Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL

MODIFIKASI IKLIM MIKRO


PADA BUNGA ANYELIR DENGAN PEMBUATAN
RUMAH NAUNGAN (SHADING HOUSE)

MATA KULIAH: AGROKLIMATOLOGI


DOSEN :IWAN AMINUDIN, M, SI.

DISUSUN OLEH:
SALWATI SYARIFAH (109092000041)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2011
1
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah S.W.T sehingga penyusun dapat menyusun dan
menyelesaikan proposal ini dengan judul “MODIFIKASI IKLIM MIKRO PADA BUNGA
ANYELIR DENGAN PEMBUATAN SHADING HOUSE”.Proposal ini merupakan salah satu
tugas pengganti UTS Agroklimatologi.
Proposal ini membahas tentang modifikasi iklim mikro pada bunga anyelir dengan
pembuatan rumah naungan (shading house) di mana shading house bertujuan untuk melindungi
tanaman dari terpaan angin, perubahan suhu, terik matahari, curah hujan vana berlebihan dan
hama pengganggu tanaman.
Sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari kekurangan dan keterbatasan,
penyusun menyadari bahwa proposal ini mungkin masih banyak kekurangannya. Oleh sebab itu,
penyusun menerima kritik dan saran yang bersifat membangun untuk menyempurnakan
proposal ini.
Akhir kata penyusun mengharapkan proposal ini bermanfaat bagi semua pihak dan dapat
memenuhi apa yang diharapkan oleh semua pihak.

Jakarta, 15 April 2011

Penyusun

2
DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL.................................................................................................................1
KATA PENGANTAR...........................................................................................................2
DAFTAR ISI..........................................................................................................................3

I. Pendahuluan........................................................................................................................4
II. Klasifikasi........................................................................................................................5
III. Budidaya.........................................................................................................................7
IV. Rumah Naungan (Shading House) ................................................................................14
V. Iklim Mikro Pada Bunga Anyelir....................................................................................15
VI. Analisis Pola Pembiayaan Usaha Budidaya Anyelir......................................................16
VII. Kesimpulan.....................................................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................21

3
I. PENDAHULUAN
Bunga anyelir adalah salah satu bunga potong yang sangat popular dalam pasar
bunga potong di dunia.Bunga anyelir yang bentuknya mirip bunga mawar, ternyata
cukup menarik. Bunga ini mempunyai warna beragam sehingga membedakannya dari
bunga mawar yang biasanya memiliki warna merah dan putih.Keindahan bunga,
seperti bunga anyelir ternyata bisa dijual.Bisnis bunga inilah yang bisa menghasilkan
uang.Peminatnya pun terus bertambah karena kegunaan bunga anyelir ini selain
sebagai bunga potong digunakan juga sebagai tanaman pot.
Bunga anyelir ini dianggap mengartikan sebagai kekaguman, keindahan, kasih
sayang, kebanggaan, dan rasa berterima kasih.Artinya amat beragam tergantung dari
warnanya yang bervariasi.Bunga anyelir yang berwarna merah dianggap memberi arti
sebagai kekaguman, sedangkan warna merah gelap artinya kasih sayang yang
dalam.Warna putih mengartikan cinta yang murni, persahabatan, dan
keberuntungan.Selain itu, bunga anyelir yang bergaris-garis memberi symbol
penyesalan atas cinta yang tak terbalaskan.Warna ungu mengartikan
ketidaktetapan.Warna merah muda artinya romantic dan cinta yang tak pernah mati.
Di daerah tropis tanaman ini ditanam di pegunungan, biasanya dari mulai masa
vegetative sampai generative hanya terjadi sedikit fluktuasi suhu, tetapi tidak terjadi
perubahan suhu secara bertahap.Dengan demikian seringkali mengalami kekecewaan
dalam menanam anyelir karena produksinya tidak sesuai dengan harapan.
Untuk menghasilkan bunga yang bagus, budaya tanaman hias ini harus dilakukan
di daerah yang memang cocok, yaitu udara dan cahaya matahari yang mendukung
karena asal daerah tanaman ini adalah subtropik beriklim sejuk.Maka dari itu,
pembudidayaan dilakukan di dalam rumah naungan (shading house). Hal ini untuk
memberi perlindungan bunga dari terpaan angin, terik matahari, curah hujan yang
berlebihan atau pun hama pengganggu.

