Anda di halaman 1dari 4

BERPIKIR MENANG-MENANG

Prinsip yang mendasari


Hubungan antar manusia yang efektif dan bersifat jagka panjang menuntut kondisi yang
saling menguntungkan

Paradigma Kunci
Saya mencari manfaat bagi orang lain maupun bagi diri saya
Saya memperolrh hasil yang lebih baik dalam hubungan saya dengan sesame melalui
kerjasama secara saling tergantung disbanding lewat persaingan sendiri-sendiri

Proses kunci
Menyeimbangkan keberanian dan timbang rasa dalam mencari manfaat bersama
Ulet dalam mencari hasil menang-menang meskipun sering mengalami kondisi
menang kalah dimasa lalu

ENAM PARADIGMA INTERAKSI MENANG KALAH

Menang-Menang
Orang yang memilih untuk menang dan memastikan bahwa orang lain juga menang
menerapkan interaksi menang-menang. Orang dengan paradigma menang-menang
menyediakann waktu untuk mencari solusi yang akan membuat diri mereka senang dan
sekaligus memuaskan orang lain.
Karakteristik
Mencari manfaat bersama
Bekerjasama, bukan bersaing
Lebih banyak mendengarkan, lebih lama menjalin komunikasi dan lebih
berani berkomunikasi

Menang-Kalah
Orang yang bersikap mental menang-kalah sejak awal sampai akhir lebih memperdulikan
diri-sendiri. Mereka ingin menang dan meniginkan orang lain kalah. Mereka mencapai
sukses dengan mengorbankan atau mencampakkan keberhasilan orang lain. Mereka
dipacu oleh hasrat membanding-banding, persaingan, kedudukan dan kekuasaan.
Karakteristik
Merupakan naskah hidup paling lazim bagi kebanyakan orang
Adalah pendekatan yang otoriter
Memakai kedudukan, kekuasaan, kelebih-lebihannya, harta miliknya, atau
kepribadian untuk “menang”

Kalah-Menang
Orang yang memilih untuk kalah dan membiarkan orang lain menang menunjukkan
timbang rasa yang tinggi kepada orang lain, tapi kurang punya keberanian untuk
mengekspresikan diri dan untuk bertindak menurut perasaan serta keyakinannya. Mereka
mudah diintimidasi dan meminjam kekuatan dari dukungan orang lain serta popularitas.
Karakteristik
Tidak menyuarakan standar apapun, tuntutan apapun, harapan apapun dari
siapapun
Mudah membuat senang atau mengalah
Menimbun banyak uneg-uneg perasaan

Kalah-Kalah
Orang yang punya kalah-kalah rendah keberanian serta timbang rasanya. Mereka iri hati
dan mengkritik orang lain. Mereka merendahkan diri mereka sendiri maupun orang lain.
Karakteristik
Sikap mental dari manusia yang sangat tergantung pada orang lain
Sama artinya dengan “tidak menang” karena tidak seorangpun mendapat
manfaat
Merupakan akibat jangka panjang dari kondisi mennag-kalah, kalah menang
atau sekedar menang

Menang
Orang yang menganut paradigma sekedar mennag, hanya berpikir untuk memperoleh apa
yang mereka inginkan semata. Meskipun belum tentu mereka menginginkan orang lain
kalah, secara pribadi mereka berupaya terus untuk menang. Mereka berpikir secara
mandiri dalam situasi-situasi saling-tergantung, tanpa kepekaan atau kesadaran terhadap
kepentingan orang lain.
Karakteristik
Mementingkan diri-sendiri
Berpikir “saya dulu”
Benar-benar tidak peduli apakah orang lain untung atau rugi
Punya mentalitas kelangkaan

Menang-Menang atau Lebih Baik Tidak


Menang-menang atau lebih baik tidak adalah bentuk tertinggi dari menang-menang.
Orang yang menerapkan paradigma ini pertama-pertama mencari kondisi menang-
menang. Jika mereka tidak mendapatkan solusi yang dapat diterima, mereka sama-sama
sepakat untuk tidak sepakat.
Karakteristik
Membolehkan masing-masing berkata tidak
Adalah sikap yang paling realistic pada awal hubungan atau kesepakatan
bisnis
Adalah bentuk tertinggi dari “Menang”

