Kota Bogor di Jalan Ir Juanda ke Tugu Kujang, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, dan berunjukrasa di sana. Aksi dalam rangka memperingati Hari Perawat sedunia itu, diisi dengan orasi menuntut payung hukum berupa Undang-undang Keperawatan. Para perawat dan calon perawat itu menganggap UU Keperawatan sebagai regulasi utama untuk mengatur dan melindungi mereka dalam menjalankan praktiknya. Seperti diungkapkan Ketua PPNI Kota Bogor Hj Yusniar Ritonga dalam orasinya, penataan dan pemberdayaan tenaga keperawtan bukan hanya jadi tanggung jawab pemerintah. "Masalah ini juga tanggung jawab organisasi keperawatan, institusi pendidikan keperawtan dan masyarakat sebagai pengguna jasa pelayanan keperawatan. Untuk itu kami mengharapkan agar ada payung hukum yang bisa melindungi para perawat," katanya. Menurutnya, tenaga keperawatan merupakan komponen terbesar dari tenaga kesehatan yang tersebar di berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Dengan demikian, lanjutnya, betapa strategisnya peran tenaga perawat dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. "Perawat juga merupakan tenaga kesehatan yang memiliki waktu kontak paling lama dengan pasien dan keluarganya terutama di rumah sakit." Para perawat mengakhiri aksinya dengan membagibagikan masker dan stiker yang bertuliskan memperingati hari perawat sedunia, kepada para pengendara yang melintas di kawasan itu. Terutama para pengendara motor. >> Nokipa

Kalteng,(MR) Puluhan sopir angkutan umum dan truk menggelar demonstrasi di DPRD Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah terkait sulit mendapat bahan bakar minyak terutama solar. "Kami kesulitan mendapat bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar dalam beberapa hari terakhir akibatnya puluhan sopir truk tidak bekerja," kata seorang juru bicara sopir, Tajudin di hadapan anggota DPRD Barito Utara di Muara Teweh, Rabu (11/5). Menurut Tajudin, pihaknya merasa keberatan karena pasokan solar ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap lancar, namun para

sopir sering tidak mendapat kebagian karena dibatasi padahal persediaan BBM itu cukup tersedia. Semestinya, kata dia, para sopir yang membutuhkan solar juga dilayani hingga malam hari seperti penjualan premium di SPBU ada yang melayani masyarakat hingga malam hari. "Apakah hanya bensin saja yang untuk kepentingan umum sedangkan solar juga untuk kepentingan umum. Bayangkan kawan-kawan kami ini tidak bekerja dua hari ini, semuanya punya kepentingan," katanya. Puluhan orang yang melakukan demo untuk menyampaikan aspirasi ke gedung dewan itu langsung diterima

Ketua DPRD Barito Utara, Aprian Noor dan Wakil Ketua Harian Nuur dengan penjagaan penjagaan sejumlah personil polres setempat. Para pendemo meminta agar pemilik SPBU datang ke DPRD, mereka ingin mendengar langsung ucapan dari pemilik SPBU yang juga anggota DPRD setempat. "Karena dia juga anggota dewan yang dihormati masyarakat. Tolonglah masyarakat dilayani dengan baik. Saya yakin dia adalah anggota DPRD yang terhormat. Tolong dia segera dipanggil, tolonglah bantu masyarakat," ujar Tajudin. Sementara itu sesuai hasil pembicaraan Wakil Ketua

DPRD, Harian Nuur dengan pemilik SPBU bahwa persediaan solar ada 5.000 liter siap dibagikan. Namun pihak pendemo berharap itu tidak dibatasi. "Jadi kami sepakat yang 5.000 liter itu tidak dibatasi, mereka berharap agar SPBU yang lain bisa melakukan hal yang sama. Apabila ini terjadi tentu harga tingkat dieceran bisa murah tidak tinggi lagi," kata Tajudin. Ketua DPRD H Aprian Nuur berpesan agar mengisi ataupun mengantri BBM agar tertib dipinggir jalan. Selama proses ini berlangusng kita akan kita panggil 3 pemilik SPBU yang ada di Muara Teweh biar tidak terulang kejadian yang seperti

ini. Sebelumnya puluhan sopir dan warga melakukan demo di SPBU Rossi Wiratama di kilometer 2 Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu pada Selasa (10/5) malam karena mereka tidak mendapat solar. Padahal ketika itu mobil tangki bermuatan ribuan liter baru datang dari Pertamina Banjarmasin, Kalimantan Selatan, namun pihak pengelola SPBU menyatakan BBM tersebut habis. "Kami merasa dibohonngi pemilik SPBU karena BBM baru datang, namun di katakan sudah habis, jadi kemana solar itu dilarikan," kata seorang warga.>> Gatner Eka Tarung

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Drs. H. Ilyas Sabli, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Irwan Hamid, Litbang : Herman Sugianto, Manager Iklan : Rudi Harris, Manager Distribusi : Herdi, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra.
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi, Bogor, Depok : Ali, Ruslan, Kab. Bekasi : S. Wahyudi, Suparman, Hamdan Bule, Amir Kebo, Suryanto, A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Iman, Biro Kota Bandung : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Biro Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Maskin, Suhada, NC Jawir, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : ................... Biro Cianjur : Ruslan AG, Jaenudin, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R, Biro Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Biro Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi (Kepala), Kota Palembang, Edi Rudianto (Kepala), Kota Prabumulih / kab. Muara Enim : Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah, Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Amiruddin, Biro Batu Raja / OKU : Sahmi (Kepala), Biro Oku Selatan : Thomas Ivan, Ogan Ilir : Marleni (Kepala), Astute, Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Biro Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Perwakilan Jambi : Leman Burhan, (Kepala), Hendar, Muara Bungo : Suyono, Kab. Tebo : Heri Zaldi, Musirawas/ Lubuk Linggau : Iman Koesnadi, Agus Saliem, Biro Sarolangon : Leni Hartati, Biro Bangko : Zainal Arifin, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto (Kepala), Jerlin P, Rony Rudianto, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto (Kepala), Nurjaly, Hendrano, Kab. Bintan : Defran, Edi Ishak, Amdiman, Biro Natuna : Roy S. (Kepala), Biro Kab. Anambas : S. Edwar. S (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Perwakilan Jawa Timur : Deasy Epita A (Kepala), Mojokerto : Moh. Lutfi, Biro Lamongan : Adi Sugiarto (Kepala), Huala Simanjuntak, Julian Tri, Prayitno, Biro Banyuwangi : M. Arif Afadi, Biro Jombang : Moh Sabit (Kepala), Joko Bambang, Rohimah, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Kota Medan : Torang Sihite (Kepala), Anggiat Sihombing, Bincar Royven Tamba, Sampang Manik, Deli Serdang : Sopian Indris Simanullang, Sidik Mahadi, Biro Samosir : Pardingotan Sitanggang, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha. Makassar : Darwis

Redaksi : Komplek DDN (Departemen Dalam Negeri) Blok B No. 7 Kec. Pondok Gede Kel. Jatiwaringin Bekasi 17411 Telp. (021) 8461157 Contact Person : 0812 9936 977, 0878 66 999 09 E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com Website : WWW.mediarakyatonline.com Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala

Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 238 Tahun XI Tahun 16 - 22 Mei 2011

Berita Utama
Menkeu:
Jakarta,(MR) Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan rencana penyesuaian Tarif Dasar Listrik (TDL) sebagai prioritas pemerintah pada 2012 dilakukan agar tidak membebani anggaran subsidi energi dalam APBN. "Yang TDL itu kemarin saya sampaikan bahwa memang tahun 2012 kalau seandainya tidak ada satu program-program lain yang bisa dilakukan dan betul-betul baik, kita perlu penyesuaian harga TDL 10-15 persen," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (13/5). Selain melakukan penyesuaian TDL, pemerintah juga berencana melakukan konversi subsidi dari yang bersifat umum menjadi terarah kepada kelompok masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan subsidi. "Kami dari Kemenkeu memberikan indikasi bahwa kita harus melakukan konversi subsidi itu dari subsidi yang sifatnya umum, menjadi yang sifatnya terarah. Khusus bagi yang memang memerlukan. Dan secara umum, subsidi listrik yg sudah besar itu harus dikelola dengan baik dan jangan membengkak," ujar Menkeu. Menkeu mengharapkan agar pemberian subsisi nantinya dapat tepat sasaran, dan pemakaian energi listrik dapat dihemat agar berfungsi secara efisien. "Inisiatif yang lain, selain meyakinkan subsidi itu jangan salah sasaran, adalah listrik harus dibuat secara efisien dengan memberikan input dalam bentuk gas. Karena itu langsung memberikan efisiensi terhadap pelistrikan kita. Begitu pula untuk listrik yang bertenaga batubara dapat berjalan sesuai jadwal," paparnya. Ia menjelaskan penyesuaian tersebut telah menjadi rencana jangka menengah pemerintah karena subsidi energi yang telah diberikan sangat besar dan belum tepat sasaran. "Ini sejalan dengan rencana jangka menengah kita. Kita harus tahu bahwa subsidi listrik itu besar hingga Rp57 triliun dan subsidi listrik itu belum tepat sasaran," ucapnya. Dengan demikian, Menkeu mengharapkan pemberian subsidi energi khususnya untuk listrik akan berkurang hingga 2014 mendatang. "Ke depan kita ingin sampai 2014, subsidi listrik yang sifatnya umum itu menurun dengan tajam. Karena kita akan alihkan kepada subsidi listrik yang terarah pada yang membutuhkan," tuturnya. Menurut pelaksana tugas kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro, penyesuaian TDL 10-15 persen dapat menghemat anggaran subsidi energi sebesar Rp15 triliun, dan untuk subsidi listrik dapat berkurang hingga di bawah Rp30 triliun. "Anggaran subsidi bisa dihemat lebih dari Rp15 triliun dan subsidi listrik total bisa turun di bawah Rp30 triliun,"

3

Dua Jalan Kota Banjar Menjadi KTL

Penyesuaian TDL Kurangi Beban Subsidi

Menteri Keuangan Agus Martowardojo

Banjar (MR) Saat ini, kita sangat mudah menjumpai kendaraan bermotor terutama roda dua yang berseliweran di jalan, lihat saja apabila disetiap lampu merah kendaraan berhenti kendaraan ini berjubel tak teratur diurutan paling depan. Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) yang terjadi didominasi kendaraan roda dua dengan pengendara kalangan pelajar berada pada posisi pertama dan diurutan kedua adalah masyarakat umum. Menghadapi fenomena perkembangan ini, Kapolres Kota Banjar AKBP Tedy Hermansah, SIK yang diwakili oleh Kasatlantas Polres Kota Banjar Asep Sudrajat SH, MH bersama dengan Pemerintahan Kota Banjar yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika dan Pariwisata Drs.Yoyo Suharyono, Kepala Kantor Satpol PP dan Perlindungan Masyarakat Nana Suryana M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Drs.Ade Setiana, M.Pd serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar Drs.H. Undang Munawar, M.Pd mengadakan MOU untuk mengurangi Laka Lantas. Penandatanganan MOU ini dihadiri oleh Walikota Banjar DR.dr.H.Herman Sutrisno, MM dan Kepala Sekolah SMA, SMK, MA se Kota Banjar bertempat di SMKN II Banjar Senin 9 Mei 2011. Pada kesempatan ini Walikota Banjar mengatakan agar adanya sosialisasi tentang wawasan berlalulintas bagi anak didik “sosialisasi berlalulintas yang baik bagi pelajar sangat diperlukan untuk itu saya menghimbau agar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga serta Kementerian Agama Kota Banjar agar mengadakan sosialisasi,”. Selain itu, Walikota juga mengungkapkan agar penandatanganan MOU yang baru dilakukan tidak sekedar wacana saja tetapi harus diimplementasikan dilapangan. Sedangkan untuk kawasan tertib lalu lintas (KTL) akan dilaksanakan disepanjang Jalan Letjen Suwarto dan Jalan Perintis Kemerdekaan karena jalur jalan ini merupakan jalur lalu lintas yang padat di Kota Banjar. Pungkasnya. >> A-S

Rakyat Kecil Tuntut Aspirasi Dewan 2 Milyar

ujarnya. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan apabila ada rencana penyesuaian TDL dalam APBN nantinya akan dibahas terlebih dahulu dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Kalau kita bicara soal rencana APBN maka itu artinya harus dibahas bersama dengan dewan. Tidak bisa kita mengatakan akan ada kenaikan, belum ada kenaikan sebelum nanti pembahasan bersama DPR

seperti apa," katanya. Hatta berpendapat apabila ada pengalihan anggaran subsidi dapat digunakan untuk pembiayaan infrastruktur, program pendidikan dan perlindungan sosial lain. Sebelumnya, Pemerintah dalam APBN Perubahan 2010 menetapkan subsidi energi untuk listrik adalah sebesar Rp55,10 triliun, namun jumlah tersebut berkurang dalam APBN 2011 menjadi sebesar Rp40,7 triliun. >> Tedy Sutisna

Penghasilan per Bulan Anggota DPR RI Diatas Rp50 juta
Jakarta,(MR) Anggota DPR RI mendapat penghasilan setiap bulannya rata-rata di atas Rp50 juta dan itu tergantung dari jabatan yang disandang oleh anggota DPR RI. Dari Surat Edaran No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010 yang dirilis oleh Sekretariat Jenderal DPR RI tercantum rincian pendapatan per bulan mulai dari pimpinan DPR RI, Pimpinan Komisi, Pimpinan Alat Kelengkapan. Gaji pokok seorang anggota DPR RI sebesar Rp4,2 juta. Tunjangan untuk istri anggota DPR sebesar Rp420 ribu dan tunjangan untuk anak Rp168 ribu. Uang sidang/paket Rp2 juta, tunjangan jabatan Rp9,7 juta, tunjangan beras Rp198 ribu, tunjangan PPH Rp1.729.608, tunjangan listrik dan telepon Rp5,5 juta, tunjangan penyerapan aspirasi masyarakat sebesar Rp8,5 juta. Anggota DPR juga mendapat tunjangan kehormatan yang jumlahnya Rp4.46 juta untuk ketua alat kelengkapan, Rp4,3 juta untuk wakil ketua alat kelengkapan dan anggota alat kelengkapan Rp3,72 juta. Ada juga tunjangan komunikasi sebesar Rp14,14 juta untuk semua anggota DPR, tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran Rp3,5 juta untuk ketua alat kelengkapan, Rp3 juta untuk wakil ketua alat kelengkapan, dan Rp2,5 juta untuk anggota alat kelengkapan. Tak hanya itu, anggota Parlemen Indonesia juga mendapat biaya penelitian dan pemantauan peningkatan fungsionalitas konstitusional dewan sebesar Rp600 ribu, untuk ketua alat kelengkapan dewan dan Rp500 ribu untuk wakil ketua alat kelengkapan dewan. Mereka juga mendapat dukungan biaya bagi anggota komisi yang merangkap anggota badan/panitia anggaran sebesar Rp2 juta, untuk ketua alat kelengkapan, Rp1,5 juta untuk wakil ketua alat kelengkapan serta Rp1 juta untuk anggota alat kelengkapan. Hasilnya, total pendapatan bersih mereka setelah dipotong iuran wajib anggota Rp 478.000, dan pajak PPH Rp 1.729.608, seorang anggota DPR merangkap ketua alat kelengkapan dewan mengantongi uang Rp 54.907.200. Anggota DPR merangkap wakil ketua alat kelengkapan dewan Rp 53.647.200, serta anggota DPR merangkap anggota alat kelengkapan dewan Rp 51.567.200.>> Tedy Sutisna

Pemilu Kada Flores Timur Digelar Akhir Mei
Kupang,(MR) Pemilu kada Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang tertunda sejak 3 Juni 2010, dipastikan akan digelar 31 Mei 2011. "Kepastian jadwal tersebut muncul setelah Kementerian Dalam Negeri menyetujui usulan perubahan jadwal pemilu kada yang diusulkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Flores Timur April lalu," kata Plt. Sekda Flores Timur Tonce Matutina, Senin (9/5). "Memang surat pemberitahuan resmi belum ada tetapi Pemerintah Provinsi NTT sudah menyampaikan secara lisan beberapa hari lalu bahwa jadwal pemilu kada untuk Flores Timur sudah disetujui Menteri Dalam Negeri," kata Tonce. Mengenai anggaran, dia mengatakan, seluruh anggaran yang dibutuhkan KPU untuk melaksanakan Pilkada sudah diserahkan seluruhnya. "Saya mendapat laporan bahwa surat suara juga sedang dicetak. Mudah-mudahan jadwal pemilu kada yang ketiga ini tidak tertunda lagi karena sudah satu tahun ini masyarakat Flores Timur tidak memiliki bupati dan wakil bupati Flores Timur definitif," katanya. Dia meminta masyarakat untuk memberikan kepercayaan penuh pada KPU sebagai penyelenggara agar proses pemilu kada bisa berlangsung sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan ini. "Masalah pemilu kada adalah kewenangan KPU. Pemerintah tidak mencampuri urusan terlalu jauh dan hanya sebatas memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa proses pemilu kada ini harus berjalan dengan sukses karena daerah ini membutuhkan pemerintahan defenitif untuk melaksanakan pembangunan di daerah itu," katanya. >> Moses Mone Kaka

Karawang,(MR) Para Pedagang Kecil yang ada diwilayah Dapil I Karawang Timur, Mendatangi kantor DPRD Kabuapten Karawang untuk meminta bantuan modal usaha dari dana aspirasi Dewan 2 Milyar. Para pedagang kecil terdiri dari pedagang gorengan, pedagang makanan ringan dan lainnya. Para pendemo yang didominasi ibu-ibu datang ke kantor DPRD, dari pagi tidak ada satupun dewan hadir, akhirnya para pedagang langsung ke Kantor Bupati, sambil meneriakkan yel-yel, Bupati keluar, akhirnya Bupati H.Ade Swara menemui ibu-ibu yang orasi. Bupati menghormati kedatangan para pedagang kecil,

“kami sangat menghargai kedatangan ibu-ibu dan apa yang di sampai ibu-ibu tentang dana aspirasi yang di titipkan melalui DPRD adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan,” jelasnya. menurut Bupati, Pemerintah memberikan dana aspirasi Rp.2 Milyar bukan untuk anggota dewan tetapi mesti di salurkan kepada kepentingan rakyat dan kalau ada yang atau di simpangkan silahkan berbicara ke Dewan, kata bupati mengarahkan ke DPRD. Selanjutnya para ibu-ibu yang mengaku para pedagang kecil inipun, langsung menuju ke kantor DPRD lagi dan di

terima di ruang rapat II oleh 2 orang unsur pimpinan dewan. Teddy Lutfiana dan H.Ahmad Ripai berikut 2 orang komisi B, Ade swara, Asman Rusmana hadirlah salah seorang dewan dari komisi D yaitu Lina Rosliana, mereka di berikan penjelasan terkait dana aspirasi. Menurut para Dewan yang mewakili, tidak semuanya untuk bantuan ekonomi kerakyatan tapi tidak dialokasikan untuk bantuan ekonomi tetapi diberikan pula pada rakyat yang membutuhkannya baik untuk kepentingan ekonomi atau untuk pemeliharaan dan alokasi perusahaan dan alokasi, untuk tempat peribadatan sosial keagamaan demi terwujudnya masyarakat sejahtera. >> Komarudin

383 Koperasi di Bali Tidak Aktif
Denpasar,(MR) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Bali terus melakukan upaya pembinaan terhadap 383 unit koperasi yang tidak aktif, termasuk empat diantaranya koperasi unit desa. "Pembinaan yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Koperasi kabupaten/kota seBali menyangkut berbagai aspek, dengan harapan koperasi tersebut kembali bangkit sebagai wadah perekonomian masyarakat," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Jumat (13/5). Ia mengatakan, pembinaan yang dilakukan secara terpadu itu menyangkut pembenahan aspek kelembagaan, usaha dan administrasi. Selain itu mendorong ratusan koperasi yang tidak aktif itu untuk bergabung (marger) dengan koperasi yang tergolong sehat yang ada di sekitarnya. Ketut Tenenang menambahkan, pihak Dinas Koperasi dan UKM Bali terus melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap koperasi yang tidak aktif itu. "Jika semua upaya yang telah dilakukan secara maksimal tidak membuahkan hasil sesuai harapan, atas keputusan rapat anggota ratusan koperasi yang tidak aktif itu dapat dibubarkan," tutur Ketut Teneng. Jumlah koperasi di Bali hingga awal 2011 tercatat 4.149 buah, meningkat 12,47 persen dari tahun sebelumnya yang hanya tercatat 3.734 koperasi. Koperasi yang tersebar hingga pelosok pedesaan di delapan kabupaten dan satu kota di Bali itu memiliki 892.292 anggota dan menampung 17. 635 tenaga kerja. Modal sendiri yang dikelola mencapai Rp1,55 triliun dan modal pihak ketiga Rp2,4 triliun dengan volume usaha mencapai Rp6,7 triliun. Ketut Teneng menambahkan, kegiatan koperasi yang paling menonjol adalah simpan pinjam dengan memperoleh sisa hasil usaha sebesar Rp253,63 miliar selama 2010. Kondisi itu menunjukkan koperasi mampu bersaing dengan wadah perekonomian lainnya di Pulau Dewata. Citra koperasi masa lampau di Bali yang begitu baik, diharapkan bisa dipelihara dan dipertahankan dalam kehidupan sekarang, meskipun harus bersaing ketat dengan lembaga keuangan dan pelaku ekonomi lainnya, harap Ketut Teneng. >> Nyoman

4
Tak Ditebus, Ratusan Ton Raskin ‘Ngendon’ di Gudang Dolog
Sumenep,(MR) Sebanyak 22 dari 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, bulan Mei tahun 2011 ini belum melakukan penebusan raskin. Akibatnya, ratusan ton beras bagi warga miskin itu pun ‘ngendon’ di gudang Dolog setempat, Bahkan untuk bulan April, juga masih ada tujuh kecamatan belum melakukan penebusan, yakni Kecamatan Pasongsongan, Dungkek, Gili Genting, Masalembu, Nonggunong, Manding dan Batu Putih. Lambatnya penebusan itu karena desa belum memiliki dana untuk melakukan penebusan. Ini mengingat sistem pembayaran yang digunakan adalah ‘Cash and Carry’. Artinya, pemkab memang tidak menyediakan dana talangan untuk penebusan itu. Kabag Perekonomnian Setkab Sumenep, Syaiful Bahri, Rabu (11/05/11) menyayangkan masih banyaknya raskin yang belum ditebus. “Kalau untuk penebusan bers bulan Mei masih banyak kesempatan. Ini kan baru masuk minggu ke dua. Tapi yang April ini, kan sudah lewat bulan,” katanya. Namun ia mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena alasan tidak melakukan penebusan adalah dana. “Ya sebenarnya itu alasannya klasik, tidak ada dana untuk menebus. Ya mau gimana lagi ?. Aturan dari Dolog memang gitu, harus bayar di muka, baru beras bisa diambil dari gudang,” ujarnya. Hanya saja, pihaknya tetap menginginkan desa mempercepat penebusan, karena warga miskin banyak yang menunggu beras tersebut. “Kalau memang sudah ada dana, jangan menunggu lama-lama, langsung saja ditebus,” imbuhnya. Ia menambakan, Pemkab akan tetap meminta desa/ Kecamatan pro-aktif melakukan penebusan. Bahkan, kalau bisa ditebus tepat waktu. “Itu kan berarti mempercepat penyerapan raskin bagi warga miskin,” tandasnya. >> DEA

Berita Utama
Jakyakarta,(MR) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan kesalahan kebijakan ekonomi politik pertanian mengakibatkan petani selama ini sering menjadi tumbal daripada menjadi primadona yang dilindungi, dihargai, dan dipuji. "Ke depan kita harus melakukan konsolidasi dan koordinasi, agar perlakuan seperti itu tidak terjadi lagi," kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X pada pembukaan Pekan Daerah Petani Nelayan tingkat Provinsi DIY 2011 di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Kamis (12/5). Ia menjelaskan, kesalahan pertama, meganggap sektor pertanian mengabdi industri sebagai jalan menuju kemakmuran. Anggapan itu, menurutnya, bertumpu pada teori modernisasi yang mengukur kemajuan ekonomi dari perolehan hasil produksi. Industri, ujar Sultan, lebih dari pada pertanian, sehingga cenderung memiliki produktivitas yang tinggi. Untuk itu, seluruh kebijakan dan investasi diarahkan kepada industri. "Namun, setelah terjadi krisis ekonomi pada 1997 terbukti berpikir bahwa industrialisasi sebagai jalan tol menuju kemakmuran itu salah," ujarnya. Kedua, tambah Sri Sultan, tujuan sektor pertanian disederhanakan sekadar untuk mencukupi kebutuhan, termasuk pangan rakyat, sama seperti kebijakan pengadaan pangan pada akhir zaman Belanda. Tujuan itu secara statistik dirumuskan sebagai perolehan hasil pertanian per hektare lahan. Namun kenyataan menunjukkan swasembada beras 1985 sampai 1990 bukan

Tahun Edisi 238 Tahun XI 16 - 22 Mei 2011

Petani Sering Jadi Tumbal Kesalahan Kebijakan Politik Pertanian

BPS siapkan 100 Ribu Petugas Hitung Sapi Nasional
se-Sumbar berlangsung pada 11-13 Mei lalu. Abdul menjelaskan, personel yang telah dipersiapkan sebagian besar petugas pencacah pada pelaksanaan sensus penduduk beberapa waktu lalu. Selain itu, melibatkan instansi terkait dan kalangan mahasiswa dari Fakultas Peternakan yang berada di daerah masingmasing. "Kami meminta daerah untuk memaksimalkan dalam pembekalan para petugas yang akan diturunkan, sehingga dalam pelaksanaan pencacahan bisa menghasilkan data berkualitas," katanya. Menyinggung soal biaya pelaksanaan PSPK, Abdul menyebutkan, untuk secara nasional sekitar Rp205 miliar bersumber dari APBN melalui Kementerian Pertanian yang diswakelolakan kepada BPS. >> Nugraha

Sri Sultan Hamengku Buwono X

jaminan kesejahteraan petani. Program revolusi hijau yang menggelontorkan pupuk buatan non-organik dan pestisida ke areal adalah perbuatan melawan kesejahteraan rakyat. "Sebab kesejahteraan sejati mengandung kelestarian alam jangka panjang dan keadilan sosial bagi para petani," katanya. >> Suratno

Akibat BBM Langka, Nelayan semakin Terjepit
Banjarmasin,(MR) Kondisi kelangkaan BBM jenis solar dan minyak tanah yang terus berlangsung di Kalimantan Selatan membuat nelayan kian terjepit. "Selama ini, untuk menghemat biaya melaut nelayan terpaksa mengoplos solar dan minyak tanah," ucap Arbani, Ketua Nelayan Saijaan (Insan) Kotabaru, Selasa (10/5). Akibat langkanya kedua jenis BBM tersebut, nasib ribuan nelayan semakin terjepit. Dalam beberapa waktu terakhir, SPBU yang melayani BBM untuk nelayan di Kotabaru sering kosong, sehingga sebagian nelayan terpaksa membeli BBM di pedagang eceran dengan harga mencapai Rp7.000 per liter untuk solar dan Rp6.000 untuk minyak tanah. Masalah kelangkaan dan mahalnya BBM ini, memang menjadi kendala utama dihadapi nelayan. Sebagian nelayan, bahkan tidak dapat melaut karena harga BBM mahal. Di wilayah Kabupaten Kotabaru, jumlah nelayan tradisional mencapai 3.000 orang dan sebagian dari mereka kini tidak lagi melaut. Selain BBM jenis solar, para nelayan Kalsel mengandalkan  minyak tanah sebagai bahan bakar pengganti, setelah sulit dan mahalnya harga solar di pasaran. Mayoritas nelayan di kalsel telah memodifikasi mesin kapalnya, dengan bahan bakar oplosan antara solar, oli bekas dan minyak tanah. Pantauan Media Rakyat hingga kini antrean panjang masih terjadi di sebagian besar SPBU di Kalsel. Kelangkaan BBM, telah mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat. >> Mulia

Jakarta,(MR) Badan Pusat Statistik menyiapkan sekitar 100 ribu petugas pencacah dan fasilitator dalam pelaksanaan pendataan sapi potong dan kerbau (PSPK) secara nasional yang dimulai serentak pada 2 Juni 2011. "Kami sudah mempersiapkan petugas mulai dari tingkat lapangan sampai ke tingkat provinsi mencapai 100 ribu

dalam pelaksanaan PSPK. Pembekalannya dilaksanakan pada BPS setiap provinsi dan kabupaten/kota," kata Direktur Desiminasi Statistik BPS Abdul Rachman, Kamis (12/5). Direktur Desiminasi Statistik BPS melakukan kunjungan kerja ke Sumatra Barat membuka rapat kerja persiapan pelaksanaan pendataan sapi potong, sapi perah, dan kerbau 2011 antara BPS dengan Disnak

