Anda di halaman 1dari 6

c    adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden merata di Indonesia.

Contohnya, jumlah orang yang kelaparan


Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an.
yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Orde Baru     
hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan Warga keturunan Tionghoa juga dilarang berekspresi. Sejak
yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama. tahun 1967, warga keturunan dianggap sebagai warga negara
Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. Dalam asing di Indonesia dan kedudukannya berada di bawah warga
jangka waktu tersebut, ekonomi Indonesia berkembang pesat pribumi, yang secara tidak langsung juga menghapus hak-hak
meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi asasi mereka. Kesenian barongsai secara terbuka, perayaan
yang merajalela di negara ini. Selain itu, kesenjangan antara hari raya Imlek, dan pemakaian Bahasa Mandarin dilarang,
rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. meski kemudian hal ini diperjuangkan oleh komunitas
 
      Tionghoa Indonesia terutama dari komunitas pengobatan
Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa Tionghoa tradisional karena pelarangan sama sekali akan
jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia kemudian dilantik berdampak pada resep obat yang mereka buat yang hanya
kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, bisa ditulis dengan bahasa Mandarin. Mereka pergi hingga ke
1988, 1993, dan 1998. Mahkamah Agung dan akhirnya Jaksa Agung Indonesia waktu
     itu memberi izin dengan catatan bahwa Tionghoa Indonesia
Presiden Soeharto memulai "Orde Baru" dalam dunia politik berjanji tidak menghimpun kekuatan untuk memberontak dan
Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar menggulingkan pemerintahan Indonesia.
negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno Satu-satunya surat kabar berbahasa Mandarin yang diizinkan
pada akhir masa jabatannya. terbit adalah Harian Indonesia yang sebagian artikelnya ditulis
Salah satu kebijakan pertama yang dilakukannya adalah dalam bahasa Indonesia. Harian ini dikelola dan diawasi oleh
mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Indonesia militer Indonesia dalam hal ini adalah ABRI meski beberapa
pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa orang Tionghoa Indonesia bekerja juga di sana. Agama
Indonesia "bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan tradisional Tionghoa dilarang. Akibatnya agama Konghucu
PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan kehilangan pengakuan pemerintah.
PBB", dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 Pemerintah Orde Baru berdalih bahwa warga Tionghoa yang
September 1966, tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima populasinya ketika itu mencapai kurang lebih 5 juta dari
pertama kalinya. keseluruhan rakyat Indonesia dikhawatirkan akan
Pada tahap awal, Soeharto menarik garis yang sangat tegas. menyebarkan pengaruh komunisme di Tanah Air. Padahal,
Orde Lama atau Orde Baru. Pengucilan politik - di Eropa Timur kenyataan berkata bahwa kebanyakan dari mereka berprofesi
sering disebut lustrasi - dilakukan terhadap orang-orang yang sebagai pedagang, yang tentu bertolak belakang dengan apa
terkait dengan Partai Komunis Indonesia. Sanksi kriminal yang diajarkan oleh komunisme, yang sangat mengharamkan
[‘  Ä
dilakukan dengan menggelar Mahkamah Militer Luar Biasa perdagangan dilakukan .
untuk mengadili pihak yang dikonstruksikan Soeharto sebagai Orang Tionghoa dijauhkan dari kehidupan politik praktis.
pemberontak. Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka Sebagian lagi memilih untuk menghindari dunia politik karena
yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru. khawatir akan keselamatan dirinya.
