Anda di halaman 1dari 4

Stensilan Tjap Tjoean 2000

Gadis Bercadar Bahgian 1

Untuk Yang Berminat Gadis Berjilbab, Ini ada ceritanya.

Derita Gadis-gadis Bercadar bagian-1

Akad pernikahan baru saja berakhir. Seorang gadis bercadar hitam


dengan jubah lebar berwarna hitam pula, dengan tudung panjang yang
juga berwarna hitam menjadi mempelai wanitanya. Ia bernama Ummu Nushaibah. Ia baru
saja menikah di Jakarta, dengan seorang pemuda alim juga bernama Ahmad Fadhilah.
Suasana akad agak rebut. Pasalnya,
mempelai wanita tidak mau melepaskan cadarnya di hadapan penghulu dan
para hadirin. Sebenarnya itu masalah simple, tetapi si penghulu memang dikenal orang yang
keras, sehingga ia merasa tersinggung dan
marah besar. Pak penghulu itu bernama Sutarjo, lelaki berusia 45 tahun lebih. Kejadian siang
itu amat membekas di hari Sutarjo,
sehingga ia merencakan pembalasan dendam yang akan membuat malu Ummu
Nushaibah, sang gadis bercadar yang alim itu. Pucuk dicinta ulam
tiba, adik kandung Ahmad Fadhilah calon suami gadis bercadar itu yang
bernama Adnan, juga merasa benci terhadap Ummu Nushaibah, calon
iparnya itu. Akhirnya mereka berdua bersepakat untuk mempermalukan
Ummu Nushaibah di malam pertamanya itu. Caranya cukup klasik. Adnan
berpura-pura menyiapkan minuman untuk kedua mempelai. Sementara
Sutarjo sang penghulu, sengaja diberikan kamar untuk tidur di rumah
itu, dengan alasan lelah dan capek. Minuman untuk Ahmad Fadhilah
dicampuri dengan obat bius dosis tinggi, sehingga dijamin semalaman
akan tidur nyenyak. Sementara minuman untuk Ummu Nushaibah dicampuri
dengan obat bius dan obat perangsang, dengan perbandingan ? sehingga

daya perangsangnya lebih kuat. Singkat cerita, saking hausnya, kedua


mempelai langsung meminum tandas dua gelas minuman yang dihidangkan
untuk mereka berdua. Saat itu hari sudah agak malam, kira-kira pukul
21.00 WIB. Sehabis minum, dengan pakaian masih lengkap, Ahmad
Fadhilah dengan gamisnya, dan Ummu Nushaibah dengan tudung, jubah dan
cadar hitamnya, terlihat agak limbung. Adnan berlagak menuntun mereka
ke kamar. Belum sampai ke pintu, mereka berdua terlihat sudah
terlelap. Adnan segera memasukkan abangnya itu ke kamarnya, sementara
Ummu Nushaibah segera ia bopong ke kamar pengantin. Tubuh gadis
bercadar itu ia letakkan di atas pembaringan yang indah dan mahal,
maklum malam pengantin sih. Setelah itu dengan agak berbegas ia
memanggil pak Sutarjo untuk segara datang ke kamar. Sebentar kemudian
dengan tergopoh-gopoh, pak Sutarjo datang. Pintu kamar ditutup rapat,
dan mereka yakin tidak akan ada anggota keluarga yang mengganggu,
bukankah itu malam pengantin? Adnan menyiapkan sebuah Handycam yang
diposisikan on, lalu keduanya mendekati tubuh Ummu Nushaibah yang
tergeletak pasrah. Dengan berebutan mereka menjamahi tubuh gadis
bercadar yang masih tertutup rapat itu dengan kasar, sesekali meremas
payudaranya, lalu bagian pangkal pahanya dan seluruh bagian tubuhnya
yang masih tertutup jubah dan jilbabnya, sehingga pakaian gadis
bercadar itu kusut tak karu-karuan. Kemudian Adnan dengan nafsu

