Anda di halaman 1dari 81

Jangan Takut Menulis

ISBN 979-9148-66 9
PM 13-14-38-01-008
Diterbitkan oleh
PT Pribumi Mekar
Jln. Soekarno-Hatta No. 437 Bandung 40254
Telp. (022) 5226061

Penulis : Yanti Dwi Damayanti


Penyunting : Sigit Rais
Penata Letak : Neni Hendrayani
Perancang Kulit : Danang B. Wirawan
Ilustrasi : Yudiana
Edisi : Januari 2007

Hak cipta yang dilindungi undang-undang ada pada pengarang. Dilarang keras mengutip,
menjiplak, dan memfotokopi sebagian atau seluruh isi buku ini serta memperjualbelikannya
tanpa mendapat izin tertulis dari PT Pribumi Mekar.
Prakata

Bismillahirrahmanirrahiim.

Pada awalnya, banyak orang yang enggan menulis,


termasuk saya sendiri. Namun, ketika mulai menulis, imajinasi
terus berkembang dan sulit untuk dihentikan.
Sewaktu saya masih duduk di bangku SD, saya sering ditugasi
membuat karangan sesudah liburan sekolah. Setiap tahun saya
selalu mengarang dengan judul "Berlibur ke Rumah Nenek".
Sepertinya tidak ada judul lain yang muncul di benak saya pada
waktu itu. Padahal, nenek saya sudah meninggal sejak saya kelas
dua SD. Lagi pula rumah nenek saya tidak jauh dari sekolah saya
sehingga walaupun bukan hari libur saya selalu menyempatkan
diri untuk berkunjung ke rumah nenek, minimal seminggu sekali.
Mungkin Anda berpikir mengapa saya melakukan
kebohongan dengan mengarang cerita seperti "Berlibur ke
Rumah Nenek"? Satu hal yang terpikirkan oleh saya pada waktu
itu adalah bahwa menulis adalah suatu beban. Saya menulis
agar mendapatkan nilai yang bagus dari guru saya. Saya pikir
liburan saya pada waktu itu kurang menarik untuk diceritakan
sehingga saya mengarang cerita semenarik mungkin. Walaupun
sebenarnya ada ketidakpuasan yang mengganjal dalam hati.

iii
Sejak masuk SMP saya mulai senang membaca. Pemikiran
saya mulai terisi dengan ide lain sehingga ketika ada tugas lagi,
cerita saya bisa lebih bervariasi. Setidaknya itulah yang saya
rasakan sampai saya lulus SMA. Hal ini karena pada waktu itu
saya menulis tidak dengan hati.
Pengalaman inilah yang membuat saya ingin menularkan
kegemaran menulis yang saya miliki pada anak-anak. Saya yakin
anak Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk me-
nulis. Dengan keanekaragaman budaya yang Indonesia miliki,
saya yakin tidak sedikit anak-anak di seluruh pelosok Indonesia
memiliki pengalaman yang menarik. Bahkan sekarang, ada
beberapa anak Indonesia yang sudah menyumbangkan karya

iv
tulisnya. Namun, tidak sedikit pula anak Indonesia yang merasa
takut untuk menulis.
Buku Jangan Takut Menulis ini bertujuan memberikan inspirasi
bagi para pembaca, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Tujuannya adalah agar mereka tidak ragu-ragu untuk mulai
menulis. Jika Anda tidak mau menulis, tulislah "Aku tidak mau
menulis karena…", di sinilah Anda bisa mulai menulis. Buku ini
akan memaparkan teknik menulis dari para penulis ber-
pengalaman yang dikemas dengan bahasa yang komunikatif agar
dapat dipahami juga oleh anak-anak.

Sesuatu yang kita


Sesuatu yang kita dengar (20%)
baca (10%)

Sesuatu yang kita ajarkan Sesuatu yang kita


pada orang lain (95%) dengar dan lihat (50%)

Sesuatu yang kita


bicarakan dengan Sesuatu yang kita
orang lain (70%) lihat (30%)

Sesuatu yang kita


alami (80%)

Bagan kemampuan otak kita

Tahukah Anda modal apa yang diperlukan untuk menulis?


Tahukah Anda bahwa otak kita rata-rata mengingat 10% apa
yang kita baca, 20% apa yang kita dengar, 30% apa yang kita

v
lihat, 50% apa yang kita dengar sekaligus lihat, 70% kalau kita
bicarakan dengan orang lain, 80% jika kita mengalami, 95 % jika
kita mengajarkannya kepada orang lain. Oleh karena itu, karena
masa anak-anak merupakan modal untuk masa depannya, tidak
ada salahnya jika mereka belajar menulis sesuatu yang bisa
dipahami oleh orang lain sehingga dengan menulis otaknya
akan lebih cerdas dan kreatif. Seandainya semua orang memiliki
kecerdasan yang sama dalam menulis, kesabaranlah yang akan
membuatnya berbeda.
Jika buku adalah jendela dunia, menulis adalah alat untuk
membuat jendela itu. Namun, kita tidak dapat membuat jendela
itu jika kita tidak tahu bagaimana ilmunya. Semoga dengan
membaca buku ini, pembaca mendapatkan wawasan yang lebih
luas dan mendapatkan motivasi untuk menulis serta menyadari
potensi yang mereka miliki.
Mengapa saya menulis buku ini? Sebenarnya banyak sekali
alasan yang ada di benak saya, salah satunya adalah bahwa pada
dasarnya kita telah diajarkan kemampuan teknis menulis sejak
kelas 1 SD. Jadi, waktu kita lulus SMA, sebenarnya kita sudah
belajar menulis selama 12 tahun. Namun ternyata selama di
sekolah yang saya tempuh bertahun-tahun, saya tidak pernah
diajarkan bagaimana menulis dengan baik. Dengan menge-
sampingkan bakat individu yang berbeda dalam kemampuan
menulisnya, fakta akan adanya pelajar yang masih gagap dalam
hal menulis menunjukkan ada yang salah dalam proses belajar
mengajar tulis menulis di sekolah.
Saya rasakan dan saya amati bahwa pengajaran baca, tulis,
dan hitung yang setiap hari digeluti oleh seluruh siswa dari

vi
tingkat rendah hingga tinggi di sekolah tidak dapat membuat
seorang siswa terpelajar mampu menulis dengan baik. Padahal
dalam kenyataannya, keterampilan menulis sangat diperlukan
dalam kehidupan sehari-hari, baik bagi kaum terpelajar maupun
masyarakat pada umumnya. Misalnya, ketika saya menyelesaikan
studi dengan membuat skripsi, keterampilan menulis dan me-
rangkai kata agar tulisan saya dapat dimengerti oleh para penguji
mutlak diperlukan.
Begitu pula dalam kehidupan di masyarakat, kita dapat me-
nuliskan aspirasi kita sebagai
warga masyarakat terhadap suatu
peristiwa, misalnya: ucapan turut
belasungkawa atas terjadinya
bencana Tsunami di Aceh, kita
dapat beraspirasi dengan me-
ngirimkan artikel ke dalam koran.
Atau paling tidak bagi Anda yang
suka ceramah di Mesjid, jika Anda
ingin mendapatkan hasil yang
sesuai dengan tujuan yang ingin
Anda sampaikan, Anda harus me-
rangkai kata-kata yang baik dan Sumber: www.pratiwi.net

tertata rapi dalam teks ceramah. Se- Banyak sekali manfaat yang kita
dapat dari menulis.
mua itu ternyata memerlukan ke-
terampilan menulis dengan baik. Saya ingin agar pengalaman sa-
ya di sekolah dengan menganggap bahwa "menulis adalah suatu
beban" tidak dirasakan oleh anak-anak yang lain. Karena ternyata
banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dengan menulis.

vii
Selain alasan-alasan tadi, kebanyakan buku tentang karang-
mengarang atau tulis-menulis yang beredar di pasaran hanya
membahas aspek teknis. Oleh karena itulah, selain aspek teknis
berupa tips bagaimana menulis yang baik yang dikemukakan
oleh tokoh-tokoh bahasa, saya ramu pula dengan menggali
aspek nonteknisnya, yaitu aspek mengapa suatu tulisan ditulis,
aspek sebelum suatu tulisan lahir, dan aspek motivasi untuk
menulis berupa kata-kata inspiratif dari para tokoh.
Berdasarkan pengalaman, rupanya aktivitas menulis tidak
lepas dari aktivitas membaca. Dengan membaca, wawasan kita
menjadi menjadi lebih luas sehingga kita memiliki banyak
referensi dalam menuangkan ide atau gagasan ketika
membuat tulisan. Begitu pula dengan aktivitas membaca. Saya
pernah membaca dari beberapa artikel ataupun buku bahwa
aktivitas membaca yang tidak disertai aktivitas menulis adalah
sebuah kesia-siaan. Menurut Hernowo, yang merupakan salah
satu tokoh inspiratif bagi saya, dalam bukunya yang berjudul
Mengikat Makna, menganalogikan membaca dan menulis
sebagai berikut.
Ibaratnya kalau tanpa upaya menuliskan, atau tanpa si
pembaca berusaha keras untuk menuangkan segala sesuatu
yang sudah diperoleh, seolah-olah si pembaca hanya diberi
"sayap" oleh sebuah buku dan disuruh melayang-layang terus
di awang-awang secara tidak menentu. Dengan menulis, selain
"sayap" yang diperoleh itu menjadi amat efektif untuk
mengajak benak terbang ke dunia yang amat luas, si pembaca
teks jadi memiliki semacam "tali" untuk tetap dapat meluncur
menuju bumi kembali setelah melayang-layang di angkasa.

viii
Di bumi, saya yakin, seorang kutu buku akan sadar bahwa teori
yang telah diperolehnya lewat buku-buku yang dibacanya
harus diterapkan, "wajib" diaplikasikan agar membuahkan
manfaat bagi dirinya sendiri ataupun orang lain.
Nah, pengalaman seperti di ataslah yang memberi saya
inspirasi untuk menulis buku ini. Saya ingin berbagi pengalaman
dengan para pembaca. Semoga buku ini benar-benar
bermanfaat bagi Anda yang membacanya.

Penulis
Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.
(A li bin A
(Ali bi Thalib rr.a.)
Abi .a.)

ix
"Reading a full man, conference a ready man, and writing
an exact man"
(Sir Francis Bacon, Bapak Ilmu Pengetahuan Modern)
"Writing - the art of communicating thoughts to the mind is
the great invention in the world Great, very great, it enabling
us to converse with the dead, the absent, and the unborn, at all
distances of time and space, and great not only in its direct
benefits, but its great help to all other inventions."
(Abraham Lincoln, Mantan Presiden Amerika)
"From poetry to letters to stories to laws, we must learn to write
in order to participate in the range of experiences available to us
as human beings. Our spiritual lives, our economic success,
and our social networks are all directly affected by our willing-
ness to do the work necessary to acquire the skill of writing.
In a very real way neither our democracy nor our personal
freedoms will survive unless we as citizens take the time and
make the effort needed to learn how to write."
an
(Man
(M tan SSena
antan ena or,, B
enattor Bob Kerrry, N
ob Ker ational C
Na ommission on Writing)
Commission
"Kemampuan menulis setiap orang hanya dibatasi oleh
imajinasi."
(Ikhwan Sopa)
Menulislah dari hati.
( Yan ti Dwi D
anti amayyan
ama
Dama ti)
anti)

x
PETA PIKIRAN

Start

Mengapa Jangan Bagaimana


Kita Tak ut
akut Cara
Menulis? Menulis Menulis?

