Anda di halaman 1dari 3

KONSEP KONSUMSI, KONSUMTIF, KONSUMERISME, DAN PERILAKU KONSUMEN

Pada dasarnya setiap manusia memiliki berbagai macam dalam hidupnya, mulai dari sandang,
pangan, dan papan sebagai kebutuhan primer, sampai dengan pada kebutuhan sekunder dan
tersiernya yang juga terasa tidak kalah penting dengan kebutuhan primer, seperti handphone,
make up, transportasi, dan lain sebagainya.
Di dalam dunia perekonomian, tidaklah asing jika terdapat bahasan mengenai konsep konsumsi,
konsumtif, konsumerisme, dan perilaku konsumen. Bahasan mengenai konsep ini, di dalam
dunia ekonomi berguna agar para pelaku bisnis, wirausaha, dan pelaku dunia bisnis lainnya,
dapat menentukan, mengontrol pangsa pasar, agar bisa mendapatkan strategi pasar yang baik dan
mendapatkan keuntungan yang besar pula.
Namun dalam dunia psikologi, konsep ini digunakan untuk melihat sisi psikologis dari perilaku
konsumen baik itu pembeli maupun pengguna jasa, dalam memilih dan pembelian barang,
apakah konsumen membeli barang dikarenakan kebutuhannya yang memang mengharuskan para
konsumen untuk membeli barang atau menggunakan jasa tersebut, ataukah hanya karena
keinginan memiliki, atau bahkan karena gengsi semata.
Sebelum membahas tentang konsep dari perilaku konsumen ada baiknya jika kita mengerti
tentang pengertian dari konsumen, konsumtif, dan konsumerisme terlebih dahulu.

A. Pengertian Konsumsi
Secara harafiah konsumsi adalah suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu prosuk barang
atau jasa yang dihasilkan oleh para produsen. Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah
suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik
berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung.
Kegiatan konsumsi merupakan tindakan pemuasan atas berbagai jenis tuntutan kebutuhan
manusia. Individu yang melakukan kegiatan konsumsi disebut juga konsumen.
Menurut Chaney konsumsi adalah seluruh tipe aktifitas sosial yang orang lakukan sehingga dapat
dipakai untuk mencirikan dan mengenal mereka, selain (sebagai tambahan) apa yang mungkin
mereka lakukan untuk hidup. Chaney menambahkan, gagasan bahwa konsumsi telah menjadi
(atau sedang menjadi) fokus utama kehidupan sosial dan nilai-nilai kultural mendasari gagasan
lebih umum dari budaya konsumen.

Contohnya : Menghabiskan makanan dan minuman, memakai baju, menonton TV.

B. Pengertian Konsumtif
Konsumtivisme merupakan paham untuk hidup secara konsumtif, sehingga orang yang
konsumtif dapat dikatakan tidak lagi mempertimbangkan fungsi atau kegunaan ketika membeli
barang melainkan mempertimbangkan prestise yang melekat pada barang tersebut. Oleh karena
itu, arti kata konsumtif (consumtive) adalah boros atau perilaku yang boros, yang mengonsumsi
barang atau jasa secara berlebihan. Dalam artian luas konsumtif adalah perilaku berkonsumsi
yang boros dan berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, serta tidak
ada skala prioritas atau juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang bermewah-mewah.
Pengertian konsumtif, menurut Yayasan Lembaga Konsumen (YLK), yaitu batasan tentang
perilaku konsumtif ysebagai kecenderungan manusia untuk menggunakan konsumsi tanpa batas.
Definisi konsep perilaku konsumtif sebenarnya amat variatif. Tapi pada intinya perilaku
konsumtif adalah membeli atau mengunakan barang tanpa pertimbangan rasional atau bukan atas
dasar kebutuhan.

Contohnya : membeli handphone jenis terbaru, mengikuti trend dan membeli gadget yang sedang
up to date.

