Anda di halaman 1dari 15

PELABUHAN

PERENCANAAN KONSTRUKSI
TURAP BAJA (SHEET PILE)

7.1 PEMILIHAN TYPE YANG SESUAI

Struktur turap yang digunakan di laut umumnya memiliki bagian


kepala atau bagian atas dari struktur beton biasa disebut sebagai
“bulkheads” yang berfungsi sebagai tempat meletakkan struktur
fender dan atau bollard. sehingga secara keseluruhan disebut
sebagai struktur “sheet pile bulkheads”.
Struktur ini memiliki keunggulan:
a. Pelaksanaan pekerjaan relatif lebih sederhana dan atdk
membutuhkan alat-alat berat
b. Dapat diangkat dan dipasang secara cepat, sehingga secara
keseluruhan waktu pelaksanaan dapat berkurang
c. Dapat menyesuaikan terhadap segala jenis tanah dengan
merubah ukuran penampang dan panjang sesuai kebutuhan
momen atau inertia penampangnya
d. Berat struktur lebih ringan dibanding type gravity sehingga lebih
tahan terhadap pengaruh gempa
e. Fleksibilitas yang tinggi dari dinding sheetpile memungkinkan
perencanaan yang efektif dan ekonomis

Terdapat berbagai type sheetpile yang dapat dipilih sesuai dengan


keunggulan masing-masing type dan kondisi lokasi :
a) Type Kantilever
Adalah struktur sheetpile tanpa sistem angker dan sistem
penyangga lain, sehingga kekuatan bahan harus mampu
menahan gaya luar yang terjadi atau Momen Tekuk Bahan
≥ Momen Tekuk luar yang bekerja pada struktur, periksa
Gambar 7.1.
Sistem ini sesuai untuk dinding penahan dengan beban
ringan dan bila adanya pergeseran struktur tidak
mempengaruhi kerusakan struktur lain. Sistem
pengangkutan dan pemasangan struktur relatif mudah
b) Type Struktur dengan angker
Type angker yang dipasang pada struktur dikelompokkan
dalam 4 jenis yaitu:
- Type tie rod
- Type angker dari tiang pancang miring
- Type angker lantai (platform)
- Type Multi-strut (banyak ikatan)

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 1


PELABUHAN

Gambar 7.2. sampai dengan 7.5 menunjukkan bentuk


struktur masing-masing type.
Type tie rod paling banyak digunakan, dan umumnya
dipasang dengan kombinasi adanya ‘dinding angker’
(deadman anchor). Namun sistem tie rod ini dapat dipasang
sendirian ataupun dalam jumlah lebih dari satu, dan tanpa
adanya deadman angker.
Secara keseluruhan karakteristik dari sistem ini adalah
sebagai berikut :
- Sangat menguntungkan bila dipasang pada lokasi
yang memungkinkan jarak antara tie rod dengan
muka tanah sedekat mungkin agar pemasangan tie
rod mudah.
- Sheetpile yang berdiri sendiri tanpa ikatan di laut
terbuka akan tidak stabil untuk itu harus diangker
atau diberi tanah isi dibelakangnya (backfill)
- Jarak atau ruang dibelakang dinding dibutuhkan
untuk pemasangan angker tie rod

Type Angker dari tiang pancang miring in dapat dipilih bila


pemasangan angker tie rod tidak memungkinkan, dan
biasanya tiang pancang dipancang miring dengan sudut
tertentu terhadap kepala sheetpile(bulk-heads) dan
selanjutnya diikat erat agar dinding sheetpile menjadi
stabil.
Type ini dapat dipilih bila memenuhi ciri sebagai berikut :
ruangan atau jarak dibelakang dinding untuk pemasangan
tie-rod sangat terbatas
- sangat cocok untuk dipakai untuk dinding di daerah
reklamasi ataupun sebagai breakwater dinding
tegak, karena punya stabilitas tinggi
- memungkinkan pekerjaan pelaksanaan dilakukan
saat gelombang tinggi
- Waktu pelaksanaan pekerjaan dan biaya konstruksi
dapat dihemat karena pekerjaan hanya berupa
pemancangan baik untuk sheetpile maupun tiang
pancang miringnya
- Kombinasi tiang pancang miring dengan sheetpile
sangat efektif dalam menahan gaya tekan tanah
- Tiang pancang miring umumnya dipancang lebih
dalam dari pada sheetpile karena gaya lateral luar
harus mampu ditahan oleh kemampuan tarik dari
tiang pancang miring

