Anda di halaman 1dari 8

Apakah Yakult itu?

Yakult adalah minuman susu fermentasi, yang dibuat dengan cara memfermentasi susu bubuk
skim yang mengandung bakteri asam laktat hidup Lactobacillus casei Shirota strain.

Pada tahun 1930, almarhum Dr. Minoru Shirota, pendiri perusahaan Yakult, telah berhasil
mengkulturkan berbagai jenis bakteri asam laktat dan memilih satu jenis bakteri yang bersifat
paling tahan terhadap cairan pencernaan.

Di samping itu, Dr. Minoru Shirota juga memperkuatnya sehingga menjadi strain baru yang
unggul. Karena itu, berbeda dengan bakteri lain, bakteri ini dapat menaklukkan berbagai
hambatan fisiologis seperti asam lambung dan cairan empedu sehingga dapat mencapai dan
bertahan hidup dalam usus manusia.
Dari dalam usus bakteri ini membantu meningkatkan kesehatan kita dengan cara mengaktifkan
sel-sel kekebalan, meningkatkan jumlah bakteri berguna, dan mengurangi jumlah bakteri yang
merugikan.

Manfaat meminum Yakult

Dengan mengkonsumsi Yakult setiap hari berarti kita memasukkan sekurang-kurangnya 6,5
milyar bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup kedalam usus kita.
Usus kita memainkan peran yang penting dalam kesehatan kita. Bahkan proses penuaanpun
dimulai dari usus. Karena itu yang terpenting dalam menjaga kesehatan adalah menjaga
kesehatan usus.
Manfaat Yakult adalah terletak pada bakterinya yang mampu hidup sampai usus kita karena itu
bakteri ini dapat memberikan manfaat seperti:

1. Mencegah gangguan pencernaan


2. Meningkatkan daya tahan tubuh
3. Meningkatkan jumlah bakteri berguna dalam usus
4. Mengurangi racun dalam usus
5. Membatasi jumlah bakteri yang merugikan dalam usus.
Yakult adalah probiotik

Sejarah peningkatan kesehatan melalui probiotik.


Diabad 20 ilmu kedokteran mencatat perkembangan yang penting dengan ditemukannya
antibiotik. Tetapi ternyata abad ini juga ditandai dengan masalah-masalah penyakit kanker,
jantung dan diabetes. Dengan kata lain bahwa penyakit penyakit yang berhubungan dengan gaya
hidup tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan tetapi lebih melalui perbaikan gaya hidup.
Hal ini menjadikan abad 21 sebuah abad dimana pengobatan preventif menjadi fokus perhatian.

Apakah probiotik itu?

Probiotik berasal dari kata probios,yang dalam ilmu biologi berarti untuk kehidupan.
Probiotik adalah pangan mengandung mikroorganisme hidup yang secara aktif meningkatkan
kesehatan dengan cara memperbaiki keseimbangan flora usus jika dikonsumsi dalam keadaan
hidup dalam jumlah yang memadai (Fuller, 1989).
Oleh karena itu untuk dapat disebut probiotik, bakteri harus mempunyai persyaratan sbb:
1. terbukti aman bagi manusia.
2. dapat mencapai usus dalam keadaan hidup
3. terbukti bermanfaat

Yakult adalah pelopor probiotik

Karena komitmennya terhadap bidang pengobatan preventif, Dr. Minoru Shirota berusaha
meneliti pemanfaatan mikroorganisme untuk mencegah penyakit di laboratorium mikrobiologi
Kyoto Imperial University, School of Medicine.
Pada tahun 1930, usaha keras ini menjadikannya orang pertama di dunia yang berhasil
menciptakan strain baru Lactobacillus casei yang unggul, dapat melewati asam lambung dan
cairan empedu, mampu mencapai usus dalam keadaan hidup sehingga bermanfaat untuk
mencegah gangguan kesehatan. Bakteri ini dinamakan Lactobacillus casei Shirota strain. Meski
saat itu ilmu pengobatan preventif kurang menjadi perhatian para ahli kesehatan, tetapi Dr.
Shirota selalu menekankan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, beliau juga
menyampaikan ide mencegah gangguan pencernaan dan menjaga usus tetap sehat adalah kunci
menuju hidup sehat dan panjang umur.
Setelah sukses dengan penemuannya, Dr. Shirota menciptakan minuman susu fermentasi yang
mengandung Lactobacillus casei Shirota strain hidup yang dinamakan Yakult.

