Anda di halaman 1dari 9

ANATOMI DAN FUNGSI

REPRODUKSI HEWAN JANTAN


• View
• clicks
Posted December 15th, 2007 by ombakkuta
• Biologi Umum
ANATOMI DAN FUNGSI REPRODUKSI HEWAN JANTAN
Pada hewan yang melakukan fertilisasi secara interna organ reproduksinya dilengkapi
dengan adanya organ kopulatori, yaitu suatu organ yang berfungsi menyalurkan sperma
dari organisme jantan ke betina. Peranan hewan jantan dalam hal reproduksi terutama
adalah memproduksi sperma dan sejumlah kecil cairan untuk memungkinkan sel sperma
meluncur menuju rahim
System reproduksi jantan terdiri atas :
1. testis
2. epididimis
3. duktus deferens
4. kelenjar aksesori (kelenjar vesikulosa, prostate dan bulbouretralis )
5. uretra
6. penis
Skrotum
Pada semua mamalia yang hidup di laut dan pakidermis (binatang berkulit tebal) testis
mengalami penurunan. Kearah stratum pada unggas, testis tidak mengalami penurunan,
tetapi tetap tinggal disekitar ginjal. Fungsi utama skrotum adalah untuk memberikan
kepada testis suatu lingkungan yang memiliki suhu 1 sampai 8 ?C lebih dingin
dibandingkan temperature rongga tubuh. Fungsi ini dapat terlaksana disebabkan adanya
pengaturan oleh system otot rangkap yang menarik testis mendekati dinding tubuh untuk
memanasi testis atau membiarkan testis atau membiarkan testis menjauhi dinding tubuh
agar lebih dingin.
Testis
Gonad indiferen sewaktu embrio dini pada betina berdeferensisi menjadi ovarium,
sedangkan pada jantan menjadi testis. Pada semua spesies testis berkembang didekat
ginjal yaitu pada daerah Krista genitalis primitip pada mamalia, testis mengalami
penurunan yang clukup jauh, pada kebanyakan spesies berakhir pada skrotum. Pada
burung, testis tidak mengalami penurunan, tetap tinggal pada posisi disekitar daerah testis
itu berasal. Fungsi testis ada dua macam: yang menghasilkan hormon seks jantan yaitu
androgen dan menghasilkan gamet jantan disebut sperma.
Sperma dihasilkan ditubulus seminiferus. Tubulus-tubulus tersebut sangat berliku-liku
pada jantan yang lebih tua spermatogonia tumbuh menjadi spermatosit primer, yang
setelah pembelahan meiosis pertama tumbuh menjadi spermatosit sekunder haploid
selanjutnya spermatosit sekunder haploid tumbuh menjadi spermatid yang setelah
mengalami sederetan transpormasi disebut spermiogenesis, kemudian tumbuh ,menjadi
sel sperma yang terdiri atas sebuah kepala sebuah bagian tangah (tubuh) serta sebuah
bagian ekor. Fungsi testis lainnya yang penting adalah sekresi hormon seks jantan. Bukti-
bukti yang ada dan yang terbaik menunjukan bahwa hanya sel leydig yang terdapat pada
jaringan interestisial mensekresi hormone androgen.
Gonade jantan atau testis terdiri atas banyak saluran yang melilit-lilit. Saluran tersebut
adalah tubulus seminiferus, dimana pada tempat tersebut sperma terbentuk. Sel-sel leydig
yang tersebar diantara tubulus semeniferus menghasilkan testosterone dan androgen yang
merupakan hormon seks jantan. Produksi sperma yang normal tidak akan dapat terjadi
pada suhu tubuh sebagian besar mamalia, sehingga testis manusia dan mamalia lain
dipertahankan berada diluar ronnga abdomen tepatnya didalam skrotum, yang merupakan
pelipatan dinding tubuh. Suhu dalam sakrotum adalah sekitar 2?C dibawah suhu rongga
abdomen.
Dari tubula seminiferus testis, sperma lewat kedalam saluran mengulir pada epididimis.
Selama perjalanan ini sperma menjadi motil dan mendapatkan kemampuan untuk
membuahi. Selama ejakulasi, sperma didorong dari epididimis melalui vasdeferens
berotot. Kedua duktus ini berawal dari skrotum disekitar dan dibelakang kandung kemih,
dimana masing-masing menyatu dengan duktus dari visikula seminalis, yang membentuk
duktus ejakulasi yang pendek. Duktus ejakulasi itu membuka ke uretra, yaitu saluran
yang mengosongkan isi system ekskresi dan system reproduksi. Uretra terdapat
disepanjang penis dan membuka keluar pada ujung penis.
Kumpulan kelenjar aksesoris (vesikula seminalis, prostate, dan kelenjar bulbo uretralis).
Vesikula seminalis menyumbangkan sekitar 60 % total volume semen. Cairan tersebut
mengandung mukus, gula fruktosa (yang menyediakan sebagian besar energi yang