Apa yang dapat


Ay o,
Anda lakukan
Finish Kita
dengan Tulisan
Menulis!
Anda?

xi
Daftar Isi

Prakata ............................................................................................ iii


Peta Pikiran .................................................................................... xi
Mengapa Kita Menulis? .......................................................................... 1
Jangan Takut Menulis .......................................................................... 21
Bagaimana Cara Menulis? .................................................................. 31
Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Tulisan Anda? .......... 55
Ayo, Kita Menulis! .................................................................................. 63
Penutup ........................................................................................ 65
Daftar Pustaka ............................................................................. 67

xii
Mengapa
Kita Menulis?
Biarkan mereka katakan "mengapa" terhadap setiap hal
sepanjang hidupnya. Setiap "mengapa" akan selalu menambah
pengetahuan dan membuka wawasannya. Pengetahuan,
wawasan, dan pengalaman akan menjadikannya bijak.
(Iklan layanan Masyarakat Persembahan Matari Advertising
dan harian Kompas, dikutip dari Hernowo)
Pada awalnya, banyak orang yang enggan untuk menulis,
termasuk saya sendiri. Namun ketika mulai menulis, imajinasi
terus berkembang dan sulit untuk dihentikan. Anda boleh
percaya atau tidak, kita semua adalah penulis yang memiliki
bakat untuk menulis. Di suatu tempat di dalam jiwa setiap
manusia, akan ada kepuasan tersendiri apabila kita ceritakan
suatu kisah, mencurahkan isi hati, atau sekadar berbagi pe-
ngalaman dengan orang lain. Semua itu dapat kita tuangkan ke
dalam tulisan.
Ternyata cukup banyak alasan mengapa banyak orang yang
suka menulis. Sekali menulis, banyak orang yang ketagihan
menulis. Berikut ini adalah beberapa alasan tepat untuk me-
ngetahui bagaimana pentingnya menulis.
• Menulis adalah salah satu modal pokok dalam
berkomunikasi
• Menulis adalah salah satu langkah menuju keabadian
• Menulis berarti menata pikiran
• Suatu tulisan berpotensi tersebar sangat luas
• Menulis itu menyehatkan
• Menulis dapat meningkatkan daya ingat dalam
mendapatkan informasi baru
• Menuliskan pemahaman akan menambah pengetahuan

2 Jangan Takut Menulis


Semuanya bergantung pada Anda. Apakah Anda hanya setuju
dari beberapa poin di atas, setuju semuanya, atau bahkan tidak
sependapat sama sekali. Poin-poin tersebut akan saya uraikan
satu demi satu.

Menulis adalah Salah Satu Modal Pokok dalam


Berkomunikasi
Mengapa toko buku tidak pernah sepi dari pengunjung?
Mengapa sepatah dua patah kata dari para tokoh dan selebriti
selalu diharapkan pada berbagai acara? Mengapa kursus bahasa
Inggris dan ilmu komputer begitu laris? Mengapa iklan di media
massa dipandang sebagai cara efektif untuk mendongkrak
penjualan? Mengapa para ulama kondang begitu sibuknya
menjawab pertanyaan konsultasi atau memberikan dakwah dan
pencerahan? Kuncinya adalah fakta bahwa setiap orang, secara
alamiah sangat menghargai kemampuan berkomunikasi.
Jika kita cermati, kemampuan berkomunikasi dikembangkan
dari empat modal pokok, yaitu:
• listening atau mendengar;
• speaking atau berbicara;
• reading atau membaca; dan
• writing atau menulis.
Perhatikan, empat modal dasar tersebut tidak pernah berdiri
sendiri. Perhatikan pula bahwa urutan-urutannya tidak bisa
ditentukan dengan peringkat. Anda pasti yakin bahwa meskipun
menulis dalam modal dasar tesebut diletakkan di baris akhir,
keberadaannya harus tetap menjadi satu kesatuan dengan
modal dasar lainnya secara proporsional (sesuai dengan

Mengapa Kita Menulis? 3


porsinya) dan berimbang. Apa yang harus kita lakukan adalah
mencapai keseimbangan itu dengan menulis sebanyak kita
berbicara, mendengar, dan membaca. Anda bisa mencapai apa
yang Anda cita-citakan hanya jika Anda memiliki bekal yang
lengkap. Salah satunya adalah kemampuan menulis.

Menulis adalah Salah Satu Langkah Menuju


Keabadian
Karya-karya tulis akan kekal sepanjang masa, sedangkan
penulisnya hancur terkubur di bawah tanah.
Ungkapan yang singkat, tetapi sudah cukup menjelaskan,
bukan?
Kita bisa memastikan pernyataan tersebut dengan melihat
berbagai fakta sejarah dari orang terkenal. Lihatlah Ali bin Abi
Thalib r.a., Imam al-Ghazali, Imam Khomeini, Isaac Newton, Adolf
Hitler, Mussolini, Bung Karno, Bung Hatta, R.A. Kartini, Chairil Anwar,
Fidel Castro, Saddam Husein, Kwik Kian Gie, Gde Prama, Rhenald
Kasali, Bondan Winarno atau Hermawan Kertajaya. Mereka masih
terlalu sedikit untuk mewakili semua contoh nyata.
Karena tulisannya, mereka menjadi tokoh yang inspiratif bagi
banyak orang. Pidato mereka sangat inspiratif dan didengar oleh
banyak orang. Kata-kata mereka menjadi kutipan abadi. Buku,
tulisan, sajak, bahkan surat pribadi mereka yang dibukukan
menjadi bestseller sepanjang zaman. Mereka telah membaca
begitu banyak literatur dan referensi. Apa yang mereka baca
selalu dianjurkan untuk dibaca oleh orang lain, dengan harapan
kemampuan mereka bisa diwarisi oleh para penerusnya. Lebih
dari itu, mereka adalah orang yang sangat pandai dalam

4 Jangan Takut Menulis


mendengarkan orang lain, serta mampu membaca situasi dan
keadaan. Mereka adalah para ahli komunikasi.

Sumber: Di Bawah Bendera Revolusi, 1964 Sumber: Dokumentasi Penerbit


Bung Karno R.A. Kartini

Sumber: people.ppigroningen.nl Sumber: www.tomgpalmer.com


Chairil Anwar Isaac Newton

Tokoh yang merintis perubahan melalui tulisan.

Menulis Berarti Menata Pikiran


Dengan membuat suatu tulisan, Anda akan menata pikiran
Anda. Ide yang Anda tuangkan ke dalam kata-kata serabutan
mungkin hanya dipahami oleh Anda sendiri. Oleh karena itulah,
Anda harus merangkainya menjadi kalimat sistematis sehingga

Mengapa Kita Menulis? 5


tulisan tersebut dapat dipahami oleh orang lain. Berikut, saya
kutipkan kata-kata Andrias Harefa dalam buku Agar Menulis -
Mengarang bisa Gampang.
"Bagi saya, mengarang adalah salah satu cara belajar. Banyak
hal yang saya pelajari menjadi lebih kuat melekat dalam ingatan
karena saya olah menjadi tulisan. Pada saat saya menulis, berbagai
ide dan gagasan yang simpang siur harus mulai disusun secara
sistematis agar dapat dipahami orang lain dengan baik. Proses
penyusunan ide itu akan membawa saya pada pengenalan akan
ide-ide orang lain dan pendapat pribadi saya terhadap ide-ide
tersebut. Lalu saya harus belajar menyusun argumentasi untuk
menopang ide saya agar masuk akal (rasional). Dengan demikian,
keterampilan mengarang sesungguhnya mengembangkan sikap
rasional dalam diri si pengarang itu sendiri."
Dalam buku Quantum Writing , Hernowo menuliskan
beberapa teknik baru dalam menulis buku. Teknik tersebut
adalah sebagai berikut.
a. Menulis-mengalir dengan menggunakan metode peta-
pikiran;
b. Menulis-dinamis dengan menggunakan iringan musik;
c. Menulis-sinergis gaya quantum learning;
d. Menulis-super gaya accelerated learning.
Meskipun berbeda dalam gaya, semua metode tersebut pada
dasarnya memiliki kesamaan, yaitu menata pikiran.

Suatu Tulisan B
Suatu er
Ber
erppot ensi Tersebar SSanga
otensi anga uas
angatt LLuas
Anda menulis suatu artikel dan mengirimkannya lewat e-mail,
misalnya kepada lima milis yang Anda ikuti. Artinya, Anda sudah

6 Jangan Takut Menulis


mengirimkan artikel kepada lima puluh orang. Dengan asumsi,
satu milis terdiri dari sepuluh anggota. Jika separuh anggota
setiap milis tadi menyebarkan tulisan Anda kepada lima milis
lainnya yang berbeda, berarti potensi orang yang akan
membaca artikel tadi adalah 5 milis x 5 orang x 5 milis x 10 orang
= 1.250 orang. Bayangkan, jika sepuluh persen saja dari jumlah
terakhir melanjutkannya pada milis-milis lain.
Jika Anda tidak memiliki media internet untuk mengirimkan
e-mail kepada orang lain, paling tidak jika Anda seorang pelajar,
Anda dapat memajang tulisan Anda di majalah dinding
(mading) sekolah. Jika tulisan Anda berupa cerita, buatlah seperti
cerita bersambung (cerbung) sehingga orang menjadi
penasaran. Siapa tahu ada guru atau orang lain yang tertarik
pada tulisan Anda dan ingin mencoba untuk menerbitkannya
menjadi sebuah novel. Atau cobalah Anda kirimkan tulisan Anda
pada redaksi surat kabar yang beredar di daerah Anda. Kemudian
Anda coba lagi untuk untuk mengirimkan hasil tulisan Anda
pada penerbit buku dan redaksi majalah.

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Media cetak sebagai sarana untuk mempublikasikan tulisan Anda.

Mengapa Kita Menulis? 7


Anda jangan pernah menyerah walau mengalami penolakan.
Satu hal yang terpenting adalah usaha Anda untuk menyebarkan
tulisan Anda. Sekali tersebar, tulisan Anda berpotensi dibaca oleh
banyak orang. Hal ini bergantung pada seberapa menarik tulisan
Anda untuk dibaca orang lain. Saya yakin Anda memiliki potensi
yang sangat besar untuk menjadi seorang penulis terkenal.
Tanamkan tekad dalam hati Anda dan jangan pernah takut
gagal. Selamat mencoba!

Menulis itu Menyehatkan


Menurut Fatima Mernissi, sebagaimana dikutip Hernowo
dalam buku Quantum Writing, menulis itu menyehatkan.
Usahakan menulis setiap hari. Niscaya kulit Anda akan
menjadi segar kembali karena dampaknya yang luar biasa. Sejak
Anda bangun, menulis dapat meningkatkan aktivitas sel.
Dengan coretan pertama pada kertas kosong, kantung di bawah
mata Anda akan segera lenyap dan kulit Anda akan terasa segar
kembali.
Suatu hari, saya pernah mengalami kekecewaan. Lalu, saya
memutuskan untuk pulang. Di rumah, saya tuliskan perasaan saya
ke dalam secarik kertas putih, saya anggap bahwa saya sedang
"curhat" (mencurahkan isi hati) kepada Tuhan. Meskipun tidak
dituliskan, saya yakin Tuhan Mahatahu apa pun yang ada dalam
hati hamba-Nya. Setelah selesai menuliskan perasaan saya itu, tiba-
tiba muncullah sebuah solusi dalam pikiran saya. Saya pun ter-
dorong untuk menuliskan solusi dari permasalahan yang dihadapi.
Saya yakin Tuhan telah menggerakkan hati saya untuk
menuliskan solusi dari permasalahan tersebut. Setelah itu saya

8 Jangan Takut Menulis


merasa tenang karena saya mencoba untuk mengobati ke-
kecewaan dengan menuliskan nasihat dari diri saya sendiri dan
untuk diri saya sendiri. Akhirnya, pikiran saya menjadi jernih kembali.
Saya bisa ke luar rumah dan beraktivitas seperti biasa. Luar biasa!
Dengan menulis, Anda bisa menjadi psikolog, minimal untuk diri
Anda sendiri.
Pengalaman saya tersebut ternyata sesuai dengan hasil
penelitian Pennebaker sebagaimana dikutip Hernowo dalam
buku Quantum Writing. Pennebaker menunjukkan kepada kita
mengenai berbagai manfaat menulis, yaitu:

• Menulis dapat menjernihkan pikiran


Saat memulai tugas yang rumit, cobalah untuk menuliskan
pikiran dan perasaan Anda. Para ahli hipnotis profesional sering
menggunakan teknik ini untuk mempercepat proses hipnotis.
Pada dasarnya, mereka meminta klien mereka untuk menuliskan
pikiran dan perasaan mereka pada saat itu. Saat klien mereka
selesai menulis, ahli hipnotis tersebut meminta klien untuk
merobek kertas yang mereka pakai dan membuangnya. Hal ini
merupakan sebuah tindakan simbolis bagi penjernihan pikiran.
Ini sungguh menarik. Anda bisa mencobanya. Begitu banyak
masalah yang Anda hadapi. Begitu pula dengan pikiran dan
perasaan Anda dalam menghadapi masalah tersebut. Dengan
menuliskannya pada secarik kertas putih, Anda akan merasakan
bahwa Anda telah mengungkapkan seluruh isi hati Anda
terhadap kertas putih itu. Jadikan kertas putih itu sebagai saksi
bisu atas bergejolaknya perasaan Anda pada saat itu. Selamat
mencoba!