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 2


PELABUHAN

Type angker lantai atau type platform merupakan type


struktur angker yang berbentuk seperti lantai yang
mengikat tiang pancang. Gaya lateral atau gaya horizontal
yang terjadi akan ditahan oleh tekanan tanah pasif pada
bagian sheetpile yang terbenam, dan gaya tahan dari lantai
dan tiang pancang dibawahnya.

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 3


PELABUHAN

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 4


PELABUHAN

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 5


PELABUHAN

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 6


PELABUHAN

Ciri- ciri type platform yang dapat digunakan dalam


pertimbangan pemilihannya :
- Sangat cocok bila diatas struktur akan dibebani
crane atau gantry crane, karena pondasi untuk
crane dapat sekaligus bekerja sebagai angker
- Type ini membutuhkan waktu pelaksanaan lebih
lama dan biaya lebih mahal dibanding sistem
sheetpile tie rod
- Dalam menghitung gaya lateral akibat gempa, harus
diperhatikan gaya inertia yang bekerja pada sistem
lantainya.

Type Multi-strut berupa dinding sheetpile yang disokong


oleh beberapa strut (balok penghubung dua dinding), dan
umumnya digunakan sebagai penyangga yang bersifat
sementara untuk galian. Strut dapat berupa balok kayu atau
balok baja profil Wide flange, dan selama pelaksanaan
harus dilakukan secara hati-hati karena banyaknya faktor
yang tidak diketahui.

c) Type Struktur Selular (Cellular)


Bentuk cellular diperoleh dengan membuat bentuk
lingkaran dari sheetpile datar lalu dipancang dan
didalamnya diisi dengan material

d) Type struktur dinding sheetpile ganda (Double sheetpile


wall)
Berbentuk 2 dinding yang dibangun paralel satu terhadap
yang lain dihubungkan oleh tie rods atau pakai balok, dan
ruangan yang terbentuk diantara 2 dinding diisi material
agar terbentuk dinding penuh. Gaya luar yang terjadi harus
mampu ditahan oleh tanah pasif dari sheetpile yang
terbenam, dan juga ditahan oleh gaya geser dari material
pengisi dan kemampuan menahan bengkokan dari bahan
sheetpiles.
Struktur ini biasa digunakan pada dinding konstruksi dari
Cofferdam, pengarah struktur tanggul, breakwater, dan
konstruksi yang berhadapan langsung dengan laut, atau
pada lokasi-lokasi yang tidak memungkinkan dipasang tie
rods disebabkan keterbatasan ruangan atau lahan.

7.2 PROSEDUR PERENCANAAN

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 7


PELABUHAN

Dalam penjelasan ini akan difokuskan pada “Type Struktur dengan


angker” sebagai salah satu type yang paling banyak digunakan
untuk struktur dermaga dan bangunan penahan tanah di tepi laut
atau sungai.
Secara umum prosedur perencanaan struktur sheetpile yang harus
ditempuh agar perencanaan teratur dan mencakup seluruh bagian
struktur sebagai adaptasi dari “Technical Standard For Port and
Harbour Facilities in Japan” adalah sebagai berikut :

1. PENENTUAN PERSYARATAN PERENCANAAN


2. PERENCANAAN POSISI ELEVASI TIE ROD
3. PERHITUNGAN GAYA LUAR
4. PERHITUNGAN GAYA REAKSI DAN MOMEN YANG BEKERJA PADA
SHEETPILE DAN PANJANG PEMBENAMAN
5. CHECK TERHADAP SLIDING
6. PENENTUAN UKURAN PENAMPANG SHEETPILE
7. PENENTUAN UKURAN TIE RODS
8. PERENCANAAN STRUKTUR WALE
9. PERENCANAAN STRUKTRU ANGKER (ANCHORAGE)
10. PERENCANAAN DETIL STRUKTUR

Penjelasan masing-masing tahapan perencanaan meliputi:

7.2.1. PENENTUAN KRITERIA PERENCANAAN


Mencakup seluruh kriteria yang akan digunakan dalam perencanaan
diantaranya: peraturan yang digunakan, ukuran kapal yang akan
bertambat, beban luar yang akan bekerja pada stuktur (beban
vertikal dan horizontal), persyaratan kualitas bahan, dan
kemungkinan kendala pelaksanaan

7.2.2. PERENCANAAN POSISI ELEVASI TIE ROD


Penentuan elevasi tie rod berdasar pertimbangan : kemudahan
pelaksanaan, dan biaya pembangunan yang ditimbulkan.