digunakan oleh sperma), enzim pengkoagulasi, asam askorbat, dan prostaglandin.
Kelenjar prostate adalah kelenjar pensekresi terbesar. Cairan prostat bersifat encer dan
seperti susu, mengandung enzim antikoagulan, sitrat (nutrient bagi sperma), dan sedikit
asam. Kelenjar bulbouretralis adalah sepasang kelenjar kecil yang terletak disepanjang
uretra, dibawah prostate. Sebelum ejakulasi kelenjar tersebut mensekresikan mucus
bening yang menetralkan setiap urine asam yang masih tersisa dalam uretra.
Sistem duktus
Sistem duktus pada jantan sebagian besar berasal dari system duktus wolff pada ginjal
mesonefrik. Tubulus mesonefrik berkembang menjadi vasdeferens, duktus mesonefris
menjadi epididimis, sedangkan vasdiperens dan vesikula seminalis dibentuk terakhir dari
evagianasi duktus. Sisa-sisa dari system duktus yang lain (uretra prostatik membranosa
dan kavernosa) berkembang dari sinus urogenitalis seperti halnya dua kelenjar asesoris
jantan yang lain, yaitu kelenjar prostate dan kelenjar cowper (kelenjar bulbo-uretra)
vasdeferens dibungkus oleh lapisan otot yang berkembang baik yaitu lapisan-lapisan otot
longitudinal luar dan dalam dengan lapisan sirkuler diantara keduanya kontraksi lapian
otot ini mungkin merupakan sebagian yang bertanggung jawab pada gerakan sperma
yang melalui system duktus.
Penis
pada manusia penis terdiri atas tiga (pada mamalia domestikasi dan mamalia
laboraturium terdiri atas dua buah) bangunan silinder disebut korpora covernosa penis.
Ujung penis yang disebut dengan glan penis, dilengkapi dengan suatu produk pada
korpora kalvernosanya.
Kelenjar-kelenjar asesoris pelengkap
Yang termasuk kelenjar pelengkap adalah sepasang vesikula seminalis, prostate (yang
pada tikus terdiri atas tiga lobi, sedangkan pada mamalia berupa bangunan tunggal), dan
sepasang kelenjar bulbo uretra atau kelenjar cowper. Pada berbagai spesies terdapat
variasi yang sangat berbeda, baik mengenai ukuran relatifnya maupun bentuk anatomi
kelenjar-kelenjar aksesorisnya.
Sel-sel sperma yang ditemukan dalam tubulus semi niverus serta duktus-duktus
ekskreterius bagian proximal tidak dapat bergerak. Sel-sel sperma ini kemudian dapat
bergerak dan mungkin aktif mengadakan metabolisme setelah mengadakan kontak
dengan apa yang disebut dengan plasma semen.
Plasma semen mempunyai dua fungsi utama yaitu: berfungsi sebagai media pelarut dan
sebagai pengaktif bagi sperma yang mula-mula tidak dapat bergerak serta melengkapi
sel-sel dengan substrat yang kaya akan elektrolit (natrium dan kalium klorida), nitrogen,
asam sitrat, fruktosa, asam askorbat, inositol, fosfatase sera ergonin, dan sedikit (trace)
vitamin-vitamin serta enzi-enzim.
1. PISCES
Pada pisces, ketika masih muda sulit di bedakan antara hewan jantan dan betina, baik
secara morfologi maupun anatomi. Organ reproduksi jantan dan betina pada waktu masih
muda memiliki struktur yang sama dan disebut ganoda. Setelah dewasa organ reproduksi
jantan pada ikan, dapat di bedakan organ genitalia masculine tampak berwarna putih susu
dengan permukaan licin berisi spermatozoa.
Testis berjumlah sepasang menggantung pada dinding tengah rongga abdomen oleh
mesorsium. Berbentuk oval dengan permukaan yang kasar. Kebanyakan testisnya
panjang, berwarna putih dan seringkali berlobus.
Testis ikan berbentuk seperti kantong dengan lipatan-lipatan, serta dilapisi dengan suatu
lapisan sel spermatogenik (spermatosit). Sepasang testis pada jantan tersebut akan mulai
membesar pada saat musim memijah dan saat terjadi perkawinan, dan sperma jantan
bergerak melalui vas deferens menuju celah atau lubang urogenital.
Saluran reproduksi, pada Elasmoranchi beberapa tubulus mesonefrus bagian anterior
akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan testis dengan mesonefrus, yang disebut
dutus deferen. Baian posterior duktus aferen berdilatasi membentuk vesikula seminalis,
lalu dari sini akan terbentuk kantung sperma. Dutus deferen akan bermuara di kloaka.
Pada Teleostei saluran dari sistem ekskresi dan system reproduksi menuju kloaka secara
terpisah. Organ kopulatoris merupakan modifikasi sirip anal maupun sirip pelvis. Sirip
pelvis pada elasmoranchi akan termodifikasi menjadi clasper. Pada teleostei sirip anal