4
II. KLASIFIKASI
?
Anyelir

Bunga anyelir
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Caryophyllales
Famili: Caryophyllaceae
Genus: Dianthus
Spesies: D. caryophyllus
Nama binomial
Dianthus caryophyllus
L.

Nama umum tanaman ini adalah carnation.Tanaman ini berasal dari daerah
Mediteranian, biasanya berbunga pada awal musim semi.Dianthus berasal dari kata
Dios dan ANthos yang artinya bunga tuhan, sedangkan caryophyllus aroma bunga ini
mengingatkan pada kenangan cinta.Nama Carnation berasal dari nenek moyangnya
orang Yunani yaitu sebagai bunga yang digunakan untuk acara penobatan gelar atau
upacara kenaikan tahta di kerajaan-kerajaan (coronation flower).D. carthusianorum
daerah Selatan dan Barat Eropa tengah.Spesies ini merupakan tanaman perennial

5
dengan tinggi sekitar 60 cm. Bunga tanaman iniberwarna merah muda, ungu, dan
putih.
Ada dua tipe bunga anyelir, yaitu tipe standar (satu bunga bagi setiap tangkai)
dan tipe spray (banyak bunga bagi setiap tangkai).

Gambar 3.1 Bunga Ayelir Tipe Standar

6
Gambar 3.2 Bunga Anyelir Tipe Spray

Anyelir dapat hidup selama 18-20 bulan.Tanaman ini dapat mencapai


ketinggian sampai 2 meter, namun untuk dapat tumbuh tegak tanaman ini harus diikat
dengan penyokong.Garis pusat batang tanaman bunga anyelir dapat mencapai 1 cm
dan biasanya membengkak pada buku/ruas.

III. BUDIDAYA
3.1 Syarat Tumbuh
• Di Indonesia ideal ditanam 1000 m dpl.
• Perbedaan suhu siang dan malam sekitar 7-10 0C.
• Di daerah tropis pada dataran tinggi memerlukan suhu antara 10-20 0C.
• Intensitas cahaya dibutuhkan cukup tinggi, yaitu 21,5 klux (2000 fc).
• Penyinaran rata-rata 10 jam per hari.
• Media tanah gembur. Dapat ditanam juga pada tanah lempung sampai
berpasir asal kaya bahan organic dan pH 6-7.

7
3.2 Penyiapan Lahan
Budidaya anyelir di Indonesia umumnya dilakukan di dalam rumah
naungan (shading house).Pengolahan tanah yang benar akan menentukan
produktivitas dan kualitas anyelir yang ditanam. Akar anyelir dapat mencapai
kedalaman 1 m, maka pencangkulan cukup dalam (40 cm).Seminggu sebelum
penanaman bibit, tanah diberi pupuk dasar yang berupa campuran pupuk ZA 75
gram, TSP75 gram, dan KCL 75 gram untuk setiap m2 lahan.Tanah wajib
disterilisasi untuk menghindari Rhizotonia solani, Fusarium, Phytium, dan
Nematode dengan Basamid/Vapam.Basamid 40 gram per m2 dapat ditingkatkan
menjadi 80 gram per m2 apabila tanah sebelumnya terdapat nematode.Tanah
dibasahi dulu agar kerja basamid efektif.Selain disebar, basamid juga dilarutkan
dalam air 200 g/0 liter air untuk 5 m2 lahan (lebih aman karena beracunbila
tercium), lalu aduk. Ratakan, kemudian padatkan dan siram, lalu tutup dengan
plastic/terpal agar gas basamid tidak keluar. Setelah dua minggu buka
plastic/terpal tersebut, tetapi dua kali seminggu tanah harus dibuka dan diaduk,
agar gas bekerja dengan efektif.

3.3 Persiapan Tanam


Sebelum bibit ditanam, dilakukan pengolahan tanah yang dilanjutkan
dengan pembuatan bedengan.Bedengan diratakan dengan menggunakan kayu atau
bambu. Setelah rata, dua hari sebelum tanam semprot herbisida pra tumbuh Goal
2E 1,5 cc/L, volume larutan 10 L per 100 m2. Setelah itu, pasang system irigasi
(sprinkler/drip) dan pasang net 12/5 cm x 12,5 cm.

