Anda di halaman 1dari 5

PEMBAHASAN

Pada percobaan kali ini bertujuan untuk mengetahui sistem transport dalam tubuh
manusia, yang meliputi sistem transport pasif. Transport pasif merupakan transport ion,
molekul, dan senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati membran plasma.
Transport pasif mencakup osmosis dan difusi. Difusi dibedakan menjadi difusi sederhana,
difusi agar dan difusi melalui membran.

Difusi merupakan proses berpindahnya atau pergerakan


suatu zat atau gas dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke
bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada
pada dua larutan disebut gradien konsentrasi.

Ada beberapa percobaan difusi yang telah dilakukan


diantaranya yaitu Difusi sederhana, Difusi agar, dan Difusi melalui membran. Pada difusi
membran ini kita melakukan beberapa uji diantaranya : uji terhadap NaCl, uji terhadap
glukosa dan uji terhadap albumin.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi


diantaranya :

 Ukuran partikel, Semakin kecil ukuran partikel maka akan


semakin cepat partikel itu akan bergerak sehingga kecepatan
difusi akan semakin tinggi.
 Ketebalan membrane, Semakin tebal membran maka
semakin lambat kecepatan difusi.
 Luas suatu area, Semakin besar luas area maka semakin cepat kecepatan difusinya.
 Jarak, Semakin besar jarak antara dua konsentrasi maka semakin lambat kecepatan
difusinya.
 Suhu, Semakin tinggi suhu maka partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan
lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.

Difusi sederhana melalui membran berlangsung karena molekul -molekul yang


berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat
menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap
molekul larut lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan
organik yang larut dalam lemak, Selain itu, membran sel juga sangat permeabel terhadap
molekul anorganik seperti O, CO2, HO, dan H2O. Beberapa molekul kecil khusus yang
terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran melalui saluran atau chanel.
Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam pori dengan diameter tertentu
yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat
melaluinya.

Gaya yang menggerakkan substansi dari satu sisi membran


yang lain adalah gaya difusi. Difusi sederhana merupakan suatu
proses dimana zat melewati membran tanpa adanya bantuan
perantara seperti protein membran yang tidak bisa terpisahkan.
Agar zat melewati membran sel dengan difusi sederhana ini harus
menembus inti hidrofobik lapisan ganda fosfolipid.

Pada percobaan difusi sederhana kita menggunakan air hangat dan air dingin yang
ditambahkan dengan KMnO4. Kalium permanganat (KMnO4) merupakan salah satu senyawa
yang bersifat oksidator sehingga dapat digunakan sebagai desinfektan maupun sintesis kimia
organik. Pada air hangat di tambah dengan KMnO4 menjadi larutan ungu pada menit ke
01.35 sehingga air hangat berdifusi selama 1 menit sedangkan pada air dingin ditambah
dengan KMnO4 menjadi larutan ungu pada menit ke 6, sehingga air dingin berdifusi selama
06.02. Pada air hangat lebih cepat berdifusi daripada air dingin karena difusi di pengaruhi
oleh beberapa faktor diantaranya suhu. Semakin tinggi suhu maka proses difusi semakin
cepat. Pada difusi sederhana ini dapat dilalui oleh molekul – molekul berukuran kecil.

Selain difusi sederhana kita juga melakukan difusi agar,


dengan cara larutan agar dituangkan kedalam cawan petri dan di
biarkan sampai memadat, setelah itu dibuatkan lubang dengan
jarak 3 cm lalu letakkan Kristal KMnO4 pada salah satu lubang
dan Kristal metil jingga pada lubang yang lain. KMnO4 (kalium
permanganat) mempunyai BM 158,03, kalium permanganat
merupakan hablur mengkilap, berwarna ungu tua atau hampir
hitam, tidak berbau, rasa manis atau sepat. Kelarutan kalium
permanganat larut dalam 16 bagian air , mudah larut dalam air mendidih.
Sedangkan metil jingga adalah salah satu indikator yang banyak digunakan dalam
titrasi. Pada setengah tingkat dimana campuran merah dan kuning menghasilkan warna jingga
terjadi pada pH 3.7 – mendekati netral.

Pada larutan yang bersifat basa, metal jingga berwarna kuning dan strukturnya
adalah:

Pada KMnO4 pada menit ke 5 ukuran lubang mejadi bertambah besar menjadi 0,4
cm,pada menit ke 10 ukuran lubang menjadi lebih besar menjadi 0,6 cm dan menit ke 15
ukuran lubangnya menjdi 0,9 cm. Pada metil jingga pada menit ke 5 ukuran lubang menjadi
0,2 cm, pada menit ke 10 ukuran lubang menjadi 0,3, dan pada menit ke 15 ukuran lubang
menjadi 0,4 cm. Pada percobaan difusi agar yang dapat berdifusi dengan cepat yaitu KMnO4
yang mempunyai berat molekul yang kecil dari pada metil jingga karena suatu zat dapat
berdifusi lebih cepat apabila berat molekulnya kecil sehingga zat tersebut dapat berifusi
dengan cepat dengan ditandai makin lebarnya ukuran lubang.

