Anda di halaman 1dari 15

RIWAYAT PERJOANGAN PS / PARTISAN SILIWANGI

Riwayat ini dibuat agar supaya Anggota PS / Partisan Siliwangi berikut keluarganya dan Anggota penerusnya
ada pegangan serta mengetahui betul, bahwa murid-murid dan ilmu yang diberikan oleh Ama Raden Uce
Puradireja yang dirintis tahun 1922 ada gunanya bagi Pra Revolusi dan Perjoangan Bangsa Indonesia sampai
merdeka dan seterusnya. Tiga bulan sebelum Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia ,Sadikin Itto Hantjo
dan Sumarhab Santo Hantjo berkenalan dengan Taris dari Penjambon Jakarta, disanalah dikenalkan kepada
Ama Raden Uce Puradireja yang setelah mengetahui isi hati sebenarnya bagaimana Ama Raden Uce
Puradireja,Pak Taris dan Sadikin serta Sumarhab, lalu menerima pelajaran ilmu yang dimiliki oleh Ama
Raden Uce Puradireja, dan pada waktu akan berpisah lagi kepada kedua orang Haiho tersebut. Diberikan
sehelai Bendera Sang Merah Putih menurut kata Ama Raden Uce Puradireja,bahwa Bendera tersebut akan
berguna tidak lama lagi. Betul kata orang tua tersebut, bahwa Bendera Merah Putih itu dikibarkan oleh
seluruh Haiho dari Kompi 3, Batalyon I. barisan penangkis bahaya udara, yang dalam bahasa Jepangnya yaitu
Dai San Tju, Dai Itji-Tokkusyu, Bokutai-Jakarta.

Setelah ada perubahan jaman dimana para Peta dan Haiho dibubarkan oleh tetara Jepang maka pemuda
Sadikin dan pemuda Darsono menetap dikampung Kepu dekat lapangan terbang Kemayoran Jakarta.

Dalam perjuangannya selain menyusun B.K.R Kecamatan Senen sambil melatih barisan pelopor supaya dapat
digunakan didalam Revolusi Phisik.

Selagi bekerja dimarkas BKR Senen datanglah saudara Taris mebawa pesan dari Ama Raden Uce Puradireja
bahwa Sadikin dan Darsono diserahi Pimpinan untuk Memimpin anggota-anggota dan murid-murid Ama
Raden Uce Puradireja yang tersebar diseluruh Jawa dan Madura serta diberi nama PS. Pencak Silat atau
Puradireja Segalaherang, tugas yang pertama dari anggoa PS dibawah pimpinan Sadikin, Taris dan Mashudi
tiap hari dan malam mengawal Presiden Soekarno di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta sampai Bung Karno
hijrah ke Jogja.

Setelah BKR dapat tugas dari pimpinan/atasan untuk menyusun TKR di Cikampek, Sadikin menjadi
Komandan Bn. II dan Darsno Kompi Bn.II di Lemah Abang, Pada bulan Nofember 1945, Sadikin memanggil
Ama Raden Uce Puradireja dari Banten tidak lama kemudian datanglah Ama Raden Uce Puradireja dengan
diantar oleh Tol Mansur dan Pak Taris Husen ke Cabang Cikarang. Disanalah diperkenalkan oleh Mayor
Sadikin pada semua Komandan Kompi, termasuk Kapten Darsono. Tidak lamakemudian Ama Raden Uce
Puradireja diberikan tempat oleh Mayor Sadikin dikampung Kaceot Tunggal Jati Karawang disanalah para
Ketua, Pelatih dan Anggota diberi pelajaran Ilmu guna menyerbu kesemua Front Jakarta Timur dan Cileungsi
dibawah pimpinan Komandan Kompi yang bertugas di Front masing-masing selama satu bulan-satu bulan,
semua anggota mendapat giliran. Begitulah diatur oleh Ama Raden Uce Puradireja masing-masing Pelatih dan
anggota yang masuk Front atau menyerbu musuh, terlebih dahulu latihan rohani di Kaceot dan terus
diserahkan kepada kompi-kompi dari Batalyon II. Pada bulan Desember 1945 dimana Mayor Sadikin tidak
sempat mengurus anggota PS lalu Ama Raden Uce Puradireja menyerahkan soal perjoangan kepada Kapten
Darsono sesudah 70 orang PSdari Kampung Cileutik Subang bertempur melawan Inggris dan Belanda di
Keranji Bekasih, disitulah PS menyerang satu Peleton Tank Inggris tersebut, dari 70 orang anggota PS ada
yang tertawan 12 orang dan 11 orang gugur yang kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawa
Karawang pada bulan Febuari 1946. Kaptem Darsono menjadi Mayor dan pindah ke Cikampek memegang
Bn.IV Res V Divisi Sunan Gunung Jati.

Karena kepindahan Mayor Darsono ke Cikampek markas PS Kaceot ikut pindah ke Dawuan setelah berada di
Dawuan meletuslah perang saudara antara TKR dan Laskar Rakyat dan Pejoang-pejoang yang lain dimana PS
ikut TKR jadi PS ikut Bn IV untuk merebut kembali Front Tabu dan Cileungsi
Pelucutan senjata kepada sisa-sisa yang mulai pecah akibat perang saudara tesebut berahir dala satu mingg,
setelah resimen V dirobah menjadi menjadi Resimen VI yang pimpinannya dijabat oleh Mayor Sadikin
mendapat perintah untuk pindah ke Tasikmalaya dan Batalyonnya dipimpin oleh Kapten Darsono, dan Ama
Raden Uce Puradireja beserta PS nya turut pindah Mangunrejo di Singaparna. Karena menjelang saatnya
Clesh ke I Resimen VI denan PS berpindah ke Darmaraja Sumedang.

Tidak lama kemudian meletuslah perang Kemerdekaan ke I dan Bn Res VI membentuk pertahanan di
Sumedang dan sekitarnya,Batalyon XII dan PS bermarkas di Situraja Sumedang,Front terepan ialah
Sumedang mundur-mundur sampai kampong Sukatali.

Tiap-tiap penyerbuan ke Sumedang PS ikut serta waktu itu pasukan PS dapat tugas bagia membakar rumah-
rumah musuh dan mengangkut TRI yang luka-luka, karena Front Sumedang belum jatuh ketangan Belanda
maka datnglah bala bantuan tentara Belanda yang banyak untuk menghancurkan kita dari daratan dan
udara.Resimen VI pecah belah dan Bn XII beserta PSnya menyelundup kearah Baratmendekati Jakarta. Di
Kampung Wangun Sanggabuana dapat berhubungan dengan ketua Pelatih PS di Ciriu Bogor, selam
dikampung yang seterusnya berpindah ke Ciriu dan bermarkas di Kampung Cbarengkok di Rumahnya Ketua
Pelatih Pak O d i.

Setelah selesainya perang kKemerdekaan Ke I Bn XII harus hijrah ke Jogja, pada waktu itu PS mendapat
tugas untuk menampung dan mengurus keluarga Tentara Bn.XII sampai oleh Tentara Belanda diangkut
menyusul suami-suaminya ke Jogja, Pasukan PS ditugaskan untuk bergerilya sampai TNI kembali lagi ke
Jawa Barat.

Pasa waktu itu Clesh Ke III pecah dimana Bn II Kiansantang yang di Pimpin oleh Mayor Darsono daerah
tempurnya disekitar Bogor, Jakarta, Karawang, Purwakarta, Cianjur dan Sukabumi kembali menetap di
Gunung Sanggabuana.

Sejak itulah pasukan PS mendapat tuas lebih berat lagi sampai Perang Kemerdekaan kedua berakhir, karma
perkembangan keamanan didalam Negri yang belum selesai, kadang-kadang pasukan PS diminta untuk turut
membantu pembersihan.

Karena ada perintah dari Divisi Siliwangi bahwa pasukan PS harus dirobah cara perjuangannya maka melalui
BRN (Biro Rekontruksi Nasional ) 1500 kepala keluarga pasukan PS diberangkatka ke Daerah Lampug
Sumatra Selatan untuk Bertransemigrasi, Selama 18 tahun bertransemigrasi di Lampung , telah membuktikan
Desa-desa yang dipimpin oleh Lurah-lurahnya dari rombongan PS.