3.4 Penyiapan Bibit


Bibit anyelir umumnya masih didatangkan dari breeder di luar negeri,
namun demikian ada juga yang dikembangkan di dalam negeri oleh Balai
Penelitian Departemen Pertanian. Bibit yang berasal dari luar negerimempunyai
warna dan bentuk yang menarik, tetapi petani harus membayar royalty kepada
pemberi bibit, sedangkan yang bibitnya dari dalam negeri dapat diusahakan untuk

8
dapat diperbanyak sendiri. Kondisi saat ini para petani lebih mengutamakan bibit
dalam negeri karena tingginya royalty yang harus dibayar, sementara itu para
konsumen, terutama para “florist” juga cenderung menggunakan bunga dari
varietas dengan bibit local karena tersedia di pasar local.Konsumen dalam negeri
suka anyelir standar warna merah, kuning, putih, salem, oranye, campuran dua
warna serta warna kombinasi dengan ungu, sedangkan peminat spray hanya 5%.
Untuk Asia Timur dan Timur Tengah yang disukai adalah warna kombinasi dan
ungu, sedangkan peminat spray 50%.
Bibit menggunakan rooted cutting umur 3 minggu dengan tinggi 15 cm
(asal Belanda dan Spanyol) harus segera ditanam. Bibit harus bebas hama
penyakit (oleh Phytosanitary Certificate pada breeders). Sebelum tanam dilakukan
aklimatisasi.Jika lahan belum siap tanam, bibit dapat disimpan dalam coldstorage
selama dua minggu dengan suhu 5-60C.

3.5 Penanaman
Anyelir ditanam pada sore hari agar tidak stress.Di atas bedengan
sebaiknya diberi paranet 50% pada saat awal tanam.Penanaman tidak terlalu
dalam, pangkal batang kelihatan di atas permukaan tanah (menghindari busuk
pangkal batang terkena Rizoctonia dan Phytium).

3.6 Pemeliharaan
3.6.1 Pengairan
Pengairan dapat dilakukan dengan cara menyiram tanaman
langsung dari gembor, selang plastic, atau menggunakan system irigasi
curah (sprinkle) atau irigasi tetes (drip). Pengairan cukup banyak jika
memakai sprinkler, maka lama pengairan 5 menit tujuannya agar tanaman
dapat menyatu dengan tanah serta anyelir muda tetap lembab sehingga
mengurangi transpirasi. Bila irigasi dengan drip maka bisa memakai
power sprayer/penyemprot pestisida. Pada minggu pertama, pengairan
dilakukan sebanyak 2-3 kali. 4-7 hari pertama tanaman akan tampak segar,
pengairan dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu.

9
Pada saat setelah pinching, tanaman jangan disiram selama satu
sampai dua minggu untuk merangsang pertumbuhan akar.Pengairan
dilakukan apabila keadaan permukaan tanah cukup kering dengan
pengairan yang agak berlebih (sampai kapasitas lapang) agar oksigen
dapat tertekan masuk ke dalam tanah karena pertumbuhan akar pada
anyelir cukup dalam.

3.6.2 Penyulaman
Penyulaman sebaiknya dilakukan sedini mungkin, yaitu 10-15 hari
setelah tanam.Bibit tanaman yang mati atau layu diganti dengan bibit yang
layu.

3.6.3 Pinching
Setelah 3-4 minggu, dari ketiak daun akan tumbuh tunas lateral
(tunas produktif) yang akan menghasilkan bunga. Agar pertumbuhan tunas
lateral cepat, maka tunas terminal harus dipinching. Pinching dengan
menggunakan tangan dengan menyisakan 5-6 pasang daun tanaman muda,
diharapkan akan tumbuh 4-5 tunas lateral pada buku (node). Pinching
dilakukan pada umur 2-4 minggu pertama dan dilakukan pada pagi hari
(tanaman segar dan mudah dipotek) dapat dilakukan secara bertahap
karena bibit tidak tumbuh serempak.
Tipe pinching sesuai dengan jenis tanaman dan pola produksi yang
diinginkan:
• Single pinch
Pinching dilakukan satu kali padatunas terminal. Waktu panen
dapat diperhitungkan dan bunga grade I.
• Pinch and a half
Single pinch pada saat tunas lateral 10 cm, dengan memotong
setengah dari panjang cabang lateral dengan menyisakan 2-3
pasang daun. Pola ini dapat dilakukan pada waktu tenggang
berbunga antara flush 1 dan 2 cukup lama sehingga pola produksi

