P. 1
askeb komunitas kelompok

askeb komunitas kelompok

|Views: 4,275|Likes:
Dipublikasikan oleh Nhieny Azha

More info:

Published by: Nhieny Azha on May 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB 1
  • PENDAHULUAN
  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Rumusan Masalah
  • 1.3 Tujuan
  • 1.4 Pelaksanaan
  • 1.5 Sistematika Penulisan
  • BAB 2
  • GAMBARAN UMUM DESA MENUNGGAL
  • BAB 3
  • PELAKSANAAN MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD)
  • 3.1.1 Penyajian hasil kegiatan
  • 3.1.2 Permasalahan
  • 3.1.3 Penyebab
  • 3.2 Pembahasan bersama masyarakat dalam MMD
  • 3.3 Rumusan hasil MMD
  • 3.4 Perencanaan bersama masyarakat
  • 3.5 Faktor-faktor penghambat dan penunjang
  • BAB 4
  • PELAKSANAAN HASIL MUSYAWARAH MASYARAKAT
  • DESA (MMD)
  • KB IMPLANT (SUSUK)
  • 1. Jenis:
  • 2. Cara kerja:
  • 3. Efektifitas:
  • 4. Keuntungan:
  • 7. Yang tidak boleh menggunakan implant:
  • 8. Kapan boleh pakai implant?
  • KB IUD (SPIRAL)
  • 1. Jenis
  • 2. Cara kerja
  • 3. Keuntungan
  • 5. Yang dapat menggunakan AKDR
  • 6. Yang tidak dapat menggunakan IUD
  • Susunan kegiatan pelaksanaan MMD
  • Kebutuhan gizi pada balita
  • Tujuan pemberian gizi pada balita:
  • Prinsip kebutuhan gizi pada balita:
  • Kebutuhan zat gizi per hari
  • Nilai Gizi
  • Susunan kegiatan MMD
  • BAB 5
  • EVALUASI PELAKSANAAN MMD
  • BAB 6
  • KESIMPULAN DAN SARAN
  • 6.1 Kesimpulan
  • 6.2 Saran
  • DAFTAR PUSTAKA
  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah kualitas sumber daya manusia dengan kelahiran 5.000.000/tahun. Untuk dapat mengangkat derajat kehidupan bangsa telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan keluarga berencana yang merupakan sisi masing-masing mata uang. Bila gerakan keluarga berencana tidak dilakukan bersamaan dengan pembangunan ekonomi dikhawatirkan hasil pembangunan tidak berarti. Keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerapkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada zero population growth (pertumbuhan seimbang). KB adalah usaha mengatur banyaknya jumlah kelahiran sedemikian rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya, bagi ayah serta keluarga dan masyarakat yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kelahiran tersebut. Terdapat 2 jenis KB, yaitu hormonal dan non hormonal. Untuk KB hormonal meliputi pil (minipil dan kombinasi), suntik (1 bulan dan 3 bulan), implant (Norplant, implanon dan indoplant). Sedangkan untuk yang non hormonal meliputi Metode Amenorhe Laktasi, KB kalender, senggama terputus, Metode barier dan IUD (Co-T 380A dan Nova-T). Pada dasarnya semua alat kontrasepsi (KB) memiliki tujuan yang sama, yang membedakan yaitu tingkat keefekt memiliki tujuan yang sama, yang membedakan yaitu tingkat efektifitasnya. Masing-masing akseptornya. Didesa Menunggal sebagaian besar masyarakatnya sudah memiliki kesadaran untuk ber-KB, ini terbukti dalam data PWS KIA dari puskesmas Kedamean tahun 2006 terdapat 824 akseptor KB yang terdiri dari 11 akseptor IUD, 21 MOW, 159 implant, 578 suntik, 54 pil. Sedangkanyang tidak 1 juga memiliki keuntungan dan keterbatasan, untuk pemakaiannya disesuaikan dengan kondisi

mengikuti KB terdapat 123 orang, dengan rincian 28 orang hamil, 40 orang mengharapkan anak segera, 30 orang ingin menunda kehamilan, dan 25 orang tidak ingin punya ank lagi. Dari data diatas bisa dilihat jumlah akseptor KB tertinggi yaitu suntik, berikutnya implant, pil, MOW dan IUD. Walaupun demikian, masih dijumpai masalah-masalah yang berkaitan dengan KB tersebut, yaitu enggannya masyarakat desa menunggal untuk melepas kapsul implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya dengan berbagai alasan. dar desa menunggal untuk melepas kapsul implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya. Oleh sebab itu, perlu adanya adanya kerjasama antara petugas kesehatan dan kader kesehatan serta peran serta masyarakat dalam menggali penyebab permasalah tersebut, sehingga bisa diputuskan langkah yang tepat dalam menentukan jalan keluarnya.

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana kesadaran masyarakat untuk melepas KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya? 1.2.2 Bagaimana pengetahuan masyarakat tentang gizi balita? 1.2.3 Bagaimana peran serta masyarakat dalam posyandu? 1.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum Diharapkan:
-

Masyarakat memiliki kesadaran untuk melepas KB implant dan IUD yang sudah lewat masa efektifitasnya. Pengetahuan ibu tentang gizi meningkat. Peran serta masyarakat dalam posyandu meningkat

-

2

1.3.2 Tujuan Khusus Mengidentifikasi:
-

Pengetahuan ibu tentang KB implant dan IUD Faktor yang mempengaruhi akseptor KB tidak melepas KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya Efek dari tidak dilepasnya KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya ditinjau dari segi medis. Pengetahuan ibu tentang gizi Faktor yang mempengaruhi peran serta masyarakat dalam posyandu

-

-

1.4 Pelaksanaan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan dilakukan pada tanggal 28 Mei sampai dengan 23 Juni di DesaMenunggal, kec. Kedamean, kab. Gresik.

