Anda di halaman 1dari 16

UJIAN TENGAH SEMESTER

HUKUM TELEMATIKA

Oleh:

Aryandi Putra Npm. 0717032030

PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011
1. Kajian aspek hukum dalam sistem teknologi informasi yang kemudian
berkembang menjadi kajian hukum dalam sistem teknologi informatika telah
mengalami perkembangan silang pendapat yang cukup lama, khususnya
berkaitan dengan terminologi hukum dan relevansi kajian. Meskipun
demikian, terdapat kesepakatan/kesepahaman di kalangan para penstudi,
bahwa studi telematika dalam perspektif ilmu hukum adalah hal yang lumrah
saja adanya. Deskripsikanlah aspek-aspek apa saja dalam lingkup telematika
yang harus/perlu diatur melalui hukum. Jelaskan dimana relevansi jawaban
saudara itu bila dilihat dari kebutuhan pengaturannya.
Jawab:
Berikut ini beberapa aspek dalam lingkup telematika:
a. Computing, yaitu Sistem Pengolah Informasi yang berbasiskan sistem
komputer (Computer based Information System) berupa jaringan sistem
informasi (computer network) organisasional yang efisien, efektif dan
legal. Suatu Sistem Informasi merupakan perwujudan penerapan
perkembangan teknologi informasi ke dalam suatu bentuk
organisasional/organisasi perusahaan (bisnis).

b. Content, yaitu Isi atau substansi Data dan/atau Informasi berupa input dan
output dari penyelenggaraan sistem informasi yang disampaikan pada
publik, mencakup semua bentuk data/informasi baik yang tersimpan dalam
bentuk cetak maupun elektronik, maupun yang disimpan sebagai basis
data (databases) maupun yang dikomunikasikan sebagai bentuk pesan
(data messages).

c. Communication, yaitu Sistem Komunikasi yang juga berupa sistem


keterhubungan (interconnection) dan sistem pengoperasian global
(interoperational) antar sistem informasi/jaringan komputer (computer
network) maupun penyelenggaraan jasa dan/atau jaringan telekomunikasi.

d. Community, yaitu masyarakat berikut sistem kemasyarakatannya yang


merupakan pelaku intelektual (brainware), baik dalam kedudukannya
sebagai Pelaku Usaha, Profesional Penunjang maupun sebagai Pengguna
dalam sistem tersebut.
(I Gede Abw, Pengantar Kuliah Hukum Telematika)

Pada aspek Computing dan Communication, diperlukan peraturan bagaimana


suatu sistem pengolahan informasi dapat berjalan sesuai dengan peraturan
penyampaian informasi yang berlaku di Indonesia, agar agar tidak terjadi
tindakan pelanggaran hukum. Sedangkan untuk aspek Content, dibutuhkan
suatu peraturan yang dapat membatasi content dari hal-hal yang dapat
mengandung sara dan dapat menyinggung suatu elemen tertentu. Adaun untuk
aspek community, diperlukan peraturan komunitas tersebut maupun peraturan
hukum yang menjadi batasan-batasan komunitas tersebut dalam melakukan
sesuatu agar tetap dalam koridor yang telah ditetapkan.

