Anda di halaman 1dari 3

H.

Studi Kasus
Salah satu perusahaan yang menerapkan penilaian kinerja karyawan ini adalah
Perum BULOG Divre Jateng. Perum BULOG Divre Jateng, beralamatkan di Jalan
Menteri Supeno No.1. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif
yaitu menggambarkan keadaan atau fenomena mengenai strategi peningkatan
kinerja karyawan melalui pelatihan dan pengembangan di Perum BULOG Divre
Jateng. Metode yang digunakan melalui metode wawancara, metode dokumentasi,
dan metode observasi. Analisis data yang dilakukan dengan teknik analisis data
deskriptif kualitatif.

• Strategi Peningkatan Kinerja Karyawan

Strategi adalah kerangka acuan yang terintegrasi dan komprehensif yang


mengarahkan pilihan-pilihan yang menetukan benuk dan arah aktivitas-aktivitas
organisasi menuju pencapaian tujuan-tujuannya. Kinerja pada dasarnya adalah apa
yang dilakukan atau tidak dilakukan karyawan sehingga mereka mempengaruhi
seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada instansi atau organisasi
termasuk pelayanan kualitas yang disajikan. Strategi peningkatan kinerja adalah
cara perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan agar tujuan perusahaan
dapat tercapai.
Perubahan status kelembagaan BULOG dan Lembaga Pemerintah Non
Departemen (LPND) menjadi Perusahaan Umum (Perum) pada tahun 2003
berdasarkan PP No. 7 tahun 2003 semakin menggugah kesadaran Perum BULOG
tentang arti pentingnya strategi peningkatan kinerja karyawan. Perum BULOG
memerlukan karyawan yang berkualitas dan memiliki kinerja yang tinggi. Dalam
memperoleh karyawan yang cakap memerlukan suatu pelatihan dan pengembangan
karena pelatihan dan pengembangan merupakan upaya untuk mempersiapkan
karyawan yang berkualitas agar tujuan perusahaan dapat tumbuh dan berkembang
sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi sekarang ini. Strategi
peningkatan kinerja yang dilakukan BULOG adalah pemberian motivasi kerja
kepada karyawan, apabila ada peningkatan kerja maka karyawan diberi tugas untuk
mengikuti diklat dan apabila setelah mengikuti diklat karyawan ada peningkatan
kinerja maka karyawan akan diberikan promosi.
Pada Perum BULOG Divre Jateng, karyawan dari hasil seleksi selanjutnya
mendapatkan evaluasi. Menurut T. Hani Handoko (2000:104), program orientasi
berguna untuk memperkenalkan karyawan baru dengan peranan atau kedudukan
mereka dengan organisasi dan dengankaryawan lain. Kegiatan ini dinilai sudah
cukup baik, karena dilanjutkan dengan induksi sehingga karyawan lebih mengenal
perusahaan dan tempatnya bekerja secara lebih luas dan rinci. Kesuksesan program
orientasi akan berpengaruh dalam peningkatan kinerja karyawan di masa-masa awal
kerjanya.
Strategi peningkatan kinerja karyawan telah dilakukan Perum BULOG Divre
Jateng dengan cukup baik karena didahului dengan analisis kebutuhan, hanya saja
program pengembangan yang bersifat teknis keseharian penyelenggaraannya masih
menunggu program yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan
(PUSDIKLAT) Perum BULOG Pusat. Perum BULOG Divre Jateng belum banyak
menyelenggarakan program pengembangan yang diselenggarakan sendiri. Dengan
lebih aktif dapat menyesuaikan program diklat dengan kebutuhan jabatan di
wilayahnya (Divre Jateng).