Mengapa Kita Menulis? 9


• Menulis mengatasi trauma yang menghalangi penyelesaian
tugas penting
Setelah mengalami sebuah kemelut yang besar, orang
cenderung dihantui oleh kejadian itu. Dalam memikirkan
trauma tersebut, bahkan dalam upaya untuk melupakannya,
orang akan menggunakan kapasitas pikirannya yang ter-
besar. Oleh sebab itu, mereka akan menjadi pelupa dan tidak
bisa memusatkan perhatian mereka pada pekerjaan baru
yang besar. Menulis tentang trauma akan membantu Anda
dalam mengelola trauma. Dengan demikian, Anda telah
membebaskan pikiran untuk menangani tugas lainnya.

• Menulis membantu memecahkan masalah


Menulis bisa mendorong proses integrasi informasi. Oleh
karena itu menulis bisa membantu memecahkan masalah-
masalah yang rumit. Jika seseorang menulis dengan bebas
tentang sebuah masalah rumit yang sedang dihadapinya, ia
akan lebih mudah mendapatkan pemecahannya. Ada be-
berapa alasan untuk hal ini. Salah satunya adalah bahwa
menulis memaksa orang memusatkan perhatian mereka lebih
panjang pada satu topik tertentu daripada kalau mereka
hanya memikirkannya. Karena menulis lebih lambat daripada
berpikir, setiap gagasan harus dipikirkan dengan lebih
terperinci.
Menulis lebih bersifat "linier" daripada berpikir. Artinya,
menulis memaksa suatu gagasan untuk ditranskripkan
sebelum gagasan lainnya mulai dipikirkan. Singkatnya,
menulis bisa menjadi sebuah kemampuan yang sangat

10 Jangan Takut Menulis


berharga dalam mempelajari dan menghadapi dunia. Pada
kesempatan yang tepat, menulis bisa meningkatkan kesehatan
fisik dan mental. Meskipun bukan satu-satunya obat manjur,
penggunaan kegiatan menulis secara bijaksana bisa
memperbaiki kualitas hidup kita.

Menulis dapat Meningkatkan Daya Ingat dalam


Mendapatkan Informasi Baru
Ada penelitian mengenai kegiatan mencatat, menulis
catatan yang penuh pemikiran, dan coretan anak-anak kecil.
Dari hasil penelitian tersebut dikemukakan bahwa kegiatan-
kegiatan tadi dapat membantu orang untuk mendapatkan dan
mengingat kembali gagasan baru.
Sebagaimana yang ditulis oleh Bobbi DePorter dalam
bukunya yang berjudul Quantum Learning, alasan pertama
untuk mencatat adalah meningkatkan daya ingat. Pikiran
manusia yang menakjubkan, seperti pikiran Anda, dapat
menyimpan segala sesuatu yang Anda lihat, dengar, dan
rasakan. Memori Anda sempurna, seperti komputer. Tujuannya
bukanlah untuk membantu pikiran Anda mengingat; memori
melakukannya secara otomatis. Tujuannya adalah mengingat
apa yang tersimpan dalam memori Anda.
Menulis bisa membantu memberikan suatu kerangka yang
bisa dipakai untuk memahami perspektif baru dan unik dari
orang lain. Bahkan, menulis tentang hal tersebut akan
membuat gagasan semakin jelas dan mudah diingat.

Mengapa Kita Menulis? 11


Menuliskan Pengalaman akan Menambah
Pengetahuan
Saya temukan hal yang sangat inspiratif bagi diri saya dari
seorang pakar bahasa, yaitu Hernowo, dalam bukunya yang
berjudul Mengikat Makna. Dalam buku tersebut, beliau merujuk
pada kisah para tokoh tentang betapa pentingnya menuliskan
pengalaman. Hal ter-
sebut akan saya papar-
kan sebagai berikut.
Seorang pakar ma-
najemen yang begitu
kaya pengalamannya
dalam merumuskan
dan menemukan cara
terbaik "mengelola ma-
nusia", Peter F. Drucker,
dalam salah satu tulis-
annya berkisah tentang
salah satu komposer
besar dunia, Beethoven.
Menurut Drucker,
Beethoven adalah salah satu contoh orang hebat yang belajar
dari menulis. Beethoven banyak membuat catatan dalam buku
catatannya. Akan tetapi, Beethoven mengatakan bahwa ketika
menciptakan komposisi musiknya, ia tidak pernah benar-benar
melihat catatannya tersebut. Saat ditanyakan soal itu, ia men-
jawab, "Apabila saya tidak segera mencatat temuan-temuan
saya, saya tentu akan melupakannya begitu saja. Apabila saya

12 Jangan Takut Menulis


mencatatnya, niscaya saya tidak akan pernah melupakannya
dan tidak perlu lagilah saya melihatnya." Ini benar-benar
menarik!
Sementara itu, Rasul Ja'farian, dalam tulisannya yang berjudul
Tadwin al-Hadits: Studi Historis tentang Kompilasi dan Penulisan
Hadis, mengisahkan pula orang besar di dunia keagamaan yang
menggemari aktivitas tulis-menulis secara menarik. "Sejumlah
tradisi besar menunjukkan bahwa para Imam memiliki buku dan
tulisan yang mereka warisi dari para leluhurnya. Dalam tradisi
lain, diriwayatkan bahwa Imam Ali membuat pernyataan,
'Ikatlah Ilmu' (lewat tulisan), yang diulanginya sampai dua kali.
Telah diriwayatkan dari Jabir bahwa Abu Hanifah memanggil
Imam Ja'far Ash-Shadiq
dengan panggilan kutubi
(kutu buku), sehubungan
dengan kepercayaannya
pada buku. Imam bangga
dengan julukan tersebut."
Kisah Rasul Ja'farian ini
mendukung sekali kisah
Drucker tersebut, terlebih
lagi kalau kita memfokus-
kan perhatian pada sabda
Imam Ali bin Abi Thalib.
Sesuatu, misalnya infor-
masi mengenai penge-
tahuan, akan dapat kita
ikat, atau kita ingat secara
kuat dalam benak apabila

Mengapa Kita Menulis? 13


kita tuliskan. Tentunya, merujuk pada pandangan Drucker, mak-
na belajar yang dapat meningkatkan derajat pengetahuan kita
dan meninggikan kualitas kehidupan kita adalah belajar yang
diiringi dengan kehendak menuliskan apa saja yang kita pelajari.
Zainuddin Sardar, dalam bukunya Tantangan Dunia Islam
Abad 21: Menjangkau Informasi, secara gamblang dan rinci me-
ngemukakan riwayat ini.
Pada abad pertama munculnya Islam, tradisi lisan men-
dominasi dan menjadi sarana utama dalam menyebarkan
informasi. Namun, hal ini tidak dapat diandalkan sepenuhnya.
Kemudian, catatan tertulis pun mulai berlaku di antara para
penuntut ilmu pengetahuan. Sa'ad bin Jubair (wafat pada 714)
berkata, "Dalam kuliah-kuliah Ibnu Abbas, aku biasa mencatat
pada lembaran. Jika telah penuh, aku menuliskannya di kulit
sepatuku, dan kemudian di tanganku"; dan "Ayahku sering
berkata kepadaku, 'Hapalkanlah, tetapi terutama sekali
tuliskanlah. Jika telah sampai di rumah, tuliskanlah. Jika kau
memerlukan atau kau tidak ingat lagi, bukumu akan
membantumu.'"

Mengapa Menulis?
Tahukah Anda sesuatu yang paling banyak di dunia?
Jawabannya adalah kata. Ketika kita berbicara dengan orang
lain, kita menyampaikan ide kepada orang lain. Pembicaraan
akan berjalan dengan baik apabila apa yang kita bicarakan dapat
dipahami oleh lawan bicara kita. Dalam menulis, kata-kata
adalah batu bata dalam berkomunikasi yang memiliki fungsi
sama. Berbicara kepada anak-anak membutuhkan bahasa lisan

14 Jangan Takut Menulis


yang bisa dipahami oleh anak-anak. Begitu juga dalam berbicara
kepada orang yang lebih tua.
"Communication is the most important skill in life."
(S
(Stt ephen R. C
Coo v e y, p engar
pengar ang S e v en Habits)
engarang
Begitu pula dengan menulis. Jika Anda sudah berbicara
seumur hidup Anda, besar kemungkinan Anda tidak akan
menghadapi kendala dalam berkomunikasi lisan. Akan tetapi,
jika jumlah aktivitas menulis Anda hanya tiga tahun
sementara usia Anda sudah 25 tahun atau lebih, Anda sangat
mungkin mengalami berbagai kesulitan dalam ber-
komunikasi secara tertulis. Penyebabnya hanya satu, yakni
jam terbang Anda dalam menulis yang masih terhitung
rendah. Maka sekali lagi, kita tidak punya pilihan lain kecuali
mencoba untuk menulis sebanyak kita membaca, sebanyak
kita mendengar, dan sebanyak kita berbicara.
Francis Bacon (filsuf Inggris yang disebut sebagai Bapak
Ilmu Pengetahuan Modern) mengatakan, "reading a full man,
conference a ready man, and writing an exact man". Oleh sebab
itu, pengetahuan dan keahlian seseorang akan dapat di-
kembangkan dengan akurat dan efektif melalui kegiatan
menulis daripada sekadar membaca atau berdiskusi.
Anak-anak adalah penulis alamiah yang masih polos.
Mereka memiliki sesuatu untuk dikatakan. Sebenarnya, jauh
di lubuk hati Anda masih ada kepolosan tersebut. Akan tetapi,
pikiran kita berkecamuk dengan berbagai gagasan. Kita tidak
pernah berhenti untuk berpikir bahwa gagasan kita itu
bodoh sehingga sampai pada titik tertentu dalam masa
sekolah kita.

Mengapa Kita Menulis? 15


Ingat kembali bagaimana sulitnya Anda saat masih duduk
di Taman Kanak-Kanak, SD, SMP, SMA, atau bahkan saat di bangku
kuliah. Anda telah belajar dengan keras. Anda bersusah payah
untuk terus belajar. Mulanya, Anda hanya dituntut untuk bisa
berkata-kata. Kemudian, Anda diperkenalkan pada huruf dan
simbol. Selanjutnya, Anda dituntut untuk selalu membaca. Pada

Sumber: www.mbeproject.net

Sekolah sebagai salah satu tempat mengasah kemampuan menulis.

saat bersamaan, Anda juga mulai dituntut untuk menulis dan


mendengarkan orang lain dengan lebih baik. Memasuki SMP,
Anda diharapkan sudah menguasai kemampuan dasar tadi.
Sejak saat itulah Anda mulai menguasai semuanya. Anda
mulai pintar membaca, mendengar orang lain lewat debat dan
diskusi, mulai pandai berbicara, dan sesekali menulis. Sesekali?
Ya, Anda hanya menulis sekali-sekali saja! Coba Anda hitung
dan bandingkan porsi Anda dalam membaca, mendengar, dan
berbicara dengan menulis. Anda pasti terkejut bahwa aktivitas
menulis Anda tidak akan mencapai 25% dari keseluruhan akti-
vitas yang Anda kerjakan selama ini. Dalam banyak hal, pekerja-

16 Jangan Takut Menulis


an menulis laporan atau proposal bahkan sudah menjadi se-
macam alergi bagi diri Anda sendiri.
Apa yang terjadi? Hal yang terjadi sesungguhnya adalah
ketidakseimbangan dalam perkembangan kemampuan Anda.
Dalam hal ini, Anda telah menyia-nyiakan apa yang sudah Anda
peroleh sejak kecil dengan mengembangkannya tanpa
memerhatikan proporsi. Di sinilah letak pentingnya me-
ngembangkan kemampuan menulis.
Selama sekolah, Anda mungkin masih bisa menyeimbang-
kan kemampuan dalam menulis, membaca, mendengar, dan
berbicara. Akan tetapi, begitu Anda memasuki dunia karier dan
wilayah kerja, perkembangan kemampuan menulis Anda mulai
tertinggal jauh dari kemampuan Anda dalam membaca,
mendengar, dan berbicara. Sengaja atau tidak, aktivitas menulis
Anda hanya sebatas laporan, formulir, atau proposal. Padahal,
kemampuan Anda yang lain terus tumbuh dan berkembang.
Oleh karena itu, besar kemungkinan kemampuan menulis Anda
menjadi terhambat atau bahkan menurun. Cepat atau lambat,
sesuai dengan karakteristiknya, penurunan kemampuan dalam
menulis justru berkembang menjadi hambatan bagi kemajuan
kemampuan membaca, mendengar, dan berbicara.
Jika Anda tidak menulis, berarti Anda telah menyia-nyiakan
kemampuan dasar yang sudah Anda peroleh di masa-masa awal
pendidikan. Dengan kata lain, telah terjadi penyimpangan dari
rencana hidup Anda sendiri yang seharusnya dikembangkan
secara paralel dan seimbang.
Seorang pakar komunikasi, Donna M. McCune mengungkap-
kan pengalamannya. Bisa jadi Anda adalah seorang profesional
yang hebat. Berapa lamakah karier Anda akan tetap bersinar?