2. Aspek hukum perlindungan konsumen akhir-akhir ini menjadi sorotan yang


cukup tajam. Di bidang teknologi informasi, siapa sebetulnya yang dapat
disebut produsen? Dapatkah juga seorang pemilik toko yang menjual produk-
produk yang berbasiskan teknologi informasi disetarakan dengan produsen?
Kalau dapat alasannya apa? Kalau tidak alasannya apa? Bila kemudian benar-
benar terjadi resiko tertentu, maka sejauh mana resiko itu menjadi tanggungan
pemilik toko. Apa dasar hukumnya?
Jawab:
Dalam bidang IT, seseorang disebut produsen bila dapat membuat suatu karya
berupa software atau hardware. Seseorang juga dapat dikatakan produsen jika
ia menyediakan jasa terkait teknologi informasi.
Tidak, karena pemiliki toko dalam hal ini termasuk dalam perantara. Pemilik
took tidak mempunyai suatu ciptaan sehingga tidak dapat dikategorikan
sebagai produsen. Adapun mengenai istilah produsen, masyarakat sering salah
kaprah mengartikan konsumen dan produsen hanya sebatas penjual dan
pembeli tanpa memperhatikan perantara dan media perantaranya.
Biasanya saat seseorang membeli suatu produk IT akan mendapat garansi baik
garansi resmi atau distributor. Dalam hal ini pemilik toko harus menerima
claim dari penjual bila terjadi cacat pada barang yang diterima. Sesuai
kesepakatan sebelumnya, garansi terhadap barang bisa dilakukan replace atau
service (untuk produk elektronik). Seperti pada produk harddisk, biasanya
garansi 3 tahun dengan 1 tahun replace dan 2 tahun service.
Hak-hak konsumen adalah :
Pasal. 4 UUPK

• hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi


barang dan/atau jasa;

• hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang


dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan
yang dijanjikan;

• hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan
jaminan barang dan/atau jasa;

• hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa
yang digunakan;

• hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian


sengketa perlindungan konsumen secara patut;

• hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;

• hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak
diskriminatif;

• hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian,


apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian
atau tidak sebagaimana

• hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan


lainnya.

3. Seandainya saudara adalah seorang programmer, kepada saudara ditawarkan


membuat sebuah logika program tertentu, maka berkaitan dengan
perlindungan hukum atas kerahasiaan informasi, hal-hal menyangkut apa saja
yang perlu dan dapat dikategorikan sebagai bagian dari perlindungan atas
privasi atau data?
Jawab:
Sebuah program computer termasuk dalam hak kekayaan intelektual. Oleh
sebab itu, source code yang dibuat harus dilindungi secara hukum. Dalam
sebuah souce code biasanya ada bagian-bagian tertentu yang disembunyikan.
Analoginya seperti restoran fastfood KFC, kita semua mengetahui bahwa
produk dari KFC adalah ayam goreng yang digoreng dengan menggunakan
tepung terigu. Namun, tidak ada satupun yang mengetahui tentang 11 bumbu
rahasia yang digunakan.

Dalam sebuah source code program komputer, biasanya program yang


disembunyikan disimpan dalam suatu bagian yang disebut procedure atau bisa
juga disimpan dalam sebuah header. Header ini letaknya terpisah dari program
utama. Jadi, kita hanya bisa melihat program utama saja, sedangkan header ini
dibuat terpisah. Jika program dijalankan, maka program utama akan
memanggil header tersebut dan rahasia kode pemrograman tetap terjaga
dengan baik.

Mengenai hak cipta, kita bisa membagi dalam open source atau close source.
Pada open source, seseorang boleh menggunakan program yang sudah kita
buat dengan syarat dia mencantumkan nama pembuat software atau biasa
disebut dengan disclaimer. Versi yang lebih “free” dari open source adalah
free software. Dalam free software kita bebas memodifikasi tanpa harus
terikat dengan hak cipta. Sedangkan close source, berarti source code tidak
diberikan secara gratis sehingga user harus membayar.

Hak Cipta (Copyright) Sofware Berdasarkan UU Hak Cipta UU No 19 tahun


2002, mengenai ciptaan yang dilindungi pada Pasal 12 (1) dinyatakan bahwa
program komputer (software) itu termasuk hak cipta yang dilindungi. Adapun
berdasarkan Pasal 30 (1) Program Komputer Sofware itu masa waktu
perlindungannya adalah selama 50 tahun sejak pertama kali diumumkan. Jika
merujuk kepada UU Hak Cipta UU No 19 tahun 2002 ini, maka Sofware yang
memiliki hak cipta itu terdiri dari : Proprietary software, Komersial Sofware.
Maka seseorang yang mendistribusikannya dan menkopinya bisa dinyatakan
melanggar Hak Cipta. Oleh karena itu, bagi para programer bisa memiliki
pilihan terhadap software yang dibuatnya apakan akan menjadikan free
software ataukah proprietary software dan komersial software.

4. Penyampaian informasi pada hakekatnya adalah merupakan sebuah kebebasan


yang bersifat azasi. Dengan menjamurnya kebebasan mengungkap dan
merangkai gagasan pemikiran yang kemudian dituangkan dalam format blog
website, bagaimana komentar saudara mengenai kebebasan informasi dan
perlindungan hukum atas nama baik seseorang?
Jawab:
Dalam kehidupan bermasyarakat, kita mengenal adanya kebebasan yang
bertanggung jawab. Seseorang bebas menyebarkan informasi melalui media
cetak ataupun sudah menyentuh koneksi internet, baik melalui blog, email,
milis, jejaring sosial, dll. Dalam penyampaian berita melalui blog, kita harus
menyaring terlebih dahulu informasi yang akan disampaikan apakah akan
menyinggung perasaan seseorang atau tidak. Selain itu, bila informasi yang
kita sebarkan tidak benar dan menyangkut pribadi seseorang, maka pihak yang
dirugikan dapat menuntut balik penyebar isu tersebut tersebut atas dasar
pencemaran nama baik.

Sebenarnya ada wilayah abu-abu mengenai penafsiran blog sebagai wilayah


publik atau private. Sejatinya blog adalah milik pribadi, namun karena setiap
orang dapat mengakses maka hal ini menjadi sebuah masalah tersendiri.
Internet sendiri juga bersifat borderless jadi sangat sulit untuk membatasi
akses seseorang. Oley karena itu, dibutuhkan suatu kebebasan yang
bertanggung jawab. Adapun orang-orang yang merasa menjadi korban bisa
mengusut kasusnya ke polisi, seperti tuntutan yang dilakukan oleh Pihak RS
Omni Internasional kepada Prita Mulyasari atas kasus pencemaran nama baik.
5. Indonesia telah memiliki sebuah undang-undang di bidang Informasi dan
Transfer Elektronik. Menurut saudara tuliskan beberapa kelemahan undang-
undang tersebut dilihat dari perspektif bidang ilmu komputer sebagaimana
yang saudara geluti selama ini.
Jawab:
Pasal 1 ayat 1 UU ITE yang berbunyi:

"Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk


tetepi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto,
elektronik dan interchange (EDI), surat elktronik (elektronik mail), telegram,
teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, symbol,
atau perforasi yeng telah diolah dan memiliki arti atau dapat dipahami oleh
orang yang mampu memahaminya."

Dari ayat tersebut kita sebagai pengguna alat elektronik dapat melihat
kesalahan dalam pendefinisian kata Dokumen Elektronik. Definisi Dokumen
Elektronik menggambarkan tampilan, bukan data. Dari kenyataan ini terlihat
jelas bahwa penyusun definisi ini belum memahami bahwa data elektronik
sama sekali tidak berupa tulisan, suara, gambar atau apapun yang ditulis
dalam definisi tersebut. Sebuah Data elektronik hanyalah kumpulan dari bit-
bit digital, yang mana setiap bit digital adalah informasi yang hanya memiliki
dua pilihan, yang apabila dibatasi dengan kata “elektronik” maka pilihan itu
berarti “tinggi” atau “rendah” dari suatu sinyal elektronik. Seharusnya kata
informasi elektronik diganti definisinya menjadi informasi digital adalah satu
atau sekumpulan data digital.