7.2.3. PERHITUNGAN GAYA LUAR


Dalam perhitungan gaya luar ini seluruh beban luar yang berkerja
harus ditransformasi menjadi beban horizontal tanah yang bekerja
terhadap struktur.
Gaya luar yang bekerja pada struktur dapat dikelompokkan menjadi:
a. Tekanan tanah aktif terdiri dari beban vertikal yang berkerja
dibelakang sheetpile baik berupa beban surcharge (beban hidup
di dermaga) maupun tekanan horizontal tanah sendiri. Adanya
beban kaki crane yang besar di belakang sheetpile harus
diperhitungkan disini, kecuali berdiri diatas stuktur tiang pancang
khusus untuk Crane tersebut.
b. Tekanan tanah pasif : berupa tekanan horizontal tanah pada
bagian depan struktur yang terbenam.

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 8


PELABUHAN

c. Tekanan air sisa yaitu tekanan air sebagai selisih antara kondisi
elevasi air di sisi depan dan belakang struktur. Elevasi air sisa
disisi belakang sheetpile dapat diambil setinggi 2/3 dari beda
pasang surut dihitung terhadap posisi LWS.
d. Gaya tarik dari kapal pada bolder
e. Gaya tekan kapal saat merapat (gaya horizontal pada fender),
sering tidak diperhitungkan karena arahnya melawan tekanan
tanah aktif dengan demikian perhitungan lebih kritis dan aman.

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 9


PELABUHAN

7.2.4. PERHITUNGAN GAYA REAKSI DAN MOMEN YANG BEKERJA


PADA SHEETPILE, DAN PANJANG PEMBENAMAN

Setelah terbentuk gambaran atau diagram mengenai besar gaya luar


dan lokasi pusat gaya, selanjutnya dapat dihitung besarnya Momen
dan gaya reaksi yang terjadi.
Sebelum perhitungan ini dapat disusun sangat diperlukan informasi
mengenai dalamnya sheetpile dibenamkan dalam tanah (D), untuk
itu dapat ditempuh dua cara yaitu : pertama D diasumsikan tidak
berupa angka atau tetap berupa huruf, kedua ditentukan suatu
angka dengan patokan awal D sebesar tinggi sheetpile diatas dasar
laut (periksa Gambar 7.6).
Terdapat beberapa Metode yang dapat digunakan untuk menghitung
momen ini diantaranya berdasar Free - Earth Support, Equivalent
Beam (Sendi pada garis Keruk), Metode Grafis, dan Elastic analysis
Method.
Standard Design Port and Harbor in Japan menganjurkan
penggunaan Metode “Equivalent Beam”, dengan alasan lebih sesuai
kondisi struktur dan kondisi tanah secara umum.
Namun disini akan dibahas metode grafis yang dalam
pembuatannya dapat menggunakan cara manual atau bila ingin
lebih teliti dapat digunakan program computer. Metode ini pada
dasarnya mengikuti cara perhitungan momen pada analisis
mekanika statis yang dikenal dengan metode Culman.
Metode ini sangat cocok bila tanah dasar dekat permukaan berupa
tanah lembek (soft soil), dengan asumsi posisi titik jepit berada
dibawah permukaan tanah (bandingkan dengan Equivalent Beam
yang titik jepitnya persis di permukaan tanah)
Secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut :
- Tekanan tanah aktif dan pasif (atau tekanan tanah horizontal)
dihitung untuk tiap meter arah memanjang dibagi-bagi menjadi
luasan-luasan berbentuk segitiga untuk memudahkan
menghitung besarnya tekanan dan letak titik pusat gaya tekan.
- Batasan dari masing-masing segitiga berupa perubahan lapisan
tanah atau dapat dibuat setiap 1 m atau 2 m tebal lapisan tanah.
- Selanjutnya sheetpile diasumsikan sebagai suatu balok dengan
gaya yang bekerja pada bidang tersebut. Perletakkannya berada
pada posisi tie rod diatas dan diujung bawah sheetpile.
- Perhitungan ini diulangi dengan panjang bagian yang terbenam
berbeda-beda sampai garis penghubung antara ujung paling
bawah sheetpile dengan titik awal tie rod sejajar dengan garis
penghubung hasil penggambaran polygon (periksa Gambar 7.7).