Karena perkembangan Organisasi PS maka mulai tahun 1963 disusunlah sebuah Organisasi yang bersetatus
Akte Notaris dam Perjuangannya dititik bertakan kepada Pembangunan.Demikian sekelumitperjalanan PS
sepanjang masa sampai akhir jaman.

Bandung tanggal 26 Agustus 1970

Organisasi PS ( Partisan Siliwangi )

PEMBIMBING

(R. D A R S O N O )

Mayor Inf
SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA ORGANISASI PEJUANG SIIWANGI
INDONESA

Atas dasar catatan catatan dan pengalaman pribadi. Mohon maaf sebesar-besarnya bila dalam uraiannya
banyak kekurangan dan tidak lengkap

1. Didirikannya sebuah perkumpulan P.S.PENCAK SILAT, dirintis oleh seorang tokoh yang bernama
R.Ama Poerdiredja dengan para sahabatnya yang merupakan tokoh-tokoh Perilatan dan para Ulama,
pada tanggal 2 Juli 1922 di Sagalaherang, Kabupaten Subang jawa Barat dab berbaur juga dengan
kalangan tokoh-tokoh pergerakan politik, dengan tujuan dan mempunyai cita-cita (ideology) menuju
Indonesia Merdeka, terlepas dari jajahan Belanda yang sudah menjajah Indonesia selama 350 tahun
atau 3 ½ abad.

2. Untuk menghindarai incaran aparat-aparat Belanda (reserse-reserse), yang menyelidiki setiap gerakan-
gerakan dan perkumpulan perkumpulan, selalu diselidiki keberadaanya karena khawatir ada
hubungannya dengan gerakan-gerakan/para tokoh yang bergerak secara diam-diam dengan system
gerakan dibawah tanah (Underground Act), maka para tokoh setuju mengadakan PERKUMPULAN
PECNCAK SILAT atau dalam bahasa sunda disebut MAENPO. Yang diajarkan antara lain adalah:

a. Masalah kanuragan ajaran silat bela diri, dan

b. Memberikan ajaran pendidikan rohani mengenai ajaran agama silam dan mendalami ajaran
kebatinan yang berkiblat pada Kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah Rasul MUHAMMAD S.A.W

3. Rd. Ama Poeradiredja bersama-sama muridnya berkeliling ke daerah-daerah terutama daerah Jawa
Barat, Banten, Pandeglang, Serang dan Keraha Periangan timur, daerah Pantura karawang sampai
Cirebon, untuk mengadakan Konsolidasi dan komunikasi antara kawan pergerakan secara diam-diam,
sampai Perang Dunia II dan Belanda menyerah kepada Jepang.

4. Pada jaman penjajahan Jepang, Rd Ama Poerdiredja terus mengadakan penggalangan dan selalu
mengadakan kontak dengan para tokoh pergerakan secara diam-diam, karena beliau yakin bahwa
pada suatu saat Indonesia pasti merdeka dan menurut ramalan Joyoboyo Pemerintah Jepang hanya
memerintah hanya seumur jagung atau 3 ½ tahun.

5. Pada saat itu Rd. Ama Poeradiredja bertemu dengan tokoh yang juga mempelajari ajaran beliau, yaitu
Bapak Taris dan bapak Sumarhap. Kedua tokoh tersebut memperkenalkan 2 orang pemudayang
bernama : sadiokin, dan Darsono. Kedua pemuda itu sebeneranya adalah dari pasukan Heiho yang
bermarkas di Tangsi Penggorengan, kemayoran Gempol Jakarta pusat bagian Pangkis Udara Sai Sun
Tjuai –Dai Itji Tkusyu, Bukutai, Jakarta. Kedua pemuda ini selanjutnya menjadi murid Rd. Ama
Poeradiredja.

6. Dari pemuda Sadikin dan Darsono banyak mendapat informasi-informasi penting mengenai kekuatan
jepang diAsia Timur Raya. Kemungkinan besar Jepang akan mengalami kekalahan dalam
peperangannya, karena kekuatan persenjataanya tidak seimbang.

Sebelum Jepang kalah perang, Rd Ama Poerdadiredja menyerahkan Bendera Merah Putih dan memberikan
amanat agar disimpan baik-baik juangan sampai ketahuan oleh mata-mata Jepang (kempetai).
Pada tanggal 14 Agustus 1945 kedua pemuda ,Sadikin dan Darsono memberikan kabar berita, bahwa jepang
sudah menyerah pada sekutu, kedua pemuda ini langsung diperntahkan oleh Rd. Ama Poeradiredja agar
mengibarkan Bendera Merah Putih di Tangsi Penggorengan pada tanggal 16 Agustus 1945 sebelum
kemerdekaan diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 (di kemudian hari pada acara serasehan
Organisasi P.S Partisan Siliwangi) penulis pernah membawa Bendera Merah Putih tersebut dari kediaman
Brigjend. TNI (Purn) H.sadikin MN, mantan Panglima Divisi III Siliwangi di gedung Konstituante
Bandaung pada tahun 1970, saya diperintahkan memasangkannya diruang sidang.

Setelah Proklamasi Kemerdekan RI tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkan oleh kedua Tokoh Proklamasi
Bung Karno dan Bung Hatta, Perkumpulan P.S Pencak Silat dibentuk menjadi Laskar Pejuang Pencak Silat
oleh Rd Ama Peradiredja dan masih tetap dipimpin oleh beliau serta dibentuk regu regu kelompok dipimpin
langsung oleh kelompok regu-regunya yang sudah menjadi andalan dengan julukan Ketua-ketua yang
membawahi regu-regu kelompok untuk maju ke front terdepan bersama-sama dengan lascar-laskar pejuang
ari bebarapa organisasi perjuangan, diantaranya :

Laskar Sabililah/Hisbulloh, Laskar P.S Haji Darip, Lascar Rakyat, Rombongan Jakarta Raya, PESINDO,
Dsb

Setelah terbentuknya Badan Kemanan Rakyat (BKR) dan kemudian Tentara Kemanan Rakyat (TKR). Laskar
Pejuang P.S Pencak Silat tetap ada pasukan khusus tetap berada do front terdepan pada pertempuran
diCakung- Keranji-Karawang, jawa Barat. Korban yang gugur dalam pertemputran tersebut berjumlah 11
orang dan dimakamkan di Taman Pahlawan karawang – jawa Barat

Dari Laskar Pejuang P.S. Pencak silat, Rd Ama Poeradiredja tetap didampingi oleh Mayor sadikin dan
Kapten Darsono, saat itu Mayor sadikin sudah menjadi Komandan batalyon 2 Resimen V, berkedudukan di
Cikampek dan Kapten Darsono menjadi Kompandan Kompi Batalyon 2 dan banyak juga lascar Pejuang P.S.
Pencak Silat bergabung menjadi Tentara Kemanan Rakyat (TKR) dan disempurnakan dengan nama Tentara
Republik Indonesia (TRI).

Pada saat itu Mayor Sadikin sudah menjadi Komandan Resimen V-VI menggantikan Letkol. Suroto Kunto
sebagai Komandan Resimen VI( yang diculik) dan Kapten darsono menjadi Komandan batalyon

Kelaskaran P.S.Pencak Silat sebagai pejuang Kemerdekaan RI tetap menyusun kekuatan ditiap tiap daerah
sampai adanya perundingan antara pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda yang dikenal Konfrensi
Meja Bundar yang mengakui Indonesia menjadi Negara Republik Indoneisa Serikatdan diakui Dunia
Internasional.

Pada akhir tahun 1949sudah mulai adanya pernerbitan dikalangan TNI dengan diadakannya rasionalisasi
Besara-besaran terutama dikalangan TNI serta adanya perampingan dan mereka dikembalikan kemasyarakat
tanpa adanya penampungan khusus dan tidak ada jaminan masa depan hidupnya, kembali ke induk
Organisasinya masing-masing.