Mengapa Kita Menulis? 17


10 tahun? 20 tahun? 30 atau 50 tahun? Jika profesi Anda menuntut
pemikiran yang hebat, atau jika Anda harus bekerja dengan
tangan atau kaki Anda, Anda mungkin masih bisa melakukannya
dengan baik saat ini. Bagaimana dengan 20 atau 30 tahun lagi?
Anda jelas tidak akan bisa bertahan hanya dengan menekan-
nekan tombol keyboard di depan komputer untuk melakukan
entry atas hal-hal yang sama sepanjang hidup Anda. Jika Anda
bercita-cita menjadi petani atau traveller pengeliling dunia, Anda
pun sudah harus mempersiapkannya dari sekarang. Lebih dari
itu, ada satu hal yang bisa amat membantu Anda mencapai cita-
cita di masa depan dan menyelesaikan berbagai tugas Anda di
masa sekarang dengan lebih baik, yaitu dengan lebih sering
menulis.
Jika kita perhatikan baik-baik, tingkat penghargaan yang
dianggap paling tinggi bagi seorang profesional adalah membagi
semua ilmu yang dimiliki kepada orang lain. Itu sebabnya setiap
orang hebat di dunia pada akhirnya akan menulis buku atau
menjadi public speaker yang berbicara di depan orang banyak.
Artinya, hampir bisa dipastikan bahwa karier setiap profesional
akan bermuara pada aktivitas berbicara dan menulis. Secara
otomatis mereka akan menjadi pembicara atau penulis. Seorang
lulusan S3 pada akhirnya harus mampu berbicara dan menulis
dengan baik. Seorang pedagang asongan yang sempat menjadi
konglomerat pun demikian. Maka, menulis adalah alat survival.
Anda harus percaya, muara manapun yang Anda pilih, baik itu
pembicara maupun penulis, kemampuan menulis adalah tulang
punggungnya. Masalahnya, apa yang sudah Anda persiapkan
mulai sekarang, setelah diketahui bahwa aktivitas menulis Anda
masih terbilang minim?

18 Jangan Takut Menulis


National Commission on Writing di Amerika Serikat
(beranggotakan lebih dari 4.300 sekolah dan perguruan tinggi)
mengungkapkan beberapa hal yang berkaitan dengan perlunya
"revolusi dalam menulis" sebagaimana disarikan berikut ini.
Grammar atau tata bahasa, retorika, dan logika adalah dasar-
dasar yang membangun proses real learning dan self-knowledge.
Semua itu adalah dasar bagi pengembangan proses belajar yang
nyata dan bagi pengembangan karir pribadi seseorang.
Kemampuan untuk mengatakan sesuatu secara benar, baik,
dan masuk akal adalah nilai dasar bagi dunia pendidikan. Oleh
karena itu, menulis dengan baik adalah sebuah kemampuan yang
tidak boleh ditinggalkan. Hal ini didasari oleh tiga pilar utama,
yaitu sebagai berikut.
Pertama, aktivitas menulislah yang telah mengubah dunia.
Berbagai revolusi dunia dimulai dari menulis. Dalam banyak hal,
menulis telah meningkatkan taraf hidup manusia secara
keseluruhan, apa pun bidang yang dirambahnya. Dalam faktanya,
segala hal yang menekan dan terjadi dalam sejarah selalu
mendorong orang untuk kembali ke tinta dan alat tulis.
Kedua , aktivitas menulis secara nyata telah terbukti
memperkaya kehidupan politik setiap negara. Para pemimpin
besar telah memadukan unsur kekuatan dan persuasi yang bisa
mendorong orang melihat berbagai hal dari sudut-sudut baru
yang lebih baik. Mereka telah menggunakan kekuatan kata,
bahasa, dan tulisan untuk mengingatkan kembali perlunya
berbagai standar yang lebih tinggi guna mencapai kesejahteraan
yang lebih baik.
Ketiga, menulis ternyata juga bisa mengungkapkan secara
mendalam mengenai berbagai hal yang seringkali tidak bisa

Mengapa Kita Menulis? 19


dilihat oleh orang lain. Padahal, semua hal yang tadinya tak
terlihat itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan
setiap orang.
Menulis adalah sesuatu yang lebih jauh dan dalam dari
sekadar menguasai tata bahasa dan tanda baca. Menulis adalah
sebuah proses yang dapat mengembangkan kemampuan dalam
berpikir dinamis, kemampuan analitis, dan kemampuan mem-
bedakan berbagai hal secara akurat dan valid.
Menulis bukan sekadar cara untuk mendemonstrasikan apa
yang telah diketahui. Lebih dari itu, menulis adalah cara untuk
memahami apa yang telah diketahui. Menulis akan meningkat-
kan rasa percaya diri. Rasa percaya diri itulah yang akan
memunculkan berbagai kreativitas yang disertai dengan rasa
bahagia.

20 Jangan Takut Menulis


Jangan Takut
Menulis
Pernahkah Anda secara sengaja tidak mengerjakan
pekerjaan rumah (PR) yang disuruh oleh guru? Ketika buku PR
dikumpulkan, Anda bingung mencari-cari alasan tepat agar guru
tidak memarahi atau bahkan menghukum Anda karena tidak
mengerjakan PR. Akhirnya, Anda ketahuan tidak mengerjakan
PR, lalu Anda dihukum oleh guru dengan disuruh mengerjakan
PR yang lebih banyak lagi. Selain itu, Anda harus berlari sejauh
tujuh keliling lapangan bola basket.Tentunya Anda akan merasa
capai dan malu terhadap teman-teman sekelas. Selain itu Anda
pun akan ketinggalan pelajaran. Coba bandingkan dengan
apabila Anda mengerjakan PR tersebut. Mungkin Anda tidak
perlu capai-capai berlari keliling lapangan basket dan mengerja-
kan PR tambahan yang jauh lebih banyak.
Berdasarkan pengalaman tersebut, saya mengambil ke-
simpulan, jika kita ingin menghindari suatu pekerjaan yang
harus kita lakukan, kita akan membayarnya lebih besar di-
bandingkan jika kita melakukan pekerjaan tersebut. Begitu pula
dengan menulis. Setelah kita mengetahui alasan-alasan
mengapa kita harus menulis dan mengapa kita menulis, tunggu
apa lagi? Mulailah dari sekarang!
Saya menemukan beberapa pernyataan yang diungkapkan
oleh orang yang memiliki ketakutan untuk menulis, di antaranya
adalah sebagai berikut.

S aya T idak Pun


Punya Waktu
uny
Ungkapan itu adalah ungkapan yang berbahaya. Anda me-
ngatakan tidak punya waktu karena mengejar dan menyelesaikan
berbagai hal dalam pekerjaan, karier, dan cita-cita. Bagaimana

22 Jangan Takut Menulis


mungkin Anda tidak punya waktu untuk sesuatu yang dapat
membantu mewujudkan semua itu? Bukan tidak mungkin, waktu
Anda yang tersita habis selama ini justru disebabkan oleh
kekurangoptimalan Anda dalam membaca, mendengar, berbicara,
dan menulis. Menulis itu ibarat "sekali merengkuh dayung, dua tiga
pulau terlampaui". Dengan menulis, Anda dapat memperbaiki dan
meningkatkan kualitas Anda dalam membaca, mendengar, dan
berbicara. Bawalah catatan ke mana pun Anda pergi, jadikanlah
catatan tersebut sebagai sahabat setia Anda yang selalu
mendengarkan seluruh kisah hidup Anda. Menulis tidak memerlukan
waktu yang lama. Jika tidak ada waktu, tuliskan saja pokok pikirannya,
nanti setelah ada waktu, kembangkan pokok pikiran tersebut.

Saya T idak B erbak


Berbak
erbakaat M enulis
Menulis
Ungkapan ini juga berbahaya. Anda tidak seharusnya
membangun tembok-tembok bagi pengembangan pribadi Anda
sendiri. Anda jangan menutup diri dari peluang baru yang akan
mencerahkan masa depan Anda.
Dalam banyak kasus, berbagai media yang ada sering
dibangun dan dikembangkan oleh orang teknis yang sama sekali
tidak berlatar belakang dunia tulis-menulis. Para kontributor
mereka pun demikian. Itu sebabnya media-media itu tidak selalu
berpaling pada orang yang berlatar belakang jurnalistik. Andalah
orang yang paling tepat untuk menulis. Anda adalah jurnalis.
Tidak ada yang bisa menjanjikan bahwa tulisan Anda akan
fenomenal. Namun, siapa pun bisa menjamin bahwa tulisan Anda
dapat diperbaiki dan menjadi sesuatu yang lebih baik dan
menguntungkan bagi Anda.

Jangan Takut Menulis 23


Bidang SSa
aya T idak Ter
erkk ait dengan A pa yyang
Apa ang Har us
Harus
Ditulis
Sebelum akhirnya menjadi sastrawan besar, Joni Ariadinata
awalnya adalah tukang becak yang biasa mangkal di Malioboro,
Yogya. Saya (penulis) kuliah di Jurusan Fisika, jurusan yang tidak
berhubungan dengan tulisan saya ini. Namun, saya mencoba
untuk menuangkan ide yang ada dalam pikiran saya dalam
tulisan ini. Contoh lainnya Hernowo, beliau lulusan Teknik
Industri. Namun, karena kepiawaiannya dalam menulis, dia kini
dikenal sebagai ahli dalam menulis buku tentang pendidikan
dan tulisannya pun ada yang menjadi best seller. Jadi, bidang
yang Anda kuasai bukan menjadi penghalang Anda untuk me-
nulis.
Hampir semua bidang menjadi aspek mendasar dalam ke-
hidupan setiap masyarakat dan bangsa. Profesi Anda juga pasti
bisa dikaitkan ke sana. Oleh karena itu, dunia tertentu bisa
ditinjau dari segala aspek dan profesi yang ada. Anda bisa me-
mandangnya dari segi hukum, seni, ekonomi, manajemen,
sumber daya manusia, sosiologi, psikologi, pertanian,
peternakan, dan perikanan.
Anda dapat mengungkapkan berbagai ide yang Anda miliki
meski tidak sesuai dengan bidang Anda. Jika Anda me-
ngerjakannya dengan serius, tak ada seorang pun yang tahu
bagaimana nasib tulisan Anda di masa yang akan datang.

Saya Pernah Menulis dan Ditolak


Menulislah dari hati. Jangan pernah Anda menulis karena
terpaksa atau hanya untuk mencari uang dan popularitas.

24 Jangan Takut Menulis


Biarkan saja mengalir. Pada kenyataannya, kita semua memang
membutuhkan materi. Akan tetapi, bukan itu yang utama. Saya
yakin Tuhan akan membukakan rezekinya melalui jalan lain.
Namun, penolakan terhadap tulisan yang Anda buat jangan
dijadikan sebagai suatu trauma yang berkepanjangan.
Jadikanlah itu sebagai suatu cambuk bagi Anda untuk
membuat suatu tulisan yang lebih berkualitas.
Pada prinsipnya, apa yang dilakukan oleh media bukanlah
penolakan. Media sangat memahami bahwa setiap pemikiran
dan ide semestinya bisa diungkapkan dan dirilis kepada
publik. Hanya saja terkadang, dengan terpaksa, mereka harus
mendahulukan tulisan yang siap dimuat. Anda hanya
ditantang untuk bersaing, tulisan Anda atau tulisan orang lain
yang lebih pantas untuk dimuat. Itu saja. Ada media yang
mungkin siap mengolah kembali tulisan Anda dari keadaan
seadanya dan menjadikannya alat investasi bagi Anda sebab
mereka memahami bahwa di luar sana, orang-orang sangat
membutuhkan buah pemikiran Anda.
Joni Ariadinata harus mengalami lima ratus kali
penolakan sebelum akhirnya menjadi sastrawan besar
seperti sekarang ini. Namun, kegagalan bukanlah alasan untuk
maju bagi orang yang gigih seperti dia.
Orang yang berbakat gagal melihat masalah sebagai
hambatan. Sedangkan orang yang sukses melihat masalah
sebagai tantangan yang membuat hidup lebih bergairah.
Demikian pula dalam menulis.
(M ohammad FFauzil
(Mohammad auzil A dhim)
Adhim)

Jangan Takut Menulis 25


Tidak Bisa Menuangkan Ide
Hampir semua media mengembangkan berbagai cara untuk
bisa menjadi wadah bagi aliran ide dan pemikiran Anda. Pada
prinsipnya, mereka akan mencoba berbagai hal untuk bisa
menangkap ide Anda. Jika perlu, mereka menerapkan metode
wawancara atau ghost writing. Anda bisa menjadi penulis bayang-
an (ghost writer). Penulis bayangan (ghost writer) adalah penulis
yang dibayar untuk menyiapkan naskah atas nama orang lain.
Peluang menjadi ghost writer sangat terbuka lebar. Banyak
cendekiawan, ulama, pakar, atau pejabat yang ingin menulis di
media massa untuk menyebar luaskan ilmunya, tetapi mereka
menghadapi kendala teknis. Anda menjadi "sekretaris" mereka
dengan menjadi ghost writer. Caranya, lakukan wawancara dan
susun pemikiran mereka dalam sebuah tulisan artikel. Yang
penting, Anda punya sesuatu yang juga penting, yaitu menulis.