Pemerintah Lacak Perembesan Gula Rafinasi ke Pasar
Jakarta,(MR) Pemerintah akan melacak pihak-pihak yang menyalurkan gula rafinasi yang menurut ketentuan hanya boleh dipasarkan ke pelaku industri. "Nanti kami lacak, kalau memang seperti itu kondisinya barang bisa diambil. Kami akan telusuri dari mana asalnya, kalau yang melakukan produsen akan diberi peringatan dan sanksi sesuai ketentuan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunaryo, di kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat. Ia menambahkan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah juga sudah melakukan pembinaan kepada pelaku pasar untuk mencegah penjualan gula rafinasi di pasar konsumsi. "Dari pihak produsen pun sudah ada komitmen untuk menertibkan downliner, terutama distributor, dan meminta semua lapisan penyalur gula rafinasi membuat pakta integritas untuk mencegah penjualan gula rafinasi di pasar konsumsi," katanya. Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Arum Sabil, mengatakan pihaknya melihat gula rafinasi banyak diperjualbelikan di pasar konsumsi. Karena itu, APTRI meminta pemerintah meningkatkan pengawasan supaya produk gula yang seharusnya diperuntukan bagi industri itu tidak beredar di pasar konsumsi. "Kami melihat banyak gula rafinasi beredar di pasar konsumsi. Ini mengganggu pemasaran gula putih yang dihasilkan pabrik gula dari tebu petani. Kami meminta peredaran yang tidak sesuai aturan ini ditertibkan dan pelakunya ditindak tegas," katanya. Ia menduga gula rafinasi masuk ke pasar konsumsi karena produksi pabrik gula rafinasi melebihi kebutuhan industri makanan dan minuman di dalam negeri. "Gap antara kuota impor dan kebutuhan juga besar, sehingga sisanya masuk ke pasar konsumsi," katanya. Namun secara terpisah, Sekretaris Jenderal Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI), Suryo Alam, mengatakan pemerintah memberikan izin impor gula mentah untuk produksi gula rafinasi berdasarkan kebutuhan industri makanan dan minuman dalam negeri. Menurut dia, tahun ini pemerintah memberikan izin impor gula mentah sebanyak 2,4 juta ton yang setelah melalui proses pengolahan diperkirakan menghasilkan sekitar 2,2 juta ton gula rafinasi. Kebutuhan gua rafinasi industri makanan dan minuman dalam negeri, menurut Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Franky Sibarani, tahun ini berkisar antara 2,2 juta ton hingga 2,3 juta ton. "Jadi kalau sampai ada gula rafinasi yang masuk ke pasar konsumsi, kami yakin bukan dari pabrik gula rafinasi yang diwajibkan memasok kebutuhan industri. Mungkin dari perusahaan yang tidak diwajibkan memasok industri, yang jelas bukan anggota kami," katanya. >>Ediatmo/Nokipa

Hampir 1000 Orang Pegawai Naik Pangkat
Kota Tasik, (MR) Hampir 1000 orang pegwai pemkot menerima penyerahan petikan keputusan Kenaikan pangkat PNS Golongan I, II, III dan IV yang secara simbolis diberikan kepada masingmasing 1 orang perwakilan oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs.H.Tio Indra Setiadi dalam kegiatan apel gabungan di halaman Balekota Tasikmalaya, Senin lalu. Kepala Bagian Kepegawaian Setda Kota Tasikmalaya Drs.H.Asep Gofarulloh M.Pd dalam laporannya menyampaikan rincian pegawai Pemkot Tasikmalaya yang naik pangkat per 1 April 2011 yaitu 998 orang diantaranya 68 orang golongan I, 457 orang golongan II, 359 orang golongan III dan untuk Golongan IV sebanyak 109 orang namun 6 orang masih dalam proses “kenaikan pangkat ini didasarkan pada Peraturan Pmerintah 12 tahun 2002, Keputusan Kepala BKN nomor 12 tahun 2002 dan keputusan

Air Surut, Pelayaran di Sungai Barito Terhambat

Sekda Kota Tasikmalaya saat menyerahkan petikan SK kenaikan pangkat

Kalteng,(MR) Surutnya permukaan Sungai Barito di Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya, Kalimantan Tengah, sepekan terakhir mengakibatkan sejumlah kapal dan tongkang bertonase besar tidak bisa berlayar atau terperangkap. "Sejak Rabu (11/5) hingga sekarang angkutan kapal dan tongkang bermuatan batu bara bertonase besar tidak bisa berlayar karena sungai surut," kata Petugas Teknis Lalu Lintas Sungai Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Rizalfi, di Muara Teweh, Kamis (12/5). Sejumlah kapal tarik atau tunda (tug boat) dan tongkang yang sebelumnya berlayar baik ke hulu maupun hilir pada pekan lalu, saat debit air Sungai Barito naik, kini terpaksa bersandar di beberapa tempat. Ia mengatakan, saat ini ketinggian air Sungai Barito pada skala tinggi air (STA) Muara Teweh di angka 4,20 meter yang artinya menunjukkan angka tidak aman untuk pelayaran kapal bertonase besar. "Saat ini tongkang bermuatan dan kosong ada yang bersandar dan kandas di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito," katanya. Kapal dan dua tongkang bermuatan ribuan ton batu bara serta kapal jenis landing craft tank (LCT) mengangkut bahan bakar minyak (BBM) juga kandas di tengah Sungai Barito, di kawasan Teluk Siwak, Kecamatan Montallat. Selain itu, puluhan kapal dan tongkang kosong yang terperangkap, bersandar di kawasan Bukau, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, atau hulu dan hilir jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh. "Sejumlah tongkang itu kini terpaksa bersandar sambil menunggu air naik," katanya. Surutnya air sungai sepanjang 900 kilometer yang berhulu di Kabupaten Murung Raya dan mengalir ke selatan di Kalimantan Selatan itu saat ini sulit diramalkan. Ia menjelaskan, turunnya debit air di pedalaman Sungai Barito itu karena selama sepekan terakhir tidak turun hujan, kecuali di wilayah hulu yang membuat air sungai kembali naik. >> Gatne Eka tarung

Walikota Tasikmalaya Nomor 823/Kepeg/2011 tanggal 31 Maret 2011 tentang kenaikan pangkat PNS,” katanya saat menyampaikan laporan. Sementara Sekretaris Daerah Drs.H.Tio Indra Setiadi mengucapkan selamat kepada pegawai yang naik pangkat serta mengingatkan untuk mensyukuri kenaikan pangkat ini dengan meningkatkan kualitas pengabdian dan kinerja yang lebih baik serta adanya perubahan perilaku “saya titip

saudara agar meningkatkan profesionalisme, pengabdian dan pelayanan, jangan sampai pangkat atau golongan tinggi tapi kemampuan dan kinerja tidak sesuai” katanya. Drs. H.Tio juga mengajak untuk membulatkan tekad untuk terus melakukan penataan dn memperbaiki apa yang menjadi kekurangan selama ini “dukungan semua aparatur dari semua tingkatan untuk mewujudkan visi dan misi Kota Tasikmalaya,” pungkanya. >> Iin Kartiwan

Jember Berpeluang Jadi Kawasan Industri Agraris
Jember,(MR) Dengan potensi kekayaan alam yang dimilki, Kabupaten Jember berpeluang menjadi kota industri yang berbasis agraris seperti kota lainnya di Indonesia. Ini karena, Kondisi geografis Jember sangat subur yang menyebabkan komiditi perkebunan dan pertanian dapat tumbuh dengan baik. Anggota DPR-RI Komisi IX Fraksi Partai Demokrat, Dr Subagyo Partodiharjo, mengatakan, selama ini hasil komoditi dari Jember dikirim ke daerah lain hanya sebatas memenuhi kebutuhan pasar saja tanpa diolah terlebih dahulu. Selain itu, Jember juga terkenal dengan tembakaunya hingga ke tingkat internasional, namun ironisnya dari dulu belum terpikirkan untuk membangun pabrik rokok sendiri yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Melihat kondisi seperti ini, Subagyo merasakan adanya peluang pendirian pabrik rokok yang digagas sejak dulu oleh Pemkab Jember, tentu akan membuat nilai tembakau semakin tinggi daripada dijual dalam bentuk bahan mentah. Menurutnya, tidak hanya tembakau yang melimpah, Jember juga dikenal memiliki potensi buah-buahan yang setiap tahunnya selalu berlebih. Salah satunya adalah buah rambutan yang banyak di jumpai di Kecamatan Panti. Apabila musim rambutan hasilnya sangat luar biasa, sehingga menyebabkan harga buah anjlok, salah satu sebabnya karena banyaknya buah rambutan yang matang di pohon, sehingga banyak yang busuk dan tidak laku dijual di pasaran. “Sebagai orang Jember, saya ingin menggugah masyarakat untuk menjadikan kota ini sebagai kota industri berbasis agraris, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan. Kenapa tembakau dan rambutan hanya sekedar dijual dalam bentuk mentahnya saja yang nilainya sangat murah. Hal itu sangat disayangkan karena tembakau dapat disulap menjadi rokok dan rambutan dapat dikemas dalam kaleng bila pabriknya sudah ada di Jember,” ujarnya. Subagyo menambahkan, terwujudnya kota industri agraris di Jember perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD agar dapat mendorong pemerintah daerah kabupaten Jember demi terealisasinya keinginan tersebut. “Tidak sulit untuk menjadikan Jember sebagai kota industri berbasis agraris, apala-gi di tiap kecamatan ada produk andalan yang dipunyai,” jelas Subagyo. Subagyo mencontohkan, sudah lama terasi dari Kecamatan Puger dikenal oleh banyak orang. Namun, terasi yang konon kabarnya paling enak di dunia tidak dipadukan dengan cabe dan tomat untuk dibuat sambal kalengan dan di ekspor ke negara-negara Eropa. Apalagi, Kecamatan Ambulu dan Sukorambi sangat potensi dengan tomat, sementara Kecamatan Wuluhan merupakan gudangnya cabai. Jadi, untuk membuat sambal kalengan semua kebutuhan dasar tidak perlu didatangkan dari luar daerah cukup dari produk lokal saja. Karena itu, Kabupaten Jember harus mampu mendatangkan investor untuk mendirikan pabrik sambal kalengan maupun rambutan kalengan. Selama ini bahan makanan kalengan yang dijual di negara Eropa dan Amerika didatangkan dari Thailand. Kabag Humas Pemkab Jember, Drs Agus Slameto MSi sangat sependapat dengan keinginan menjadikan Jember sebagai kota industri agraris, karena Jember memiliki beragam kekayaan alam baik darat maupun laut dan sudah saatnya diolah menjadi produk yang menarik dan laku dijual di pasar dunia, sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah.>> ADI

Edisi 238 Tahun XI Tahun 16 - 22 Mei 2011

Sos-Ek-Bis
Jakarta,(MR) Perum Bulog menjabarkan sejumlah hambatan yang membuat BUMN tersebut sulit menyerap gabah dan beras petani. Namun, Dirut Bulog Sutarto Alimoeso mengaku optimistis penyerapan tetap dapat sesuai target tahun ini yakni 3,5 juta ton. "Yang sudah teken kontrak sekarang 900 ribu ton beras, tapi itu kan setiap hari berkembang. Untuk komersil sudah 84 ribu ton. Jadi untuk pengadaan dalam negeri dalam kontrak sudah 980 ribu lebih. Yang saat ini sudah ada di gudang sekitar 910 sampai 920 ribu ton," papar Sutarto, Kamis (12/5). Angka tersebut, lanjut Sutarto, masih berada di dalam kisaran target penyerapan Bulog. Ia pun optimis Bulog tak perlu impor beras dari luar negeri mengingat Bulog dan BUMN lainnya sudah berkomitmen untuk mensinergikan kerja demi meningkatkan produksi pangan. "BUMN melakukan sinergi antar BUMN 570 ribu hektar. Ini semua hasinya untuk di off taker Bulog, 3,75 jtua ton beras, bisa 2 juta ton gabah," tambah Sutarto. Penyerapan Bulog snediri mengalami problem karena kenaikan harga yang cukup tinggi dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) 2010 sejalan dengan kenaikan harga pangan dunia. Harga Gabah Kering Panen Januari 2010 Rp3.001 per kg atau 48,68% HPP 2010 yang Rp2.685 per kg. Penurunan harga gabah belum bisa mencapai HPP. Ratarata harga GKP Januari sampai April adalah Rp3.454 perkg atau 28,67% di atas HPP. Padahal rata-rata harga GKP periode

5

Subsidi BBM Cenderung Dialihkan ke Perorangan
Jakarta,(MR) Pemerintah masih mengkaji rencana penghapusan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan dialihkan ke sektor lain. Saat ini pemerintah lebih condong mengalihkan subsidi BBM tersebut ke perorangan langsung. Hal itu dikatakan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro, Rabu (11/ 5). "Nantinya bukan dialihkan ke sektor mana, tapi ke orang yang mana. Yang membutuhkan subsidi, jadi subsidi langsung, bukan subsidi harga," kata Bambang. Menurutnya rencana penghapusan subsidi BBM jenis premium tersebut merupakan kebijakan pemerintah jangka panjang. "Memang itu bagian jangka panjangnya begitu, artinya subsidi harga. Bukan subsidi yang dihapus, tapi dialihkan dari subsidi barang atau harga ke subsidi orang atau tepat sasaran atau langsung," jelasnya. Bambang melanjutkan, keadaan saat ini bukanlah seperti yang diharapkan pemerintah, yakni memberikan subsidi kepada premium yang ternyata tidak hanya dikonsumsi masyarakat tidak mampu. "Subsidi itu harusnya ke yang membutuhkan, selama ini kan salah, subsidi buat semua orang (mampu dan tidak mampu)," tandasnya. Karena itu, Bambang menjelaskan, subsidi pemerintah nantinya akan diberikan langsung kepada masyarakat tidak mampu alias secara tepat sasaran. Meski begitu, Bambang menolak jika dikatakan nantinya pengalihan subsidi itu akan seperti kebijakan pemerintah sebelumnya yang memberikan uang dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). "Semacam BLT tapi tidak langsung seperti itu, karena itu saat inisedang dicari formulasinya yang tepat," ujarnya. Selain itu, sempat tersiar kabar bahwa premium akan dihapuskan sesuai dengan kebijakan pemerintah yang berencana menarik subsidi BBM. Namun, Bambang kembali membantahnya. "Harus, untuk angkutan umum atau solar untuk nelayan kan masih perlu. Bukan dihapus, tapi dikurangi. Jika sedikit kan tidak rawan kebocoran, yang penting produksi premium dikurangi. Kalau masih banyak memang rawan penyelundupan, kalau sedikit kan tidak, karena dikontrol, itu Dirjen Migas yang lebih tahu," urainya. >> Eka Lesmana

Kenaikan Harga Beras Persulit Penyerapan Bulog
yang sama dalam tiga tahun terakhir hanya berada kisaran 714% di atas HPP. Harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) pun meningkat Rp100Rp200 per kg sejak minggu pertama Mei 2011 setelah stabil selama tujuh minggu. Posisi harga IR 64 III menjadi Rp 5.600 perkg, naik Rp100, sementara IR 64 II naik Rp200 menjadi Rp6.000 perkg. Bulog mengaku sudah berupaya maksimal menyerap beras dengan melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Misalnya dengan melakukan pembelian langsung pada petani, meningkatkan pelayanan pembelian setiap Sabtu, meningkatkan koordinasi pihak perbankan, dan membeli harga beras di atas HPP sesuai Inpres nomor 8 tahun 2011. "Anggaran subsidi raskin Rp15 triliun sekarang dibayar di muka Rp7,5 triliun," jelas Sutarto. Karenanya, untuk pengadaan raskin, Bulog memperoleh keuntungan Rp11,2 triliun karena tak perlu membayar bunga kredit pembelian beras. "Selisih uang bunga bank itu diberikan dalam rangka menerapkan fleksibilitas harga." Harga pembelian di atas HPP, lanjut Sutarto, selalu dikoordinasikan dengan Menko Perekonomian karena harga tersebut selalu dipantau BPS. Pekan lalu Bulog masih membeli dengan harga Rp5.400 per kg. Cadangan beras di Bulog saat ini sebanyak 1,62 juta ton dengan kontrak tambahan 100.000 ton. Cadangan tersebut diharapkan dapat ditambah lagi. "Hitung-hitungan sekarang minimal 1,5 juta ton yang harus dipegang Bulog. Cadangan beras pemerintah dan punya Bulog. Nanti diharapkan makin meningkat, syukur bisa 2 juta ton. Kalau sinergi berhasil, saya yakin ini bisa," ungkap Sutarto. Sementara itu, Kementerian Pertanian juga berencana untuk meningkatkan produksi petani untuk memenuhi target 70,6 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Dirjen Tanam Pangan Kementan Udoro Kasih Anggoro mengatakan, pemerintah punya empat cara mencapai produksi yang tinggi, yang juga akan menjaga cadangan Bulog. "Untuk menambah luas areal tanam sulit, kecepatan cetak sawah masih kalah dengan kecepatan konversi lahan. Jadi yang realistis adalah meningkatkan produktivitas dan mengamankan produksi. Produktivitas per hektar kita 5,1 ton. Kalau ini bisa kita tingkatkan menjadi 6 ton per hektar sedangkan luas panen 13,3 juta hektar, kita sudah dapat angka 79,8 juta ton. Ini sudah melebihi target. Selain itu, kita amankan produksi dengan mengendalikan organisme pengganggu, tumbuhan dan penyakit, dan memelihara hasil panen. Kita juga melakukan perbaikan harga panen," papar Anggoro. Periode Oktober 2010 sampai April 2011, realisasi tanam mencapai 9,51 juta hektare atau 102,4%. >> Eka Lesmana

NTT Siapkan 290 Ton Beras Antisipasi Rawan Pangan
Kupang,(MR) Pemerintah Provinisi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan 290 ribu ton beras mengantisipasi kemungkinan rawan pangan menyusul anomali iklim yang berdampak pada gagal tanam maupun gagal panen pada 2011."Beras sudah ada dan siap didistribusikan jika ada permintaan dari daerah-daerah di NTT yang menghadapi masalah rawan pangan," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur Pieter Manuk di Kupang, Kamis lalu. Sejumlah daerah di NTT selama satu bulan terakhir mulai melaporkan ancaman rawan pangan karena para petani tidak bisa menanam maupun tidak bisa memanen. Tanaman padi dan jagung milik petani umumnya rusak akibat kelebihan hujan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan daerah-daerah yang selama ini menjadi lumbung pangan andalan NTT seperti Sumba dan Manggarai juga mengalami ancaman rawan

Walikota Resmikan PT.BNP Kantor Cabang Utama Tasikmalaya

Iklim Kacau, PTPN XI Target Laba Rp 100 Miliar
Surabaya,(MR) PT.Perkebunan Nusantara XI berani menargetkan laba Rp.100 miliar tahun ini. Anomali iklim yang tak bersahabat masih mengancam produksi pabrik gula. “Target kami di atas Rp.100 miliar. Kita sudah antisipasi (tingginya ongkos produksi), seperti bahan bakar kita antisipasi barter dengan (pabrik kertas) Leces,” kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPN XI Suyitno. Nantinya ampas tebu akan ditukar dengan batu bara, sehingga menekan biaya bahan bakar. Suyitno mengakui, tahun lalu terdapat penurunan produksi. Laba PTPN XI pun hanya sekitar Rp 70 miliar. “Ada banyak faktor, terutama masalah iklim, sehingga pasokan tebu ke pabrik tersendat, tebang kurang, persaingan tidak sehat. Persaingan ini tahun 2011 sudah bisa kita eliminir karena cuaca sedikit lebih baik daripada tahun lalu,” kata Suyitno. Suyitno menampik jika dikatakan Pabrik Gula Semboro paling jeblok. Ia membenarkan dari sisi nominal kerugian, PG Semboro tahun lalu mencetak rekor dibandingkan pabrik gula lain di bawah PTPN XI. Namun dari sisi persentase, ada pabrik yang tingkat kerugiannya lebih besar dibanding rencana anggaran produksinya. sementara penyumbang laba terbesar masih pabrik gula di Jatiroto Lumajang dan Asem Bagus Situbondo. Suyitno membantah, masalah rendahnya rendemen di pabrik gula PTPN XI membuat petani lebih suka melarikan tebu mereka ke PTPN X. Ia mengakui, ada petani di bawah naungan PTPN XI yang menjual tebu ke PTPN X. Namun jumlahnya tak banyak. >> YIT

Walikota Tasikmalaya saat meresmikan PT. BNP

Kota Tasikmalaya,(MR) Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si meresmikan PT. Bank Nusantara Parahyangan (BNP) Kantor Cabang Utama Tasikmalaya, yang beralamat di Jl. Gunung Sabelah Kota Tasikmalaya. Pada acara tersebut hadir pula Muspida Tasikmalaya, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Pemimpin Bank Indonesia dan undangan lainnya. Rabu pekan lalu. Syarif Hidayat mengatakan Peresmian Bank Nusantara Parahyangan harus mampu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, karena ekonomi dapat tumbuh salah satunya adalah dengan adanya investasi-investasi dan bergeraknya sektor riil dan untuk itu dibutuhkan dana yang antara lain dari kredit perbankan. “Kami sangat menghrapkan Bank Nusantara Parahyangan dapat segera bersosialisasi dengan masyarakat Tasikmalaya sehingga bank ini dapat lebih cepat bermitra dan menjlankan fungsi intermediasinya dengan para pengusaha kecil menengah di Kota Tasikmalaya,” harap Syarif Hidayat. Tampak hadir dalam acara peresmian tersebut Danlanud Wiriadinata Kota Tasikmalaya, Presiden Direktur BNP Kota Tasikmalaya Mr. Ritsuo Ando, Pimpinan Bank Indonesia, Para Pimpinan BUMN/BUMD, Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya Drs, Eddy Sumardi, M.ED, owner Asia Plaza, para pelaku ekonomi se-Kota Tasikmalaya. >> Iin Kartiwan

pangan karena para petani tidak bisa melakukan panen secara optimal karena tingginya curah hujan di wilayah itu. Manuk mengatakan, pihaknya telah memprediksi kemungkinan terjadi rawan pangan di provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste itu karena intensitas hujan yang begitu tinggi sehingga merusak tanaman pertanian maupun perkebunan. Di samping itu, banjir juga merusak ratusan hektare sawah

milik petani di beberapa daerah penghasil beras sehingga peluang terjadi rawan pangan sangat besar. "Berdasarkan laporan-laporan bencana yang terjadi di seluruh wilayah NTT, kami telah memprediksi kemungkinan terjadi rawan pangan, dan karena itulah kami mengambil langkah antisipasi dengan meminta bantuan beras dari pemerintah pusat. Sekarang kami sudah diberikan beras sekitar 290 ton," kata Manuk. >> Moses Mone Kaka

Jatim Akan Tolak Blok West Madura Jika Pemprov Tidak Dilibatkan
investor lokal untuk mendapatkan porsi saham tersebut. “Saya baru dari BP Migas kemarin di Jakarta, BP Migas hingga saat ini kan belum memutus. Saya yakin Pertamina tidak dapat 60 persen, tetapi hanya 51 persen. Sisanya 49 persen diberikan pada Jatim. Sedangkan, untuk Kodeco dan CNOOC kan sudah waktunya selesai mereka itu,” ujarnya. Jika Pemprov Jatim jadi mendapat jatah saham 49 persen, gubernur mengaku tidak kebingungan dalam mencari modal dan menggandeng pihak ketiga. “Yang pasti, bukan melibatkan Kodeco dan CNOOC lagi. Saya akan prioritaskan kapital dalam negeri, bukan asing lagi,” tuturnya. Pertimbangan gubernur meminta jatah lebih besar dari jatah participating interest (PI) 10 persen, itu karena suasana dalam RUU Migas yang baru memberi kewenangan yang cukup besar bagi daerah penghasil untuk ikut mengelola bisnis Migas. “Konsep golden share itu tampaknya yang diakomodasi dalam UU Migas yang baru nanti, jadi saya optimistis permintaan tersebut akan dikabulkan,” tukasnya. Untuk kontrak baru pengelolaan blok migas WMO, diputuskan komposisi Pertamina 60 persen, Kodeco 10 persen, CNOOC 10 persen, PT Pure Link Investment 10 persen dan PT Sinergindo 10 persen, sedangkan Jatim sebagai daerah penghasil tidak diberi jatah. >> DEA

Harga Gula Rp7000 Kebangkrutan Masal Ancam Petani
Jember,(MR) Pemerintah menetapkan harga patokan petani untuk pembelian gula Rp 7.000 per kilogram. Harga patokan ini tak menguntungkan petani.Hal ini dikemukakan Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Arum Sabil. “Harga ini sungguh membuat kesedihan luar biasa. Rp.7 ribu per kilogram kalau tak didukung rendemen bagus, maka akan terjadi kebangkrutan masal,” katanya. Arum memberikan ilustrasi kebangkrutan masal ini. Petani sudah enggan menanam tebu dan beralih ke komoditas lain. Ini akan berdampak terhadap pasokan ke pabrik gula. Jika dibiarkan, kian lama maka produk gula dalam negeri berkurang, dan tak mampu mencukupi kebutuhan konsumsi nasional. Dari sini, pemerintah terpaksa mengimpor dan terjadilah ketergantungan. Jika harga Rp 7 ribu per kilogram gula ditetapkan, maka rendemen tebu harus 7,5 sampai 8 persen. “Kalau rendemen hanya 6 persen, dengn produksi tebu 800 kuintal per hektare, berarti biaya produksi mencapai Rp 8.000 per kilogram, yang ini berarti di atas harga penjualan yang diterima petani,” kata Arum. Arum mengakui, rendemen tak hanya tergantung dan dibentuk di pabrik, tapi sejak batang tebu masih di lahan. Ini yang memerlukan sinergi antara petani dan pabrik gula dalam budidaya tebu.Harga Gula Rp 7.000 sama dengan Kebangkrutan Masal Petani. >> YIT

Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo (Kanan)

Surabaya,(MR) Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap optimistis pemerintah pusat mengakomodasi Jatim dalam pengelolaan Blok West Madura Offshore (WMO) yang kontraknya berakhir pada 7 Mei 2011. Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo menjelaskan dalam teori ekonomi hasil bumi daerah pendapatannya harus juga bisa dirasakan oleh daerah tersebut. “Kalau ingin membangun suatu daerah dalam teori ekonomi, pendapatan yang dikeruk di daerah ya harus dikembalikan ke daerah itu juga,” jelas Gubernur Jawa Timur Soekarwo usai menerima tamu di Gedung Negara Grahadi, Rabu pekan lalu. Menurutnya, pada saat Pertamina ketika itu tidak diberi

dan malah diberikan kepada orang lain (Pure Link Investment dan Sinergindo). “ini kan tidak benar. Lalu kedua, pemda juga tidak diberi, ini kan juga tidak benar,” ujarnya. Soekarwo juga mengatakan, pihaknya mendukung Pertamina mendapat porsi terbesar dalam blok tersebut. Sebagai BUMN, Pertamina layak mendapatkan itu. Namun, dia mengkritisi mengapa Pemprov Jatim justru tidak dilibatkan. Jika pemerintah pusat akhirnya tetap enggan melibatkan Jatim, Soekarwo dengan tegas berkata, “Tetap kita tolak, selama Jatim tidak dilibatkan,” imbuhnya. Gubernur menambahkan, pihaknya meminta agar Jatim diberi porsi hingga 49% dan Jatim akan menggandeng

6
Yayasan Solusi Tepat AKPER Padang Pariaman
Jombang,(MR) Awal Bulan mei 2011 ini, dua kabupaten di Propinsi Sumatera Barat berkunjung ke Kabupaten Jombang. Setelah Kabupaten Agam berkunjung pada selasa pekan lalu. Slanjutnya Senin (9/5) giliran Kabupaten Padang Pariaman singgah di Kabupaten Jombang. Rombongan berjumlah tujuh orang itu. Terdiri dari Dinas Kesehatan, DPPKAD, BAPEDA, dan Pengurus Akademi Keperawatan (AKPER) Kabupaten Padang Pariaman. Maksud kunjungan kali ini untuk studi banding. Penyelenggaraan Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pemkab Jombang. Membuka forum diskusi. dr. Zunirman pimpinan rombongan menyampaikan bahwa Akper Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sulit dikembangkan. ” sepuluh tahun berdiri masih jauh dari harapan,” ujarnya. Ditambah munculnya aturan pemerintah tentang pengelolaan perguruan tinggi negeri. Yang menyebutkan bahwa pemerintah daerah tidak boleh mengelolanya. Membuat Pemkab Padang pariaman sedikit kebingungan. Dengan status Akper nya yang masih dibawah dinas kesehatan itu. “status akper kami belum jelas,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang pariaman itu. Keluhan ini juga disampaikan Nirmasari Direktur Akper Pemkab Padang Pariaman. Upaya memperoleh status yang jelas untuk akpernya sudah dilakukan. Namun lagi lagi menemui kebuntuan. “dari DIKTI, departemen kesehatan, hingga menkum dan HAM,” ujarnya. Upaya yang dilakukan terbentur dengan peraturan pemerintah itu. Menanggapi hal itu, I Nyoman S Msi Ketua Yayasan STIKES Pemkab Jombang menjelaskan bahwa munculnya Undang Undang sistem pendidikan nasional. Memaksa setiap pemerintah daerah yang memiliki jenjang pendidikan perguruan tinggi. Seperti Akper atau STIKES dan sebagainya. Harus bekerja ekstra mencari solusi agar tetap berjalan. “ Aturan itu memberikan dua pilihan, diteruskan atau dibubarkan,” terangnya. Langkah awal yang paling tepat menurut Nyoman segera membentuk yayasan. Hal ini tidak akan berbenturan dengan aturan pemerintah itu. Sehingga Akper Pemkab Padang pariaman tidak tergerus dengan aturan itu. Selain itu Nyoman mengajak pengurus Akper Pemkab Padang pariaman bergabung dengan organisasi akper/stikes seindonesia. Diakui Nyoman organisasi ini banyak membantu. Akper dan STIKES yang menemui kebuntuan tentang statusnya. Pasca munculnya peraturan pemerintah yang mengatur pengelolaan jenjang pendidikan perguruan tinggi negeri. Lepas dari campur tangan pemerintah daerah itu. “Bergabung saja, ikut diskusi dengan teman teman akper/stikes lainnya,” jelasnya. Diskusi ini berlangsung di Ruang Pertemuan Soero Adiningrat Pemkab Jombang. Pada kesempatan itu diskusi dipimpin Sukar SH,Msi Asisten Administrasi Umum Pemkab Jombang. Didampingi I Nyoman S. Msi, Ketua Yayasan STIKES Pemkab Jombang dan dr. Budi Nugroho, Ketua STIKES Pemkab Jombang. >> Team MR Jombang