Selain itu adalah belum ada pembahasan detail tentang spamming. Dalam
pasal 16 UU ITE mensyaratkan penggunaan ’sistem elektronik’ yang aman
dengan sempurna, namun belum standar spesifikasi yang bagaimana yang
digunakan. Apakah mengoperasikan web server yang memiliki celah
keamanan nantinya akan melanggar undang-undang?
6. Semakin konvergennya (keterpaduan) perkembangan Teknologi Informasi dan
Telekomunikasi dewasa ini, telah mengakibatkan semakin beragamnya pula
aneka jasa-jasa (features) fasilitas telekomunikasi yang ada, serta semakin
canggihnya produk-produk teknologi informasi yang mampu
mengintegrasikan semua media informasi. Dalam pandangan saudara, apa saja
kelemahan dan keunggulan transaksi model ini bila dilihat dari aspek hukum
dan/atau aspek telekomunikasi?
Jawab:
Integrated network tentu mempunyai sebuah resiko tersendiri. Kita
mengetahui bahwa hampir semua akun internet saling terhubung satu sama
lain. Misalnya kita dapat mengakses akun Youtube dengan terlebih dahulu
login ke akun Gmail. Atau lebih mudah lagi akses melalui youtube yang bisa
terhubung ke berbagai situs lain, seperti scribd dan banyak situs lainnya. Hal
ini bukannya tanpa resiko, bila akun tersebut diketahui oleh pihak lain atau di-
hack maka pelaku bisa mengakses akun-akun lain milik korban. Akibatnya,
seperti efek domino, satu jatuh semuanya akan jatuh. Kelebihan dari sistem
ini, tentu saja kita menjadi lebih praktis dalam melakukan login terhadap suatu
situs karena kita bisa menggunakan akun situs lain tanpa terlebih dahulu
mendaftar di situs yang kita tuju. Selain itu, pelacakan data dapat lebih mudah
karena terintegrasi jadi hanya dibutuhkan satu database.

7. Hadirnya masyarakat informasi (information society) yang diyakini sebagai


salah satu agenda penting masyarakat dunia di milenium ketiga antara lain
ditandai dengan pemanfaatan Internet yang semakin meluas dalam berbagai
aktivitas kehidupan manusia, bukan saja di negara-negara maju tapi juga di
negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Fenomena ini pada gilirannya
telah menempatkan ”informasi” sebagai komoditas ekonomi yang sangat
penting dan menguntungkan. Untuk merespon perkembangan ini Amerika
Serikat sebagai pioner dalam pemanfaatan Internet telah mengubah paradigma
ekonominya dari ekonomi yang berbasis manufaktur menjadi ekonomi yang
berbasis jasa (from a manufacturing-based economy to a service-based
economy). Perubahan ini ditandai dengan berkurangnya peranan traditional
law materials dan semakin meningkatnya peranan the raw marerial of a
service-based economy yakni informasi dalam perekonomian Amerika.
Bagaimana komentar anda? Seandainya saudara adalah seorang pengambil
kebijakan di bidang hukum, mana yang saudara prioritaskan antara
perlindungan teknologi ataukah perlindungan hukumnya? Berikan alasan
saudara!
Jawab:
Siapa yang menguasai teknologi maka ia akan menguasai dunia. Dewasa ini
bisa kita lihat bangsa-bangsa berlomba-lomba untuk membuat suatu
penemuan baru. Ada pameo mengatakan “Dia pintar karena tahu terlebih
dahulu”. Hal ini bukannya tanpa sebab, bangsa-bangsa yang tertinggal tentu
akan menjadi pasar yang menjanjikan bagi bangsa penguasa teknologi
tersebut. Selain itu, pembuatan raw material membutuhkan sumber daya alam
yang tidak tersedia di semua negara. Karena bersifat jasa, produsen juga tidak
perlu memikirkan biaya yang dibutuhkan untuk mengantarkan barang sampai
ke tujuan.

Ekonomi berbasis jasa tergolong murah dan bisa cepat di update. Keuntungan
yang didapat juga berlipat ganda karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk
membeli raw material. Bisnis ini sudah berlangsung sejak lama semenjak
bergantinya cadangan devisa negara dari emas menjadi selembaran kertas
yang mereka sebut uang. Amerika sebagai pemilik dollar tentu mengeruk
keuntungan yang fantastis dengan adanya sistem ini.