Pada difusi melalui membarn dilalui oleh molekul – molekul yang berukuran besar
seperti asam amno, garam – garam mineral dan glukosa. Difusi melalui membran bisa
dikatakan sebagai Difusi difasiltasi (facilitated diffusion) yaitu pelarutan zat melalui
rnembran plasrna yang melibatkan protein pembawa atau protein transforter. Protein
transporter tergolong protein transmembran yang memliki tempat perlekatan terhadap ion
atau molekul vang akan ditransfer ke dalam sel. Pada percobaan difusi melalui membran kita
membuat larutan koloidal yang terdiri dari air, putih telur, NaCl 0,9% dan Glukosa 5%
masukan larutan koloidal kedalam kantong selofan ¼ penuh kantong selofan kemudian diikat
rapat agar tidak tumpah, Kantong selofan digantungkan pada batang pengaduk dengan tali
kemudian dicelupkan ke dalam gelas piala yang berisi air suling dalam posisi melayang lalu
diamkan selama 1 jam.

Pada difusi membran ada tiga percobaan yaiu uji terhadap NaCl, uji terhadap
albumin, dan uji terhadap glukosa. Pada uji terhadap NaCl kita menguji apakah NaCl akan
berdifusi atau tidak pada air dalam gelas kimia yang telah cicelupkan kantong selofan yang
berisi NaCl, glukosa, dan albumin lalu direaksikan dengan AgNO3.
Pada uji terhadap NaCl :

 Air + AgNO3---- tidak menghasilkan endapan


 NaCl + AgNO3--- sedikit endapan kehijauan
 Air yang berada dalam gelas kimia + AgNO3--- adanya endapan putih

Pada percobaan uji NaCl pada air yang terdapat dalam gelas kimia kemudian ditetesi
AgNO 3 terdapat adanya endapan putih, menandakan bahwa NaCl berdifusi dalam air yang
berada dalam gelas kimia. Uji terhadap glukosa menggunakan pereaksi Benedict, pereaksi
Benedict dalah pereaksi yang dapat mendeteksi adanya glukosa yang ditandai dengan adanya
endapan merah, kuning, dan hijau.

 Air + Lar. Benedict-- larutan biru


 Glukosa + Lar. Benedict-- larutan hijau kekuningan
 Air yang berada dala gelas kimia-- larutan biru muda

Pada percobaan terhadap glukosa, glukosa setelah direasikan dengan larutan benedict
menjadi warna hijau kekuningan, ini menandakan bahwa glukosa berdifusi dalam larutan
glukosa. Pada Uji terhadap Albumin kita menggunakan HNO3 :

 Air + HNO3-- larutan tidak keruh (Tidak ada endapan)


 Albumin + HNO3-- terjadi endapan putih (seperti gumpalan)
 Air yang berada dalam gelas kimia + HNO3-- larutan tidak keruh

Pada percobaan uji terhadap albumin, albumin yang terdapat pada tabung reaksi
setelah direksikan dengan HNO3 menjadi keruh terdapat gumpalan-gumpalan putih yang
membentuk endapan. Ini menandakan bahwa Albumin berdifusi, karena Albumin dalam
suasana asam akan terdenaturasi.

Selain percobaan difusi kita juga melakukan percobaan osmosis. Pada percobaan
terdapat variasi konsentarsi pada larutan sukrosa, Suatu larutan
yang larut dalam air dan konsentrasi air dalam larutan tersebut
dibuat dengan volume yang sama. Osmosis adalah kasus khusus
dari transpor pasif, dimana molekul air berdifusi melewati
membran yang bersifat selektif permeabel. Beberapa sistem osmosis diantaranya :

 Larutan Hipertonik yaitu larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi.


 Larutan Hipotonik yaitu larutan dengan konsentrasi terlarut rendah,
 Larutan Isotonik yaitu dua larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut sama.

Pada percobaan terdapat larutan yang tidak sama konsentrasinya, terjadilah molekul
air akan melewati membran sampai kedua larutan seimbang. Dalam proses osmosis, pada
larutan hipertonik, sebagian besar molekul air terikat atau tertarik ke molekul sukrosa
(terlarut), sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran.
Sedangkan pada larutan hipotonik, memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak
terikat oleh molekul terlarut), sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran.
Oleh sebab itu, dalam percobaan osmosis aliran netto molekul air adalah dari larutan
hipotonik ke hipertonik.

Perubahan bentuk sel terjadi pada larutan yang berbeda. Sel yang terletak pada larutan
isotonik, maka volumenya adalah konstan. Dalam hal ini, sel akan mendapat dan kehilangan
air yang sama. Sehingga proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut, dari larutan
yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutya rendah
melalui selaput atau membran selektif permeabel atau semi permeabel. Pada suatu bejana
yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel ditempatkan Iarutan sukrosa yang terdiri atas air
sebagai pelarut dan sukrosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan
dipisahkan oleh selaput selektif permeabel, maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah
akan bergerak atau berpindah menuju larutan sukrosa yang konsentrainya tinggi melalui
selaput permeabel. Sehingga pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya
tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permiabel.
Larutan vang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam
sel dikatakan .sebagai larutan hipertonis. sedangkan larutan yang konsentrasinya sama
dengan larutan di dalam sel disebut larutan isotonis. Larutan yang terdapat di luar sel,
konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan
hipotonis.