Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENGANTAR PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN

A. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan dan Kompetensi yang Diharapkan

1. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan

Perjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama
penjajahan, kemudian dilanjutkan dengan era perebutan dan mempertahankan kemerdekaan
sampai hingga era pengisian kemerdekaan dimana menimbulkan kondisi dan tuntutan yang
berbeda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh
bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nilai perjuangan bangsa yang senantiasa
tumbuh dan berkembang. Kesamaan nilai-nilai ini dilandasi oleh jiwa, tekad, dan semangat
kebangsaan.

Semangat perjuangan bangsa merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkan


kekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik. Sedangkan dalam menghadapi
globalisasi dan menatap masa depan untuk mengisi kemerdekaan, kita memerlukan
perjuangan non fisik sesuai dengan bidang potensi masing-masing. Perjuangan ini pun
dilandasi oleh nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia, sehingga kita tetap memiliki wawasan
dan kesadaran bernegara, sikapan perilaku yang cinta tanah air dan mengutamakan persatuan
serta kesatuan bangsa dalam rangka bela Negara demi tetap utuh dan tegaknya Negara
Kesatuan Republik Indonesia.

2. Kompetensi yang Diharapkan dari Pendidikan Kewarganegaraan

a. Hakikat Pendidikan
Masyarakat dan pemerintah suatu Negara berupaya untuk menjamin kelangsungan hidup
serta kehidupan generasi penerusnya secara berguna (berkaitan dengan kemampuan
spiritual) dan bermakna (berkaitan dengan kemampuan kognitif dan psikomotorik).

Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan agar kita memiliki wawasan kesadaran


bernegara untuk bela Negara dan memiliki pola pikir, pola sikap, dan perilaku sebagai
pola tindak yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila.

b. Kemampuan Warga Negara

Suatu negara sangat memerlukan pembekalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
(ipteks) yang berlandaskan nilai-nilai pancasila, nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai
perjuangan bangsa. Tujuan utama Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk
menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah
air dan bersendikan kebudayaan bangsa. Wawasan nusantara, serta ketahanan nasional
dalam diri para mahasiswa calon sarjana/ilmuwan warga Negara Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang sedang mengkaji dan akan menguasai iptek dan seni.

c. Menumbuhkan Wawasan Warga Negara

Setiap warga negara Republik Indonesia harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni yang merupakan misi atau tanggung jawab Pendidikan Kewarganegaraan untuk
menumbuhkan wawasan warga negara dalam hal persahabatan, pengertian antar bangsa,
perdamaian dunia, kesadaran bela negara, dan sikap serta perilaku yang bersendikan nilai-
nilai budaya bangsa, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.

d. Dasar Pemikiran Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu


manusia yang berimaan dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur,
berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos
kerja, professional, bertanggungjawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.
Pendidikan nasional harus menumbuhkan jiwa patriotik, mempertebal rasa cinta tanah air,
meningkatkan semangat kebangsaan, kesetiakawanan sosial, kesadaran pada sejarah
bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan dan berorientasi ke masa depan.

e. Kompetensi yang Diharapkan

Undang-Undang nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan


bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali peserta didik
dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga
negara dan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) agar menjadi
warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

Kompetensi diartikan sebagai seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab
yang harus dimiliki oleh seseorang agar ia mampu melaksanakan tugas-tugas dalam
bidang pekerjaan tertentu.

Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas,
penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai perilaku yang :

1) Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghayati nilai-nilai
falsafah bangsa.

2) Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

3) Rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga Negara.

4) Bersifat professional, yang dijiwai oleh kesadaran Bela Negara.


5) Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni untuk kepentingan
kemanusiaan, bangsa dan negara.

B. Pemahaman Tentang Bangsa, Negara, Hak dan Kewajiban Warga Negara, Hubungan
Warga Negara dengan Negara atas dasar Demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), dan
Bela Negara

1. Pengertian dan Pemahaman tentang Bangsa dan Negara

a. Pengertian Bangsa

Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan
wilayah tertentu di muka bumi. Bangsa Indonesia adalah sekelompok manusia yang
mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta
berproses di dalam satu wilayah : Nusantara Indonesia

b. Pengertian dan Pemahaman Negara

1) Penertian Negara

a) Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang
bersama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengakui adanya satu pemerintahan
yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok
manusia tersebut.

b) Negara adalah satu perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan melalui hukum
yang mengikat masyarakat dengan kekuasaan untuk memaksa untuk ketertiban sosial.
2) Teori Terbentuknya Negara

a) Teori Hukum Alam. Pemikiran pada masa Plato dan Aristoteles : Kondisi Alam –
Tumbuhnya Manusia – Berkembangnya Negara,

b) Teori Ketuhanan. (Islam Kristen) – Segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan,

c) Teori Perjanjian (Thomas Hobbes). Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah
kekerasan.

3) Proses Terbentuknya Negara di Zaman Modern

Proses tersebut dapat berupa penaklukkan, peleburan (fusi), pemisahan diri,dan


pendudukan atas negara atau wilayah yang belum ada pemisahan sebelumnya.

4) Unsur Negara

a) Bersifat Konstitutif. Ini berarti bahwa dalam negara tersebut terdapat wilayah yang
meliputi udara, darat, dan perairan (dalam hal ini unsur perairan tidak mutlak), rakyat
atau masyarakat, dan pemerintahan yang berdaulat.

b) Bersifat Deklaratif. Sifat ini ditujukan oleh adanya tujuan negara, undang-undang
dasar, pengakuan dari negara lain baik secara “de jure” maupun “de facto”, dan
masuknya negara dalam perhimpunan bangsa-bangsa, misalnya PBB.

5) Bentuk Negara

Sebuah negara dapat berbentuk negara kesatuan (unitary state) dan negara serikat
(federation).
2. Negara dan Warga Negara dalam Sistem Kenegaraan di Indonesia

NKRI adalah negara berdaulat yang mendapatkan pengakuan dari dunia internasional dan
menjadi anggota PBB. NKRI mempunyai kedudukan dan kewajiban yang sama dengan
negara-negara lain di dunia, yaitu ikut serta memelihara dan menjaga perdamaian dunia
karena kehidupan di NKRI tidak dapat terlepas dari pengaruh kehidupan internasional
(global).

3. Proses Bangsa yang Menegara

Secara ringkas proses tersebut adalah sebagai berikut :

a. Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia.

b. Proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan.

c. Keadaan bernegara yang nilai-nilai dasarnya ialah merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
makmur.

Bangsa Indonesia menerjemahkan secara terperinci perkembangan teori kenegaraan


tentang terjadinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai berikut :

Pertama. Terjadinya Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan suatu proses yang
tidak sekedar dimulai dari proklamasi. Perjuangan kemerdekaan pun mempunyai peran
khusus dalam pembentukan ide-ide dasar yang dicita-citakan.

Kedua.Proklamasi baru” Mengantar bangsa Indonesia”sampai ke pintu gerbang


kemerdekaan.

Ketiga.keadaan bernegara yang kita cita-citakan belum tercapai hanya dengan adanya
pemerintahan,wilayah, dan bangsa, melainkan harus kita isi untuk menuju
merdeka,berdaulat,bersatu,adil dan makmur.
Keempat. terjadinya Negara adalah kehendak seluruh bangsa bukan sekedar keinginan
golongan yang kaya dan pandai atau ekonomi lemah.

Kelima. Religiositas yang tampak pada terjadinya Negara menujukkan kepercayaan bangsa
Indonesia terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

4. Pemahaman Hak dan Kewajiban Warga Negara

Dalam UUD 1945 Bab X, pasal tentang warga Negara telah diamanatkan pada pasal 26
ayat (1),pasal 27 ayat(2),pasal 28,pasal 30ayat(1)

5. Hubungan Warga Negara dan Negara

a. Pasal 26 ayat (1) mengatur warga Negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli
dan orang-orang bangsa orang lain yang bertempat tinggal di Indonesia,mengakui
Indonesia sebagai tanah airnya, bersikap setia kepada Negara republic Indonesia dan
disahkan oleh undng- undang sebagai warga Negara.syarat-syarat menjadi warga
Negara juga ditetapkan oleh undang-undang (Pasal 26 ayat 2)

b. Kesamaan kedudukan dalam Hukum dan Pemerintahan

Negara Kesatuan Republik Indonesia mengatur asas bahwa setiap warga Negara
mempunyai kedudukan yang sama dihadapan hukum dan pemerintahan. Ini adalah
konsekuensi dari prinsip kedaulatan rakyat yang bersifat kerakyatan. (Pasal 27 ayat
(1) menyatakan tentang kesamaan kedudukan warga Negara di dalam hukum dan
pemerintahan dan kewajiban warga Negara dalam menjunjung pemerintahan tanpa
perkecualian.

c. Hak Atas Pekerjaan dan Penghidupan yang layak bagi kemanusiaan

Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 menyatakan bahwa tiap-tiap warga Negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
d. Kemerdekaan Berserikat dan Berkumpul

Pasal 28 UUD 1945 menetapkan hak warga Negara Negara dan penduduk untuk
berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran secara lisan maupun tertulis, dan
sebagainya.

e. Kemerdekaan Memeluk Agama

Pasal 29 ayat (1) UUD 1945 menyatakan “Negara berdasar atas Ketuhanan yang
Maha Esa”. Ayat (2) menyatakan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut
agamanya dan kepercayaannya itu”.

f. Hak dan Kewajiban Pembelaan Negara

Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyatakan hak dan kewajiban setiap warga Negara
untuk ikut serta dalam usaha pembelaan Negara dan ayat (2) menyatakan bahwa
pengaturannya lebih lanjut dilakukan dengan undang-undang.

g. Hak mendapat Pengajaran

Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 menetapkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak
mendapat pengajaran. Untuk itu, UUD 1945 mewajibkan Pemerintah mengusahakan
dan menyelenggarakan satu system pengajaran nasional yang diatur dengan undang-
undang (Pasal 31 ayat (2)).

h. Kebudayaan Nasional Indonesia

Pasal 32 menetapkan bahwa Pemerintah hendaknya memajukan kebudayaan nasional


Indonesia. Penjelasan UUD 1945 (Pasal 36) adalah bahasa daerah, yang akan tetap
dihormati dan dipelihara oleh Negara.

i. Kesejahteraan Sosial

Pasal 33 dan 34 UUD 1945 mengatur kesejahteraan sosial. Pasal 33 yang terdiri atas
tiga ayat menyatakan :
a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

b. Cabang-cabang produksi yang produksi yang penting bagi negara dan yang
menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

c. Bumu, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

6. Pemahaman Tentang Demokrasi

a. Konsep Demokrasi

Definisi demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan (kratein) dari/oleh/untuk rakyat


(demo). Menurut konsep demokrasi, kekuasaan menyiratkan arti politik dan pemerintahan,
sedangkan rakyat beserta warga masyarakat didefenisiskan sebagai warga negara.

b. Bentuk Demokrasi dalam Pengertian Sistem Pemerintahan Negara

1. Bentuk Demokrasi

Ada berbagai bentuk demokrasi dalam system pemerintahan negara, antara lain :

a) Pemerintahan Monarki : monarki mutlak (absolute), monarki konstitusional, dan


monarki parlementer.

b) Pemerintahan Republik : berasal dari bahasa latin Res yang berarti pemerintahan dan
Publca yang berarti rakyat. Dengan demikian Pemerintahan Republik dapat diaartikan
sebagai pemerintahan yang dijalankan oleh dan untuk kepentingan orang banyak
(rakyat).

2. Kekuasaan dalam Pemerintahan


Kekuasaan pemerintah dalam negara dipisahkan menjadi tiga cabang kekuasaan yaitu :
kekuasaan legislatif (kekuasaan untuk membuat undang-undang yang dijalankan oleh
palementer), kekuasaan eksekutif (kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang yang
dijalankan oleh pemerintahan), federatif (kekuasaan untuk menyatakan perang dan damai,
membuat perserikatan, dan tindakan-tindakan lainnya yang berkaitan dengan pihak luar
negeri). Kekuasaan yudikatif (mengadili) merupakan bagian dari kekuasaan eksekutif
(Teori Trias Politica oleh Jhon Locke).

3. Pemahaman Demokrasi di Indonesia

a) Dalam sistem kepartaian dikenal adanya tiga sistem kepartaian, yaitu sistem multi
partai (polyparty system), sistem dua partai (biparty system) dan sistem satu partai
(monoparty system).

b) Sistem pengisian jabatan pemegang kekuasaan negara.

c) Hubungan antar pemegang kekuasaan negara, terutama antara eksekutif dan legislatif.

4. Prinsip Dasar Pemerintahan Republik Indonesia

Pancasila sebagai landasan idil bagi bangsa Indonesia memiliki arti bahwa pancasila
merupakan pandangan hidup dan jiwa bangsa, kepribadian bangsa, tujuan dan cita-
cita,hukum bangsa dan negara serta cita-cita moral bangsa Indonesia.

5. Beberapa Rumusan Pancasila

Rumusan pancasila seperti yang terdapat di dalam Pembukaan UUD 1945,yaitu:

1) Ketuhanan Yang Maha Esa.


2) Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

3) Persatuan Indonesia.

4) Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan


Perwakilan.

5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Makna dari Pembukaan UUD 1945 adalah bahwa bangsa Indonesia mengakui
kemerdekaan merupakan hak asasi manusia, bangsa Indonesia berpendapat dan akan
terus berusaha menentang dan menghapuskan segala bentuk penjajahan, baik
penjajahan fisik, ekonomi , budaya , politik dan lain-lain, karena hal tersebut tidak
sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan.

6. Struktur Pemerintahan Republik Indonesia

a) Badan Pelaksanaan Pemerintahan (Eksekutif)

1) Pembagian berdasarkan tugas dan fungsi

(a) Departemen beserta aparat di bawahnya.

(b) Lembaga pemerintahan bukan departemen.

(c) Badan usaha milik negara (BUMN)

2) Pembagian berdasarkan kewilayahan dan tingkat pemerintahan

(a) Pemerintah pusat.

(b) Pemerintah wilayah

(c) Pemerintah daerah

b) Hal Pemerintahan Pusat


1) Organisasi kabinet di bawah Menteri Koordinasi (Menko). Saat ini terdapat dua
menko,yaitu Menko Politik, Sosial dan Keamanan (Menko Polsoskam) dan Menko
Bidang Perekonomian.

2) Badan Pelaksana Pemerintahan yang Bukan Departemen dan BUMN.

(a) Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI.

(b) Kejaksaan Agung RI

(c) Lembaga-lembaga non departemen yang secara administratif dikoordinasikan


oleh Setneg.

3) Pola administrasi dan manajemen Pemerintahan RI menggunakan pola


musyawarah dan mufakat.

4) Tugas Pokok Pemerintahan Negara RI

Tugas pokoknya meliputi : melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh


tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

5) Hal Pemerintahan Wilayah

Wilayah dibentuk berdasarkan asas dekonsentrasi. Wilayah ini disebut wilayah


administrasi yang selanjutnya disebut wilayah.

6) Hal Pemerintahan Daerah

Daerah dibentuk berdasarkan asas desentralisasi yang selanjutnya disebut daerah


otonomi.

c. Pemahaman tentang Demokrasi Indonesia


Demokrasi dapat kita pandang sebagai suatu mekanisme dan cita-cita hidup
berkelompok yang di dalam UUD 1945 disebut kerakyatan. Demokrasi Indonesia adalah
pemerintahan rakyat yang berdasarkan nilai-nilai falsafah Pancasila atau pemerintahan dari,
oleh, dan untuk rakyat berdasarkan sila-sila Pancasila.

Mekanisme Demokrasi Indonesia pada dasarnya adalah keseluruhan langkah


pelaksanaan kekuasaan pemerintah rakyat yang dijiwai oleh nilai-nilai falsafah Pancasila dan
yang berlangsung menurut hukum yang berkiblat pada kepentingan, aspirasi, dan
kesejahteraan rakyat banyak.

Paham yang dianut dalam sistem kenegaraan Republik Indonesia adalah Negara
kesatuan/uni, United States Republic of Indonesia. Penyelenggara kekuasaan adalah rakyat
yang membagi kekuassaan menjadi enam, yaitu :

1. Kekuasaan tertinggi diberikan oleh rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat


(MPR) yang disebut Lembaga Konstitutif.

2. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai pembuat Undang-Undang disebut Lembaga


Legislatif.

3. Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan disebut Lembaga Eksekutif.

4. Dewan Pertimbangan Agung (DPA) sebagai pemberi saran kepada penyelenggara


pemerintahan disebut Lembaga Konsultatif.