Dr. Shirota bercita-cita agar manfaat Yakult dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di
dunia. Karena itu selain dibuat dengan harga terjangkau, sejak tahun 1964 Yakult mulai
diproduksi dan dipasarkan di Taiwan, kemudian negara Asia lainnya, Australia dan dipasarkan di
Eropa tahun 1990-an.

Walaupun awalnya hanya dipandang sebelah mata oleh para ahli di Eropa, tetapi setelah
manfaatnya dapat dirasakan, perhatian terhadap Lactobacillus casei Shirota strain meningkat.
Istilah probiotikpun menjadi populer terutama setelah media masa tertarik oleh hasil penelitian
kerjasama antara Yakult dengan universitas-universitas di Eropa.

Sejak saat itu dunia kesehatanpun berpaling ke konsep pencegahan penyakit melalui konsumsi
probiotik secara teratur dan peningkatan kesehatan dengan probiotik dilakukan setiap hari oleh
25 juta orang di 27 negara diseluruh dunia.
Falsafah Yakult

Yakult hadir untuk “Meningkatkan kesehatan setiap orang yang memerlukannya dengan biaya
terjangkau”.
Dasar pemikiran ini bersama dengan prinsip “Mencegah penyakit lebih baik daripada
mengobati“ dan “Usus yang sehat menyebabkan panjang umur“ adalah falsafah pendiri Yakult,
almarhum Dr. Minoru Shirota.

Walaupun waktu berlalu dan banyak perubahan dalam masyarakat, kami di Yakult tetap
memegang teguh tiga falsafah yang disebut Shirota-ism ini. Bahkan falsafah ini selalu menjadi
dasar bagi kekuatan seluruh aktifitas Yakult yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan
umat manusia.

Sejarah Yakult
Sejarah Yakult diawali lebih dari 70 tahun yang lalu, saat ditemukannya satu jenis bakteri asam
laktat yang mempunyai manfaat oleh Dr. Minoru Shirota, seorang dokter dan peneliti di bidang
mikrobiologi. Setelah berhasil dikulturkan, bakteri bermanfaat Lactobacillus casei Shirota strain
ini, digunakan untuk meningkatkan kesehatan kita melalui produk Yakult.

Untuk menerapkan Shirota-ism, dimulai dari Jepang Yakult terus menyebarluaskan manfaat
Yakult ke seluruh dunia. Diluar Jepang Yakult mulai diproduksi dan dipasarkan di Taiwan pada
tahun 1964, kemudian diikuti dengan hal yang sama di negara-negara lainnya di Asia, Australia
dan Eropa. Sampai saat ini jaringan global Yakult berkembang meliputi 27 negara dan
dikonsumsi sebanyak 25 juta botol setiap hari.

Melalui penggalian terhadap ilmu pengetahuan, Yakult terus berusaha menemukan cara baru
untuk membuat hidup kita lebih sehat dan berkualitas.
Untuk mendukung aktifitas ini pada tahun 1967 telah didirikan lembaga pusat Yakult untuk
penelitian mikrobiologi (Yakult Central Institute for Microbiological Research) di Tokyo.  
Institut ini telah menghasilkan sejumlah penelitian dengan hasil yang memuaskan. Beberapa
penelitian juga telah disebarluaskan kepada masyarakat. Untuk usaha-usaha tersebut, institut ini
telah mendapatkan sejumlah penghargaan.

Di institut ini, berlandaskan falsafah Shirota-ism, para peneliti mengabdi untuk mengekplorasi
kemungkinan pemanfaatan bakteri berguna untuk meningkatkan kesehatan manusia. Inilah visi
Yakult terhadap “life science“

Penelelitian yang dilakukan di Yakult Central Institute meliputi :


• Penelitian dan pengembangan produk-produk makanan.
• Penelitian dan pengembangan produk kosmetik.
• Penelitian dan pengembangan produk farmasi.
• Penelitian bakteri usus.
• Penelitian dan pemberdayaan bahan-bahan bioaktif.
• Penelitian bioteknologi.
• Test keamanan untuk produk dan bahan baku.

Pemasaran Yakult di Indonesia


Pemasaran Yakult di indonesia dimulai dengan didirikannya perusahaan PT. Yakult Indonesia
Persada pada tanggal 2 Februari 1990 yang merupakan usaha patungan dengan status Penanaman
Modal Asing (PMA) antara PT. Perkasa Simpati Persada dan Yakult Honsha Co.Ltd. (Jepang).
Secara komersial Yakult mulai diproduksi pada tanggal 1 Januari 1991 dari pabrik di Jl. Kiwi
Pekayon Pasar Rebo Jakarta. Pada tahun 1997 lokasi pabrik di Pasar Rebo yang berkapasitas
720.000 botol per hari dipindahkan ke Desa Pesawahan, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat dan
kapasitas produksi ditingkatkan menjadi 1.800.000 botol per hari.