Saya T idak Perccaya D


er
Per ir
irii
Dir
Menulis adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan
rasa percaya diri Anda secara elegan dan profesional. Oleh karena
itulah Anda harus menulis. Mungkin langkah berikut ini bisa
membantu Anda dalam menghilangkan ketidakpercayadirian
Anda dalam menulis:
• Tuliskan saja ketidakpercayadirian Anda itu dalam secarik
kertas putih, beserta semua alasan-alasannya. Misalnya, saya
tidak percaya diri untuk menulis buku ini, karena leluhur saya
tidak ada yang menjadi penulis, lagipula tulisan saya jelek,
susunan kalimat saya tidak dipahami orang, …" dan seterusnya
sampai Anda puas mengungkapkannya.

26 Jangan Takut Menulis


• Bayangkan bahwa tulisan Anda tersebut merupakan "jeritan"
dan keluhan hati Anda, tulislah sejujur-jujurnya.
• Lalu, sobeklah kertas itu sampai berkeping-keping. Bayangkan
bahwa semua keluhan hati Anda telah hancur bersama sobekan
kertas itu.
• Ambil lagi secarik kertas, dan mulailah menulis kelebihan-
kelebihan Anda yang memotivasi Anda untuk menulis. Atau
paling tidak, bacalah buku yang membangkitkan percaya diri
Anda untuk menulis.
• Tulislah apa yang Anda ingin tuliskan. Menulislah dari hati. PD
aja lagi! Selamat mencoba!

Saya Sudah Menulis di Tempa


Menulis empatt Lain
Yakinlah tidak ada satu media pun yang melarang seorang
penulis untuk menulis di media lain. Setidaknya, hal itu bisa
ditengahi dengan berbagai kesepakatan. Mereka tidak ingin
melakukan hal itu. Anda bebas menulis di media lain. Mereka
hanya beranggapan bahwa mereka adalah salah satu media
dari semua media yang ada dan mereka amat memahami fokus
dan keunikan masing-masing sebagai sebuah media.
Namun, ada yang perlu Anda ketahui, ada etika kepenulisan
tentang "artikel ganda" dan "artikel duplikat". Artinya, Anda
tidak boleh melakukan pengiriman artikel yang sama kepada
dua atau lebih redaksi media massa. Anda juga tidak melakukan
duplikasi terhadap artikel orang lain. Jika salah satu dari kedua
hal itu terjadi, apalagi jika kedua-duanya, dapat dipastikan
Anda akan masuk ke dalam "daftar hitam" (blacklist) redaksi
media massa.

Jangan Takut Menulis 27


Namun ada solusinya, yaitu Anda harus lebih terampil lagi
dalam mengolah dua artikel yang memiliki maksud yang sama tapi
dikemas dengan susunan kalimat yang berbeda. Dengan demikian,
Anda dapat meningkatkan kualitas menulis Anda. Hal yang jelas,
dengan menulis berarti Anda sudah menambah nilai plus bagi
kualitas pribadi Anda.

Saya Han
Hanyya Bisa M
Bisa enulis B
Menulis uk
Buku dan T idak B
uku isa
Bisa
Menulis Artikel Pendek
Dalam banyak hal, Anda mungkin punya ide yang tidak cukup
panjang dan dalam karya untuk dijadikan sebuah buku. Atau
sebaliknya, sebuah buku Anda bisa Anda sarikan dalam bentuk yang
lebih pendek berupa artikel. Ini berarti promosi bagi tulisan Anda.
Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk menulis artikel cenderung
lebih singkat. Sementara itu, frekuensi kontak Anda dengan pembaca
cenderung bisa lebih ditingkatkan. Ini akan sangat menguntungkan
bagi buku Anda di masa depan. Selain itu jika, Anda cukup sering
menulis, koleksi artikel Anda itu bisa Anda jadikan buku di kemudian
hari.

Saya T idak Menguasai A


Menguasai tur
Aturan M
turan ain di B
Main idang yyang
Bidang ang
Saya Tulis
Mungkin Anda benar. Akan tetapi, dengan sedikit menggali Anda
pasti bisa meyakini bahwa Anda adalah satu dari sedikit orang yang
memahami aturan mainnya apa pun bidang itu. Artinya, pemikiran
Anda tetap dibutuhkan oleh banyak orang yang jauh lebih awam
daripada Anda sendiri.

28 Jangan Takut Menulis


Media IItu
tu Tidak Blak-blak
Blak-blakan
lak-blakan
Ini adalah kendala yang dihadapi setiap media selama hidupnya.
Visi dan misi setiap media mengharuskan mereka berdiri pada posisi
yang netral dengan asumsi bahwa posisi ini akan memberi manfaat
yang lebih besar bagi semua sistem dan budaya serta bagi semua
khalayak yang terlibat di dalamnya. Pada prinsipnya, setiap media
harus mengungkapkan secara apa adanya. Namun demikian, hal
itu harus dilakukan dengan bijaksana tanpa dikotori oleh unsur SARA
misalnya. Adalah tanggung jawab mereka untuk mengungkapkan
sesuatu yang blak-blakan dalam cara yang lebih konstruktif atau
membangun, Anda tetap bisa berbicara blak-blakan. Namun Anda
harus memahami, bicara blak-blakan yang tidak disertai dengan
kebijaksanaan akan lebih destruktif sifatnya. Oleh karena itu, banyak
media lebih memilih pendekatan yang bijaksana, sistemik, dan ilmiah.
Ini saatnya rekonsiliasi dan bukan saling menyakiti.

Saya Lebih Suka Menulis Fiksi


Ada yang sudah menyediakan tempat untuk tulisan fiksi. Mereka
akan mencoba mentransformasikan ide dan gagasan
Anda ke dalam "format mereka".

Tidak Ada Komputer untuk Menulis


Anda tidak bisa beralasan seperti itu.
Banyak media juga menerima kontribusi
dalam bentuk tulisan tangan. Bahkan, ada
juga yang menerima ide dan gagasan dalam
bentuk suara atau gambar.

Jangan Takut Menulis 29


Sudah Ter lamba
lambatt bagi SSa
erlamba aya un tuk M
untuk enulis
Menulis
Tidak. Inilah saatnya bagi Anda untuk menuangkan segala
ide Anda demi masa depan diri sendiri dan demi masa depan
bangsa ini. Jika Anda sebagai ahlinya tidak mau berbicara,
segala cita-cita termasuk cita-cita pribadi Anda akan terkendala.
Tidak ada resep yang lebih baik bagi penulis kecuali menulis
sekarang juga.
Anda tidak mungkin menjadi penulis besar kalau tidak pernah
menerbitkan tulisan. Tulisan pertama Anda tidak mungkin terbit
kalau Anda tidak pernah mengirimkannya. Tidak mungkin Anda
bisa mengirimkan tulisan pertama tersebut kalau Anda tidak
pernah memulai menulis. Kapan saat yang paling tepat untuk
menulis? Jawabannya adalah hari ini.
Tidak ada hari esok jika kita tidak memulai hari ini.
(M ohammad FFauzil
(Mohammad auzil A dhim)
Adhim)
Jadi, buat apa kita menunda-nunda waktu untuk menulis?
Tidak ada hambatan bagi kita untuk menulis. Modalnya hanya
ide, kemampuan membaca dan menulis, serta alat tulis dan se-
carik kertas. Menulislah dengan hati Anda dan mulailah dari
sekarang!

30 Jangan Takut Menulis


Bagaimana Cara
Menulis?
Apa susahnya menjadi penulis? Seseorang yang memulai
karier sebagai penulis kadang tidak sadar tentang dunia yang
mereka masuki. Terjun menjadi penulis tanpa perhitungan
biasanya akan menjadikan menulis sebagai pekerjaan yang
menjemukan, seperti pekerjaan kantoran lainnya. Saya
menemukan tips menarik seputar membangkitkan minat
membaca dan menulis buku dari berbagai sumber. Mungkin ini
dapat dijadikan sebagai referensi bagi Anda yang ingin memulai
karier sebagai penulis.

7 T ips Membac
Membac a dan 7 T ips M
embaca enulis dar
Menulis darii H er
Her no
erno wo
now
Berdasarkan pengalaman, ternyata aktivitas menulis tidak
lepas dengan aktivitas membaca. Dengan membaca, wawasan
kita menjadi menjadi lebih luas sehingga kita memiliki banyak
referensi dalam menuangkan ide atau gagasan saat membuat
tulisan. Begitu pula dengan aktivitas membaca. Saya pernah
membaca dari beberapa artikel atau buku yang mengemukakan
bahwa aktivitas membaca yang tidak disertai dengan aktivitas
menulis sama saja dengan sia-sia.
Menurut Hernowo, salah satu tokoh inspiratif bagi saya dalam
bukunya yang berjudul Mengikat Makna, menganalogikan
membaca dan menulis sebagai berikut.
Ibaratnya jika tanpa upaya menuliskan, atau tanpa si
pembaca berusaha keras untuk menuangkan segala sesuatu
yang sudah diperoleh, seolah-olah si pembaca hanya diberi
"sayap" oleh sebuah buku dan disuruh melayang-layang terus
di awang-awang secara tak menentu. Dengan menulis, selain
"sayap" yang diperoleh itu menjadi amat efektif untuk mengajak

32 Jangan Takut Menulis


benak terbang ke dunia yang amat luas, si pembaca teks jadi
memiliki semacam "tali" untuk tetap dapat kembali meluncur
menuju bumi kembali setelah melayang-layang di angkasa. Di
bumi, saya yakin, seorang kutu buku akan sadar bahwa teori
yang telah diperolehnya lewat buku-buku yang dibacanya harus
diterapkan. Isi buku tersebut "wajib" diaplikasikan agar
membuahkan manfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Oleh sebab itu, Hernowo mengemas tips-tips tentang
membaca dan menulis sebagai berikut.

7 Kiat Membiasakan Diri Membaca Efektif

1. Membaca = Memahami
Kiat pertama ini diangkat oleh Hernowo dari al-Quran surah
pertama, yaitu al-'Alaq, yang berbunyi " iqra". Menurut pakar tafsir
al-Quran, Dr.M.Quraish Shihab, kata "iqra" ini terambil dari kata
"qara'a" yang berarti "menghimpun". Merujuk ke ayat pertama
surah tersebut. Membaca sama dengan "menghimpun makna".
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara jelas baca
(membaca) itu diartikan juga sebagai aktivitas "memahami".

2. Membaca = Memaknai
Membaca dalam arti memahami akan menjadi sangat efektif
apabila dalam proses pehaman itu sang pembaca menyertakan
keinginannya atau mencantumkan apa saja yang diinginkannya
ke dalam teks-teks bacaannya. Misalnya, "Apa sih manfaat buku
ini bagi saya?"

Bagaimana Cara Menulis? 33


3. Membaca = Memperluas wawasan dan memperkaya perspektif
Kiat ketiga ini merupakan salah satu contoh memaknai da-
lam tingkat yang sangat "umum". Namun, sifat keumuman ini
menjadi penting karena sifat kepastiannya (jika dalam proses
membaca itu seseorang mampu menempuh secara benar dua
kiat sebelumnya). Bisa jadi, seseorang yang kurang suka
membaca buku, agak kesulitan untuk memandang suatu per-
soalan secara luas dan meninjaunya dari berbagai sudut
pandang.