1.5 Sistematika Penulisan BAB 1: Pendahuluan BAB 2: Gambaran umum desa BAB 3: Pelaksanaan MMD BAB 4: Pelaksanaan penyuluhan BAB 5: Evaluasi penyuluhan BAB 6: Kesimpulan dan saran

3

BAB 2 GAMBARAN UMUM DESA MENUNGGAL

2.1 Keadaan Umum Wilayah (Geografi, Letak, Demografi) 2.1.1 Keadaan Umum Desa Kecamatan Kabupaten Propinsi Luas Wilayah Jumlah Penduduk Jumlah KK Kepala Desa Batas Wilayah Barat : ds. Soko, kec. Wringinanom Timur : ds. Banyu Urip, kec. Kedamean Utara : ds. Tanjung & ds.Belahan Rejo, Kec. Kedamean Selatan: ds. Pedagangan, kec.Wringinanom 2.1.2 Data Geografis dan Demografis 1. Sebagian besar daerah terdiri dari persawahan ,perkebunan, tidak terdapat masalah banjir pada musim penghujan/kekeringan pada musim kemarau. 2. Sebagian masyarakat home industry dan pekerja pabrik. 3. Sarana transportasi yang digunakan adalah kendaraan roda 2 dan4, delman. 4. Komunikasi dengan menggunakan radio,TV, HP, telp. 5. Pengajian 3x seminggu. : Menunggal,terdiri dari 3 dusun, yaitu dusun Menunggal, Kemuning dan Lumpang. : Kedamean : Gresik : Jawa Timur : 408.480 ha : 3816 Jiwa : 923 KK : Ruswandik

4

Menunggal Dsn.6. Jumlah cakupan KIA Bumil Bulin Bufas Buteki PUS WUS Usila Balita 0-1 tahun 1-4 tahun 10 orang 7 orang 7 orang 24 orang 379 orang 531 orang 95 orang 6 orang 307 orang 9. Jumlah posyandu Dsn. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin: Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah 1924 jiwa 1892 jiwa 3816 jiwa 7. Jumlah penduduk menurut agama: Agama Islam Kristen protestan Kristen katolik Hindu Budha Jumlah Jumlah 3746 jiwa 35 jiwa 5 jiwa 3816 jiwa 8. Kemuning : 1 posyandu : 1 posyandu 5 .

1.buah : .Madrasah ibtidaiyah . Sarana pendidikan formal: .buah : . 5. 4.1.buah : . 4.Taman kanak-kanak/ RA .SMA . 9. 7.4 Data mata pencaharian No 1.3 Data Pendidikan a. 3. Tingkat pendidikan Belum sekolah Usia 7-45 tahun tidak pernah sekolah Pernah sekolah SD tetapi tidak tamat Tamat SD/ sederajat Tamat SLTP/ sederajat Tamat SLTA/ sederajat Tamat D3 Tamat S1 2. 3.buah : .2. Jumlah lulusan pendidikan: No 1.MA/ Madrasah Aliyah : 1 buah : 3 buah : . Petani Buruh tani Buruh swasta Pengrajin Pedagang Tukang TNI/ POLRI Pegawai negri Lain-lain Jenis mata pencaharian Jumlah 877 orang 165 orang 603 orang 245 orang 169 orang 105 orang 13 orang 160 orang 51 orang 6 . 2. 8. 5. 7. 6.Sekolah Dasar/ SD .MTS/ Madrasah Tsanawiyah . 2. 6. 8.buah Jumlah 313 orang 16 orang 4 orang 2214 orang 843 orang 397 orang 11 orang 23 orang b.SMP .

1.2.6 - - 2.6 Tenaga kesehatan Thn Sasaran 2. dan 5 orang beragama budha.1. Kepala desa dipilih langsung oleh masyarakat LKMD aktif Kader aktif 15 orang Jumlah Bidan 1 orang Jumlah dokter tidak ada Jumlah Perawat 2 orang K1 bumil Penca paian bln lalu 2 6 Penca paian bln ini 2 7 37 56 ™ Penca paian bln lalu 3 3 K4 bumil Penca paian bln ini 3 4 43 43 ™ Deteksi resti bumil Penca paian bln lalu 1 Pencap aian bln ini 2 3 4 ™ Persalinan oleh nakes Penca paian bln lalu 1 3 Penca paian bln ini 2 4 40 42 ™ Rata -rata 47. 35 orang beragama hindu.1.7 Catatan cakupan KIA Bumil Bulin Bayi '05 '06 84 84 76 76 76 76 Neonatus Thn KN1 Pencapaian bulan lalu 2005 2006 1 3 2 4 40 42 1 3 2 4 40 42 Pencapaian bulan ini ™ Pencapaian bulan lalu KN2 Pencapaian bulan ini ™ Cakupan imunisasi Target BCG Polio1 Polio2 Cakupan 2005 50 50 48 2006 57 58 56 2007 (jan-mei) 20 21 17 7 .5 Data sosial budaya - Sebagian besar penduduk beragama islam.

Polio3 Polio4 Campak Hb <7 hari Combo1 Combo2 Combo3 42 56 56 50 50 48 42 51 61 61 52 67 68 62 20 22 21 18 17 17 21 Pencapaian tahun 2007 (Jan s/d Mei) Bln Akses Jan Feb Mar Apr Mei ™ 4 6 5 5 6 26 K1 Murni 6 3 5 4 2 20 K4 Bumil 3 2 3 3 11 I 4 6 5 5 6 26 Fe II 3 3 4 4 5 19 III 2 2 2 2 3 11 Yodium 4 6 5 5 6 26 Resti Dirujuk 1 1 2 Ditangani 4 1 3 3 3 14 Hb< 1 1 Nakes 4 2 3 3 3 15 Masy 1 1 TT Bln I II Spontan 4 3 3 2 4 16 Partus Tdk spontan Vit A bufas 4 3 3 2 4 16 I KN II ™ hari - bayi ASI sebab ekslusif 9 5 4 6 5 29 Kunjungan bumil total 7 8 5 8 9 37 Bumil lama 5 4 2 2 3 16 Buteki Jan Feb Mar Apr Mei ™ 13 8 7 10 9 45 8 .

2 2. S/D bln ini 15 % thd MKej % thd PBSM 27.9 Tingkat pencapaian program UPGK Menunggal SKDN K/S D/S D/K N/D N/S 2005 100% 72% 72% 65% 43% 2006 100% 80% 80% 75% 60% 2007 (jan-mei) 100% 85% 85% 80% 65% 9 .1.8 Catatan PUS.2.1. alat kontrasepsi dan pelaksanaan KB pada PLKB PUS Bln/ thn Yg ada IUD MOP Yang menjadi peserta KB menurut metode kontrasepsi PUS bukan peserta KB Ingin MOW Implant Suntik Pil Kondom OV ™ Hamil anak segera Apr .07 Des '06 951 947 8 11 16 21 138 159 566 578 54 54 2 1 784 824 44 28 34 40 Ingin anak ditunda 43 30 Tdk ingin anak 46 25 Hasil pencapaian peserta KB baru Bln/ thn Apr '07 PPM Desa PB SM Menung gal SS Pencapaian KB IUD A B KP A B KW A B Imp A B A 2 Stk B 8 A Pil B Kdm A B ™ A B 2 8 Penc.