10
cukup stabil, tapi pola produksi/waktu panen lebih sulit ditentukan,
produksi lebih tinggi, tetapi persentasi bunga kualitas < 1.
• Double pinch
Sama dengan pinch and a half, tetapi pada tunas yang tumbuh
dilakukan pinching lagi (untuk target 1 kali panen – 1 kali
flush).Pola ini dilakukan pada daerah yang dalam satu tahunnya
terdapat bulan yang sangat panas.

3.6.4 Disbudding
Disbudding adalah suatu cara di mana tunas dan bunga yang tidak
diperlukan dibuang agar bunga yang dipelihara dapat menjadi lebih besar.
Karena tunas lateral tumbuhnya tidak serempak, maka disbudding
dilakukan secara bertahap, yaitu 4-7 hari. Ada dua tipe disbudding, yaitu:
• Tipe standar
Membuang semua bunga dan tunas lateral di bawah pangkal bunga
sampai tunas ke-7 dari pangkal atau buku ke-8 dan dilakukan
sesegera mungkin.
• Tipe spray
Buang tunas terminal yang adapada tunas lateral serta tunas lateral
dari pangkal bunga sesegera mungkin.

3.7 Pemupukan
Jenis dan dosis pupuk yang diberika dilihat dari fase tanaman. Untuk fase
pertumbuhan, pupuk yang diberikan adalah urea 200 gram, ZA 200 gram, dan
KNO3 100 gram untuk setiap m2 lahan, sedangkan pada fase pembungaan, pupuk
yang diberika adalah urea 10 gram, TSP 10 gram, ZA 15 gram, dan KNO 3 25
gram untuk setiap m2.

3.8 Pengendalian Gulma, Hama, dan Penyakit


Gulma harus dikendalikan karena potensi tempat hama dan penyakit.
Daun lebar dicabut, tapi daun sempit (teki) dicongkel tanpa mengganggu

11
perakaran anyelir. Anyelir mudah terserang hama dan penyakit bila kondisi
kurang sehat karena kurang hara dan lingkungan kurang mendukung. Maka itu,
harus dilakukan pengendalian gulma, hama dan penyakit. Hama dan penyakit
tersebut, yaitu:
• Karat daun
Penyebab adalah cendawan Uromyces caryophilinus, bercak
kuning kecokelatan di bagian bawah daun, tampak tepung cokelat
kemerahan (spora cendawan), terjadi karena daun terlalu
lembab.Pencegahan 1-2 minggu 1 kali.Daun yang terkena dipotong
dan dibuang.
• Busuk pangkal batang
Timbul bila lahan tidak disteril dan penanaman terlalu
dalam.Gejala batang layu dan batang busuk berwarna cokelat
kehitaman.
• Layu batang
Menyerang pada flush/krop kedua, saat tangkai bekas bunga yang
telah dipotong menjadi kering dan menjuntai ke bawahmenjangkiti
tunas yang tumbuh di bawahnya.
• Busuk bunga
Penyebab cendawan Botrytis cinerea, timbul saat musim hujan,
udara sangat lembab dan bunga yang lama disimpan dalam cold
storage juga mudah terkena Rovral pada saat udara lembab, banyak
hujan dankabut.
• Kutu jingga atau red spider
Banyak saat musim panas dan dan kelembaban udara rendah.Ada
di daun dan kelopak bunga, menghisap cairan tanaman sehingga
daun maupun bunga menjadi kering.
• Thrips
Menyerang tanaman yang telah berbunga.Menyerang mahkota
bunga dengan menghisap cairan bunga yang telah mekar maupun

12
yang kuncup.Bunga merah menjadi belang putih dan bunga terlihat
kering.
• Ulat
Menyerang tanaman di semua umur.Tunas apical dimakan pada
tanaman muda. Pada tanaman tua menyerang mahkota bunga.