7. Sebagai tambahan untuk menjelaskan siapa Tokoh pergerakan dan yang membantu Rd. Ama Poeradiredja
dari jaman penjajahan Belanda sampai penjajahan Jepang hingga Indonesia merdeka, maka saya sebutkan
nama-nama tokoh dan Murid-murid beliau.
SEKAPUR SIRIH
Sebuah perjalanan tanpa kejelasan panduan akan berakhir dengan kesesatan maupun penyesatan. Diktat
panduan mengenal lebih jauh Apa Itu P.S. ini dimaksudkan untuk mempermudah bagi para anggota lama,
anggota baru, dan calon anggota maupun simpatisan organisasi P.S. mengetahui tentang APA, MENGAPA &
BAGAIMANA P.S. yang didirikan oleh Ama Raden Puradiredja.

Atas terbitnya diktat panduan ini, kami penulis menyadari bahwa tahap penyempurnaan lebih lanjut pasti
masih sangat diperlukan, Akan tetapi, langkah pertama harus diayunkan !. Dan, Inilah awal dari al-kisah
perjalanan panjang PERJUANGAN organisasi P.S. dalam upaya membangun kejuangan rakyat dalam segala
bidang pri kehidupan yang berazaskan Al-Qur’an dan berdasarkan sepenuhnya pada keyakinan terhadap
ajaran Nabi Besar Muhammad SAW serta Ridho Allah SWT.

Lewat diktat panduan ini diharapkan para anggota lama, anggota baru, dan calon anggota maupun simpatisan
organisasi P.S. dapat memahami Azas dan tujuan P.S., Azas perjuangannya dan sekaligus tujuan perjuangan
organisasi P.S. sebagai organsasi masyarakat yang bersifat terbuka, mandiri, modern dan yang progresif
revolusioner dengan jiwa kerakyatan yang cinta damai dan terlebih lagi cinta kemerdekaan. Karena pada
dasarnya, Kemerdekaan, merdeka dan memerdekakan dan pengisiannya, adalah hakekat dan sekaligus tujuan
dari organisasi P.S. yang harus segera terwujud.

Dihadapkan pada realita Globalisasi (globalisme) dalam segala macam dan bentuk pada dewasa ini, yang pada
hakekatnya merupakan bentuk baru dari kolonialisme dan imperialisme (neo), menjadikan P.S. sebagai
pilihan, azas dan teori perjuangan rakyat yang sangat tepat dan paling relevan bagi bangsa Indonesia, untuk
dapat kembali bangkit sebagai Bangsa yang berharkat, berderajat dan bermartabat.

Tak kenal maka tak sayang, pepatah lama inilah yang menghantar diktat panduan ini hingga sampai ketangan
Anda, yang berjudul “Mengenal lebih jauh tentang Apa itu P.S.” Baca !, Renungkan ! dan Cerna
semampunya. Pahami dan amalkan dengan penuh kesadaran, bahwa inilah saatnya seluruh anggota P.S.
khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya bersatu padu dan bangkit untuk melanjutkan tugas
Revolusi Indonesia yang belum selesai.

Ter-iring salam hangat dengan harapan, agar siapapun yang membaca diktat ini, siap untuk menyongsong,
terbitnya “Fajar kemenangan” bagi Rakyat Indonesia dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bekasi, 2 Juni 2009.
Penulis,
H.ABU HUSIN MALHIR,SH.
MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG APA ITU P.S.
Oleh : H.ABU HUSIN MALHIR,SH

1. T : Apa nama dan bentuk organisasi masyarakat kita ?


J : Nama organisasi masyarakat kita adalah P.S. dan bentuknya organisasi ini adalah suatu organisasi
keguruan dan kejuangan serta kesamaan kegiatan.

2. T : Apa arti dari kata huruf “P.” dan “S.” ?


J : Hanya pendirinya yang mengetahui arti sebenarnya kata huruf “P.” dan “S.” yang didalam kipra sejarahnya
di-artikan sebagai berikut : Pentjakaki Silahturrahmi, Puradiredja Sagalaherang, Pengamal Shalawat, Pra
Sangu, Pemake Sorangan, Pasukan Siluman, Pejuang Siliwangi Patriot Siliwangi, Pejuang Sejati, Partisan
Siliwangi,
3. T : Siapa pendiri organisasi masyarakat kita tersebut ?
J : Pendiri organisasi masyarakat kita adalah seorang ulama sufi penerus perjuangan Wangsa Goparana dari
Talaga keturunan Prabu Siliwangi Galuh bernama Ama Raden Puradiredja Bin Raden Adimiarsa.

4. T : Dari mana asal Ama Raden Puradiredja ?


J : Ama Raden Puradiredja adalah putera asli tanah sunda keturunan Prabu Siliwangi Galuh anak kedua dari
Raden Adimiarsa berasal dari Desa Sagalaherang – Subang – Jawa Barat.

5. T : Kapan organisasi masyarakat kita didirikan ?


J : Organisasi masyarakat kita didirikan pada tanggal. 2 Juli 1922.

6. T : Dimana didirikan organisasi masyarakat kita ?


J : Organisasi masyarakat kita didirikan di Desa Sagalaherang – Subang – Jawa Barat.

7. T : Apa yang melatar-belakangi lahirnya P.S. ?


J : P.S. dilahirkan oleh Ama Raden Puradiredja dalam situasi dan kondisi Negara dan Bangsa Indonesia dalam
kungkungan penjajahan Belanda, yang sangat memperihatinkan, sekaligus menjawab tuntutan dan tantangan
jaman, yang dilandasi niat suci ikhlas sebagai tindak lanjut dari kejuangan Budi Utomo tanggal. 20 Mei 1908,
ingin bebas merdeka dari belengu penjajahan dalam macam dan bentuk apapun di muka bumi pertiwi
Indonesia.

8. T : Lambang apa yang digunakan P.S. ?


J : P.S. adalah perkumpulan pengajian diri (Pentjakaki Silahturahmi) menggunakan lambang turi wajit (belah
ketupat) merah putih.

9. T : Apa yang dimaksud dengan pengajian diri (Pentjakaki Silahturahmi) menggunakan lambang turi wajit
(belah ketupat) merah putih. ?
J : Pengajian diri (Pentjakaki Silahturahmi) menggunakan lambang turi wajit (belah ketupat) merah putih
adalah suatu realisasi pribadi yang dilandasi akhlak mulia tanpa pamrih mengajak umat yang sadar akan
kebebasan (kemerdekaan) untuk Indonesia yang dilakukan oleh pendiri P.S. dari suatu tempat ketempat yang
lain hingga dari satu Desa ke Desa yang lain dan seterusnya.

10. T : Apa arti lambang P.S. turi wajit (belah ketupat) merah putih ?
J : Arti lambang P.S. turi wajit (belah ketupat) merah putih adalah melambangkan mulut manusia agar
senantiasa berkata benar, jujur dan sopan-santun karena Allah SWT.

11. T : Mengapa warna merah putih pada turi wajit (belah ketupat) dan apa artinya ?
J : Artinya Pendiri P.S. mengajak kita semua harus bisa benar menjaga pembicaraan dan berkata harus benar
“merah katakan merah, juga putih katakan putih,” sekaligus sebagai perlambang Indonesia merdeka
menggunakan warna bendera merah putih.

12. T : Apa yang diajarkan oleh pendiri P.S. pada pengajian diri (Pentjakaki Silahturahmi) ?
J : Pendiri P.S. megajarkan pengajian diri bersumber kepada kitab suci al-Qur’an, Hadist dan Sunnah Nabi
Besar Muhammad Rasulullah SAW, Sholat lima waktu, Dzikir Shalawat 45, Asmaul Husna, dan Ilmu Syariat,
Tariqat, Hakekat, Makripat, berikut olahraga Pencak Silat Tauhid dengan diiringi gendang hingga pada jaman
penjajahan Belanda dikenal dengan sebutan perkumpulan Pentjak Silat.

13. T : Mengapa pokok ajaran P.S. Shalawat 45 ?


J : Shalawat 45 adalah merupakan hasil Ikhtiharah pendiri P.S. kepada Allah SWT sebagai perlambang
kebebasan kelak dikemudian hari pada Tahun ke 45 akan terjadi perubahan besar terhadap Bangsa dan Negara
Indonesia.