memanjang membentuk gonopodium.
2. AMPHIBI
Sistem Genitalia Jantan pada amphibi berupa sepasang testis, vasa eferentina dan cloaca.
Testes berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium (berupa selubung
tipis).testes adalah gonade yang menghasilkan spermatozoa. Di sebelah cranial testes di
temukan adanya corpus adiposum, terletak di bagian posterior rongga abdomen.
Saluran reproduksi. tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa
spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. Di dekat kloaka, duktus mesonefrus
pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan
sperma sementara). Vesikula seminalis akan membesar hanya pada saat musim kawin
saja.
Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis, berjalan ke
medial menuju ke bagian kranial ginjal (cranial ren) dan bermuara pada ductus
mesonephridicus (saluran kencing). Di sebelah kaudal mengadakan pelebaran kecil di
sebut vesicula seminalis yang menghasilkan kelenjar untuk kehidupan sperma. Di sini sel
kelamin jantan di beri suatu getah dari dinding vesicular seminalis, akhirnya vesicula
seminalis ini bermuara di dalam cloaka. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal, ia
berjalan di sebelah lateral ginjal. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai. Tidak
memiliki organ kopulatoris karena fertilisasinya terjadi secara eksternal.
3. REPTIL
Pada reptil, organ genitalia masculine terdiri atas testis yang berbentuk oval, relatif kecil,
berwarna keputih-putihan, berjumlah sepasang, terletak di dorsal rongga abdomen yang
di gantung oleh mesorchium. Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke depan
dari pada yang lain. Testis akan membesar saat musim kawin.
Saluran reproduksi, duktus mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran
ini akan menuju kloaka. Sebagian duktus wolf dekat testis bergelung membentuk
epididimis. Epididimis sebagai saluran yang sangat berkelok-kelok keluar dari testes di
sebelah lateral testes. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang
menghubungkan tubulus seminiferus testis dengan epididimis. Duktus wolf bagian
posterior menjadi duktus deferen. Pada kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu dengan
ureter dan memasuki kloaka melalui satu lubang, yaitu sinus urogenital yang pendek.
Hemipenis merupakan sepasang alat capulatio yang berupa tonjolan di dinding cloaka.
Hemipenis ini jika dalam keadaan istirahat akan melipat masuk ke dalam pangkal cauda
dengan dinding ototnya di bagian luar, kemudian jika akan mengadakan copulatio di
tonjolkan keluar.
Semua reptil selain spenodon memiliki organ kopulatoris, ular dan kadal mempunyai
hemipenis, sedangkan pada buaya penis.
4. AVES
Pada aves sistem genitalia jantan berupa testes, epididimis dan ductus deferens. Testis
pada aves berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukannya licin,
terletak di sebelah ventral lobus renis bagian paling kranial.alat penggantung testes
adalah mesorchium yang merupakan lipatan dari peritoneum. Pada musim kawin
ukurannya membesar. Di sinilah tempat untuk membuat dan menyimpan spermatozoa.
Burung, yang mempunyai suhu tubuh yang tinggi, memiliki testis di dalam tubuhnya.
Menurut teori para ahli, mereka menggunakan kantong udaranya untuk menjaga suhu
optimal testis, namun pada penelitian berikutnya disebutkan bahwa testis burung
berfungsi baik pada suhu tubuh.
Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis.
Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Pada burung-burung kecil,
duktus deferen bagian distal yang sangat panjang membentuk sebuah gelendong yang
disebut glomere. Di Dekat glomere bagian posterior dari duktus aferen berdilatasi
membentuk duktus ampula yang bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori.duktus
eferen berhubungan dengan epididimis yang kecil kemudian menuju duktud deferen.
Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureter ketika masuk kloaka.
Epididimis berjumlah sepasang, berukuran kecil terletak pada sisi dorsal testis, epididimis
ini adalah berupa saluran yang di lewati sperma dan menuju ke ductus deferens.