3.9 Panen dan Pasca Panen


Tanaman anyelir berbunga pada periode umur 5 bulan sampai dengan 12
bulan setelah bibit ditanam, dan dalam periode itu setiap tanaman menghasilkan
sekurang-kurangnya menghasilkan 6 tangkai bunga ynag berkualitas baik (grade
I). Saat panen yang tepat pada anyelir standar adalah ketika bunga telah setengah
mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh.Umur bunga potong, jika tidak
ditangani dengan baik hanya 2 hari. Bunga yang seharusnya dipotong, harus
segera dipotong karena keterlambatan panen akan menurunkan kualitas bunga.
Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan jika tanah dalam
keadaan kering, sebaiknya tanah disiram dulu sampai basah sehingga tanaman
yang dipotong menjadi segar dan tidak layu.
Pada saat panen bunga, langsung dilakukan pengikatan di lapangan.
Bunga yang diikat adalah yang sejenis dan sama gradenya. Jumlah tangkai bunga
per ikat disesuaikan dengan besarnya diameter bunga, yaitu minimal 20 cm bila
dibungkus dan jumlah tangkainya minimal 10 tangkai bunga.Bunga yang sudah
diikat, disimpan dalam wadah yang berisi air.Setelah 10 ikat, ikatan tersebut
sebaiknya cepat dibawa ke bagian sortasi dan dibungkus dengan kertas
pembungkus.
Pada waktu pemanenan bunga, sebaiknya dilakukan juga seleksi bunga
berdasarkan kualitasnya (grade I dan II). Bunga yang tidak termasuk grade I dan
II sebaiknya tidak dipanen dan dibuang. Pada kondisi normal bunga-bunga yang
termasuk grade I sekurang-kurangnya 75%. Mengingat bunga yang bernilai jual
baik dan mudah penjualannya adalah yang grade I maka dalam analisis finansial
asumsi penjualan didasarkan pada penjualan bunga grade I.

13
Grade I
Bunga mekar (tidak terlalu mekar atau terlalu kuncup), segar, tidak
terserang hama dan penyakit seperti apid, thrips, dan sebagainya, tidak ada
bercak, pada pinggir bunga tidak ada busuk kehitaman dan tidak ada luka.
Batang besar (sesuai dengan jenisnya), tegak, lurus, dan panjang minimal
60 cm. Daun hijau segar, tidak kering, dan tidak terserang hama penyakit, seperti
leaf miner, white rust, dan sebagainya. Bentuk bunga normal dan tidak ada
kelainan-kelainan yang menyimpang dari bentuk atau warna aslinya.

Grade II
Bunga mekar, segar, dan tidak terserang hama penyakit. Batang boleh
agak kecil, tetapi harus lurus dengan panjang minimal 50 cm. Kriteria lain sama
dengan kriteria grade I dengan sedikit toleransi, misalnya jika daun terserang
hama penyakit tetapi tidak terlalu parah masih dapat dimasukkan dalam grade II.

Untuk memperpanjang fase kehidupan anyelir, rendam dalam air yang


mengandung silver thio sulfat (STS), misalnya Chrystal AVB 1 cc/L selama 2-4
jam. Simpan pada kelembaban 80-90%.Jika anyelir di dalam cold storage, dapat
bertahan sampai 2-3 minggu dengan suhu 1-2 0C dalam box karton berukuran 80
x 40 x 20 cm diberi lubang sisi kanan kiri.
Sebelum dipasarkan, dikeluarkan dulu dari coldstorage pada suhu 200C
untuk dimekarkan sehari sebelumnya. Saat dikeluarkan dari coldstorage, bunga
tampak kering dan layu, maka pangkal tangkai bunga dipotong 2 cm kemudian
rendam dalam air panas 5-10 detik dan selanjutnya rendam pada air hangat.
Setelah itu, bunga akan tampak segar dan sortie ulang, lalu dipasarkan.Jika jarak
pemasaarannya dekat, masukkan anyelir dalam ember berisi air.Jika jarak
pemasarannya jauh, anyelir dimasukkan ke dalam box karton dengan pre cooling
dalam coldstorage dan kirim dengan mobil box yang mempunyai pendingin 100C.