14. T : Untuk apa pendiri P.S. melakukan Pentjakaki Silahturahmi dari satu tempat ketempat yang lain ?
J : Dilandasi niat suci ikhlas dan do’a pendiri P.S. ingin kebebasan yang tidak dapat dilakukan sendiri dengan
menyebar-luaskan ilmu yang berasal dari kitab suci al- qur’an dan ketauladanan Nabi Besar Muhammad
SAW kepada masyarakat luas untuk berjuang bebas dari belengu penjajahan dimuka bumi pertiwi Indonesia.

15. T : Apa persyaratan masuk menjadi anggota P.S. ?


J : Masuk menjadi anggota P.S. sangatlah muda asal beragama dan pegang agamanya masing-masing dan
harus di bae’at oleh pelatih P.S. yang ditunjuk, dan patuh taat kepada peraturan negara dan agama, sehingga
apabila tidak di bae’at dan mengaku menjadi anggota atau pimpinan P.S. tentulah tidak sesuai dengan ajaran
Guru Besar Pendiri P.S Ama Raden Puradiredja.

16. T : Apa pegangan ajaran P.S. ?


J : Pegangan ajaran P.S dalam bidang Iktikad (kepercayaan) berpegang kepada mashab Ahlussunnah
Waljama’ah, dan dalam bidang pikih berpegang kepada mashab Syafi’i.

17. T :Siapa saja sahabat terdekat pada saat Pendiri P.S. mendirikan perkumpulan P.S. ?
J : Sahabat terdekat sekaligus guru pendiri P.S. adalah Kiayi Haji Agung Asnawi Caringin Banten dan Kiayi
H. Zainal Mustopa Cirebon sebagai penasehat sebelum didirikan dan sesudahnya didirikan, dan sahabat
seperguruan terdekat adalah seorang ulama sufi (Ajengan) Ama Raden Ajikusumah selaku pelaksana utama
menjalankan pengamalan penyebaran ajaran P.S. setelah didirikan tanggal. 2 Juli 1922.

18. T : Adakah hubungan kejuangan Pendiri P.S. dengan Ir. Sukarno ?


J : Pertemuan Ama Raden Puradiredja pendiri P.S. dengan Ir.Sukarno yang pertama pada sekitar tahun 1928
setelah Ir. Sukarno lulus dari ITB Bandung, kemudian lebih akrab diawali dengan al-kisah pernikahan
Ir.Sukarno dengan Inggit Gunarsih yang kemudian hubungan persahabatan dan kejuangan tersebut menjadi
akrab hingga Indonesia sebelum dan sesudah Merdeka yang pada puncaknya pertemuan di Rengasdengklok
tanggal. 16 Agustus 1945 dan pemberian Bintang Gerilya tanggal. 5 Oktober 1949 dan pemberian nama
daerah transmigrasi BRN “Sumber Jaya” tanggal. 14 Nopember 1952 di Lampung, dan pertemuan tidak resmi
dengan Ir.Sukarno terakhir di Istana Bogor, tahun 1965 sebelum dan sesudah Gerakan G.30.S/PKI Tahun
1965.

19. T : Selain dari pada mengajarkan pengajian diri yang bersumber dari ilmu Al-qur’an dan lain-lain
seperti tersebut diatas, apa yang dilakukan oleh pendiri/pemimpin P.S. berikut murid, anggota, pengikut dan
simpatisannya selama masa penjajahan Belanda hingga menjelang datangnya Penjajahan Jepang ?
J : Yang dilakukan anggota perkumpulan P.S. adalah ikut aktif dalam perjuangan dan pembangunan strategis
seperti pembangunan Pasar di Karawang, Pembangunan Parisdo di Karawang, Pembangunan Rel Kereta Api
Batavia/Jakarta – Karawang, pengerahan tenaga buruh perkebunan, penjaga keamanan, kerja rodi/paksa yang
diperlukan Pemerintahan Belanda, Pemimpin P.S. diangkat menjadi petugas sosial pemerintahan Belanda dan
lain-lain sebagainya sehingga anggota perkumpulan P.S. semakin berkembang masuk disegala lini Sipil dan
Militer serta masyarakat kelas inlander dalam Pemerintahan Belanda.

20. T : Ada dipihak manakah perkumpulan P.S. pada saat Jepang masuk Indonesia pada tanggal. 1 Maret
1942 melalui pantai Eretan kulon (Bobos Pamanukan) ?
J : Pertama masuknya Jepang secara serentak di empat tempat yaitu: Merak, Teluk Banten, Kranggan dan di
pantai Eretan kulon (Bobos Pamanukan), perkumpulan P.S. berada dalam kekuasaan Penjajahan Belanda dan
ikut sebagai penjaga keamanan yang dibebut Stadswacht dan Landswacht dan ikut mempertahankan
kedaulatan penjajah Belanda di daerah Kalijati Subang, tetapi tidak begitu lama Penjajah Belanda
menyerahkan kedaulatannya kepada Penjajah Jepang sejak tanggal. 8 Maret 1942 di Kalijati Subang, anggota
perkumpulan P.S. dikuasai lagi oleh penjajah baru Jepang hingga menjelang Kemerdekaan Republik
Indonesia tanggal. 17 Agustus 1945.

21. T : Apa dan bagaimana perkumpulan P.S. pada saat dikuasai oleh Penjajah baru Jepang, sebelum dan
setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ?
J : Situasi perkumpulan P.S. menjadi terpecah belah, kucar kacir, Ama Raden Puradiredja ditawan tentara
Jepang, dan Ama Raden Ajikusumah juga sama ditawan tentara Jepang, berikut pemimpin P.S. yang lain
ditempat yang terpisah, dan pemimpin P.S. yang lainnya lari masuk hutan bergerilya, kemudian kedua
pemimpin P.S. tersebut bisa bertemu di tahanan tentara Jepang di Jakarta dan Ama Raden Ajikusumah
bertemu dengan Tentara Jepang bernama Sadikin Muhammad Nasrudin, Raden Darsono, Sumarhab, tidak
begitu lama kedua pemimpin P.S. dibebaskan oleh Tentara Jepang bernama Sadikin Muhammad Nasrudin dan
Raden Darsono, setelah Jepang bertekuk lutut (bubar), anggota perkumpulan P.S. disebut Laskar P.S.
dipersatukan kembali oleh Ama Raden Ajikusumah dan Ama Raden Puradiredja dan anggota Laskar P.S.
bergabung dengan tentara resmi (Badan Keamanan Rakyat/Tentara Keamanan Rakyat/Tentara Nasional
Indonesia) pimpinan Sadikin Muhammad Nasrudin dan Raden Darsono ikut berjuang bergerilya. berperang
disemua pron pertempuran pada Agresi I tahun 1947 dan Agresi II tahun 1948, Long March Bandung –
Yogyakarta dan penumpasan PKI Muso tahun 1948 untuk mempertahankan Kemerdekaan Republik
Indonesia.

