Anda di halaman 1dari 11

Menganalisis Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik pada Novel yang Berjudul Si Jamin dan Si Johan Karya

Merari Siregar

Karya Tulis

Untuk Memenuhi Tugas Pelajaran Bahasa Indonesia

Oleh :

1 . Ach Budi A

NIS

2 . Dwi Setio W

NIS

3 . Fathul Rachman

NIS

4 . Nugraha Adi R K

NIS

Sekolah Menengah Pertama Negeri 48 Bandung

2010/2011
Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa . Dengan seluruh rahmat dan hidayahnya . Penulis
akhirnya mampu membuat karya tulis ini . Tidak lupa shalawat dan salam tercurah limpahkan kepada
Nabi kita Muhammad SAW .

Maksud dan tujuan kami dari pembuatan karya tulis ini adalah dalam rangka mencoba untuk
mendapatkan dasar landasan untuk membuat skripsi , dan juga bertujuan untuk menyelesaikan tugas
Bahasa Indonesia .

Ucapan terima kasih kepada orang tua yang telah banyak membantu dalam bentuk dana untuk
penyelesaian karya tulis ini . Dan kita berterima kasih pula kepada guru – guru yang telah membantu
dalam pengerjaan karya tulis ini .

Semoga karya tulis ini dapat memenuhi nilai tugas Bahasa Indonesia dan kami bisa lulus dengan
itu kami meminta maaf bila ada kesalahan dan jika ada kata – kata yang tidak dimengerti di karya tulis
kami .
Daftar Isi

Kata Pengantar ........................

Daftar Isi ........................

Bab I : Pendahuluan ........................

1.1 Latar Belakang

1.2 Pembataa / Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penulisan

1.4 Metode Pengumpulan Data

1.5 Sistematika Laporan

Bab II : Landasan Teori

Bab III : Pembahasan

Bab IV : Penutup

4.1 Kesimpulan

4.2 Saran

Daftar Pustaka
Bab I Pendaluan

1.1 Latar Belakang

Penulis memilih menganalisis novel yang bergudul Si Jamin dan Si Johan karena novel ini mudah
dipahami dan dimengerti , dan cerita ini memberi pelajaran tentang kehidupan .

Penulis membuat karya tulis ini untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia dan bertujuan untuk
mendapatkan nilai yang terdapat dalan Kompetisi Dasar nomer 16 Menulis karya tulis sederhana dengan
memnggunakan berbagai sumber .

1.2 Rumusan Masalah

Masalah untuk menganalisis novel tahun 20an yang berjudul “Si Jamin dan Si Johan” sangat luas
dan terbagi dalam garis tertentu , dengan rumusan masalah sebagai berikut :

1. Siapa sajakah tokoh dalam novel tersebut ?

2. Siapa sajakah yang memerankan peran antagonis ?

3. Siapa sajakah yang memerankan peran protagonis ?

4. Siapa sajakah yang memerankan peran tritagonis ?

5. Bagaimana karakteristik masing masing tokoh ?

6. Dimana sajakah latar tempat yang ada pada novel tersebut ?


7. Di kota manakah Si Jamin berperang melawan keganasan ?

8. Mengapa Si Jamin tidak berani pulang ke rumahnya ?

9. Milik siapa cincin permata yang Jamin temukan ?

10 . Mengapa Jamin bisa tertabrak oleh mobil itu ?

11 . Siapa saja tokoh yang menjadi figuran ?

12 . Mengapa ayahnya jamin menjadi pemabuk ?

13 . Siapakah yang akan mengangkat Johan menjadi anak angkatnya ?

14 . Siapakah yang menemukan cincin Nona Fi ?

15 . Siapakah yang ditangkap ?

16 . Mengapa ayahnya jamin ditangkap ?

17 . Dimana jamin tidur saat tidak diperbolehkan pulang ke rumahnya ?

18 . Dimana mayat Inem ditemukan ?

19 . Siapakah ibu tirinya Si Jamin dan Si Johan ?

20 . Siapakah yang mengambil cincin Nyoya Fi dari Jamin ?

1.3 Tujuan Penulisan

Karya tulis ini disusun dengan tujuan menganalisis unsur intrinsic dan unsur ekstrinsik dalam
novel yang berjudul “Si Jamin dan Si Johan “ sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas Bahasa
Indonesia dan juga untuk mendapatkan nilai yang sesuai dengan Kompetensi Dasar nomer 16 menulis
karya tulis sederhana dengan menggunakan berbagai sumber . Dan juga karya tulis ini disusun untuk
meningkatkan minat membaca temen – teman kita . Dan juga agar para remaja suka untuk membaca
novel tahun 20an
1.4 Metode Pengumpulan Data
Ada beberapa cara mengemukakan data dalam karya tulis .

- Pertama , dengan mencari sumber dan buku di beberapa perpustakaan atau took buku .

- Kedua , mengumpulkan sumber – sumber .

- Ketiga , membacanya untuk menemukan informasi .

- Keempat , menganalisis karakteristik tokoh .

- Kelima , menganalisis tema .

- Keenam , menganalisis latar .

- Ketujuh , menganalisis alur .

- Kedelapan , merangkum .

- Kesembilan , menyusun dan mengetiknya untuk membuat karya tulis .

1 . 5 Sistematika Laporan
Bab I Pendahuluan

Pada bagian ini dijelaskan tentang latar belakang , pembahasan / rumusan masalah , tujuan penulisan ,
metode pengumpulan data , dan sistematika penulisan .

Bab II Landasan Teori

Pada bagian ini dijelaskan tentang berbagai unsure intrinsik dalam novel tahun 20an .

Bab III Pembahasan

Pada bab bagian ini dikemukakan pembahasan masalah yang bersumber dari sumber – sumber yang
diperoleh .

Bab IV Penutup

Pada bab bagian ini dikemukakan kesimpulan dari novel dan saran .
Bab II Landasan Teori

Di dalam pembuatan karya tulis ini terdapat dua unsur , yaitu unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik .

Unsur ekstrinsik adalah unsure – unsure yang terdapat pada luar isi buku , seperti :

Kode : BSJS47
Penerbit : Balai Pustaka
Penulis : Merari Siregar
Tgl Terbit : 1992
No. ISBN : BSJS47
Halaman : 102 hal
Berat Buku : 0.20
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi (LxP) : 15 x 21 cm
Bonus : Bahasa : Bahasa Indonesia
Kondisi Buku : Buku Bekas (Cukup)
Ketersediaan Stock : 0 

Unsur intrinsic adalah unsure – unsure yang terdapat pada dalam isi buku yang

terdiri dari :

- Tema : tema adalah pikiran pokok yang mendasari lakon drama .

- Latar : latar adalah tepat , waktu , dan suasana terjadinya suatu adegan .

- Alur :

- Penokohan : penokohan adalah keseluruhan cirri – cirri jiwa seorang tokoh dalam lakon drama .

- Amanat : amanat adala pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca naskah /
penonton drama .
Bab III Pembahasan

Si Jamin dan Si Johan


Kode : BSJS47
Penerbit : Balai Pustaka
Penulis : Merari Siregar
Tgl Terbit : 1992
No. ISBN : BSJS47
Halaman : 102 hal
Berat Buku : 0.20
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi (LxP) : 15 x 21 cm
Bonus : Bahasa : Bahasa Indonesia
Kondisi Buku : Buku Bekas (Cukup)
Ketersediaan Stock : 0 

Jamin dan Johan adalah sepasang kakak beradik, yang ibunya sudah meninggal dunia.
Sehingga mereka tinggal bersama ayah kandungnya, dan ibu tirinya. Mereka dipekerjakan oleh
ibu tirinya, Inem untuk  meminta-minta, dan memberikan hasil dari minta-minta itu untuk
kesenangan ibu tirinya, yang merupakan seorang pecandu. Sore itu Inem ibu tiri Jamin dan Johan
menunggui kedatangan Jamin,bukan karena kuatir tetapi untuk meminta uang dari Jamin
meminta-minta. Karena sebagian uang meminta-mintanya ia belikan nasi untuk ia dan adiknya
Inem pun marah hingga menendang si Jamin. Sebenarnya Inem menyiksa Jamin dan Johan
merupakan hal yang biasa karena memang wanita itu sangat jahat. Untung Jamin dan Johan
adalah anak yang sabar dan penurut. Jamin dan Johan selalu mengingat perkataan almarhum
ibunya untuk selalu di jalan Allah dan saling menjaga sampai kapan pun. Mereka tidak pernah
dendam pada ibu tirinya.. Bertes, ayah Jamin dan Johan juga suka mabuk hingga kedua anak itu
dipukulnya karena tak sadar. Bertes berasal dari Saparua, Ambon. Ia meninggalkan kota
kelahirannya untuk menjadi serdadu karena ia pikir, ia akan mendapat gaji besar. Waktu itu
kedua orang tuanya tidak merestui tapi ia tidak memperdulikan hingga ia menjadi serdadu di
Aceh. Saat Bertes sakit karena peperangan yang terjadi di Aceh, ia baru sadar bahwa ia banyak
salah pada orang tuanya maka dari itu, ia bercita-cita kembali ke kampung halaman dan mencari
pendamping hidup. Ternyata orang tuanya telah meninggal. Ia begitu menyesal dan sangat
merasa berdosa pada orang tuanya. Setelah itu ia bertemu dengan Mina dan hidup dengan Mina
di Prinselaan, Taman Sari. Awalnya rumah tangga mereka baik-baik saja apalagi ketika ia
mempunyai 2 orang anak yaitu Jamin dan Johan. Mina adalah seorang istri yang baik,sabar dan
bertanggung jawab, jauh berbeda dengan Inem yang kejam. Tetapi setelah 5 tahun
pernikahannya, Bertes mulai terpengaruh teman-temannya menjadi pemabuk dan suka bertindak
keras. Mina mulai sakit-sakitan hingga akhirnya ia meninggal dunia. Bertes ternyata juga sering
menyiksa Mina bila sedang mabuk. Setelah Mina meninggal, kemudian menikah dengan Inem
yang tidak berperangkai baik. Sungguh malang nasib Jamin dan Johan, sudah piatu sengsara pula
hidupnya.
Ketika Inem selesai mencandu emosinya tidak dapat dikontrol lagi. Pagi-pagi ia mengusir
Jamin untuk meminta-minta uang sampai mendapat lima puluh sen baru ia dapat pulang dan
diancamnya bila tidak pulang akan membuang adiknya ke sungai padahal Jamin tidak ingin
berpisah dari Johan karena ia sangat sayang pada Johan dan sebaliknya. Sungguh kejam memang
ibu tirinya. Jaminpun segera pergi untuk mencari uang tetapi sungguh sial hari itu karena sampai
malam tak dapat dikumpulkannya uang lima puluh sen. Dari Pasar Baru, Pasar Ikan sampai Pasar
Senin ia lalui namun tak tercukupi juga hingga malam yang sangat dingin karena hujan. Kondisi
itu membuatnya lemas karena tak satupun makanan yang masuk kecuali sedikit roti dari
temannya serta sedikit air ditambah baju yang kotor dan compang-camping membuat ia tak kuat
lagi untuk berjalan. Tak kuasa lagi ia berjalan, sampai akhirnya ia tidur di seberang warung obat
milik Kong Sui. Pagi harinya, Kong Sui yang melihat Jamin yang terkapar tak berdaya
membawanya ke rumahnya untuk dia beri makan. Sampai disana Jamin diberi makan, minum,
uang dan baju untuk gantinya kemudian ia menceritakan semua pada Kong Sui dan Fi. Kong Sui
dan Fi sangat kasihan pada Jamin setelah ia mendengar cerita dari Jamin. Jamin pun sangat
berterima kasih pada mereka atas bantuan mereka. Karena merasa badannya sudah terasa baikan
ia pun meminta izin untuk pulang.
Di rumah Bertes pulang dari Café Pasar Senin dengan katakutan karena tadi ada
pertengkaran disana hingga seseorang berlumur darah. Karena waktu itu ia sedang mabuk jadi ia
lupa yang ia lakukan karena ia takut diangkap polisi ia sampai berpura-pura dan menyuruh
istrina bila polisi datang untuk berbohong. Disaat itulah ia baru sadar bila hidupnya telah rusak.
Ia lihat anaknya Johan kemudian ia memeluknya untuk minta maaf tetapi Jamin tidak ada.
Sekarang Bertes ingin taubat dan ia telah tau keburukannya dan istrinya.