Pendidikan
Kemdiknas:
Jakarta,(MR) Kementerian Pendidikan Nasional berharap perusahaan swasta dapat memperbanyak lomba "Jurnalis Cilik" seperti yang dilakukan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk lewat program Company Social Responsibility (CSR) karena lomba semacam itu positif bagi perkembangan dunia pendidikan. "Saya sarankan agar lomba seperti ini tetap dilakukan ke depannya untuk melatih anakanak berkompetisi secara positif. Agar yang menang atau kalah dapat bersifat sportif, menerima kekalahannya. (Sikap positif) Ini masih sangat kurang di anakanak SD sekarang," kata Direktur Pembinaan SD Kementerian Pendidikan Nasional Ibrahim Bafadal dalam pengumuman hasil lomba "Jurnalis Cilik" tingkat nasional di Hotel Acacia, Jakarta, Rabu. Tim "wartawan" dari SD 6 Songan, Bali terpilih menjadi juara Jurnalis Cilik 2011 lewat karya-karya tulisan mereka yang disusun seperti koran dengan memilih tulisan utama (headline) berjudul "Dari Balaikota ke Kota Tua" yang membuat mereka berhak atas hadiah uang tunai Rp7,5 juta beserta trofi. Juara kedua diraih oleh tim wartawan kecil dari SD Segoroyo, Bantul yang mendapatkan hadiah sebesar Rp5 juta beserta trofi, juara ketiga diraih oleh SD 54 Yayasan Talija, Banda Aceh yang mendapatkan hadiah Rp3,5 juta dan trofi serta juara keempat diraih SD Pegambiran 2, Kota Cirebon yang mendapatkan hadiah 2,5 juta dan trofi. Ibrahim menilai lomba yang melatih kreatifitas anak-anak itu sangat penting untuk melatih kemampuan diluar pendidikan akademis. "Kedepannya mungkin pemerintah dapat mengadopsi sistem semacam ini. Saya lihat anak-anak ini memiliki kelebihan seperti lebih berani berbicara dan mengeluarkan pendapat. Itu hal yang bagus," ujarnya. Ketua tim Jurnalis Cilik SD 6 Songan Bali, Ni Putu Florencia mengiyakan pendapat Ibrahim itu dan mengaku merasa senang bisa mendapatkan pengalaman berharga lewat perlombaan itu. "Senang, dapat pengalaman, jalan-jalan," ujarnya dan berniat untuk meneruskan minatnya dibidang tulis menulis untuk dapat menjadi wartawan sesungguhnya ketika telah dewasa. Keempat tim yang berhasil mencapai babak final itu dibawa ke arena lomba ke Jakarta bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei lalu dan dibawa untuk meliput beberapa monumen seperti Monas, Museum Fatahillah dan tempat bermain Kidzania serta pabrik pembuatan sosis dan chicken nugget. Direktur Japfa Ign Herry Wibowo menyebut pihaknya berupaya agar perlombaan itu dapat menjadi hal rutin tiap

Tahun Edisi 238 Tahun XI 16 - 22 Mei 2011

Swasta Diharap Perbanyak Lomba "Jurnalis Cilik"
tahun dan semakin bertambah pesertanya. "Pelatihan dan lomba Japfa yang berkesinambungan ini merupakan bukti fokus Japfa terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan tumbuh kembang anak di Indonesia," ujarnya menyambut keinginan pihak Kementerian Pendidikan Nasional. Kementerian Pendidikan disebut Ibrahim juga telah memiliki bermacam-macam perlombaan namun memiliki cakupan perlombaan yang berbeda dimana sebagian besar terkait dengan pendidikan akademis seperti olimpiade matematika dan pelajaran lainnya, lomba olahraga dan lomba seni budaya. "Peran swasta seperti Japfa ini menjadi penting untuk menambah keragaman perlombaan untuk dapat diikuti oleh anak-anak SD dari berbagai daerah di tanah air," katanya. >> Nokipa

Hardiknas Tasikmalaya :

Bantu Beasiswa Jamsostek 58.800.000
Kota Tasik (MR) Di Halaman Balekota Tasikmalaya di gelar Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional yang dirangkaikan peringatan Hari Malaria se-Dunia Tingkat Kota Tasikmalaya. Bertindak selaku Pembina Upacara Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat M.Si serta di hadiri unsur Forum Konsultasi Pimpinan Daerah, Perwakilan Guru, Pegawai Sipil dan Militer serta Perwakilan Para Siswa di Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Dalam sambutan Menteri Pendidikan Nasional RI yang dibacakan Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat M.Si. menyampaikan ucapan selamat atas diperingatinya Hari Pendidikan Nasional tahun 2011 dengan tema Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa, “Pada kesempatan yang baik ini kami mengajak kepada para pemangku kepentingan pendidikan harus memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar kepada peserta didik,” disampaikannya dalam menyikapi peran pendidikan perkembangan dalam munculnya perilaku destruktif, anarkis, radikalis. Ditambahkan dia, bahwa dengan tema tersebut peringatan ini bukan hanya seremonial saja akan tetapi terwujud dan pemerintah mewujudkannya tahun ajaran 2011/2012 pendidikan berbasis karakter akan dijadikan sebagai gerakan nasional mulai tingkat PAUD sampai dengan perguruan tinggi. Sementara masih dalam acara yang sama, Walikota juga membacakan sambutan Menteri Kesehatan R.I. dalam peringa-

Launching Ruang UKS dan Kran Air Siap Minum SMU Negeri 2 Bandung
Bandung,(MR) Dengan terpilihnya SMU Negeri 2 Bandung, untuk mewakili Provinsi Jawa Barat dalam lomba sekolah sehat 2011 tingkat nasional, maka berbagai upaya dilakukan oleh pihak sekolah dan Pemerintah Kota (pemkot) Bandung. Diantaranya dengan merenovasi ruang UKS (usaha kesehatan sekolah) menjadi bertaraf nasional dan membuat 4 buah kran air siap minum (kasim) di lingkungan sekolah, bantuan dari PDAM Tirta Wening Kota Bandung. Ruang UKS dan Kasim tersebut diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada, di SMUN 2 Bandung, Jalan Cihampelas 173, hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, Ketua TP PKK Ny. Nani Dada Rosada, Ketua DWP Ny. Gita Edi Siswadi, Dirut PDAM Tirta Wening Pian Sophian, dan sejumlah pejabat SKPD Kota Bandung. Dalam acara peresmian tersebut, Wali Kota Bandung dan rombongan meninjau ruang UKS yang dilengkapi 11 tempat tidur dan ruang baca. Selain itu juga Dada meminum air yang keluar dari kran air siap minum tersebut. Tidak lupa juga Dada menanam pohon, dan melepaskan burung yang dibantu oleh siswa-siswi SMUN 2 Bandung. Wali Kota Bandung sesaat setelah meninjau ruang UKS yang diresmikannya menyatakan bahwa ruangan tersebut sudah memenuhi syarat ruang UKS bertaraf nasional. “Saya lihat ruangan ini sudah memenuhi syarat, tinggal bagaimana kelengkapannya seperti para petugas kesehatan yang melayaninya, apakah dokternya, perawatnya atau petugas medisnya ada atau tidak,” ujar Dada. Bangunan UKS tersebut menurut Dada dipersiapkan dalam menghadapi sekolah sehat tingkat nasional, sehingga dalam merenovasinya dibantu oleh semua pihak, baik pemerintah kota, provinsi, sekolah dan ikatan alumni SMUN 2 Bandung. “Biaya dalam merenovasi bangunan ini sekitar seratus jutaan,” ungkap Dada didampingi oleh Kepala Sekolah SMUN 2 Bandung Teddy Hidayat. Setelah mencoba minum air dari “kasim” Dada juga mengungkapkan keinginannya agar jangan hanya ada di SMUN 2 Bandung saja, tetapi juga di tempat-tempat pelayanan pemerintah kepada masyarakat. “Kan, tidak semua orang yang datang ke tempat pelayanan mampu membeli air minum seperti mineral, jadi apabila ada yang butuh air minum tinggal mengambilnya dari kasim tersebut.” Jelasnya. Dada juga mengharapkan agar tempat-tempat bermain atau pertokoan juga menyediakan “kasim” bukan hanya dari Pemerintah Kota Bandung saja. “Saya harap pusat-pusat perbelanjaan juga menyediakan kran-kran air siap minum, karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada konsumen, “ pungkasnya. >>Dodi

Wabup Hadiri Launching ISO 9001-2008 SMKN 2 Jombang
Jombang,(MR) Satu lagi pencapaian prestasi pendidikan diraih oleh institusi pendidikan di kota santri. SMK N 2 Jombang belum lama ini menerima sertifikat ISO 9001 – 2008. Hal ini memacu perkembangan penataan manajemen sekolah. Meningkatkan kualitas kelulusan jadi target utama. Wakil Bupati Jombang Drs. H Widjono Soeparno, Msi hadir memberi sambutan dalam launching yang digelar di Aula Kementrian Agama Jombang pada Sabtu (7/5) pagi. Mengawali sambutan, Widjono membeber bahwa ISO yang diterima SMKN 2 merupakan yang ke sebelas yang diterima oleh institusi di kota santri. “Selain RSUD Jombang yang sudah ISO ada 7 puskesmas seperti Puskesmas Mojoagung, Peterongan, Cukir, Bareng, Bulurejo, Bandar dan Kudu,” paparnya. Selain itu hanya ada tiga institusi pendidikan yang menerima ISO yakni SMKN 1 Jombang, SMA 2 Jombang, SMKN 2 Jombang. “Sistem manajemen mutu sekolah harus lebih baik dan konsisten, tingkat transparasi, akuntabilitas juga harus meningkat” kata Widjono. Wabup mengaitkan prestasi ini dengan sistem kejuruan yang saat ini tengah diprioritaskan oleh Kementrian Pendidikan Nasional. “Ini sudah diprogram oleh Kemendiknas, SMK memang harus unggul dan punya bekal menyongsong masa depan,” tegas Widjono. Acara launching ISO ini juga dibarengkan dengan purnawiyata siswa kelas III yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional 2011. >> Team MR Jombang

Walikota Tasikmalaya saat menyerahkan bantuan beasiswa Jamsostek

tan hari malaria yang menyampaikan bahwa malaria bukan hanya sebuah penyakit yang mengancam saat ini namun hal tersebut berdampak pada masalah sosial ekonomi, maka dengan tema peringatan Bebas Malaria Investasi Bangsa mampu membebaskan masyarakat dari malaria dan terciptalah masyarakat yang sehat serta produktif tahun 2008 berdasarkan Data WHO terdapat 544.470 kasus malaria di Indonesia, di tahun 2009 meningkat menjadi 1.100.000 kasus dan tahun 2010 kemarin meningkat lagi menjadi 1.800.000 kasus maka perlu adanya upaya yang lebih kuat dalam pelaksanaan program menuju eminimasi malaria yang hendaknya didukung oleh 3 pilar kebijakan utama yaitu : 1. Stop malaria

klinis ganti nama dengan malaria konfirmasi. 2. Stop Mono terapi (Terapi Klorokuin) ganti dengan Artesunate Combination Therapy (ACT). 3.Cegah malaria dengan kelambu berinsektisida elimi-nasi malaria juga bisa diwujud-kan dengan peran aktif dari Pemerintah Dae-rah, upaya preventif promotif dari masyarakat serta optimalisasi upaya kesehatan berbasis masyarakat seperti Poskesde, Posyandu, dan Pos Malaria Desa. Diakhir acara dilaksanakan penyerahan bantuan beasiswa Jamsostek dengan total Rp. 58.800.000,- untuk 31 siswa putra/putri tenaga kerja dari tingkat Sekolah Dasar hingga perguruan Tinggi secara simbolis kepada 1 masing-masing 1 orang disaksikan peserta apel. >> Iin Kartiwan

Pahirudin Bertekad Membawa MAN 1 Surade ke Puncak Prestasi
Sukabumi,(MR) Madrasah Aliah Negeri Surade yang di Kepalai Pahirudin, S.Ag.MM. di bangun di atas lahan 80,49 m2 mempunyai visi terwujudnya warga Madrasah yang unggul dalam Imtaq, berwawasan iptek berdaya saing dan menjadi pilihan umat serta mempunyai misi untuk mewujudkan lingkungan yang Islami dinamis dan inopatif serta mewujudkan warga madrasah yang cerdas mandiri dan berahlakul karimah serta memenuhi standar pendidikan nasional. Pahirudin mempunyai tujuan membentuk tamatan Madrasah Aliah Negeri Surade yang menguasai Iptek dengan dasar Imtaq mengkondisikan siswa untuk memiliki pemahaman kemampuan individu dan kecakapan teknis dasa, yang dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memiliki lapangan kerja, membentuk sikap siswa yang mampu mengelola dari diri sendiri tanpa tergantung terhadap orang lain, mampu memotivasi sikap serta tindakannya menumbuhkan kesadaran siswa sehingga memiliki pandangan jauh kedepan yakin mampu berbuat banyak dilingkungan masyarakat. Dibawah kepemimpinan Pahirudin isya Allah Madrasay Aliay Negeri 1 Surade lebih baik danlebih berprestasi. >> Rus / Ruslan AG

Sosialisasi Sungai Cikapundung di SMPN 2 Bandung
Bandung,(MR) Ratusan siswa-siswi SMP Negeri 2 Bandung, sejak pagi hari sudah duduk dengan rapih dan teratur di aula sekolahnya. Mereka dengan sabar menanti kedatangan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda yang akan memberikan sosialisasi mengenai Sungai Cikapundung. Tepat pukul 08.00 WIB. Wakil Wali Kota Bandung sampai ke SMPN 2 Bandung, Jalan Sumatera untuk menyampaikan materinya. Menurut Ayi Vivananda, sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi sebagai generasi penerus mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai. “Selain menambah pengetahuan mereka mengenai kondisi sungai yang ada saat ini, saya pun berharap agar mereka mempunyai kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sungainya”, ujar Ayi setelah memberikan materinya. Ayi pun menuturkan betapa pentingnya memberikan pengetahuan kepada generasi penerus seperti siswa-siswi agar mereka menjadi peduli terhadap lingkungan yang ada. “Tadi ketika saya bertanya siapa yang suka membuang sampah ke sungai, atau membuang sampah ke jalan mereka pada mengacungkan jarinya, tetapi setelah saya perlihatkan akibat dari yang dilakukan sehari-hari kemudian terakumulasi mereka menjadi sadar dan berjanji tidak akan membuang sampah lagi ke sungai”, jelas Ayi. Sehingga mendidik mereka agar mempunyai kesadaran terhadap lingkungan untuk kehidupan masa datangnya, merupakan suatu hal yang penting. Apalagi menurut Ayi, di Kota Bandung Mulok (Muatan Lokal) mengenai lingkungan hidup sudah di ajarkan kepada siswa-siswi. Sampai saat ini, menurut Ayi beberapa sekolah sudah mendapatkan sosialisasi mengenai hal itu, seperti SMPN 25, SMP Darul Hikam, SMP dan SMK Pelita dan SMPN 2 Bandung. “Sebenarnya tidak ada target berapa sekolah yang akan mendapatkan sosialisasi, semakin banyak sekolah yang terlibat maka akan semakin bagus”, ujar Ayi. Lebih lanjut menurut Ayi, bukan hanya kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai saja, tetapi juga harus diberikan kesadaran kepada mereka agar tidak membuang sampah sembarangan ke jalan. “Meskipun mereka tidak membuang sampah ke sungai, tetapi ketika mereka membuang sampah ke jalan, kemudian terbawa air hujan, akhirnya sampah itu ke sungai juga dan menyebabkan penumpukan sampah di sungai”, pungkas Ayi. Ketika pelaksanaan sosialisasi, ratusan siswa-siswi mendengarkan penjelasan dari Wakil Wali Kota dengan seksama. Mereka dengan tekun memperhatikan apa yang disampaikan selama 45 menit mengenai sungai Cikapundung. Penjelasan Oleh Ayi Vivananda dimulai dari awalnya air yang masih jernih, kemudian akibat perilaku manusia yang kurang baik seperti membuang sampah ke sungai, menyebabkan sungai menjadi kotor dan sampah menumpuk. Pemerintah Kota dan masyarakat yang ada disekitar sungai Cikapundung berusaha agar sungai Cikapundung kembali bersih seperti dahulu. Bahkan banyak warga sekitar sungai Cikapundung yang membuat komunitas yang dengan sukarela mau membersihkan sungai. Tercatat sekitar 34 komunitas tersebut. Terakhir kesimpulan yang di sampaikan Wakil Wali Kota adalah setiap orang bisa menjadi pahlawan lingkungan dan kebersamaan adalah kekuatannya. Ayi pun mengajak kepada siswa-siswi apakah mau menjadi pahlawan lingkungan? Tentu saja para siswa tersebut menyambut baik ajakan tersebut dan berjanji untuk tidak membuang sampah ke sungai dan ikut menjaga lingkungannya. >> Dodi Sulaeman

Edisi 238 Tahun XI Tahun 16 - 22 Mei 2011

Pendidikan
Jakarta,(MR) Kecurangan pelaksanaan ujian nasional tahun 2011 menjadi perhatian Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI seperti disampaikan Ketua DPD Irman Gusman pada Sidang Paripurna DPD di Gedung Nusantara V Kom-pleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa. "Masih kita temui berbagai kecurangan yang terulang dari tahun ke tahun, sejak kebocoran soal, beredarnya soal-soal palsu, beredarnya kunci jawaban, hingga kecurangan lain yang tidak saja dilakukan siswasiswinya tapi juga oknum yang seharusnya menjadi pengontrol atau pengawas ujian nasional (UN) tetapi mereka bekerja sama," ujar Irman. Menurut Irman, kecurangan menyangkut siswa SMP, SMA, SMK, dan MA yang telah mengikuti UN serta siswa-siswi SD, MI, dan SDLB yang

7
sedang mengikutinya hingga 12 Mei 2011. "Masalah pendidikan bagian penting pencerdasan kehidupan. Masalah UN menjadi salah satu fokus DPD," katanya. Selain UN, yang juga menjadi perhatian DPD adalah pemerataan pendidikan dan hak masyarakat memperoleh pendidikan yang berkualitas baik tetapi berbiaya murah. Karena itu, harus dicari penyelesaian masalahnya. "DPD yang mewakili kepentingan masyarakat dan daerah, mencermati fenomena tersebut," kata Irman. Karena itu, Ketua DPD mengingatkan alat kelengkapan DPD untuk menggali masalahnya guna menemukan akar persoalan yang selanjutnya disimpulkan solusi komprehensif yang memihak kepada masyarakat. >> Nokipa

Pelaksanaan UASBN oleh Daerah Efek Otonomi Pendidikan
Jakarta,(MR) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengungkapkan persiapan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional Sekolah Dasar (UASBN SD) sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah (Pemda). Hal yang telah berlangsung dari tahun ke tahun itu merupakan efek langsung dari otonomi pendidikan. "UASBN ini secara langsung berada dalam wewenang daerah, kota/kabupaten," ujar Kepala Pusat Informasi dan Humas (KPIH) Kemendiknas Ibnu Hamad, kepada Media, Minggu pekan lalu. Seperti diketahui, pola seperti ini merupakan ekses sistem pembuatan soal yang dilakukan secara kerja sama antara pusat dan daerah dengan persentase 25% untuk pusat dan 75% daerah. Sehingga, penentuan kelulusan lebih banyak ditentukan daerah. Dengan pola wewenang dan pengawasan seperti ini, otomatis antisipasi, pencegahan, serta penindakan atas kecurangan seperti yang terjadi dalam Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SMA dan SMP, dalam proses ini sepenuhnya menjadi kreasi masing-masing daerah. "Ya memang (pusat hanya memantau), karena memang polanya seperti ini," tutupnya. >> Nokipa

DPD RI Soroti Kecurangan UN dari Tahun ke Tahun

Bea Siswa Keluarga Miskin DKI Rp31,4 miliar Belum Terealisasi
Jakarta,(MR) Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengakui penyaluran beasiswa rawan putus sekolah (BRPS) hingga kini belum terealisasi. Namun demikian, Disdik DKI menjamin penyaluran BRPS akan tersalurkan kepada penerima tanpa ada penyimpangan. "Sampai sekarang masih terkendala dengan masalah administrasi," kata Kepala Disdik DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto di Jakarta, Selasa (10/5). Disdik DKI mengalokasikan dana sebesar Rp31,4 miliar dengan peruntukan bagi sekitar 10 ribu siswa SMA/SMK yang rawan putus sekolah dari keluarga miskin (Gakin). Rinciannya, 4.033 siswa SMA dan 6.685 siswa SMK mendapat bantuan Rp300 ribu per bulan. Karena itulah, Komisi E DPRD DKI Jakarta membidangi di antaranya pendidikan mempertanyakan kinerja Disdik. Sebab penyaluran BPRS tidak kunjung terealisasi. Padahal, pengajuan anggaran beasiswa tersebut dilakukan sejak akhir tahun lalu. Menurut Taufik, penyaluran beasiswa dilakukan harus hatihati dan tidak boleh serampangan. Semuanya harus mengikuti tahapan. Karena itu, lanjutnya, pihaknya akan segera melakukan cross check kepada bawahannya agar segera mencairkan beasiswa itu. >> Nokipa

Awasi UN, Rumah Tiga Guru Terbakar
Bengkulu,(MR) Perumahan guru sekolah dasar negeri 13 Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, terbakar saat ditinggal para penghuninya mengawas ujian nasional (UN) di SDN 04 Maje. Penghuni rumah itu tiga guru SDN 13 yang terdiri Noni, Nesti, dan Mesi. "Jarak perumahan dengan sekolah tempat mengawas itu sekitar 41 kilometer," kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur Ahmad Marzuki, Kamis (12/5). Dalam musibah itu, tidak ada korban jiwa, namun seluruh pakaian, peralatan masak dan alat elektronik termasuk buku pelajaran, buku materi, serta seluruh data siswa didik ikut ludes terbakar. Menurut saksi mata, sumber api belum diketahui secara pasti tiba-tiba jilatan api sudah melambung tinggi dan menghabiskan seluruh bangunan dalam beberapa saat saja, ujarnya. Kepala Desa Tanjung Aur Tusiran mengatakan, warga sekitar rumah guru itu sudah berupaya melakukan pemadaman api, namun jilatan api telah membumbung tinggi dan menganguskan dinding bangunan terbuat dari kayu tersebut. Selain itu, katanya, jauh jarak sumber air untuk menyiram api menjadi kendala dalam proses pemadaman, sedangkan jarak bangunan sekolah sangat dekat untung saja tidak ikut disambar si jago merah tersebut. "Kami hanya tersisa pakaian di badan untung saja sisa gaji masih ada untuk membeli pakaian untuk mengawas UN 2011, sedangkan sekarang terpaksa tidur dengan guru wanita lainnya," ujar Noni. >> Aman S

40 Kepala SMP Ikuti Diklat Manajemen Kepemimpinan
Palembang,(MR) Seiring dengan berjalannya otonomi Seklah peran seorang kepala sekolah menjadi dominan. Kepala Sekolah dalam jabatannya berfungsi sebagai Edukator Manajer Administrator dan Supervisor atau dikenala sebagai istilah EMAS. Kepala Sekolah mutlak untuk membangun sekolah berkualitas dan mengingat kepala sekolah merupakan pemegang otoritas dalam pelaksanaan pendidikan. Kamis 12/05 di Wisma Maharani Diklat Manajemen Kepemimpinan diikuti sebanyak 40 Kepala Sekolah Menengah Pertama SMP di Kota Palembang. Diklat bagi kepala sekolah dasar (SD) Ketua Pelaksana Drs. H. Lukman, MM. Kepada MR mengatakan, Diklat diisi oleh pemateri yang berkompeten di bidangnya seperti dari polisi Resort Kota (Polresta) Palembang. Komando Distrik Militer (Kodim) Departemen Agama (DEPAG). Dosen Universitas Sriwijaya (UNSRI), serta pejabat pemerintahan Kota Palembang. IAIN Arya. Materi meliputi Kamtibmas dan Perlindungan anak, Wawasan Kebangsaan Nasionalisme serta Tehnik Pengajaran dan beberapa materi lainnya guna menghasilkan kepala sekolah yang berkualitas dan profesional ucap Lukman. Sistem pembinaan yang menimbulkan motivasi dan prestasi seperti penghargaan serta prajabatan kepsek. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Palembang diwakili Kepala Sub Bagian Kepegawaian Nas Hikun mengatakan Diklat bertujuan untuk menambah wawasan dan kemampuan bagi Kepala Sekolah SMP maupun SD dalam bidang manajemen kepemimpinan. Sayangnya pembinaan kepala sekolah yang berlaku selama ini belum mengarah ke sana jadi kepala sekolah yang berpotensi maupun yang tidak berpotensi tetap aman menjadi kepala sekolah bahkan kepala sekolah yang sarat dengan masalahpun masih aman pada posisinya sampai ia pensiun. Walau kita lihat sistem itu kecil kemungkinan lahir kepala sekolah yang profesional dan tangguh, maka dari itu Pemkot tentu saja meninjau ulang bagi mereka yang tidak berpotensi, ucapnya. >> Edi.H

Camat Karawang Barat Lakukan Sidak UN SD
Karawang,(MR) Disela-sela Pelaksanan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar, SDN Tanjungpura I mendapatkan kunjungan mendadak dari camat Karawang Barat yang meninjau pelaksanaan langsung UN di SDN Tanjungpura I dan Sekolah Dasar lainnya di lingkungan kecamatan Karawang Barat. Camat Karawang Barat Drs.Ali Mawardi Noor yang akrab disapa Abah mengatakan, dalam pemantauan kami, UN di Karawang Barat ini bisa dibilang Sukses dengan akses dan sistem pengawasan silang yang dilakukan oleh sekolah dan pihak sekolah lainnya akan menambah silaturahmi untuk para dewan guru dan kepala sekolah serta para siswa-siswi sehingga akan ada kedekatan antara satu dengan yang lainnya dan akan mendapatkan

Camat Karawang Barat (tengah) saat melakukan sidak di SDN Tanjungpura 1

suasana baru. Semoga pelaksanaan UN ini jangan sampai ada ketegangan di kalangan peserta, katanya. Hal yang sama juga dikatakan kepsek SD Negeri Tanjung pura 1 Fachrudin S.Ag, ia berharap mudah-mudahan para peserta UN tenang dan konsen-

trasi sehingga dapat mengisi jawaban dengan benar yang pada akhirnya nanti siswasiswinya dapat lulus semua sesuai dengan program wajar dikdas 9 tahun untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendididkan lebih tinggi. >> Komarudin

GAPTEK to HI-TECH

Disdikpora Kota Banjar Sosialisasikan Persiapan FLS2N Tingkat Provinsi

Bangunan SDN Mekarjati IV Sudah Lapuk
Karawang,(MR) Dari tahun 1977 SDNegeri Mekarjati IV tidak ada perhatian dari Pemerintah, terlihat kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri Mekarjati IV sudah akan Ambruk sebagian bangunan sudah rapuh dan lapuk, menyimak kondisi bangunan yang demikian para tenaga pendidik dan siswa merasa tidak nyaman akibatnya, proses belajar mengajarpun terganggu, apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, Kepala Sekolah dan Dewan Guru merasa was-was takut keselamatan para siswa yang lagi belajar tiba-tiba ada kejadian yang tidak di inginkan. Kepala Sekolah Dasar Negeri Mekarjati IV Darwan S.Pd membenarkan kondisi bangunan SDN Mekarjati IV yang saat ini sangat -Sangat memprihatinkan, untuk antisipasi, kepala sekolah dan dewan guru mengadakan sistem roling, menggunakan kelas yang layak pakai. “ Kami dan para dewan guru dengan siswa siswi 354 orang dan pengajar 10 orang mengadakan sistem roling karena yang seharusnya 8 kelas yang harus dipergunakan ternyata yang layak pakai hanya 3 ruang kelas dan kami pihak sekolah bersama komite sudah melaporkan secara Tertulis kepada kepala UPTD pendidikan tentang kondisi bangunan SDN Mekarjati IV yang sebenarnya,” jelas Darwan. Ditempat berbeda, kepala UPTD pendidikan karawang barat Drs .H. Sudarja Munjizen Mpd membenarkan pengaduan Kepsek SDN Mekarjati IV atas kondisi bangunan sekolahnya yang tidak baik lagi, sehingga Kepala UPTD Karawang barat kami memohon kepada pemerintah supaya mempercepat bangunan SDN mekarjati IV, ujar kepala UPTD sambil mengawas UN di karawang barat. Hal yang sama dikatakan para dewan guru yang diwakili Mimin Setiasih S.Pd dan didampingi Tokoh masyarakat RW Karsum berikut Tokoh pemuda pembangunan Sdn Mekarjati IV ini yang ada di kampung IPLIK kelurahan Mekarjati Karawang barat, secepatnya pemerintah pusat maupun daerah agar segera membangun SDN Mekarjati IV di kuatirkan keselamatan siswasiswi ketika lagi belajar bangunan sekolah ambruk. >> Komarudin

Siswa-siswi SMP/MTS yang ada di Ciamis sedang mengikuti Rekrutment siswa potensial (RSP) Gelombang I

Ciamis, (MR) Sebagai beda mencetak lulusan siap kuliah dan siap kerja memiliki mata pelajaran computer setara D2, di tengah maraknya SMK, SMA Informatika Kabupaten Ciamis tidak goyah dan semakin melesit, itu ditunjukan dengan antusiasme masyarakat, siswa-siswi pendaftar dari tahun ke tahun semakin naik ( persentase kenaikan mendekati angka 100%) dikatakan Irpan Gumilar selaku Wakasek Kesiswaan, kelulusan siswa siswi SMA Informatika mendapatkan 5 Sertifikat Komputer sebagai bekal dilapangan Pekerjaannya nanti Paparnya. >>HR

