Anda di halaman 1dari 11

c cc

Kanker sering dikenal sebagai tumor, walaupun tidak semua tumor adalah kanker.
Kanker adalah suatu penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang
berubah menjadi sel-sel kanker.Tumor adalah segala benjolan atau gumpalan yang timbul pada
tubuh, baik yang kelihatan dipermukaan tubuh maupun yang tersembunyi di dalam tubuh.

Ada dua golongan tumor yaitu tumor jinak dan tumor ganas.

Tumor jinak tumbuh lamban, bersimpai atau berselaput pembungkus sehingga mudah dioperasi
dan diangkat.

Tumor ganas yang disebut kanker, tumbuh cepat, tidak bersimpai, tumbuhnya menyusup ke
bagian lain melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening.

APA PENYEBAB KANKER ?

Penyebab kanker sampai saat ini belum dapat dipastikan (flash), namun ada beberapa factor yang
diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Faktor-faktor yang diperkirakan menjadi penyebab adalah:

* Bahan kimia, seperti tar pada rokok, bahan kimia industri.


* Penyinaran yang berlebihan
* Beberapa virus tertentu, seperti virus Papiloma pada manusia
* Pemberian hormone berlebihan
* Rangsangan berupa benturan atau gesekan pada salah satu bagian tubuh secara berulang dalam
waktu yang lama sehingga menimbulkan luka yang tidak sembuh-sembuh.
* Makanan tertentu, seperti makanan yang diawetkan, mengandung zat pewarna.

SIAPA SAJA YANG DAPAT TERKENA KANKER

* Kanker dapat menimpa semua orang, dan semua golongan umur, namun lebih sering menimpa
orang yang berusia diatas 40 tahun.
* Pada umumnya kanker tidak diturunkan, tetapi ada beberapa jenis yang secara genetis dapat
diturunkan.

KANKER DAPAT MENYERANG BAGIAN TUBUH MANA SAJA ?

* Kanker dapat timbul pada semua bagian tubuh. Oleh karena itu dikenal berbagai jenis kanker
berdasarkan organ tubuh yang terkena, seperti kanker leher rahim, kanker payudara, kanker
tulang, kanker paru, kanker hati, kanker kulit, kanker usus besar, kanker darah dan lain
sebagainya.
* Kanker pada awalnya tumbuh pada satu bagian tubuh. Dalam pertumbuhannya, sel-sel kanker
dapat menyebar lebih luas ke bagian-bagian tubuh yang lain,
disebut anak sebar (metastasis)

SEBAGIAN BESAR KANKER DAPAT DICEGAH DENGAN KEBIASAAN


HIDUP SEHAT DAN MENGHINDARI FAKTOR-FAKTOR PEMICU

KANKER KELENJAR GETAH BENING

Kanker Kelenjar Getah Bening atau Limfoma (flash) adalah sejenis kanker yang tumbuh akibat
mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal. Hal ini berakibat sel
abnormal nenjadi ganas. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada
berbagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limpa, sum-sum tulang, darah
maupun organ lainnya. Terdapat dua macam kanker sistem limfatik yaitu: penyakit Hodgkin dan
Limfoma Non-Hodgkin (NHL) (flash). NHL adalah sekelompok penyakit keganasan yang saling
berkaitan yang mengenai sistem limfatik.

Sistem Limfatik
Sistem limfatik adalah bagian penting sistem kekebalan tubuh yang memainkan peran kunci
dalam pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan kanker. Cairan limfatik adalah cairan putih
mirip susu yang mengandung protein, lemak dan limfosit (sel darah putih) yang semuanya
mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfatik. Ada dua macam sel limfosit yaitu: Sel B
dan Sel T.Sel B membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan jalan membuat antibodi
yang menyerang dan memusnahkan bakteri.