Sanksi nonkriminal diberlakukan dengan pengucilan politik        c  
melalui pembuatan aturan administratif. Instrumen penelitian Di masa Orde Baru pemerintah sangat mengutamakan
khusus diterapkan untuk menyeleksi kekuatan lama ikut persatuan bangsa Indonesia. Setiap hari media massa seperti
dalam gerbong Orde Baru. KTP ditandai ET (eks tapol). radio dan televisi mendengungkan slogan "persatuan dan
Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi kesatuan bangsa". Salah satu cara yang dilakukan oleh
sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya pemerintah adalah meningkatkan transmigrasi dari daerah
melalui struktur administratif yang didominasi militer namun yang padat penduduknya seperti Jawa, Bali dan Madura ke
dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. DPR dan MPR luar Jawa, terutama ke Kalimantan, Sulawesi, Timor Timur,
tidak berfungsi secara efektif. Anggotanya bahkan seringkali dan Irian Jaya. Namun dampak negatif yang tidak
dipilih dari kalangan militer, khususnya mereka yang dekat diperhitungkan dari program ini adalah terjadinya marjinalisasi
dengan Cendana. Hal ini mengakibatkan aspirasi rakyat sering terhadap penduduk setempat dan kecemburuan terhadap
kurang didengar oleh pusat. Pembagian PAD juga kurang adil penduduk pendatang yang banyak mendapatkan bantuan
karena 70% dari PAD tiap provinsi tiap tahunnya harus disetor pemerintah. Muncul tuduhan bahwa program transmigrasi
kepada Jakarta, sehingga melebarkan jurang pembangunan sama dengan jawanisasi yang sentimen anti-Jawa di berbagai
antara pusat dan daerah. daerah, meskipun tidak semua transmigran itu orang Jawa.
Soeharto siap dengan konsep pembangunan yang diadopsi Pada awal Era Reformasi konflik laten ini meledak menjadi
dari seminar Seskoad II 1966 dan konsep akselerasi terbuka antara lain dalam bentuk konflik Ambon dan konflik
pembangunan II yang diusung Ali Moertopo. Soeharto Madura-Dayak di Kalimantan.[1Ä Sementara itu gejolak di
merestrukturisasi politik dan ekonomi dengan dwitujuan, bisa Papua yang dipicu oleh rasa diperlakukan tidak adil dalam
tercapainya stabilitas politik pada satu sisi dan pertumbuhan pembagian keuntungan pengelolaan sumber alamnya, juga
ekonomi di pihak lain. Dengan ditopang kekuatan Golkar, TNI, diperkuat oleh ketidaksukaan terhadap para transmigran.
dan lembaga pemikir serta dukungan kapital internasional,   
      c  
Soeharto mampu menciptakan sistem politik dengan tingkat i Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun
kestabilan politik yang tinggi. 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari
   
  AS$1.000
Selama masa pemerintahannya, kebijakan-kebijakan ini, dan i Sukses transmigrasi
pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran i Sukses KB
menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak i Sukses memerangi buta huruf
Sukses swasembada pangan meletakkan pondasi baru yang terbukti lebih kokoh dan kuat
Pengangguran minimum menghadapi perubahan jaman.
Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) Orde Lama adalah istilah yang diciptakan oleh Orde Baru.
Sukses Gerakan Wajib Belajar Bung Karno sangat keberatan masa kepemimpinannya
Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh dinamai Orde Lama. BK lebih suka dengan nama Orde
Sukses keamanan dalam negeri Revolusi. Tapi BK tak berkutik karena menjadi tahanan rumah
Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia (oleh pemerintahan militer Orde Baru) di Wisma Yaso
Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk (sekarang jadi Museum TNI Satria Mandala Jl. Gatot Subroto
dalam negeri Jakarta).
          c  
Karena pertanyaan anda spektrumnya sangat luas; saya akan
Semaraknya korupsi, kolusi, nepotisme
membatasi pada masalah pemanfaatan kekayaan alam.
Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya
kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian
Konsep BK tentang kekayaan alam sangat jelas. Jika Bangsa
disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke
Indonesia belum mampu atau belum punya iptek untuk
pusat
menambang minyak bumi dsb biarlah dia tetap berada di
Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena
dalam perut bumi Indonesia. Kekayaan alam itu akan menjadi
kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua
tabungan anak cucu kita di masa depan. Biarlah anak cucu kita
Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para
yang menikmati jika mereka sudah mampu dan bisa. Jadi saat
transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang
dipimpin BK, meski RI hidup miskin, tapi BK tidak pernah
cukup besar pada tahun-tahun pertamanya
menggadaikan (konsesi) tambang-tambang milik bangsa ke
Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan
perusahaan asing. Penebangan hutan pada masa BK juga amat
yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin)
minim.
Pelanggaran HAM kepada masyarakat non pribumi (terutama
masyarakat Tionghoa) Pada masa Orde Baru konsepnya bertolak belakang dengan
Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan BK. Ibarat rumah tangga zaman Orba adalah masa kemaruk.
Kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran Apa yang bisa digadaikan; digadaikan. Kalo bisa ngutang ya
dan majalah yang dibredel ngutang. Yang penting bisa selalu makan enak dan hidup wah.
Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan, antara Rakyat pun merasa hidup berkecukupan pada masa Orba.
lain dengan program "Penembakan Misterius" Beras murah, padahal sebagian adalah beras impor. Beberapa
Tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke gelintir orang mendapat rente ekonomi yang luar biasa dari
pemerintah/presiden selanjutnya) berbagai jenis monopoli impor komoditi bahan pokok,
Menurunnya kualitas birokrasi Indonesia yang terjangkit termasuk beras, terigu, kedelai dsb. Semua serba tertutup dan
penyakit Asal Bapak Senang, hal ini kesalahan paling fatal Orde tidak tranparan. Jika ada orang mempertanyakan, diancam
Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur. tuduhan subversif. Hutan dijadikan sumber duit, dibagi
Menurunnya kualitas tentara karena level elit terlalu sibuk menjadi kapling-kapling HPH; dibagi-bagi ke orang-orang
berpolitik sehingga kurang memperhatikan kesejahteraan tertentu (kroni) secara tidak transparan. Ingat fakta sejarah:
anak buah. Orde Baru tumbang akibat demo mahasiswa yang memprotes
       pemerintah Orba yang bergelimang KKN. Jangan dilupakan
Pada pertengahan 1997, Indonesia diserang krisis keuangan pula bahwa ekonomi RI ambruk parah ditandai Rupiah terjun
dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia), bebas ke Rp 16.000 per dollar terjadi masih pada masa Orde
disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga Baru.
minyak, gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh.
Rupiah jatuh, inflasi meningkat tajam, dan perpindahan modal Masa Reformasi adalah masa cuci piring. Pesta sudah usai.
dipercepat. Para demonstran, yang awalnya dipimpin para Krisis ekonomi parah sudah terjadi. Utang LN tetap harus
mahasiswa, meminta pengunduran diri Soeharto. Di tengah dibayar. Budaya korupsi yang sudah menggurita sulit
gejolak kemarahan massa yang meluas, Soeharto dihilangkan, meski pada masa Presiden SBY pemberantasan
mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, tiga bulan setelah MPR korupsi mulai kelihatan wujudnya.. Rakyat menikmati
melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Soeharto kemudian demokrasi dan kebebasan. Media masa menjadi terbuka.
memilih sang Wakil Presiden, B. J. Habibie, untuk menjadi
presiden ketiga Indonesia. Yang memimpikan kembalinya rezim totaliter mungkin
   !c   hanyalah sekelompok orang yang dulu amat menikmati
Mundurnya Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998 dapat previlege dan romantisme kenikmatan duniawi di zaman
dikatakan sebagai tanda akhirnya Orde Baru, untuk kemudian Orba.Sekarang kita mewarisi hutan yang sudah rusak parah;
digantikan "Era Reformasi". Masih adanya tokoh-tokoh industri kayu yang sudah terbentuk dimana-mana akibat dari
penting pada masa Orde Baru di jajaran pemerintahan pada berbagai HPH , menjadi muara dari illegal logging.
masa Reformasi ini sering membuat beberapa orang
mengatakan bahwa Orde Baru masih belum berakhir. Oleh Orang-orang berteriak zaman reformasi sulit, tapi nyatanya
karena itu Era Reformasi atau Orde Reformasi sering disebut hampir tiap rumah di Indonesia sekarang punya sepeda
sebagai "Era Pasca Orde Baru". motor. Hal yang mustahil pada masa Orba. Jadi kesimpulannya
Meski diliputi oleh kerusuhan etnis dan lepasnya Timor Timur, Orde Reformasi adalah fase terbaik dari bangsa Indonesia. Kita
transformasi dari Orde Baru ke Era Reformasi berjalan relatif sedang berproses menjadi negara yang besar dan kuat.
lancar dibandingkan negara lain seperti Uni Soviet dan Kepemimpinan SBY sudah berada di rel yang benar menuju ke
Yugoslavia. Hal ini tak lepas dari peran Habibie yang berhasil sana.
karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak
Catatan: Bung Karno meski ada hubungan darah tapi terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu
kepemimpinannya tidak sama dengan Ibu Megawati. BK lebih pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di
mirip Hugo Chavez, Evo Morales, atau Ahmadinejjad. BK
wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang
adalah pemimpin yang bisa menumbuhkan martabat dan
pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan
harga diri bangsanya. Sisi negatifnya, BK banyak dimusuhi
negara lain. Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI
Nama : Meilisa Nurindah NIM : C1A106029 JUR : IESP M.K : (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu)
Perekonomian Indonesia PERSAMAAN DAN PERBEDAAN mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang
KEBIJAKAN EKONOMI PADA MASA ORDE LAMA, ORDE BARU dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga
DAN REFORMASI PERSAMAAN o Sama-sama masih terdapat mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik
ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan Setelah Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori
Indonesia Merdeka, ketimpangan ekonomi tidak separah moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar
ketika zaman penjajahan namun tetap saja ada terjadi mempengaruhi kenaikan tingkat harga. b. Adanya blokade
ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan. Dalam ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk
26 tahun masa orde baru (1971-1997) rasio pendapatan menutup pintu perdagangan luar negeri RI. c. Kas negara
penduduk daerah terkaya dan penduduk daerah termiskin kosong. d. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
meningkat dari 5,1 (1971) menjadi 6,8 (1983) dan naik lagi Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-
menjadi 9,8 (1997). Ketika reformasi ketimpangan distribusi kesulitan ekonomi, antara lain : a.Program Pinjaman Nasional
pendapatan semakin tinggi dari 0,29 (2002) menjadi 0,35 dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Surachman dengan
(2006). Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum kaya persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946. b.Upaya
memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi menembus blokade dengan diplomasi beras ke India,
yang dikatakan cukup tinggi, namun pada kenyataanya tidak mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan
merata terhadap masyarakat. o Adanya KKN (Korupsi, Kolusi, menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke
Nepotisme) Orde Lama: Walaupun kecil, korupsi sudah ada. Singapura dan Malaysia. c.Konferensi Ekonomi Februari 1946
Orde Baru: Hampir semua jajaran pemerintah koruptor (KKN). dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat
Reformasi: Walaupun sudah dibongkar dan dipublikasi di dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang
mana-mana dari media massa,media elektronik,dll tetap saja mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan,
membantah melakukan korupsi. Hal ini menimbulkan krisis masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-
kepercayaan masyarakat yang sulit untuk disembuhkan akibat perkebunan. d.Pembentukan Planning Board (Badan
praktik-pratik pemerintahan yang manipulatif dan tidak Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947 Rekonstruksi dan
terkontrol. o Kebijakan Pemerintah Sejak pemerintahan orde Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948, mengalihkan
lama hingga orde reformasi kini, kewenangan menjalankan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
anggaran negara tetap ada pada Presiden (masing-masing e.Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada
melahirkan individu atau pemimpin yang sangat kuat dalam pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis.
setiap periode pemerintahan sehingga menjadikan mereka Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan
seperti ͞manusia setengah dewa͟). Namun tiap-tiap masa membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian
pemerintahan mempunyai cirinya masing-masing dalam merupakan sumber kekayaan). 2. Masa Demokrasi Liberal
menjalankan arah kebijakan anggaran negara. Hal ini (1950-1957) Masa ini disebut masa liberal, karena dalam
dikarenakan untuk disesuaikan dengan kondisi: stabilitas politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-
politik, tingkat ekonomi masyarakat, serta keamanan dan prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai
ketertiban. Kebijakan anggaran negara yang diterapkan teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez
pemerintah selama ini sepertinya berorientasi pada ekonomi passer. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum
masyarakat. Padahal kenyataannya kebijakan yang ada bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama
biasanya hanya untuk segelintir orang dan bahkan lebih pengusaha Cina. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk
banyak menyengsarakan rakyat. Belum lagi kebijakan- kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka. Usaha-
kebijakan yang tidak tepat sasaran, yang hanya menambah usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi,
beban APBN. Bila diteliti lebih mendalam kebijakan-kebijakan antara lain : a)Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai
sejak Orde Baru hingga sekarang hanya bersifat jangka uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah
pendek. Dalam arti kebijakan yang ditempuh bukan untuk uang yang beredar agar tingkat harga turun. b)Program
perencanaan ke masa yang akan datang, namun biasanya Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menumbuhkan
cenderung untuk mengatur hal-hal yang sedang dibutuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional
saat ini. PERBEDAAN : - Orde lama (Demokrasi Terpimpin) 1. agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan
Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950) Keadaan ekonomi membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi
keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan
lain disebabkan oleh : a. Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya
dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional.
