Anda di halaman 1dari 2

Gaya gravitasi pada pompa sentrifugal merupakan gaya yang harus diatasi.

Percepatan akhir (final velocity)


berkaitan dengan gaya gravitasi, sedangkan percepatan awal (initial velocity) berkaitan dengan kecepatan
impeller.

Sebuah batu jika dijatuhkan dari atas sebuah bangunan, akan mengalami peningkatan percepatan pada
kisaran 32.2 feet per detik untuk setiap detik jatuhnya. Peningkatan percepatan ini dikenal sebagai akselerasi
gaya gravitasi. Jika kita mengabaikan efek daya lawan udara terhadap jatuhnya batu tersebut, maka kita
dapat memprediksi pada percepatan mana batu tersebut akan membentur tanah dari ketinggian awal dan
efeknya pada akselerasi gaya gravitasi. Persamaan yang menguraikan hubungan dari percepatan, tinggi, dan
gaya gravitasi yang berlaku bagi sebuah benda jatuh adalah :

Dimana:
v = Percepatan benda (ft/sec)
g = Akselerasi gaya gravitasi pada @ 32.2 ft/sec/sec atau (ft/sec2)
h = Jarak dimana jatuhnya benda

Contoh: Jika sebuah batu dilemparkan dari atas sebuah bangunan dengan tinggi 200 feet maka:
v2 = 2 x 32.2 ft/sec2 x 200 ft
v2 = 12880 ft2/sec2
v = 113.5 ft/sec
Sehingga batu akan membentur tanah pada percepatan 113.5 feet per detik.

Dengan persamaan ini kita dapat menentukan kecepatan awal yang diperlukan untuk melemparkan batu ke
ketinggian 200 feet karena kecepatan akhir sebuah benda jatuh sama dengan kecepatan awal yang
diperlukan untuk meluncurkannya dari ketinggian jatuhnya. Dari contoh di atas, kecepatan awal yang
diperlukan melemparkan batu dengan tinggi 200 feet adalah 113.5 feet per detik sama dengan kecepatan
akhirnya.

Jika kita memompa air menggunakan pompa sentrifugal maka percepatan air ketika meninggalkan impeller
akan menentukan head yang dihasilkan. Untuk menjangkau tinggi ini harus dimulai dengan percepatan yang
sama jika air jatuh dari ketinggian tersebut. Jika kita membuat persamaan untuk benda jatuh maka kita
mendapatkan :

Sekarang kita dapat menentukan dimana tinggi air akan menambah percepatan awal. Sebagai contoh, pada
10 Ft per Detik :
h = 10 ft/sec x 10 ft/sec / 2 x 32.2 ft/sec2
h = 100 ft2/sec2 / 64.4 ft/sec2
h = 1.55 ft

Jika kita memberikan beberapa percepatan awal yang berbeda maka kita akan menemukan sebuah hubungan
yang menarik antara tinggi yang dicapai oleh sebuah benda dengan kecepatan awalnya. Hubungan ini adalah
salah satu hukum pokok dalam pompa sentrifugal.
Contoh permasalahan: jika sebuah pompa 1500 RPM, tentukan diameter impeller yang diperlukan untuk
mencapai head 150 feet?

Penyelesaianya :

Kita harus menentukan kecepatan awal yang diperlukan untuk mencapai head 150 feet, sebagai berikut :
v2 = 2 gh = 2 x 32.2 ft/sec2 x 150 ft
v2 = 9660 ft2/sec2
v = 98.3 ft/sec

• Dan juga dapat mengetahui banyaknya perputaran impeller setiap detik, yaitu : 1500 RPM / 60 sec =
25 RPS
• Kemudian menghitung panjang lintasan keliling impeller dalam satu putaran, yaitu : 98.3 ft/sec / 25
putaran/sec = 3.93 ft/putaran.
• Oleh karena panjang lintasan perputaran sama dengan keliling impeller maka kita dapat menghitung
diameter impellernya sebagai berikut :
Diameter = keliling / π
Diameter = 3.93 Ft / 3.1416
Diameter = 1.25 Ft or 15 In
• Jadi sebuah impeller dengan diameter sekitar 15" berputar pada 1500 RPM akan menghasilkan head
150 Feet. Air yang mengalir dari dasar tangki mengikuti kaidah yang sama.