Gejala dan tandaGejala dan tanda NHL meliputi pembengkakan kelenjar getah bening (pada
leher, ketiak atau pangkal paha). Pembesaran kelenjar tadi dapat dimulai dengan gejala
penurunan berat badan, demam, keringat malam. Tidak ada tes deteksi dini untuk NHL. Bila
gejala di atas dijumpai, maka disarankan pergi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penyebab NHLPenyebab pasti belum diketahui. Empat kemungkinan penyebabnya adalah:


faktor keturunan, kelainan sistem kekebalan, infeksi virus atau bakteria (HIV, HCV, EBV,
Helicobacter Sp) dan toksin lingkungan (herbisida, pengawet dan pewarna kimia).Jenis
NHLTerdapat lebih dari 30 sub-tipe NHL yang berbeda (90 persennya dari jenis sel B), yang
dapat dikelompokkan menurut beberapa panduan klasifikasi.

Klasifikasi tersebut mempertimbangkan beberapa faktor seperti penampakan di bawah


mikroskop, ukuran, kecepatan tumbuh dan organ yang terkena.Secara umum dapat dikenali
beberapa bentuk NHL yaitu amat agresif (tumbuh cepat), menengah dan indolen
(tumbuh lambat). Penentuan ini dilakukan dengan mikroskop oleh dokter patologi di
laboratorium.

PengobatanPengobatan inti NHL saat ini meliputi kemoterapi, terapi antibodi monoklonal,
radiasi, terapi biologik dan cangkok sum-sum tulang. Penentuan jenis
terapi yang diambil amat bergantung kondisi individual pasien dan bergantung pada 3 faktor
utama:

1. Stadium
2. Ukuran
3. Derajat keganasan

Limfoma Agresif (intermediate/derajat keganasan tinggi) cepat tumbuh dan menyebar dalam
tubuh dan bila dibiarkan tanpa pengobatan dapat mematikan dalam 6 bulan. Angka harapan
hidup rata-rata berkisar 5 tahun dengan sekitar 30-40% sembuh. Pasien yang terdiagnosis dini
dan langsung diobati lebih mungkin meraih remisi sempurna dan jarang mengalami
kekambuhan. Karena ada potensi kesembuhan, maka biasanya pengobatan lebih agresif. Standar
terapi dahulu meliputi kemoterapi standar CHOP dan/atau kemoterapi dosis tinggi dan cangkok
sum-sum. Baru-baru ini, penggunaan rituximab plus kemoterapi standar telah direkomendasikan
oleh para peneliti Eropa yang mengobati NHL agresif berdasarkan uji klinisi yang menunjukkan
perpanjangan harapan hidup pasien ketika diobati dengan Rituximab +
CHOP dibandingkan hanya CHOP.

Limfoma Indolen (derajat keganasan rendah) tumbuh lambat sehingga diagnostik awal menjadi
lebih sulit. Pasien dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun dengan penyakit ini, tetapi
standar pengobatan yang ada tidak dapat menyembuhkannya. Biasanya, pasien memberikan
respon yang baik pada terapi awal, tetapi sangat mungkin kanker tumbuh kembali. Pasien dengan
limfoma indolen bisa mendapatkan terapi sebanyak lima sampai enam kali sepanjang hidup
mereka. Meskipun demikian, pasien biasanya memberikan respon terapi yang semakin rendah.
Angka harapan hidup pada limfoma jenis ini, dimana seringkali pasien terkalahkan oleh penyakit
ini atau komplikasi yang timbul, berkisar antara enam tahun.

Korban NHLPada tahun 2000 diperkirakan 300,000 orang meninggal karena NHL1. Beberapa
selebriti dunia yang meninggal karena NHL adalah: Jacqueline Kennedy Onassis dan Raja
Hussein dari Jordania.

KANKER KOLOREKTAL

Kanker Kolorektal atau Kanker kolon/usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di
dalam permukaan usus besar atau rektum. Kebanyakan kanker usus besar berawal
dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau disebut adenoma, yang dalam stadium awal
membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat). Pada stadium awal, polip dapat diangkat
dengan mudah. Tetapi, seringkali pada stadium awal adenoma tidak menampakkan gejala
apapun sehingga tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama dan pada kondisi tertentu
berpotensi menjadi kanker yang dapat terjadi pada semua bagian dari usus besar.