Namun usaha ini gagal, karena sifat pengusaha pribumi yang menghadirkan suatu stablilitas politik sehingga mendukung
cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha terjadinya stabilitas ekonomi. Karena hal itulah maka
non-pribumi. c)Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank pemerintah jarang sekali melakukan perubahan-perubahan
Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 kebijakan terutama dalam hal anggaran negara. Pada masa
dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. pemerintahan orde baru, kebijakan ekonominya berorientasi
d)Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang kepada pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ekonomi tersebut
diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh
kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. pemerintah. Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon
Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan- kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi
latihan pada pengusaha pribumi, dan pemerintah Pembangungan, yaitu stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi
menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta yang stabil, dan pemerataan pembangunan. Hal ini berhasil
nasional. Program ini tidak berjalan dengan baik, karena karena selama lebih dari 30 tahun, pemerintahan mengalami
pengusaha pribumi kurang berpengalaman, sehingga hanya stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi.
dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari Kebijakan-kebijakan ekonomi pada masa itu dituangkan pada
pemerintah. e)Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN),
Meja Bundar, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. yang pada akhirnya selalu disetujui oleh Dewan Perwakilan
Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual Rakyat (DPR) untuk disahkan menjadi APBN. APBN pada masa
perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi pemerintahan Orde Baru, disusun berdasarkan asumsi-asumsi
belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut. perhitungan dasar. Yaitu laju pertumbuhan ekonomi, tingkat
3. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967) Sebagai akibat dari inflasi, harga ekspor minyak mentah Indonesia, serta nilai
dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Asumsi-asumsi dasar
sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia tersebut dijadikan sebagai ukuran fundamental ekonomi
menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh nasional. Padahal sesungguhnya, fundamental ekonomi
pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa nasional tidak didasarkan pada perhitungan hal-hal makro.
pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, Akan tetapi, lebih kearah yang bersifat mikro-ekonomi.
politik,dan ekonomi (mengikuti Mazhab Sosialisme). Akan Misalnya, masalah-masalah dalam dunia usaha, tingkat resiko
tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah yang tinggi, hingga penerapan dunia swasta dan BUMN yang
di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi baik dan bersih. Oleh karena itu pemerintah selalu dihadapkan
Indonesia, antara lain : a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 pada kritikan yang menyatakan bahwa penetapan asumsi
Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang APBN tersebut tidaklah realistis sesuai keadaan yang terjadi.
kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp Format APBN pada masa Orde baru dibedakan dalam
1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang penerimaan dan pengeluaran. Penerimaan terdiri dari
melebihi 25.000 dibekukan. b)Pembentukan Deklarasi penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan serta
Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran
Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya pembangunan. Sirkulasi anggaran dimulai pada 1 April dan
justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. berakhir pada 31 Maret tahun berikutnya. Kebijakan yang
Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%. disebut tahun fiskal ini diterapkan seseuai dengan masa panen
c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 petani, sehingga menimbulkan kesan bahwa kebijakan
menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang ekonomi nasional memperhatikan petani. APBN pada masa itu
rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah diberlakukan atas dasar kebijakan prinsip berimbang, yaitu
lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 anggaran penerimaan yang disesuaikan dengan anggaran
kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk pengeluaran sehingga terdapat jumlah yang sama antara
menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi. penerimaan dan pengeluaran. Hal perimbangan tersebut
Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu sebetulnya sangat tidak mungkin, karena pada masa itu
diperparah karena pemerintah tidak menghemat pinjaman luar negeri selalu mengalir. Pinjaman-pinjaman luar
pengeluaran-pengeluarannya. Pada masa ini banyak proyek- negeri inilah yang digunakan pemerintah untuk menutup
proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah, dan juga anggaran yang defisit. Ini artinya pinjaman-pinjaman luar
sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negeri tersebut ditempatkan pada anggaran penerimaan.