IV. RUMAH NAUNGAN (SHADING HOUSE)

14
Pembuatan rumah naungan(shading house) dilakukan dalam budidaya
anyelir.Konstruksi naungan ini sangat sederhana tetapi sangat kuat, sebab dibuat dengan
standar konstruksi green house. Struktur bangunan ini terbuat dari rangkaian naungan
dari bahan material yang memungkinkan cahaya matahari, kelembaban, dan udara dapat
masuk melalui celah-celah.Bahan material penutup bangunan digunakan untuk
memodifikasi lingkungan yang secara khusus digunakan untuk mengurangi cahaya
sekaligus melindungi tanaman dari kondisi cuaca yang kurang menguntungkan.
Rumah naungan untuk budidaya anyelir bertipe atap tunggal berukuran 7 x 30
m.Kontruksi naungan terbuat dari bambu, kayu, besi, tergantung modal. Prinsip atas
naungan harus tinggi .>= 3 m karena jika <3m suhu di dalam akan sangat panas. Di
samping bagian bawah ditutup plastic 1 m di atas permukaan tanah, atasnya
menggunakan kaca (insect screen) juga untuk sirkulasi udara.Pembuatan naungan
menggunakan plastic transparan, sebaiknya ada lapisan anti ultra violet agar tahan
lama.Ketebalan plastic 200 micron dengan kandungan UV 6% sampai 12%. Pada kondisi
normal, plastic tahan selama 1,5-2 tahun.
Di dalam rumah naungan tersebut dibuat 4 bedengan ukuran 1 x 30 m di mana di
atasnya ditanam anyelir dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Luas efektif lahan yang dapat

15
ditanami anyelir adalah 120 m2. Dalam luasan tersebut dapat ditanami bibit anyelir
sebanyak 9.640 batang.

V. IKLIM MIKRO PADA BUNGA ANYELIR


Tanaman anyelir memerlukan suhu antara 20-60 0C untuk masa pertumbuhan
dan 18-200C untuk pembungaan.Dengan demikian ketinggian lokasi yang sesuai
dengan kondisi suhu tersebut adalah antara 800-1.500 m dpl.Suhu mempengaruhi
pertumbuhan generative. Pada suhu tinggi, tanaman akan cepat tumbuh tetapi bunga
kecil-kecil (mengurangi diameter bunga), warna bunga menjadi pudar, serta tangkai
kecil dan lemas,.Bila perbedaan suhu siang dan malam >1000C, banyak kelopak yang
pecah (calyx splitting).
Penyinaran mempengaruhi pembungaan.Pada saat cahaya rendah pembungaan
menjadi terlambat, lebih banyak tumbuh daun, sebaliknya, bila cahaya berlebihan
induksi pembungaan lebih cepat, daunnya pada batang dan percabangan lebih
sedikit.Cahaya yang rendah mengakibatkan batang menjadi lunak, sehingga kualitas
bunga menjadi menurun, terutama tampak pada diameternya.Untuk induksi warna
bunga lebih baik, dibutuhkan intensitas cahaya 5.000-6.000 fc.
Kebutuhan air yang cukup diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan
tanaman anyelir. Bila air kurang akan berakibat pengurangan diameter bunga. Anyelir
sensitive terhadap air yangmengandung garam EC tinggi.
Kelembaban yang optimal untuk tanaman anyelir adalah 70-90%.Kelembaban
yang tinggi menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit busuk akar dan batang,
karat daun, dan bunga busuk.

VI. ANALISIS POLA PEMBIAYAAN USAHA BUDIDAYA BUNGA ANYELIR


Biaya konstruksi untuk satu unit rumah naungan lengkap dengan instalasi
listrik irigasi tetes dan peralatan pertanian diperkirakan Rp 9.950.000.Produksi bunga
yang memenuhi syarat untuk dijual diperkirakan sekitar 75% dari rencana.Skala
usaha yang digunakan sebagai dasar perhitungan analisa finansial adalah usaha bunga
potong yang menggunakan 4 unit rumah naungan yang masing-masing berukuran 7 x
30 m. Biaya investasi yang diperlukan Rp 42.278.300. Biaya tersebut diharapkan dari

16
kredit perbankan dengan bunga 24% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun atau 60
bulan termasuk 9 bulan masa tenggang.Dengan memperhitungkan bunga selama masa
tenggang, maka jumlah kredit yang diberikan menjadi Rp 49.888.394.