5. Mahkamah Agung (MA) sebagai lembaga peradilan dan penguji undang-undang disebut
Lembaga Yudikatif.

6. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga yang mengaudit keuangan negara
disebut Lembaga Auditatif.

7. Pemahaman Tentang Hak Asasi Manusia


Di dalam Mukadimah Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia yang telah
disetujui dan diumumkan oleh Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor
217 A (III) tanggal 10 Desember 1948 terdapat pertimbangan berikut :

1. Menimbang bahwa pengakuan atas martabat yang melekat dan hak-hak yang sama dan
tidak terasingkan dari semua anggota keluarga kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian di
dunia.

2. Menimbang bahwa mengabaikan dan memandang rendah pada hak-hak asasi manusia
telah mengakibatkan perbuatan-perbuatan bengis yang menimbulkan rasa kemarahan
dalam hati nurani umat manusia

3. Menimbang bahwa hak-hak manusia perlu dilinduingi oleh peraturan hukum supaya orang
tidak akan terpaksa memilih pemberontakan sebagai usaha yang terakhir guna
menentang kelaliman dan penjajahan.

4. Menimbang bahwa persahabatan antara negara-negara perlu dianjurkan.

5. Menimbang bahwa bangsa-bangsa dari anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam


piagam telah menyatakan sekali lagi kepercayaan mereka atas hak-hak dasar dari
manusia, martabat serta penghargaan seorang manusia, dan hak-hak yang sama bagi
laki-laki maupun perempuan dan telah memutuskan akan meningkatkan kemajuan social
dan tingkat penghidupan yang lebih baik dalam kemerdekaan yang lebih luas.

6. Menimbang bahwa Negara- negara anggota telah berjanji akan mencapai perbaikan
penghargaan umum terhadap pelaksanaan hak –hak manusia dan kebebasan - kebebasan
asas dalam kerja sama dengan PBB.

7. Menimbang bahwa pengertian umum terhadap hak- hak dan kebebasan- kebebasan ini
adalah penting sekali untuk pelaksanaan janji ini secara benar

8. Kerangka Dasar Kehidupan Nasional Meliputi Keterkaitan antara Falsafah


Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara,dan Ketahanan Nasional.
Penduduk yang ada di nusantara menyatakan dirinya sebagai satu bangsa, yaitu
Indonesia, sejak tanggal 28oktober 1928 yang dikenal sebagai hari sumpah pemuda.

Secara jelas bahwa sila- sila dalam pancasila menjadi falsafat bagi bangsa Indonesia.
Artinya yang menjadi cita- cita dalam setiap upaya melakukan pekerjaan dan kebenaran
yang dituju oleh bangsa Indonesia adalah seperti yang tertuang dalam pancasila.

9. Landasan Hubungan UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

A. pancasila sebagai ideologi Negara

pancasila adalah kebenaran yang hakiki dan harus diperjuangkan oleh Negara harus
menjadi muatan dalam UUD berdiri sebuah Negara. Pancasila merupakan ideologi
Negara.

B.UUD 1945 sebagai landasan konstitusi

kemerdekaan bangsa Indonesia, bukan kemerdekaan NKRI karena hal- hal yang tersurat
berikut ini:

1. pada teks proklamasi secara tegas mengatakan bahwa yang merdeka adalah bangsa
Indonesia, bukan Negara, karena syarat Negara adalah adanya wilayah, penduduk,
dan pemerintahan

2. adanya Negara harus dapat pengakuan

pada tanggal 18 agustus 1945 berdirilah secara resmi sebuah NKRI yang
mendapat pengakuan dari berbagai Negara, karena itu, UUD menjadi landasan
konstitusi NKRI.

C. Implementasi konsepsi UUD 1945 sebagai landasan konstitusi

1) Pancasila : cita- cita dan ideologi Negara


2) Penataan : supra dan infrastruktur politik Negara

3) Ekonomi : peningkatan taraf hidup melalui penguasaan bumi dan air oleh Negara
untuk kemakmuran bangsa

4) Kualitas bangsa : mencerdaskan bangsa agar sejajar dengan bangsa- bangsa lain

5) . Agar bangsa dan Negara ini dapat berdiri dengan kokoh, diperlukan kekuatan

pertahanan dan keamanan melalui pola politik dan strategi pertahanan dan keamanan

D. Konsepsi pertama tentang pancasila sebagai cita- cita dan ideologi Negara

Hal ini dapat kita lihat penjelasan tentang makna pembukaan UUD1945 :

1) Alenia pertama : alenia ini menunjukkan bahwa kemerdekaan adalah hak semua

Bangsa dan penjajahan bertentangan dengan hak asasi manusia.