negara-negara Barat. Sekali lagi, ini juga salah satu Padahal seharusnya pinjaman-pinjaman tersebut adalah utang
konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi yang harus dikembalikan, dan merupakan beban pengeluaran
terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke di masa yang akan datang. Oleh karena itu, pada dasarnya
Timur (sosialis) baik dalam politik, eonomi, maupun bidang- APBN pada masa itu selalu mengalami defisit anggaran.
bidang lain. - Orde Baru/ Orba (Demokrasi Pancasila) Pada Penerapan kebijakan tersebut menimbulkan banyak kritik,
masa orde baru, pemerintah menjalankan kebijakan yang karena anggaran defisit negara ditutup dengan pinjaman luar
tidak mengalami perubahan terlalu signifikan selama 32 negeri. Padahal, konsep yang benar adalah pengeluaran
tahun. Dikarenakan pada masa itu pemerintah sukses pemerintah dapat ditutup dengan penerimaan pajak dalam
negeri. Sehingga antara penerimaan dan pengeluaran dapat oleh pemerintahan Presiden Habibie. Pada masa ini tidak
berimbang. Permasalahannya, pada masa itu penerimaan hanya hal ketatanegaraan yang mengalami perubahan, namun
pajak saat minim sehingga tidak dapat menutup defisit juga kebijakan ekonomi. Sehingga apa yang telah stabil
anggaran. Namun prinsip berimbang ini merupakan kunci dijalankan selama 32 tahun, terpaksa mengalami perubahan
sukses pemerintah pada masa itu untuk mempertahankan guna menyesuaikan dengan keadaan. Pemerintahan presiden
stabilitas, khususnya di bidang ekonomi. Karena pemerintah BJ.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan
dapat menghindari terjadinya inflasi, yang sumber pokoknya manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi.
karena terjadi anggaran yang defisit. Sehingga Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan
pembangunanpun terus dapat berjalan. Prinsip lain yang stabilitas politik. Pada masa kepemimpinan presiden
diterapkan pemerintah Orde Baru adalah prinsip fungsional. Abdurrahman Wahid pun, belum ada tindakan yang cukup
Prinsip ini merupakan pengaturan atas fungsi anggaran berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan.
pembangunan dimana pinjaman luar negeri hanya digunakan Padahal, ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan
untuk membiayai anggaran belanja pembangunan. Karena orde baru harus dihadapi, antara lain masalah KKN (Korupsi,
menurut pemerintah, pembangunan memerlukan dana Kolusi dan Nepotisme), pemulihan ekonomi, kinerja BUMN,
investasi yang besar dan tidak dapat seluruhnya dibiayai oleh pengendalian inflasi, dan mempertahankan kurs rupiah. Malah
sumber dana dalam negeri. Pada dasarnya kebijakan ini sangat presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan
bagus, karena pinjaman yang digunakan akan membuahkan kredibilitasnya di mata masyarakat. Akibatnya, kedudukannya
hasil yang nyata. Akan tetapi, dalam APBN tiap tahunnya digantikan oleh presiden Megawati. Masa kepemimpinan
cantuman angka pinjaman luar negeri selalu meningkat. Hal ini Megawati Soekarnoputri mengalami masalah-masalah yang
bertentangan dengan keinginan pemerintah untuk selalu mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi dan
meningkatkan penerimaan dalam negeri. Dalam Keterangan penegakan hukum. Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk
Pemerintah tentang RAPBN tahun 1977, Presiden menyatakan mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain :
bahwa dana-dana pembiayaan yang bersumber dari dalam a)Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5,8
negeri harus meningkat. Padahal, ketergantungan yang besar milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan
terhadap pinjaman luar negeri akan menimbulkan akibat- pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116.3 triliun.