Usaha Budidaya Bunga Anyelir Untuk 4 Unit Rumah Naungan 7 x 30 m


Uraian Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Aktiva Lancar Fast Asset
Kas Cash 7.610.094 30.467.778 38.182.868 48.433.461 61.219.559 76.541.162
Piutang Account - - - - - -
Receivable
Jumlah Aktiva Total Fast 7.160.094 30.467.778 38.182.868 48.433.461 61.219.559 76.541.162
Lancar Asset

Biaya Tetap Fixed Asset


1. Harga 42.278.300 42.278.300 42.278.300 42.278.300 42.278.300 42.278.300
Peroleh
an
2. Aktiva Depreciation - (8.455.660) (16.911.320) (25.366.980) (33.822.640) (42.278.300)
Penyus Asset
utan
Jumlah Aktiva Total Fixed 42.278.300 33.822.640 25.366.980 16.911.320 8.455.660 -
Tetap Asset
Jumlah Aktiva Total Asset 49.888.394 64.290.418 63.549.848 65.675.219 69.675.219 76.541.162

Hutang Debit
1. Bank – Bank 49.888.394 46.953.783 35.215.337 23.476.891 11.738.446 (0)
Pokok
+ IDC
2. Pemas Supplier - - - - - -
ok
Jumlah Hutang Total Debit 49.888.394 46.953.783 35.215.337 23.476.891 11.738.446 (0)

Modal Capital
1. Modal Equity - - - - - -
Sendiri
2. Modal Hold Capital - 17.336.636 28.334.511 41.867.890 57.936.774 76.541.162
Ditaha
n
Jumlah Modal Total Capital - 17.336.636 28.334.511 41.867.890 57.936.774 76.541.162
Jumlah Pasiva Total Passiva 49.888.394 64.290.418 63.549.848 65.344.781 69.675.219 76.541.162

17
Tabel 1. Tabel Neraca
a. Neraca Usaha
Pada Tabel Neraca (An) dapat dilihat neraca usaha budidaya anyelir. Dari
table neraca terlihat bahwa kekayaan petani meningkat dari Rp 0 pada tahun ke-0
menjadi Rp 76,5 juta pada akhir tahun ke-5, jika hasil usaha dari proyek ini
ditanam kembali. Pada akhir tahun ke-5 tersebut juga terlihat bahwa hutang ke
Bank telah lunas dan petani mampu melanjutkan usahanya dengan dana sendiri.
Current Ratio meningkat dari 64,9% pada akhir tahun pertama menjadi
lebih 206,3% pada akhir tahun ketiga. Debt to asset dan Debt to networthratio
cenderung menurun sepanjang tahun, dari 73,0% untuk debt to asset ratio dan
270,8% untuk debt to networth ratio menjadi 0,0% pada akhir tahun ke-5.

b. Proyeksi Rugi/Laba
Perhitungan proyeksi rugi/laba dapat dilihat pada Tabel Laba Rugi (An).
Dari table rugi laba terlihat bahwa jika bunga anyelir dijual dengan harga Rp 750
per tangkai, sejak tahun pertama usaha ini, petani telah mendapatkan keuntungan
bersih sebesar Rp 17,3 juta dan pada akhir tahun ke-5 keuntungan tersebut
meningkat menjadi Rp 18,6 juta.
Net profit margin usahatani pada tahun pertama mencapai 40,1% dan
meningkat menjadi 43,1% pada akhir tahun ke-5, lihat Tabel Rasio Keuangan
(An).
Return on Investment (ROI) cenderung berkurang setiap tahunnya, dari
41,0% pada tahun pertama menjadi 26,7% pada akhir tahun ke-5, demikian juga
halnya dengan Return on Equity (ROE) dari 100% pada tahun pertama, menjadi
24,3% pada tahun kelima proyek.
c. Perkiraan Aliran Kas
Tabel Arus Kas (An) dapat dilihat perkiraan aliran kas proyek ini. Dari table kas
dapat terlihat bahwa sejak tahun pertama hingga tahun ke-5 proyek, usaha ini
tidak pernah mengalami deficit. Jika pada akhir tahun pertama saldo kas akhir
mencapai Rp 30,5 juta, maka pada akhir tahun ke-5, nilai berkurang sehingga

18
menjadi Rp 15,3 juta. Saldo kas akhir akumulatif selama 5 tahun mencapai
jumlah Rp 61,2 juta.
5.4 Kelayakan Usaha dan Analisa Sensitifitas
Kelayakan usaha dari aspek keuangan didsarkan pada nilai Internal Financial
Rate of Return (IFRR), Payback period, Net Present Value (NPV DAN Benefit
Cost Ratio (B/C)).Pada Tabel 5 yang didasarkan dari hasil perhitungan pada
Tabel Analisa Kelayakan (An) dapat dilihat nilai masing-masing kriteria
kelayakan finansial tersebut.