MEMBANGUN POLA PIKIR MENANG-MENANG


Sejak kecil kita belajar mendasarkan nilai-diri atas perbandingan dan persaingan.
Kita memandang keberhasilan dan kemenangan dalam artian bahwa ada orang lain yang
gagal dan kalah. Bahkan di kala bekerjasama dapat membuahkan hasil yang lebih besar
dan hubungan dengan sesama yang lebih sehat, kita tetap berpikir mennag kalah (yaitu,
jika saya menang anda kalah) dan merubah upaya kita menjadi persaingan.
Kebanyakan dari kita punya beberap pola piker yang tidak efektif. Namun
demikian, kita dapat menulis ulang, atau belajar berperilaku baru, dengan memperbaiki
diri melalui berpikir menang-menang (pada tahap saling-tergantung). Proses membangun
pola piker baru tersebut terdiri dari langkah-langkah :
1. Mengemabngkan kesadaran-diri
2. Menuliskan pola piker baru
3. Mengembangkan pola pikir baru

Menang-menang adalah suatu paradigma interaksi antar manusia. Ia muncul dari adanya
integritas, kematangan, dan mentalitas kelimpahan. Ia tumbuh dari hubungan yang padat
kepercayaan. Ia menyapu dalam kesepakatan yang secara efektif memperjelas dan
mengelola harapan serta percapaian. Kita menerapkan menang-menang dalam empat
dimensi :
1. Watak Menang-Menang
Watak Anda mengkomunikasikan keyakinan dan nilai-nilai anda yang terdalam.
Manusia menang-menang memiliki tiga ciri watak:
Integritas
Manusia yang beritegritas bersikap jujur terhadap perasaan, nilai-nilai dan
komitmen mereka
Kematangan
Manusia yang matang mengekspresikan gagasan dan perasaan mereka dengan
keberanian yang disertai timbang rasa terhadap gagasan maupun perasaan orang
lain
Serta Mentalitas kelimpahan.
Manusia dengan mentalitas kelimpahan yakin bahwa dunia ini tersedia cukup bagi
setiap orang

2. Hubungan Menang-Menang
Orang-orang yang terlibat dalam hubungan menang-menang membangun
kepercayaan yang tinggi dengan melakukan penyetoran dalam Rekening Bank
Emosi. Mereka :
Menunjukkan tindakan konsisten yang meyakinkan orang bahwa mereka benar-
benar layak memiliki reputasi dalam hal kejujuran, integritas, dan kesetiaan.
Tindakan-tindakannya sesuai dengan perilaku, keputusan dan kedudukannya.
Mempercayai segi-segi terbaik orang lain
Terbuka membantu orang lain, mengerti kedudukan, perilaku dan keputusan
mereka
Dengan jelas mengkomunikasikan apa yang mereka harapkan
Menanyakan gagasan-gagasan orang lain serta mendengarkannya secara empatik
Cermat, tepat waktu dan jujur dalam komunikasi
Memperlakukan sesame dengan hormat serta merespon terhadap kebutuhan orang
lain
Memusatkan perhatian pada segi-segi positif, tetapi memberi umpan balik yang
konstruktif pada bidang-bidang yang memerlukan perbaikan.

3. Kesepakatan Menang-Menang
Kesepakatan Menang-Menang yang efektif sejak awal menciptakan saling pengertian
dan kesepakatan yang jelas dalam lima bidang :
Hasil yang diinginkan
Memperjelas tujuan, sasaran serta hasilnya
Pedoman Kerja
Menentukan secara spesifik batasan-batasan serta tegat waktu bagi pencapaian
hasil termaksud
Sumberdaya
Mendaftar sumberdaya manusia, keuangan, teknik, atau organisasi yang tersedia
bagi pencapaian hasil yang diinginkan
Akuntabilitas
Menentukan tolak ukur, dan cara menilai kemajuan serta pencapaian hasil yang
dimaksud
Konsekuensi
Menetapkan akibat dari tercapai atau tidak tercapainya mennag-menang

4. Sistem dan Proses Menang-Menang


Anda dapat mencapai solusi menang-menang dengan sebaik-baiknya melalui system
dan proses menang-menang pula. Tetapi jika mengganti system yang ada menjadi
menang-menang dirasakan berlebihan dan tak terjangkau, ingatlah agar
menggarapnya mulai dari diri-sendiri. Jika Anda mulai dengan menumbuhkan watak
mennag-menang dan kemudian hubungan-hubungan serta kesepakatan Menang-
menang, anda akan memperluas lingkaran pengaruh anda dan mampu menggarap
prosesnya

“Rasa aman anda datang dari dalam diri anda,


bukan dari luar”

“Membanding-bandingkan diri dengan orang lain


akan mengiring kita ke pola piker menang-kalah”