Tentunya saya akan memilih untuk melindungi hukum. Karena hukum bersifat
memaksa, olehs ebab itu harus ditopang dengan kekuatan di belakangnya.
Sebuah hukum hanya akan menjadi sebuah wacan basi jika tidak dibarengi
dengan tindakan penegakkan hukum. Hingga tak heram bila sekarang
masyarakat bisa berkata, “Aturan dibuat untuk dilanggar”.
8. Bila banyak orang Indonesia mulai tertarik kepada Internet untuk mengakses
informasi, maka masalah selanjutnya adalah ketersediaan informasi.
Informasi di Internet untuk masyarakat Indonesia belumlah banyak. Untuk
orang dewasa yang mencari informasi sesaat, ada banyak situs berita
(detik.com, mweb.co.id, Kompas, Tempo, dan sejenisnya). Namun informasi
untuk anak-anak SMU, SMP, dan SD belumlah banyak atau bahkan dapat
dikatakan tidak ada. Situs web untuk remaja kebanyak bersifat hura-hura atau
entertainment. Belum banyak situs yang berbicara tentang pelajaran atau
referensi. Bagaimana komentar saudara atas pernyataan demikian? Bagaimana
bila dikaitkan dengan ilmu komputer yang saat ini anda kaji, bagaimana
tanggapan saudara?
Jawab:
Informasi yang ada di situs-situs internet memang biasanya hanyalah
berupa entertaiment atau hiburan semata karena pada dasarnya orang-orang
pemakai internet mengggunakan internet hanya untuk hiburan semata,
kalaupun ada situs pendidikan masih sangat kurang baik dari segi pengembang
maupun pemakai situs itu sendiri. Hal ini didasari pada minat dari pemakai itu
sendiri.

Untuk kategori pelajar, Kemendiknas sendiri sudah memiliki situs e-learning


dengan animasi yang menarik. Hanya saja banyak orang belum
mengetahuinya. Mungkin hal ini dikarenakan promosi yang kurang dilakukan.
Adapun cara efektif agar menarik minat remaja adalah dengan membuat
sebuah web yang menarik dan sedapat mungkin membuat sebuah permainan
yang bisa meningkatkan wawasan mereka.

Dalam dunia komputer sendiri, sudah banyak perlombaan yang digelar dalam
upaya mendapatkan media-media pembelajaran yang berkualitas. Salah satu
pemenangnya adalah pencipta permainan kuis pilihan ganda tentang indentitas
suatu daerahyang telah diterapkan pada jejaring sosial Facebook.
9. Bacalah undang-undang tentang Informasi dan Transfer Elektronik.
Tunjukkanlah pasal-pasal mana yang terkait dengan aspek perlindungan
konsumen di bidang teknologi informasi. Jelaskan mengapa saudara
menyatakan demikian?
Jawab:
Pasal-Pasal dalam UU ITE yang terkait dengan aspek perlindungan Konsumen
di bidang teknologi informasi yaitu:
a. Pasal 9
Pelaku usaha yang menawarkan produk melalui Sistem Elektronik harus
menyediakan informasi yang lengkap dan benar berkaitan dengan syarat
kontrak, produsen, dan produk yang ditawarkan.
b. Pasal 21
1) Pengirim atau Penerima dapat melakukan Transaksi Elektronik sendiri,
melalui pihak yang dikuasakan olehnya, atau melalui Agen Elektronik.
2) Pihak yang bertanggung jawab atas segala akibat hukum dalam
pelaksanaan Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diatur sebagai berikut:
a. jika dilakukan sendiri, segala akibat hukum dalam pelaksanaan
Transaksi Elektronik menjadi tanggung jawab para pihak yang
bertransaksi;
b. jika dilakukan melalui pemberian kuasa, segala akibat hukum
dalam pelaksanaan Transaksi Elektronik menjadi tanggung jawab
pemberi kuasa; atau
c. jika dilakukan melalui Agen Elektronik, segala akibat hukum
dalam pelaksanaan Transaksi Elektronik menjadi tanggung jawab
penyelenggara Agen Elektronik.
3) Jika kerugian Transaksi Elektronik disebabkan gagal beroperasinya
Agen Elektronik akibat tindakan pihak ketiga secara langsung terhadap
Sistem Elektronik, segala akibat hukum menjadi tanggung jawab
penyelenggara Agen Elektronik.
4) Jika kerugian Transaksi Elektronik disebabkan gagal beroperasinya
Agen Elektronik akibat kelalaian pihak pengguna jasa layanan, segala
akibat hukum menjadi tanggung jawab pengguna jasa layanan.
5) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam
hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau
kelalaian pihak pengguna Sistem Elektronik.
c. Pasal 28 ayat 1:
1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita
bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen
dalam Transaksi Elektronik.
d. Pasal 32 ayat 1:
1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum
dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan
transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan
suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang
lain atau milik publik.

(Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi


Dan Transfer Elektronik)

Penulis beranggapan bahwa pasal-pasal tersebut diatas sangat terkait dengan


aspek perlindungan konsumen dibidang teknologi informasi, karena apabila
produsen tidak menberikan informasi yang lengkap/ tidak sesuai dengan
produk yang dijanjikan, maka konsumen berhak menuntut dengan acuan pasal
9, begitu juga dengan dengan pasal 28 ayat 1 dan pasal 32 ayat 1.

10. Dimana relevansi pengaturan cyberporn dan tindak pidana lainnya di bidang
teknologi informasi dalam perspektif hukum?
Jawab:
Ada tiga definisi dari pornografi menurut Marra Lanot (Sita Aripurnami,
1994), yaitu:
1) Definisi pornografi dari sudut pandang konservatif yang menganggap
semua penggambaran telanjang adalah pornografi.

2) Definisi pornografi berdasarkan pendekatan liberal yang menganggap


pornografi adalah sesuatu yang baik-baik saja karena merupakan aspek
seksualitas kita.

3) Definisi yang muncul dari pendekatan feminis yang muncul di tahun


1970-an dan 80-an yang menganggap pornografi adalah presentasi baik
secara verbal maupun gambar dari perilaku seksual yang merendahkan
atau kasar dari satu atau lebih pelaku.

Kejahatan cyber merupakan bentuk kejahatan “modern” yang harus lebih


diwaspadai seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya jumlah
pengguna internet. Seiring perubahan tatanan kehidupan dunia yang semakin
cenderung tidak pernah lepas dari teknologi maka kejahatan cyber menjadi
semakin merebak. Walaupun dampak dari kejahatan cyber sangat
mempengaruhi bahkan terkadang fatal, namun masyarakat kurang bisa
memahami ancaman daripada kejahatan cyber tersebut. Oleh karena itu
pemerintah mempunyai peran aktif dalam menatur dunia teknologi informasi
tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan adannya undang-undang teknologi informasi yang


mengatur tentang cyberporn tersebut agar tidak disalahgunakan oleh pihak-
pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu dalam pemakaian
teknologi informasi yang membuat banyak perubahan pada masyarakat
haruslah diawasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah
satunya adalah pengaturan tentang cyberporn yaitu pengaturan tentang
pornografi (hal-hal yang berbau pornografi) agar cuberporn tersebut tidak
menjadi salah satu hal yang dapat merusak moral masyarakat dan dapat
menjaga stabilitas masyarakat sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang
merugikan.