akibat. Diantaranya akan menyebabkan berkurangnya b)Kebijakan privatisasi BUMN. Privatisasi adalah menjual
pertumbuhan ekonomi. Hal lain yang dapat terjadi adalah perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan
pemerataan ekonomi tidak akan terwujud. Sehingga yang melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-
terjadi hanya perbedaan penghasilan. Selain itu pinjaman luar kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Hasil
negeri yang banyak akan menimbulkan resiko kebocoran, penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi
korupsi, dan penyalahgunaan. Dan lebih parahnya lagi Indonesia menjadi 4,1 %. Namun kebijakan ini memicu banyak
ketergantungan tersebut akan menyebabkan negara menjadi kontroversi, karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke
malas untuk berusaha meningkatkan penerimaan dalam perusahaan asing. Di masa ini juga direalisasikan berdirinya
negeri. Prinsip ketiga yang diterapakan oleh pemerintahan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada
Orde Baru dalam APBN adalah, dinamis yang berarti gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal
peningkatan tabungan pemerintah untuk membiayai keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua
pembangunan. Dalam hal ini pemerintah akan berupaya untuk kali untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu
mendapatkan kelebihan pendapatan yang telah dikurangi jalannya pembangunan nasional. Masa Kepemimpinan Susilo
dengan pengeluaran rutin, agar dapat dijadikan tabungan Bambang Yudhoyono terdapat kebijakan kontroversial yaitu
pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah dapat mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan
memanfaatkan tabungan tersebut untuk berinvestasi dalam harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga
pembangunan. Kebijakan pemerintah ini dilakukan dengan minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi
dua cara, yaitu derelgulasi perbankan dan reformasi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang
perpajakan. Akan tetapi, kebijakan demikian membutuhkan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan
waktu dan proses yang cukup lama. Akibatnya, kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan
untuk mengurangi bantuan luar negeri tidak dapat terjadi kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi
karena jumlah pinjaman luar negeri terus meningkat. Padahal masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan
disaat yang bersamaan persentase pengeluaran rutin untuk yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai
membayar pinjaman luar negeri terus meningkat. Hal ini jelas masalah sosial.Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan
menggambarkan betapa APBN pada masa pemerintahan Orde pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan
Baru sangat bergantung pada pinjaman luar negeri. Sehingga infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
pada akhirnya berakibat tidak dapat terpenuhinya keinginan serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki
pemerintah untuk meningkatkan tabungannya. - Masa iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian
Reformasi (Demokrasi Liberal) Pada masa krisis Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang
ekonomi,ditandai dengan tumbangnya pemerintahan Orde mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah.
Baru kemudian disusul dengan era reformasi yang dimulai Menurut Keynes, investasi merupakan faktor utama untuk
menentukan kesempatan kerja. Mungkin ini mendasari kebebasan (namun sepertinya terlalu ͞bebas͟). Media masa
kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi menjadi terbuka. Yang memimpikan kembalinya rezim
kemudahan bagi investor, terutama investor asing, yang salah totaliter mungkin hanyalah sekelompok orang yang dulu amat
satunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Jika menikmati previlege dan romantisme kenikmatan duniawi di
semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapkan zaman Orba.Sekarang kita mewarisi hutan yang sudah rusak
jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah. Pada parah; industri kayu yang sudah terbentuk dimana-mana
pertengahan bulan Oktober 2006 , Indonesia melunasi seluruh akibat dari berbagai HPH , menjadi muara dari illegal logging. o
sisa utang pada IMF sebesar 3,2 miliar dolar AS. Dengan ini, Sistem pemerintahan Orde lama : kebijakan pada pemerintah,
maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda berorientasi pada politik,semua proyek diserahkan kepada
IMF dalam menentukan kebijakan dalam negeri. Namun pemerintah, sentralistik,demokrasi Terpimpin, sekularisme.
wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali Orde baru : kebijakan masih pada pemerintah, namun sektor
mencuat, setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi sudah diserahkan ke swasta/asing, fokus pada
ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam, dan pembangunan ekonomi, sentralistik, demokrasi Pancasila,
jumlah penduduk miskin meningkat dari 35,10 jiwa di bulan kapitalisme. Soeharto dan Orde Baru tidak bisa dipisahkan.
Februari 2005 menjadi 39,05 juta jiwa pada bulan Maret 2006. Sebab, Soeharto melahirkan Orde Baru dan Orde Baru
Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain karena merupakan sistem kekuasaan yang menopang pemerintahan
pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat Soeharto selama lebih dari tiga dekade. Betulkah Orde Baru
kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI), telah berakhir? Kita masih menyaksikan praktik-praktik nilai
sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada Orde Baru hari ini masih menjadi karakter dan tabiat politik di
turunnya investasi. Selain itu, birokrasi pemerintahan terlalu negeri ini. Kita masih menyaksikan koruptor masih bercokol di
kental, sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja negeri ini. Perbedaan Orde Baru dan Orde Reformasi secara
Negara dan daya serap, karena inefisiensi pengelolaan kultural dan substansi semakin kabur. Mengapa semua ini
anggaran. Jadi, di satu sisi pemerintah berupaya mengundang terjadi? Salah satu jawabannya, bangsa ini tidak pernah
investor dari luar negri, tapi di lain pihak, kondisi dalam negeri membuat garis demarkasi yang jelas terhadap Orde Baru.