Pada bulan Desember 2001 PT. Yakult Indonesia Persada menjadi PMA murni dengan
permodalan dari Yakult Honsha Co. Ltd dan Yakult Management Service Co.Ltd di Jepang.
Produk minuman kesehatan Yakult sangat sensitif terhadap temperatur. Perubahan temperatur
sangat berpengaruh terhadap bakteri Lactobacillus casei Shirota strain yang terdapat dalam
minuman Yakult. Bakteri Yakult harus dipertahankan hidup, karenanya harus diusahakan agar
setelah dibotolkan, bakteri-bakteri tersebut tidak lagi melakukan proses fermentasinya. Untuk itu
Yakult harus selalu disimpan didalam pendingin (dibawah 10°C) karena penyimpanan didalam
pendingin akan menjaga bakteri Yakult tetap non aktif. Berkenaan dengan itu untuk menjaga
mutunya, distribusi Yakult ditangani langsung oleh staff perusahaan.
Sistem pemasaran Yakult terdiri dari 2 jenis :
1. Sistem Direct Sales
Sistem ini digunakan untuk mendistribusikan Yakult ke toko-toko, supermarket, koperasi, kantin
dan lain-lain. Distribusi dilakukan menggunakan mobil berpendingin. Sampai Mei 2007, PT.
Yakult Indonesia Persada mempunyai 37 ( tigapuluh tujuh ) cabang atau TKU ( tempat kegiatan
usaha ) yang melayani outlet-outlet yang tersebar di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan &
Sulawesi. 
2. Sistem Yakult Lady
Melalui sistem ini Yakult didistribusikan oleh ibu-ibu rumah tangga kepada masyarakat di
lingkungan tempat tinggal mereka. Ketika melayani masyarakat, Yakult Lady juga melakukan
propaganda yang berisi tentang penjelasan mengenai manfaat Yakult. Saat ini PT. Yakult
Indonesia Persada memiliki kurang lebih 1100 Yakult Lady yang tersebar di 93 center-center di
seluruh Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, Cilegon, Bandung, Purwakarta,
Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Bali dan Palembang.
Bagaimanakan Yakult dibuat?

1. Tangki pelarutan

Bahan-bahan utama yaitu susu bubuk skim dan glukosa dicampur dengan air dan ditampung
dalam tangki pelarutan.

2. Tangki pembibitan

Dalam tangki ini bibit bakteri Lactobacillus Casei Shirota Strain disiapkan dan
dikembangbiakkan.

 3. Tangki fermentasi

Selanjutnya bibit bakteri Lactobacillus Casei Shirota Strain dicampu dengan campuran bahan-
bahan di no. 1 diatas dan dimasukkan kedalam tangki fermentasi.

3. Proses homogenizer

Tahap berikutnya dilakukan proses Homogenizer dan diawasi secara ketat.

4. Tangki pencampur

Hasil proses homogenizer tersebut dicampur dengan sirup dari tangki sirup dan disimpan dalam
tangki pencampur.

5. Tangki penampung

Kemudian hasil dari proses no. 4 tersebut dicampur dengan air yang sudah di sterilisasi dan
ditampung didalam tangki penampung.

6. Mesin pembuat botol

Untuk menjaga higienitas dari Yakult, maka proses pembuatan botol dilakukan sendiri oleh
Yakult Indonesia.
7. Mesin pengisian

Selanjutnya minuman Yakult sudah siap diisi ke dalam botol. Di botol tersebut juga dicetak
semua informasi yang ada seperti kandungan nutrisi, tanggal kadaluwarsa, dll.

 8. Mesin pengepakan

Botol-botol yang sudah terisi untuk selanjutnya dikemas dalam kemasan dimana 1 kemasan
( packing ) terdiri dari 5 botol Yakult.

9. Ruang pendingin

Kemasan yang berisi botol Yakult disimpan dalam ruang pendingin untuk menjamin kualitas dari
minuman kesehatan Yakult.

10. Distribusi

Dari ruang pendingin tersebut selanjutnya Yakult siap didistribusikan ke pelanggan melalui
sistem penjualan langsung ( Direct Sales ) untuk dikirim ke toko-toko dan supermarket maupun
melalui sistem penjualan oleh Ibu-ibu Yakult Lady untuk dikirim ke rumah-rumah setiap hari.