Anda di halaman 1dari 4

“ANALISIS DAMPAK LIMBAH EKSPLORASI

TAMBANG EMAS OLEH PT GEMILANG LIMPAH


INTERNUSA (GLI) TERHADAP KUALITAS AIR DI
DESA KLUWIH, KECAMATAN TULAKAN
KABUPATEN PACITAN ”

Proposal Penelitian

Oleh :

Mudho Sasono
074274064

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
2010
“ANALISIS DAMPAK EKSPLORASI TAMBANG EMAS
OLEH PT GEMILANG LIMPAH INTERNUSA (GLI) DI DESA
KLUWIH KECAMATAN TULAKAN KABUPATEN PACITAN

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pacitan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terletak
di bagian barat sebelah selatan. Daerahnya merupakan terusan dari
pegunungan Seribu di daerah Gunung Kidul Jogjakarta, oleh karenanya
daerah Pacitan kondisi fisiknya adalah berbukit dan bergunung-gunung.
Hanya 20% daerah Pacitan yang dikategorikan dataran rendah. Daerahnya
kebanyakan masih berupa hutan. Potensi tambang di daerah Pacitan cukup
banyak, akan tetapi yang dieksplorasi baru sedikit.
Pengelolaan pertambangan di Pacitan, sampai saat ini masih jalan
ditempat. Ada paradoks dalam kegiatan eksplorasi pertambangan yang
seringkali berbenturan dengan kepentingan konservasi sumber daya alam
dan pengelolaan lingkungan hidup.
Dampak langsung kegiatan pertambangan, khususnya pertambangan
emas dan tembaga adalah kerusakan ekologis seperti berkurangnya debit
air sungai dan tanah, pencemaran air, kerusakan hutan hingga sedimentasi
tanah.
Fakta yang paling merisaukan saat ini adalah dampak buruk berantai
dalam jangka panjang. Sebab, intensitas dampak eksplorasi pertambangan
emas dan tembaga tidak hanya merubah derajat kualitas sumber daya alam
dan lingkungan hidup yang merugikan generasi masa kini. Tetapi juga
kerugian bagi generasi yang akan datang.
Kegiatan pra-ekplorasi telah memicu deforestation (penggundulan
hutan). Sebab, kandungan emas, tembaga dan mineral berada dalam tanah
pada kedalaman dan lapisan tertentu dari perut bumi. Selain itu, dijumpai
fakta di berbagai kawasan eksplorasi pertambangan selalu menjadi
kantong kemiskinan masif, kemiskinan aktif dan kemiskinan pasif.
Sedihnya, fakta demikian terjadi pada hampir seluruh kawasan
penambangan di Pacitan. Di mana,kaum pemodal (investor) sektor
pertambangan melakukan eksplorasi emas, tembaga dan berbagai jenis
batu mulia, mineral, logam, timah, nikel, dan lainnya. Dari latar belakang
di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul “Analisis
Dampak Eksplorasi Tambang Emas oleh PT Gemilang Limpah Internusa
(GLI) di Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan ”.

B. Rumusan masalah
Dari latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalan penelitian
ini adalah :
1. Bagaimana dampak dari eksplorasi tambang emas di desa kluwih
terhadap masyarakat sekitar?
2. Daerah mana saja yang terkena dampak eksplorasi tambang emas
di desa kluwih?

C. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah obyek yang menjadi titik perhatian suatu
penelitian (Suharsimi Arikunto, 2006 : 118). Variabel penelitian dalam
penelitian ini adalah :
1. Pola Persebaran
2. Asal Tenaga Kerja Tambang Eksplorasi Emas
3. Pendidikan Tenaga Kerja Tambang Eksplorasi Emas
4. Perusahaan Eksplorasi PT Gemilang Limpah Internusa (GLI)
5. Lokasi
6. Aksesibilitas
7. Transportasi

D. Definisi Operasional Variabel


Untuk menghindari kesalahpahaman dan memperjelas isi penelitian
maka perlu memberikan definisi operasional variabel-variabel yang akan
diteliti sehingga pembaca memiliki persepsi yang sama dengan peneliti
terhadap isi penelitian, adapun operasional variabel yang dimaksud adalah
sebagai berikut:

1. Tingkat pendidikan Pekerja:


a. Tidak tamat SD
b. Tamat SD
c. Tamat SMP
d. Tamat SMA
e. Perguruan Tinggi

2. Daerah Terdampak Eksplorasi


3. Jumlah Pekerja Eksplorasi
4. Pemasukan terhadap Kabupaten