Faktor Resiko
Penyebab pasti kanker kolorektal masih belum diketahui, tetapi kemungkinan besar disebabkan
oleh:
* Cara diet yang salah (asupan makanan yang tinggi lemak dan protein, rendah serat)
* Obesitas/kegemukan
* Pernah terkena kanker kolorektal sebelumnya
* Sejarah keluarga dengan kanker kolorektal
* Pernah memiliki polip di usus
* Umur (resiko meningkat pada usia diatas 50 tahun)
* Jarang melakukan aktifitas fisik

Gejala-gejala
Gejala-gejala kanker kolorektal meliputi:

* Pendarahan pada usus besar, ditandai dengan ditemukannya darah pada feses saat buang air
besar
* Perubahan pada fungsi usus (diare atau sembelit) tanpa sebab yang jelas, berlangsung lebih
dari enam minggu
* Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
* Rasa sakit di perut atau bagian belakang
* Perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air besar

Kadang-kadang kanker dapat menjadi penghalang dalam usus besaryang tampak pada beberapa
gejala seperti kesakitan, sembelit, rasa sakit dan rasa kembung di perut.

Pilihan Penatalaksanaan
Operasi adalah pilihan utama untuk terapi kanker kolorektal yang bisa digunakan secara tunggal
atau dikombinasi dengan radioterapi dan kemoterapi. Pilihan terapi sangat tergantung pada
stadium, posisi, ukuran dan penyebaran kanker.
Kemoterapi biasanya diberikan setelah operasi untuk mengurangi peluang kembalinya kanker.
Hal yang sama dilakukan ketika kanker telah berada pada stadium lanjut dan menyebar ke bagian
tubuh yang lain.Radioterapi biasanya hanya diberikan untuk kanker rektum dan dapat diberikan
sebelum atau sesudah operasi. Saat ini, vaksin dan terapi penyembuhan yang diciptakan untuk
merangsang sistem kekebalan tubuh pasien terhadap kanker kolorektal sedang diteliti.

KANKER PARU
Kanker paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru yang
dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen lingkungan, terutama asap rokok. Menurut World
Health Organization (WHO), kanker paru merupakan penyebab kematian utama dalam
kelompok kanker baik pada pria maupun wanita.1

Tipe Kanker Paru


Ada dua tipe utama kanker paru

* Small cell carcinoma (SCLC = KPKSK) --- kanker


paru jenis karsinoma sel kecil
* Non-small cell carcinoma ( NSCLC = KPKBSK) yaitu terdiri dari: adenokarsinoma, squamous
cell dan large cell (kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil)NSCLC adalah tipe yang paling
umum dari kanker paru, mencakup 75 ± 80% dari semua kasus. 3 Membedakan NSCLC and
SCLC sangatlah penting karena kedua tipe kanker ini
memerlukan terapi yang berbeda.

Adenokarsinoma yang mencakup 40% kanker paru, lebih banyak muncul pada wanita.
Squamous cell karsinoma lebih jarang dijumpai, dan mencakup 25% dari kasus kanker paru serta
paling banyak terjadi pada pria dan orang tua. Tipe kanker paru yang paling jarang adalah kanker
paru large cell, yang mencakup 10% kanker paru, tumbuh lebih cepat dibanding tipe lain serta
menyebar cepat dalam paru.4,5
Gejala

Ada beberapa cara kanker paru bisa dideteksi. Beberapa orang menemukannya saat pemeriksaan
kesehatan rutin, sementara lainnya mungkin telah menunjukkan tanda dan
gejala sejak berbulan-bulan sebelumnya.

Gejala umum yang ditemui pada penderita kanker paru adalah:

* Batuk
* Dahak berdarah
* Sesak napas
* Sakit
* Radang paru atau bronkitis berulang
* Kelelahan
* Kehilangan selera makan atau turunnya berat badan
* Suara serak/parau
* Pembengkakan di wajah atau leher

KANKER PAYUDARA

Penyebab dan Faktor ResikoPenyebab pasti kanker payudara tidak diketahui.


Meskipun demikian, riset mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko pada
individu tertentu, yang meliputi:

* Riwayat keluarga yang memiliki penyakit serupa


* Usia yang makin bertambah
* Tidak memiliki anak
* Kehamilan pertama pada usia di atas 30 tahun
* Periode menstruasi yang lebih lama (menstruasi pertama lebih awal atau menopause lebih
lambat)
* Faktor hormonal (baik estrogen maupun androgen).