9. 7. No 1. 10. 2. Golongan umur (Tahun) 1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-40 41-45 46-50 51-55 >56 jumlah Jenis Kelamin Laki-laki 18 16 13 11 30 21 26 18 15 11 15 26 220 Perempuan 17 17 25 14 19 27 23 11 20 14 11 15 213 Jumlah penduduk 35 orang 33 orang 38 orang 25 orang 49 orang 48 orang 49 orang 29 orang 35 orang 25 orang 26 orang 41 orang 433 orang 2.2. 4.1 Data kependudukan Data kependudukan menurut golongan usia dan jenis kelamin. 12. 4.2. 3.2 Hasil pendataan dusun (300 KK) 2. 2. 11. 5.2. 6. 3. Tingkat Pendidikan Tamat SD Tamat SLTP Tamat SMU Tidak sekolah Tamat PT Jumlah Jumlah 102 92 191 14 8 407 10 .2 Data Pendidikan Distribusi penduduk menurut tingkat pendidikan No 1. 5. 8.

2.4 Data khusus Distribusi penduduk menurut sasaran kesehatan No 1. 5. 4. Suntik 3 bulan 2.5 Data KB No 1. 8. 3. 9. MOW/ MOP Jumlah Jenis KB Jumlah 89 orang 17 orang 13 orang 14 orang 1 orang 9 orang 2 orang 145 orang 11 . Pil 4. IUD 6. Kondom 5.2. Suntik 1 bulan 3. Implant 7. 5.3 Data Sosial Ekonomi Distribusi penduduk menurut mata pencaharian No 1. 2. 4. PUS WUS Manula Bayi Balita Buteki Bumil Menopause Bufas Jumlah Sasaran Jumlah 101 orang 123 orang 45 orang 1 orang 43 orang 4 orang 2 orang 24 orang 343 orang Jenis mata pencaharian Jumlah 36 orang 170 orang 12 orang 2 orang 51 orang 271 orang 2. Petani Swasta Pabrik PNS Lain-lain Jumlah 2.2. 3.2. 7. 6.2.

2.persalinan yang ditolong oleh dukun tidak terlatih tidak ada 3.Jumlah ibu hamil 2 orang b.6 Tenaga kesehatan didusun menunggal Jumlah bidan 1 orang Jumlah perawat 1 orang Jumlah dokter tidak ada Kader kesehatan 10 orang 2. Jumlah ibu bersalin tidak ada b. Hasil pelayanan kesehatan .Hasil pelayanan kesehatan Cakupan K1 2 orang Cakupan K4 1 orang Imunisasi TT1 2 orang Imunisasi TT2 2 orang Golongan resiko tinggi tidak ada 2.2.7 Data cakupan 9 SKA 1.Ibu hamil a.Jumlah bayi 1 bayi b.cakupan imunisasi BCG .cakupan imunisasi HB1 . Bayi a.persalinan yang ditolong oleh bidan (tidak ada persalinan) .2.cakupan imunisasi Polio 12 : 1 orang : 1 orang : 1 orang . Ibu Menyusui Jumlah Ibu menyusui : 4 orang 5. Ibu Nifas Jumlah ibu nifas tidak ada Penyulit tidak ada 4.Hasil pelayanan kesehatan . Ibu bersalin a.persalinan yang ditolong oleh dukun terlatih tidak ada .

Hasil pelayanan kesehatan .akseptor KB MOW 2 orang 9. Manula Jumlah 45 orang 2.penimbangan 1bulan sekali di posyandu .akseptor KB Pil 13 orang .dengan kegiatan 1 bulan sekali pada tanggal 15 2.Hasil pelayanan kesehatan .Wanita usia subur Jumlah WUS 123 orang 8.9 Sarana air bersih dan pembuangan limbah Yang berfungsi dan dipergunakan: .akseptor KB Implant 9 orang .peserta KB aktif 143 orang .Gizi baik 40 balita .Sumur gali 13 Kepala keluarga .orang : 1 orang .akseptor KB Suntik 106 orang .WC rumah tangga 43 orang 13 .cakupan imunisasi Combo 6.akseptor KB Kondom 14 orang .Jumlah balita 43 balita b.Gizi kurang 3 balita 7..Balita a.cakupan imunisasi Campak .2.kader aktif 10 orang : .2.Air sumur pompa 47 Kepala keluarga .8 Sarana Kesehatan Jumlah Posyandu 1 buah.akseptor KB IUD 1 orang .Pasangan usia subur Jumlah PUS 101 orang b.

2.3 orang tidak melepas IUD yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan sosial ekonomi kurang dan takut ntuk melepas IUD. . Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi balita Kurangnya peran serta masyarakat dalam posyandu + + (2) + (1) + + + (3) + + (4) + + (2) + + (2) 14 . 1. . 2. 2.2 Prioritas masalah No.2.3 Permasalahan.9 orang tidak melepas kapsul implant yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan social ekonomi kurang dan takut ntuk melepas kapsul implant.1 Permasalahan .3 dari total bayi dan balita mengalami kurang gizi dengan alasan sosial ekonomi kurang dan kurangnya pengetahuan ibu. Masalah Kurangnya kesadaran ibu + + (2) + + +(3) + + (2) Perhatian masyarakat Tingkat bahaya Kemungkinan untuk dikelola tentang melepas KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya 2. 2.10 Sumber hasil pendataan dusun Pendataan dilakukan didusun Menunggal dengan: - Jumlah RT : 15 RT Jumlah RW : 3 RW Jumlah KK : 300 KK Pendataan ini dilakukan dengan mengambil sample sebanyak 300 KK pada RT 1-12.3. dan rencana pemecahan masalah. 3.3. .23 dari peserta posyandu belum mengetahui pentingnya posyandu dengan alasan orang tua bekerja dan dititipkan kepada nenek atau saudaranya. prioritas.