22.T:Didaearah mana sajakah area perjuangan Laskar P.S. bersama komando tentara resmi (Badan
Keamanan Rakyat/Tentara Keamanan Rakyat/Tentara Nasional Indonesia) ?
J : Perjuangan Laskar P.S. bersama komando tentara resmi (Badan Keamanan Rakyat/Tentara Keamanan
Rakyat/Tentara Nasional Indonesia) Sadikin Muhammad Nasrudin dan Raden Darsono di wilayah : Jakarta
dan sekitarnya, Banten dan sekitarnya, Jawa Barat dan sekitarnya dan Long march Bandung – Yogyakarta,
berperang disemua pron pertempuran pada Agresi I tahun 1947 dan Agresi II tahun 1948 dan penumpasan
PKI Muso Tahun 1948 untuk mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

23. T : Dalam bentuk apa saja keterlibatan Laskar P.S. dalam perjuangan sebelum dan sesudah Indonesia
Merdeka ?
J : Organisasi Laskar P.S. pada Jaman Pemerintahan Jajahan Jepang masuk bergabung kedalam gerakan
Pentjak Silat, Sedang dalam saat-saat sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia anggota-anggota
Laskar P.S. banyak yang turut serta dalam Pelopor Kemerdekaan Republik Indonesia, Sejak saat meletusnya
Proklamasi Republik Indonesia tanggal. 17 Agustus 1945 dibawah Komando Tentara Resmi (Badan
Keamanan Rakyat/Tentara Keamanan Rakyat/Tentara Nasional Indonesia) Sadikin Muhammad Nasrudin dan
Raden Darsono, Laskar P.S. terus menerus berjuang mendampingi Tentara Resmi yaitu Tentara Nasional
Indonesia/Tentara Nasional Republik Indonesia dan berjuang disemua front dalam perjuangan total yakni
dalam bidang: Supply, Intelejen, mengkoordinasikan Tentara dan Rakyat, Kurir, Penyerbuan perang phisik
dan lain-lain sebagainya, dan terlibat juga dalam pemulihan keamanan semuanya yaitu Pengembalian Irian
Barat kedalam pangkuan Ibu Pertiwi, Penumpasan DI/TII Marijan Kartosuwiryo, penumpasan Kahar Muzkar
serta mengkonsolidasikan kemerdekaan Republik Indonesia.
24. T : Bagaimana kelanjutan perjuangan Laskar P.S. setelah selesai Agresi I tahun 1947 dan Agresi II tahun
1948 dan penumpasan PKI Muso Tahun 1948 ?
J : Setelah perjuangan revolusi phisik tersebut diatas selesai, Pemimpin/Pendiri P.S. Ama Raden Puradiredja
dianugerahi Tanda Jasa Pahlawan “Bintang Gerilya” pada tanggal. 5 Oktober 1949 oleh Presiden Pertama
Republik Indonesia dan selanjutnya terjadi rasionalisasi ditubuh perjuangan dan telah terbentuknya Divisi
Siliwangi sehinga anggota Laskar P.S. yang bisa baca tulis masuk menjadi Tentara Divisi Siliwangi dan yang
tidak bisa baca tulis kembali ke masyarakat yang diubah cara berjuangnya.
25. T : Berapa banyak anggota Laskar P.S. setelah rasionalisasi Tahun 1949 ?
J : Kekuatan anggota Laskar P.S. setelah rasionalisasi tahun 1949 diperkirakan sebanyak 500.000 orang
anggota yang tersebar diseluruh Indonesia terutama di Jawa Barat.

26. T : Apa perjuangan selanjutnya untuk anggota Laskar P.S. yang kembali ke masyarakat ?
J : Perjuangan selanjut anggota Laskar P.S. yang kembali ke masyarakat adalah sesuai perintah komando
tentara resmi dari Sadikin Muhammad Nasrudin agar mengubah cara berjuangnnya yaitu ber-Transmigrasi
melalui proyek Badan Rekontruksi Nasional (BRN) pada tahun 1950 – 1956 ke Lampung, membangun
Ekonomi dibidang Pertanian dan Perkebunan untuk mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai
pelopor Transmigrasi Pertama setelah Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal. 17 Agustus 1945.

27. T : Berapa banyak Eks.Tentara Bersenjata Laskar P.S. yang terkena rasionalisasi yang tergabung dalam
Laskar P.S. dikirim ke Lampung melalui Proyek BRN ?
J : Diantaranya sekitar 10.000 orang Eks.Tentara Bersenjata Laskar P.S. yang berasal dari Jawa Barat dikirim
ke daerah Transmigrasi Badan Rekonstruksi Nasional (BRN) di Sumatera Selatan (Lampung) dan sekitarnya.

28. T : Apa saja profesi anggota Laskar P.S. sebelum dan sesudah ikut dalam perjuangan phisik merebut dan
mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia ?
J : Anggota Laskar P.S. adalah terdiri dari berbagai profesi diantaranya Rakyat Jelata, Petani, Buruh,
Pedagang, Perlajar, Penganggur, Alim Ulama dan Cendikiawan.

29. T : Penghargaan apa saja yang diperoleh Pendiri dan Laskar P.S. ?
J : Setelah selesai menumpas Gerakan DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal. 5 Oktober 1951 dianugerahi Tanda
Jasa dari TNI Divisi IV Siliwangi/Territorium III dan Penghargaan tertinggi dari Presiden Republik Indonesia
Pertama Ir.Sukarno kepada Pendiri P.S. dan warga anggota Laskar P.S. berupa pemberian nama tempat
pemukiman Transmigrasi BRN diberi nama “Sumber Jaya” pada tanggal. 14 Nopember 1952 dan Pemberian
penghargaan dari Kementerian Pertahanan Staf Angkatan Darat Republik Indonesia tanggal. 20 Mei 1954.

30. T : Sejauh mana campur tangan Pemerintah Republik Indonesia yang di pimpin Presiden Pertama Ir.
Sukarno terhadap perjuangan Anggota Laskar P.S. ?
J : Anggota Laskar P.S. dan Ama Raden Puradiredja amat sangat dekat dengan, baik secara pribadi maupun
birokrasi Pemerintahan Republik Indonesia sehingga pada saat itu Presiden Pertama Ir.Sukarno berkenan
menjadi Pelindung Laskar P.S. dan dukungan penuh dari Pemerintah Republik Indonesia sehingga
terselenggara pemukiman Badan Rekonstruksi Nasional (BRN) di daerah Lampung Utara dan Presiden
Pertama R.I. Ir. Sukarno pada tanggal. 14 Nopember 1952 berkenan memberi nama tempat pemukiman
Transmigrasi BRN dengan nama “SUMBER JAYA” yang merupakan anugerah tertinggi bagi Laskar P.S.
yang disebut Pelopor Transmigrasi Pertama Republik Indonesia.

31. T : Setelah nama Sumber Jaya diberikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia adakah nama-nama
tempat pemukiman lain yang diberikan oleh siapa ?
J : Nama tempat pemukiman lain yang diberikan oleh Ama Puradiredja ataupun keputusan bersama warga
P.S. disebut Pekon adalah :
1. Pekon Pura Wiwitan; 2. Pekon Pura Jaya; 3. Pekon Pura Mekar; 4. Pekon Mekar Jaya; 5. Pekon Muara Jaya
I; 6. Pekon Muara Jaya II; 7. Pekon Pajar Bulan; 8. Pekon Sindang Pagar; 9. Pekon Pura Utama, masuk
wilayah Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat (sekarang); dan Talang Paris Empang masuk
wilayah Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara (sekarang).

32. T : Apa saja yang dilakukan oleh Pendiri P.S. selama berada di Lampung ?
J : Pemukiman terakhir Ama Raden Puradiredja di Kampung Talang Paris Empang, Desa Marga Jaya,
Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara, adapun Kegiatan utama pendiri P.S. adalah mengayomi lahir
bathin seluruh anggota P.S. yang ikut bertransmigrasi yang tergabung dalam BRN dan kemudian menyebar
luaskan keilmuan ajaran P.S. keseluruh daerah-daerah yang ada di Lampung diantaranya Krui dan sekitarnya,
Kotabumi dan sekitarnya, Peringsewu dan sekitarnya, Tanjung Karang dan sekitarnya, Labuhan Maringgai
dan sekitarnya, Gunung Balak – Sukadana dan sekitarnya, Way Kanan dan sekitarnya, Tulang Bawang dan
sekitarnya, Mesuji dan sekitarnya hingga ke Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, Riau,
Padang, Nias, Medan hingga ke Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Bali, NTT dan NTB, Leles
Sulawesi, Manado, Gorontalo, Morotai Halmahera, Ambon, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda hingga
kinabalu, Irian Barat.

