Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Makalah ini dibuat dalam rangka untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia.
Penulis memilih judul makalah ini dikarenakan obesitas telah menjadi masalah
yang serius di Indonesia dan tidak sedikit seseorang meninggal akibat obesitas.
Obesitas atau kegemukan merupakan suatu keadaan fisiologis dimana lemak
disimpan secara berlebihan didalam jaringan tubuh. Seseorang dikatakan
mengalami obesitas bila berat badan melebihi 20% dari berat badan ideal.
Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelebihan lemak dalam tubuh. Obesitas
disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi dan kebutuhan energi,
dimana energi terlalu banyak dibanding kebutuhan atau pemakaian energi.
Pada proses pengerjaan makalah ini kami mengalami kesulitan atau kendala
untuk memperoleh data.
Penulis mengucapkan terima kasih pada Tuhan YME atas rahmat dan
karunia-Nya serta pada para pihak yang telah membantu sehingga penulis dapat
menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan baik.
Dalam penyusunan makalah ini penulis berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis maupun pembaca. Tidak lupa penulis mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca.

Malang, November 2010

Tim Penyusun

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Obesitas atau kegemukan merupakan suatu keadaan fisiologis dimana lemak


disimpan secara berlebihan didalam jaringan tubuh. Seseorang dikatakan
mengalami obesitas bila berat badan melebihi 10% dari berat badan ideal.
Obesitas adalah merupakan permasalahan sejak zaman dahulu kala. Keadaan ini
merupakan salah satu kelainan metabolisme yang paling lama tercatat dalam suatu
sejarah seperti terlihat pada sebuah patung tanah liat yang berasal dari zaman
lebih kurang 22.000 SM. Patung tersebut menggambarkan seorang wanita
setengah baya yang obes. Obesitas kemudian masih selalu tercatat sepanjang
sejarah, sejak zaman Mesir dan Yunani purba, bahkan sampai sekarangpun tetap
menjadi persoalan, terutama dalam hal pengobatannya.

Obesitas menimbulkan berbagai dampak, baik dari segi psikososial maupun


masalah medis. Orang yang obes mempunyai banyak kesulitan dalam melakukan
aktivitas fisik sehari-hari dan orang yang obes pun mengeluarkan biaya sehari-hari
untuk pakaian dan makanan yang lebih besar dan dapat pula mempunyai masalah
dalam hubungan suami istri dan pada anak kecil sering ditemukan persoalan
identifikasi diri. Dari sudut medis penderita lebih sering untuk sakit. Penderita
obesitaspun mempunyai angka harapan hidup yang lebih rendah dari populasi
berat badan normal. Data New York Metropolitan life Insurance menunjukkan
bahwa pada kelompok umur 40-69 tahun yang obes ditemukan angka kematian
42% lebih besar daripada rata-rata pada laki-laki dan 36% lebih besar daripada
rata-rata pada wanita. Bagi si penderita obesitas sendiri dapat pula timbul rasa
rendah diri, rasa tertekan, serta keputusasaan dan menimbulkan keinginan yang
besar untuk menjadi lebih ramping, yang terlihat dengan keinginan untuk
menjalani berbagai macam program diet.

2
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah yang kami tulis ini adalah :
1. Faktor-faktor apa yang menyebabkan obesitas pada seseorang ?
2. Apa bahaya yang ditimbulkan dari obesitas?
3. Apa solusi dari obesitas?

1.3 Tujuan Penulisan


Penulisan makalah ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui penyebab dan faktor-faktor obesitas.
2. Mengetahui bahaya yang ditimbulkan akibat obesitas.
3. Mengetahui solusi agar tidak mengalami obesitas.

1.4 Manfaat Hasil Penulisan


Hasil penulisan ini diharapkan bermanfaat bagi para pembaca agar para
pembaca dapat mengetahui tentang penyebab dan faktor-faktor yang
menyebabkan obesitas. Selain itu makalah ini juga menjelaskan tentang bahaya
yang ditimbulkan akibat obesitas pada kesehatan seseorang. Serta memberikan
solusi agar obesitas dapat ditanggulangi.