Ductus deferens berjumlah sepasang. Pada burung muda tampak halus, sedang pada
burung tua nampak berkelok-kelok berjalan ke caudal menyilangi ureter kemudian
bermuara pada urodaeum.
5. MAMALIA
Pada mamalia alat kelamin jantan terdiri atas sepasang testis, saluran deferen, vesikula
seminalis, kelenjar prostata, uretra dan penis. Testis berjumlah sepasang, bentuknya bulat
telur dan di bungkus oleh skrotum, Skortum berbentuk sebuah kantung yang
membungkus testis. Testis tersusun oleh bentukan menyerupai cacing yang disebut
epididimis yang merupakan wadah sperma.
Epidedimis mengeluarkan material yag mampu mempertahankan kehidupan sperma
selama penyimpanan didalam testis. dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa, tunika
albugenia. Ukuran testis tergantung pada hewannya. Jika testis tidak turun ke skrotum
disebut Cryptorchydism yang menyebabkan sterilitas. Lintasan antara rongga abdomen
dan rongga skrotum disebut saluran inguinal.
Pada mamalia, testis terletak di luar tubuh, dan dihubungkan dengan tubulus spermatikus
dan terletak di dalam skrotum. Ini sesuai dengan fakta bahwa proses spermatogenesis
pada mamalia akan lebih efisien dengan suhu lebih rendah dari suhu tubuh (< 37°C).
Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus berkembang menjadi duktus eferen kemudian
akan menuju epididimis. Epididimis terletak di sekeliling testis. Epididimis anterior
(kaput epididimis) lalu ke arah posteriorkorpuus dan kauds yang berbatasan dengan
duktus deferen. Duktus wolf menjadi epididimis, duktus deferen, dan vesikula seminalis.
Pada monotremata mirip dengan yang terdapat pada kura-kura, sedangkan untuk mamalia
yang lebih tinggi, penis terletak di sebelah anterior skrotum.
Penis adalah organ seksual jantan yang dibungkus oleh kulit yang disebut kalup
(prepusium). Lapisan dalam kalup disuplai dengan kelenjar keringat yang mengeluarkan
smegma. Uretra pada hewan jantan adalah tabung mukoid yang memanjang mulai dari
kandung kemih ke bagian depan penis.
Anatomi manusia (pria)
Testis adalah kelenjar kelamin jantan pada hewan dan manusia. Manusia (pria)
mempunyai dua testis yang dibungkus dengan skrotum.
Pada tubulus spermatikus terdapat otot kremaster yang apabila berkontraksi akan
mengangkat testis mendekat ke tubuh. Bila suhu testis akan diturunkan, otot kremaster
akan berelaksasi dan testis akan menjauhi tubuh. Fenomena ini dikenal dengan refleks
kremaster.
Selama masa pubertas, testis berkembang untuk memulai spermatogenesis. Ukuran testis
bergantung pada produksi sperma (banyaknya spermatogenesis), cairan intersisial, dan
produksi cairan dari sel Sertoli. Pada umumnya, kedua testis tidak sama besar. Dapat saja
salah satu terletak lebih rendah dari yang lainnya. Hal ini diakibatkan perbedaan struktur
anatomis pembuluh darah pada testis kiri dan kanan.
Testis berperan pada sistem reproduksi dan sistem endokrin, yaitu : memproduksi sperma
(spermatozoa) dan memproduksi hormon seks pria seperti testosteron.
Struktur
Testis dibungkus oleh lapisan fibrosa yang disebut tunika albuginea. Di dalam testis
terdapat banyak saluran yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus ini dipenuhi oleh
lapisan sel sperma yang sudah atau tengah berkembang.
Spermatozoa (sel benih yang sudah siap untuk diejakulasikan), akan bergerak dari
tubulus menuju rete testis, duktus efferen, dan epididimis. Bila mendapat rangsangan
seksual, spermatozoa dan cairannya (semua disebut air mani) akan dikeluarkan ke luar
tubuh melalui vas deferen dan akhirnya, penis. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel
khusus yang disebut sel intersisial Leydig. Sel Leydig memproduksi hormon testosteron.
Sawar darah testis
Molekul besar tidak dapat menembus ke lumen (bagian dalam tubulus) melalui darah,
karena adanya ikatan yang kuat antar sel Sertoli. Fungsi dari sawar darah testis adalah
untuk mencegah reaksi auto-imun. Tubuh dapat membuat antibodi melawan spermanya
sendiri, maka hal ini dicegah dengan sawar. Bila sperma bereaksi dengan antibodi akan
menyebabkan radang testis dan menurunkan kesuburan.
http://one.indoskripsi.com/content/anatomi-dan-fungsi-reproduksi-hewan-jantan