4. Kecintaan membaca = Kecintaan belajar


Kiat keempat ini merupakan pemupukan atau pembiasaan ak-
tivitas membaca yang memenuhi syarat ketiga sebelum ini. Bagi para
pembaca yang tekun, tumpukan pemahaman, pemaknaan, dan
kekayaan ilmu akan membuatnya mencintai aktivitas mulia ini.

5. Kita harus gemar membaca


agar dapat membaca dengan
baik
Kebiasaan membaca yang
dipupuk sedikit demi sedikit
disertai kesabaran tinggi akan
membuahkan suatu kegemaran.
Jika Anda mengalami kesulitan
untuk memantik minat untuk Sumber: www.osas.itgo.com
sungguh-sungguh membaca, Perluaslah wawasan
berusaha keraslah untuk meng- dengan membaca.

34 Jangan Takut Menulis


gemari aktivitas membaca. Kegemaran akan melahirkan
penemuan suatu metode efektif dalam hal membaca sesuai
dengan karakter setiap pembaca. Misalnya, secara otomatis
seorang pembaca akan tiba-tiba mencatat, memberi tanda, dan
mensistemasi aktivitas membacanya.

6. Membaca dengan baik = Menyantap "makanan rohani"


secara teratur
Hal ini sama halnya seperti kita menyantap makanan secara
teratur. Dengan kebiasaan yang kita ciptakan, kebiasaan itulah
yang akan membangun watak kita.

7. Membaca adalah salah satu aktivitas terpenting sepanjang


hayat
Dalam hidup kita segala hal berubah seiring perkembangan
zaman. Dengan membaca, kita bisa mengikuti perubahan
tersebut. Inilah alasan pentingnya membaca.

Kiat Membiasakan Diri Menulis Efektif

• Menulis = Membebaskan diri


Setiap orang memiliki kemampuan menulis atau menunjuk-
kan simbol-simbol yang tampak mata dalam mengomunikasi-
kan sesuatu kepada orang lain. Kemampuan ini ibarat jin milik
Aladin yang tersimpan di dalam botol yang tersumbat. Setiap
orang perlu berupaya keras membebaskan sumbatan agar jin
atau potensi menulis itu melejit keluar.

Bagaimana Cara Menulis? 35


• Menulis = Mengekspresikan diri
Ada satu cara membuang sumbatan botol. Anggaplah yang ada
di dunia ini hanya Anda sendiri. Anda bebas mengutarakan apa
saja tanpa ada orang yang "mengancam" atau menilai Anda. Anda
bebas mengaitkan materi yang ingin Anda ungkapkan sesuai
dengan watak Anda. Inilah jalan yang tepat untuk berekspresi.

• Menulis = Menemukan diri


Ini juga dapat dikatakan membantu mempercepat
pembuangan sumbatan botol jin tadi. Anda akan terdorong
sangat keras jika aktivitas menulis ditargetkan untuk mengenal
diri Anda sedikit demi sedikit. Ibarat menyusun puzzle yang
akhirnya gambaran keseluruhan (the big picture) tersusun indah
dan penuh makna.

• Milikilah catatan harian


Kiat keempat ini ibarat meyediakan wadah untuk menampung
semburan potensi menulis Anda yang tiba-tiba sumbatan
botolnya terlepas dan muncrat. Tulislah apa saja sepanjang hari.
Saya anjurkan Anda menulis setiap hari pada pagi hari, sehabis
bangun tidur. Saya anjurkan pula Anda menuliskan semua hal
yang menyesaki benak Anda. Seorang psikolog dan ahli terapi
menulis, James Pennebaker, menganjurkan, "Write your wrongs!"

• Kebiasaan menulis = Kecintaan "mengikat" ilmu


Apabila Anda sudah memiliki catatan harian, biasakanlah
untuk "mengikat" apa saja yang menurut Anda penting untuk

36 Jangan Takut Menulis


diingat. Metode mengingat yang paling efektif itu adalah
dengan mencatat. Sebagaimana komputer, gudang memori
manusia itu sangat terbatas. Jika data yang ada terlalu melimpah,
komputer akan "hang". Sementara itu, manusia akan mengalami
stres.

• Membacalah buku sebanyak-banyaknya


Ibarat ember yang isinya meluap karena sudah terisi penuh,
seseorang akan gampang mengungkapkan apa saja yang
diinginkannya lewat tulisan jika kepalanya telah dipenuhi oleh
berbagai informasi. Jadi, membacalah buku sesuai dengan "7
kiat membiasakan diri membaca efektif".

• Menulis = Aktivitas intelektual-praktis yang dapat


dilakukan oleh siapa saja dan amat berguna untuk mengukur
seberapa tinggi pertumbuhan rohani seseorang
Banggakanlah diri Anda dan rayakanlah kemenangan Anda
jika mampu mengungkapkan sesuatu secara tertata, dalam kata-
kata yang akurat, serta kalimat-kalimat yang jernih. Apabila
tulisan Anda diminati untuk dipahami orang lain, itu berarti Anda
telah melakukan sesuatu yang mulia dan agung, yakni
membagikan kekayaan batin. Setiap Anda selesai menuliskan
sesuatu, bukan hanya fisik yang tumbuh karena "makanan
jasmani", jiwa Anda pun akan tumbuh karena "makanan rohani".

Tahap-Tahap P
ahap-Tahap Prroses Penulisan yyang
Penulisan ang LLengk
engk ap
engkap
Proses ini diambil dari proyek penulisan California yang
dikutip oleh Bobby DePorter dalam bukunya yang berjudul

Bagaimana Cara Menulis? 37


Quantum Learning. Proses penulisan ini efektif untuk semua
bentuk tulisan yang dapat Anda sebutkan.

• Persiapan Sebelum Menulis


Pengelompokan (clustering) dan menulis cepat adalah dua
teknik yang digunakan pada tahap proses penulisan ini. Pada
tahap ini, Anda hanya membangun suatu fondasi untuk topik
menarik berdasarkan pengetahuan, gagasan, dan pengalaman
Anda dalam kehidupan.

• Draf Kasar
Di sini Anda mulai menelusuri dan mengembangkan gagasan-
gagasan Anda. Pusatkan terhadap isi daripada terhadap tanda
baca, tata bahasa, atau ejaan. Dalam hal ini, ada sesuatu yang harus
Anda ingat. Draf ini berfungsi menunjukkan, bukan memberitahu-
kan (show not tell) saat Anda menulis.

• Berbagi
Bagian dari proses ini sangat penting. Menurut instruktur menulis,
Michael Carr, ini juga merupakan bagian yang paling sering
diabaikan. Sebagai penulis, kita merasa sangat dekat dengan tulisan
kita sehingga sulit bagi kita untuk menilai secara objektif. Untuk
mengambil jarak dengan tulisan Anda, Anda perlu meminta orang
lain membacanya dan memberikan umpan balik. Mintalah seorang
teman, rekan, pasangan, atau teman sekelas Anda membacanya
dan memberikan umpan balik. Mintalah agar mereka me-
nunjukkan ketidakkonsistenan, kalimat yang tidak jelas, atau
transisi yang lemah. Berikut ini beberapa petunjuk dalam berbagi.

38 Jangan Takut Menulis


Untuk penulis:
- Katakan kepada pembaca Anda apa yang ingin Anda capai
dengan menulis cerita itu.
- Tak ada salah dan benar dalam hal ini, karena itu
tanggalkanlah semua ego Anda. Sambutlah semua umpan
balik tanpa emosi. Nantinya Anda dapat memilih masukan
yang akan Anda terima atau abaikan.
- Dengarkan saja, jangan mencoba untuk menjelaskan apapun
pada pembaca Anda. Jika menurut pembaca tidak ada
kesalahan, berarti memang tidak ada.
- Setelah pembaca memberikan umpan balik kepada Anda, tak
ada salahnya Anda bertanya untuk mendapatkan kejelasan.

Untuk pembaca:
- Bacalah isinya saja. Abaikan tata bahasa dan ejaan. Kedua hal
ini dapat dikaji pada waktu tersendiri.
- Tunjukkan kepada penulis kata-kata, frase, dan bagian utama
mana yang paling baik bagi Anda sebagai pembaca.
- Utarakan kepadanya pertanyaan apa pun yang terlintas di
dalam pikiran Anda saat membaca tulisan tersebut.
- Katakan kepada penulis jika menurut Anda tulisan tersebut
berhasil mencapai tujuan yang direncanakan.
- Akhirnya, katakan kepadanya saran-saran Anda agar tulisan
tersebut menjadi lebih baik.

• Perbaikan (Revisi)
Kini, setelah Anda mendapatkan umpan balik tentang mana
yang baik dan mana yang perlu digarap lagi, ulangi dan

Bagaimana Cara Menulis? 39


perbaikilah. Ingatlah, Anda adalah tuan dari tulisan Anda. Anda
harus bisa membuat keputusan terakhir untuk mengambil atau
mengabaikan umpan balik tersebut. Manfaatkan umpan balik
yang Anda anggap membantu. Tujuan utama Anda adalah
menulis dengan sebaik mungkin. Setelah memperbaikinya,
bagikan kembali kepada rekan Anda.

• Penyuntingan (Editing)
Akhirnya, inilah saatnya untuk membiarkan "editor" otak kiri
melangkah masuk. Pada tahap ini, perbaikilah semua kesalahan
ejaan, tata bahasa, dan tanda baca. Pastikanlah semua transisi
berjalan mulus, penggunaan kata kerja tepat, dan kalimat-
kalimatnya lengkap.

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Kegiatan penyuntingan terhadap naskah.

40 Jangan Takut Menulis


• Penulisan Kembali
Tulis kembali tulisan Anda,masukkan isi yang baru dan perubahan-
perubahan yang Anda peroleh dari tahap penyuntingan.

• Evaluasi
Periksalah untuk memastikan bahwa Anda telah menyelesaikan
apa yang Anda rencanakan dan apa yang ingin Anda sampaikan.
Walaupun ini merupakan proses yang terus berlangsung, tahap
ini menandai akhir pemeriksaan.

Persiapan
sebelum Draft kasar
Evaluasi
menulis

Penulisan Berbagi
kembali

Penyuntingan Perbaiki (revisi)


(editing)

Bagan kegiatan menulis

Ketika dijelaskan dengan cara tersebut, proses penulisan ini


tampak logis dan linear. Dalam praktiknya, proses ini lebih
merupakan pola putaran bolak-balik. Misalnya, Anda dapat
melalui tahap pertama hingga keempat, lalu berputar balik
melalui tahap ketiga dan keempat sebelum melanjutkan ke

Bagaimana Cara Menulis? 41


tahap kelima, keenam, dan ketujuh. Semakin kompleks tulisan
Anda, dan semakin banyak yang harus dirapihkan, makin
banyak putaran yang Anda lakukan. Para penulis profesional
memperbaiki beberapa kali sebelum mereka merasa mantap
dengan apa yang telah mereka kerjakan. Seorang penulis
pernah mengatakan bahwa karya seni tak pernah selesai,
hanya ditinggalkan.

Kiat-kiat untuk Memperlancar Penulisan

• Mulailah Secepatnya
Kalau Anda seperti kebanyakan
orang lain, segala sesuatunya
berjalan tampak lebih lama dari-
pada yang Anda rencanakan. Oleh
karena itulah, tambahkan waktu
ekstra dalam persiapan Anda.

• Putarlah Musik
Seperti dibahas dalam bagian
sebelumnya, musik barok mem-
bantu Anda rileks dan membuat
pikiran Anda tenang.

42 Jangan Takut Menulis


• Cari Waktu yang Tepat

Beberapa orang menulis sangat baik pada pagi hari, yang


lain, menjadi sangat puitis setelah orang-orang lain pergi tidur.

• Lakukan Olahraga
Kegiatan ini membuat Anda segar
dan memberikan oksigen yang cukup
baik bagi otak. Keduanya dapat mem-
bantu pikiran Anda ketika menulis.

• Bacalah Apa Saja

Anda dapat membaca majalah, koran,


novel, nonfiksi, kotak-kotak sereal, lirik-lirik
lagu, ensiklopedia, buku-buku kutipan
dan peribahasa, puisi, komik, dan cerita
anak-anak. Membaca membuat Anda
bersentuhan dengan kehidupan, peng-
gunaan bahasa, dan gaya-gaya tulisan.

