Anda di halaman 1dari 1

12 05 - 2011

NODA KEMERDEKAAN

Karya

: Ichsan Muiz

Satu jalan mulia telah berhasil ku tempuh Mengusir kutu kutu tanah air yang menyengat Yang terasa perih bila ku bayangkan, laksana air garam menimbun luka Akhirnya kutu kutu tanah air pun telah ku usir

Ku angkat benderaku setinggi langit Lalu ku hentakan di tanah airku, dengan sekuat kuatnya Tapi apa daya, harga seorang pahlawan Hanya sebatang tihang yang berkarat, dan sehelai kain merah putih yang kusam

Tiang itu mulai goyah Ulah para penguasa Yang se enaknya saja menyetir Negara Yang se enaknya saja membungkam mulut rakyat

Wahai para penguasa Kau nodai kemerdekaan ini, dengan keserakahanmu Kau nodai kemerdekaan ini, dengan ke angkuhanmu Kau nodai kemerdekaan ini, dengan uang tikus-tikus mu

Wahai para penguasa Rakyat jelata yang berlumurkan berak, kau biarkan begitu saja Rakyat jelata yang tak berteduh, kau hantam dengan sikap mu Rakyat jelata yang tak bermoral, kau gilas dengan mobil mewahmu

Wahai para penguasa Simpan dimana fikiranmu itu Kau anggap apa rakyat itu Aku membayarmu Tapi kau meludahiku

Puisi ini hanyalah sampah di mata sang penguasa Yang tak mau terlihat noda hitamnya Puisi ini hanyalah nyamuk dan lalat Yang membisingkan telinganya

Satu satunya julukan yang paling pantas untuk puisi ini adalah, SAMPAH!!!

dan lalat Yang membisingkan telinganya Satu – satunya julukan yang paling pantas untuk puisi ini adalah,