Besarnya momen tekuk yang bekerja pada sheetpile(M) :


M = λ . H. S [t. m/m] dimana:
λ = jarak lateral yang diperoleh dari dengan menghubungkan
polygon, t/m
H = jarak vertical dari gaya-gaya pada polygon (lihat 7.7.e.), m

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 10


PELABUHAN

S = perbandingan dari skala diagram, misal 1 cm = 1 ton atau 1 cm


= 1 m.
Dan Mmax adalah momen maximum yang dihasilkan dari hasil
perhitungan tersebut.
Besarnya gaya yang bekerja pada tie rod, AP , dapat dihitung dengan
cara mengalikan Rd dengan Skala beban misal 1 cm = 10 ton (lihat
Gambar 7.7.e.).

7.2.5. CHECK TERHADAP SLIDING


Merupakan prosedur rutin untuk melakukan cek terhadap terjadinya
longsor baik akibat sliding di permukaan maupun sliding yang terjadi
agak jauh di lapisan lebih bawah.

7.2.6. PENENTUAN UKURAN PENAMPANG SHEETPILE


Kebutuhan ukuran sheetpile yang perlu dipasang dinyatakan dalam
bentuk besarnya “Modulus penampang (Section Modulus)”, Z0 :
Z0 = (Mmax/σ a) 106 [cm3/m]
Mmax = Momen tekuk maximum pada dinding sheetpile, t.m/m
σ a = Tegangan baja yang diijinkan pada sheetpile [kg/cm2], untuk
bangunan laut dapat digunakan baja khusus (mariner steel) atau
baja umum dengan σ a sebesar 60 % dari Tegangan Leleh (yield
point) kualitas baja yang digunakan.
Penampang sheetpile ada berbagai macam diantaranya type : U, Z,
Box, H, Flat, dan lain sebagainya (lihat Gambar 7.8)
Pemilihan bentuk ini tergantung kemudahan pelaksanaan, biayanya
murah, dan keunggulan masing-masing type terhadap kondisi
pekerjaan, lihat tabel 7.1 untuk karakteristik masing-masing type.

Tabel 7.1. – Karakteristik dari berbagai type penampang sheetpile

U Z H Box Flat
Kedap air Bagus Bagus
Modulus Tinggi Tinggi Tinggi
Kekuatan Tinggi Tinggi Tinggi
penguncian
Daya dukung Besar
vertikal
Modulusnya Banyak
bervariasi
Cocok untuk Sangat
Dermaga
Dipakai berulang- Bagus
ulang
Kemudahan Bagus
ditimbun
Perencanaan Ekonom
is

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 11


PELABUHAN

Setelah ditentukan typenya selanjutnya ditentukan ukuran sheetpile


dengan memilih besaran “Section Modulus” > Z0 hasil perhitungan.
Selanjutnya, pada arah tebal sheetpile perlu ditambah dengan
metode perlindungan korosi yang dinilai ekonomis dan efisien. Bila
tidak dipakai metode tertentu dan sheetpile dibiarkan terbuka begitu
saja, maka tebalnya harus ditambah dengan alokasi tebal yang akan
terkorosi. Tebal korosi [mm] adalah kecepatan korosi (bila tidak ada
data dari penelitian kondisi di lingkungan setempat, dapat digunakan
tabel 7.2), lalu dikalikan dengan umur konstruksi (tahun).

