Anda di halaman 1dari 5

Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662

Vol. 6, No. 2, April 2003, hal. 47 - 50

Penggunaan Filter Frekuensi Rendah untuk Penghalusan


Citra (Image Smoothing)

Catur Edi Widodo dan Kusworo Adi


Laboratorium Instrumentasi dan Elektronika Jurusan Fisika UNDIP

Abstrak
Pengolahan citra (image processing) bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra dengan
suatu tujuan untuk mendapatkan citra asli dari suatu citra yang sudah buruk karena pengaruh
derau. Proses pengolahan bertujuan untuk mendapatkan citra yang diperkirakan mendekati citra
sesungguhnya. Dengan teknik Image Restoration atau perbaikan citra berhubungan dengan
minimalisasi atau penghilangan degradasi tertentu yang terdapat dalam citra sehingga
didapatkan kembali citra aslinya. Degradasi ini dapat diakibatkan oleh lingkungan penginderaan
citra, misalnya derau yang diakibatkan sensor citra, buram (blur) akibat kamera yang tidak fokus,
keadaan atmosfir atau pencahayaan ketika citra ditangkap. Berdasarkan hasil simulasi
didapatkan hasil penggunaan filter modus dapat menghilangkan nois yang berupa titik-titik satu
piksel. Filter median dapat menghilangkan nois yang berupa titik maupun bercak. Filter mean
dapat mengurangi nois, menghaluskan citra, dan membuat efek gradasi.

Pendahuluan dapat diakibatkan oleh lingkungan


Pengolahan citra (image penginderaan citra, misalnya derau yang
processing) bertujuan untuk diakibatkan sensor citra, buram (blur)
memperbaiki kualitas citra dengan suatu akibat kamera yang tidak fokus, keadaan
tujuan tertentu. Beberapa alasan atmosfir atau pencahayaan ketika citra
mengapa perlu dilakukan pengolahan ditangkap, dan sebagainya
citra, antara lain : (Nalwan,1997).
a) Untuk mendapatkan citra asli dari
suatu citra yang sudah buruk Dasar Teori
karena pengaruh derau. Proses 1. Citra
pengolahan bertujuan untuk Istilah “citra” yang digunakan
mendapatkan citra yang dalam bidang pengolahan citra diartikan
diperkirakan mendekati citra sebagai suatu fungsi kontinu dari
sesungguhnya. intensitas cahaya f(x,y) dalam bidang
b) Untuk memperoleh citra dengan dua dimensi, dengan (x,y) menyatakan
karakteristik tertentu dan cocok suatu koordinat, dan nilai f pada setiap
secara visual yang dibutuhkan titik (x,y) menyatakan intensitas, tingkat
untuk tahap lebih lanjut dalam kecerahan, atau derajat keabuan
pemrosesan citra. (Murni,1992).
Jika kita memperhatikan citra
Terdapat lima proses dalam pengolahan digital secara seksama, kita dapat
citra digital, yaitu image restoration, melihat titik-titik kecil berbentuk
image enhancement, image data segiempat yang membentuk citra
compaction, image analysis, dan image tersebut. Titik-titik tersebut merupakan
reconstruction (Murni,1992). Image satuan terkecil dari suatu citra digital
Restoration atau perbaikan citra disebut sebagai “picture element”,
berhubungan dengan minimalisasi atau “pixel” (piksel), atau “pel”. Jumlah
penghilangan degradasi tertentu yang piksel per satuan panjang akan
terdapat dalam citra sehingga didapatkan menentukan resolusi citra tersebut.
kembali citra aslinya. Degradasi ini Makin banyak piksel yang mewakili

47
Catur E. W. dan Kosworo Adi Penggunaan Filter…

suatu citra, maka makin tinggi nilai Dengan menggunakan model ini, maka
resolusinya dan makin halus gambarnya. pada hakekatnya suatu citra yang kita
Pada sistem dengan tampilan citra lihat sesungguhnya merupakan citra
digital yang dirancang dengan baik yang telah mengalami suatu proses
(beresolusi tinggi), titik-titik kecil degradasi yang dalam hal ini
tersebut tidak dapat teramati oleh kita digambarkan sebagai H ditambah
yang melihat secara normal (Sid- dengan derau n(x,y) :
Ahmed,1995).
g(x,y) = H.ƒ(x,y) + n(x,y) (1)
Citra berwarna dapat dinyatakan
dengan banyak cara, salah satunya ƒ(x,y) (citra yang diinginkan) bisa
adalah dengan menggunakan sinyal didapatkan kembali dengan mengetahui
RGB (Red-Green-Blue). Pada cara ini, fungsi H dan n (x,y) atau
sebuah citra berwarna dinyatakan mengestimasikannya. Proses restorasi
sebagai gabungan dari tiga buah citra citra dilakukan dengan cara menapis
monochrome merah, hijau, dan biru citra yang diobservasi untuk
yang berukuran sama. Warna untuk meminimalkan efek degradasi tersebut.
setiap pikselnya tergantung dari
komposisi ketiga komponen pada Metode
Objek penelitian adalah foto
koordinat tersebut. Untuk
binatang yang telah di scan dan sudah
mempermudah pembahasan, semua
tersimpan di memori computer.
istilah citra pada laporan ini merujuk
Terhadap citra tersebut dilakukan proses
kepada citra dalam derajat keabuan
penghalusan citra menggunakan filter
(graylevel), di mana pada citra berwarna
modus, median dan mean.
direpresentasikan dengan nilai yang
sama pada ketiga komponen R-G-B-nya
(Kadir,2001). Procedure ModusFilter (input
mat:real, output result:real )
2. Degradasi dan Restorasi Citra Var x,y:integer
Result : real
Citra yang terekam dalam For x := 0 to 319
computer biasanya telah mengalami For y:= 0 to 199
degradasi. . Degradasi ini dapat TabTemporal[mat[x,y]]:=
diakibatkan oleh lingkungan TabTemporal[mat[x,y]] + l
penginderaan citra, misalnya derau yang Next y
diakibatkan sensor citra, buram (blur) Next x
akibat kamera yang tidak fokus, keadaan For i:= 0 to 255
atmosfir atau pencahayaan ketika citra Result := 0
ditangkap, proses scanning, dan If (temp[i] > max) then
sebagainya (Nalwan,1997). Model Result := temp[i]
degradasi dapat dilihat pada gambar 1. Endif
Next i