KONTRASEPSI
Kontrasepsi adalah pencegahan kehamilan atau pencegahan konsepsi. Untuk mencapai
tujuan tersebut, berbagai cara dapat dilakukan, antara lain penggunaan pil KB/
kontrasepsi oral, suntikan atau intravaginal, penggunaan alat dalam saluran reproduksi
(kondom, alat kontrasepsi dalam rahim/implan), operasi (tubektomi, vasektomi) atau
dengan obat topikal intravaginal yang bersifat spermisid.
Dari sekian banyak cara tersebut, penggunaan obat hormonal oral atau suntikan dan alat
kontrasepsi dalam rahim, merupakan cara yang paling banyak digunakan karena sudah
lama dikenal dan efetivitasnya sebagai kontrasepsi cukup tinggi.
http://www.medicastore.com/apotik_online/kontrasepsi.htm
Sebenarnya istilah neuter berarti umum, dapat digunakan pada hewan jantan dan betina.
Namun dalam penggunaannya, neuter lebih sering merujuk pada hewan jantan. Neuter,
pada hewan jantan, lebih dikenal dengan istilah kebiri/kastrasi, dalam bahasa kedokteran
sering disebut orchidektomi. Orchidektomi merupakan sebuah prosedur operasi/bedah
dengan tujuan membuang testis hewan. Kastrasi ini dilakukan pada hewan jantan dalam
keadaan tidak sadar (terbius umum)
.