TJAP-TJOEAN : tjap.tjoean@yahoo.com Page 1


Stensilan Tjap Tjoean 2000
memburu, mulai menarik ujung jubah Ummu Nushaibah dari bagian bawah
perlahan-lahan, sehingga mulailah terlihat kedua betis gadis bercadar
itu yang mulus, lalu naik terus ke paha sehingga bongkahan sepasang
pahanya yang putih mulus terlihat jelas. Dada Adnan berdebar-debar.
Selama ini, untuk melihat wajahnya saja ia tidak pernah bisa, namun
kini dengan bebas ia bisa menikmati keindahan tubuh gadis bercadar
itu. Wah, alangkah nikmatnya. Jubah gadis itu terus ditarik hingga
terlilit di pinggangnya. Mata Adnan melotot memandang celana dalam
Ummu Nushaibah yang terbuat dari sutra halus berwarna putih, terlihat
menggunduk amat indah menutupi kemaluannya. Mulutnya langsung dengan
ganas menciumi paha dan kemaluan gadis itu dengan amat lahap.
Terdengar rintihan pelan dari mulut gadis bercadar itu, tanda bahwa
obat perangsang itupun bekerja dengan baik. Sementara itu di bagian
atas, Sutarjo mulai mempermalukan Ummu Nushaibah si gadis bercadar
itu dengan meremas-remas payudaranya yang masih tertutup jubah hitam.
Kancing jubahnya mulai ia buka sedikit demi sedikit, sehingga kini
kulit dadanya yang putih mulai terlihat. Tak lama kemudian, dua
bongkah payu dara gadis bercadar itu yang masih tertutup bh sutra
ketat terlihat dengan jelas. Sutarjo makin kalap. Tadi ia ingin
melihat wajah cantiknya ditolak, tetapi kini ia bisa melihat bagian
tubuh gadis bercadar itu dengan puas. Tangannya bekerja aktif meremas-
remas payudara yang masih tertutup kutang ketat itu dengan ganas
sekali. Kemudian dengan kasar, ia merobek bh Ummu Nushaibah. Matanya
mendelik penuh nafsu, melihat dua bukit kembar milik Ummu Nushaibah
yang selama ini amat terpelihara, menonjol membukit indah tanpa
cacat. Kini gadis ini hanya mengenakan celana dalam, tudung dan
cadarnya saja. Jubahnya sudah melilit di pinggang. Kedua orang itu
mengganyang gadis bercadar itu dengan nafsu penuh, poll sekali.
Sementara Ummu Nushaibah mulai terdengar merintih-rintih, sehingga
membuat mereka semakin bernafsu. Semua kejadian itu terekam dengan
baik dalam pita kaset Handycam yang terus `on'. Akhirnya mereka tidak
tahan. Adnan mempelorotkan celana dalam, satu-satunya benteng
terakhir gadis bercadar itu, sehingga kemaluannya yang indah,
menggembung dan nyaris tanpa bulu karena sudah dicukur rapi, terlihat
menantang. Setelah menjilatinya dengan amat ganas selama lima menit,
Adnan mulai mengarahkan `kontol'nya ke arah kemaluan gadis bercadar,
si pengantin baru yang masih perawan itu. Saat-saat paling menakutkan
bagi gadis itu tiba. Penis Adnan mulai memaksa dan mendesak bibir
kemaluan Ummu Nushaibah, untuk menjebol keperawanan yang selama ini
amat terjaga. Jangankan mengentot, berpacaran saja Ummu Nushaibah
tidak pernah. Kini penis Adnan makin melesak masuk dan akhirnya
pertahanan gadis bercadar itupun jebol. Terdengar rintihannya yang
makin keras, meski kedua matanya masih terpejam. Sutarjo tidak mau
ketinggalan. Cadar gadis itu di angkat sedikit hingga terlihat
bibirnya yang indah sedang merintih-rintih. Celananya sendiri dibuka,
dan penisnya diarahkan ke mulut indah gadis bercadar itu. Pertamanya
terlihat gadis itu seperti hendak menolak, menggeleng-gelengkan
kepala, tetapi tidak lama kemudian penisnya yang sudah amat tegang
itu berhasil masuk ke mulut Ummu Nushaibah. Bahkan tanpa sadar, Ummu
Nushaibah mulai menjilat, mengemut dan mengoral penis pak penghulu

