Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Strabismus, ambliopia, lazy eye, cross eyed dan wall eyed adalah
istilah-istilah untuk masalah dasar mata yang sama; masalah dengan
konvergensi mata. Ini adalah masalah perkembangan dimana informasi
yang dibawa dalam kedua mata tidak benar terintegrasi dan diproses di
otak. Otak akhirnya mengabaikan masukan dari salah satu mata dan lebih
memilih masukan dari mata lainnya. Kadang-kadang otak akan menukar
mata dan mengganti berselang-seling mata yang digunakan untuk masukan
informasi. Lazy eye adalah masalah di mana mata yang sedang diabaikan
bergerak ke arah lain yang menyebabkan perbedaan divergensi dan
masalah konvergensi.1
Konvergensi mata adalah tahap perkembangan saraf dimana mata
mulai bekerja bersama di tingkat yang lebih tinggi dari fungsi mata. Hal
ini mulai terjadi ketika otak belajar bagaimana mengkoordinasikan
masukan dari kedua mata pada saat yang sama. Konvergensi mata yang
tepat diperlukan untuk keterampilan membaca dan matematika, kedalaman
persepsi serta proses otak dan perkembangan otak lainnya. 1
Karena konvergensi mata adalah masalah perkembangan, prognosis
untuk pengobatan strabismus atau ambliopia suram. Hal ini dikarenakan
masalah dengan konvergensi berakar dalam perkembangan saraf dan tidak
dapat ditangani baik dengan perawatan medis seperti operasi strabismus
atau meletakkan patch lebih dari satu mata. 1
Bedah hanya bekerja pada sekitar 11% pasien sementara 20% dari
semua penerima operasi strabismus memerlukan operasi kedua dalam
waktu 3 bulan dari operasi pertama. Meletakkan patch yang tidak sama
pada satu mata dapat sangat mengacaukan otak dan sedikit banyak

1
2

berpengaruh pada akar penyebab kurangnya konvergensi kecuali untuk


membantu mengembangkan jalur saraf yang lebih kuat pada mata yang
lemah tanpa mengkoreksi langsung perkembangan penyelesaian
konvergensi mata tersebut. 1 Untuk itu pengetahuan dan penanganan yang
tepat diperlukan untuk mengatasi hal ini.

1.2. Manfaat
Manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai sarana untuk
mempelajari lebih dalam mengenai kelainan gerak bola mata, khususnya
strabismus, berdasarkan teori, guna memahami cara mengidentifikasi,
mengobati, dan mencegah serta penatalaksanaan strabismus. Sehingga
diharapkan dapat mengoptimilisasi kemampuan dan pelayanan dalam
merawat pasien yang menderita strabismus.

1.3. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
kepaniteraan klinik senior Departemen Ilmu Penyakit Saraf Rumah Sakit
Umum Pusat Haji Adam Malik Medan dan meningkatkan pemahaman
mahasiswa mengenai strabismus.
3