Banjar,(MR) Sebanyak 25 orang siswa tingkat SMP yang telah dalam seleksi Festival Lomba Seni Siswa Nasional FLS2N ditingkat kota se Kota Banjar, gelar acara sosialisasi untuk persiapanpersiapan menuju ke Tingkat Provinsi yang akan dilaksanakan 25 Mei 2011 mendatang. Acara yang digelar Ruang Lobi Disdikpora Kota Banjar Selasa (10/5) kemarin. Disdikpora Kota Banjar melalui Kasie Drs.Ahmad Yani setelah dalam acaranya mengatakan demi untuk meningkatkan pelaksanaan Acara Festival Lomba Seni Nasional (FLS2N) tersebut untuk itu kami undang ke 25 orang siswa tersebut dan ditambah 14 orang tenaga pembimbing, serta 1 orang oficial untuk diberikan materi-materi dan persiapan, diantaranya pengarahan seluruh cabang serta fisik dan mental tersebut sangat diperlukan. Mengenai FLS2N ada 12 cabang yang akan dilaksanakan ke Tingkat Provinsi. Ahmad Yani menambahkan untuk meningkatkan suatu prestasi gemilang tentu dibutuhkan kerjasama yang baik antara guru dan siswanya. Serta tak lepas dari bimbingan dan sosialisasi yang baik, unggul dan berkualitas, dibutuhkan kerja keras agar hasilnya dapat memuaskan semua pihak, ujarnya. Oleh karena itu lanjutnya diperlukan sistem agar bagaimana para peserta dapat berprestasi, dalam hal ini kami berupaya agar para peserta berkompetisi didalam meraih prestasi perlombaan. Pestival lomba seni siswa (FLS2N) Tingkat Provinsi tersebut merupakan target utama kami. Pungkasnya.>> A-S

8
Berjudi, Dua Anggota Polda Bali Dihukum
Bali,(MR) Dua polisi yang bertugas di Polda Bali hanya mendapat hukuman percobaan dalam kasus perjudian. I Ketut Gadra Adnyana dan Ida Bagus Putu Suputra dijatuhi hukuman lima bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan. "Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama lima bulan dan hukuman tersebut tidak perlu dijalankan kecuali apabila terdakwa mengulangi perbuatannya dalam jangka waktu sepuluh bulan," ujar Majelis Hakim Jhon Tony Hutauruk saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (11/5). Untuk hukuman percobaan yang dijatuhkan kepada dua oknum polisi tersebut, menurut Majelis hakim sudah sesuai dan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Arta Wijaya. JPU menyatakan bahwa terdakwa telah melanggar pasal 303 ayat 1 ke-1 KUHP tentang penertiban perjudian. "Adapun hal yang dapat meringankan hukuman terdakwa, yakni karena judi ceki yang digelar para terdakwa sematamata hanya untuk hiburan karena d itempat tersebut seusai upacara otonan (ritual keagamaan dalam tradisi Hindu)" lanjut Jhon. Hal yang dapat memberatkan hukuman terdakwa yakni, terdakwa merupakan anggota polisi yang seharusnya menegakkan hukum yang berlaku. Sebelumnya, dua oknum polisi tersebut ditangkap petugas polisi pada 26 September 2010 di Jalan WR. Supratman tepatnya di rumah Ni Kadek Tirtawati yang merupakan terdakwa dalam berkas terpisah ini setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat. >> Putu Artha

Investigasi
Medan,(MR) Institute for Indonesian Legalcy Human Right and Democracy (Basis Demokrasi) memaparkan sebuah temuan fakta yang mengejutkan di Lembaga Legislatif kota Medan. DPRD kota Medan mempunyai 372 tenaga ahli dengan anggaran sekretariat Honorarium tenaga ahli DPRD sebesar Rp.932.000.000,dengan rincian sebagai berikut: 1.Honorarium Tenaga Ahli Pimpinan DPRD kota Medan 96 orang/pimpinan/bulan x 2. 500.000,00 = 240.000.000,00. 2.Honarium Tenaga Ahli Fraksi DPRD kota Medan 192 orang/ fraksi/bulan x Rp.2.500.000,00 =Rp.480.000.000,00. 3.Honorarium Instruktur SKJ 48 orang/minggu x 150.000,00 = Rp.7.200.000,00. 4.Honorarium tenaga ahli Badan Legislasi 24 0rang/bulan x Rp.2.500.000,00 = Rp. 60.000.000,00. 5.Honorarium tenaga ahli BKD 12 orang/ bulan x Rp.2.500.000,00 = Rp.30.000.000,00. 6.Honorarium tenaga ahli komisi 48 orang/ bulan x Rp.2.500.000,00 bulan = Rp.120.000.000,00 Setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata terjadi perbedaaan pendapat di kalangan anggota Dewan, hal ini seolah menguatkan adanya indikasi penyelewengan Anggaran Tenaga honorer. Menurut Sekretaris fraksi PDS DPRD Medan Budiman Panjaitan tidak pernah membahas jumlah staf ahli hingga 372 seperti yang dilangsir oleh Direktur Eksekutif Basis Demokrasi Rinto Maha S.Psi. lain lagi pendapat Zulfi Sekretaris DPRD bahwa anggaran staf ahli pada tahun 2010 honorarium staf ahli hanya sebesar Rp. 240.000.000,00. Sementara ketika dikonfirmasi dengan ketua komisi D Parlaungan Simangungsong bahwa staf ahli DPRD hanya berjumlah 8 orang. Ketika pernyataan anggota dewan tersebut dikonfirmasi oleh LSM GAKIN ke bagian keuangan sekretaris dewan semakin terlihat adanya indikasi penyelewengan tersebut, dimana kabag keuangan sekretariat DPRD kota Medan Drs. Mahyuzar dan Bendahara pengeluaran sekretariat DPRD kota Medan Hj. Nur’ainun menegaskan dengan disertai selembar surat keterangan yang ditandatangani bahwa pada TA 2010 yang dibayarkan hanya Anggaran tenaga Ahli Fraksifraksi sebanyak 8 orang dengan jumlah Rp.140.000.000,00 yaitu bulan Juni sampai dengan Desember 2010 Kesimpang siuran pernyataan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan sejak kapan perekrutan staf ahli di lembaga Legislatif tersebut dan bagaimana pembayaran honorernya per bulan Januari sampai dengan Mei. Berdasarkan atas berbagai pernyataan anggota DPRD Medan tersebut dan fakta dalam buku anggaran yang tertulis di Perda No.33 Tahun 2010 tentang P-APBD kota Medan TA 2010 yaitu pada anggaran Sekretariat DPRD kota Medan hal.3 tertulis bahwa anggaran honorarium staf ahli berjumlah Rp 932.000.000,00. Bila ditinjau dengan PP 16 tahun 2010 yaitu staf ahli

Tahun Edisi 238 Tahun XI 16 - 22 Mei 2011

Polemik Anggaran Tenaga Ahli DPRD Kota Medan
jumlahnya 1 orang untuk masing-masing kelengkapan dewan, seperti fraksi, badan legislasi, badan musyawarah, badan anggaran dan badan kehormatan dewan. Maka sudah dapat dipastikan terjadi pembiaran pemborosan anggaran bagi tenaga staf ahli DPRD Medan. Dari permasalahan tersebut jika pengakuan anggota DPRD yang menyatakan staf ahli hanya ada 8 orang, maka ada indikasi anggaran honorarium non PNS/staf ahli DPRD Medan di Mark-up sebesar Rp690 juta. Sesuai dengan temuan tersebut Basis Demokrasi dan LSM Gakin telah melaporkan hal tersebut ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada tanggal 12 Mei 2010 untuk dapat ditindaklanjuti kebenaran temuan tersebut dan pihak-pihak yang terkait agar memberikan klarifikasi lebih lanjut bukan dengan melempar pernyataan sepihak saja. >>Sopian Indris

Miliki Shabu, Oknum Anggota Polsek Pangururan Ditangkap
Samosir,(MR) Sungguh keterlaluan, ulah oknum anggota Polisi sektor Pangururan ini, tidak mentaati perintah Kapolri, Kapoldasu yang sudah jelas-jelas melarang pemakaian/memiliki narkoba, apalagi jenis Shabu-shabu masih amat langkah dikalangan masyarakat Samosir yang damai dan masih baru pemekaran jadi sebuah Kabupaten ini. RS, oknum anggota Polsek ini ditangkap satuan Narkoba Polres Samosir, memiliki shabu-shabu seberat 3,8 gram, penangkapan yang di lakukan satuan Narkoba tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba AKP. Bernad Naibaho,S.Sos pada Senin (9/5) di depan Ruko Betty, Jalan Sisingamangaraja dan hanya beberapa meter dari kantor Polres Samosir. Kasat Narkoba Polres Samosir, Bernad Naibaho.S.Sos kepada Media Rakyat, mengatakan, bahwa RS sudah menjadi Target operasi selama 2 (dua) bulan ini, dan sumber informasinya didapat dari masyarakat. Masyarakat Samosir sangat berterimakasih kepada Polres Samosir, khususnya Satuan Narkoba, karena dalam beberapa bulan ini sudah berhasil menangkap dua orang oknum anggota Polri yang memilili Narkoba jenis Shabu. Sekedar mengingatkan beberapa minggu yang lewat salah seorang oknum polisi terpidana narkoba juga tertangkap lagi memiliki shabu di dalam rutan Pangururan Kabupaten Samosir. >>Pardingotan Sitanggang

Awas! Ada “Pungli” di KUA Genteng
Banyuwangi ,(MR) Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin peribahasa yang tepat untuk menggambarkan apa yang dialami oleh Harianik warga dusun kepatihan Rt.04 Rw.04 desa Cluring kecamatan Cluring kabupaten Banyuwangi ini, betapa tidak, belum lama ditinggal Setyo Hadi suami tercintanya menghadap yang Kuasa, ternyata dalam mengurusi uang pengsiunan suaminya yang merupakan pegawai pasar daerah, Harianik harus membayar biaya pengurusan duplikat kutipan akta nikahnya di KUA Genteng karena memang dulu dia menikah disana. Memang jumlah yang harus dibayar mungkin tidak seberapa besar hanya seratus ribu rupiah, tetapi buat Harianik yang profesinya hanya berjualan keripik tahu guna mencukupi kebutuhan sehari-harinya itu tentu dirasa sangat berat, apalagi uang pensiunan almarhum Setyo Hadi suaminya juga tidak seberapa.

Ada Pungli UN MTs di Kementrian Agama
Bogor,(MR) Penyelenggaraan Ujian Nasional MTS di lingkungan kementrian agama Kabuapten Bogor lahan pungli para Kepala Sekolah, Ironisnya menurut para Kepala Sekolah yang berhasil ditemui NSP menerangkan jika pungutan tersebut atas rekomendasi dari pihak kementrian agama kabupaten Bogor. Besaran pungutan yang dilakukan oleh masing-masing sekolah adalah 200ribu hingga 270 ribu dari setiap siswa peserta UN dengan rincian 85 ribu di setor ke Kasie Mapenda melalui tangan Ketua Kelompok Kerja Madrasah. Hal ini sangat memberatkan pihak orang tua siswa dan menimbulkan gejolak. 3 Mei 2011yang lalu, wartawan koran ini menyambangi kantor kementrian agama untuk konfirmasi langsung, Hanya sayang Sang Kepala tidak ada di kantor dan menurut beberapa staf bahwa sang kepala kantor sedang tugas keluar kota, selanjutnya untuk mendapatkan info yang lebih konkrit, konfirmasi ke kasie Mapenda, namun kasie inipun tidak ada ruang kerjanya, beberapa saat kemudian Kasi Mapenda berhasil dihubungi lewat telepon selulernya dan menerangkan dirinya tidak ada keterlibatan dalam pungutan yang terjadi di sekolah, seraya mengarahkan kesalahan tersebut ke Euis sebagai ketua KKM “saya tidak tau saya akan melihat kelapangan silahkan hubungi Euis karena dia yang lebih tahu,” ujarnya. Sebagai Kasie Mapenda Kridibilitas Bahrul Ulum sangat diragukan, pertanggungjawaban jabatan kapala seksi atas kinerja, apakah jawabanya tidak tau untuk seorang kepala seksi ? dianggap kesalahan besar bagi kepala kantor yang merekomendasikan seorang Bahrul menjadi Kepala Seksi, dan apa saja kerjanya selama ini, apakah kejadian sewaktu Bahrul menjabat sebagai Kasie Pekopontren terulang lagi. Untuk mendapatkan informasi akurat, wartawan koran ini Senin 9 Mei 2011 menemui Euis di ruang kerjanya, namun Euis menolak untuk berbicara dan mengarahkan MR konfirmasi ke Mapenda, Euis pun menerangkan waktu ada konfirmasi dari Wartawan beberapa waktu lalu, Kasie Mapenda lagi bersama dirinya di Cianjur. Dari ketidak jelasan jawaban yang diberikan Kasi Mapenda Bahrul Ulum dan Euis sebagai Ketua KKM, membuat informasi yang berkembang tentang pungli NU diKementerian Kab Bogor diduga ada kebenarannya. Untuk hal itu, tim MR akan telusuri siapa dalang sebenarnya di balik pungutan tersebut. >> Rus/Ruslan AG

Mahmud Kepala KUA Genteng

Harianik korban pungli

Anggota Komisi II DPR dari Demokrat Diperiksa Kejati Sumbar
Padang,(MR) Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat Djufri diperiksa tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Barat di Padang, Kamis (12/5). Ia menjadi tersangka dalam kasus korupsi senilai Rp1,2 miliar ketika menjabat Wali Kota Bukittinggi. Djufri datang ke kantor Kejati didampingi lima pengacara dari Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat sekitar pukul 10.00 WIB. Mengenakan kostum safari warna hitam dan berpeci, Djufri diperiksa selama 5,5 jam hingga pukul 15.30 WIB. Kapuspenkum dan Humas Kejati Sumbar Ikwan Ratsudy mengatakan tim penyidik menanyakan 18 pertanyaan kepada Djufri. "Beberapa pertanyaan yang menjurus pada pembuktian, tapi kami belum tahu persis apa saja yang sudah didapatkan. Itu penyidik yang lebih tahu," ujarnya. Modus kasus tersebut, lanjut Ikwan, dengan cara memark up dalam pembelian tanah dari masyarakat untuk pembangunan gedung DPRD Bukittinggi dan pull kendaraan Sub Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bukittinggi pada 2007, ketika Djufri masih menjabat Wali Kota Bukittinggi. Menjawab pertanyaan, kenapa Djufri tidak ditahan, menurut Ikwan, karena penyidik belum mengajukan permintaan penahanan kepada pimpinan Kejati. Ketika Djufri diperiksa, Kajati Sumbar Bagindo Fahmi dan Wakil Kajati Sumbar Mohammad Khohar sedang tidak berada di Padang. "Pak Kajati (ke Kejagung) menghadiri gelar perkara Umar (Wakil Bupati Agam). Waka juga tidak ada di tempat, sedang izin," ujarnya. Menurut Ikwan, ketidakhadiran Kajati di Padang saat pemeriksaan Djufri tidak direncanakan. "Dari awal, (kajati) tetap akan berada di sini. Tapi, ada surat dari Dirdik (Direktur Penyidikan) untuk menghadiri gelar perkara," tuturnya. Ikwan mengatakan, sesuai kepentingan, Djufri masih akan dipanggil ke Kejati Sumbar. "Apabila memungkinkan, yang bersangkutan akan dipanggil kembali," tuturnya. Pengacara Djufri, Nelson Darwis, mengatakan kliennya akan kooperatif menghadapi kasus tersebut. "Beliau pasti akan bertanggung jawab kalau ini memang ada bukti,"jelasnya. Menurut Nelson, pihak Djufri saat ini masih menunggu putusan peninjauan kembali (PK) yang diajukan pegawai kantor Balai Kota Bukittinggi yang sudah diputus bersalah oleh MA. "Kami tunggu hasil PK. Kalau hasil PK ternyata tidak terbukti, saya yakin, secara otomatis, Pak Djufri tidak terlibat apa-apa. Kita lihat di Pengadilan (Negeri) kan bebas, MA ternyata diterima kasasi, kita tunggulah PK-nya," katanya. Dalam kasus tersebut, menurut Nelson, posisi Djufri hanya menandatangani SK. "Yang tugas itu semua ke bawah, tanggung jawab ke bawah," ujarnya. Terkait pendampingan Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, menurut Nelson, mereka bukan mengatasnamakan partai dan bukan pula bentuk intervensi dari Partai Demokrat. "Kalau ngomong Demokrat, kami komit dengan hukum ini. You dengar sendiri SBY ngomong apa, sudah cukup kan?" katanya. Djufri sendiri tidak banyak berkomentar. Dia hanya mengumbar senyum kepada wartawan. "Ini kan kami datang dengan pengacara," katanya ketika diminta berkomentar sambil berlalu ke mobil Nissan Serena yang membawanya berlalu dari kantor Kejati Sumbar. >> Marqian

Ketika Harianik ditemui dirumahnya, dirinya menyebutkan sebelum duplikat kutipan akta nikah itu diberikan dia diminta mengeluarkan uang terlebih dahulu oleh salah satu oknum pegawai KUA Genteng, “Tolong keluarkan uang seratus ribu rupiah dulu, ini (duplikat kutipan akta nikah-red) baru saya kasih kepada ibu,” tutur harianik menirukan ucapan oknum pegawai KUA Genteng tersebut. Saat wartawan Media Rakya melakukan konfirmasi ke

Kantor KUA Genteng

KUA Genteng, Mahmud sebagai kepala KUA menyatakan pihaknya tidak tahu dan belum mendengar dengar perihal adanya oknum pegawai KUA Genteng yang telah melakukan pungutan untuk biaya pengurusan duplikat kutipan akta nikah seperti yang dialami oleh Harianik, karena menurut Mahmudi untuk pengurusan suratsurat seperti itu seharusnya tanpa dipungut biaya alias gratis. Kalaupun sampai terjadi itu sudah merupakan bentuk pelanggaran yang harus mendapat sanksi, tapi dia juga tidak memungkiri kalau terkadang ada pihak pemohon yang secara sukarela memberikan “sesuatu” sebagai pengganti lelah dan dia tidak bisa melarang, namun tetap saja tidak boleh memaksa, “Saya akan segera kumpulkan semua anggota saya mas, dan akan saya klarifikasi permasalah ini agar kedepan tidak menjadikan polemik dan keresahan ditengah-tengah masyarakat,” ujar Mahmud dengan lantangnya. >> ARIF

Kasus WEP, Polisi Sebut Ada Tiga Tersangka
tetapkan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut,” ujarnya. Dilanjutkannya, diantara tiga nama tersebut oknum PNS yang bersangkutan yakni Wahyu Eka Puri termasuk salah satu nama yang masuk daftar tersangka. Dan untuk menetapkan tesangka tersebut pemeriksaan terhadap saksi ahli juga akan dilakukan dalam waktu dekat. “Minggu depan kita akan gelar perkara untuk menentukan siapa yang akan jadi tersangka,” akunya. Terkait tiga nama yang bakal masuk dalam daftar tersangka, saat ditanya apakah diantara tiga nama tersebut termasuk kepala BKD Kabupaten Tebo H.Izhar, Kapolres mengatakan bahwa dua nama diantaranya belum bisa diumumkan. “Kita lihat saja nanti dari tiga nama tersebut apakah ia (H. Izhar-red) masuk atau tidak, yang jelas tersangka kasus kelulusan WEP tanpa akta IV ini akan segera ditetapkan,” pungkas Kapolres. Sementara itu ditempat terpisah, sumber Koran ini menyebutkan bahwa kemungkinan kepala BKD Kabupaten Tebo menjadi tersangka sangat besar, sebab, Dia merupakan penanggung jawab sekaligus pelaksana proses penerimaan CPNS dan juga proses penerbitan SK CPNS atas nama WEP tersebut. Lebih jauh lagi, sumber MR menyebutkan bahwa ada juga kemungkinan lain yang sangat fatal, yaitu keterlibatan Bupati Tebo, karena SK CPNS yang bersangkutan bersama seluruh CPNS yang diterima pada waktu itu di tanda tangani secara resmi oleh Bupati Tebo H.A. Madjid Mu’az, namun, itu semua tergantung hasil penyelidikan pihak terkait tentunya. >>HER

Kapolres Tebo AKBP M. Arifin, SIK

H Izhar Kepala BKD Kab. Tebo

Tebo,(MR) Kasus lulusnya Wahyu Eka Putri menjadi CPNS guru tanpa memiliki akta IV pada formasi penerimaan CPNS Kabupaten Tebo tahun 2008 terus bergulir. Kasus ini langsung ditangani oleh penyidik Tindak pidana korupsi Polres Tebo. Bahkan saat ini kasus tersebut terus mengerucut dari hasil penyidikan pihak terkait dan sudah mendekati penetapan tersangka.

Sebagimana dikatakan Kapolres Tebo, AKBP Drs. M.Arifin, Sik saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (10/05) kemarin. Dikatakannya, saat ini pihak penyidik sudah mengantongi tiga nama yang masuk daftar tersangka dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi selama ini. “Kita sudah mengantongi tiga nama yang masuk dalam daftar tersangka, dan dalam waktu dekat kita akan

Camat Muara Tabir diperiksa Tipikor

Edisi 238 Tahun XI Tahun 16 - 22 Mei 2011

Investigasi
TEBO,(MR) Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat untuk Keadilan Tebo, menggelar unjuk rasa di depan kantor Camat Rimbo Bujang. Mereka menuntut agar penguasaan lahan milik pemerintah daerah yang dilakukan H.Sutriman, yang mereka klaim tidak membayar royalty supaya segera ditindak. Aksi unjuk rasa yang semula akan dilakukan oleh ribuan orang, ternyata yang datang tidak lebih dari 300 warga. Aksi massa dimulai dari Terminal unit 2 Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, setelah massa berkumpul di terminal, lalu bergerak menuju kantor camat. Sepanjang jalan massa yang dikomandoi Fadlin Hafizi (Jawir), selalu meneriakkan nama H.Triman (H.Sutriman) yaitu seorang pengusaha asal Rimbo Bujang, yang mereka sebut menguasai lahan milik Pemkab Tebo tanpa membayar royalti. Dalam aksinya, massa dikawal ketat aparat kepolisian, dengan kekuatan 250 personil. Pengawalan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tebo AKBP Drs.M Arifin, SIk, yang sebelumnya memang sudah siap melakukan pengaman di sekitar lokasi demo. Dalam Aksi yang dilakukan di depan kantor camat, juga persis di depan kediaman H.Triman. Para pengunjuk rasa itu menyebarkan selebaran yang berisikan pernyataan sikap mereka, dan juga membakar ban, seraya meneriakkan yel-yel dan tuntutan mereka. Ada empat pernyataan sikap yang disampaikan, yaitu mendesak Kejaksaan Negeri Tebo untuk menangkap dan mengadili H. Triman, karena sudah banyak menguasai lahan untuk kepentingan pribadi. “Menggunakan atau menguasai hak milik negara secara ilegal untuk memperoleh keuntungan pribadi, maupun golongan adalah bentuk tindak pidana korupsi,” teriak mereka. Kedua, massa mendesak Pemkab Tebo mencabut perjanjian kerja sama antara Lurah Wiroto Agung dengan H.Triman, tentang bagi hasil lahan perkebunan sawit seluas lima hektare. Selain itu, massa juga memaksa agar H.Triman membayar royalti, yang selama ini tidak pernah dibayar sesuai dengan perjanjian yang telah dilakukan. “Kita minta agar Triman segera membayar tunggakan Royalti atas pembangunan ruko sebesar Rp.750 juta,” kata pendemo. Massa juga mendesak agar Pemkab Tebo meninjau kembali perjanjian kerja sama (MoU) pembangunan kios. Massa menilai pembangunan kios melebihi dari perjanjian yang

9

Jalan Utama Kecamatan Pabuaran Mirip Kubangan Kerbau

Oknum PNS Pimpinan Demo di Tebo
Dinilai Bermuatan Politis dan Salah Alamat

Sukabumi,(MR) “Jika Bupati tidak peduli,Lalu siapa yang harus tanggung jawab ?.” Para Kepala desa se-kecamatan Pabuaran mengaku sangat kesal dengan parahnya tingkat kerusakan jalan yang menyambungkan antara Kecamatan Pabuaran, dengan Kecamatan Sagaranten juga dan juga Bojong haur lengkong. Kondisi Jalan milik Negara ini keadaanya sangat rusak dan memprihatinkan layaknya kubangan kerbau. Menurut Kepala Desa Bantarsari Rahmat Hidayat menyampaikan sudah merasa bosan mengajukan permohonan terhadap Pemerintah Kabupaten Sukabumi, tapi tidak pernah ditanggapi sebelah mata “beberapa kali saya memasukan proposal tapi realisasinya nol,” ujarnya. Begitupun menurut Yoyok, Kades Sirnasari. Saking kecewa kami pernah menjadikan jalan utama Pabuaran sebagai Kebun Pisang dan Kuburan-kuburan, masyarakat Sirnasari merasa ditipu Bupati yang sekarang, Bupati pernah berjanji akan memperhatikan dan membangun jalan yang ada di Kecamatan Pabuaran, sampai saat ini janji Bupati belum kunjung terealisasi, sehingga terjadi opini di masyarakat “mendukung Bupati yang sekarang ibarat mendorong motor tua dan butut, setelah bisa jalan kami ditinggalkan,” ungkapnya dengan nada kecewa. >> Rus/ Ruslan AG

Aksi Demonnstrasi yang digelar mengatasnamakan Forum masyarakat untuk keadilan di Tebo

telah disepakati. Tuntutan massa tersebut diterima oleh Sekcam Rimbo Bujang, Aswadi. Aswadi yang didampingi Kasi Pemerintahan, Supono dikonfirmasi mengatakan, akan segera menindaklanjuti tuntutan pendemo. Namun demikian menurut Aswadi, masalah ruko enam pintu saat ini belum dibangun, karena bangunan yang ada adalah gudang bekas penampungan material saat pembangunan terminal. Terkait royalti,

katanya, yang lebih tahu adalah kelurahan, karena perjanjian dengan lurah. “Saat itu hanya belum dibayar. Saat ini kemungkinan sudah,” katanya. Terpisah H.Triman yang diminta keterangan melalui orang dekatnya M.Hasan, mengatakan aksi yang dilakukan tersebut salah alamat dan terkesan politis. Katanya, dalam aksi tersebut ada pengerahan massa dari PNS dan tim salah satu pasangan cabup- cawabup. “Demo ini salah alamat, dan

terkesan politis. Yang demo ada oknum PNS, salah satunya oknum PNS di Dinsosnakertran Tebo, Fadlin Hafizi alias Jawir yang menjadi orator dalam aksi tesebut,” katanya. Disinggung mengenai tuntutan pendemo, Hasan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum. “Kita berterima kasih kepada tim Suka-Hamdi, karena tidak terpancing dan terprovokasi dengan aksi demonstran tersebut,” ujarnya. >>HER