3
BAB II
KERANGKA TEORI

Kata obesitas berasal dari bahasa latin yang berarti makan berlebihan.
Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak
tubuh yang berlebihan. Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi
dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami
obesitas. Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:

• Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%


• Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
• Obesitas berat : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat
ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).

Obesitas (kegemukan) adalah suatu keadaan dimana terjadi penumpukan


lemak tubuh yang berlebih, sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal
dan dapat membahayakan kesehatan. Definisi obesitas menurut para dokter adalah

suatu kondisi dimana lemak tubuh berada dalam jumlah yang berlebihan
dan suatu kondisi yang berhubungan dengan penyakit-penyakit lain serta dapat
menurunkan kualitas hidup. Obesitas terjadi karena ketidakseimbangan antara
energi yang masuk dengan energi yang keluar.

Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelebihan lemak dalam tubuh.


Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi dan kebutuhan
energi, dimana energi terlalu banyak dibanding kebutuhan atau pemakaian energi.
Kelebihan energi dalam tubuh disimpan dalam bentuk jaringan lemak pada
keadaan normal, jaringan lemak ditimbun dibeberapa tempat tertentu, diantaranya
dalam jaringan subkutan dan didalam jaringan tirai usus (omentum).

4
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH

3.1 Penyebab Obesitas

Overweight dan obesitas terjadi karena banyak faktor. Faktor utama adalah
ketidakseimbangan asupan energi dengan keluaran energi. Asupan energi tinggi
bila konsumsi makanan berlebihan, sedangkan keluaran energi jadi rendah bila
metabolisme tubuh dan aktivitas fisik rendah. Kemajuan dibidang ilmu
pengetahuan, teknologi dan ekonomi telah menciptakan suatu lingkungan dengan
gaya hidup cenderung sedentary atau kurang gerak dan pola makan dengan
makanan enak yang tinggi kalori dan lemak. Kelebihan asupan energi disimpan
dalan jaringan lemak. Ada beberapa aspek yang mempengaruhi terjadinya
kegemukan (obesitas) terhadap seseorang, yaitu :

1. Aspek Gizi

Ditinjau dari segi seseorang yang menderita obesitas mengalami kelebihan energi,
zat gizi yang diperlukan oleh tubuh sudah terpengaruh seperti karbohidrat, protein
dan lemak. Kelebihan energi didalam tubuh diatas menjadi lemak dan ditimbun
pada tempat-tempat tertentu. Jaringan lemak ini merupakan jaringan yang relatif
inaktif.

2. Aspek Ekonomi

Obesitas tidak hanya terjadi akibat kelebihan karbohidrat tetapi juga lemak.
Akhir-akhir ini banyak makanan siap saji (fast food). Makanan siap saji itu relatif
mahal dan kebanyakan yang mengkonsumsi adalah masyarakat golongan ekonomi
tinggi.

5
3. Aspek Sosial dan Budaya

Dalam masyarakat indonesia mempunyai pola makanan yang berbeda dengan


orang barat. Dimana masyarakat kita cenderung lebih banyak mengkonsumsi
makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak. Kebiasaan lain masih
melekat dari masyarakat indonesia adalah kebiasaan ngemil, hal itu bukanlah
jelek, tetapi akan mempengaruhi berat badannya.

4. Genetis

Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik.


Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan
kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit
untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru
menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33%
terhadap berat badan seseorang. Apabila orang tuanya menderita obesitas
kemungkinan besar keturunan juga mengalami obesitas.

Selain itu pola makan juga dapat memicu adanya obesitas. Ada dua pola
makan abnormal yaitu makan dalam jumlah sangat banyak (binge) dan makan di
malam hari (sindroma makan pada malam hari). Kedua pola makan ini biasanya
dipicu oleh stres dan kekecewaan. Binge mirip dengan bulimia nervosa, dimana
seseorang makan dalam jumlah sangat banyak, bedanya pada binge hal ini tidak
diikuti dengan memuntahkan kembali apa yang telah dimakan. Sebagai akibatnya
kalori yang dikonsumsi sangat banyak. Pada sindroma makan pada malam hari,
adalah berkurangnya nafsu makan di pagi hari dan diikuti dengan makan yang
berlebihan, agitasi dan insomnia pada malam hari.