Kapan Waktunya Kebiri ?


Kucing yang akan dikebiri harus dalam keadaan sehat. Sebagian besar kucing dikebiri
ketika berumur sekitar 5-8 bulan. Para ahli perilaku hewan menyarankan mengkebiri
kucing sebelum memasuki masa puber, karena dapat mencegah munculnya sifat/perilaku
kucing yang tidak dinginkan.
Beberapa organisasi yang peduli dengan overpopulasi kucing di Amerika bahkan
melakukan kebiri lebih awal pada kucing. Kucing-kucing tersebut telah dikebiri pada
umur 6 - 14 minggu. Kebiri tidak mempengaruhi pertumbuhan badan kucing-kucing
tersebut.

Kebiri juga bisa dilakukan pada kucing-kucing yang lebih tua. Tergantung umur kucing,
beberapa tes seperti X-ray, tes darah & urin bisa dilakukan untuk memastikan seekor
kucing layak dioperasi atau tidak.
Keuntungan Kebiri

Banyak keuntungan dari tindakan mengkebiri kucing jantan lebih awal (sebelum masa
puber). Resikonya timbulnya berbagai penyakit yang berhubungan dengan hormon
testosteron yang dihasilkan testis dapat diperkecil dengan tindakan kebiri.

Mencegah Kelahiran Anak Kucing Yang Tidak Diinginkan

Salah satu keuntungan mengkebiri kucing adalah mencegah kelahiran anak kucing yang
tidak diinginkan. Selain menjaga populasi kucing tetap terkendalikan, tindakan ini juga
memungkinkan pemilik kucing bisa merawat kucing-kucingnya dengan maksimal.

Kurang Agresif Terhadap Kucing Lain.


Testosteron adalah hormon kelamin jantan. Hormon ini mempengaruhi banyak pola-pola
perilaku pada kucing jantan. Salah satu perilaku yang banyak dipengaruhi hormon
testosteron adalah perilaku agresi. Setelah kebiri, perilaku ini cenderung berkurang
banyak.

Spraying/Urine marking
Spraying/urine marking adalah salah satu perilaku alami kucing jantan yang tidak di
kebiri. Sebagian besar perilaku ini hilang setelah kucing di kebiri.

Tidak Suka Berkeliaran


Kucing betina yang sedang birahi mengeluarkan feromon yang dapat menyebar melalui
udara. Feromon ini dapat mencapai daerah yang cukup jauh. Kucing jantan dapat
mengetahui dimana letak kucing betina yang sedang birahi melalui feromon ini, lalu
kemudian mencari dan mendatangi sang betina meskipun jaraknya cukup jauh. Kucing
jantan yang telah dikebiri cenderung tidak bereaksi terhadap feromon ini dan lebih suka
diam di dalam rumah.
Lebih Jarang Terluka
Keuntungan medis lain dari kebiri adalah jarangnya kucing terluka akibat berkelahi
dengan kucing lain. Semakin jarang terluka semakin kecil juga kemungkinan terkena
penyakit yang dapat menular melalui luka/kontak.

Peningkatan Genetik
Beberapa kucing dikebiri karena mempunyai/membawa cacat genetik. Diharapkan
kucing-kucing cacat tersebut tidak dapat lagi berkembang biak, sehingga jumlah kucing-
kucing cacat dapat dikurangi.

Mengurangi Resiko Tumor & Gangguan Prostat


Tumor dan gangguan prostat lebih sering terjadi pada anjing, pada kucing jarang sekali
terjadi. Sebagian besar gangguan pada prostat berhubungan dengan hormon testosteron
yang dihasilkan oleh testis. Tindakan kebiri menyebabkan hewan tidak lagi menghasilkan
hormon tersebut, sehingga resiko tumor dan gangguan pada prostat dapat dikurangi.