2. Lakukan penyuluhan kepada sekelompok ibu akseptor KB Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi balita Tujuan : meningkatnya pengetahuan ibu tentang gizi balita Waktu : dalam jangka waktu 1 bulan. Perencanaan Prioritas Pertama Pelaksanaan 1. 15 .diharapkan ibu yang mempunyai balita dapat 2 Kedua 1 mengidentifikasi penyebab kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi balita melakukan kunjungan rumah pada ibu yang Tujuan : meningkatnya pengetahuan ibu tentang pelepasan KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya. Perencanaan : 1. 2.3 Perencanaan Masalah Kurangnya kesadaran ibu tentang melepas KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya Waktu : dalam jangka waktu 1 bulan. identifikasi penyebab kurangnya kesadaran ibu untuk melepas KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya. melakukan penyuluhan kepada sekelompok ibu akseptor KB implant dan IUD. kriteria : KB implant dan IUDyang sudah habis masa efektifitasnya dilepas.diharapkan ibu akseptor implan melepas kapsul implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya. 2. mengidentifikasi penyebab kurangnya kesadaran ibu tentang melepaskan KB implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya.3.

3 Lakukan penyuluhan kepada sekelompok ibu yang memiliki balita Kurangnya peran serta masyarakat dalam posyandu Tujuan : meningkatnya peran serta masyarakat dalam posyandu Waktu : dalam jangka waktu 1 bulan peserta posyandu meningkat. identifikasi penyebab kurangnya peran serta masyarakat dalam posyandu. Kriteria : jumlah posyandu meningkat. Perencanaan : 1 identifikasi penyebab kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi balita 2 lakukan kunjungan rumah pada ibu yang mempunyai balita. 16 .memperbaiki pola nutrisi balitanya kriteria : berat badan balita dapat meningkat. Lakukan penyuluhan kepada ibu tentang manfaat posyandu. Perencanaan : 1. 2. ketiga 3 mempunyai balita. mengidentifikasi penyebab kurangnya peran serta masyarakat dalam posyandu. melakukan penyuluhan kepada ibu tentang manfaat posyandu. 2. melakukan penyuluhan kepada sekelompok ibu yang memiliki balita 1.

MOW/ MOP Jumlah Jenis KB Jumlah 89 orang 17 orang 13 orang 14 orang 1 orang 9 orang 2 orang 145 orang 3.1. 15. Suntik 3 bulan 9.1. 12. Implant 14.1. 16.1.1 Penyajian hasil kegiatan.1. 11.1. penyebab. permasalahan. 13.1. Suntik 1 bulan 10.2 Data KB No 8. 17. IUD 13. Kondom 12.1 Penyajian hasil kegiatan 3. 14. PUS WUS Manula Bayi Balita Buteki Bumil Menopause Bufas Jumlah Sasaran Jumlah 101 orang 123 orang 45 orang 1 orang 43 orang 4 orang 2 orang 24 orang 343 orang 3.1 Distribusi penduduk menurut sasaran kesehatan No 10. Pil 11. dan prioritas 3. 18.3 Tenaga kesehatan didusun menunggal Jumlah bidan 1 orang Jumlah perawat 1 orang Jumlah dokter tidak ada Kader kesehatan 10 orang 17 .BAB 3 PELAKSANAAN MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD) 3.

Jumlah bayi 1 bayi b.Ibu hamil a. Hasil pelayanan kesehatan .Hasil pelayanan kesehatan .cakupan imunisasi Campak . Jumlah ibu bersalin tidak ada b. Bayi a.cakupan imunisasi BCG .cakupan imunisasi Combo : 1 orang : 1 orang : 1 orang : .4 Data cakupan 9 SKA 1.Jumlah ibu hamil 2 orang b.1.cakupan imunisasi HB1 .Hasil pelayanan kesehatan Cakupan K1 2 orang Cakupan K4 1 orang Imunisasi TT1 2 orang Imunisasi TT2 2 orang Golongan resiko tinggi tidak ada 2. Ibu Nifas Jumlah ibu nifas tidak ada Penyulit tidak ada 4.cakupan imunisasi Polio .persalinan yang ditolong oleh dukun terlatih tidak ada .persalinan yang ditolong oleh dukun tidak terlatih tidak ada 3.3. Ibu bersalin a. Ibu Menyusui Jumlah Ibu menyusui : 4 orang 5.persalinan yang ditolong oleh bidan (tidak ada persalinan) .1.orang : 1 orang 18 .

akseptor KB Implant 9 orang .1.WC rumah tangga 43 orang 19 .Sumur gali 13 Kepala keluarga .akseptor KB Kondom 14 orang .akseptor KB IUD 1 orang .akseptor KB Pil 13 orang .akseptor KB MOW 2 orang 9.akseptor KB Suntik 106 orang .1.penimbangan 1bulan sekali di posyandu . Hasil pelayanan kesehatan .dengan kegiatan 1 bulan sekali pada tanggal 15 3.1.Gizi baik 40 balita . Hasil pelayanan kesehatan .peserta KB aktif 143 orang . Jumlah PUS 101 orang b.6 Sarana air bersih dan pembuangan limbah Yang berfungsi dan dipergunakan: .6.Gizi kurang 3 balita 7. Jumlah balita 43 balita b.5 Sarana Kesehatan Jumlah Posyandu 1 buah.kader aktif 10 orang .Air sumur pompa 47 Kepala keluarga . Balita a.1. Manula Jumlah 45 orang 3. Wanita usia subur Jumlah WUS 123 orang 8. Pasangan usia subur a.

- - - 3. 3 orang tidak melepas IUD yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan sosial ekonomi kurang dan takut untuk melepas IUD. tetapi saat ini sudah ditiadakan sehingga saat ini informasi tentang KB Implant kurang.1. 23 dari peserta posyandu belum mengetahui pentingnya posyandu dengan alasan orang tua bekerja dan dititipkan kepada nenek atau saudaranya. Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi balita dan status ekonomi yang kurang Kurangnya peran serta masyarakat dalam posyandu karena sebagian besar orang tua yang bekerja menitipkan anaknya kepada neneknya.3.2 Permasalahan - 9 orang tidak melepas kapsul implant yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan social ekonomi kurang dan takut untuk melepas kapsul implant. untuk saat ini memang jarang penyuluhan tentang semua jenis KB tetutama implant dan IUD dilakukan secara berkelompok. Bapak Pitoyo: Tanya: Dahulu pemerintah memiliki petugas khusus yang bertugas untuk member penyuluhan tentang KB.1. Masyarakat mendapat info tentang semua jenis KB dari petugas kesehatan secara individu.2 Pembahasan bersama masyarakat dalam MMD 1. Bagaimana jika petugas kesehatan mengadakan penyuluhan tentang KB implant tersebut? Jawab: Kami akan sedikit mengoreksi pendapat dari bapak. yaitu ketika setiap kali kontrol KB atau 20 . Tetapi bukan berarti masyarakat tidak mendapat penyuluhan sama sekali. - - 3.3 Penyebab - Status ekonomi yang kurang dan perasaan takut untuk melepas kapsul implant dn IUD yang sudah habis masa efektifitasnya. 3 dari total bayi dan balita mengalami kurang gizi dengan alasan sosial ekonomi kurang dan kurangnya pengetahuan ibu.

Jawab : terimakasih atas masukannya. ibu bisa mencoba menanyakan kepada petugas kesehatan atau tempat yang ditunjuk untuk pemasangan implant dan IUD gratis dalam bakti sosoial. alangkah baiknya jika penyuluhan tentang gizi lebih sering diadakan terutama pentingnya ASI bagi balita.pergi ke petugas kesehatan untuk mendiskusikan KB apa yang akan di gunakannya. 3. 4. untuk masalah pelepasan kapsul implant atau IUD secara cuma-cuma. Bu Kades: Tanya : Banyaknya masyarakat yang malas untuk melepas KB implant dan IUD kemungkinan besar karena masalah dana. Atau ibu bisa langsung pasang lagi implant pada saat bakti sosil tersebut. 2. menerima atau tidak pelepasan implant atau IUD secara gratis. Pak Kades: Tanya : Faktor yang mempengaruhi terdapatnya balita kurang gizi adalah ekonomi dan kurangnya pengetahuan keluarga tentang gizi. bagaimana jika setiap bulannya pemberian PMT diadakan lagi? 21 . Untuk masalah KB juga diadakan penyuluhan kapan waktu yang efektif seorang wanita mengikuti program KB. Oleh sebab itu. Untuk penyuluhan nanti kami akan menyantumkan kapan waktu yang sesuai bagi wanita untuk menunda dan mencegah kehilan serta kapan waktu yang sesuai untuk hamil. Penyuluhan misalnya bisa dilaksankan diposyandu sehingga peran serta masyarakat bisa meningkat. Bagaimana jik a para mahasiswa membantu memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengadakan program gratis pemasangan dan pelepasan KB implant maupun IUD? Jawab : terimakasih atas masukannya. Bu Carik: Tanya : Program pemberian PMT bagi balita akhir-akhir ini ditiadakan.

Jadi tidak benar jika PMT tidak diberikan lagi. Jawab: Untuk upaya meningkatkan penagetahuan tentang KB dan gizi masyarakat dusun Menunggal. Pak Nurudin: Tanya : Untuk masalah gizi yang berhubungan dengan ekonomi untuk saat ini sepertinya sudah mulai teratasi dengan adanya budi daya bunga kamboja dan kerajinan mengenam jalin yang menjadi income bagi masyarakat dsn.4 Perencanaan bersama masyarakat Sehubungan dengan keterbatasan waktu maka minggu ke-3 dalam Praktek Kerja Lapangan akan diadakan penyuluhan tentang KB Implant dan IUD serta penyuluhan tentang gizi saat pelaksanaan posyandu. 22 . kurangnya kesadaran masyarakat untuk melepas kapsul implant dan IUD yang sudah habis masa efektifitasnya. Menunggal.3 Rumusan hasil MMD Dari pelaksanaan MMD bisa diketahui bahwa sebagian besar masyarakat tidak melepas kapsul KB implant walaupun masa efektifitasnya sudah habis. kami akan mengadakan panyuluhan menyangkut hal tersebut dalam pelaksanaan MMD. 3. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi masyarakat. serta rasa takut untuk melepas kapsul impaln dan IUD tersebut. 5. yang perlu lebih ditingkatkan adalah pengetahuan ibu baik masalah KB ataupun Gizi sehingga dengan meningkatnya pengetahuan ibu diharapkan timbul kesadaran dari pribadi masyarakat sendiri. kurangnya pengetahuan masyarakat tentang KB implant dan IUD.Jawab : Sebenarnya PMT masih diberikan oleh pemerintah. bahkn bantuannya uga dalam bentuk uang. 3. mungkin untuk lebih jelasnya ibu tanyakan kepetugas kesehatan atau perangkat desa.

5. kader dan masyarakat yang baik. Terjalinnya kerjasama yang baik antara mahasiswa.1 Faktor penghambat - waktu terbatas minimalnya dana pelaksanaan Antusias masyarat cukup tinggi sehubungan adanya kuis dan door prize pada saat pelaksanaan MMD.3. 3.5. perangkat desa.5 Faktor-faktor penghambat dan penunjang 3.2 Faktor penunjang - - 23 .

Mengganggu proses pembentukan lapisan rahim sehingga sulit terjadi penempelan calon bayi pada rahim . Untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang KB implant dan IUD. Jenis: . lama kerja 3 tahun.Implanon terdiri dari 1 kapsul. .Lendir servik menjadi kental . 2.Mengurangi pergerakan sperma .2-1 kehamilan per 100 perempuan 24 . 2. . Alokasi waktu Tim Metode Alat bantu Materi : 90 menit : 12 orang : Ceramah dan Tanya jawab : Leaflet : KB implant dan IUD KB IMPLANT (SUSUK) 1.Menekan ovulasi 3. lama kerja 3 tahun. Cara kerja: . lama kerja 5 tahun.Memotifasi ibu akseptor KB untuk melepas KB implannya yang sudah habis masa efektifitasnya.BAB 4 PELAKSANAAN HASIL MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD) Tanggal Judul Tujuan : 14 Juni 2007 : Kenali lebih jauh KB implant dan IUD : 1. Efektifitas: Sangat efektif: 0.Norplant terdiri dari 6 kapsul.Jadena dan indoplant terdiri dari 2 kapsul.

Telah memiliki anak/belum .Usia reproduksi (20-35 tahun) .Pasca keguguran .Bisa dicabut setiap saat sesuai kebutuhan .Tidak mengganggu senggama .Melindungi diri dari penyakit radang panggul 5. 6.Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi .Nyeri kepala .Tidak dapat menerima perubahan pola haid 25 . Yang boleh menggunakan implant: .Perasaan mual .Tekanan darah darah tinggi 7.Pengembalian kesuburan cepat .4.Hamil/diduga hamil .Nyeri payudara .Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya . Keuntungan: .Perubahan mood/gelisah. Efek samping: .Pasca persalinan dan tidak menyusui .Tidak mengganggu ASI . Yang tidak boleh menggunakan implant: .Perlindungan jangka panjang .Benjolan payudara/riwayat kanker .Peningkatan/penurunan berat badan .Mengurangi nyeri dan darah ketika haid .

Hari ke 1-7 siklus haid . .Menghambat kemampuan sperma untuk bergerak menuju tempat pembuahan .NOVA-T 2. Jenis .Tidak ada efek samping hormonal . Keuntungan .Tidak mempengaruhi ASI 26 .Langsung efektif setelah pemasangan .Pasca keguguran implant dapat segera diinsersi. Cara kerja .Setiap waktu dalam siklus haid . KB IUD (SPIRAL) 1.Bila klien meanggunakan kontraspsi hormonal insersi dapat langsung dilakukan asal diyakini tidak hamil .Bila menyusui dapat dilakukan setiap saat.Mengurangi kemampuan sperma untuk membuahi 3. Kapan boleh pakai implant? .Tidak mempengaruhi hubungan seksual .CU-T 380A .8.6-0.Bila klien tidak haid dapat dilakukan setiap saat asal diyakini tidak terjadi kehamilan tetapi jangan melakukan hubungan seksual/menggunakan alkon tambahan sampai haid datang .8 kehamilan/100 perempuan (1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan) .Metode jangka panjang .Efektifitasnya tinggi: 0.

Sedang menderita PMS (penyakit menular sexual) 7.30 Sambutan kepala desa 3. Yang tidak dapat menggunakan IUD .Sedang hamil . 2 dan 3 Leaflet KB IMPLANT (SUSUK) . spooting.Efek samping ibu ketua Alat bantu Materi/ pertanyaan 27 .Perdarahan pervaginam yang tidak diketahui penyebabnya .Jenis . Efek samping : perubahan siklus haid umumnya pada 3 bulan pertama.Usia reproduktif (20-35 tahun) .05 Acara 1.Cara kerja . Kapan boleh pakai IUD? - Setiap waktu dalam siklus haid Hari ke 1-7 siklus haid Segera setelah melahirkan atau abortus Susunan kegiatan pelaksanaan MMD jam 19.Membutuhkan kontrasepsi jangka panjang .00 19.Keuntungan . Sambutan: Sambutan panitia 19. saat haid lebih sakit 5.Efektifitas . Pembukaan: 2.Menyusui dan memerlukan kontrasepsi . haid lebih lama dan banyak. Acara inti: .Setelah abortus dan tidak terdapat tanda infeksi 6.4. Yang dapat menggunakan AKDR .Penyuluhan Kb implant dan IUD oleh penyaji 1.

Keuntungan . Bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati? 28 . tidak saya lepas sampai sekarang (8 tahun). kemungkinan besar hal ini penyebab utama terjadinya infeksi. jika tidak dikeluarkan dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.00 Tanya jawab 1.Yang tidak dapat menggunakan IUD .Jenis .Efek samping . selain itu kapsul implant adalah benda asing bagi tubuh kita. karena ada kontak dengan udara luar dan didalamnya terdapat benda asing.Yang dapat menggunakan IUD .Sedang hamil . Itu bagaimana? Jawab: kb implant 2 kapsul masa efektifitasnya hanya 3 tahun. Sebagai contohnya ketika melakukan pekerjaan tidak sengaja lengan ibu tergores.Yang tidak boleh menggunakan implant .Yang boleh menggunakan implant . Memang untuk saat ini mungkin tidak ada keluhan.Kapan boleh pakai implant? KB IUD (SPIRAL) . Bu Agustin Tanya: saya menggunakan KB implant yang 2 kapsul.Cara kerja . tetapi kita tidaktahu bagimana nanti yang akan terjadi. kebetulan tepat pada bagian dimana kapsul implant dipasang.Kapan boleh pakai IUD? 20. misal peradangan atau infeksi. jadi jika sudah lebih dari 3 tahun harus dilepas karena sudah tidak ada manfaatnya..

Bu Dwi Rahayu Tanya: Saya punya menantu yang sekarang berumur 24 tahun. dan satu orang dengan yang lain masa menopausenya berbeda. keputihan jarang. Kegemukan memang bisa menyebabkan sulit orang punya anak karena pengaruh hormone esterogen yang tinggi sehingga mempengaruhi pada proses pematangan telur dan kondisi dinding rahim. Untuk penyebab pastinya. sekarang anaknya menjadi gemuk. sebelumnya saya berhenti ikut kb suntik sejak 7 tahun yang lalu. Saya sudah periksa ke dokter spesialis katanya tidak apa-apa.2. Apakah benar? Jawab: Keguguran yang dialmi menantu ibu banyak factor penyebabnya. Walaupun usia ibu masih muda tidak menuntut masa tersebut datang lebih awal. Mungkin dari kondisi rahim yang lemah atau mungkin aktifitas yang berlebih. menantu ibu bisa periksa ke dokter spesialis kandungan. Tidak mens sejak 2 tahun yang lalu. Bu Saropah Tanya: Umur saya 36 tahun. kenapa mungkin sampai Allah sekarang belum menantu ibu belum punya anak. tetapi rata-rata 29 . Saya pernah mendengar orang gemuk itu sulit punya anak. 3. dll. Kira-kira saya kenapa? Jawab: Jika ibu sudah tidak mens sama sekali selama 2 tahun ini dan hasil pemeriksaan normal. Kita berfikir mempercayakan amanahnya kepada menantu ibu. Pernah keguguran 2x dan sejak saat itu berat badannya bertambah. kemungkinan ibu sudah mulai masuk masa menopause (pre menopause). tetapi hal tersebut bukan faktor utama positif penyebab saja.