11. Secara teori pengaturan hukum di bidang teknologi informasi masih perlu
diperdebatkan baik relevansi, pihak yang berwenang maupun lingkup
pengaturannya. Menurut saudara mengapa pemerintah berkeras memberikan
pengaturan hukum di bidang teknologi informasi? Adakah
keuntungan/kerugian bila pemerintah mengatur dan atau tidak mengaturnya?
Jawab:
Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN lain sangat memahami
pentingnya hukum internasional di bidang pengaturan e-commerce dan
dibuktikan dengan kesepakatan e-ASEAN Framework Agreement pada bulan
Nopember 2000 di Singapura yang antara lain mendesak negara-negara
anggota untuk menggembangkan kerangka hukum yang menumbuhkan
kepercayaan konsumen. Untuk maksud ini negara-negara ASEAN didesak
untuk membuat aturan dan kebijakan nasional di bidang transaksi secara
elektronik atas dasar hukum internasional.
Eksistensi teknologi informasi disamping menjanjikan sejumlah harapan, pada
saat yang sama juga melahirkan kecemasan-kecemasan baru antara lain
munculnya kejahatan baru yang lebih canggih dalam bentuk Cyber Crime.
Disamping itu, mengingat teknologi informasi yang tidak mengenal batas-
batas teritorial dan sepenuhnya beroperasi secara maya (virtual), teknologi
informasi juga melahirkan aktivitas-aktivitas baru yang harus diatur oleh
hukum yang berlaku saat ini. Kenyataan ini telah menyadarkan masyarakat
akan perlunya regulasi yang mengatur mengenai aktivitas-aktivitas yang
melibatkan teknologi informasi.

12. Sebagai sebuah hasil ciptaan, apakah semua program aplikasi komputer perlu
dilindungi secara hukum melalui perlindungan hak milik intelektual? Apa
komentar saudara terhadap penetapan kewajiban mempergunakan aplikasi
komputer berlisensi pada perkantoran dibandingkan dengan mempergunakan
aplikasi komputer non lisensi? Apa faktor pendukung dan penghambat
realisasi penerapan usulan tersebut?

Jawab:

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2001


tentang merek pasal 1 ayat 13 menyebutkan bahwa “Lisensi adalah izin yang
diberikan oleh pemilik Merek terdaftar kepada pihak lain melalui suatu
perjanjian berdasarkan pada pemberian hak (bukan pengalihan hak) untuk
menggunakan Merek tersebut, baik untuk seluruh atau sebagian jenis barang
dan/atau jasa yang didaftarkan dalam jangka waktu dan syarat tertentu”.

Pada hakekatnya lisensi merupakan salah satu bentuk pencegahan dalam


hal pembajakan karya cipta. Dengan adanya lisensi, maka badan atau
organisasi yang memakai lisensi akan mendapatkan kelebihan berupa
pertanggung jawaban apabila produk yang dipakai dengan lisensi tersebut
mengalami kerusakan atau mengakibatkan kerugian. Selain itu, lisensi juga
merupakan salah satu bentuk perlindungan konsumen dimana kantor atau
lembaga yang memakai produk tersebut berhak mendapatkan service atau
layanan yang baik. Sedangkan pada penggunaan aplikasi tanpa lisensi (non
lisensi), pengguna tidak dapat meminta pertanggung jawaban atas kerugian-
kerugian yang ditimbulkan dari pemakaian aplikasi atau produk tersebut
sehingga konsumen juga tidak mendapatkan service atau layanan yang baik
karena konsumen tersebut sama saja membajak karya cipta.

Faktor-faktor pendukung adanya usulan penggunaan aplikasi


berlisensi adalah pengakuan akan hak milik intelektual atas suatu aplikasi
yang telah dituangkan dalam bentuk barang sehingga memiliki hak cipta atas
barang yang telah dibuat dan ada pertanggung jawaban dari produsen aplikasi
tersebut apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA

Andi Hamzah (1993), Hukum Pidana yang Berkaitan dengan Komputer, Sinar
Grafika, Jakarta.

Kitab Undang-undang Hukum Pidana

UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

UU No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana

Wiranata, I Gede AB.2011.Pengantar Kuliah Hukum Telematika. Universitas


Lampung.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi


Dan Transfer Elektronik

http://justmedia.blogdetik.com/ diakses pada 5 april 2011 pukul 21.55 WIB

http://hadisaputri.blogspot.com/2010/05/uu-ite-banyak-memiliki-kelemahan-
3.html diakses pada 31 maret 2011 pukul 12.12 WIB