• Metode-Metode Pelatihan dan Pengembangan

Melihat begitu pentingnya peningkatan kinerja karyawan dalam pencapaian


tujuan perusahaan, maka Perum BULOG Divre Jateng berusaha untuk
meningkatkan kinerja karyawan selain dengan pelatihan juga mengadakan
pengembangan. Sebagai langkah strategi peningkatan kinerja karyawan, Perum
BULOG Divre Jateng melakukan program diklat (pendidikan dan pelatihan). Dalam
pasal 24 ayat 1 Keputusan Direksi Perum BULOG No: Kep-02/Dirut/05/2003
tentang peraturan pembinaan sumber daya manusia Perum BULOG dikatakan
bahwa, perusahaan memberikan kesempatan kepada pegawai dan menyediakan
sarana untuk pengembangan pengetahuan, ketrampilan, perilaku, wawasan,
kemampuan manajerial, kepemimpinan melalui program pelatihan dan pendidikan
yang diselenggarakan di dalam maupun di luar negeri.
Diklat yang dilakukan adalah diklat on the job dan diklat off the job. Diklat off
the job dibagi menjadi tiga, yaitu: diklat teknis (peningkatan kinerja karyawan
terutama dalam pelaksanaan tugas keseharian secara teknis), diklat non teknis
(peningkatan kinerja karyawan terutama dalam kegiatan non teknis keseharian), dan
pengembangan kepribadian (peningkatan kinerja karyawan terutama dari aspek
kepribadian). Langkah lain yang dilakukan Perum BULOG Divre Jateng dalam
strategi peningkatan kinerja karyawan adalah dengan pemberian ijin kuliah (ijin
belajar) bagi karyawannya, bagi karyawan yang berprestasi perusahaan
memberikan beasiswa pendidikan. Masing-masing kategori mempunyai sasaran
pengajaran sikap, konsep atau pengetahuan dan ketrampilan utama yang berbeda
(T. Hani Handoko,2000:110). Metode pelatihan yang diberikan kepada karyawan
sudah sesuai dengan teori yang dikemukakan T. Hani Handoko yaitu ada dua
kategori pokok program pelatihan dan pengembangan yaitu metode praktis (on the
job training) dan teknik-teknik presentasi informasi dan metode-metode simulasi
(off the job training). Metode-metode yang diterapkan perusahaan dalam
peningkatan kinerja karyawan melalui pelatihan dan pengembangan sudah sesuai
dengan teori maka dalam pelaksanaannya sudah dapat berjalan dengan baik.

• Evaluasi Pelatihan dan Pengembangan

Untuk menilai program-program yang telah dilaksanakan Perum BULOG Divre


Jateng untuk meningkatkan kinerja karyawan yaitu melalui pelatihan dan
pengembangan, maka perusahaan mengevaluasi kegiatan-kegiatan latihan dan
pengembangan apakah sudah mencapai hasil yang diinginkan atau tidak (Goldstei
dan Buxton dalam Anwar Prabu Mangkunegara, 2005:59). Di Perum BULOG
evaluasi dilakukan secara berjalan. Yang dimaksud berjalan yaitu evaluasi
dilakukan oleh Pusat dan Kepala Divre dalam bentuk laporan. Karyawan yang telah
melaksanakan diklat harus memberikan laporan hasil kerja sehari-hari yang
tentunya berhubungan dengan diklat yang pernah diikuti. Apabila karyawan tidak
memberikan laporan hasil kerja maka Pusat akan memberikan surat teguran tertulis
yang ditujukan kepada karyawan yang bersangkutan melalui pimpinan Divre.
Evaluasi yang dilakukan perusahaan telah memenuhi syarat yang ditentukan. Yaitu
karyawan harus memberikan laporan hasil kerja sehingga seberapa tinggi kinerja
karyawan dalam pekerjaan dan bagaiman prestasi karyawan setelah mendapatkan
diklat dapat diketahui perusahaan. Dengan demikian tujuan yang diinginkan
perusahaan dapat tercapai.

• Kendala-Kendala Pelatihan dan Pengembangan

Sesuai dengan teori (Malayu SP Hasibuan, 2002:85) dalam program pelatihan


dan pengembangan terdapat kendala-kendala yang meliputi peserta, pelatih,
fasilitas, kurikulum dan dana pengembangan. Dalam melakukan strategi
peningkatan kinerja karyawan yaitu melalui pelatihan dan pengembangan berupa
diklat, Perum BULOG Divre Jateng masih menghadapi kendala-kendala yang harus
diselesaikan. Kendala yang timbul adalah adanya sebagian karyawan (peserta) yang
kurang merespon dengan adanya pelatihan dan pengembangan. Hal ini disebabkan
oleh kurangnya kesadaran dari karyawan tentang pentingnya peningkatan kinerja
melalui pelatihan dan pengembangan berupa diklat dikarenakan waktu
penyelenggaraan yang kurang tepat (saat karyawan sibuk dengan pekerjaan yang
tidak dapat ditinggalkan), kurang sehat atau sakit, dan ada kepentingan pribadi.
Selain dari peserta kendala juga terdapat pada program pengembangan yang
menunggu program yang diselenggarakan oleh BULOG Pusat. Kurangnya
kesadaran karyawan ini menyebabkan fasilitas yang telah ada dan materi yang telah
di dapat dari program pelatihan dan pengembangan kurang dapat menerapkan ilmu
seacara maksimal di dalam pekerjaannya