Dari faktor risiko tersebut di atas, riwayat keluarga serta usia menjadi faktor terpenting. Riwayat
keluarga yang pernah mengalami kanker payudara meningkatkan resiko berkembangnya
penyakit ini. Para peneliti juga menemukan bahwa mutasi dua gen yaitu BRCA1 dan BRCA2
dapat meningkatkan risiko wanita terkena kanker sampai 85%. 3 Hal yang menarik, faktor
genetik hanya berdampak 5-10% dari terjadinya kanker payudara dan ini menunjukkan bahwa
faktor risiko lainnya memainkan peranan penting.4

Pentingnya faktor usia sebagai faktor risiko diperkuat oleh data bahwa 78% kanker payudara
terjadi pada pasien yang berusia lebih dari 50 tahun dan hanya 6% pada
pasien yang kurang dari 40 tahun. Rata-rata usia pada saat ditemukannya kanker adalah 62
tahun.4,5

Studi juga mengevaluasi peranan faktor gaya hidup dalam perkembangan kanker payudara yang
meliputi pestisida, konsumsi alkohol, kegemukan, asupan lemak serta kurangnya olah fisik. 4,5
Diagnostik dan PemeriksaanSejumlah studi memperlihatkan bahwa deteksi dini kanker
payudara yang diikuti dengan terapi dapat meningkatkan harapan hidup dan memberikan pilihan
terapi lebih banyak pada pasien.

Diperkirakan 95% wanita yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara dapat bertahan
hidup lebih dari lima tahun setelah terdiagnosa sehingga banyak dokter yang merekomendasikan
agar para wanita menjalani µsadari¶ (periksa payudara sendiri) di rumah secara rutin dan
menyarankan dilakukannya pemeriksaan rutin tahunan untuk mendeteksi benjolan pada
payudara. Pada umumnya, kanker payudara dideteksi oleh penderita
sendiri dan biasanya berupa benjolan yang keras dan kecil. Pada banyak kasus benjolan ini tidak
sakit, tapi beberapa wanita mengalami kanker yang menimbulkan rasa sakit.

Selain tes fisik, mamografi tahunan atau dua kali setahun dan USG khusus payudara disarankan
untuk mendeteksi adanya kelainan pada wanita berusia lanjut dan wanita berisiko tinggi kanker
payudara, sebelum terjadi kanker. Jika benjolan bisa teraba atau kelainan terdeteksi saat
mamografi, biopsi perlu dilakukan untuk mendapatkan contoh jaringan guna dilakukan tes di
bawah mikroskop dan meneliti kemungkinan adanya tumor.Jika terdiagnosis kanker, maka perlu
dilakukan serangkaian tes seperti status reseptor estrogen Jenis tes yang baru menyertakan juga
tes tumor untuk menentukan status HER2 (human epidermal growth factor receptor-2). Ini
berhubungan dengan pertumbuhan sel kanker yang agresif. Pasien dikatakan HER2-positif jika
pada tumor ditemukan overekspresi HER2 dan kurang sensitif terhadap kemoterapi tertentu.
Kanker dengan
HER2-positif dikenal sebagai bentuk agresif dari kanker payudara dan memiliki perjalanan
penyakit yang lebih buruk daripada pasien dengan HER2-negatif. Diperkirakan 20% ± 30 %
pasien kanker payudara memiliki HER2-positif.
Penatalaksanaan Kanker Payudara

Penatalaksanaan kanker payudara dilakukan dengan serangkaian pengobatan meliputi


pembedahan, kemoterapi, terapi hormon, terapi radiasi dan yang terbaru adalah terapi antibodi
monoklonal. Pengobatan ini ditujukan untuk memusnahkan kanker atau membatasi penyebaran
penyakit serta menghilangkan gejala-gejalanya.

Keberagaman jenis kanker payudara mengharuskan dilakukannya diagnostik yang rinci sebelum
memutuskan jenis terapi yang akan dipakai, sehingga pilihannya bersifat individual.