33. T : Adakah perubahan nama dan bentuk dari Laskar P.S. dan kapan dilakukan oleh siapa ?
J : Perubahan nama Laskar P.S. menjadi nama Organisasi Pentjak Silat/Partisan Siliwangi atau disingkat
“P.S.” berkedudukan di Bandung, pada hari Kamis, tanggal. 2 Juli 1964 yang dibuatkan Akta Notaris
Koswara di Bandung Nomor: 3 Tahun 1964. Surat Keputusan Menteri Kehakiman Tanggal. 2 Agustus 1964,
Nonmor:J-A.7/7/I. Oleh pendirinya yakni: Ama Raden Puradiredja, Brig.Jen,TNI.AD.(Purn).Raden Darsono
dan Muhamad CHoesein,BA. Dan dengan perubahan anggaran Dasar dengan akta Notaris Koswara di
Bandung No.2 Tahun 1967, Tanggal. 3 Oktober 1967 yang dibuat Salinan Ektra oleh Notaris Siti Munigar
Temmy Suhandi,SH.

34. T : Apa pegangan pokok Organisasi P.S. ?


J : Pegangan pokok yang harus ditaati oleh setiap anggota organisasi P.S adalah :
1. P.S. Tawakal kepada Allah SWT dan patuh kepada Guru yang tidak keluar dari martabat keguruannya.
2. P.S. Seluruhnya berniat mengabdi kepada Negara dan Pemerintah yang adil, benar, dan bijaksana dalam
pemerintahannya.
3. P.S. Menuruti nasehat-nasehat para ahli, Jika nasehat itu selaras dengan azas dan tujuan Negara serta
Agama.
4. P.S. Menuruti nasehat-nasehat itu agar terselenggarakan hidup rukun dan damai, Nasehat-nasehat itu
datangnya mungkin dari yang lebih muda, terutama dari yang lebih tua; Semua nasehat itu boleh dituruti,
asalkan dalam pralteknya dan dalam lisannya tidak merusak sendi Negara dan sendi Agama.

35. T : Apa larangan-larangan Organisasi P.S. ?


J : Lararangan-larangan ini merupakan larangan yang paling mudah dipahami dan yang paling banyak
menyentuh kehidupan sehari-hari, larangan selengkapnya dapat dipelajari dalam rangka upaya pemantapan
sebagai anggota perguruan P.S. dari agama Islam adalah sebagai berikut : 1. Maling (mencuri); 2. Madat
(mabuk); 3. Madon (zinah); 4. Maen (judi); 5. Maehan (membunuh).

36. T : Apa yang dimaksud dengan 5 fungsi pokok ajaran P.S. ?


J : Kelima fungsi pokok ajaran P.S. adalah sebagai berikut:
1. Melatih manusia supaya tetap bertaqwa kepada Allah.
2. Mengendalikan manusia supaya dijauhi dari hal-hal yang tidak baik.
3. Mengisi rohani dan jasmani supaya berpribadi mantap.
4. Menambah kepercayaan kepada diri sendiri; dan
5. Mengupayakan pribadi-pribadi supaya mendapat hasanah di dunia dan hasanah di akherat.

37. T : Hal apa saja yang harus diperhatikan bila anggota mengamalkan Ilmu ajaran P.S. ?
J : Dalam membawakan diri dalam hidup sehari-hari ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh anggota P.S
dalam mengamalkan ilmu ajaran P.S. adalah :
1. Harus selalu patuh kepada peraturan Agama dan Negara.
2. Tidak boleh menonjolkan diri (ria) ataupun menyombongkan diri (takabur).
3. Tidak boleh menyalah gunakan amalan atau agama.
4. Semua amalan dan petunjuk Pelatih harus diterima sepenuh hati supaya betul-betul bemanfaat.
5. Amalan harus dibaca pada tempat dan waktu yang baik, seperti yang telah dikenal serta diberitahukan oleh
pelatih.
6. Latihan silat pun harus dilakukan pada waktu-waktu yang baik, sesuai dengan petunjuk para pelatih.
7. Melakukan ziarah ke makam orang tua/karuhun sendiri harus di dahulukan dan lebih sering, dari pada ke
makam orang lain; Dan berziarah ke makam-makam jangan sampai menimbulkan perbuatan syirik.
8. Berziarah dilakukan pada waktu yang sebaik-baiknya, dengan tertib, tenang dan hikmat dan berziarahlah
kepada makam-makam (kramat) yang telah kita ketahui dan yakini bahwa yang diziarahi itu adalah orang baik
serta bertaqwa kepada Allah Yang Maha Kuasa.
9. Supaya amalan bisa dibaca dengan sebaik-baiknya, warga P.S. harus melaksankan sholat wajib lima waktu
sehari semalam, membaca sholawat sebaiknya punya wudhu, Kita mohon kepada Allah SWT dengan khusu
tentang apa yang kita inginkan, terutama keridho’annya.
10. Bila kita ingin memperdalam ilmu Silat P.S. berlatihlah sebanyak-banyaknya, pada waktu yang sebaik-
baiknya, serta tempat dan keadaan yang sebaik-baiknya pula, malam Jum’at merupakan waktu yang sangat
baik.
11. Silat P.S. hanya dipergunakan dalam keadaan sangat darurat, sudah terpepet, tidak boleh dipergunakan
untuk maksud membalas dendam atau maksud lain yang tidak baik, dan tidak boleh dipertandingkan secara
umum.

38. T : Apa saja yang harus diyakini dalam mengamalkan ilmu ajaran P.S. ?
J : Ama Raden Puradiredja mengajarkan agar setiap warga P.S. harus yakin kepada hal-hal yang berikut :
1. Tuhan itu Ada dan Esa serta mempunyai sifat dua puluh seperti yang dijarkan oleh Agama.
2. Yakin kepada Rukun Iman dan Rukun Islam.
3. Yakin dan mengamalkan amalan yang diberikan.
4. Yakin dan patuh kepada ajaran seperti yang disampaikan oleh pelatih P.S.
5. Kita memperoleh gerakan Silat P.S. yang kita minta kepada Allah SWT, secara sadar, dan selalu dalam
keadaan sadar, tidak terkena sihir ataupun kekuatan-kekuatan jahat lainnya, selain kekuasaan Allah Yang
Maha Kuasa.

39. T : Berpihak kemana Organisasi P.S. pada kejadian G.30.S.PKI. tahun 1965 ?
J : Organisasi P.S. pada saat itu berpihak kepada Pemerintah Republik Indonesia dan ikut diperbantukan
menumpas habis gerakan 30 S/PKI pengacau keamanan Republik Indonesia tersebut.

40. T : Apa yang dilakukan Organisasi P.S. setelah peristiwa G.30.S.PKI/Th.1965 ?


J : Setelah selesai ikut menumpas gerakan 30 S/PKI/Th.1965 pengacau keamanan Republik Indonesia tersebut
Organisasi P.S. pada sekitar Tahun 1966 merintis dan menggerakkan anggotanya melakukan pembangunan
phisik yaitu membuka hutan di daerah Tanjung Pakis Karawang dengan mengerahkan anggota organisasi P.S
kurang lebih 1.500 orang secara bergantian dikomandoi langsung oleh Ama Raden Puradiredja dan Ama
Raden Ajikusumah atas penunjukan H.R.E.Ruslan Hadiwidjaya Kepala Agraria Kabupaten Karawang,
membuat tambak ikan darat seluas .500 Ha. dengan SK.Bupati Karawang Nomor:518/Sk/Ekbang.70/69
tanggal.5 Nopember 1969 dengan sebutan Proyek Kalimasada.

41. T : Apa kegiatan Pendiri P.S. setelah selesai pembukaan proyek Kalimasada di Tanjung Pakis
Karawang ?
J : Pendiri P.S. selalu bergerak dinamis didalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia dan beliau sudah
cukup tua dan telah banyak generasi pengganti yang dipandang cakap untuk meneruskan perjuangannya
sehingga sebelum meninggalkan kita semua Ama Raden Puradiredja meninggalkan amanat yang ditulis beliau
pada tanggal. 4 Agustus 1967 (seperti terlihat dihalam muka diktat ini), saat mulai proyek kalimasada, dan
pada tanggal. 3 Desember 1969 Pendiri P.S. Ama Raden Puradiredja Bin Raden Adimiarsa wafat dalam usia
74 tahun di Desa Sagalaherang – Subang – Jawa Barat, dengan meninggalkan ahli waris 2(dua) orang putri
masing-masing:1.yang tertua bernama Dra.Hj.Edeh Syarah Puradiredja Binti Raden Puradiredja, dan 2.yang
kedua bernama Edeh Laswarawati Puradiredja Binti Raden Puradiredja; dan Organisasi Pentjak Silat Partisan
Siliwangi, yang disingkat P.S.

42. T : Setelah Pendiri P.S. wafat siapa saja penerus selanjutnya ?


J : Selanjutnya dengan prakarsa Bapak Brig.Jen.TNI.AD.Purn.R.Darsono di Batureog, Lembang – Bandung
pada tanggal. 15 Januari 1970 dibentuk penerus perjuangan organisasi Pentjak Silat Partisan Siliwangi setelah
Pendiri wafat adalah : dibidang urusan Tambak Ikan Tanjung Pakis Karawang diteruskan oleh Bapak
H.R.E.Ruslan Hadiwidjaya, dibidang Organisasi diteruskan oleh Bapak Brig.Jen.TNI.AD.Purn.R.Darsono,
dibidang urusan ilmu ajaran P.S. diteruskan oleh Ama Raden Ajikusumah, dibidang urusan Transmigrasi
BRN Lampung diteruskan oleh Bapak Ir.I.Tarmansyah, dibidang urusan rutin di Sagalaherang diteruskan oleh
Putri bungsunya yaitu Edeh Laswarawati Puradiredja.

43. T : Apa yang dilakukan oleh penerus perjuangan organisasi Pentjak Silat Partisan Siliwangi disingkat
P.S. berikutnya ?
J : Dalam situasi dan kondisi Republik Indonesia yang tidak menentu saat itu setelah penumbangan kekuasaan
Rejim Orde Lama dan muncul Rejim Orde Baru dan belum cukup waktu penerus bidang Organisasi P.S.
Bapak Brig.Jen.TNI.AD.Purn.R.Darsono meninggal dunia pada tanggal. 8 Mei 1971. di Lembang-Bandung,
Setelah Bapak Brig.Jen.TNI.AD.Purn.R.Darsono wafat urusan Organisasi P.S. diteruskan oleh Bapak Mayor
Jenderal TNI.AD.Purn. Didi Kartasasmita, pada tanggal. 17 September 1971 diadakan Musyawarah Besar
Pertama di Desa Sagalaherang-Subang dengan hasilnya sebagai berikut : Pertama mengangkat Bapak Brigadir
Jenderal TNI AD Purn Sadikin Muhammad Nasrudin menjadi Ketua Umum P.S. Kedua membentuk Dewan
Sesepuh P.S, Pelatih P.S. dan Komisaris P.S. untuk membantu Ketua Umum dibidang Perguruan dan ajaran
ilmu P.S. yaitu : Ama Raden Ajikusumah, Buyut Satir, Pak Kanta, Pak Satibi, Pak Muhajir, Pak.R.Suwarma,
Pak Odi bin Emod, dan ketiga mengangkat Pelindung P.S. Bapak Jenderal TNI.AD.Purn.Dr.Abdul Haris
Nasution, Penasehat Umum P.S. Bapak Mayor Jenderal TNI.AD.Purn.Didi Kartasasmita, dan seterusnya
mengangkat Ketua I Bapak H.Taris, Ketua II Bapak Kolonel TNI.AD.Purn.Samidjo, Ketua III Bapak
Bambang Suprapto, Sekretaris Jenderal Bapak R.Soewarma, Bendahara I Bapak Suharso, Bendahara II Bapak
Maat Sumardi, Bidang Ekonomi/Pembangunan Bapak Tedjakusumah/R.E.Ruslan Hadiwidjaya, Bidang
Pendidikan Bapak R.Soewarma/Komara Widiya, Bidang Kebudayaan/Sejarah Bapak Suharso/Pak Mashud,
Bidang Penerangan Bapak Baping Rachmat, Pak Mansur, Zainal Abidin, Drs.Marmin.S, Bidang Organisasi
Bapak Mashud/Herman, kegiatan rohani ilmu-imu Paguron P.S. diteruskan oleh Guru/Pelatih P.S. Ama Raden
Ajikusumah di Jatisari Karawang dan kegiatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan urusan rutin
keguruan diteruskan oleh putrid sulung Ama Raden Puradiredja yakni Edeh Laswarawati Puradiredja.

44. T : Apa tradisi rutin organisasi P.S. sebelum dan sesudah Pendiri P.S. wafat ?
J : Tradisi pada saat Pendiri P.S. masih hidup adalah melakukan kegiatan rutin melaksanakan maulud Nabi
Besar Muhammad SAW dan Ziarah kubur kemakam orang tua dan pelaksanaan bae’at kepada para murid,
pelatih dan pemimpin dan sarana pertemuan silahturrahmi antara sesama anggota dan pemimpin dari seluruh
wilayah NKRI, dan setelah pendiri P.S. wafat kegiatan tersebut diteruskan oleh para putrinya yakni: Dra. Hj.
Syarah Puradiredja dan Edeh Laswarawati Puradiredja di Sagalaherang-Subang-Jawa Barat, dan setiap
kegiatan organisasi P.S. baik ditingkat Regional maupun Nasional diharuskan berziarah kemakam Pendiri P.S.
Ama Raden Puradiredja di Desa Sagalaherang-Subang-Jawa Barat.

45. T : Apa Visi organisasi Pentjak Silat Partisan Siliwangi Indonesia disingkat P.S. ?
J : Visi menurut pendiri P.S. adalah Organisasi P.S. ikut mempersembahkan kepada Bangsa ini Indonesia
Raya yang membanggakan ! Indonesia Raya yang merdeka penuh, Adil, Makmur materil dan spiritual, Maju,
Berbudaya, Bermartabat serta Terhormat diantara bangsa-bangsa di dunia, dan Cinta perdamaian, terlebih lagi
Kemerdekaan !.

46. T : Apa Misi organisasi Pentjak Silat Partisan Siliwangi Indonesia disingkat P.S. ?
J : Misi menurut pendiri P.S. adalah Misi utamanya membebaskan seluruh rakyat Indonesia dari segala dan
berbagai macam bentuk penindasan, penghisapan dan penjajahan yang dilakukan terutama oleh Bangsa
Asing, musuh-musuh rakyat (neo-kolonialisme, neo-imperialisme, dan neo-feodalisme), membangun
persaudaraan segenap rakyat Indonesia serta menggunakan sumber daya alam Indonesia untuk kemakmuran
bersama dengan system yang adil, Dan, menggalang serta memperlebar barisan rakyat sebagai front pembela
dan pejuang kerakyatan.

47. T : Apa dan bagaimana jati diri seorang anggota P.S. ?


J : Yang dikehendaki Pendiri P.S. Seorang anggota P.S. dalam garis kemayarakatan dia seorang Nasionalis
dalam cita-cita sosial, ia seorang sosialis yang dalam cita-cita sukma dan sanubarinya, ia seorang theis yang
sepenuhnya percaya kepada kebesaran Allah Yang Maha Kuasa.

48. T : Apa ciri budaya yang menonjol dari Anggota P.S. ?


J : Semangat perjuangan anggota P.S, untuk membebaskan rakyat umumnya dan khususnya anggota P.S. dari
segala bentuk penderitaan yang tak kunjung padam, Sifat cinta pada tanah air, pada Bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia, pada seluruh rakyatnya dimanapun ia berada serta dalam keadaan apapun,
dengan budaya yang berwatak gotong royong sebagai ciri utamanya.

49. T : Apa ciri budaya perekonomian anggota P.S. ?


J : Ciri utamanya adalah keberpihakan pada ekonomi kerakyatan, menentang pola dan system perekonomian
yang menghisap (Eksploitatif) terhadap rakyat, jauh dari prilaku kapitalisme serakah dan, dengan spirit
berdikari sebagai ciri utamanya. Sedangkan corak perekonomiannya adalah; Keluarga sebagai unit produksi
terkecil, Koperasi sebagai wadah usaha dalam masyarakat serta Perusahaan Negara yang menguasai hajat
hidup orang banyak.