Tabel 7.2. – Kecepatan Korosi pada struktur di laut tropis

Lingkungan Kecepatan korosi pada


dua sisi (mm/tahun)
Diatas HWS 0,3
Air Laut Antara HWS dan LWS 0,2
Lapisan Lumpur di dasar laut 0,05
Diatas Residual Water 0,05
Tanah
Dibawah Residual Water 0,03

Bila digunakan metode perlindungan korosi, dapat digunakan tepat


sesuai hasail perencanaan awal. Berbagai metode perlindungan
korosi yang dapat dipakai meliputi : Pelapisan dengan cat anti karat;
Pelapisan dengan beton; dan Perlindungan Cathodic (Cathodic
Protection). Dari ketiga metode ini yang paling murah dan banyak
digunakan saat ini adalah Pelapisan dengan Cat anti karat. Untuk
Pelapisan anti karat ini digunakan cat anti karat yang banyak
mengandung seng (Zinc-rich paint), disamping dilapisi juga dengan
Epoxy. Berdasar periode perawatan 10 tahun sekali, maka
penerapan perlindungan pada bagian diatas MSL atau kadang
diambil diatas LWS, pada lapisan Pertama diberi 2 lapisan “inorganic
zinc-rich” (1 lapisan setebal 20 micron), lapisan kedua diberi 1 lapis
Epoxy primer, lapisan ketiga diberi 2 lapis epoxy murni (1 lapis 100
micron).
Sedang pada bagian dibawah MSL atau dibawah LWS, diberi lapisan
yang sama dengan ketebalan setengahnya.

7.2.7. PENENTUAN UKURAN TIE RODS


Tie rod berfungsi sebagai perletakan dan penyangga sheetpile
sehingga ujung atasnya dalam posisi terjepit (tidak balok bebas). Tie
rod ini ditempatkan di tengah-tengah lekukan penampang sheetpile,
pada setiap interval 2 lembaran atau 4 lembaran jadi spasinya
antara 0,8 m hingga 2 m bergantung pada ukuran per lembar
sheetpile.
Untuk menentukan ukuran batang tie rod yang digunakan dapat
ditentukan mengacu pada rumus dibawah.
T = AP . l

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 12


PELABUHAN

A0 = (T/σ a) * 103
Dimana : AP = Besarnya gaya tarik pada tie rod merupakan gaya
reaksi yang
diperoleh dari hasil perhitungan sub bab 7.2.4, ton/m.
l = jarak spasi antar tie rod, m
T = Tegangan tie rod, ton
A0 = Luas penampang tie rod yang dibutuhkan, cm2
σ a = Tegangan ijin tie rod biasanya digunakan baja BJ 22
sampai BJ 37, kg/cm2
Panjang tie rod disesuaikan dengan posisi angker, lihat sub bab
7.2.9.
Asesoris tie rod yang menyertainya agar dapat dipasang dengan
baik pada struktur sheetpile ini meliputi : Fixing nut, Ring joint, dan
Turnbuckle, periksa Gambar 7.9.

7.2.8. PERENCANAAN STRUKTUR WALE


Wale berfungsi sebagai pengaku ujung atas sheetpile dan tempat
dudukan tie rod sehingga ikatannya tidak langsung terhadap
sheetpile.
Wale ini berupa balok menerus yang terbentuk dari 2 batang baja
profil, dengan beban merata sebesar gaya tarik tie rod diantara 2
posisi tie rod tersebut.
Pemilihan ukuran profil baja yang digunakan berdasar modulus
penampang (section modulus), Z0 [cm3] dari hasil perhitungan
dibawah :

M = (AP * l2)/10
Z0 = (M/2σ a) * 105
Dimana : M = Momen tekuk maksimum pada wale, t.m
AP = Besarnya gaya tarik pada tie rod merupakan gaya
reaksi yang
diperoleh dari hasil perhitungan sub bab 7.2.4, ton/m.
l = jarak spasi antar tie rod, m
σ a = Tegangan ijin profil dari Wale biasanya digunakan baja
BJ 22
sampai BJ 37, kg/cm2
Gambar 7.10 menunjukkan cara pemasangan Wale.
Wale dihubungkan dengan sheetpile oleh baut yang diletakkan
diantara tie rod. Baut ini diasumsikan masing-masing kelompoknya
menerima separuh gaya yang bekerja pada tie rod, bila setiap
kelompok terdiri dari 2 baut maka masing-masing menerima
seperempat T. Ukuran baut ditentukan berdasar hasil perhitungan
luas penampang, A0 [cm2]
T = AP . l
A0 = (T/σ a) * 103
Dimana : AP = Besarnya gaya tarik pada tie rod merupakan gaya
reaksi yang