Mark-Up Jumlah Dokter Lahan Korupsi Dinkes Natuna?
Natuna,(MR) Berkali-kali Wartawan Media Rakyat menyoroti bobroknya kinerja Dinkes Natuna, belum membuahkan hasil. Besarnya dana yang dikelola Dinkes Natuna menjadi lahan empuk bagi oknum Dinkes Natuna. Akibat tidak adanya pemberitaan miring terhadap Dinas ini, membuat Kadiskes Natuna Ahmad Muktar larut dalam aksinya. Anggaran yang “ditilep” Kadiskes Natuna, mulai dari pemotongan 25 persen, Markup jumlah dokter dan Dana insentive medis dijadikan lahan empuk untuk memperkaya diri. Aroma bau tidak sedap itupun kini mencuat di Publik. Meski belum ada tanda-tanda untuk dilakukan pemeriksaan, namun kasak-kusuk aparat penegak hukum gencar mengumpulkan data. Info terbaru di dapat wartawan Koran ini, Ahmad Muktar beserta kroninya akan segera di Periksa. Menanggapi hal diatas, Ketua Formis Natuna (Persatuan orang Miskin) Rony Cambay, meminta aparat penegak hukum segera memproses pemberitaan di media. Dari pengakuan yang tertera di media, merupakan bukti awal untuk menindak lanjutinya. Kita ingin lihat kemampuan aparat penegak hukum di Natuna. Apakah mandul atau manjur, katanya saat ditemui di warung depan Dewan. Sambil menikmati secangkir kopi, Ia berharap aparat penegak hukum di Natuna, mampu mengungkap kasus ini, sehingga rakyat Natuna tidak ragu lagi terhadap kinerja Aparat hukum. Kasus yang terjadi di Dinkes Natuna, merupakan kasus besar. Jika diteliti Jumlah medis Di Natuna, jauh dari kenyataan. Tolong di usut jumlah dokter ( Tenaga Medis) PTT, di seluruh puskesmas paling banyak 30 orang. Sementara jumlah tenaga Medis ( Dokter PTT) dianggarkan sebanyak 50 orang, Lalu kemana sisanya. Sementara Pemerintah kabupaten Natuna mengganggarkan gaji dokter PTT di Natuna Rp.1.750.000/ bulan. Dari gaji dokter saja, setiap bulan “menguap”sekitar Rp.35,000.000/ bulan ditambah insentive dokter. Diprediksi kerugian Negara setiap bulan ratusan juta rupiah. Oleh karena itu Dia berharap aparat hukum secepatnya bekerja. Kita ingin dilakukan pemeriksaan terhadap oknum Dinas Kesehatan, tambahnya. Pada edisi lalu, jumlah Dokter (medis) yang bertugas di Puskesmas Natuna, merupakan “ warisan” Dari Fadillah (Mantan kadiskes Natuna). Jumlah ini telah ada sejak tahun 2008 lalu. Banyaknya petugas Medis, silih berganti di Natuna, jadi ajang kesempatan bagi oknum Dinkes untuk “mengorek keuntungan” guna memperkaya diri. Sampai saat ini, Natuna memiliki 12 kecamatan, dan di huni 12 Puskesmas. Sayangnya jumlah dokter di Puskesmas mencapai 50 orang. Hal inilah yang membuat kecurigaan bagi masyarakat. Sementara, Puskesmas hanya di huni 1-2 tenaga medis. Hanya sebahagian kecil saja memenuhi kwota, yakni 2 dokter umum dan 1 dokter gigi. Oleh karena itu ada “mark up” jumlah tenaga medis di Dinkes Natuna. PLH Sekda Natuna Drs.Minwardi, ketika akan dikonfirmasi di ruang kerjanya, kamis (21/04 ), seputar pemberitaan miring di Dinkes Natuna, belum dapat di temui. “Bapak masih banyak tamu, kalau sabar nunggu saja, ujar salah satu stafnya ramah waktu itu. Meski ditunggu lama, tamu belum juga keluar. Hingga berita ini diturunkan, Minwardi belum dapat di jumpai. Besarnya jumlah tenaga Medis yang bertugas di Puskesmas Natuna, menjadi pertanyaan bagi kita semua. Adanya indikasi Markup jumlah Medis semakin santer. Aroma “korupsi” bau tidak sedap, di Dinas Kesehatan Natuna, semakin lama semakin tercium. Kadis kesehatan Natuna Ahmad Muktar, selaku orang yang bertanggung jawab dalam penggunaan anggaran, belum dapat memberikan keterangan. Akhir-akhir ini sang kadis sering berang kat keluar kota untuk acara Dinas. Pada hal tunjangan pengguna anggaran, diterima Ahmad Muktar 10 juta/ bulan. Ahmad Muktar pernah dijumpai wartawan Koran ini beserta rekannya, bahkan beberapa pertanyaan telah dituliskan di buku tamu, namun sang Kadis, anggap “spele” Ruangan serba mewah, bak orang no satu, dihiasi CCTV, baik di luar maupun dalam ruangan. Anehnya, kedatangan kedua kuli tinta itu dianggap lawan. Bahkan Ahmad Muktar mempertanyakan Sepak terjang kedua wartawan, kepada salah satu LSM. Hal itu terungkap ketika Saya mengatakan, mau mengangkat lagi kasus di Dinas Kesehatan, dengan wajah sedikit kaget Kertua LSM inipun balik bertanya, “Pantas kemarin Kadis nanya aku, tentang sepak terjang kalian berdua,” katanya. Selang beberapa waktu ketua LSM inipun menghubungi Ahmad Muktar, tanpa menghiraukan wartawan di depannya. Menanggapi hal tersebut diatas, Ketua Gebuki (Gerakan Brantas korupsi) Kota Tanjung Pinang Kuncus Simatupang tidak mau ketinggalan. Dikatakannya, Jika benar ada indikasi “korupsi” di lingkungan Dinas Kesehatan Natuna, dengan cara “Markup” jumlah tenaga medis, tidak bisa dibiarkan. Apapun alasannya bau “busuk” ini harus disingkirkan. Oleh karena itu, sudah tugas aparat hukum untuk melakukan penyelidikan. Jika tidak, kita akan melaporkan, kepada aparat hukum ditingkat Provinsi. Ini bukan gertakan, katanya. Kuncus juga meminta, data pendukung, untuk bekalnya melaporkan kepada pihak yang lebih tinggi, jika aparat hukum di daerah tidak merespon. Sesuai dengan UU Tipikor N0 31 tahun 1999 . UU N0 20 tahun 2001 pasal 9,berbunyi Pegawai yang diberi tugas untuk menjalankan suatu jabatan, umum secara terus menerus, dengan segaja memalsukan buku atau data, khususnya dalam pemeriksaan administrasi dipidana paling singkat 1 tahun,paling lama 5 tahun denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 250 juta. Sejak dimekarkan menjadi kabupaten Natuna, Pemerintah daerah berupaya membuat terobosan agar segala kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi. Ternyata niat baik itu kadang disalah artikan, serta dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu, untuk mencari keuntungan semata. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya jumlah dokter yang pantastis di Puskesmas Natuna. Data diterima wartawan Koran ini, dari tahun 2008 jumlah tenaga medis (dokter) yang bertugas di Natuna sebanyak 50 orang, saat Anambas belum melakukan pemekaran. Setelah Anambas menjadi Kabupaten, jumlah tenaga Medis tidak ada perobahan, hal itu dikuatkan dalam data APBD Natuna. Kemudian tahun 2010 RSUD Natuna, berpisah manajaman dari Dinkes Natuna, meski telah pisah, jumlah dokter masih tetap 50 orang. inilah yang jadi bahan pertanyaan bagi kita semua. Dari penelusuran wartawan koran ini dilapangan, terinformasi beberapa Kepala Puskesmas, ketika dimintai komentarnya, terkait jumlah Dokter bertugas di Puskesmas, mereka mengatakan, dalam aturannya tiga orang. 1 dokter gigi. 2 dokter Umum. Ini sudah termasuk Kepala Puskesmas. Namun demikian bisa anda lihat, tidak semuanya Puskesmas mendapatkan kwota ini. Contoh mendasar, bapak bisa cek Puskesmas Pulau tiga hanya ada 2 dokter, Cemaga 1 dokter. Untuk petugas di Pustu atau polindes, kita tugaskan Perawat dan bidan. Jika disimak hasil konfirmasi wartawan koran ini dengan beberapa Kepala Puskesmas, adanya indikasi Mark-up jumlah dokter di kabupaten Natuna. Jika 12 kecamatan dikali 3 dokter, jumlahnya baru 36 tenaga Medis, itupun kalau kwota terpenuhi, dari hasil ini, sudah jelas ada dokter “siluman” bekerja di Natuna, terima gaji dan insentive namun wujudnya tak nampak. Dari hasil investigasi dan penelusuran dilapangan, diperediksi “ratusan juta menguap setiap bulannya” ke pundi-pundi oknum Dinas Kesehatan. Adapun alasannya, setiap dokter PTT, digaji Rp. 1.750.000 per bulan ditambah uang insentive, tergantung daerah tugasnya. Sedangkan gaji, Rp.1.750.000,- berlaku untuk gaji medis PTT, bukan medis pegawai. Sementara dokter pegawai ada bertugas di beberapa Puskesmas.” Kalau dokter PTT segitu, tapi Pegawai sekitar Rp.1900.000,- katanya lagi. Dari hasil temuan ini, ditambah data yang ada, sudah jelas adanya indikasi “mark-up” jumlah dokter dilingkungan Pemkab Natuna.Oleh karenanya sudah waktunya dilakukan pembersihan dan pembenahan oleh Pemkab Natuna, terhadap pejabat “Korup’dan di minta aparat hukum agar segera bertindak, supaya “pirus korupsi” tidak menyebar kepada yang lainnya. Menanggapi hal tersebut diatas, Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Chandra menegaskan akan segera menyelidiki kebenaran pemberitaan ini. Jika benar ada indikasi jumlah mark-up dokter di lingkungan Pemkab Natuna, Dirinya tidak segan-segan untuk melaporkan permasalahan ini kepada aparat hukum. “Kita tidak main-main, jika terbukti akan kita lapor, jika perlu kita lapor ke Pusat,” kata Chan sedikit gerah. Ia mengatakan, Pemerintah selama ini sudah berusaha semaksimal mungkin, menganggarkan biaya tenaga Medis, agar masyarakat dapat pelayanan layak. Tapi masih ada oknum-oknum yang mau cari kesempatan demi mencari kekayaan. Kita harap aparat hukum segera meresponnya. Saat ini LAKI, masih menjajaki serta pengumpulan data, jika sudah palid akan kita laporkan tandasnya. >> ROY

10
Taman Sepanjang Jalan KH.Wahid Hasyim Diperbaiki
Palembang(MR) Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Penerangan Jalan dan Pertamanna (DP7P) Kota Palembang sejumlah titik taman kota dibangun dan diperbaiki menelan anggaran sebesar Rp.2,7 Miliar. Tujuan utama dibangunkan dan diperbaikinya taman kota ini semata-mata untuk menyelaraskan estetika kota sehingga dapat mempercantik Kota Palembang. Keberadaan taman kota ini diharapkan dapat mengendalikan kenyamanan iklim mikro dan keserasian estetika kota. Adapun titik taman kota yang akan diperbaiki tersebut antara lain kawasan Kelurahan 7 Ulu tepatnya berada di baah Jembatan Ampera. Daerah Kampung Kapitan seberang ulu Simpang Polda, Simpang Tanjung Api-Api (TAA), Simpang Jaka Baring, dan beberapa lokasi taman kota lainnya khususnya untuk kawasan 7 ulu akan dibangun taman kota seperti taman yang ada di seberang ilir. Dana yang disiapkan untuk membangun taman kota ini sekitar 2 milyar. Nanti akan dibuat secantik mungkin, sehingga memperindah kawasan itu dan sekitarnya, ucapnya. Tahun 2012 akan melakukan perbaikan taman di sepanjang jalan KH.Wahid Hasyim Kecamatan Seberang Ulu I. Konsep dan estimasi dana yang dibutuhkan untuk perbaikan taman itu sedang dilakukan perencanaan. Kepala (DPJP) Kota Palembang H.Taufik Syarowi mengatakan sepanjang jalan KH. Wahid Hasyim sekitar 3 km tamannya sudah rusak parah akibat sering ditabrak kendaraan sehingga kita merencanakan untuk melakukan perbaikan. Jelas Taufik. Menurut Taufik, “Tahun 2012 kita bisa eksen karena kalau tahun 2011, dana APBD Kota Palembang masih terbatas,”. Selain itu kita masih fokus pada pembuatan taman sepanjang jalan, kata dia. Gubernur H.Bastari mengingatkan lokasi menara Sea Games keberadaannya taman kota sebagaimana dari ruang publik dan berperan dalam menyelaraskan pola kehidupan kota yang sehat.>> EDI

Nusantara
Yogyakarta,(MR) Perpanjangan masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY selama dua tahun yang digulirkan pemerintah pusat dinilai sebagai pelecehan dan tidak memiliki dasar hukum. "Kalau dasarnya hanya untuk sosialisasi hasil UUK, itu juga salah," terang Adik Sri Sultan Hamengku Buwono X di AlunAlun Selatan, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kamis (12/ 5). Menurut Prabukusumo, jika perpanjangan atau pemilihan kembali harus utuh, bukan hanya dua tahun. Walaupun sudah diputuskan menjadi UU Keistimewaan, GBPH Prabukusumo menilai, jangka waktu penyelesaian UUK bisa singkat, tetapi bisa juga lama. "Kalau UUK nanti hasilnya penetapan, mungkin bisa cepat. Namun, jika pemilihan, pasti lama," terangnya. Pasalnya, rakyat pasti marah dan akan membuat tim hukum sendiri. Pihaknya pun akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Ia mengatakan, seharusnya pemerintah pusat yang ngotot untuk penetapan sebagai rasa terima kasih dan hormat atas jasa Yogyakarta. Prabukusumo mengungkapkan, dirinya tak segan mengusulkan kepada Sultan untuk mencabut Amanat 5 September jika nantinya hasilnya tetap pemilihan. Wakil Ketua komisi II DPR dari Fraksi PDIP Ganjar Pranowo menjelaskan, usulan perpanjangan jabatan Gubernur DIY merupakan skenario untuk mengantisipasi pembahasan RUU DIY. Artinya, usulan perpanjangan tersebut punya dua konteks. Pertama, usulan tersebut dimaksudkan, bila RUU DIY pada bulan Oktober mendatang tidak selesai dibahas, maka diusulkan agar jabatan gubernur diperpanjang dua tahun. Kedua, usulan tersebut dimasukkan dalam RUU DIY Pasal 34 untuk mengantisipasi masa peralihan selama dua tahun. Usulan tersebut, menurutnya, masih sebatas usulan saja dan belum dibahas di komisi II. Usulan perpanjangan tersebut tidak boleh diartikan bahwa secara keseluruhan jabatan gubernur akan diperpanjang. Sesungguhnya, usulan tersebut masuk dalam dua konteks di atas. “Pemberitaan di media massa selama ini misleading. Seolah-olah jabatan gubernur itu diperpanjang dua tahun. Padahal, perpanjangan tersebut ada konteksnya yaitu jika RUU tersebut tidak rampung dibahas pada Oktober nanti. Atau, usulan tersebut dimasukkan dalam Pasal 34 RUU DIY untuk antisipasi masa peralihan,” tegasnya. Ganjar mengaskan, usulan tersebut pun belum dibahas di Mendagri. Maksud usulan tersebut pun hanya merupakan skenario saja. “Bisa saja dalam pembahasan RUU nanti, bukan perpanjangan dua tahun tapi enam bulan. Ini skenario karena dua konteks itu tadi,” tandasnya.>> Suratno

Tahun Edisi 238 Tahun XI 16 - 22 Mei 2011

Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Daerah DIY Dianggap Pelecehan

Prabu Kusumo

3 Miliar Lebih Untuk Pembangunan Wilayah Cipedes
Kota Tasik(MR) Pembangunan yang dilaksanakan di Wilayah Kecamatan Cipedes untuk TA.2010 telah selesai dilaksanakan, selanjutnya diresmikan penggunaannya oleh Walikota Tasikmalaya, kegiatan yang menghabiskan anggaran Rp.3.528.400.000,- (Tiga Miliar Lima Ratus Dua Puluh Delapan Juta Empat Ratus Ribu Rupiah) yang terdiri dari 6 paket pekerjaan 27 kegiatan. Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat M.Si dalam peresmian hasil pembangunan juga menyerahkan penggunaannya untuk kepentingan masyarakat di SMKN 1 Kota Tasikmalaya disaksikan Anggota DPRD, Unsur forum konsultasi Daerah, Ketua MUI, Lurah se-Kecamatan Cipedes serta unsur tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut Walikota juga menyampaikan bahwa 27 kegiatan pembangunan yang diresmikan telah berjalan lancar serta merupakan upaya untuk memacu dan menumbuhkan peran aktif masyarakat “ Saya percaya bahwa aparat pemerintah dan seluruh komponen masyarakat dapat memanfaatkan seluruh hasil pembangunan dan memelihara agar fungsi serta manfaat dari hasil pembangunan tersebut bisa dirasakan,” katanya. Diakhir sambutannya beliau menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan. Sementara Asisten Perekonomian pembangunan Setda Kota Tasikmalaya melaporkan kegiatan pembangunan tahun 2010 di kecamatan Cipedes secra keseluruhan berjumlah 27 kegiatan dengan anggaran Rp. 3.528.400.000,- meliputi paket pekerjaan, yaitu : -Rehabilitasi gedung kantor Kelurahan Panglayungan sebesar Rp.49.211.000,-. -Pemeliharaan berkala dan peningkatan jalan sebanyak 7 paket sebasar Rp.970.363.000,-. -Pekerjaan perbaikan dan normalisasi irigasi 16 paket sebesar Rp. 2.384.660.000,-. -Pekerjaan drainase jalan lingkungan 2 paket sebesar Rp. 99.541.000,. -Pembuatan kirmeer kel. Sukamanah sebesarRp. 24.625.000,- -Pembangunan 4 RKB SMKN 1 sebasar Rp.389.000.000,-. Selain pelaksanaan peresmian pembangunan, dilaksanakan pula kegiatan bhakti sosial berupa pembagian sembako untuk masyarakat tidak mampu, pelayanan KB gratis dan pakaian batik KB kepada kader KB Kelurahan serta kegiatan penanaman pohon dan pameran. >> Iin Kartiwan

Bom Ikan Kian Marak di Bintan
Bintan,(MR) Warga nelayan yang biasanya mencari ikan di perairan Tambelan Kabupaten Bintan Provinsi Kepri mengeluh akibat semaraknya pengeboman ikan yang terjadi di laut Pulau Jengkulan Kecamatan Tambelan. Seperti yang terjadi Sabtu (11/5) perdebatan terjadi antara nelayan tangkap dengan ABK Motor bom ikan. Kami berharap kepada aparat yang terkait untuk dapat menangkap pelaku bom yang telah meresahkan nelayan kami di Tambelan, ungkap seorang nelayan kepada MR. Camat Tambelan waktu dikonfirmasikan koran ini di Tanjungpinang beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya akan melaporkan hal keluhan warga nelayan tersebut kepada pihak Bupati Bintan secepatnya, agar bisa ditangkap tim dari Kepri maupun dari Pusat. ujar camat. Tokoh sentral Provinsi Kepri H. Huzrin Hood, SH saat di hubungi koran ini melalui HP nya waktu lalu mengatakan sangat menanggapi keluhan warga nelayan Tambelan yang resah akibat ulah bom ikan yang beroperasi di laut Tambelan. Ketua DPRD Provinsi Kepri Drs.Nur Safriadi, MM saatdi Tanjungpinang juga sangat tanggap dengan keluhan warga nelayan Tambelan yang resah oleh bom ikan itu. Dia berharap aparat terkait segera menangkapnya. >>Eddy Ishak/Defran

Walikota Tasik Resmikan Hasil Pembangunan Senilai 5 Milyar
Kota Tasikmalaya,(MR) Hasil-hasil pembangunan se-Kecamatan Cihideuang senilai ± 5 Milyar diresmikan Walikota Tasikmalaya, Drs. H.Syarif Hidayat, M.Si di Lapang Sepak Bola Wirabuana Kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung, Selasa pekan lalu, Turut hadir Muspida Kota Tasikmalaya, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs. H.Tio Indra Setiadi, Kepala OPD seKota Tasikmalaya, Camat Cihideung beserta jajarannya, Ketua Tim Penggerak PKK beserta jajarannya, Para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Kota Tasikmalaya. Selain peresmian hasil-hasil pembangunan, pada kesempatan itu juga dilaksanakan pemberian sembako untuk masyarakat tidak mampu sebanyak 54 paket, pelayanan KB Gratis dan pemberian seragam batik KB kepada 21 Pos KB Kelurahan, Penyerahan pakaian seragam untuk 100 orang siswa SD, penanaman pohon dan pameran/bazar produk Kec. Cihideung. Drs.H.Syarif Hidayat,M.Si mengatakan pembangunan pada hakekatnya unutk meningkatkan derajat kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga masyarakat. Kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dan dibiayai dari anggaran pemerintah hanyalah sebagian kecil

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Pedalaman Kutai Kartenagera

Samarinda,(MR) Sedikitnya 2.303 rumah di Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kaltim terendam air banjir akibat luapan Sungai Mahakam. Kepala Seksi Trantib Kecamatan Muara Kaman, Arsil, Rabu (11/5) membenarkan banjir terus meluas sehingga ribuan rumah warga (KK) terendam air akibat luapan Sungai Mahakam. "Sampai saat ini, air terus berambah naik namun penambahannya agak berkurang dibanding hari sebelumnya yakni mencapai 10 centimeter per hari namun saat ini debitnya menurun," ungkap Arsil. Banjir terparah kata Arsil terjadi di Desa sedulang dengan ketinggian air hingga tiga meter. "Pada desa lainnya, ketinggian air rata-rata hanya 30 hingga satu meter lebih dan terparah di Desa Sedulang dengan ketinggian air hingga tiga meter," kata Arsil. Selain Kecamatan Muara Kaman, banjir juga melanda dua kecamatan lainnya di Kabupaten Kutai Kartanegara yakni, Kecamatan Kenohan merendam 262 rumah milik 341 KK dari 1. 246 jiwa dan 553 KK dari 2. 089 jiwa menjadi korban banjir di Kecamatan Muara Wis. "Hingga saat ini, sudah 15 desa dari 19 desa di Kecamatan Muara Kaman terendam," ungkap Arsil. Sebagian besar warga juga lanjut dia masih tetap bertahan di rumah mereka. "Sejauh ini hanya tiga KK yang mengungsi namun kemungkinan tidak akan bertambah karena warga tetap mencoba bertahan dengan cara menambah lantai rumah mereka," kata Arsil. Banjir juga telah mengakibatkan ratusan hektare sawah di Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kaltim gagal panen akibat rendaman air banjir yang melanda kawasan itu selama tiga pekan terakhir. "Areal pertanian yang terendam banjir itu termasuk sawah dan kebun warga. Lahan tersebut banyak ditanami padi, sayur-sayuran serta hasil perkebunan lainnya mati dan tidak bisa dipanen akibat terendam," katanya. >> Kipan Suerta

dari pembangunan secara keseluruhan dan merupakan salah satu upaya untuk memacu dan menumbuhkan peran aktif masyarakat itu sendiri yaitu dalam bentuk swadaya masyarakat, contohnya pada pelaksanaaan Program PNPM yang sudah dilaksanakan. Syarif Hidayat menambahkan dengan telah selesainya seluruh kegiatan pembangunan Tahun Anggaran 2010 di Wilayah Kec. Cihideuang dengan lancar telah membuktikan betapa tingginya tingkat kesadaran warga masyarakat Kecamatan Cihideuang pada khususnya dan masyarakat Kota Tasikmalaya pada umumnya bagi pentingnya pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan bersama. Untuk itu, Syarif Hidayat berpesan agar senantiasa dapat memanfaatkan sebaik-baiknya seluruh hasil pembangunan

serta memeliharanya agar fungsi dan manfaat dari hasil pembangunan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh warga masyarakat dalam jangka waktu yang lebih lama. “Saya percaya, bahwa aparat pemerintah beserta seluruh komponen masyarakat senantiasa dapat memanfaatkan dan memelihara seluruh hasil pembangunan ini agar dapat dirasakan oleh seluruh warga masyarakat,” pesan Syarif Hidayat. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya, Drs. Eddy Sumardi,M.ED dalam laporannya menyampaikan kegiatan pembangunan Tahun 2010 di wilayah Kecamatan Cihideuang secara umum berjumlah 36 paket kegiatan, dengan anggaran sebesar Rp.5.189.046.000 ( Lima Milyar Seratus Delapan Puluh Sembilan Juta Empat Puluh Enam Ribu

Rupiah) meliputi beberapa paket pekerjaan yaitu : 1.Rehabilitasi gedung kantor Kelurahan Tugujaya dan Kelurahan Nagarawangi dengan nilai Rp.156.687.000,-. 2.Pembangunan Poskesdes kel. Tugujaya dengan nilai Rp.92.850.000,-. 3.Rehabilitasi 2 (dua) ruang kelas SMK NU, dengan nilai Rp.129.030.000,-. 4.Pemeliharaan berkala dan peningkatan jalan sebanyak 14 (empat belas) paket pekerjaan dengan nilai

Rp.873.128.000,-. 5.Perbaikan dan Normalisasi Irigasi sebanyak 13 (tiga belas) paket pekerjaan dengan nilai Rp.2.666. 953.000,-. 6.Pekerjaan Drainase jalan lingkungan sebanyak 3 (tiga) paket pekerjaan dengan nilai Rp.644.673.000,- 7.Penataan lapangan sepak bola Wirabuana dengan nilai Rp.497. 970.000,-. 8.Pembangunan Kantor UPTD Pasar Padayungan dengan nilai Rp.127. 755.000. >> Dwiyanti

Layani Masyarakat dengan Ikhlas
Surabaya,(MR) Aparatur pemerintah dalam melayani masyarakat harus ikhlas dan jangan pilih kasih. Jika pelayanan tersebut dapat direalisasikan pada masyarakat citra pemerintah dimata masyarakat dipercaya lagi. Hal ini dikatakan Sekertaris Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Provinsi Jawa Timur Drs Budi Santosa saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Gol II Angkatan 584-586 Pemerintah Provinsi Jatim tahun 2011 di Watukosek Gempol Pasuruan, Rabu lalu. Budi mengatakan, seorang PNS harus jujur dan bisa memberi pelayanan kepada masyarakat dengan mudah serta tanpa pamrih. Selain itu aparatur untuk mengimbangi tuntutan global yang penuh persaingan. Maka, dalam mengemban tugas ada tuntutan yang tak bisa dihindari di antaranya, seorang PNS harus menguasai bidang tugas masing-masing agar dapat bekerja secara profesional. Yakni mengutamakan sikap perilaku dalam bekerja, sikap perilaku merupakan kunci sukses dalam berorganisasi, melalui sikap prilaku yang positif dapat menumbuhkan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman, sehingga kerjasama dapat terjalin. Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama mengikuti pendidikan dan pelatihan dua minggu ini diharapkan membangun komunikasi yang baik antara peserta satu dengan lainnya. tinggalkan egonya masingmasing. Sebab selama di kampus pendidikan ini kita semua sama yakni peserta diklat. “Jangan menciptakan kelompokkelompok sendiri,” tegasnya. Dia menuturkan, di kampus pendidikan ini CPNS jangan mempunyai pemikiran pasti lulus sehingga peserta saat melakukan kegiatan kediklatan ini seenaknya sendiri. Karakter seperti ini adalah bentuk kesombongan. “Karakter seperti ini gak pantas disandang CPNS, dan perilaku semacam ini yang menyebabkan bangsa ini tidak bisa maju,” tandasnya. Menurut Budi peserta diklat harus menjaga kebersamaan selama diklat berlangsung. Yakni peserta dengan paitia, peserta dengan widyaiswara dan peserta dengan binsik Ia menambahkan, CPNS, pertama wajib mengikuti Diklat Latihan Prajabatan (LPJ), selanjutnya setelah menjadi PNS akan ada tiga diklat lain yang bisa ditempuh untuk menunjang pelaksanaan tugas sesuai bidang atau profesinya masing-masing, yakni diklat kepemimpinan, teknis dan fungsional. Dijelaskannya, diklat LPJ dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada calon PNS untuk pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian, dan etika PNS. Selain pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas dan budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas dan perannya. Sedangkan tujuan diklat tersebut di antaranya, untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai kebutuhan instansinya. Sejak era reformasi paradigma baru pemerintahan, maka organisasi pemerintahan termasuk sumber daya aparatur yang berperan di dalamnya dituntut bekerja efisien, efektif, profesional dan memberikan pelayanan yang berkualitas. Dia menambahkan, untuk memenuhi tuntutan tersebut harus memiliki wawasan yang luas dengan cara membaca dan menggali informasi yang bermutu. “Tidak itu saja, agar memiliki daya saing, kita tidak cukup menguasai satu kemampuan atau keterampilan saja, tapi harus menguasai lebih dari satu keterampilan,” ujarnya. Kepala Seksi Diklatpim Tingkat Dasar Bandiklat Jatim Dra Kusmiyati MM mengatakan, diklat ini diikuti sebanyak 240 CPNS se Jatim, terdiri dari Kabupaten Gresik 80 CPNS, Kabupaten Sidoarjo 80 CPNS, dan Kabupaten Sumenep 80 CPNS. Kegiatan ini akan berlangsung 10-25 Mei. >> ADI

Bandiklat:

Edisi 238 Tahun XI Tahun 16 - 22 Mei 2011

Nusantara

11

Jasa Raharja Jatim Hadiri Pemakaman Pramugari Merpati
JELANG HUT : Menjelang peringatan hari ulang tahun (HUT ke 369) tahun Kabupaten Ciamis yang akan digelar 12 juni 2011 ini berbagai macam kegiatan diadakan diantaranya penataan kota berupa pengecetan dinding tugu selamat datang serta penggantian lampu-lampu hias di pinggiran jalan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap hari jadi Kabupaten Ciamis sebagai pendorong semangat menuju Ciamis Maju-AmanNyaman-Tangguh-AmanahProduktip (MANTAP ) dikatakan Nana Selaku Kasi Pertamanan Dinas Cipta Karya. (Doc Foto Heri H)