50. T : Mengapa P.S. menganggap keteladanan menjadi sangat penting ?


J : Satunya kata dan perbuatan merupakan hal yang harus dipegang teguh oleh setiap anggota P.S.
Keteladanan harus diyakini sebagai salah satu kunci penting untuk mencapai kemenangan.

51. T : Bagaimana cara menyusun dan membangun kekuatan organisasi P.S. ?


J : Sebarluaskan ajaran P.S. catat, dekati dan ajak mereka yang telah dianggap memadai dan atau memahami
serta siap untuk bertanggung jawab untuk menjalankan seluruh teori dan pemikiran kedalam wilayah
operasional, hal ini dilakukan berdasarkan akaran dan ukuran kemampuan yang bersifat situasional dan
kondisional. Lakukan pertemuan-pertemuan rutin dengan tujuan melakukan kritik dan oto kritik agar
konsisten perjuangan terjaga dalam koridor ideologi, ketulusan dan kejujuran, Silih Asih – Silih Asah – Silih
Asuh – Siliwangi merupakan azas kebersamaan (gotong royong) yang harus selalu dibangun secara kreatif
dan produktif. Selalu bersama rakyat dalam melawan tindakan yang merugikan rakyat. Jauhi praktek-praktek
KKN ! Suarakan selalu dalam sanubari: Bangkit Rakyat, Bangkitlah Rakyat, Bersatulah Rakyat Indonesia.

52. T : Siapa lawan ideologis organisasi P.S. ?


J : Mereka yang mencoba dan berusaha menggerogoti dan memusnahkan Pancasila dan UUD tahun 1945,
Mereka yang menyelewengkan dan berhianat pada cita-cita proklamasi, 17 Agustus 1945. Mereka yang
menyelewengkankan dan menghancurkan kehendak kebudayaan (nature, sifat, watak dan pembawaan) rakyat
bangsa Indonesia sebagaimana tersurat dan tersirat dalam Mukadimah UUD’45. Secara ideologis adalah
feodalisme, Borjuisme, Kapitalisme, neo-kolonialisme dan neo-imperialisme dan yang anti NKRI (Negara
Kesatuan Republik Indonesia).

53. T : Bagaimana mengenali kawan seperjuangan dalam organisasi P.S. ?


J : Mereka yang berpihak dan selalu memperjuangkan kerakyatan, mereka yang selalu memperjuangkan
NKRI dan Pancasilais. Lewat kaca mata ideologi, kawan seperjuangan bisa dibagi dalam tiga katagori
persekutuan: Sekutu taktis, sekutu strategis dan sekutu ideologis.

54. T : Bagaimana organisasi P.S. menyikapi masa depan ?


J : Siapkan diri sebagai kader yang cerdas, percaya diri, kreatif, produktif dan berjuanglah secara benar agar
anggota P.S. dapat merasakan kemenangnannya secara nyata, Jangan terjebak pada mitos : UANG
SEGALANYA ! dan SEGALA-GALANYA UANG ! bukan kekuatan uang yang kita jadikan modal dasar
membangun organisasi P.S. tetapi pemantapan kematangan ideologi, kerapihan kerja organisasi, kejelasan
program, ketulusan dan kekhlasan memperjuangkan kemenangan dibumi Nusantara ini.

55. T : Bagaimana cara menjadi anggota organisasi P.S. ?


J : Pertama, harus sebagai Warga Negara Indonesia berusia minimal usia pelajar atau berusia 17 tahun.
Terdaftar sebagai salah satu penduduk/warga Rt. Rw, Kelurahan tertentu dengan bukti pemilikan Kartu Tanda
Penduduk (KTP)/Kartu Pelajar. Kedua, Mendaftarkan dan mencatatkan diri dengan mengisi formulir calon
anggota pada sekretariatan yang telah ditentukan dan Ketiga, bersedia di bae’at oleh pelatih P.S. yang
ditunjuk dan bersedia mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi P.S.
Bersedia menerima, mempelajari dan melaksanakan seluruh ajaran P.S.

56. T : Apa kriteria menjadi fungsionaris (pengurus-pejabat-pemimpin) organisasi P.S.?


J : Mau bekerja keras, bermoral dan berbudi pekerti baik, Ia telah diterima dan diakui sebagai kader organisasi
P.S. yang integritas dan dedikasi pribadinya sebagai kader telah dianggap memadai dan tak lagi diragukan.
Pemahaman, penjiwaan dan pengamalan ajaran P.S. tercermin dengan baik dalam prilaku kesehariannya.

57. T : Apa tugas dan tanggung jawab menjadi anggota P.S. ?


J : Menjalankan amanat sebagaimana tersurat dan tersirat dalam AD/ART organisasi P.S. Menjalankan
amanat perjuangan organisasi P.S. agar mempercepat tercapainya tujuan perjuangan organisasi P.S. sesuai
Garis Besar Haluan Organisasi P.S.

58. T : Apa tugas dan tanggung jawab kader organisasi P.S. ?


J : Selain menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab dan tugas anggota organisasi P.S. seorang
kader harus memberi keteladanan dan sekaligus melakukan secara aktif proses pembelajaran ideologi
dan kemasyarakatan kepada anggota P.S. maupun masyarakat umum agar tujuan perjuangan organisasi P.S.
lebih mendapat dukungan dari masyarakat luas. Ia harus tampil sebagai lokomotif terdepan (pelopor) dlam
setiap gerakan perjuangan dalam masyarakat maupun ideologi organisasi P.S.

58. T : Apa arti lambang organisasi Pentjak Silat Partisan Siliwangi Indonesia, disingkat P.S. :
J : Makna atau arti lambang P.S. adalah sebagai berikut :
1. Warna dasar lambang Hijau lumut yang melambangkan dasar kejuangan merebut kemerdekaan Republik
Indonesia.
2. Segi lima Bintang Gerilya warna kuning emas melambangkan keberhasilan perjuangan gerilya Laskar P.S.
3. Merah Putih wajit dalam segi empat belah ketupat melambangkan mulut manusia yang
harus dijaga dan dipelihara jangan sampai berbicara bukan pada tempatnya dan bahwa di
Negara kita ada empat kitab suci yang diakui Yakni:Al-Qur’an, Injil, Zabur, Taurot. Yang
merupakan keyakinan bangsa kita.
4. Tulisan huruf “P” dan huruf “S” melambangkan sandi keyakinan diri pribadi setiap anggota
sampai akhir hayat.
5. Tulisan Sagalaherang 2 Juli 1922 melambangkan peringatan tempat, tanggal, bulan, tahun
didirikannya perkumpulan Paguron P.S. pada masa penjajahan Belanda.
6. Kepala Harimau melambangkan semangat juang pantang menyerah dalam memperjuangkan dan
membela kebenaran dan keadilan demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7. Padi danm Kapas melambangkan cita-cita luhur bangsa Indonesia yang harus diwujudkan yakni:
Kesejahteraan, Kemakmuran dalam Keadilan.
8. Sinar Mata Hari Sebelas melambangkan perjuangan Gerilya Pasukan Sebelas dan atau Rukun Iman dan
Rukun Islam yang harus dijalankan oleh segenap warga P.S.
9. Pita putih bertuliskan Partisan Siliwangi melambangkan nama Paguron P.S.

59. T : Apa saja perlengkapan yang harus dipersiapkan pada Acara-Acara penting organisasi P.S. ?
J : Perlengkapan pada acara tingkat Regional dan tingkat Nasional harus ada yang utama adalah Photo
Pendiri P.S. Ama Raden Puradiredja, kedua Bendera Sangsaka Merah Putih, ketiga Bendera Ormas
Organisasi P.S. Spanduk Acara utama dan motto kejuangan dan lain sebagainya sesuai dengan AD/ART.

Demikianlah diktat panduan untuk mengenal lebih jauh tentang apa itu P.S. ini penulis sampaikan agar dapat
bermanfaat bagi kita semua, sekiranya ada kekurangan dan atau kesalahan didalam penyebutan atau kalimat
dimohon agar pembaca dapat menyempurnakannya, sebelum dan sesudahnya penulis ucapkan beribu-ribu
terima kasih.

Bekasi, 2 Juni 2009.


Penulis,
H.ABU HUSIN MALHIR,SH.