Cenderung Lebih Manja


Sebagian besar perilaku agresif pada kucing jantan dipengaruhi hormon testosteron.
Kucing yang dikebiri cenderung tidak agresif dan lebih manja.
Gangguan Yang Mungkin Muncul Setelah Kebiri/Kastrasi

Obesitas/kegemukan
Perubahan metabolisme hormon setelah kastrasi menyebabkan kucing tidak lagi agresif
dan lebih suka diam/tidur. Akibat yang sering terjadi setelah kastrasi adalah
kegendutan/obesitas. Masalah ini bisa dicegah dengan mengontrol diet dan sering
mengajak kucing bermain.

Bermain dengan kucing menyebabkan kucing bergerak lebih banyak dan membakar
cadangan lemak yang berlebih.

Feline Urinary Syndrome (FUS)


FUS adalah kumpulan berbagai gejala penyakit pada kucing berupa gangguan proses
kencing/urinasi pada kucing. Beberapa penelitian di AS menyatakan Kastrasi tidak
menyebabkan/mempertinggi resiko FUS pada kucing jantan.

FUS sering terjadi pada kucing jantan yang diberi makanan yang banyak mengandung
garam mineral terutama magnesium. FUS dapat dihindari dengan memberikan makanan
yang mempunyai kadar Magnesium rendah.
http://kucingkita.blogspot.com/2007/07/kastrasikebiri-neuter.html
Vasektomi : tindakan memotong saluran sperma yang menghubungkan buah zakar
dengan kantong sperma, sehingga tidak dijumpai lagi bibit dalam ejakulat seorang pria;
tubektomi tindakan sejenis pada wanita.
http://id.wikipedia.org/wiki/Vasektomi
Vasektomi adalah istilah dalam ilmu bedah yang terbentuk dari dua kata yaitu vas dan ektomi.
Vas atau vasa deferensia artinya adalah saluran benih yaitu saluran yang menyalurkan sel benih
jantan (spermatozoa) keluar dari buah zakar (testis) yaitu tempat sel benih itu diproduksi menuju
kantung mani (vesikulaseminalis) sebagai tempat penampungan sel benih jantan sebelum
dipancarkan keluar pada saat puncak sanggama (ejakulasi). Ektomi atau ektomia artinya
pemotongan sebagian. Jadi vasektomi artinya adalah pemotongan sebagian (0.5 cm – 1 cm)
saluran benih sehingga terdapat jarak diantara ujung saluran benih bagian sisi testis dan saluran
benih bagian sisi lainya yang masih tersisa dan pada masing-masing kedua ujung saluran yang
tersisa tersebut dilakukan pengikatan sehingga saluran menjadi buntu/tersumbat.

Akibat dari pemotongan dan pengikatan saluran benih ini, maka sel benih yang diproduksi pada
buah zakar tidak bisa keluar dan terbendung pada saluran benih bagian sisi testis yang diikat.
Akibat pemotongan dan pengikatan saluran benih ini, fungsi buah zakar sebagai organ yang
menghasilkan sel benih jantan dan hormon kelamin tidak terganggu, sehinga nafsu birahi pada
laki-laki yang menjalani vasektomi tidak terganggu.Air mani tetap dipancarkan pada saat puncak
sanggama, tapi tidak mengandung sel benih jantan. Efek inilah yang dimanfaatkan sebagai cara
kontrasepsi mantap. Sel benih yang terbendung pada saluran yang diikat akan mati setelah kurang
lebih 100 hari. Sebaliknya fungsi buah zakar (testis) dalam memproduksi sel benih dan fungsi –
fungsi lainya tetap berjalan.
http://www.geocities.com/klinikfamilia/vasektomi1.html

Inseminasi buatan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Inseminasi buatan adalah peletakan sperma ke follicle ovarian (intrafollicular), uterus
(intrauterine), cervix (intracervical), atau tube fallopian (intratubal) wanita dengan
menggunakan cara buatan dan bukan dengan kopulasi alami.
Teknik modern untuk inseminasi buatan pertama kali dikembangkan untuk industri
ternak untuk membuat banyak sapi dihamili oleh seekor sapi jantan untuk meningkatkan
produksi susu.
http://id.wikipedia.org/wiki/Inseminasi_buatan