TJAP-TJOEAN : tjap.tjoean@yahoo.com Page 2


Stensilan Tjap Tjoean 2000
yang tadi siang sempat dibentak-bentaknya itu. Gadis bercadar itu
akhirnya harus mengaku kalah, saat dua penis dari dua lelaki sudah
menyumpal lubang mulut dan lubang kemaluannya secara bersamaan.
Sampai setengah jam keduanya mengembat gadis bercadar itu, akhirnya
hampir bersamaan, keduanya menyemburkan spermanya. Mulut gadis
bercadar itu penuh dengan mani yang menetes-netes di sela-sela
bibirnya. Sementara sperma Adnan, langsung masuk ke rahimnya. Bisa
jadi akan menjadi bibit anak mereka. Malam pengantin itu benar-benar
menjadi neraka bagi Ummu Nushaibah dan menjadi Surga bagi kedua laki-
laki tersebut. Sang gadis bercadar, akhirnya berhasil mereka KO-kan.
Selanjutnya mereka melucuti seluruh pakaian Ummu Nushaibah, termasuk
cadarnya. Namun tudung, sarung tangan dan kaus kaki tetapi dibiarkan.
Secara bergantian mereka menggilir Ummu Nushaibah dengan berbagai
posisi. Yang paling lama ketika gadis bercadar hitam itu diembat
dengan posisi doggy style oleh sang penghulu, Usai menggarap gadis
bercadar itu, keduanya keluar kamar. Mereka menghubungi beberapa
orang preman yang kebetulan sedang bergadang mendengarkan musik di
luar rumah. Mereka menawarkan: "Mau ngentot sama gadis bercadar gak?"
Mereka balik bertanya: " Siapa sih?" Dengan senyum tersungging, Adnan
berkata: "Ya Ummu Nushaibah, siapa lagi." Karena mereka sudah
mendengar tentang kecantikan gadis Wonosobo tersebut, merekapun tidak
menolak lagi. Secara bersama-sama dan mengendap-endap, saat jam
menunjukkan pukul 2.00 WIB, mereka masuk ke kamar pengantin. Alangkah
senangnya mereka melihat Ummu Nushaibah sudah tergeletak dengan
tudung hitamnya, kaus kaki dan kaus tangan, sementara cadar dan jubah
serta pakaian dalamnya tergeletak di atas lantas. Dengan ganas para
preman itu menyetubuhi tubuh mulus sang gadis bercadar, semuanya
terekam dengan rapi. Menjelang Shubuh, mereka keluar dan memasukkan
tubuh suami ke dalam kamar. Tentu saja sang suami agak heran, kenapa
istrinya setengah telanjang, dan dia masih berpakaian lengkap?
Mungkin istriku bermain seks sendiri, kasihan. Demikian gumamnya.
Esok harinya, saat sang suami pergi mengajar ngaji di sebuah sekolah
agama dekat rumahnya, Adnan menyetel Videa itu di hadapan iparnya.
Kontan Ummu Nushaibah menangis terseduh-sedu. "Awas, kalau kamu
enggak mau melayani saya setiap kali saya mau, video ini saya
perbanyak dan saya sebar ke teman-teman kamu. Akhirnya semenjak itu
Ummu Nushaibah selalu melayani seks Adnan dengan pak penghulu, bahkan
sebagian preman kampung Duren Tiga Jakarta itu. Mereka mau Ummu
Nushaibah tetap dengan pakaian lengkap dengan cadar dan tudung
panjangnya, hanya bagian dada ke bawah saja yang ditelanjangi. Bahkan
pernah Adnan memaksa dua orang tamu wanita Ummu Nushaibah, seorang
adalah mbaknya dari kampung yang sudah menikah dengan beberapa orang
anak, bernama Ummu Ashim dan seorang lagi bernama Syarifah, masih
gadis tingting, keduanya juga bercadar rapat sekali, hingga matapun
tak terlihat, yakni untuk melayani seks mereka. Tentunya dengan
terlebih dahulu dibius. Kedua gadis bercadar itu menggelapar-gelepar
digilir Adnan dengan 12 orang teman premannya. Dalam kisah berikut,
akan kami ceritakan kisah nyata, pelecehan seksual terhadap Ummu
Ashim oleh seorang bocah berumur 12 tahun yang juga santri di
pesantren suaminya, dan pemerkosaan terhadap Syarifah gadis bercadar

TJAP-TJOEAN : tjap.tjoean@yahoo.com Page 3


Stensilan Tjap Tjoean 2000
berumur 16 yahun dalam perjalanan dengan bus, oleh seorang kondektur
berumur 50 tahun. Silakan mengikuti.

TJAP-TJOEAN : tjap.tjoean@yahoo.com Page 4

Anda mungkin juga menyukai