Anda di halaman 1dari 3

c c

   

 c  
Kehamilan merupakan proses yang fisiologis dan alamiah, proses kehamilan

merupakan satu kesatuan mata rantai mulai dari konsepsi, nidasi, adaptasi ibu

terhadap nidasi, peneliharaan kehamilan, perubahan hormon sebagai persiapan

menyongsong kelahiran bayi (Manuaba, 2007).

Kehamilan melibatkan berbagai perubahan fisiologis antara lain perubahan

fisik, perubahan sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem traktus urinarius,

sirkulasi darah serta perubahan fisiologis. Keha milan pada umumnya berkembang

dengan normal, namun kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan, sulit diprediksi

apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilan ataupun baik -baik saja

(Sarwono, 2006).

Tingginya angka kematian ibu membuat kesehatan sebelum , saat dan

sesudah hamil menjadi hal yang sangat penting untuk menentukan kondisi

kehamilan. Menurut Prawiroharjo (1997), s elama hamil, terjadi peningkatan daya

metabolisme energi. Sebagian ibu hamil mengalami penyesuaian fisiologik dan

metabolik selama mengandung yang sesuai dengan proses -proses anabolik yang

terjadi dalam janin dan plasenta. Sebagai akibat dari proses anabolisme tersebut,

kebutuhan zat gizi umumnya meningkat selama kehamilan. Karena itu, penting sekali

bagi ibu hamil mengkonsumsi makanan yang cukup, khususnya energi dan protein .

Kurang Energi Kronis (KEK) merupakan salah satu masalah gizi akibat

konsumsi makan yang tidak cukup mengandung energi protein, atau adanya

gangguan kesehatan (Soekirman, 2000). Sebab lain dari terjadinya masalah t ersebut

adalah rendahnya pendidikan dan kurangnya pengetahuan tentang gizi, atau

kemampuan untuk menerapkan informasi gizi dalam kehidupan sehari -hari (Berg,

1985). Tinggi rendahnya pendidikan dan pengetahuan tentang gizi erat kaitannya

dengan keadaan gizi masyarakat, termasuk gizi ibu hamil (Depkes, 2000).
Peluang untuk melahirkan bayi sehat dan selamat dimungkinkan bila kondisi

kesehatan ibu baik. Namun kenyataannya, masih banyak ibu hamil yang menderita

gizi kurang, utamanya KEK. Penderita KEK mempunyai resiko melahirkan bayi berat

badan rendah (BBLR) dan kematian ibu bersalin k arena pendarahan (Depkes, 1995) .

Tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu hamil di Indonesia serta kasus bayi

berat badan lahir rendah (BBLR) yang juga banyak terjadi menunjukan perlunya

penanganan dan pencegahan yang tepat sasaran. Namun hingga saat ini belum ada

upaya tepat yang dapat menyelesaikan hingga ke akar permasalahan. Hal ini terlihat

dari,,,

Dalam Laporan Perkembangan Pencapaian Millennium Development Goals

Indonesia 2007 merekomendasikan tiga intervensi utama sebagai upaya paling

efektif adalah pelayanan antenatal, persalinan oleh tenaga kesehatan, dan

pelayanan dasar serta komprehensif untuk darurat obstetri. Penanganan tersebut

bersifat memperbaiki kasus dan kurang besar efek preventifnya sehingga angka

kejadian akan sulit diturunkan. Hal ini terjadi akibat dari kemunculan kasus baru

selama faktor resiko masih ada. Sebaiknya upaya preventif dilakukan untuk

mengendalikan faktor resiko bahkan sebelum konseps i atau sebelum menikah. Perlu

pemenuhan terhadap beberapa aspek yang menjadi indikator penilaian kesiapan

kehamilan. Bentuk upaya preventif akan lebih tepat apabila telah diketahui terlebih

dahulu hubungan faktor resiko terhadap kesiapan kehamilan. Setiap daerah akan

memiliki hasil yang berbeda karena karakteristik paparan faktor resiko yang berbeda

pula. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu untuk menemukan hubungan faktor

resiko yang menjadi karakteristik pada calon pengantin di Bantul terhadap

pemenuhan indikator kesiapan kehamilan.

c
     

Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah tersebut di atas, dapat

dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut :


Bagaimana hubungan faktor internal terhadap kesiapan kehamilan pada

caten di kabupaten Bantul?

Bagaimana hubungan faktor eksternal terhadap kesiapan kehamilan pada

cateb di Kabupaten Bantul?

Bagaimana kesiapan kehamilan caten?

Ö
    

Tujuan Umum

Memberikan gambaran kesiapan kehamilan para caten di Bantul.

Tujuan Khusus

Mengetahui hubungan faktor interna dan eksternal caten terhadap penilaian


kesiapan kehamilan.


     

1. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap ragam upaya


pencegahan kasus morbiditas kehamilan .
2. Memberikan pengetahuan mengenai faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan
kehamilan.
3. Membantu menemukan faktor yang harus mendapat upaya perbaikan agar dapat
memenuhi indikator kesiapan kehamilan.

Sarwono, 2006, ‘ 


 , http://www.scrib.com/doc/14077783 , Jakarta

Manuaba, 2007.  


    

    



 . EGC. Jakarta.

Depkes. 2005. Gizi dalam Angka.

Tim Penyusunan. 2007. Lapora n Perkembangan Pencapaian Millennium Development


Goals Indonesia 2007. Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan
Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.