Persentase
Harga Jual
Sesuai Bunga Yang
Bunga Anyelir
Kriteria Kelayakan dengan Terjual 66%
Rp. 490 per
Asumsi Harga Rp.
Tangkai
750/Tangkai
IFFR 62,50% 24,31% 25,12%
Payback Period (years) 1,46 2,69 2,65
NPV (df=24%), Rp 37.279.331 275.941 987.545
B/C 1,88 1 1
Tabel 2.Nilai Kriteria kelayakan Finansial dan Sensitivitas

Dari table di atas terlihat bahwa usaha ini layak untuk dibiayai dengan kredit
perbankan yang berbunga 24,00% per tahun, karena nilai IFRR nya lebih tingii
dai bunga bank dan B/C lebih besar dari 1,00. Namun demikian usaha ini sangat
sensitive terhadap perubahan harga jual dan persentase bunga nayelir yang dapat
dijual.Jika harga bunga anyelir tetap Rp 490 dan persentase bunga anyelir yang
dapat dijual hanya mencapai 66%, maka usaha ini mencapai kondisi
kesetimbangan (impas), artinya pada kondisi tersebut usaha ini tidak
mendapatkan keuntungan ataupun kerugian finansial, karena nilai B/C nya sama
degan 1,00 dan nilai IFRR nya hanya 24,00%. Jika harga jual dan atau persentase
bunga yang terjual lebih rendah dari nilai-nilai tersebut, maka usaha ini belum
layak untuk dibiayai dengan kredit perbankan yang berbunga 24,00% per tahun,
untuk itu perlu diusahakan skim kredit perbankan yang lain yang berbunga
kurang dari 24,00% per tahun.

19
VII. KESIMPULAN

Jadi, pembuatan rumah naungan (shading house) dalam budidaya anyelir sangat
mempengaruhi pertumbuhan bunga anyelir karena rumah naungan (shading house)
berfungsi untuk memodifikasi iklim untuk bunga anyelir agar dapat ditanam di daerah
tropis di mana bunga anyelir tersebut berasal dari daerah subtropics.
Dari aspek kelayakan finansial, usaha ini layak untuk dibiayai dengan kredit
perbankan. Besarnya nilai kredit adalah sebagai berikut:
Untuk usaha bunga anyelir yang menggunakan rumah naungan bertipe atap tuggal
berukuran 7 x 30 m, kebutuhan kredit investasi adalah Rp 42.278.300 termasuk masa
tenggang selama 9 bulan. Suku bunga kredit 24,00% per tahun, dengan jangka waktu
60 bulan, termasuk 9 bulan masa tenggang, sehingga jumlah kredit yang diberikan
menjadi Rp 49.888.394.
Jika bunga anyelir dijual dengan harga Rp 750 per tangkai, sejak tahun pertama
usaha ini, petani telah mendapatkan laba bersih Rp 17, 3 juta, dan pada akhir tahun
ke-5, meningkat menjadi Rp 18,6 juta.
Dengan kondisi tersebut, maka nilai IFFR proyek = 62,50%, payback period 1,46
tahun dan B/C nya adalah 1,88. Dengan demikian proyek tersebut layak untuk
dikembangkan.

DAFTAR PUSTAKA

20
Mattjik Nurhajati Ansori.2010. Budidaya Bunga Potong dan Tanaman Hias.IPB Press. Bogor.
http://www.bi.go.id/sipuk/id/?id=4&no=11312&idrb=41301(Tanggal 13 April 2011.Waktu
20.28 WIB).
http://www.situshijau.co.id/tulisan.php?act=detail&id=240&id_kolom=1 (Tanggal 13 April
2011.Waktu 19.05 WIB).
http://nilna-cool.blogspot.com/2010/11/bunga-anyelir-atau-teluki-carnation.html (Tanggal 13
April 2011.Waktu 20.13 WIB).
http://oniepratiwi.wordpress.com/green-house/ (Tanggal 13 April 2011.Waktu 19.30 WIB).

21