Suasana saat penguburan jenazah korban merpati

Surabaya,(MR) Jasa Raharja Jawa Timur yang diwakili oleh Kabag Pelayanan Klaim Hary J. Polii, SH dan Kasubag Pelayanan Santunan Hariono Joko Purnomo serta Kasubag Humas Purwono, SH menghadiri upacara pemakaman pramugari Pesawat Merpati Nusantara Airlines yang mengalami musibah kecelakaan jatuh di laut Kaimana Papua Barat pada hari Sabtu 7 Mei 2011. Jenazah Pramugari Pesawat Merpati Nusantara Airlines atas nama Andriana Puspa Wardani (22) tiba di rumah duka di komplek AURI Jalan Dacota Sidoarjo pada tanggal 8 Mei 2011 sekitar jam 22.30 WIB dan keesokan harinya, Senin 9 Mei 2011 jenazah almarhumah dimakamkan di peristirahatan terakhir dipemakaman umum Kelurahan Wates Mojokerto sekitar pukul 10.30 WIB. Upacara pemakaman dihadiri kedua orangtua korban, kerabat dan handaitulan serta dari Maskapai Penerbangan Merpati Nusantara Airlines. Upacara pemakaman berlangsung haru dan diwarnai isak tangis dari kedua orangtua serta keluarga korban. Pada kesempatan tersebut Jasa Raharja berkesempatan memberikan ucapan bela sungkawa langsung kepada ayah korban. >> DEA

dr. Cellica Nurrachadiana Beri Pendidikan Politik Pada Kaukus Perempuan Politik Indonesia Se-jawa Barat
Karawang,(MR) Kiprah Wakil Bupati Karawang, dr.Cellica Nurrachadiana di pentas politik Jawa Barat terlihat semakin eksis. Setelah sebelumnya mencatatkan rekor sebagai Wakil Bupati Perempuan Termuda, keesokan harinya dr.Cellica didaulat untuk menjadi nara sumber dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Kaukus Perempuan Piolitik Indonesia (KPPI) Se-Jawa Barat yang digelar di Hotel Naripan, Bandung, Rabu baru baru ini. Dalam kesempatan tersebut, dr.Cellica mengatakan, kaum perempuan Indonesia harus lebih mempunyai keyakinan dan semangat tinggi untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan daerah, maupun bangsa. “Kaum perempuan Indonesia saat ini telah sejajar dengan kaum laki-laki, yang tidak lain merupakan buah dari apa yang diperjuangkan oleh tokoh emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini,” ujarnya. Lebih lanjut Cellica menjelaskan, Pasal 46 Undangundang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, menjamin keterwakilan perempuan dalam pemilihan badan legislatif, dan sistem pengangkatan di bidang eksekutif, yudikatif, legislatif, kepartaian, melaksanakan peranannya di bidang-bidang tersebut. “Bahkan UU No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Legisltatif mengamanatkan kuota keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen ,” jelasnya. Cellica melanjutkan, tantangan kaum perempuan dalam pembangunan politik ke depan adalah apakah keterwakilan perempuan pada pembangunan politik akan semakin besar, apakah nama besar peran keterwakilan perempuan dalam politk Indonesia akan bertahan, serta apakah kesuksesan peran perempuan dalam pembangunan akan terus berulang di masa yang akan datang. “Ketiga pertanyaan tersebut harus menjadi dasar pemikiran dalam mengembangkan potensi dan kinerja perempuan Indonesia,” tegasnya. Untuk itu, lanjut Cellica, upaya pemberdayaan kaum perempuan perlu lebih diintensifkan serta dioptimalisasi di setiap sendi-sendi pembangunan. Salah satunya adalah dengan terus melakukan pembinaan secara aktif bagi kaum perempuan di seluruh wilayah Indonesia. “Pengaruh politik kaum perempuan sendiri tidak hanya berkutat di lingkup legislatif maupun eksekutif saja, melainkan harus jauh lebih luas,” tuturnya. Akan tetapi, dalam meningkatkan peran dan kinerja para anggota perempuan di dalam organisasi maupun partai politik, tentu saja perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi jasmani dan rohaninya, karena bagaimanapun juga terdapat perbedaan faktor biologis dan psikologis antara laki-laki dan perempuan. “Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, maka penentuan area dan jenis tugas yang akan diberikan akan lebih efektif, sehingga dapat mencapai hasil yang optimal,” imbuhnya. Menurut Cellica, pertimbangan faktor kondisi perempuan yang aktif dalam kancah politik, tentu saja berkaitan dengan kodratnya yang memiliki tugas sebagai seorang isteri (bagi yang berstatus menikah), dan sebagai ibu (bagi yang memiliki anak). “Hal ini bukan sesuatu experience. Selain dari PT. Jasa Raharja (Persero) dalam kesempatan workshop tersebut yang juga menyampaikan paparan tentang kegiatan PKBL di perusahaannya adalah PT. Telkom dan PT. Pertamina. Deputi Kementrian BUMN Pandu Djayanto dalam kata sambutan pada acara penutupan workshop optimalisasi PKBL tersebut menyampaikan aplus kepada PT. Jasa Raharja (Persero) atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama ini dalam membantu yang layak diabaikan, karena para anggota perempuan harus dapat memberi contoh kepada masyarakat, bahwa para wanita dapat berkiprah di dunia politik tanpa melupakan kodrat dan tugasnya sebagai wanita pada umumnya,” tambahnya. Cellica menambahkan, faktor-faktor di atas merupakan kekurangan sekaligus kelebihan para perempuan. Akan tetapi dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut di atas, diharapkan pembinaan, pelatihan dan pemberdayaan para anggota perempuan di Indonesia dapat berjalan dengan lebih efektif. “Perempuan memiliki kapasitas dan kualitas yang sama dengan laki-laki apabila akses yang disediakan juga sama, agar tidak ada ketimpangan jender,” tutupnya. Sementara itu, turut hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Naripan dihadiri oleh 300 orang peserta dari seluruh KPPI se Jawa Barat, termasuk Ketua KPPI. Seluruh peserta tersebut seluruhnya merupakan kaum perempuan, dimana mereka akan mengikuti seminar dengan dibagi menjasi 3 gelombang selama 3 hari. >> Komarudin masyarakat kecil sebagaimana yang telah diamanahkan oleh Kementrian BUMN. Workshop Optimalisasi Pelaksanaan PKBL oleh BUMN selain mengevaluasi kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang dilaksanaan selama ini oelh BUMN juga untuk mencari masukan tentang rencana perubahan Permen No. :Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara Dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. >> DEA

Tersangka Ketiga Korupsi Pengadaan Kapal Ditahan
Kupang,(MR) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (10/5) menahan mantan Direktur Perusahaan Daerah (PD) Flobamor periode 2000-2006 Benediktus Muda terkait kasus korupsi operasional kapal. Benediktus ditahan setelah menjalani pemeriksaan penyidik Kejati sejak pagi. Ia dianggap bertanggungjawab atas korupsi dana operasional Kapal Motor Pulau Sabu milik Pemerintah NTT pada 2009 yang merugikan negara Rp7 miliar. Ia adalah tersangka ketiga yang ditahan. Sebelumnya, penyidik menahan mantan Dirut Perusahaan Daerah (PD) Flobamor Syamsudin Abdulah dan mantan Manajer Perkapalan Abdul Usman. PD Flobamor adalah perusahaanyang bertugas mengoperasikan kapal feri tersebut. Penyidik Kejati NTT Muib mengatakan, Benediktus akan menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Penfui selama 20 hari untuk memperlancar proses pemeriksaan. Saat diperiksa, penyidik menemukan penyimpangan keuangan yang diduga melibatkan Benediktus. Selain tiga orang tersebut, saat ini sejumlah mantan pejabat di NTT sedang terlibat kasus dugaan korupsi antara lain korupsi dana bantuan sosial di Kabupaten Sikka pada 2009 sebesar Rp8,9 miliar dan korupsi pengadaan surat suara pemilu legislatif pada 2009 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT sebesar Rp2,9 miliar. >> Moses Mone Kaka

Dirut dan Dirkeu Jasa Raharja Hadiri Workshop Optimalisasi PKBL
Surabaya,(MR) Direktur Utama PT.Jasa Raharja (Persero) Diding Sudirja Anwar dan Direktur Keuangan Rubino Suharsono menghadiri Workshop Optimalisasi Pelaksanaan PKBL oleh BUMN Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat di Hotel Sheraton Surabaya, Jumat pekan lalu (6/ 5). Workshop PKBL yang berlangsung satu hari tersebut dihadir sekitar 300 (tigaratus) peserta dari 150 (seratus limapuluh) BUMN yang ada di Indonesia. Hadir dalam acara tersebut Deputi Kementrian BUMN Pandu Djayanto dan Asisten Deputi Kementrian BUMN bidang PKBL Hanifah Afan serta para staf ahli dari Kementrian BUMN. Dari Jasa Raharja hadir Kepala Cabang

9.000 Jiwa Warga Bali Berpotensi Bunuh Diri

Jasa Raharja Jawa Timur H. Nana Suyatna, SE, MM, Kaur PKBL Kantor Pusat Khoirul dan para Kepala Bagian Jasa Raharja Cabang Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut Direktur Keuangan PT.Jasa Raharja (Persero) Rubino

Suharsono menyampaikan paparan dihadapan peserta tentang kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan oleh PT. Jasa Raharja (Persero) di seluruh Kantor Cabang di Indonesia sebagai sharing

Bali,(MR) Sedikitnya 9.000 orang di Bali mengalami gangguan jiwa dan berpotensi tinggi melakukan bunuh diri. Karenanya, pengobatan terhadap mereka harus segera dilakukan oleh semua pihak terkait. Demikian hasil survei terbaru yang dilakukan Suryani Institute for Mental Health. "Gangguan jiwa pemicu utama terjadinya kasus bunuh diri. Semakin tinggi tingkat gangguan jiwa seseorang, potensi bunuh diri juga semakin tinggi," kata Sekretaris Suryani Institute dr Tjokorda Bagus Jayalaksmana yang ditemui di Denpasar, Kamis (12/ 5). Mengutip hasil surveinya, Jayalaksmana mengatakan 47,5% kasus bunuh diri disebabkan oleh gangguan jiwa, disusul penyakit fisik yang tidak terobati (27,5%), faktor ekonomi (7,5%), kemudian faktor lain seperti percintaan atau asmara dan berbagai masalah pribadi lainnya. Biasanya, ujarnya, faktor ekonomi hanya sebagai pemberat. Ia juga mengungkapkan, selama 2011 tercatat terjadi 40 kasus bunuh diri di Pulau Dewata itu. Jumlah terbanyak terjadi di Kabupaten Karangasem dengan 11 kasus. Pada 2007 dan 2009, bunuh diri terbanyak juga terjadi di daerah itu. Hal tersebut membuat Suryani Institute yang dimotori psikiater LK Suryani membuat penelitian mendalam di Kabupaten Karangasem. Dari penelitian diketahui ada sekitar 676 warga yang menderita gangguan jiwa sedang dan berat, tersebar di empat kecamatan. Bahkan masih ada satu warga yang harus dipasung sejak lima tahun lalu. Sementara itu, di Denpasar Timur, Kota Denpasar, dari 120 ribu orang yang disurvei, ada 120 orang yang menderita gangguan jiwa. Menurutnya, hasil survei itu sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Denpasar, namun tidak ditanggapi. Sejumlah pejabat bahkan tidak percaya atas hasil survei itu. "Mereka (Pemerintah Kota Denpasar) tidak memercayai hasil survei. Katanya tidak mungkin seperti itu, karena di Denpasar banyak Puskesmas yang bagus," ucap Jayalaksamana, menyebut alasan pejabat Kota Denpasar yang menanggapi hasil survei itu. >> Nyoman

Diklat Pim Diharapkan Ciptakan Pemimpin Profesional
Surabaya,(MR) Diklat Kepemimpinan (Pim) tingkat IV diharapkan mampu menciptakan kader-kader pemimpin birokrasi yang berwawasan dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Demikian sambutan tertulis Kepala Badan Diklat Prov Jawa Timur yang dibacakan oleh Kepala Didang Diklat Kepemimpinan Drs Asriansyah MSi saat pembukaan Diklat Pim Tingkat IV, Jumat siang pekan lalu. Asriansyah mengatakan, agar tercipta kader-kader pemimpin yang berwawasan luas, para peserta diklat harus siap menerima transfer ilmu dari para widya ismara dan panitia diklat. Berbicara birokrasi perannya akan selalu terkait dengan sendi kehidupan masyarakat. Birokrasi juga berada di garis terdepan dalam pembrian pelayanan publik. Oleh karena itu tidak berlebihan bila gagalnya pembenahan birokrasi akan berdampak luas pada nasib rakyat yang selanjutnya akan berakibat terganggunya proses demokrasi. Secara mendasar ada beberapa persoalan yang masih menjadi kendala kinerja birokrasi, antara lain mentalitas aparatur belum sepenuhnya berorientasi pada pelayanan publik. Hal ini dikarenakan masih sulitnya merubah pola pikir dan budaya kerja aparatur. Kemudian program dan kegiatan yang ditetapkan unit kerja seringkali tidak konsisten dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, hal ini dikarenakan sasaran tidak dapat tercapai secara optimal. Kepemimpinan birokrasi yang kurang mampu mentranspormasikan nilai-nilai menjadi budaya kerja. Selain itu birokrat di daerah masih berorientasi kedalam dan belum terbuka untuk bersaing dengan daerah lain melalui inovasi sehingga belum memiliki nilai tambah. Sementara di era blobalisasi ini diharapkan tidak saja ada perubahan di struktur ekonomi dan sosial, tetapi juga pada perkembangan pada teknologi serta inovasi baru di lingkungan pemerintahan.Sejalan dengan reformasi birokrasi tersebut birokrat senantiasa bisa memahami perkembangan dinamika masyarakat. Lebih dari itu birokrasi harus mampu membangun kepercayaan publik sebagai salah satu pilar terwujudnya good governance. Kepercayaan publik dapat terbangun jika birokrasi bersih dari praktek KKN, efiesien, efektif, produktif, transparan, melayani publik dan akuntabel. Kesemuanya itu didukung oleh aparatur pemerintah yang memiliki inttegritas, produktivitas tinggi serta mampu memberikan pelayanan prima kepada msyarakat.Untuk mewudkan reformasi birokrasi guna mencapai good governance tentunya ada beberapa karakteristik yang harus dipenuhi diantaranya, aparatur dituntut bekerja dengan keahlian (knowledge work). Aparatur dituntut memiliki inovasi dan kepedulian (innovation and caring), bekerja dengan team (teamwork) daan mengimbangi pedatnya perkembangan teknologi informasi beserta manfaat dan dampaknya. Kemudian adanya kekuasaan public (poewrof customer/ public).Apabila masa lalu atasan yang berkuasa sementara masyarakat sedikit memiliki ruang maka sekarang masyarakatlah yang menilai baik buruknya kinerja pemerintah Kasubag Diklat Kepemimpinan Tingkat Dasar Badan Diklat Prov Jawa Timur Dra. Kusmiyati MM mengatakan, diklat kepemimpinan tingkat IV akan berlangsung selama satu bulan satu minggu diikuti oleh 77 orang PNS golongan III/a 19 orang, III/b 38 orang, III/c 9 orang, III/d 8 orang dan IV/a 3 orang.Mereka berasal dari Kota Bontang Kaltim 50 orang, Kabupaten Kutai Tarumanegara Kaltim 2 orang, Magetan 5 orang, Ngawi 1 orang, PNS dari Bandara Palu 6 orang dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) 1 orang. >> ADI

12
SZ-Mashuri Cabup-Cawabup Terpilih Muara Bungo
Muara Bungo,(MR) Meskipun tidak dihadiri oleh saksi tiga pasangan calon yang kalah, namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bungo, tetap menetapkan pasangan Sudirman Zaini-Mashuri (SZMashuri) yang bernomor urut 3 ini sebagai pemenang Pemilukada Bungo, yang digelar tanggal 5 Mei lalu. Berita acara pleno KPU itu, hanya ditandatangani oleh saksi dari SZMashuri yakni H. Bahtiar Achmad. Sedangkan saksi dari pasangan calon lainnya, Riduan Ibrahim-Usman Hasan (RI-Usman), Kadirun-Hasyim Ayub (KdH), dan H. Abdul Malik-Adnan Abu Bakar (HAM-Adnan) tidak hadir. Rapat pleno yang digelar di hotel Swarna Bumi Kabupaten Bungo ini berlangsung sukses. Sedikitnya ratusan Polisi berjaga-jaga di luar saat pleno berlangsung. Sekitar pukul 14.00 WIB, hasil rapat pleno itu diumumkan, hadir dalam pembacaan hasil rapat pleno tersebut, Bupati Bungo Zulfikar Achmad, unsur muspida, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan pasangan SZ-Mashuri. SZ-Mashuri dinyatakan menang oleh KPU berdasarkan berita acara nomor 307/BA/V/2011 tanggal 11 Mei 2011, dengan rincian suara, pasangan nomor urut 1 RI-Usman memperoleh 52.551 suara, 2 KdH, 42.004 suara, 3 SZ-Mas 62.068 suara, dan pasangan nomor 4 HAM-Adnan 8550 suara. Dengan demikian, KPU menetapkan pasangan SZMahuri sebagai pemenang Pemilukada Bungo 2011 dengan perolehan suara 37,58 persen. >>Yono

Nusantara
Tebo,(MR) Menghadapi Pemilukada ulang Kabupaten Tebo 5 Juni mendatang, Polres Tebo akan menambah personil pengamanan, demi kelancaran dan keamanan saat pesta demokrasi berlangsung. Hal ini dikatakan Kapolres Tebo, AKBP. M. Arifin, Sik kepada wartawan baru-baru ini. Katanya, menghadapi pemungutan suara ulang nanti kemungkinan terjadinya kericuhan cukup tinggi dan sangat rawan. Hal ini dilihat dari munculnya beberapa indikasi. “Jika sebelumnya kita turunkan 500 personil, maka pada putaran kedua ini akan kita tambah menjadi sekitar 700 sampai 800 personil pengamanan,” katanya. Dijelaskannya, penambahan personil tersebut saat ini baru rencana, karena untuk menurunkan personil dengan jumlah besar tentunya dibutuhkan anggaran besar pula. Sementara anggaran yang diajukan Polres Tebo hingga saat ini belum disahkan oleh Pemerintah Kabupaten Tebo. “Kita sudah ajukan anggaran untuk pengamanan Pemilukada ulang kepada Pemda Tebo, namun sampai saat ini belum disetujui,” ungkapnya. Katanya, semua daerah dianggap rawan. “Namun saya berharap agar masyarakat bersama-sama menjaga ketentraman, agar pelaksanaan Pilkada berjalan lancar dan suasana tetap kondusif,” pungkasnya. >>HER

Tahun Edisi 238 Tahun XI 16 - 22 Mei 2011

Personil Pengamanan Pilkada Ulang Tebo Ditambah

Forkom Kades dan Lurah Tebo Tengah Nyatakan Netral
Tebo,(MR) Forum Komunikasi Kepala Desa dan Lurah seKecamatan Tebo Tengah menyatakan tidak memihak kepada salah satu kandidat. Pernyataan ini diungkapkan oleh Marzuki, Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Kepala Desa dan Lurah Kecamatan Tebo Tengah, Minggu (8/5) kemarin. Pernyataan ini keluar, menyusul akan berlangsungnya Pemilukada ulang Kabupaten Tebo yang akan digelar bulan depan. Menurut Marzuki, ada 10 desa dan 2 kelurahan yang tergabung dalam forum ini menyatakan netral dalam pelaksanaan Pemilukada ulang. Hal ini demi terciptanya Pemilukada yang benar-benar murni. “Biarkan masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpinnya lima tahun kedepan. Masyarakat tentunya sudah bisa melihat dan menilai siapa pigur terbaik nantinya,” kata Marzuki. Ditambahnya, dengan kondisi saat ini, tentunya semua pihak menginginkan Pemilukada ulang ini terlaksana dengan tertib, aman dan hasilnya memang benar-benar murni nurani masyarakat. Untuk itu pihaknya membentuk Forum Komunikasi Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Tebo Tengah, dan membuat pernyataan tidak memihak kepada salah-satu kandidat. “Siapapun kandidatnya yang akan terpilih nanti, itulah yang akan memimpin Tebo lima tahun kedepan,” ujarnya. Marzuki berharap dengan dibentuknya forum ini, mudahmudahan bisa menjaga kemurnian Pemulukada nantinya. Kepada masyarakat, dia berharap agar benar-benar menggunakan hak pilihnya. Sebab suara masyarakatlah nantinya yang akan menentukan siapa yang akan memimpin Tebo ini. Tentunya pemimpin yang dipilih adalah benar-benar pemimpin yang mempunyai misi dan visi untuk memajukan Tebo untuk lima tahun kedapan. “Tolong masyarakat benar-benar menggunakan hak suaranya sesuai dengan hati nurani. Jangan sampai tidak memilih atau Golput,” pungkasnya. >>HER

Jajaran personil Polres Tebo yang akan menambah personil untuk amankan Pemilukada ulang Kabupaten Tebo 5 juni mendatang.

Jelang Pemilukada Ulang Tebo Masyarakat Sarolangun Kekurangan BBM Sukandar Sambut Baik Tim Ridham-Eko
Tebo,(MR) Bergabungnya tim Media Centre Ridham-Eko kepada Tim Suka-Hamdi mendapat respon positif dari Sukandar,S.Kom selaku Calon Bupati Tebo. Tim Media Centre yang dipimpin M. Toha, Minggu kemarin, menyatakan sikap mengalihkan dukungan kepada Suka-Hamdi. Respon positif dari kandidat Suka-Hamdi tersebut disampaikan M. Chudori, Direktur Media Center Suka-Hamdi. “Kita merespon positif bergabungnya tim Ridham Center, ini menambah keyakinan kita untuk menang. Sebab kita sangat yakin dengan grass root yang dipimpin Toha akan mengalihkan dukungan kepada kita, dan kita yakin dengan kinerja mereka,”ujar M, Chudori kepada wartawan. Dikatakannya lagi, sebelumnya Media Center Suka-Hamdi dan Ridham Center telah melakukan beberapa kali pertemuan. Dalam pertemuan tersebut digelar diskusi dan saling koreksi program kedepan. “Sebelumnya Tim Ridham Center lebih banyak menyuarakan isu putra daerah, baik dalam kampanye ataupun kegiatan lainnya. Akhirnya mereka menyadari bahwa perubahan Tebo kedepan lebih utama dari
Sarolangun,(MR) Minyak tanah masih menjadi kebutuhan utama untuk masyarakat Kabupaten Sarolangun terutama bagi yang tinggal di pedalaman. Bagi mereka sarana memasak dan untuk penerangan masih menggunakan minyak tanah, walau listrik telah masuk ke desa desa tapi karena seringnya terjadi mati Listri tetap saja mereka masih sangat membutuhkanya. Salah seorang penduduk yang di temui MR mengtakan “Kami susah sekali untuk mendapatkan minyak tanah, padahal kami masih bergantung pada minyak tanah untuk memasak dan buat penerangan, untuk jaga-jaga kalalu tibatiba listrik padam,”. Menurut penduduk tersebut, matinya listrik terjadi setiap harinya, apa lagi dalam kondisi hujan. Walau saat ini pemerintah telah mengganti minyak tanah dengan elpiji namun masih banyak masyarakat yang tidak mau menggunakan elpigi, bermacam-macam alasan yang di kemukakan mereka, ada yang takut karena elpigi suka meledak, ada juga yang mengatakan kurang begitu paham menggunakanya. Di sebuah pangkalan minyak tanah yang di temui MR mengatak “Untuk saat ini suplai minyak tanah di kurangi, biasanya setiap datang 5000 liter, setiap bulanya 4 kali, tapi sekarang menjadi 3 kali dalam sebulan, padahal yang mau beli bisa 10000 lier, jadi sekarang ini setiap pembeli di jatah jumlahnya biar semua pada kebagian," Rencana kedepanya jatah minyak tanah akan di kurangi lagi karena mau di ganti dengan gas elpigi," tambahnya. Lain kata pangkalan lain lagi kata sebagian penduduk, salah seorang yang di temui MR yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan “Minyak tanah sebenarnya ada dan selalu datang tepat waktu, tapi di jual sama oknum aparat tertentu yang sudah pesan pada pangkalan, jadinya kalau kita mau beli alasanya sudah habis,walau kami tau tapi kami tidak bisa berbuat apa apa, mau lapor ya lapor kemana? orang yang bermain aparat kok,! Walau minyak tanah tidak lagi di subsidi tapi pemerintah harus selalu aktif untuk melayani masyarakat. Karena masyarakat memelih pemimpim mereka untuk mensejahterakan masyarakat bukan mensejahterakan suatu golongan tertentu. Apapun penyimpangan itu pemerintah harus cepat bertindak dan tidak perlu menghitung persentase seberapa banyak penduduk yang mengeluh. Lebih cepat di tanggulangi mungkin lebih baik, tidak menunggu masalah bertambah besar. >> LENI. H

Pasangan Sukandar dan Hamdi

Tunggakan Raskin di Bulog Jatim Menumpuk
Surabaya,(MR) Bulog Drive Jatim dipusingkan dengan menumpuknya tunggakan Beras Keluarga Miskin (Raskin) di sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) di Jatim. Total tunggakan hingga April 2011 ini saja mencapai Rp.22,7 Miliar, tentunya ini mempengaruhi permodalan Bulog dalam melakukan pembelian beras petani. “Memang saat ini tunggakan sejumlah Pemda di Jatim masih tinggi. Dari rekapan pekan lalu saja Rusdianto, wakil kepala Bulog Drive Jatim kami mendapat laporan tunggakan tertinggi di Pemda Tuban, sebesar Rp 2,6 miliar,” beber Rusdianto, Wakil Kepala Bulog Drive Jatim, Minggu (8/5). Dikatakan, dua daerah lain yang ada diurutan kedua dan ketiga tunggakan tertinggi adalah Surabaya sebesar Rp.2,3 Miliar dan Kabupaten Pamengkasan Rp.2,1 Miliar. Tunggakan yang cukup besar ini menurut Rusdianto hampir terjadi setiap tahun. Sebab dananya masih dalam proses penarikan dari keluarga miskin penerimanya sedangkan sebagian juga masih digunakan pihak desa untuk kepentingan lain. “Tetapi biasanya selalu dilunasi oleh pihak Pemdanya. Kami berharap tahun ini pun akan segera dilunasi sehingga pasokan dan distribusi kami pun tetap lancar untuk menyalurkan Raskin ke seluruh Pemda di Jatim,” tandasnya. >> DEA

isu putra daerah, karena mereka tahu dan kita pun yakin hanya pasangan Suka-Hamdi yang mampu membawa perubahan Tebo kedepan,” harapnya. Sementara itu Sukandar mengaku, menyambut hangat bergabungnya Tim Media Centre Ri-Ko tersebut. Mereka telah membuat komitmen siap untuk memenangkan pasangan Suka-Hamdi pada pemungutan suara 5 Juni mendatang. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Tim Ridham Center yang telah memenuhi harapan masyarakat Tebo. Dengan bergabungnya kawan-

kawan ini tentu saja menambah semangat kami untuk bertarung dalam pemilihan ulang nanti secara santun, sportif dan jantan,”katanya, kemarin. Ia menghimbau kepada semua pihak untuk bisa menahan diri dari semua tindakantindakan, baik tindakan provokasi maupun fitnah. Pilkada ulang ini adalah kehendak hukum yang membuktikan adanya kecurangan-kecurangan dalam pemungutan suara sebelumnya. “Biarkan masyarakat menggunakan haknya tanpa ada intimidasi atau tekanan dari pihak tertentu,”pungkasnya. >> HER

Peletakan Batu Pertama Mesjid At Taqwa Cikunten Indah
Kota Tasikmalaya,(MR) Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat, M.Si meletakan batu pertama sebagai tanda diresmikannya pembangunan Mesjid Attaqwa Jl. Winaya Utama 77 RT 04/10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, Kamis beberapa waktu lalu. Walikota juga memberikan sambutan dan menyampaikan bahwa mesjid bukan hanya tempat suci untuk melakukan kegiatan ritual agama saja misalnya untuk sholat atau pengajian, melainkan fungsi mesjid juga sebagai titik pusat kegiatan manusia yang mana titik pusat kegiatan umat Islam memiliki arti dan makna yang sangat luas, mesjid harus menjadi tempat pusat komunikasi untuk setiap aktivitas yang menyangkut pengelolaan umat yang meliputi urusan ubudiyah, muamalah, munakahat dan jinayat “Mesjid merupakan pusat sosialisasi nilai-nilai kehidupan yang dibangun atas dasar iman dan taqwa kepada Allah Swt,” demikian ujarnya. Diakhir sambutannya, Walikota menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat dan para dermawan agar dapat membantu pembangunan mesjid ini melalui infak dan sodakoh “kita yakini hanya dengan kebersamaanlah yang akan dapat menyelesaikan pembangunan ini” pungkasnya. H.Acep Jamaludin, MM. selaku ketua panitia renovasi mesjid melaporkan bahwa timbulnya gagasan untuk merenovasi mesjid ini karena kapasitas/ daya tampung mesjid ini sudak

SPBU Dipenuhi Antrian Kendaraan

Walikota memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama Mesjid At Taqwa Perum Cikunten Indah

Pulau Mentebung Menanti Janji Telkomsel Indovision
Bintan,(MR) Masyarakat Pulau Mentebung dan Pulau Pinang kabupaten Bintan, banyak mengeluh hingga saat ini, mereka tidak dapat berkomunikasi keluar maupun ke dalam daeranya akibat kerusakan yang di alami Telkomsel Indovision. Padahal,Telkomsel Indovision berjanji akan segera memperbaiki kerusakan yang di alami perusahannya namun lama menunggu janji untuk perbaikannya, hingga kini belum ada perbaikan. Masyarakat dua pulau tersebut sangat berharap agar teknisi Telkomsel Indovision dapat segera dibaiki, mengingat komunikasi tersebut sangat menunjang segala aktivitas masyarakat kedua pulau tersebut. Ardiansah, mengaku sangat penting komunikasi tersebut karena jarak tempuh dari Pulau Mentebung sangat jauh 40 mil dari Kecamatan Tambelan, semoga Telkomsel Indovision dapat menyikapi. >> Eddy/Ishak/Defran

tidak memadai lagi untuk jemaah yang semakin bertambah banyak terutama untuk sholat jum’at. Ada juga permasalahan mengenai arah kiblat yang kurang tepat yaitu 29,5 derajat kearah selatan “maka berdasarkan pertimbangan di atas kami memberanikan diri untuk membentuk kepanitiaan dan berjihad untuk merenovasi mesjid ini dengan biaya renovasi sebesar Rp.826 juta rupiah,” katanya. Acara peresmian mesjid tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Kota tasikmalaya, Ketua MUI Kota, jajaran Yayasan Universitas Siliwangi, Camat Tawang, Lurah Kahuripan, tokoh masyarakat serta warga sekitar perum PDK. >> H.Ade Dimyati

Sarolangun,(MR) Pada setiap harinya SPBU yang ada di kab sarolangun selalu saja di penuhi antrian kendaran bermotor,baikroda dua maupun roda empat. Antrian panjang ini sudah berlangsung hampir dalam kurun waktu setahun belakangan ini. Namun tidak adanya tindakan dari Pertamina maupun Pemerintah daerah (pemda) Sarolangun, seolah-olah ini sudah menjadi tradisi yang patut di lestarikan. “Kami tidakbisa berbuat apa-apa dalam hal ini, karena kami cuma mendapat jatah cuma 16 ton bensin, 16 ton solar perharinya, padahal jumlah segitu tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, “ ungkap salah seorang pengelola SPBU yg di temui MR. Ketika MR mempertanyakan tentang antrian sepeda motor yang mengisi BBM yang menggunakan tengki palsu ( tangki yang dimodifiksi supaya bisa memuat 30 sampai 40 liter BBM)," mau melarang gimana kami untuk para pengisi tengki palsu itu, pemda saja tidak bisa berbuat apa-apa dalam hal ini, mestinya penertiban itu di lakukan oleh pemerintah, jangankan antrian pedagang eceran yang di depan SPBU saja pemerintah tidak bisaberbuat apa apa," ungkap mereka lagi. Sepertinya pemda sarolangun sedang menonton tivi, apa pun kejadian dalam layar cuma bisa menonton dan tidak bisa berbuat apa apa. Setiap SPBU yang di temui MR selalu menjawab serupa karena kuarto tidak bisa di tambah lagi. Banyak sekali keluhan-keluhan dari masyarakat dalam hal ini, ada yang mengeluh terlambat kerja karena menunggu antrian tersebut. Peran penting pemerintah sangat di butuhkan sekali dalam hal ini, apa benar suplai BBM tidak cukup atau karena banyaknya para pembeli yang memodifiksi tengki BBM kendaraan mereka. >> Zainal A / Leni H