C. Pengertian Konsumerisme
Terkadang, banyak yang mengatakan bahwa pengertian dari konsumtif sama dengan
konsumerisme. Namun ternyata banyak pula tokoh-tokoh yang mengatakan bahwa konsumtif
mempunyai makna yang berbeda dengan konsumerisme.
Seperti yang telah tercantum di atas, dapat kita lihat pengertian dari konsumtif, maka sekarang
ada baiknya kita mengetahui pengertian konsumerisme yang sebenarnya.
Konsumerisme adalah kata dari bahasa asing yaitu consumerism. Menurut Encyclopedia
Britanica, Konsumerisme sebagai gerakan atau kebijaksanaan yang diarahkan untuk menata
metode dan standar kerja produsen, penjual dan pengiklan untuk kepentingan pihak pembeli.
Sedangakan menurut JJ. Sembiring, konsumerisme merupakan gerakan konsumen (consumer
movement) yang mempertanyakan kembali dampak-dampak aktivitas pasar bagi konsumen.
Dalam pengertian lebih luas, istilah konsumerisme, dapat diartikan sebagai gerakan yang
memperjuangkan kedudukan yang seimbang antara konsumen, pelaku usaha dan negara dan
gerakan tidak sekadar hanya melingkupi isu kehidupan sehari-hari mengenai produk harga naik
atau kualitas buruk, termasuk hak asasi manusia berikut dampaknya bagi konsumen.
Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia kontemporer (Peter Salim, 1996), arti konsumerisme
(consumerism) adalah cara melindungi publik dengan memberitahukan kepada mereka tentang
barang-barang yang berkualitas buruk, tidak aman dipakai dan sebagainya. Selain itu, arti kata
ini adalah pemakaian barang dan jasa.
Budaya Konsumer
Pilliang mengemukakan bahwa: Kebudayaan konsumer yang dikendalikan sepenuhnya oleh
hukum komoditi, yang menjadikan konsumer sebagai raja; yang menghormati setinggi-tingginya
nilai-nilai individu, yang memenuhi selengkap dan sebaik mungkin kebutuhan-kebutuhan,
aspirasi, keinginan dan nafsu, telah memberi peluang bagi setiap orang untuk asyik dengan
sendirinya (Piliang, 1999, hal. 44).
Masyarakat yang hidup dalam budaya konsumer. Ada tiga perspektif utama mengenai budaya
konsumer menurut Featherstone (1991). Tiga perspektif yang dimaksud adalah ; Pertama,
budaya konsumer di dasari pada premis ekspansi produksi komoditas kapitalis yang telah
menyebabkan peningkatan akumulasi budaya material secara luas dalam bentuk barang-barang
konsumsi dan tempat-tempat untuk pembelanjaan dan untuk konsumsi. Hal ini menyebabkan
tumbuhnya aktivitas konsumsi serta menonjolnya pemanfaatan waktu luang (leisure) pada
masyarakat kontemporer Barat.
Kedua, perspektif budaya konsumer berdasarkan perspektif sosiologis yang lebih ketat, yaitu
bahwa kepuasan seseorang yang diperoleh dari barang-barang yang dikonsumsi berkaitan dengan
aksesnya yang terstruktur secara sosial. Fokus dari perspektif ini terletak pada berbagai cara
orang memanfaatkan barang guna menciptakan ikatan sosial atau perbedaan sosial.
Ketiga, perspektif yang berangkat dari pertanyaan mengenai kesenangan/kenikmatan emosional
dari aktivitas konsumsi, impian dan hasrat yang menonjol dalam khayalan budaya konsumer, dan
khususnya tempat-tempat kegiatan konsumsi yang secara beragam menimbulkan kegairahan dan
kenikmatan estetis langsung terhadap tubuh.
D. Pengertian Perilaku Konsumen
Di dalam dunia ekonomi, perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang
melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan
yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan
produk, pelayanan dari sumber lainnya.
Selain pengertian di atas, terdapat pula berbagai pendapat dari kalangan ekonomi yang
mengatakan bahwa perilaku konsumen merupakan tingkah laku dari konsumen, dimana mereka
dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki
suatu produk dan jasa mereka. Fokus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu
membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk
mengkonsumsi suatu barang.
Dua wujud konsumen
1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk
penggunaannya sendiri.
2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk
memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.

E. Pengaruh Lingkungan Terhadap Perilaku Konsumen


Pada akhirnya, yang banyak membawa pengaruh terhadap perilaku konsumen adalah
lingkungan. Karena dengan adanya dorongan dari lingkungan, membuat individu dapat menjadi
seseorang yang consumer, atau menjadi seorang yang mengkonsumsi sesuai kebutuhannya.
Lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen antara lain adalaha keluarga, teman-
teman, media massa, faktor pendapatan dan juga faktor yang datang dari dalam diri individu
tersebut sendiri.

Sumber :

http://majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/pengertian-konsep-definisi-pemasaran/

http://organisasi.org/perilaku-konsumen-ringkasan-rangkuman-resume-mata-kuliah-ekonomi-
manajemen

http://www.indowarta.com/index.php?view=article&catid=102%3Aopini&id=310%3Abudaya-
konsumerisme&option=com_content&Itemid=333

http://organisasi.org/pengertian_jenis_macam_kegiatan_ekonomi_arti_definisi_produksi_distrib
usi_dan_konsumsi_ilmu_pendidikan_ekonomi_dasar

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen