Anda di halaman 1dari 4

Abadi Dalam Harum Nama Bunga Sirih untuk Guru

Guru adalah Ibu pengasuh budiman


Guru pendidik mulia guru adalah ratu lebah
sudah berabad lalu lalu memujuk membelai kelopak
bermandi keringat cinta kasih sayang
meniti gigi hari lilinnya berbunga sinar cahaya
mendaki puncak tinggi madunya berbunga penawar jiwa.
di merata lurah dan denai
menabur bakti Guru adalah penyu pengasih
tanpa mau dipeduli. lalu menabur bunga telur
baktinya segar mewangi
Guru pendidik mulia sepanjang pantal zaman.
bukan untuk dipuja
atau di dewa-dewa Guru adalah lampu penyuluh
siang dan malarnnya pedoman kehidupan
adalah perjuangan jua guru adalah pendakwah
rela meluah bahagia lalu mengikut jejak Nabi Muhammad
menelan duka nestapa memimpin insan
dengan senyum dan takwa ke jalan lurus ke padang luas.
biarpun sayup di hutan belantara.
Bunga sirih bunga pirtang
Guru pendidik mulia terima kasih terima savang
laksana kuntum kembang mekar budi bicara guru berjasa
memuncak nama pembela sejahtera kami sanjung tinggi.
abadi dalam harum nama.
J.M. Aziz
Ismala Rumah Puisi
1988 Seberang Takir
Kuala Terengganu
Guruku Zam Ismail
Seremban
Seperti lilin 1985
sewaktu waktu akan cair
gugur lalu membeku
sepi pun datang menutup pandang
tinggallah waktu
mengakhiri seJarah panjangnya. Jasamu Dikenang
Segala bakti yang engkau curahkan
mengajar mendidik anak bangsa
Seperti engkau
segala jasa yang engkau taburkan
sewaktu waktu penyuluh hidupku
menjadi kenangan tak akan kami lupakan.
betapa dalam kegelapan maya
engkau perkenalkan daku dengannya
Engkau laksana pelita di malam gelita
suria dan bintang cakerawala
memancarkan sinar sepenuh rela
sehingga seluruh jagatraya ini
jiwamu tabah hatimu cekal
tiba-tiba menjadi milikku.
kasihmu sud semangatmu berkobar
yang tak pernah mengenal erti putus asa
Kehadiranmu adalah suatu fitrah
yang tak pernah meminta puji dan puja.
lepas itu, engkau kutinggalkan
kukira engkau kesepian kini
Jasamu tak akan luput dalam ingatan kami
mengakhiri sisa-sisa hidupmu
sepanjang hayat mekar di sudut had
tanpa belaian kasih
tiap sepatah katamu mengisi erti
ratusan anak-anakmu
tiap madahmu mengandungi hikmat
yang telah engkau berikan obor.
pembentuk peribadi penegak kebenaran
pengatur hidup petunjuk kebahagiaan.
Dan pagi ini kudakap wajahmu dalam kenangan
seorang anak yang pernah engkau lukai
Hanya kata-kata ini yang dapat kami lafazkan
kini pencintamu paling setia
terkumpul dari seribu hati menjadi satu
sehingga ke akhir hayat.
menadah tangan dengan doa restu
kepada Tuhan yang menjanjikan pembalasan
kepadamu guru-guru yang berjiwa mulia membawa cahaya ilmu
pembimbing petunjuk ke arah maju jaya. hutan menjadi terang
gua malam
Jujur dan ikhlas engkau berbakti bercahaya api
di kota dan desa atau di huj'ung negeri lautan menjadi tenang
cekal dan tabah menempuh dugaan gelombang clan karang
hidupmu bagalkan pelita di tengah malam dapat direnang
membakar diri menerangi yang kelam kujelajahl malam
jasamu akan karra kenang sepanjang zaman. tanpa bimbang.

Ami Masra
Ahmad Sarju
UPM Serdang
Klang
1988
1988

Pelita Sebuah

Dengan sinar cahaya


di malam gelita Guru oh Guru
kelip-kelip warnanya
menerangi kamar alam Berburu ke padang datar,
sekian lama malam Dapat rusa belang kaki;
merantai kegelapan Berguru kepalang ajar,
akhlrnya kukenal siang Ibarat bunga kembang tak jadi.
berwajah suram
alangkah indahnya cluma Dialah pemberi paling setia
kuhhat di dalam terang. Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Pelita sebuah Untuk manusia sebelum menjadi dewasa.
Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetlaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.

Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa


Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa saja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.

Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya


Di sebuah sekolah mewah di lbu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakill seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.

Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku


Budi yang diapungkan di dulang ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.

Usman Awang
1979