3. otot.30 Door prize 1.45 4. Ratun Ada berapa jenis implant dan sebutkan: Apa efek samping kb susuk (impalant)? Apa keuntungan kb implant? Apa efek samping kb IUD (spiral)? Siapa saja yang boleh pakai IUD? Siapa yang tidak boleh pakai IUD? Kapan IUD boleh dipasang? Apa yang mungkin terjadi jika implant tidak dilepas? Sebutkan macam-macam kb? Sebutkan jenis kb suntuk dan implant? Tanggal Judul Tujuan Alokasi Metode Tim Alat Bantu Materi : 14 Juni 2007 : Kebutuhan gizi pada balita : Meningkatkan pengetahuan ibu gizi pada balita : 60 menit : ceramah dan Tanya jawab : 12 orang : Leaflet : gizi Kebutuhan gizi pada balita Balita merupakan kelompokmu yang rentan terhadap kesehatan dan gizi.sekitar usia 50 keatas. 5. 9. 2. Penutup dan do'a oleh bu. 20.Sehingga diperlukan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan perhari. otak. darah. 7. 20. 6.maka kita harus memperhatikan kebutuhan gizi pada balita. gigi . 30 . 8. 4. Kebutuhan gizi pada masa balita terjadi peningkatan kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhan tulang.

3. Untuk perkembangan motorik. Mendidik kebiasaan yang baik. agar perkembangannya baik. Vitamin Kebutuhan zat gizi per hari a) Umur 1-3 tahun Jenis Beras Daging Telur Tempe Kacang hijau Buah Sayur Gula pasir Minyak Susu bubuk 100 50 50 25 10 200 200 25 10 20 Berat URT* 11/2 gelas nasi 1 potong sedang I butir 1 potong sedang 1 sendok makan 2 buah 2 gelas 2 1/2 sendok makan 1 sendok makan 4 sendok makan 31 . 2. Karbohidrat 5. bahasa intelektual. Menambah pengetahuan ibu tentang zat-zat gizi apa saja yang diperlukan oleh balita. Kalori Berfungsi untuk aktivitas fisik untuk pertumbuhan pada fase pertumbuhan pada fase pertumbuhan 3. 4. Air Air sangat penting diberikan pada masa bayi dan balita. Prinsip kebutuhan gizi pada balita: 1. emosional. Lemak 4. Protein 6. dan social sesuai pada umumnya. Memberikan zat gizi yang cukup bagi kebutuhan hidup.Tujuan pemberian gizi pada balita: 1. 2.

32 . b) Umur 4-5 tahun Jenis Beras Daging Telur Tempe Kacang hijau Buah Sayur Gula pasir Minyak Susu bubuk Berat 150 50 50 50 10 200 200 25 10 20 URT* 1 2/3 gelas nasi 1 potong sedang 1 butir 3817 potong sedang 1 sendok makan 2 buah 2 gelas 2 1/2 sendok makan 1 sendok makan 4 sendok makan Nilai Gizi Energi Protein Lemak Karbohidrat 1750 kkal 32 gr 49 gr 293 gr Pada umur 4-5 tahun anak telah bersifat konsumen aktif .*URT:Ukuran Rumah Tangga Nilai Gizi Energi Protein Lemak Karbohidrat 1250 kkal 23 gr 34 gr 212 1/2gr Pada umur 1-3 tahun anak lebih bersifat konsumen pasif.Makanan anak tergantung pada apa yang disediakan orang tua. karena anak telah dapat memilih makanan yang disukai.

Nilai Gizi 10. Apakah manfaat asi bagi balita? 10. penimbangan dan pemberian makanan tambahan 10.00 2. Apakah ASI ekslusif itu? 3.00 Kegiatan 1. Pelaksanaan imunisasi Alat bantu Materi/ pertanyaan 33 . penyuluhan Leaflet Kebutuhan gizi pada balita: 1. Tujuan pemberian gizi pada balita 3. Kebutuhan zat gizi per hari 5. Apakah kolostrum itu? 2. Prinsip kebutuhan gizi pada balita 4. Door prize 1.40 4.20 3. Pengertian balita 2.Susunan kegiatan MMD Jam 09.

1 Pengetahuan ibu tentang kb IUD dan implant meningkat 5.BAB 5 EVALUASI PELAKSANAAN MMD 5.2 Pengetahuan ibu tentang gizi balita meningkat 5.3 Peran serta masyarakat dalam posyandu meningkat 34 .

Sebagai pemecahan masalah tersebut. bagi ayah serta keluarga dan masyarakat yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kelahiran tersebut. Dari 300 KK yang diambil. Dari 9 orang yang tidak melepas kapsul implant dan 3 orang yang tidak melepas KB IUD belum mengalami keluhan 3 dari total bayi dan balita mengalami kurang gizi dengan alasan sosial ekonomi kurang dan kurangnya pengetahuan ibu. Didusun Menunggal respon masyrakat terhadap kesehatan sudah cukup baik. pelaksanaan MMD dan posyandu.1 Kesimpulan KB adalah usaha mengatur banyaknya jumlah kelahiran sedemikian rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya. 23 dari peserta posyandu belum mengetahui pentingnya posyandu dengan alasan orang tua bekerja dan dititipkan kepada nenek atau saudaranya. 3 orang tidak melepas IUD yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan sosial ekonomi kurang dan takut untuk melepas IUD.penyuluhan - - - - yang berkaitan dengan masalah tersebut melalui kegiatan PKK. diadakan penyuluhan. terdapat permasalahan yang diangkat sebagai prioritas antara lain: - 11 orang memiliki pengetahuan yang kurang tentang KB implant dan IUD 9 orang tidak melepas kapsul implant yang sudah habis masa efektifitasnya dengan alasan social ekonomi kurang dan takut untuk melepas kapsul implant. namun demikian bukan berarti tidak terdapat masalah yang menyangkut bidang kesehatan walaupun dalam jumlah yang kecil. Untuk evaluasi 35 . ibu-ibu yg mengikuti penyuluhan diberikan beberapa pertanyaan yang berkaitn dengan m ateri penyuluhan dan terbukti sebagian besar ibu-ibu mampu menjawab pertanyaan.BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6. Sebagai evaluasinya.

Bagi Puskesmas Pembantu Mempertahankan pelayanan yang sudah dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi klien. 6. klien dan keluarga dalam memberikan penyuluhan-penyuluhan yang utama berkaitan dengan masalah ibu dan anak. Bagi masyarakat Untuk keberhasilan dalam mengatasi permasalahan yang ada diperlukan kerjasama yang baik dari masyarakat. Bidan meningkatkan kerjasama yang baik dengan petugas kesehatan yang lain. Berusaha membimbing semua kelompok dan memberi pengarahan yang lebih jelas kepada mahasiswa terutama sebelum terjun kelapangan sehingga mahasiswa tidak kesulitan dalam mengaplikasikannya.2 Saran Bagi petugas Meningkatkan peranan bidan dalam fungsinya sebagai pelaksana pengajar kebidanan lebih meningkatkan kemampuan yang dimiliki. 36 . Bagi pendidikan Supaya lebih memperhatikan mahasiswa ditempat praktek.lebih lanjut. kami meminta bantuan kepada kader-kader dalam memantau perubahan yang terjadi di masyarakat sehubungan dengan permasalahan tersebut.