2) Alenia kedua : menunjukkan bahwa adanya masa depan yang harus diraih.

3) Alenia ketiga : menunjukkan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara ini harus
mendapatkan ridho Allah Yang maha kuasa

4) Alenia keempat : mempertegas cita- cita yang harus dicapai oleh bangsa
Indonesia melalui wadah Negara kesatuan republik Indonesia.

E. Konsepsi UUD 1945 dalam mewadahi perbedaan pendapat dalam kemasyarakatan


Indonesia

Negara kesatuan Republik Indonesia mengakui adanya kemerdekaan, hak asasi manusia
serta musyawarah dan mufakat.berarti idealism Pancasila adalah demokrasi Pancasila
yang mengakui adanya perbedaan pendapat dalam kelompok bangsa Indonesia.
F. Konsepsi UUD 1945 dalam infastruktur politik

Intrastruktur politik adalah wadah masyarakat yang mengambarkan bahwa masyarakat


ikut menentukan keputusan politik dalam mewujudkan cita-cita nasional berdasarkan
falsafah bangsa.

System kepartaiaan dalam suatu Negara tergantung pada paham yang dianutnya. Secara
teoritis dalam system kepartaiaan dikenal sebutaan monoparty,biparty dan multiparty..
system monoparty atau satu partai biasa terdapat pada Negara komunis. Bersifat
dogmanitis dan tidak mengenal perbedaan pendapat. Sementara system biparty atau
dwipartai terdiri dari partai yang berkuasa dan partai oposisi.. sedangkan system
multiparty atau lebih dari dua partai menggambarkan hak-hak kelompok masyarakat atas
politik Negara. System pemerintahan pada Negara yang menganut multipartai pada
umumnya adalah parlementer.

10. Perkembangan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara

a.Situasi NKRI Terbagi dalam Periode-periode

Periode yang dimaksud berkaitan dengan kepentingan sejarah perkembangan Pendidikan


pendahuluan Bela Negara. Periode tersebut sebagai berikut:

1.Tahun 1945 sejak NKRI diproklamasikan sampai tahun 1965 disebut periode lama atau
Orde Lama.

2.Tahun 1965 sampai tahun 1998 disebut periode baru atau Orde baru.

3.tahun 1998 sampai sekarang disebut periode Reformasi.

b.Pada periode Lama Bentuk Ancaman yang Dihadapi adalah Ancaman FIsik
Ancaman yang datangnya dari dalam maupun dari luar, langsung maupun tidak
langsung, menumbuhkan pemikiran mengenai cara menghadapinya.

c.Periode Orde Baru dan Periode Reformasi

Ancaman yang dihadapi dalam periode-periode ini berupa tantangan non fisik dan
gejolak social. Untuk mewujutkan bela Negara dalam berbagai aspek kehidupan
bermasyatakat, berbangsa dan bernegara. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa cinta
tanah air, bangsa, dan Negara.

SOAL-SOAL DAN JAWABAN


PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

1. Apa tujuan dari pendidikan nasional ?

 Jawaban : pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas


manusia indonesia

2. Apakah pengertian bangsa menurut kamus besar bahasa Indonesia ?


 Jawaban : kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa
dan wilayah tertentu dimuka bumi.

3. Coba sebutkan teori terbentuknya Negara Indonesia?

 Jawaban : Teori hukum alam


Teori ketuhanan
Teori perjanjian

4. Bagaimana proses terbentuknya Negara Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945?

 Jawaban :- perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesi

-Proklamasi atau pintu gerbang kemerdekaan


-Keadaan bernegara yang nilai-nilai dasarnya ialah merdeka,
bersatu, berdaulat, adil dan makmur

5. coba sebutkan berbagai bentuk demokrasi dalam sistem pemerintahan Negara?

 Jawaban : - pemerintahan monarki

-pemerintah republik