Terapi Sistemik Primer (Neo-adjuvant Therapy)Pemilihan terapi sistemik primer dapat dilakukan
sebelum operasi pengambilan tumor, hal ini bergantung pada jenis, penyebaran dan ukuran
tumor pada saat diagnostik awal. Terapi ini bertujuan untuk mengurangi ukuran tumor sehingga
memungkinkan untuk dilakukannya operasi sekaligus mempertahankan bentuk payudara. Hal ini
juga memberikan informasi berharga tentang sensitifitas tumor terhadap obat yang digunakan.
Informasi ini akan menentukan terapi yang tepat untukmengatasi tumor yang tertinggal setelah
operasi.

Pembedahan
Tumor primer biasanya dihilangkan dengan pembedahan.
Prosedur pembedahan yang dilakukan pada pasien kanker payudara tergantung pada stadium
penyakit, jenis tumor, umur dan kondisi umum pasien. Ahli bedah dapat
mengangkat tumor (lumpectomy), mengangkat sebagian payudara dan berkelenjar getah bening
atau pengangkatan seluruh payudara (mastectomy). Untuk meningkatkan harapan hidup,
pembedahan biasanya diikuti dengan terapi tambahan (ajuvan) seperti radiasi, hormon atau

kemoterapi.

Terapi Radiasi Ajuvan


Terapi radiasi dilakukan dengan sinar-X berintensitas tinggi untuk membunuh sel kanker yang
tidak terangkat saat pembedahan. Ini dilakukan pada pasien yang telah menjalani operasi untuk
tumor yang terlokalisasi pada suatu area. Efek samping pada kulit berupa: gatal, kemerahan, kulit
kering dan kelelahan.
Terapi Hormonal
Beberapa tumor payudara mengekspresikan banyak reseptor estrogen (RE) pada permukaan
selnya. Pada jenis tumor ini, hormon estrogen wanita menunjang pertumbuhan tumor yang
berikatan dengan RE dan mengatur siklus pertumbuhan sel. Kanker payudara yang bergantung
pada estrogen disebut RE-positif. Terapi hormonal seperti
tamoxifen atau penghambat aromatase, menghambat efek pertumbuhan estrogen dan dapat
digunakan sebagai terapi ajuvan setelah operasi atau pada kanker payudara stadium lanjut
(metastatik).

Kemoterapi
Obat kemoterapi digunakan baik pada stadium awal ataupun stadium lanjut penyakit (tidak dapat
lagi dilakukan pembedahan, stadium lanjut yang terlokalisasi atau metastatik). Obat kemoterapi
bisa digunakan secara tunggal atau dikombinasikan untuk terapi kanker
payudara yaitu:Anthraycline contoh: doxorubicin, epirubicinTaxane contoh: paclitaxel, docetaxel
Fluoropyrimidine contoh: capecitabine, 5-fluorouracil (5 ± fu)
Alkylating agent contoh: cyclophosphamide

Terapi Imunologik
Sekitar 20-30% tumor payudara menunjukkan overekspresi atau amplifikasi gen secara
berlebihan. Untuk pasien seperti ini, trastuzumab, antibodi yang secara khusus dirancang untuk
menyerang HER2. Trastuzumab dapat menghambat pertumbuhan tumor dan mematikan sel
tumor. Pasien sebaiknya juga menjalani tes HER2 untuk mendapatkan manfaat terapi dengan
trastuzumab yang merupakan satu-satunya terapi imunologik untuk terapi

kanker payudara.

Mengobati Pasien Pada Tahap Akhir Penyakit Sekitar 50% pasien kanker payudara dapat
sembuh, baik dengan terapi awal ataupun tambahan terapi ajuvan. Bagi 50% lainnya, yaitu
pasien yang mengalami metastatik, pilihan terapi lebih ditujukan untuk meningkatkan angka
harapan hidup. Diantara banyak obat kanker yang diteliti, hanya sedikit yang efektif pada kasus
pasien kanker payudara metastatik, diantaranya trastuzumab dan
capecitabine.

Fokus terapi pada kanker stadium akhir adalah memperpanjang harapan hidup tanpa mengurangi
kualitas hidup pasien. Pada pasien kanker payudara dengan HER2-positif, trastuzumab diberikan
sebagai terapi lini pertama untuk kanker payudara metastatik dengan kombinasi obat kemoterapi
lainnya (contoh: docetaxel atau paclitaxel) juga pada lini kedua ataupun pada lini ketiga sebagai
terapi tunggal.