Mei tahun 2007 . Kedamean tahun 2006 .Data KB dari kec.Data Polindes Latansa bulan Januari.Pendataan kunjungan rumah masyarakat dusun Menunggal 37 .Data Balai Desa Menunggal tahun 2006 .DAFTAR PUSTAKA .Data PWS KIA Puskesmas Kedamean tahun 2006 dan 2007 (Januari-Mei) .Info Masyarakat desa Menunggal .

Siti Rochana. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca. Kec. Dr.KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. taufik serta hidayahNya. sehingga penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan Komunitas tentang Pengetahuan KB implant dan IUD di dusun Menunggal. 9. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi penyempurnaan makalah ini. H.R. Semua kader Desa menunggal. Nurudin. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan Asuhan Kebidanan ini tak lepas dari bimbingan dan petunjuk serta bantuan dari berbagai pihak. H. Jhon Sudiro Hendrata selaku Kepala Puskesmas Kedamean 3. Kedamean. Semua rekan mahasiswa DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya yang turut membantu dalam penyelesaian asuhan kebidanan komunitas ini Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Surabaya. iii 38 . 2.dr. Soedibyo HP.DTM selaku Ketua STIKES ABI Surabaya. oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. 5. 7. Kab. Subakti selaku Sekertaris Desa Menunggal. Gresik. selaku Pembimbing Praktek 6. desa Menunggal. AMK selaku Kepala Puskesmas Pembantu Desa Menunggal 4. Keb. Amd. Prof. Lia Hartanti. Ruswandik selaku Kepala Desa Menunggal. SST selaku Ketua Jurusan Prodi DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya dan Pembimbing Pendidikan. 8. Drg.

............. 1......................3 Data Pendidikan.. 2...................................................................2.... 1........................... ......... 2............................. 2...........4 Pelaksanaan .......... ......................................................... .....1 Data Kependudukan ..............1...................................... ............................5 Data Sosial Budaya....... .................... pelayanan KB pada PLKB..................7 Catatan Cakupan KIA.2....................... . ...................2 Rumusan Masalah .......................1 Tujuan Umum . ..........2 Data Geografis dan Demografis .....................2....... 2.................. .. .......... .....1................ ..................... ........2.................1........ ........... ............................2.... ............1 Latar Belakang .... 1......................2......................................................3 Data Sosial Ekonomi ..... ......1 Keadaan Umum .......2 Tujuan Khusus . ........................................................ ... 1............ LEMBAR PENGESAHAN ........... 2.... .... 2.................... .. BAB 2 GAMBARAN UMUM DESA MENUNGGAL ............. ....2... 2............ ....................................................... ...................... iv 39 9 10 10 10 11 11 11 i ii iii iv 1 1 2 2 2 3 3 3 4 4 4 4 6 6 7 7 7 ............ 2................ ......4 Data Khusus....... . ......... 2.. 2........................ 1.............................. ........................ 2...... 2.................................2 Data Pendidikan .......2 Hasil Pendataan Dusun .1........1.............4 Data Pencaharian..3 Tujuan ................ ..............................1.... 2................................................... KATA PENGANTAR .......1 Keadaan Umum Wilayah ......... alat kontrasepsi.....5 Sistematika Penulisan ..... ... .............................................. ....................... . DAFTAR ISI ....................................... ...................................................... .... ........................................ 1. ....................... 1.........8 Catatan PUS............. 2.................1......... 2......6 Data Tenaga Kesehatan.......................................... ............ BAB 1 PENDAHULUAN ..........................1................ ..................5 Data KB ...................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................... ... .................................

............. ................1 Kesimpulan............................ ...................... 3. ......2.......2 Prioritas Masalah .... 2......5 Faktor Penghambat dan Penunjang ...... 17 3.... .. .............................7 Data Cakupan 9 SKA ..... ........ 2................10 Sumber hasil pendataan dusun..................................... permasalahan........................... ... ................................5..................................................... 3.. 3.... . .................... .........9 Sarana air bersih dan pembuangan limbah.5.................................2........ ..........3..... .. 2.. 2.........3.......... dan Rencana Pemecahan Masalah«... .... .. 3...... penyebab................................ 2.......................6 Tenaga Kesehatandi dusun Menunggal . .. .... 3.................................. .......... . .....8 Sarana Kesehatan . ......... .1...1 Faktor Penghambat.. 6........................................ 12 12 13 13 14 13 14 14 15 17 DESA 3................................... .. ................................ 3.............................3 Rumusan Hasil MMD ............... . ..... 2...........2.... ......3 Permasalahan................................. ..........1 Penyajian Hasil Kegiatan ............. ......2 Saran. EVALUASI PELAKSANAAN MMD .................................2 Permasalahan ...2... Prioritas.......... ...............................................2.....2............ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 24 34 35 35 36 17 20 20 20 22 22 23 23 23 v 40 .............1..........................................................3 Perencanaan.............................3 Penyebab........ ......1 Penyajian hasil kegiatan.....................1 Permasalahan.......................... 6..... KESIMPULAN DAN SARAN......................4 Perencanaan bersama Masyarakat ................................ ........... dan prioritas............. 2................................................. ........................ BAB 4 BAB 5 BAB 6 PELAKSANAAN HASIL MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD)... 3.. .. 2.............................3..............1................................2 Faktor Penunjang ....... 3...... BAB 3 PELAKSANAAN (MMD) MUSYAWARAH MASYARAKAT ...2 Pembahasan bersama masyarakat dalam MMD ...................................................

DESA MENUNGGAL.ASUHAN KEBI ANAN KOMUNITAS PENGETAHUAN KB IMPLANT DAN IUD DI DUSUN MENUNGGAL. KAB GRESIK Disusun ol Ari seti ri i 430155 : PRODI DIII KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ARTHA BODHI ISWARA SURABAYA 200 41 . KEC KEDAMEAN.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->