Beberapa saat kemudian dibawa Bertes oleh pihak polisi untuk diperiksa.
Setelah itu Jamin pulang karena ia telah dapat uang yang diinginkan ibu tirinya. Tetapi saat
didepan rumah ia mendengar bahwa ayahnya ditangkap polisi. Uang itu pun segera diberikan
pada ibu tirinya dan memberikan makanan kepada adiknya dari rumah Kong Sui. Namun baju
yang diberikan Kong Sui dan FI diminta ibunya saat meraba celananya terasa ada cincin
didalamnya untunglah Jamin dapat merayu ibu tirinya namun tak disangka. akhirnya ketahuan
juga. Baju itu akan dijual Inem agar Jamin dapat meminta-minta lagi dan ia juga akan mendapat
uang dari hasil menjual baju itu. Cincin itu adalah cincin Nonya Fi karena Nyonya Fi lupa
mengambil cincin itu saat dipakaikan pada Jamin. Ia pun merasa bersalah dan berjanji akan
mengembalikannya pada Kong Sui da Fi.
Suatu hari Jamin jalan-jalan di jalan Mangga Besar. Ia ingin sekali mengembalikan cincin
itu. Tiba-tiba terdengar ada yang memanggilnya, yaitu Johan. Ternyata, Johan telah
mendapatkan kembali cicin itu. Akan tetapi, ketika mereka akan sampai di rumah Kong Sui,
Jamin tertabrak trem yang ada dibelakangnya karena ia berusaha menyelamatkan adiknya dan
dirinya sendiri, tetapi takdir berkata lain, dirinya malah tidak selamat. Jamin dibawa orang-orang
disekitar menuju rumah sakit Glodok. Johan tak mengerti apa yang terjadi kerena saat kakaknya
tertabrak ia terpelanting ke samping jalan kemudian ia mengembalikan cincin itu dan
menceritakan semua pada Kong Sui dan Fi. Mereka sangat sedih dan akhirnya Fi dan Johan pergi
bersama ke rumah sakit. Jamin tak berdaya lagi seisi ruangan menangis karena iba melihat
Jamin. Sekarang Johan bisa mengerti benar bagaimana arti persaudaraan yang sesungguhnya.
Akhirnya, Jamin meninggal dunia dengan tenang. Ia dikuburkan di Mangga Dua. Johanpun
sekarang tinggal bersama Kong Sui dan Fi yang menyayanginya dan dia pun sekarang
bersekolah, layakanya anak-anak yang lain.

Amanat :

- Persaudaraan yang saling mengasihi adalah hal yang indah dan perlu dijaga. Hal inilah yang
patut kita tiru.

- Jangan pernah memendam rasa dendam, sekejam apapun orang itu, karna, kelak akan ada yang
membalasnya.

- Penyesalan selalu datang belakangan, sehingga pikirkankan dulu matang-matang apa yang akan
kita lakukan, sebelum rasa penyesalan itu datang
Bab IV Penutup

4 . 1 Kesimpulan

Anda mungkin juga menyukai