Edisi 238 Tahun XI Tahun 16 - 22 Mei 2011

Aktivis Dibungkam dengan Jebakan Narkoba
Padang,(MR) Jebakan dengan tuduhan kepemilikan narkoba diduga menjadi modus baru membungkam aktivis di Sumatra Barat (Sumbar). Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Aktivis (Taktis) Sumbar menuding penangkapan aktivis Lembaga Swdaya Masyarakat (LSM) Limbubu Nurhayati Kahar terkait dengan pembungkaman itu. Koordinator Taktis Nurul Firmansyah mendesak agar polisi bekerja profesional membongkar kasus dan motif penjebakan Nurhayati Kahar atau yang akrab dipanggil Yet Kahar. "Kami menolak cara-cara baru dalam mengkriminalisasikan aktivis," ujarnya kepada wartawan, Rabu (11/5). Taktis yang terdiri atas 28 advokat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, PBHI Sumbar, QBar, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), perorangan, dan akademisi itu mengecam penjebakan yang bertujuan untuk membungkam sikap kritis aktivis. "Dari hasil investigasi, kami menemukan bukti adanya indikasi penjebakan oleh pihak yang tidak senang dengan aktivitas masyarakat sipil," ujar Nurul. Yet Kahar, aktivis LSM Limbubu yang aktif mengadvokasi bantuan untuk korban gempa di Padang Pariaman menjadi tersangka kepemilikan sabu seberat 0,3 gram. Ia ditangkap pada Sabtu (28/11) lalu dalam perjalanan dari Padang menuju Pariaman, karena polisi menemukan narkoba di dalam jaketnya. "Ada pihak yang diduga memasukkan barang terlarang itu di Padang ke jaket Yet Kahar. Kuat dugaan ia dijebak," tambah Direktur LBH Padang Vinno Oktavia. Sebelum ditangkap, Yet dijemput oleh pria berinisial R ke Pariaman untuk menemaninya bertemu dengan RA di Padang. Bersama Yet, ikut serta MR dan EN. Karena sudah kenal, Yet bersedia ketika diajak ke sebuah tempat hiburan untuk bertemu RA. Namun, hingga Sabtu pukul 01.30 RA tak kunjung datang. "Mereka kemudian memutuskan kembali ke Pariaman. Namun, di tengah jalan, R memutuskan turun dan meminta Yet bersama yang lain kembali lebih dahulu," kata Nurul. Di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, mobil Avanza dengan nomor polisi BA 2258 yang itumpangi Yet dicegat polisi. "Aparat mengaku mendapat laporan, mobil tersebut membawa narkoba. Setelah digeledah, polisi menemukan narkoba di jaket Yet," tuturnya. Taktis curiga ada yang memasukkan narkoba ke dalam jaket Yet. "Beberapa kali Yet meninggalkan jaketnya di ruang hiburan tersebut untuk menerima telepon ke luar," ujarnya. Tim juga menilai aneh, mengapa pria berinisial R yang mengajak Yet ke Padang justru turun terlebih dahulu di perjalanan, padahal mobil tersebut miliknya. "Kita juga makin curiga, karena ternyata RA tidak pernah berjanji dengan R untuk bertemu," ujar Nurul.>> Marqian

13 Bupati Anambas Sampaikan LKPJ TA 2010
Anambas,(MR) Penyampaian LKPJ merupakan salah satu kewajiban konstitusional yang harus disampaikan kepala daerah setiap akhir tahun anggaran. Sebagaimana ketentuan pasal 27 ayat 2 undang undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Dimana tata cara pertanggung jawaban kepala daerah telah mengalami penyempurnaan, baik secara substansi maupun mekanisme pembahasanya. Substansi LKPJ tahun 2010 strukturnya berdasarkan rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) yang merupakan penjabaran tahunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Yang sejalan dengan ketentuan pasal 16 PP Nomor 3 tahun 2007. Bupati Kepulauan Anambas, Drs.Tengku Mukhtaruddin menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2010 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KKA di ruang rapat Paripurna DPRD KKA, Jumat (06/05) kemarin. Dalam sidang paripurna Istimewa tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD KKA Nur Adnan Nala, dihadiri Wakil Bupati, Anggota DPRD, Kepala SKPD, Muspida, Uspika, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa realisasi APBD tahun 2010 secara keseluruhan jauh melampaui target yang ditentukan. Target yang direncanakan sebesar Rp.565,30 miliar dan terealisasi Rp.740,58 miliar atau 131,01persen. “Sedangkan pada sisi belanja daerah dari target yang direncanakan sebesar Rp.565,30 miliar, realisasinya Rp.428,56 miliar atau 75,81 persen,” kata Tengku dihadapan sidang paripurna istemewa. Dikatakan, untuk pembiayaan daerah tahun 2010 ditargetkan sebesar Rp.936,74 miliar, sedangkan yang terealisasi sebesar Rp.312,01, miliar. Besarnya pembiayaan karena penghematan anggaran oleh pemerintah daerah serta pembatalan atau penundaan pelaksanaan program. Untuk efektifitas penyelenggaraaan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah kata Tengku sebagai implementasi dari kebijakan otonom daerah, pemerintah telah mengklasifikasi dari 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan. “Untuk mengetahui sejauh

Nusantara

Bupati didampingi wakil Bupati KKA menyerahkan LKPJ kepada wakil ketua DPRD KKA

mana pelaksanaan program kegiatan, capaian kinerja dan pengalokasian serta realisasi anggaran, masing-masing urusan pemerintah daerah tahun 2010, diantaranya pendidikan, kesehatan lingkungan hidup, pekerjaan umum, perencanaan pembangunan, koperasi usaha kecil dan menengah, dan lainnya,” papar Tengku. Tengku menyampaikan bahwa urusan pilihan antara lain, kelautan dan perikanan, perikanan, energi dan sumber

daya mineral, pariwisata, industri dan perdagangan. Secara umum program dan kegiatan penyelenggaraan tugas pemerintah tahun 2010 dapat berjalan sesuai rencana, dengan pencapaian kegiatan yang rata-rata cukup berhasil. “Kendala dan permasalahan yang muncul, diupayakan pemecahan melalui koordinasi sinkronisasi, konsultasi dan sinergisitas, pelaksanaan kegiatan, sehingga hal ini tidak berpengaruh terhadap kelan-

caran dan keberhasilan tugas umum pemerintahan,” tuturnya. Disadari Tengku dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2010 dapat banyak kendala, dan kekurangan yang berakibat pada tingkat dan capaian kinerja belum tercapai sepenuhnya sesuai harapan. Namun hal ini tentunya akan menjadi referensi berharga khususnya bagi pemerintah daerah demi perbaikan kinerja di masa mendatang. >>Edward

Tangkal Pencurian, NTT Terapkan KTP Ternak
Kupang,(MR) Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat Daya di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberi kartu tanda pemilik ternak (KTP-T) seperti sapi, kerbau dan kuda untuk mencegah terjadinya pencurian guna meningkatkan populasi ternak besar di wilayah itu. "Setiap ternak besar diberi KTP-T dalam bentuk hologram sesuai dengan daerah asalnya, sehingga mudah diidentifikasi oleh petugas kesehatan hewan di pelabuhan saat ternak itu di antarpulau atau hilang," kata Kepala Dinas Peternakan Sumba Barat Daya Timotius Bulu di Kupang, Kamis (12/5). Ia menambahkan KTP-T dalam bentuk hologram itu tidak hanya berlaku di Sumba Barat Daya, tetapi juga di Kabupaten Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur, untuk memudahkan petugas saat melakukan identifikasi ternak. Timotius Bulu mengatakan KTP-T bagi ternak-ternak besar di daratan Pulau Sumba itu dimaksudkan pula untuk memudahkan data pokok tentang populasi ternak, jenis kelamin, umur, rumpun ternak, sistem pemeliharaan, mutasi ternak, pemotongan dan inseminasi. Selain KTP-T, kata dia, setiap pemilik ternak juga disediakan buku khusus untuk melakukan pendataan ternak besar dan kecil serta proses penjualan dan pemotongan setelah mendapat izin dari petugas. Populasi ternak besar di Pulau Sumba berdasarkan hasil pendataan lokal tahun 2000 mencapai 50 ribu ekor lebih atau berkurang sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai ratusan ribu ekor. "Hal ini diakibatkan oleh serangan penyakit Sura yang dalam beberapa tahun terakhir ini mendera ternak besar di Sumba, sehingga populasinya terutama sapi dan kerbau menurun drastis," katanya. Dia mengatakan kebijakan ini muncul setelah Gubernur NTT Frans Lebu Raya mencanangkan NTT sebagai provinsi ternak serta upaya pemerintah daerah mendukung swasembada daging sapi dan kerbau pada 2014 yang ditargetkan pemerintah pusat. "Kami juga bertekad untuk menjadikan Pulau Sumba sebagai salah satu pusat pengembangan ternak di NTT di luar Pulau Timor, karena tuntutan adat dan budaya masyarakat setempat," kata Timotius Bulu. >> KlaudiusEdy Burga

14
Tuntaskan Koruptor Sampai Ke Akar-Akarnya
Karawang,(MR) Ketua LSM Lodaya, Nace Permana, SE melalui MR mengucapkan terima kasih dan acungkan jempol (Apresiasi) kepada Kajari baru Karawang, atas keberanianya untuk menindak pelaku tindak pidana korupsi di kabupaten karawang, Menurut Nace, selama ini Kajari Karawang terkesan agak takut, tetapi dengan kajari yang baru ini saya beri hormat buat kajari Nace Permana, SE Karawang, sudah mulai berani, kalau bisa kami LSM Lodaya minta kepada kejaksaan karawang, dapat menuntaskan tindak pidana korupsi sampai ke akar-akarnya, dimungkinkan di dinas Bina Marga masih yang belum tersentuh atau di dinas-dinas lainnya yang melakukan korupsi yang terjadi di Kabupaten Karawang sehingga ketika ketegasan hukum Tipikor dan pidana lainnya akan ada efek jera apabila para pejabat melakukan pekerjaan akan lebih hati-hati. >> Komarudin

Nusantara
Lingga, (MR) Selasa (10/5) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepri, Jhoni Ginting, SH.MH. Sekitar Rp1,9 miliar anggran pemerintah untuk pembuatan Gedung Kejaksaan Kabupaten Lingga tersebut akhirnya selesai dengan hasil yang baik, muda-mudahan dengan pasilitas yang baik ini para pejebat Kejaksaan lebih baik lagi dalam melakukan apa yang harus dikerjakan. Gedung baru hanyalah sebagai fasilitas fisik untuk menunjang kinerja aparat kejaksaan agar bekerja lebih baik dalam melayani masyarakat dalam hak penegakan hukum. Dalam acara peresmian Kantor Kejaksaan yang baru, Bupati Lingga didampingi Wakil Bupati, jajaran SKPD Pemkab Lingga, tokoh masyarakat disamping Kejati Kepri yang datang bersama sejumlah petinggi Kejari se Provinsi Kepri. “Joko Susanto,SH,.MH. yang menjadi tuan rumah sangat merasa bangga dan bahagia atas diresmikannya kantor baru yang masih berada disekitar Kantor lama. Dia juga mengakui meskipun baru dua tahun berdiri, Kejari Daik Lingga yang berkantor di Dabo Singkep sudah memiliki gedung baru yang refresentatif. Hanya saja untuk peningkatan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat di Lingga, diharapkan Kejati dapat memfasilitasi dengan menambah personil jaksa dan staf tata usaha yang saat ini masih di rasa kurang, yakni dengan lima jaksa dan sebanyak 17 staf tata usaha. Dan juga berharap agar di Kabupaten Lingga segera mempunyai Kantor Pengadilan Negeri (PN) sehingga aktipitas masyarakat lingga yang menjalankan persidang tidak harus ke Tanjungpinang. “Disamping memberatkan para pihak yang bersidang, juga jaksa yang bersidang terpaksa harus lama di Tanjungpinang dan tidak efektif dan juga mempengaruhi kinerja di kantor Kejari Lingga sendiri,” himbaunya. >> Hr

Tahun Edisi 238 Tahun XI 16 - 22 Mei 2011

Kantor Kejari Lingga Diresmikan

Disnakertrans Lingga Adakan Lomba Desa dan Keluran Terbaik
Dari Desa Terbaik yang terpilih nantinya akan menjadi duta Lingga pada lomba desa dan kelurahan terbaik se Provinsi Kepri. Diharapkan dari kegiatan ini dapat semakin memotivasi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat. Lingga Daik,(MR) Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lingga, mengadakan lomba desa dan kelurahan terbaik se Kabupaten Lingga tahun 2011, dari Desa Terbaik yang terpilih nantinya akan menjadi duta Lingga pada lomba desa dan kelurahan terbaik se Provinsi Kepri. Diharapkan dari kegiatan ini dapat semakin memotivasi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat untuk mencapai kesejahteraan bersama dan sikap gotong royong yang dapat terus ditumbuh kembangkan dengan baik dan berkesinambungan. Seperti diketahui pada tahun lalu (2010) desa terbaik dipegang Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat dan peringkat kedua diraih Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara. Untuk kelurahan terbaik pertama diraih oleh Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep dan sebagai juara dua diraih Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga. Dikatakan Kepala Bidang Transmigrasi dan Pemberdayaan Desa, Disnakertrans Lingga, Abdul Khatab, kepada setiap desa dan kelurahan akan di nilai melalui beberapa indikator seperti profil desa dan kelurahan, sarana dan prasarana atau fasilitas dan kepedulian di bidang pendidikan, kesehatan serta aktivitas perempuan dan rumah tangga utamaya dalam kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada setiap desa dan kelurahan yang terdapat di Kabupaten Lingga. Desa dan kelurahan terbaik akan mendapat uang pembinaan sebesar Rp.5 juta. “Nantinya, dua desa dan kelurahan terbaik akan menjadi duta atau mewakili Kabupaten Lingga di tingkat provinsi,” terang Abdul Khatab. >>Hr

Bupati Lingga memberikan sambutan pada acara peresmian kejari Lingga

Ridho Buka Piala Bergilir Gubernur Sumsel 2011

Wujud Syukur Silaturahmi menuju Karawang Bermartabat

Karawang,(MR) Dalam Syukuran Pendirian Yayasan Putra Karawang, perlunya kegiatan yang memberikan suatu momentum dan pembelajaran untuk bisa menyambutnya dengan kegiatan yang bermanfaat dan positif sebagai bentuk rasa syukur dan silaturahmi maka Kegiatan Syukuran Pendirian ini bertujuan untuk Mengenalkan, menanamkan, dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama serta menyambut dengan mempersiapkan diri untuk memiliki rasa syukur Berbagi kebahagiaan terhadap anak-anak dhuafa dan orang tua jompo “Anak Yatim dan Orang tua Jompo Miskin karena mereka semua adalah keluarga kita, mari kita sayangi mereka dengan karya nyata, Pelaksanaan kegiatan bakti sosial tersebut dengan harapan akan banyak pihak yang bisa berpartisipasi dalam kebaikan, Maka dari itu untuk mewujudkannya sangat diperlukan bantuan dari banyak pihak agar kegiatan itu dapat terselenggara sesuai dengan harapan, adapun dalam susun pelaksaannya dibuka dengan tampilan Anak-anak Kreatif Madinatul Islam, Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an Oleh Al ustadz Asep Dari Majlis Taklim ANN-Nurlam, Sambutan Ketua Pelaksana sekaligus Penjabaran Visi dan Misi Organisasi, Sambutan Tokoh Masyarakat sari indah Permai Be’i Subrata skaligus Penyerahan Santunan Anak Yatim dan orang tua jompo miskin, serta Ceramah Singkat Ketua Dewan Pembina Yayasan Putra Karawang KH.Tubagus Maulana Udi Wijaya ( Kiai Petir ), dan Penutup dengan pembacaan do’a. Acara tersebut bertempat di depan kantor Yayasan Putra karawang yang berlokasi di Perumahan Sari Indah Permai Blok E no.4 Rt.08/05 Kelurahan Palumbonsari Kabupaten Karawang, yang dihadiri oleh Anak-Anak Yatim Piatu di sekitar kantor Yayasan Wilayah Palumbonsari Kecamatan Karawang Timur, Warga Masyarakat Sari indah Permai, Keluarga besar para Pengurus Yayasan, Tokoh Masyarakat Karawang, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Ormas, Simpatisan dan Para Dermawan dan Media Masa, Minggu (01/5). Ketua umun Yayasan Putra Karawang, Mahar Kurnia dalam sambutannya mengatakan, Segala puji dan syukur hanya kepada Allah SWT, yang telah memberikan segala nikmat dan hidayah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Shalawat serta salam kerinduan dan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW, seorang manusia biasa yang sempurna, seorang yang paling mulia dan suri tauladan seluruh manusia, Semoga kita semua termasuk dalam barisannya yang mengusung kebenaran. Lebih lanjut Mahar mengatakan, Visi dibentuknya yayasan putra karawang yakni Menjadikan Yayasan Putra Karawang menjadi wadah silaturahmi “dengan karya nyata” dengan bergandengan tangan seluruh unsur masyarakat karawang khususnya generasi muda karawang tanpa membedakan Agama, budaya dan asal-usul suku melainkan generasi muda karawang yang memiliki cita-cita besar membangun karawang kearah yang lebih baik, sejahtera adil dan makmur menuju karawang yang berwibawa dan bermartabat. Mhar juga memaparkarkan adapun Misi dari yayasan putra karawang yaitu : Karawang Bersih, Karawang Sehat, Karawang Pintar, Karawang Berprestasi, Karawang Perduli, Karawang Mandiri, Karawang Aman, Karawang Cerdas, dan Karawang Sejahtera, tegasnya. Di tempat yang sama sekretaris Yayasan Putra Karawang, Maulana Nugraha, memambahkan, bahwa Yayasan tersebut bertujuan untuk Mengajak seluruh pihak baik perorangan, lembaga swasta dan pemerintah untuk lebih perhatian, perduli dan memperdulikan masyarakat kurang mampu dan fakir miskin tanpa memandang latar dan perbedaan baik suku, etnis dan budaya dan Agama serta membantu program pemerintah dalam hal pengentasan kemiskinan, serta pengurangan pengangguran agar dapat terlaksananya percepatan pembangunan sesuai cita-cita daerah dan bangsa, Ungkapnya. Dan menurutnya, sumber dana saat ini dihimpun dari Pengurus Yayasan Putra Karawang Dan Dermawan, Terkait Yayasan Putra Karawang Berdiri Pada Tanggal 11 Maret 2011 didirikan di Perumahan Sari Indah Permai Blok E no. 4 Rt.08/ 05 Kelurahan Palumbonsari Kabupaten Karawang Jawa Barat Berbadan Hukum dengan Akta Tafieldi Nevawan SH No.45 Tanggal 22 Bulan Maret 2011. dan dalam Proses Pengesahan Menteri Hukum dan Ham Belandaskan Pancasila dan UUD 1945, kata Maulana mengakhiri pembicaraannya.>> Komarudin

Piala Gubernur Sumsel:

Parabumulih Tundukan OKU 2-1
Prabumulih,(MR) Pembukaan pertandingan piala Gubernur bergilir yang dilangsungkan dilapangan ria jaya komperta prabumulih kemarin (12/05) dengan pertandingan perdana yakni antara kesebelasan tuan rumah Prabumulih melawan kesebelasan kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang berlangsung sekitar pukul tiga sore kemaren, dalam pertandingan penuh rasa persahabatan tersebut prabumulih berhasil menumbang kan lawan pertamanya itu dengan skor 2:1 untuk kemenangan Prabumulih. Kemenangan kesebelasan Prabumulih yang tergabung dari pemain asal legeslatif, eksekutif dan wartawan tersebut bermula dari gol pertama tercipta dari nomer punggung 13 tulus Subagyo dari dinas Perindag kop Prabumulih pada pertengahan babak pertama dengan kemelut bola didepan gawang, keunggulan kesebelasan Prabumulih tidak berta-

han hanya sampai disitu selang beberapa menit dibabak pertama prabumulih mampu memperbesar keunggulan dengan menambah pundi golnya melalui tendangan Habib Sillahuddin salah satu anggota DPRD prabumulih, keunggulan Prabumulih tersebut bertahan hingga babak pertama usai. Setelah mengalami ketertinggalan di babak pertama dibabak kedua para kesebelasan dari eksekutif, legeslatif oku mencoba mambalas dengan meluncurkan berbagai

serangan dari sayaf kiri, namun pertahannan pemain belakang dari kesebelasan prabumulih mampu menyeimbangi dari serangan striker OKU, pertandingan terus berjalan dengan belum adanya tambahan gol pada babak kedua, namun kegigihan para pemain OKU memang patut diacungi jempol meski telah ketinggalan dua gol dibabak pertama tidak membuat ciut nyali kesebelas pemain OKU malah dimenit-menit akhir babak kedua pemain OKU malah semakin melancarkan aksi

Prabumulih,(MR) Dalam rangka ikut mensukseskan dan memeriahkan Sea Games ke-26 yang akan berlangsung di Kota Palembang Sumatera selatan bulan November nanti, pemerintahan Kota Prabumulih tentunya turut bangga dalam menyambut para tamu-tamu dari Negara tentangga meskipun dalam hal ini Kota Prabumulih memang bukan tempat kota berlangsungnya Sea-games nanti, namun antusias dan rasa bangga dengan diberlangsungkannya Sea-games di Sumatera selatan tentunya Kota Prabumulih juga ikut menjadi tuan rumah karena Prabumulih adalah bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Kebanggaan Pemerintahan kota Prabumulih tersebut tercermin dengan ikut mensukseskan Sea-games yang akan diadakan nantinya,untuk membuktikan hal itu terlihat Pemerintahan kota Prabumulih yang tergabung dari lembaga Eksekutif, Legeslatif dan para insane Pers kota Prabumulih menggelar acara pertandingan bola kaki Piala bergilir Gubernur Sumsel 2011 yang dilangsungkan 12-18 mei 2011 dengan pembukaan acara yang berlangsung kamis 12 mei 2011 dengan moto “Pemerintah dan Masyarakat Prabumuih siap mensukseskan Se-games ke-26 Indonesia tahun 2011” dengan mengundang 14 kabupaten dan Kota yang ada dalam wilayah provinsi Sumatera Selatan, namun dalam hal ini hanya enam kabupaten dan kota yang siap tanding yang mengirim kesebelasannya dalam merebut piala bergilir tersebut yakni kabupaten Empat Lawang,kota Pagar Alam,kabupaten Muara Enim, kota Prabumulih, kabupaten OKU induk dan kota Palembang (kota yang nantinya menjadi tempat berlangsungnya sea-games). Dalam sambutannya wakil walikota Prabumulih Ir.Ridho Yahya, MM. yang mewakili gubernur sumatera Selatan yang kebetulan berhalangan hadir dalam pembukaan acara tersebut, pada kesempatan itu Ridho mengungkapkan akan penyesalannya karena hanya enam kabupaten dan kota yang siap bertanding dalam perebutan piala bergilir gubernur Sumsel ini, rangkayan acara berlangsung khidmat dengan adanya berkisar lima ratus pelajar dari sekolah menengah pertama dan sekolah menengah umum serta kejuruan yang turut menyambut kedatangan para tamu undangan yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di sumatera selatan yang ikut bertanding di laga eksekutif tersebut. >> Alex Effendi

serangannya hingga gol pun tercipta dari kaki pemain nomer punggung 16 Ambar Patrio dari Dinhutbun kabupaten OKU, hingga skor menjadi 2;1, namun skor tersebut tidak berubah lagi hingga wasit meniup peluit tanda berakhir babak kedua, dengan kemenangan pertama bagi kesebelasan Prabumulih. Berlangsungnya permainan

dari babak pertama hingga akhir babak kedua terhitung bersih dibuktikan dengan minimnya pelanggaran-pelanggaran yang terjadi, dari babak pertama hingga akhir babak kedua hanya satu kartu kuning keluar dari kocek wasit lapangan yang diberikan kepada pemain bernomer punggung 2 dari kesebelasan OKU >>Alex

Giliran Tuan Rumah Dipermalukan
Prabumulih,(MR) Kali ini tuan rumah piala bergilir gubernur sumatera selatan 2011 kota prabumulih harus mengakui kehebatan kesebelasan pemkab Muara Enim yang berhasil mempermalukan team B kesebelasan Prabumulih Jum’at (13/05) dengan skor akhir hingga 9 kosong, Meski hanya mengandalkan13 pemain dengan 2 duduk di bangku cadangan untuk kemenangan bagi team kesebelasan pemkab muara enim. Hebatnya dari pertandingan yang berlangsungselama 2 babak ini, tiga gol manis tercipta lewat tendangan spekulasi dari luar kotak finalti,di menit-menit babak pertama Prabumulih memang sudah mulai kewalahan dengan tekanan-tekanan yang datang secara bergelombang dari kubu kesebelasan pemkeb Muara Enim, hingga akhirnya baru lima menit pertandingan dimulai jala gawang pabumulih dirobek lewat sentuhan kaki pemain muara enim bernomor punggung (17) dari dinas kesehatan dengan mendapatkan umpan silang dari pemain nomor (8) beni dari dinas kesehatan muara enim. Tak hanya sampai disitu rupanya muara enim kembali mengoyak gawang pabumulih dengan sentuhan kaki beni dengan memanfaatkan kemelut didepan gawang. Unggul 2 gol, bukannya menghentikan serangan tapi malah bertambah girang dengan serangan berikutnya, akhirnya serangan yang tak kunjung henti di ayunkan tersebut menambah pundi gol lewat tendangan spekulasi dari beni pada menit pertengahan babak pertama hinga skor menjadi 3-0 rupanya muara enim bertekat ingin menunjukan taringnya dikandang lawan, gol keempat tercipta kembali lewat kaki Ari yang berhasil memperdaya kiper prabumulih yang mendapat umpan trobosan dari pemain nomor punggung 12 di 15 menit akan berakhirnya babak pertama, rupanya kapten kesebelasan muara enim Jumalana dari perternakan perikanan muara enim tidak mau ketinggalan dari rekan-rekannya yang telah memporak porandakan gawang prabumulih lewat tendangan keras nya dari

luar kotak pinalti mampu menambah gol di sela akhir babak pertama hingga kedudukan 5 kosong pada babak pertama. Setelah babak kedua dimulai kesebelasan muara enim bukannya mengendurkan strategi permainnaannya tapi malah mempertajam serangan, sepu-

luh menit babak kedua dimulai gol kembali tercipta kali ini lewat kaki nomor punggung 3 hingga 6-0 dan kembali ari menciptakan gol ketiganya disusul gol dari luar kotak pinalti jumalana dan Doni hartono hingga kedudukan akhir menjadi 9-0. >> Alex effendi

Edisi 238 Tahun XI Tahun 16 - 22 Mei 2011

Nusantara
Herian akan terjun dari atas jembatan Tanjung kedalam sungai yang airnya mengalir cukup deras. Herian, sekretaris tim sukses SZ-Mashuri menyatakan, Saya telah membuktikan janji (Nazar) saya, sebagaimana yang pernah saya ucapkan beberapa waktu yang lalu. apabila pasangan SZ-Mashuri menang dalam pemilukada Bungo. Dikatakannya, “ Beberapa waktu yang lalu saya pernah bernazar. Jika SZ-Mashuri menang, saya akan terjun ke air dengan cara meloncat dari atas jembatan Tanjung. Hal ini merupakan wujud kebersihan hati yang dimiliki pasangan SZ-Mashuri sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kami selaku timsesnya,” kata Herian. “KPU sudah menetapkan pemenang pemilukada, dan SZ-Mashuri yang menang, maka saya beserta rombongan langsung menuju tempat saya memenuhi nazar tersebut,” katanya. Pantauan MR, akibat aksi yang dilaksanakan Rabu (12/5) sekitar pukul 16.00 WIB tersebut sempat membuat macet jalan lintas Kota Bungo. Pasalnya aksi Herian ini ditonton oleh warga Bungo yang melintas di jembatan tersebut. >>Yono

15
Pemerintah menyatakan hasil monitoring dan evaluasi perkembangan harga minyak mentah dan harga produk BBM di pasar dunia terus meningkat karena adanya konflik politik di Afrika Utara dan Timur Tengah. Juga, perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia. "Rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) Juni 2010 sampai Mei 2011 lebih tinggi dari asumsi harga minyak dalam APBN 2011." Namun, dengan memperhatikan kondisi sektor riil dan perekonomian global maupun nasional serta perkembangan harga minyak yang masih belum stabil, pemerintah berketetapan harga jual eceran tiga jenis BBM tersebut tidak mengalami perubahan. >> Tedy Sitisna .............................................. (Sambungan dari Hal 1)

Jalan Penghubung Antar Desa Butuh Rehab

Loncat ................................................................................................... (Sambungan dari Hal 1) BBM .................................................. (Sambungan dari Hal 1)

