Anda di halaman 1dari 1

Mengukur Penerapan Good Governance dalam

Perumusan Kebijakan Publik

Penyusunan suatu kebijakan publik yang baik harus didasarkan pada prinsip-prinsip
tata keperintahan yang baik.

Keterbukaan (transparansi) atas berbagai proses pengambilan keputusan akan


mendorong partisipasi masyarakat dan membuat para penyusun kebijakan publik
menjadi bertanggung gugat (accountable) kepada semua pihak yang berkepentingan
(stakeholders) dengan proses maupun kegiatan dalam sektor publik. Transparansi
adalah sebuah kondisi minimum bagi partisipasi masyarakat dan merupakan awal
dari terwujudnya akuntabilitas.

Prinsip partisipatif menunjukan bahwa masyarakat yang akan memperoleh manfaat


dari suatu kebijakan publik harus turut serta didalam proses pengambilan
keputusan. Dengan kata lain, masyarakat menikmati faedah kebijakan publik
tersebut bukan semata-mata dari hasil (produk) kebijakan tersebut tetapi dari
keikutsertaan dalam prosesnya. Prinsip partisipatif dalam penyusunan kebijakan
publik membantu terselenggaranya proses perumusan kebijakan yang tepat sesuai
dengan kebutuhan, dan memudahkan penentuan prioritas (transparansi).

Prinsip akuntabilitas publik menuntut kapasitas para aparat publik untuk dapat
membuktikan bahwa setiap tindakan yang mereka ambil ditujukan untuk
kepentingan publik, dapat dipertanggungjawabkan kepada stakeholders dengan
indikator kinerja dan target yang jelas.