Anda di halaman 1dari 5

BAB III ALGORITMA, FLOWCHART dan PSEUDO-CODE

A. Langkah – langkah dalam Pemrograman Komputer

Dalam membuat suatu pemrograman komputer langkah – langkah yang harus dilakukan adalah sebagai
berikut :

1. Mendefinisikan masalah
Pada tahap ini, yang kita lakukan adalah menentukan masalah yang akan diselesaikan dengan
menggunakan komputer dan apa inputan serta outputnya.
2. Menemukan solusi
Setelah masalah didefinisikan, maka langkah berikutnya adalah menentukan solusi. Jika masalah
terlalu kompleks, maka ada baiknya masalah tersebut dipecah menjadi modul-modul kecil agar
lebih mudah diselesaikan
3. Memilih algoritma
Pilihlah algoritma yang benar-benar sesuai dan efisien untuk permasalahan tersebut.
4. Menulis program
Pilihlah bahasa yang mudah dipelajari, mudah digunakan, dan lebih baik lagi jika sudah dikuasai,
memiliki tingkat kompatibilitas tinggi dengan perangkat keras dan platform lainnya
5. Menguji program
Setelah program jadi, silahkan uji program tersebut dengan segala macam kemungkinan yang
ada, termasuk error-handlingnya sehingga program tersebut akan benar-benar handal dan layak
digunakan.

B. Algoritma

Definisi I : Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu masalah.
Urutan langkah logis, yang berarti algoritma harus mengikuti suatu urutan tertentu, tidak boleh
melompat – lompat (Dari Microsoft Press Computer and Internet Dictionaary 1997, 1998).

Definisi II : Algoritma adalah alur pemikiran dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang dituangkan
secara tertulis. Alur pemikiran, sehingga algoritma seseorang dapat juga berbeda dari algoritma orang
lain. Tertulis, yang artinya dapat berupa kalimat, gambar, atau tabel tertentu (Dari Algoritma dan
Struktur Data dengan C, C++, dan Java oleh Moh Sjukani hal 1).

Kegunaan algoritma :

untuk membantu seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah berdasarkan pada pola pikirnya
masing-masing.

Ciri – ciri algoritma :

1. Ada input
2. Ada proses
3. Ada output
4. Memiliki instruksi – instruksi yang jelas dan tidak ambigo
5. Harus mempunyai stoping role.

Sifat algoritma :

1. Tidak menggunakan simbol atau sintaks dari suatu bahasa pemrograman


2. Tidak tergantung pada suatu bahasa pemrograman
3. Notasi – notasinya dapat digunakan untuk seluruh bahasa manapun

Contoh dalam kehidupan sehari-hari :

1. Algoritma memasak mie instan


a. Start
b. Rebus air hingga mendidih
c. Masukan mie instan ke dalam air mendidih tersebut
d. Tunggu bebrapa hingga mie terlihat matang
e. Jika mie sudah dirasa matang, angkat dan tiriskan
f. Capurkan bumbu – bumbu, dan aduk hingga rata.
g. end
2. Algoritma menghitung luas persegi panjang
a. Start
b. Deklarasikan luas, panjang, dan lebar
c. Masukan panjang
d. Masukan lebar
e. Nilai luas adalah panjang * lebar
f. Tampilkan Luas
g. End

C. Flowchart

Bentuk gambar/diagram yang mempunyai aliran satu atau dua arah secara sekuensial.

Kegunaan

1. Untuk mendesain program


2. Untuk merepresentasikan program

Secara garis besar, unsur-unsur pemrograman adalah Input Proses Output. Semua bahasa
pemrograman, pasti mempunyai komponen-komponen sebagai berikut :

1. Input (scanf)
2. Percabangan (if, switch)
3. Perulangan (while, for, for each, loop)
4. Output (printf)

Simbol – simbol Flowcart :

Simbol
Keterangan

Mulai / selesai (terminator)

Aliran data

Input atau output

Proses
Percabangan (Decision)

Pemberian nilai awal suatu variabel

Memanggil prosedur atau fungsi

Connector (di halaman yg sama)

Connector (di halaman lain)

Contoh Flowchart Menghitung Luas persegi panjang

Algoritma menghitung luas persegi panjang

a. Start
b. Deklarasikan luas, panjang, dan
lebar
c. Masukan panjang
d. Masukan lebar
e. Nilai luas adalah panjang * lebar
f. Tampilkan Luas
g. End

D. Pseudo-code

Kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan penjelasan cara menyelesaikan suatu
masalah. Pseudo-code sering digunakan oleh seseorang untuk menuliskan algoritma dari suatu
permasalahan. Pseudo-code menggunakan bahasa yang hampir menyerupai bahasa pemrograman.
Selain itu biasanya pseudo-code menggunakan bahasa yang mudah dipahami secara universal dan
juga lebih ringkas dari pada algoritma

Contoh Pseudo-code Menghitung Luas persegi panjang


Algoritma menghitung luas persegi panjang Start

a. Start
b. Deklarasikan luas, panjang, dan
lebar luas : double
c. Masukan panjang
d. Masukan lebar
e. Nilai luas adalah panjang * lebar
f. Tampilkan Luas panjang : double
g. End

lebar : double
Pseudo-code menghitung luas persegi panjang

menghitungLuasPersegiPanjang
{ Masukan
nilai panjang
double luas
double panjang
double lebar
Masukan
nilai lebar
panjang = 10.5
lebar = 2
luas =
luas = panjang *lebar panjang*lebar

print Luas Persegi Panjang = luas


}
Cetak luas

Start

Implementasi di java

class MenghitungLuasPersegiPanjang
{
public static void main(String[] args){
//mendeklarasikan variabel
double luas;
double panjang;
double lebar;

//masukan nilai panjang dan lebar


panjang = 10.5;
lebar = 2;

//proses hitung luas persegi panjang


luas = panjang * lebar;

//cetak hasil luas


System.out.print(“luas Persegi Panjang = ”+luas);
}
}
LATIHAN

Buatlah algoritma, flowchart dan pseudo-code serta implementasikan di java untuk menghitung
konversi suhu.dari Celcius menjadi Reamur dan Farenheit.

Input: suhu dalam Celcius


Proses: R = 4/5 * C dan F = 9/5 * C + 32
Output: suhu dalam Reamur dan Farenheit