Procedure MedianFilter (input


mat:real, output result:real )
Var x,y:integer
Result : real
TabTemporal : integer[9]
For i := 1 to 8
Gambar 1: Degradasi pada citra For y:= 2 to 9
If TabTemporal[i]<
TabTemporal[y] swap (I,y)

48
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol. 6, No. 2, April 2003, hal. 47 - 50

Next y Dari gambar 3 yaitu citra hasil filter


Next x modus dapat dilihat bahwa noise yang
Result := TabTemporal[5] berupa titik-titik atau bercak-bercak satu
piksel dapat hilang sama sekali sehingga
Procedure MeanFilter (input mat:real, citra menjadi halus. Perubahan
output result:real ) ketidakseragaman dalam matrik 3x3
Var x,y:integer dapat menjadi seragam sesuai dengan
Result : real harga intensitas yang sering muncul.
For i := 1 to 9 Disini gambar lingkaran mata tidak
Result := result + mat[i] / 9 hilang karena lebar lingkaran mata
Next i tersebut adalah dua piksel sehingga
dalam matrik 3x3 minimum ada 6 piksel.
Hasil dan pembahasan : Jumlah itu merupakan intensitas yang
Dari pemrograman yang sering muncul (modus).
dilakukan dengan input berupa citra
binatang hasil proses scanning (gambar
2), diperoleh hasil seperti pada gambar 3
untuk filter modus, gambar 4 untuk filter
median, serta gambar 5 dan 6 untuk
filter mean..

Gambar 4 Citra yang diproses dengan


median filter

Dari gambar 4 yaitu citra hasil filter


median terlihat bahwa citra hasil
menjadi lebih halus lagi dibandingkan
Gambar 2. Citra yang diproses citra hasil filter modus. Ini disebabkan
filter median mengganti intensitas asli
Dari gambar 2. yaitu citra asli dapat dengan nilai tengah dari intensitas
dilihat bahwa citra terdiri dari daerah tetangganya sehingga bagus untuk citra
daerah frekuensi rendah yaitu daerah yang bersifat gray level. Untuk citra
yang perubahan intensitasnya rendah, berwarna, filter jenis ini dapat
dan daerah frekuensi tinggi yaitu daerah melakukan kesalahan fatal karena bias
yang perubahan intensitasnya tinggi. memunculkan warna yang bukan
merupakan warna yang paling banyak
muncul. Tetapi warna yang kodenya ada
pada urutan tengah (median) dari warna-
warna tetangga.

Gambar 3. Citra yang diproses dengan


modus filter

49
Catur E. W. dan Kosworo Adi Penggunaan Filter…

membesar. Filter ini juga dapat gagal


jika diaplikasikan pada citra color,
kecuali memang diingin kan efek
tertentu, misalnya efek gradasi warna.
Filter mean sering dipakai karena
algoritmanya sederhana sehingga
prosesnya cepat.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemrograman
Gambar 5 Citra yang diproses dengan mean dan pembahasan dapat disimpulkan
filter bahwa:
1. Filter modus dapat menghilangkan
Dari gambar 5 yaitu citra hasil filter nois yang berupa titik-titik satu
mean dapat dilihat bahwa citra hasil piksel dan dapat digunakan untuk
tampak sangat halus. Ini disebabkan citra gray level atau citra color.
filter mean akan melakukan gradasi 2. Filter median dapat menghilangkan
untuk daerah daerah yang perubahan nois yang berupa titik maupun
intensitasnya besar. Lingkaran mata bertcak, tetapi dapat gagal jika
kelihatan melebar dengan intensitas diaplikasikan pada citra color
yang melemah. Ciri dari filtermean 3. Filter mean dapat mengurangi nois,
adalah mengaburkan spot seperti terlihat menghaluskan citra, dam membuat
pada gambar 6. efek gradasi.

Daftar Pustaka

1. Chesney, J. E. and Chesney, M. O.,


1981, Radiographic Imaging,
Blackwell Scientific Publication,
Birmingham.
2. Cullinan, J. E., 1980, Illustrated
Guide to X-Tecnics, Rochester,
(a) New York.
3. Kadir, A., 2001, Dasar
Pemrograman Delphi, Andi Offset,
Yogyakarta.
4. Murni, A., 1992, Pengantar
Pengolahan Citra, Elek Media
Komputindo – Gramedia , Jakarta
5. Nalwan, A., 1997, Pengolahan
Gambar Secara Digital, Elek
Media Komputindo, Jakarta.
6. Suprianto, 2001, Kajian Fisis MRI
(b) dan Aplikasinya Dalam Bidang
Medis, Skipsi S-1 UNDIP,
Gambar 6 Citra yang diproses dengan mean Semarang.
filter a) Citra Asli b) Citra setelah difilter 7. Sid-Ahmed, M. A., 1995, Image
Prosessing, McGraw-Hill, New
Dari gambar 6 tersebut dapat dilihat York.
bahwa mata dan hidung binatang dari
gambar 5 menjadi kabur, halus dan

50
Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol. 6, No. 2, April 2003, hal. 47 - 50

51