masih kurang kondusif. o Masalah pemanfaatan kekayaan Tonggak awal reformasi 11 tahun lalu yang diharapkan bisa
alam. Pada masa orde lama : Konsep Bung Karno tentang menarik garis demarkasi kekuatan lama yang korup dan
kekayaan alam sangat jelas. Jika Bangsa Indonesia belum otoriter dengan kekuatan baru yang ingin melakukan
mampu atau belum punya iptek untuk menambang minyak perubahan justru "terbelenggu" oleh faktor kekuasaan.Sistem
bumi dsb biarlah SDA tetap berada di dalam perut bumi politik otoriter (partisipasi masyarakat sangat minimal) pada
Indonesia. Kekayaan alam itu akan menjadi tabungan anak masa orba terdapat instrumen-instrumen pengendali seperti
cucu di masa depan. Biarlah anak cucu yang menikmati jika pembatasan ruang gerak pers, pewadahunggalan organisasi
mereka sudah mampu dan bisa. Jadi saat dipimpin Bung profesi, pembatasan partai poltik, kekuasaan militer untuk
Karno, meski RI hidup miskin, tapi Bung Karno tidak pernah memasuki wilayah-wilayah sipil, dll. Orde reformasi :
menggadaikan (konsesi) tambang-tambang milik bangsa ke pemerintahan tidak punya kebijakan (menuruti alur parpol di
perusahaan asing. Penebangan hutan pada masa Bung Karno DPR), pemerintahan lemah, dan muncul otonomi daerah yang
juga amat minim. Pada masa Orde Baru konsepnya bertolak kebablasan, demokrasi Liberal (neoliberaliseme), tidak jelas
belakang dengan orde lama.Apa yang bisa digadaikan; apa orientasinya dan mau dibawa kemana bangsa ini.
digadaikan. Kalo bisa ngutang ya ngutang. Yang penting bisa Referensi :
selalu makan enak dan hidup wah. Rakyat pun merasa hidup http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=200901261
berkecukupan pada masa Orba. Beras murah, padahal 74820AAFGt08
sebagian adalah beras impor. Beberapa gelintir orang http://yunaniabiyoso.blogspot.com/2008/04/perbedaan-
mendapat rente ekonomi yang luar biasa dari berbagai jenis determinasi-kebijakan.html
monopoli impor komoditi bahan pokok, termasuk beras, http://labtani.wordpress.com/2008/11/07/sejarah-
terigu, kedelai dsb. Semua serba tertutup dan tidak tranparan. perekonomian-indonesia/
Jika ada orang mempertanyakan, diancam tuduhan subversif. http://www.mudrajad.com/upload/Reformasi%20di%20Persi
Hutan dijadikan sumber duit, dibagi menjadi kapling-kapling mpangan%20Jalan.pdf Pohan, Aulia. 2008. Potret Kebijakan
HPH; dibagi-bagi ke orang-orang tertentu (kroni) secara tidak Moneter Indonesia.Jakarta:Rajawali pers. Yustika, Ahmad
transparan. Ingat fakta sejarah: Orde Baru tumbang akibat Erani. 2002. Pembangunan dan Krisis, Memetakan
demo mahasiswa yang memprotes pemerintah Orba yang Perekonomian Indonesia. Jakarta : PT. Grasindo.
bergelimang KKN. Jangan dilupakan pula bahwa ekonomi RI
ambruk parah ditandai Rupiah terjun bebas ke Rp 16.000 per
dollar terjadi masih pada masa Orde Baru. Masa Reformasi
krisis ekonomi parah sudah terjadi. Utang LN tetap harus
dibayar. Budaya korupsi yang sudah menggurita sulit
dihilangkan, meski pada masa Presiden SBY pemberantasan
korupsi mulai kelihatan wujudnya.. Rakyat menikmati