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 13


PELABUHAN

diperoleh dari hasil perhitungan sub bab 7.2.4, ton/m.


l = jarak spasi antar tie rod, m
T = Tegangan tie rod, ton
A0 = Luas penampang baut yang dibutuhkan, cm2
σ a = Tegangan ijin baut, kg/cm2

7.2.9. PERENCANAAN STRUKTUR ANGKER (ANCHORAGE)


Struktur Angker berfungsi untuk menahan gaya tarik tie rod dengan
memanfaatkan tekanan horizontal pasif atau gaya lateral reaksi
tanah.
Type angker yang dipilih tergantung biaya, waktu, metode
pelaksanaan dan volume tanah yang harus dipindah.
Terdapat sedikitnya 4 jenis angker berupa :
a. Tembok
b. Tiang pancang
c. Dinding sheetpile
d. Kombinasi tiang pancang miring
Dalam bab ini akan dibahas angker jenis tembok saja, dimana tinggi
dinding dan letak kedalamannya dapat ditentukan berdasar rumusan
berikut :
(Periksa Gambar 7.11)

F = EP / (AP + EA) , dimana


F = Faktor keamanan dapat diambil sebesar 2,5 untuk kondisi
Normal, dan 2 untuk Gempa
EP = Tekanan tanah pasif yang menekan dinding angker, t/m
AP = Gaya tarik Tie rod , t/m
EA = Tekanan tanah aktif yang menekan dinding angker, t/m
Tinggi angker diperoleh dengan sara trial dan error berdasar
perhitungan diatas. Sedang kedalaman pembenaman ditentukan
dengan pertimbangan kemudahan pelaksanaan biasanya ujung atas
minimal sedalam 1 m dibawah permukaan tanah.
Untuk perhitungan penulangan dan pembetonan dinding diperlukan
besarnya momen yang terjadi pada dinding, untuk gaya lintang
dapat diasumsikan menggunakan tulangan praktis karena relatif
kecil.
Besar momen yang bekerja pada angker adalah:
MH = (T . l)/12
MV = (T . h)/8 l
Dimana:
MH = Momen tekuk maksimum arah horizontal,t.m/m
MV = Momen tekuk maksimum arah vertikal,t.m/m
MH = (T . l)/12
T = Tegangan tarik tie rod, t
l = jarak spasi antar tie rod, m

Jarak angker terhadap dinding sheetpile ditetntukan dengan menarik


garis “runtuh aktif” dari ujung bawah dasar laut, dan menarik garis

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 14


PELABUHAN

“runtuh pasif” dari ujung bawah angker sedemikian sehingga


pertemuannya berada diatas garis air sisa (garis residual water),
periksa Gambar 7.12.

7.2.10. PERENCANAAN DETIL STRUKTUR


Detil yang perlu diperhatikan adalah pada lokasi kepala sheetpile,
pada sambungan antar sheetpile, dan prosedur pelaksanaan
Pada kepala sheetpile (bulk heads) digunakan menempel fender dan
bolder sehingga dibutuhkan pasangan beton yang direncanakan
khusus untuk mampu menahan gaya yang ditimbulkan.
Sambungan antar sheetpile harus dikerjakan secara hati-hati agar
satu lembar dengan lembar yang lain dapat merekat secara lurus
dan terkunci secara sempurna. Adanya lubang yang timbul harus
ditutup rapat dengan lapangan penutup (seal coat) yang bersifat
flexible dan tahun terhadap pengaruh air laut dan cuaca.
Posisi angker dan tie rod yang cukup dalam mengharuskan
pekerjaan pelaksanaan diperhitungkan secara hati-hati dan benar-
benar terencana.

7.3. CONTOH PERENCANAAN


Lampiran berikut menunjukkan contoh perhitungan dikutip dari buku
:Steel Sheet Piling, Design Manual, Nippon Steel Corporation.

Bab VII - Perencanaan Konstruksi Turap Baja (Sheet pile) VI - 15