Bagaimana Cara Menulis? 43


• Mengelompokkan Pekerjaan

Lebih mudah untuk


menghadapi proyek besar
penulisan jika dipilah
menjadi bagian yang le-
bih kecil. Karena itu, kerja-
kanlah salah satu bagian
pada satu saat. Rujuk juga
proses penulisan.

• Gunakan Aneka Warna


Ketika menulis draf kasar,
gunakan warna yang berbeda
untuk tiap-tiap bagian atau
gagasan. Ini membantu Anda
untuk melihat semua bagian
tulisan Anda secara lebih baik.

K ia
iatt Agar T idak M
Agar engalami Hamba
Mengalami tan
Hambatan
Menulis
Inilah beberapa cara untuk kembali ke jalur awal ketika Anda
mengalami hambatan menulis.

• Tempatkanlah Diri Anda pada Sisi yang Lain


Cobalah untuk memandang apa pun yang Anda sedang tulis
dari sudut pandang yang berlawanan untuk sementara waktu.

44 Jangan Takut Menulis


Hal ini memberikan kesempatan kepada Anda untuk berpikir
tentang masalah itu secara objektif sekaligus kreatif. Misalnya,
Anda mencoba menjual sesuatu kepada seseorang, tempatkanlah
diri Anda pada posisi orang yang sedang berpikir, "Aku tak
menginginkannya, aku tak membutuhkannya, aku tak mampu
membelinya." Apa yang harus Anda katakan untuk mengatasi
orang itu? Gagasan atau emosi apakah yang akan membuat
mereka berkata, "Hei, aku butuh ini?"

• Menyingkirlah dari Tulisan Anda

Kadang-kadang, Anda perlu me-


ngesampingkan tulisan Anda dan
biarkan pikiran bawah sadar Anda
menggarapnya. Pergilah berjalan-
jalan, kemudian kembalilah pada
pekerjaan Anda dalam keadaan
segar, atau kerjakanlah sesuatu yang
lain untuk sementara waktu.

• Langgarlah Aktivitas Rutin Anda


Cobalah menulis pada jam-jam yang berbeda dari hari biasa,
makan di restoran tradisional yang baru, berbelanja di pasar yang
berbeda, atau ambillah jalan lain menuju ke rumah sepulang dari
kantor. Melakukan hal-hal secara berbeda membuat Anda melihat
segala sesuatu dengan cara-cara baru dan membuat hubungan-
hubungan yang tak pernah Anda lihat sebelumnya.

Bagaimana Cara Menulis? 45


• Gantilah Alat Tulis Anda
Jika Anda terbiasa menggunakan suatu pengolah kata (pro-
gram komputer), sekarang cobalah menulisnya dengan tangan
atau mesin tik. Dengan begitu, Anda akan menemukan hal baru.

Sumber: www.aroundmaine.com Sumber: Dokumentasi Penerbit

Alat-alat tulis alternatif yang dapat membantu mengatasi


kejenuhan dalam menulis.

• Ubahlah Lingkungan Anda


Temukan tempat yang baru untuk menggarap tulisan Anda.
Parkirlah mobil Anda di suatu tempat yang menghadap
pemandangan dan menulislah. Anda pun bisa menulis di teras
untuk perubahan suasana.

• Berbicaralah kepada Anak-Anak tentang Proyek Anda


Benar, cobalah! Walaupun tidak paham sepenuhnya, mereka
biasanya memiliki pendapat. Hal ini kerap kali membuat Anda
melihat suatu topik permasalahan dari sudut pandang yang
berbeda.

46 Jangan Takut Menulis


Tahap dalam M enulis yyang
Menulis ang D ipapar
ipaparkk an oleh D
Dipapar idik
Didik
Wijaya dalam Buku Tips Menulis
Apabila saat ini Anda ingin memulai pekerjaan sebagai
penulis, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara menulis
dengan baik, efisien, dan efektif. Ada banyak cara yang dapat
digunakan seseorang untuk bisa menulis. Setiap orang tentunya
memiliki cara yang berbeda-beda. Namun pada prinsipnya cara-
cara tersebut dapat dibagi ke dalam lima tahap kegiatan. Anda
dapat mengikuti tahapan-tahapan ini. Tahapan-tahapan ini
berlaku untuk penulisan fiksi ataupun nonfiksi.

• Menentukan tema atau topik atau ide utama yang akan Anda
tulis
Sebaiknya Anda menulis dalam bidang yang Anda kuasai.
Keuntungannya adalah Anda akan lebih menikmati dan lebih
serius dalam menulis naskah tersebut. Sebenarnya, Anda tidak
dilarang untuk menulis di luar bidang yang Anda kuasai. Namun,
beban Anda akan jauh lebih ringan jika menulis tentang bidang
yang Anda kuasai. Pada akhirnya, tulisan Anda akan lebih baik
dan besar kemungkinannya untuk cepat diterbitkan.

• Melakukan penelitian
Lakukanlah semua hal yang diperlukan untuk mendapatkan
data yang Anda inginkan dengan membaca, mencatat,
observasi, atau mengkliping. Kumpulkan semua data dalam satu
tempat. Sebaiknya Anda menggunakan jurnal. Organisasikan
dengan rapi, agar mudah dicari apabila diperlukan. Anda harus
memastikan bahwa data yang Anda miliki valid dan akurat

Bagaimana Cara Menulis? 47


sehingga apa yang Anda tulis dapat dipertanggungjawabkan.
Apabila menulis novel dengan setting dan karakter yang sudah Anda
riset, Anda akan memiliki karakter yang kuat.

• Membuat kerangka atau outline dengan memilih topik atau


ide mana yang akan Anda gunakan
Beberapa penulis fiksi terkadang melewatkan tahap ini. Mereka
merasa cukup dengan membuat kerangka di luar kepala. Mereka
langsung menulis apa yang ada di kepalanya. Namun tidak semua
orang bisa menulis dengan cara ini. Sebaiknya Anda tetap membuat
kerangka atau outline ini supaya tulisan atau cerita Anda memiliki
konsistensi dan alur yang baik. Anda akan dengan mudah melihat
alur tulisan hanya dengan membaca kerangka.

• Anda harus menulis


Carilah waktu untuk menulis. Kadang-kadang Anda akan banyak
mengalami hambatan dalam menulis. Anda harus mengatasi
hambatan ini sehingga tulisan Anda selesai dalam waktu yang sudah
ditentukan.

• Membaca kembali tulisan Anda


Jangan langsung mengirimkan tulisan Anda ke penerbit. Simpan
terlebih dahulu beberapa waktu dan baca kembali. Anda akan terkejut
sewaktu membaca tulisan Anda sendiri. Revisi kembali apabila
terdapat kesalahan, termasuk kesalahan ketik, gramatika, dan tata
bahasa. Jangan segan untuk menulis ulang dengan ide baru yang
lebih segar.Pastikan bahwa yang Anda kirimkan adalah yang terbaik.
Anda akan dinilai berdasarkan naskah kiriman Anda.

48 Jangan Takut Menulis


7 T ips bagi Anda yyang
Anda ang Bar
Bar uM
aru emulai K
Memulai ar
Kar ier sebagai
arier
Penulis

• Tips 1 : Mengatasi penolakan


Setiap penulis akan mengalami penolakan. Jika karya kita
ditolak oleh penerbit memang akan terasa menyakitkan. Camkan
hal ini: Anda tidak akan menjual semua yang Anda tulis. Mungkin
Anda tidak akan menjual sebagian besar dari tulisan Anda.
Biasakan diri Anda untuk menghadapi penolakan. Dunia tidak
runtuh saat tulisan Anda ditolak. Buat tulisan dengan ide yang
lain dan kirimkan kembali. Anda juga tidak perlu menanggapi
penolakan dari penerbit secara personal. Kebanyakan editor tidak
punya waktu untuk memberikan alasan mengapa karya Anda
tidak dapat diterbitkan. Dalam hal ini, letak permasalahannya
adalah bukan pada kemampuan menulis Anda.

• Tips 2 : Mengatasi kritik


Setiap penulis akan menerima
kritik. Bahkan penulis yang paling
terkenal pun perlu merevisi tulisan-
nya. Jadi, tanggapilah kritik dengan
santai. Mintalah saran dari editor
tentang apa yang harus diperbaiki
dari tulisan Anda. Berusahalah
menjadi orang yang berpikiran ter-
buka. Mungkin Anda tidak hanya
akan mendapat kritik dari editor,
tapi juga dari pembaca.

Bagaimana Cara Menulis? 49


• Tips 3 : Banyak melakukan riset
Banyak orang salah mengerti tentang pekerjaan menulis.
Anggapan mereka, menjadi penulis adalah menulis dan menulis saja.
Anggapan ini salah besar. Seorang penulis yang baik akan lebih
banyak menghabiskan waktu untuk melakukan riset daripada
menulis. Pengertian riset di sini bermacam-macam, bisa membaca,
mengamati, menonton, dan mencatat. Bacalah semua buku yang
pada waktu biasa tidak sempat Anda baca. Tontonlah semua film
baik yang Anda sukai maupun yang tidak Anda sukai. Keluarlah dari
rumah, berjalan-jalan, dan bertemu orang-orang yang berbeda-beda.
Hal ini akan memperkaya pengetahuan Anda. Anda tidak akan tahu
kapan Anda membutuhkan pengetahuan Anda tersebut.

• Tips 4 : Anda harus memiliki kemampuan menulis


Banyak orang yang tidak peduli apakah tulisannya benar atau
tidak secara tata bahasa. Jangan ragu untuk mempelajari tata
bahasa, gramatika, gaya bahasa, atau perihal bahasa lain yang
mungkin tidak menarik untuk dipelajari. Anda harus tahu bahwa
ini adalah modal Anda. Dengan menggunakan tata bahasa yang
benar, maka Anda telah memudahkan tulisan Anda dibaca oleh
orang lain termasuk editor. Anda juga akan terlihat profesional di
mata penerbit.

• Tips 5 : Selalu kirimkan tulisan terbaik


Anda harus selalu mengirimkan tulisan terbaik. Selalu lakukan
hal itu. Jangan kirimkan karya yang belum jadi atau yang masih
banyak kesalahan. Setiap penulis, terkenal atau tidak, akan selalu
dinilai dari hasil tulisannya.

50 Jangan Takut Menulis


• Tips 6 : Bawalah selalu buku catatan atau jurnal
Anda sebaiknya selalu membawa buku catatan atau jurnal ke
mana pun Anda pergi. Anda tentu tidak tahu, kapan ide brilian
muncul. Ketika ide tersebut muncul, Anda harus selalu siap untuk
mencatatnya. Di zaman sekarang ini, seorang penulis dimudahkan
dalam hal teknologi, Anda bisa mengganti buku catatan dengan
laptop, tablet pc, pda, smartphone, atau gadget lain yang Anda sukai.
Prinsipnya, Anda harus selalu siap mencatat ide kapan pun, di mana
pun. Sebetulnya, bisa saja Anda mencatatnya di dalam ingatan.
Akan tetapi, pastikan bahwa Anda bukan orang yang mudah lupa.
• Tips 7 : Cintailah menulis
Jangan cuma menganggap menulis sebagai pekerjaan. Buatlah
menulis seperti pekerjaan yang sangat
menyenangkan. Jadikanlah menulis
sebagai kegiatan yang sangat Anda
cintai. Jika Anda menganggap se-
baliknya, pada akhirnya menulis sama
saja seperti pekerjaan lain yang men-
jemukan. Love it ! Kalau Anda ber-
untung Anda akan menjadi kaya dari
menulis. Jika belum, setidaknya Anda
akan mendapatkan kebahagiaan dari menulis.

Tips dan Trik M arii Ide G


encar
Menc
encar agasan yyang
Gagasan ang
Segar dalam Menulis
Dari pengalaman Nurhadi yang saya baca dalam artikelnya, se-
tidaknya ada beberapa cara yang biasa beliau tempuh untuk
menangkap ide.