3.2 Dampak Obesitas

Pengaruh dari obesitas terhadap tubuh, dapat menjadi beberapa komplikasi


penyakit umum, seperti darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi (dislipidemia),
kencing manis (diabetes militus). Lemak jahat yang terdapat pada setiap manusia,

6
akan memiliki kecenderungan untuk mengendap di pembuluh darah. Hal ini
menyebabkan pembuluh darah menjadi menyempit sehingga penyempitan akan
mengakibatkan tekanan darah yang lebih besar dari normalnya. Apabila hal ini
berlangsung secara terus menerus, maka akan menyebabkan terjadinya hipertensi.
Selanjutnya tekanan darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah sehingga
apabila terjadi pada pembuluh darah (terutama yang kecil dan rapuh), akan
mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Bila terjadi di otak, akan
mengakibatkan stroke dan bila di jantung akan menyebabkan infark miokard
(jantung tidak mendapat suply darah), begitu pula pada organ lainya. Selain itu
bila pengendapan lemak terjadi (disebut trombus) dan terdapat tekanan kuat dari
pembuluh darah, maka dapat menyebabkan terkikisnya pengendapan tersebut dan
terbawa arus (embolus) sehingga akan menyumbat pembuluh darah yang lebih
kecil lagi. Hal ini menimbulkan adanya jantung koroner.

Hubungan antara obesitas dengan gejala psikopatologis merupakan suatu


lingkaran yang tidak terputus. Seseorang yang mengalami obesitas akan mudah
merasa tersisih atau tersinggung. Hal ini akan lebih parah bila ia mengalami
kegagalan dalam pergaulan. Seseorang yang obese akan cenderung dijuluki
sebagai orang yang susah bergaul dan mudah tersinggung. Orang yang obese akan
menilai sebagian dari temannya sebagai orang yang suka mengejek. Penelitian
Pesa, dkk di Jerman (2000) pada 47 remaja obesitas menunjukkan bahwa masalah
psikologis sangat umum dijumpai. Masalah psikopatologi yang paling umum
didapatkan adalah cemas, ganggguan makan, dan somatoform. Depresi pada
obesitas dapat muncul karena pertentangan batin antara keinginan untuk
memperoleh bentuk tubuh yang ideal dan kenyataan yang ada. Depresi terjadi
sebagai akibat gangguan citra tubuh.

Dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh obesitas juga sangat


berpengaruh. Beban ekonomi yang muncul akibat obesitas merupakan
penjumlahan biaya langsung (direct cost), biaya tidak langsung (indirect cost), dan
biaya akibat hilangnya kesempatan (oppourtunity cost). Penelitian di Amerika
Serikat menunjukkan bahwa ada 39,3 hari kerja yang hilang pertahunnya akibat

7
penyakit terkait dengan kegemukan. Sebanyak 16% dari perusahaan di Amerika
Serikat menolak untuk mempekerjakan orang dengan obesitas. Di Indonesia, total
pembiayaan langsung untuk penyakit obesitas adalah 278 miliar rupiah atau
sebesar 2% dari total pengeluaran kesehatan nasional.

3.3 Solusi Obesitas

Pengobatan obesitas bertujuan untuk menurunkan berat badan atau


mempertahankan berat badan normal. Umumnya, target penurunan berat badan
yang dianjurkan pada tahap pertama adalah 10 persen dari berat badan dalam
kurun waktu enam bulan. Penurunan berat badan yang dianjurkan 0,5 -1 Kg setiap
minggu. Secara umum pengobatan obesitas dapat dilakukan melalui:

1. Diet khusus yaitu diet rendah kalori, dimana terdapat pada makanan yang
kaya akan serat dan rendah lemak, dimana makanan yang kaya serat akan
menyebabkan gastric emptlyng tinggi (tahan lama dalam lambung),
mengikat lemak atau kolesterol, transit time (waktu tinggal di usus) rendah
dan mengakibatkan rasa kenyang yang lama. Terapi diet yang dianjurkan
adalah diet rendah kalori. Besarnya energi yang diberikan 500-1.000 kalori
lebih rendah dibandingkan rata-rata asupan energi per hari. Penurunan
asupan energi sebesar 500-1.000 kalori per hari akan menurunkan berat
badan 0,5-1 kg per minggu.
2. Latihan fisik, dimana sangat efektif untuk menurunkan berat badan,
apabila didampingi dengan pembatasan masukan kalori. Latihan fisik pada
penderita obesitas harus dilakukan bersama dengan diet rendah kalori
untuk meningkatkan pembakaran lemak. Latihan fisik sangat membantu
mempertahankan berat badan agar tidak mudah naik kembali. Yang
dianjurkan adalah olahraga dengan intensitas sedang selama minimal 30
menit dengan frekuensi 3-5 kali per minggu. Sebaiknya juga
memperbanyak aktivitas fisik seperti jalan, membersihkan rumah, serta
mengurangi pola hidup sedentary seperti menonton televisi dan bermain
video games.

8
3. Perubahan perilaku keluarga merupakan komponen yang paling penting
dalam upaya penanggulanagan obesitas. Keluarga harus memiliki
keberanian dalam memilih gaya hidup dan menentukan jenis makanan
yang sehat. Salah satu gaya hidup sehat adalah tekad untuk menurunkan
berat badan sampai ke berat badan ideal untuk selanjutnya
mempertahankan agar dapat memberikan kualitas hidup yang optimal bagi
mereka yang kegemukan. Bagi mereka yang berat badannya normal ialah
dengan menjaga agar tidak kegemukan.
4. Farmakoterapi yaitu penanggulangan dengan obat-obatan. Hal ini
dilakukan jika lingkar pinggang meningkat dan timbul berbagai macam
penyakit. Penggunaan farmakoterapi tidak boleh dilakukan jika berat
badan masih ideal. Sementara itu, operasi dilakukan dengan mengecilkan
lambung yang biasanya merupakan alternatif terakhir jika tidak ada jalan
keluar lagi.
5. Mengenali metabolisme tubuh juga merupakan hal yang sangat perlu
dilakukan dalam upaya mengatasi kegemukan. Metabolisme tubuh setiap
orang tidaklah sama. Ada orang yang metabolisme tubuhnya tinggi,
namun ada pula yang rendah. Seseorang dengan metabolisme tubuh yang
tinggi boleh merasa lega karena tetap akan terhindar dari kegemukan
walaupun ia mengkonsumsi makanan melebihi porsi. Sebaliknya, mereka
dengan metabolisme tubuh yang rendah harus lebih berhati-hati dalam
memilih makanan, karena tubuhnya hanya membutuhkan sedikit energi
untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari.

9
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelebihan lemak dalam tubuh,


sehingga berat badan seseorang jauh di atas normal dan dapat membahayakan
kesehatan. Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara konsumsi dan
kebutuhan energi. Faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas adalah faktor gizi,
ekonomi, genetis, sosial budaya, dan pola makan. Obesitas juga menimbulkan
berbagai penyakit, gejala psikopatologis dan dampak ekonomi. Obesitas dapat
ditanggulangi dengan cara melakukan diet rendah kalori, olahraga, farmakoterapi,
perubahan gaya hidup dan pengenalan metabolisme tubuh.

4.2 SARAN

Makalah ini

10
DAFTAR PUSTAKA

LITERATUR:

Budiyanto.MAK. 2002. Gizi Dan Kesehatan.UMM Press: Malang.

Budiyanto. MAK. 2002. Dasar – dasar Ilmu Gizi. UMM Press: Malang.

SITUS:

http://obesitas.web.id/definisi%28med%29.html
http://zaifbio.wordpress.com/2009/02/03/diet-therapy-pada-obesitas/
http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
http://sweetspearls.com/health/solusi-pengobatan-obesitas-jika-dilihat-dari-
penyebabnya/
http://www.strokebethesda.com

11
12