Karawang, (MR) Jalan penghubung Desa Karya Makmur dan Desa Medan Karya di wilayah Kecamatan Batujaya dan Tirtajaya kabupaten karawang jawa barat, mengalami kerusakan yang sangat parah, sarana umum yang di lalui warga sebagai jalan penghubung sepanjang Sembilan kilometer mengalami rusak berat dan sangat memprihatinkan. Sebagai jalan yang selalu di lalui warga untuk menjalankan aktivitas warga seperti petani, pedagang, anak sekolah hingga saat ini belum tersentuh pembangunan dari pemerintah. Akibat rusaknya jalan tersebut, menimbulkan banyak pengendara maupun pejalan kaki mengalami kecelakaan, apalagi di saat cuaca musim hujan, jalan tergenang air dan penuh lumpur, bila pengendara kendaraan memaksakan diri melewati jalan tersebut banyak yang tergelincir hingga jatuh. kerusakan jalan sangat menggangu aktivitas warga, para petani tidak lancer dalam melakukan aktivitas pertaniannya. Bahayapun sering terjadil apabila melintas jalan ini, seperti yangdialami Nasan (50), warga dusun Karang Mulya RT / Desa Medan Karya Kecamatan Tirtajaya, ia terpeleset jatuh bersama motornya, akibat nya ia cedera di kaki dan motornya pun rusak saat melintas di jalan tersebut. Nasan bersama masyarakat di kecamatan Tirta jaya minta kepada pemerintah mau perbaikan jalan di desa tersebut. dan ia juga mempertanyakan kapan dewan terhormat (DPRD Karawang) dapat berkunjung dan melintas di jalan tersebut, hal ini di utarakanaya agar keluhan para warga bisa terobati. karena memang sudah berabad-abad jalan didesa kami belum ada perbaikan, tambahnya. Hal yang sama, di pertanyakan Kepala Desa Karya Makmur H.Paung Sara. kepada MR Paung menuturkan, “saya berharap kepada pemerintah daerah maupun pusat agar dapat segeramenurunkan anggaran untuk membangun jalan desa ini, jangan jalan yang sudah bagus kemudian di perbaiki melainkan jalan yang rusak harus di perbaiki/ jalan yang belum sama sekali tersentuh seperti Jalan Desa Karya Makmur-Medan Karya butuh perhatian agar aktivitas warga menjadi lancer, anak sekolah tidak terganggu dan tidak ada lagi warga yang mengalami kecelakaan dalam perjalanan,” uangkap kepala desa Karya Makmur >> Warsian

mendorong pertumbuhan dan pengembangan produk-produk komoditi unggulan yang selama ini telah menjadi pilar ekonomi Kota Tasikmalaya, salah satunya dengan mengekspor beberapa produk unggulan Kota Tasikmalaya berupa Handycraft, anyaman mendong, kelom, bordir, furniture ke Jerman, demikian ungkap Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat, M.Si saat apel pagi gabungan yang dirangkaikan dengan acara Pelepasan Ekspor ke Jerman, Penyerahan Bahan dan Peralatan Untuk Pembuatan Canting Cap, Pemberian Bibit Tanaman dan Penyerahan Bantuan Alat-Alat dan Mesin Pertanian (AlSintan) untuk Gapoktan Kota Tasikmalaya di Halaman Balekota Tasikmalaya. Untuk mewujudkan tujuan pembangunan Kota Tasikmalaya yaitu peningkatan kesejahteraan rakyat, lanjut Syarif Hidayat tentunya diperlukan kerjasama dengan semua pemangku kepentingan (stakeholder) baik pemangku kepentingan dalam negeri maupun pemangku kepentingan luar negeri sebagai konsekuansi dari implementasi ditandatanganinya Ratifikasi UU No. 7 Tahun 1994 tentang Keanggotaan Indonesia Dalam WTO (World Trade Organization). Oleh karena itu, pada kesempatan ini, akan dilaksanakan kerjasama bidang ekonomi dengan jerman khususnya dengan Kota Koblenz melalui pelepasan ekspor produk-produk UKM yang ditindaklanjuti dengan pameran produk-produk UKM Kota Tasikmalaya dalam Pameran “Bundesgartenschau atau BUGA” di Jerman yang akan dilaksanakan pada awal Bulan Juni yang akan datang, selain telah dilakukannya kerjasama parsial melalui kegiatan pertukaran pemuda dan pelajar antar Kota Tasikmalaya dengan jerman dan pengiriman delegasi KADIN untuk mengikuti palatihan di Jerman. Syarif Hidayat juga menerangkan berdasarkan data yang ada di Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, nilai ekspor produk unggulan Kota tasikmalaya pada Tahun 2010 mencapai $ 10.935.545.66 yang terdiri dari komoditi : handycraft, kelom, kayu olahan, meubel dan chopstik bambu dengan negara tujuan anatara lain: Canada, Jepang, Taiwan. Salah satunya, kegiatan ekspor perdana Asephi Kota Tasikmalaya ke Koblenz Jerman yang didukung oleh PT.Sundaland dan Lufapak GMBH. “Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan mengawali kunjungan ke Koblenz Jerman dengan produk berupa anyaman, kayu olahan, meubel/furniture, bordir, payung dan alas kaki sebanyak satu container 20 feets, senilai Rp. 200.000.000,00,” terang Syarif Hidayat. Selain itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Indag melaporkan Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tasikmalaya memberikan bantuan berupa bahan dan peralatan kepada 4 orang perajin canting cap, dan pada kesempatan itu juga diberikan bantuan kepada kelompok tani/Gapoktan Sugih Mukti dan Gapoktan Tandala Mekar berupa satu unit Traktor, Pokdakan Ligar jaya, Pokdakan Bangun Jaya dan Pokdakan maju Makmur berupa satu unit Pembenihan Rakyat (Kolam, Bangunan Gudang dan kantor Kelompok), Gapoktan Karikil Mandiri berupa bibit domba, bahan kandang, bibit rumput dan peralatan pertanian, Gapoktan Mekar Jaya dan kelompok Tani Fajar berupa bibit kambing PE, bibit domba, bahan kandang, bibit salak, pupuk, bibit rumput dan peralatan pertanian, dan pemberian bibit tanaman untuk penghijauan lingkungan dalam rangka menciptakan Go Green Kota Tasikmalaya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Muspida Kota Tasikmalaya, Pimpinan BUMN/ BUMD dan pimpinan perbankan se-Kota Tasikmalaya, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs. H. Tio Indra setiadi, Para Asisten dan staf Ahli Setda Kota Tasikmalaya, Kepala OPD seKota Tasikmalaya, Ketua TP-PKK Kota Tasikmalaya beserta jajarannya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Tasikmalaya beserta jajarannya. >> Yuyu Wahyu

“Hijrah” ke Jerman ....................................................... (Sambungan dari Hal 1) Ganja

Menurut Menteri, legalisasi ganja bisa mengakibatkan banyak anak Indonesia ingin mencoba dan kemudian menyalahgunakannya. "Kalau nanti dilegalkan maka banyak anak Indonesia yang penasaran dan mencoba menggunakan ganja dan kemudian disalahgunakan," katanya. Menurut Linda, semua pihak harus mengutamakan kepentingan dan melindungi anak-anak Indonesia dalam menindaklanjuti wacana itu. Sekelompok orang yang tergabung dalam Lingkar Ganja Nusantara (LGN) menyuarakan legalisasi tanaman ganja di Indonesia dengan menggelar aksi Global Marijuana March(GMM0 2011). Sampai saat ini, baru Belanda yang melegalkan ganja sementara di Indonesia tanaman bernama latin Cannabis Sativa itu dilarang berdasarkan Undang-Undang No. 35 tentang Narkotika tahun 2009 digolongkan sebagai narkotika kelas satu. >>Tedy Sutisna

Politik

........................................... (Sambungan dari Hal 1)

pembangunan wisma atlit Sea Games di Palembang, Sumatera Selatan, Dalam diskusi "Ketika Proyek Sea Games Diproyekkan" di Warung Daun di Jakarta, Sabtu (14/5). "Inti dari dugaan kasus suap itu adalah sederhana. Kalau bicara politik, maka sulit terlepas dari korupsi. Dalam dugaan penyelewengan ini, saya analogikan kasus itu seperti orang yang kentut. Dari dulu hingga sekarang pastilah pelakunya enggan mengaku," kata Yunarto. Dalam kasus itu, menurut Yunarto, ada pihak yang dimenangkan tendernya dan tertangkap basah menyuap pihak lain yang memiliki otoritas dalam soal anggaran proyek wisma atlet itu. Sementara itu, anggota Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat Jeffry Riwu Kore bersikeras membantah keterlibatan anggota Partai Demokrat dalam kasus suap tersebut. Menurutnya, proses pengajuan anggaran Sea Games 2011 sudah sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga kecil kemungkinan anggotanya terlibat. >>Yanto S

“Tukang Palak” .................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
awal untuk melakukan pemeriksaan. Nyatanya “ bau tidak sedap,” yang mengarah dari Dinkes Natuna, belum terbongkar juga. Untuk itu Ia berharap, agar aparat penegak hukum segera bertindak. Dari hasil sidak dilakukan oleh DPRD Natuna beberapa bulan lalu, sudah terbukti adanya pengakuan beberapa Puskesmas terhadap lintas komisi, tentang pemotongan dana 25% terhadap seluruh kegiatan Puskesmas. Bahkan salah satu PPTK di Dinkes Natuna, mengakui pemotongan itu bukan hanya di Puskesmas, Didinkes sendiri juga dilakukan sesuai instruksi Kadiskes, (baca media rakyat edisi 234, Tangkap dan Penjarakan Tukang palak Di Dinkes Natuna). Oleh karena itu, tidak ada alasan aparat penegak hukum, mengabaikan kasus ini, terang Wan Sofian. “Kita minta kasus “tukang palak” segera di Proses, paparnya. Sementara itu Kasie Intel Kajari Ranai, Dedy,SH. saat dikomfirmasi diruang kerjanya, mengatakan, akan segera memeriksa Kadiskes Natuna Ahmad Muktar, terkait adanya “aroma korupsi” di instansi itu. “Kita akan panggil Kadiskes Natuna,” kata Dedy menggebu-gebu. Sejak adanya pemberitaan ini,” kita sudah lakukan penyelidikan. Oleh karena itu, Ahmad Muktar beserta antek-anteknya, akan segera kita Panggil, tegasnya. Ditempat terpisah, Kapolres Ranai AKBP Febriyanto, melalui Kasat Reskrim Akp Ronal Simanjuntak, ternyata turut memburu pemberitaan tentang “tukang palak” di Dinkes Natuna. Saat ditemui selasa 10 mei lalu , Ia mengatakan, pihaknya sudah lama melakukan penyelidikan tentang pemberitaan aroma tidak sedap di Dinkes Natuna. Data-data sudah A1, kita tinggal melakukan pemanggilan saja. Mengenai rumor yang terdengar dimasyarakat soal belum dipanggilnya Ahmad muktar bersama kroninya, dikarenakan pihaknya kekurangan personil. Meski demikian, kita sudah dapatkan data akuratnya. Intinya akan segera kita panggil dan periksa, tegas sang Kasat. Mantan Bupati Natuna Dituding Terlibat Info terbaru didapat wartawan Koran ini, ternyata Kadiskes Natuna Ahmad Muktar Pasrah jika dirinya diperiksa dan jadi tersangka oleh aparat penegak hukum, kata HR saat berdebat dengan pemberitaan Media Rakyat di salah satu kantor Koran harian. HR salah satu teman dekat Ahmad muktar sedikit kebakaran jenggot saat bercerita. Ia mengatakan, Ahmad muktar tidak mengambil sepeserpun dari hasil pemotongan itu. Jika Dia (Ahmad Muktar-red) dijadikan tersangka dalam kasus ini, Ia tidak segan-segan akan membawa mantan Bupati Natuna Raja Amirullah Apt untuk mendampinginya di sel tahanan. Menurutnya dana tersebut diserahkan kepada Raja, melalui ajudannya. Ada bukti pengambilan dananya, kata HR menceritakan. Yang jelas Ahmad Muktar tidak takut, Jika masuk Dia ada teman, tegas HR. Apapun alasannya, korupsi musuh Negara, karena dapat menyengsarakan rakyat, oleh karena itu sudah seharusnya di basmi dan dikandangkan. UU Tipikor N0 31 tahun 1999, jo. UU N0 20 tahun 2001 pada pasal e mengatakan,Pegawai Negeri atau penyelenggara Negara, dengan maksud ingin menguntungkan Diri sendiri, atau orang lain, dengan cara melawan hukum, menyalah gunakan Jabatan, atau kekuasaan, Memaksa Seseorang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembanyaran dengan Potongan, untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, Dipidana, Penjara Seumur Hidup, paling singkat 4 tahun. Denda paling sedikit Rp.200 juta paling banyak 2 Milyar. Pertanyaannya, Apakah “pemalakan” yang terjadi di Dinkes Natuna, bukan melangggar Hukum?, di uji nyali aparat penegak hukum Pada edisi belum dipanggilnya, Ahmad Muktar, bersama kroninya, oleh DPRD Natuna, terkait adanya pemotongan anggaran kegiatan di seluruh Puskesmas, diakibatkan Kadis Kesehatan belum ada di tempat. Dwitra Gunawan saat dijumpai 30 maret 2011, membenarkan belum ada pemanggilan terkadap Ahmad Muktar. “Kemarin sudah mau kita panggil, Dia tidak ada ditempat sedang tugas luar,” kata politisi muda itu. Info terbaru didapat wartwan Koran ini, ternyata “pemotongan 25 persen” bukan hanya kegiatan di Puskesmas saja, di Dinkes sendiri juga dilakukan “pemotongan”. Hal itu dikatakan salah satu PPTK kegiatan Dinkes, saat beberapa wartawan mau konfirmasi soal besarnya anggaran kegiatan untuk publikasi. “Memang secara pakta, tidak ada bukti ada pemotongan,” karena hasil Rp.50 juta kita tanda tangani Rp.50 juta, namun dananya sampai tidak segitu. Kendati demikian jika ingin pembuktian secara nyata, kami PPTK siap diperiksa, soalnya, sebelum itu dilakukan, Ahmad Muktar telah memanggil PPTK untuk pemberitahukan adanya pemotongan 25 persen disetiap kegiatan. Jadi setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas maupun Dinas Kesehatan, dalam pembanyaran dipotong langsung oleh bendahara. Jika mau diselidiki, harus dari bendahara sama PPTKnya paparnya.Panggil dulu bendahara Puskesmasnya, sama PPTK. Dari pengakuan itu barulah Bendahara Rutin dan kegitan Di Dinkes Natuna bersama Kadis di panggil. Sayangnya, meski sudah banyak saksi kunci, tentang pemotongan itu, Kadinkes Natuna Ahmad Muktar seakan tidak “berdosa”. Dalam penjelasannya terhadap Laskar Anti Korupsi Indonesia, Dirinya mengatakan siapa bilang ada pemotongan, itu tidak benar, kata Ahmad Muktar. Pada hal dalam sidak beberapa waktu lalu sudah ada pengakuan dari beberapa staf maupun petinggi Puskesmas terkait adanya “pemalakan” dana kegiatan di Puskesmas dilakukan oleh Dinas Kesehatan Natuna. >>ROY

Menjadi PNS ...................... (Sambungan dari Hal 1)
pada saat pengangkatannya menjadi PNS wajib mengucapkan sumpah/ janji. Sumpah/ janji PNS adalah suatu kesanggupan untuk mentaati keharusan yang ditentukan dan diikrarkan dihadapan atasan yang berwenang menurut agama yang dianutnya. Selain itu, karena sumpah/ janji yang diikrarkan menurut agama yang dianut maka hakikatnya sumpah/ janji itu bukan saja merupakan kesanggupan terhadap atasan yang berwenang tetapi juga merupakan kesanggupan terhadap Allah SWT, akan mentaati segala keharusan dan tidak melakukan segala larangan yang telah ditentukan. Sumpah dan janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dimaksudkan untuk membina PNS yang bersih, jujur dan sadar akan tanggung jawabnya. Hal ini disampaikan Bupati Kepulauan Anambas, Drs.Tengku Mukhtaruddin ketika melantik 552 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi PNS. Saat itu juga, ke-552 PNS tersebut diminta mengucapkan janji atau sumpah, dilapangan sepakbola Sulaiman Abdullah Terempa, Senin (09/05). Tengku juga menegaskan, dalam pengucapan sumpah dan janji tersebut, bukan sekedar sumpah dan pernyataan kesanggupan saja. Melainkan sumpah yang diucapkan ini tentu mengandung tanggung jawab terhadap Tuhan. “Sebagai unsur aparatur negara dan abdi masyarakat, PNS berkemampuan melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan. Selain itu diharapkan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” papar Tengku. Tengku menambahkan untuk mewujudkan PNS yang profesional harus mampu menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik. Sehingga mengucapkan sumpah atau janji PNS dimasukkan menjadi salah satu unsur disiplin PNS dalam rangka usaha pembinaan PNS. Diharapkan sumpah dan janji yang telah diikrarkan dapat dijalankan sebaik-baiknya, dan menjadi sebuah ikatan bagi PNS dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat dan sebagai abdi negara. “Pelanggaran atas sumpah atau janji yang telah diucapkan maka akan dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS,” imbuh Tengku. Ia juga menghimbau pada para polisi khusus kehutanan disumpah menjadi PNS, Agar dapat menerapkan ilmu dan ketrampilan yang dimiliki dalam menjaga kelestarian lingkungan kehutanan diwilayah kita. Kepada dinas terkait, saya mengharapkan agar dapat memberikan pembinaan dan supervise kepada polisi khusus kehutanan agar mereka dapat bekerja dengan optimal dan lancar. Ke 552 orang PNS tersebut terdiri dari tiga golongan diantaranya, Golongan III sebanyak 251 anggota PNS, Golongan II sebanyak 298 anggota PNS serta golongan I sebanyak 3 anggota PNS. Hadir pada acara tersebut, wakil Bupati KKA, Abdul Haris,SH. Wakil ketua I DPRD kabupaten Kepulauan Anambas, M Da’I serta anggota, kepala SKPD Unsur Muspida, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selesai acara pengambilan sumpah/ janji dan pengangkatan CPNS menjadi PNS, Bupati sangat senang melihat keseragaman seluruh PNS yang telah dilantik,” Saya berharap, keseragaman ini dapat dipertahankan, harap Tengku. Selanjutnya diakhiri dengan atraksi polisi khusus kehutanan formasi 2010. >> Edward

Semen Gresik ..................... (Sambungan dari Hal 1)
tepatnya didepan area gudang Semen Gresik Group dan PT.Bosowa dinilai sangat mengganggu pengguna jalan dan menjadikan rawan timbul kecelakaan. Belum lagi masalah polusi udara dengan adanya debu yang ditimbulkan pada saat aktivitas pembokaran dari kapal ke PT.Bosowa baik proses pengantongan dan penyemprotan, tentu hal ini bisa mengganggu kesehatan warga masyarakat karena bertahun-tahun telah dipaksa menghirup udara bercampur debu semen. Maka demi melihat adanya gejolak yang tengah melanda warga desa Ketapang, Yayasan Mutiara Bahari lembaga sosial masyarakat yang beralamatkan di Jl.Raya Situbondo No.14 berupaya menampung semua keluhan dan tuntutan warga untuk kemudian mengadukan hal itu kepada kedua PT tersebut baik PT.Varia Uasah/ Semen Gresik maupun PT. Bosowa berikut kepada pihak-pihak terkait lainnya seperti kepada Bupati Banyuwangi, DPRD Banyuwangi, Camat Kalipuro, kepala desa Ketapang juga melaporkan kepihak Polres Banyuwangi. Menurut Amir Ma’ruf Khan selaku ketua Yayasan Mutiara Bahari Banyuwangi pihaknya sangat menyayangkan sikap PT.Varia Usaha dan PT.Bosowa yang seolah-olah tidak memikirkan dampak negatif aktivitas usahanya terhadap warga desa Ketapang dan semata-mata hanya mengejar keuntungannya saja. Apalagi ditambah akhir-akhir ini juga ada proyek pembangunan Dermaga PT.Semen Gresik yang selain debu juga menimbulkan polusi yang sangat keras ketika menanam tiang pancang pondasi dermaga. “Kita sudah berusaha melakukan komunikasi denga pihak PT.Semen Gresik tapi selalu tidak dihiraukan mas, sepertinya mereka memang tidak peduli dengan keluhan-keluhan warga desa Ketapang “, tutur Amir ketika ditemui wartawan media rakyat. Masih menurut Amir sebenarnya Ketapang sudah akan dijadikan sebagai kawasan wisata, sebagai mana telah dilaunching pada tanggal 02 Januari 2011 “Ketapang Say Hallo 2011 “ yang mana akan dibangun taman jalan mulai area wisata watu dodol sampai Sukowidi, “ Apa jadinya konsep kawasam kita yang dibangun bersama pemerintah daerah itu jika sekarang hanya dimanfaatkan sekedar mengejar keuntungan sepihak bagi investor atau semacamnya dengan mengorbankan potensi wisata yang ada dan kesehatan masyarakat seperti yang telah diakukan oleh PT.Varia Usaha/Semen Gresik Dan PT. Bosowa ini,” tambah Amir. Ketika Koran Media Rakyat konfirnasi kepada PT.Semen Gresik dan ditemui oleh pengawasnya yang bernama Muttaqin menyatakan bahwa dirinya tidak tahu apa-apa karena hanya sebagai bawahan dan yang punya kewenangan adalah pimpinannya yang ada dikantor pusat, “ disini kapasitas saya hanya pengawas dan apabila mas wartawan mau konfirmasi terkait persoalan warga desa Ketapang ini silahkan datang saja kekantor pusat yang jelas saya tidak tahu apa-apa”, ujar Muttaqin dengan entengnya. Sedangkan menurut informasi terakhir yang di peroleh Koran ini menyebutkan kalau pihak polres Banyuwangi telah menanggapi laporan masyarakat desa Ketapang melalui Yayasan Mutiara Bahari dengan mengundang Amir Ma’ruf Khan selaku ketuanya untuk menghadap ke mapolres Banyuwangi pada hari jum’at tanggal 29 april 2011 untuk didengar keterangannya sekaligus untuk klarifikasi. Kita tunggu saja kelanjutannya dan hasilnya pada edisi Koran media rakyat berikutnya . >> ARIF

SURAT KABAR UMUM

Ragam
Jakarta,(MR) Kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) SMA/MA Tahun Ajaran 2010/2011 mencapai 99,22 persen atau dari sebanyak 1.461.941 peserta UN SMA/MA jumlah peserta yang lulus sebanyak 1.450.498, sedangkan peserta yang tidak lulus 11.443 peserta atau 0,78 persen. "Dibandingkan angka kelulusan tahun 2009/2010 ada kenaikan jumlah kelulusan. Angka kelulusan UN tahun lalu gabungan ujian utama dan ujian ulang sebanyak 99,04 persen," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh saat menyampaikan data hasil kelulusan UN dan distribusinya di Jakarta, Jumat. Mendiknas menyebutkan data awal yang mendaftar 1.476.575 peserta, tetapi dalam perjalanan, sekolah yang memasukkan nilai sekolah sebanyak 1.467.058 atau 99,36 persen. "Ada sebanyak 9.517 siswa atau 0,64 persen yang tidak dimasukkan nilai sekolahnya. Hal ini karena bisa jadi di tengah jalan ada yang drop out atau bekerja," katanya saat memberikan keterangan pers di Kemdiknas. Mendiknas lebih lanjut menyatakan dari sebanyak 1.467.058 siswa yang tidak mengikuti UN sebanyak 5.117 siswa. Provinsi yang paling banyak tidak lulus dari sisi prosentase adalah NTT, sedangkan paling banyak lulus adalah Bali. Mohammad Nuh menyatakan terdapat sebanyak 14.131 sekolah yang siswanya 100 persen lulus dan lima sekolah yang semua siswanya tidak lulus dengan jumlah 147 siswa. Sekolah yang kelulusannya nol persen yaitu di DKI Jakarta ada tujuh siswa; Simeulue, Nangroe Aceh Darussalam 26 siswa; Jambi dua siswa; Kian Darat Maluku 48 siswa; dan Urei Fasei Papua 64 siswa. Sementara jumlah kelulusan peserta UN SMK mencapai 99,51 persen. Dari total 8.074 sekolah negeri dan swasta dan 942.698 peserta, dinyatakan lulus 938.043 peserta. Sekolah yang angka kelulusannya 100 persen sebanyak 768.854 siswa (81,48 persen). "Di SMK tidak ada sekolah yang kelulusannya nol persen," kata Nuh. Ia lebih lanjut mengatakan hasil UN tahun 2011 disamping untuk menentukan kelulusan, juga akan digunakan untuk pemetaan. Ia mencon-

Edisi 238 Tahun XI 16 - 22 Mei 2011

16

Daria Beri Arahan 53 Jamaah Calon Haji Kabupaten Lingga
Lingga (MR) Sekitar 53 Orang Jamaah Calon Haji (JCH) yang berasal dari beberapa Kecamatan se-Kabupaten Lingga terlihat sedang mengikuti Manasik Haji, Mesjid Az-zulfa yang terkenal Dengan Sejarah Masyurnya Kecamatan Singkep Pada Zamat Perusahatimah Menjadi tempat pelatihan para Jamaah. Rabu (11/05), 59 orang yang mengikuti H. Daria manasik Haji Dihalaman Mesjid Az – zulfa, dan enam orang diantaranya tersebut adalah JCH cadangan dari Lingga. Nantinya sekitar 54 orang Jamaah calon Haji asal Lingga tersebut akan berangkat ke tanah suci pada Tahun 2011 ini, namun dari 54 tersebut seorang meninggal dunia, dari 54 jadi hanya terginggal 53 saja yang rencananya akan diberangkatkan ketanah suci. Kepala bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Sekretariat Kabupaten Lingga, Drs. Said Rudifallo, saat pembukaan Manasik Haji. Kegiatan manasik haji yang saat ini dilakukan adalah program dari Pemkab Lingga sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kegiatan keagamaan, yang bertujuan agar JCH Lingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan benar hingga mendapatkan haji mabrur saat sekembalinya dari tanah suci, dan tentunya kegiatan ini nantinya sangat bermamfaat bagijamaah baik untuk pengetahuan maupun pelatihan mental agar lebih kuat untuk menjalani segala aktifitas di Tanah Suci Nantinya. ujarnya. 53 orang yang akan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji dari Kabupaten Lingga terdiri dari, kecamatan Singkep berjumlah 27 orang, kecamatan Singkep Barat tujuh orang, Kecamatan Lingga 16 orang, Kecamatan Lingga Utara 4 orang kecamatan Senayang sebaanyak tujuh orang. Dalam Kesempatan Tersebut Bupati Lingga Drs.H Daria Hampir Setiap Kegiatan Manasik Haji yang ada Dikabupaten Lingga Selama sepuluh Tahun belakangan ini, selalu menyempatkan diri hanya untuk memberikan motifasi dan berbagi pengalaman bersama calon jamaah haji juga memimta agar para JCH Lingga, yang akan berangkat ke tanah suci, selalu menjaga kesehatan, hingga nantinya dapat menjalankan ibadah haji dengan kondisi yang sehat dan bugar. Dan meminta kepada JCH serius mengikuti petunjuk dari narasumber manasik yang telah disiapkan paniti pelaksana. “Persiapkan diri dan mental menjadi hal yang paling penting dalam mejalani perjalanan panjang ketanah Suci Mekah nantinga, buang pikiran yang tidak baik agar nantinya sampai ke tanah suci dalam kondisi yang suci,” ujar Daria. >>HR

Kelulusan UN SMA 2011 Capai 99,22 Persen
tohkan lima sekolah yang 100 persen siswanya tidak lulus dapat langsung dipetakan. "Tujuannya untuk perbaikan, seperti tahun lalu kami melakukan intervensi di Nusa Tenggara Timur. Target berikutnya dipakai untuk masuk ke perguruan tinggi," ujarnya. Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Aman Wirakartakusumah mengatakan kebijakan untuk menggunakan hasil UN untuk masuk ke perguruan tinggi adalah tepat. "Di Amerika sejak tiga tahun lalu telah memulai untuk melaksanakan standar tes di semua negara bagian. Kita yakinkan para rektor dengan nilai UN yang dicapai agar mahasiswa bisa diterima langsung di perguruan tinggi," ujarnya. Pelaksanaan UN tahun 2011 mengalami perubahan pada syarat kelulusan dimana nilai akhir penentu kelulusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat, serta sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, ditetapkan dengan menggabungkan nilai mata pelajaran ujian nasional (UN) dengan nilai sekolah. Nilai akhir adalah pembobotan 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai sekolah yang digunakan pada UN Tahun Pelajaran 2010/2011. Nilai sekolah adalah gabungan nilai ujian sekolah ditambah nilai rapor semester 1-4. Formula tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara UN dan atas rekomendasi DPR >>. Ediatmo

Pimpinan Beserta Staf BAKESBANG POLINMAS KABUPATEN NATUNA
Mengucapkan

Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya
Drs. H. Ilyas Sabli, MSi dan Imalko, S.Sos
Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Natuna Periode 2011-2016
Oleh Gubernur Kepri, Drs. H.M. Sani Pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Natuna Tanggal 4 Mei 2011 di Gedung Serbaguna Gerbang Utaraku

Drs. H. Ilyas Sabli, MSi.

Imalko, S.Sos.

Semoga menjadi pemimpin yang dapat melakukan perbaikan bagi kabupaten natuna, agar kelak masyarakat adil sejahtera benar-benar tercapai

YUSRIZAL, SH. Plt. Kepala

Galery Photo

Anambas
Upacara Pengangkatan CPNS Menjadi PNS di KKA

Sambutan Bupati KKA,Drs.Tengku Mukhtaruddin saat acara pengambilan sumpah dan pengangkatan CPNS menjadi PNS dilingkungan Pemkab Anambas

Bupati KKA,Drs.Tengku Mukhtaruddin membacakan naskah sumpah dan pengangkatan CPNS menjadi PNS

penyerahan naskah pengambilan sumpah dan pengangkatan CPNS menjadi PNS oleh Bupati KKA,Drs.Tengku Mukhtaruddin

Penandatanganan naskah pengambilan sumpah dan pengangkatan CPNS menjadi PNS oleh Bupati KKA,Drs.Tengku Mukhtaruddin

Penandatanganan naskah pengambilan sumpah dan pengangkatan CPNS menjadi PNS,oleh Kepala BKD KKA,Iip Ilham

Penandatanganan naskah pengambilan sumpah dan pengangkatan CPNS menjadi PNS

Bupati KKA Drs.T.Mukhtaruddin menandatangani naskah pengambilan sumpah dan pengangkatan CPNS menjadi PNS dihadapan CPNS, dan Ulama KKA

Wabup KKA,Abdul Haris,SH serta Waket DPRD KKA,M Dai menghadiri acara pengambilan sumpah dan pengangkatan CPNS menjadi PNS

Atraksi Polhut saat acara pengambilan sumpah dan pengangkatan CPNS menjadi PNS dilingkungan Pemkab Anambas

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->