Bagaimana Cara Menulis? 51


• Bawa buku catatan dan buku bacaan
Ke mana-mana saya biasa membawa buku kecil dan buku-
buku bacaan ringan. Buku kecil saya gunakan untuk mencatat
setiap ada ide atau gagasan yang muncul secara spontan.
Mengapa saya merasa
perlu untuk segera men-
catat? Saya menyadari,
daya ingat otak saya
tidak jenius-jenius amat.
Saya takut jika ide ter-
sebut tidak segera saya
dokumentasikan, bisa-
bisa jadi menguap. Tapi
bagi orang-orang yang
kemampuan meng-
Sumber: Dokumentasi Penerbit
ingatnya brilian opsi ini
mungkin bisa dihilang- Buku-buku bacaan yang dapat
kan. Sedangkan buku? mendatangkan inspirasi.
Selain sebagai teman
yang baik, membaca buku kadang-kadang bisa merangsang
seseorang untuk mendapatkan ide baru. Misalnya, ketika saya
benar-benar capek menulis dan buntu saya putuskan untuk
membaca buku sejenak. Buku apa saja, tidak harus tentang tulis
menulis. Bisa buku tentang IT, Iptek, atau cerpen dan novel.Tetapi,
biasanya saya lebih suka membaca buku-buku ringan semacam
self management. Kalau buku-buku berat apalagi buku teks
kuliah, wahh... bukan ide baru yang saya dapat tapi saya malah
mendapat stres.

52 Jangan Takut Menulis


• Buka mata, pasang telinga
Maksudnya, menangkap ide dengan melihat fenomena atau
kejadian yang menarik yang sedang terjadi di masyarakat.
Misalnya, ada istilah-istilah baru atau kata-kata baru, segeralah
catat. Jika tidak mengerti maksudnya, saya biasanya segera
mencarinya di kamus. Jika sedang malas, gampang, kita tinggal
minta bantuan instant di internet. Tinggal ketik lalu klik,
beberapa detik ada sejuta informasi yang kita dapat. Hal yang
pling penting adalah niat dan kemauan untuk segera
mengetahui istilah-istilah baru tersebut.

Tips untuk Pemula


• Fokus pada hal terbatas;
• Jangan berusaha untuk sempurna;
• Pengakuan akan datang langsung dari masyarakat;
• Aktif di mailing list / forum diskusi;
• Rajin menjawab pertanyaan dari orang lain.
(Onno W. Purbo)

Tips Mengatasi "Not in the Mood" dalam Menulis


Bete, suntuk, bad mood. Ide sama sekali tidak keluar. Dibela-
belain begadang juga tidak keluar idenya. Untuk menuliskan
kalimat pertama saja sulitnya tak terkira. Kadang-kadang ide
sudah didapat, tetapi bingung harus memulai dari mana. Setiap
penulis pasti pernah mengalami hal ini. Ada banyak cara untuk
mengatasi hal ini. Namun, di bawah ini akan dijelaskan dua
cara sederhana untuk mengatasinya.

Bagaimana Cara Menulis? 53


Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan
memaksa diri Anda untuk menulis. Ketika Anda membaca ini,
mungkin Anda akan mengatakan ini adalah cara paling konyol
yang pernah Anda temui. Lho, orang sedang susah menulis koq
dipaksa menulis. Memang, cara ini tidak bisa mujarab untuk
semua orang, tetapi setidaknya Anda bisa mencobanya.
Anda harus memaksakan diri untuk menulis apa saja. Tulislah
semua yang Anda alami dan semua yang Anda ingat. Jangan
pedulikan kalau tulisan Anda salah ketik atau salah tata bahasa-
nya. Biarkan tulisan Anda mengalir apa adanya. Kali ini Anda
hanya menulis untuk diri sendiri, tidak ada orang lain yang akan
membacanya. Setelah Anda menulis beberapa paragraf, bisa jadi
suatu ide akan muncul dan Anda akan lancar menulis kembali.
Ada cara lain yang berlawanan dengan cara sebelumnya. Kali
ini jangan paksa diri Anda untuk menulis. Tutup buku Anda,
matikan komputer, dan lakukan kegiatan lain selain menulis.
Anda bisa berjalan-jalan, membaca, atau apa saja. Jangan
pikirkan sedikit pun tentang tulisan Anda. Rilekskan pikiran
Anda. Setelah pikiran Anda segar, ide akan mudah muncul dalam
benak Anda.

54 Jangan Takut Menulis


Apa yang Dapat
Anda Lakukan
dengan Tulisan
Anda?
Banyak hal yang dapat Anda lakukan dengan tulisan
Anda, di antaranya:

Anda Dapat Menjadi Pebisnis dengan


Tulisan A nda
A.S.M. Romli, seorang penulis yang cukup berpengalaman
di dunia jurnalistik dan penulisan buku, dalam bukunya
yang berjudul Panduan Menjadi Penulis mengungkapkan se-
cara menggelitik tentang penulis sebagai pebisnis.
Bisnis umumnya
dipahami sebagai
transaksi barang
atau jasa. Tujuannya
adalah mencari laba
atau keuntungan.
Namun, jarang or-
ang berpikir, men-
jadi seorang penulis
di media massa atau
penulis buku ada- Sumber: Dokumentasi Penerbit

lah menerjuni du- Ternyata menulis juga dapat menghasilkan


nia bisnis juga, uang.
yaitu bisnis tulisan. Yang ditransaksikan adalah barang be-
rupa tulisan. Bisa dikatakan, meniti karier sebagai penulis
berarti meraih "status" sebagai "pebisnis tulisan". Ia
bertindak sebagai pemilik usaha sekaligus manajer, bahkan
salesnya. Ia memproduksi tulisan lalu menjualnya ke media
massa.

56 Jangan Takut Menulis


Banyak orang yang menulis semata-mata untuk mencari
nafkah. Banyak pula orang yang menulis di koran tidak dengan
niat untuk mendapatkan honor, melainkan demi idealisme,
untuk ekspresi diri, dakwah, melontarkan gagasan, mengkritisi
kinerja pemerintah, dan sebagainya. Tidak sedikit orang yang
penghasilannya tinggi dari menulis. Tidak ada istilah pensiun
bagi penulis kecuali saat ia memensiunkan diri.
Selain itu, menjadi pebisnis tulisan tidak perlu meminjam
modal ke bank atau ke koperasi simpan-pinjam yang biasanya
banyak pinjamnya daripada simpannya. Secara materi, modal
bisnis tulisan tergolong kecil, tidak harus jutaan, kecuali Anda
membeli komputer, printer , dan lainnya. Anda bisa saja
mengetik di penyedia jasa rental komputer. Akan tetapi tentu
saja Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih besar, termasuk
biaya print out, ongkos ke kantor redaksi, amplop, prangko, dan
sebagainya. Yang utama adalah modal waktu, yakni waktu
untuk membaca, menelaah referensi, mengetik, berpikir, dan
sebagainya.

Anda Dapat
Menjadi Seorang
Ilmuwan
Jika Anda menyenangi
dunia pengetahuan alam
(sains), dan gemar meneliti
gejala alam, Anda bisa me-
nuliskannya dalam bentuk
jurnal atau artikel ilmiah.

Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Tulisan Anda? 57


Anda bisa memperkaya tulisan Anda dengan melakukan riset
yang lebih akurat untuk membuktikan hasil tulisan Anda. Jika
hasil penelitian Anda terbukti, tidak tertutup kemungkinan tulis-
an Anda dapat dimanfaatkan untuk perkembangan ilmu
pengetahuan. Contohnya seperti Einstein yang mendapatkan
penghargaan nobel dengan Teori Relativitas-nya (E = mc2), Isaac
Newton dengan Hukum Newton-nya yang menjadi pedoman
dalam ilmu Fisika. Selain mereka, masih banyak lagi ilmuwan
yang berhasil menuliskan hasil penelitiannya dan menjadi karya-
karya besar yang mengubah peradaban dunia.

Anda B isa Jadik


Bisa an Tulisan A
Jadikan nda sebagai War
Anda isan
arisan
T idak Ter nilai
ernilai
Jika Anda tidak berhasil menjadi pebisnis dengan tulisan
Anda, maka tetaplah menulis, karena tingkat keberhasilan
penulis bukan dilihat dari berhasil atau tidaknya Anda menjual
hasil karya Anda. Simpanlah karya Anda dengan baik. Suatu saat
tulisan Anda akan menjadikan Anda sebagai orang besar. Siapa
tahu suatu saat di masa depan, anak cucu Anda ataupun
seseorang berminat untuk menerbitkan tulisan Anda?

Anda Bisa Membuat Karakter Apapun yang Anda


Mau dalam Tulisan Anda
Anda
Sudah tidak asing lagi di telinga kita, seperti kisah Siti Nurbaya,
Romeo and Juliet, Harry Potter, atau tokoh-tokoh komik seperti
Superman, Batman, Spiderman, dan banyak lagi tokoh-tokoh
lainnya. Semuanya berasal dari hasil pemikiran para penulis.

58 Jangan Takut Menulis


Semuanya memiliki karakter khas
yang diciptakan oleh penulis. Seakan-
akan kita merasakan bahwa karakter-
karakter tersebut memang ada di
kehidupan nyata, padahal itu hanya-
lah kisah yang diciptakan oleh para
penulisnya.
Tidak ada salahnya jika kita
menciptakan suatu karakter yang Sumber: www.globizdev.com
memiliki ciri khas dalam tulisan kita. Ini J.K. Rowling berhasil
sangat cocok bagi Anda yang suka menciptakan tokoh imajinatif,
mengkhayal atau memiliki imajinasi yaitu Harry Potter dalam novel
yang baik untuk dibuat suatu cerita berserinya yang digemari
banyak orang.
fiksi.

Anda Bisa Mengukir Sejarah


Seorang penulis juga bisa meraih popularitas, namanya dapat
mendunia. Lebih dari itu, ia juga bisa mewarnai sejarah peradaban
dunia ini, bahkan bisa mengubah arah peradaban dengan tulisannya.
"Pikiran manusia," kata Plato,"terekam di ujung pena mereka".Tulisan
atau goresan pena seorang penulis dapat menjadi pelopor suatu
pemikiran,keyakinan, ide, cita-cita,bahkan revolusi (KHM Isa Anshary,
1984:33-41).
Revolusi Prancis bergerak di bawah cahaya pikiran dan cetusan
pandangan yang dirintis J.J. Rousseau dan Montesquieu. Revolusi
Amerika dibimbing "Declaration of Independent" (Fatwa
Kemerdekaan) yang hingga kini dijadikan pedoman besar bangsa
Amerika.

Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Tulisan Anda? 59


Revolusi Rusia dan perjuangan kaum Komunis di seluruh dunia
sampai kini dipimpin oleh Manifesto Komunis (Communitish Mani-
fest) karya Karl Marx dan Engels. Nazi Jerman bergerak di bawah
petunjuk buku Mein Kamf karya Adolf Hitler. Revolusi Tiongkok
berpedoman pada San Min Chu I karangan Sun Yat Sen.
Sedangkan revolusi Indonesia didahului pemikiran revolusioner
tertulis dari Bung Karno, Bung Hatta, M. Natsir, Sjahrir, dan Tan
Malaka.

Anda Bisa Lebih Bijaksana dalam Hidup


Dengan tulisan Anda, Anda bisa lebih bijaksana dalam men-
jalani hidup. Karena ketika menjalani proses menulis, kita banyak
mencari bahan tulisan kita, yang caranya bisa dengan berinteraksi
dengan orang atau mengikat makna di balik tulisan orang lain.
Hal ini menjadikan kita lebih menghargai sesuatu. Selain itu kita
bisa lebih bijak dalam menyikapi latar belakang dari suatu
permasalahan.

Anda Bisa Menjadi Kaya dari Menulis


Banyak penulis yang bisa menjadi kaya dan berlimpah ruah
materi. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika
Anda ingin kaya dari menulis atau sedikitnya hidup berkecukupan
dari menulis. Syarat-syarat tersebut antara lain sebagai berikut.

• Buku yang Anda tulis laris manis


Mungkin ini adalah syarat yang paling sulit dipenuhi. Anda
mungkin berpikir bahwa buku yang laris adalah buku yang memiliki

60 Jangan Takut Menulis


kualitas sangat baik, masterpiece. Itu adalah anggapan yang
salah. Belum tentu semua buku yang laris adalah master-
piece. Buku yang berkualitas pun belum tentu terjual banyak.
Akan tetapi, buku dengan kualitas yang baik memiliki
kemungkinan lebih besar untuk menjadi laris. Jadi
sebetulnya ada banyak kemungkinan buku Anda akan
menjadi buku laris.

• Anda cukup produktif menulis buku


Jika Anda memiliki buku best seller, Anda pantas
bersyukur. Namun, seberapa banyak sih sebuah buku yang
dinyatakan best seller laku terjual di Indonesia. Apalagi jika
kita melihat kondisi di Indonesia yang sangat rendah minat
bacanya. Suatu buku yang disebut best seller oplahnya hanya
ada di kisaran angka ribuan. Maksimal puluhan ribu. Ini lebih
sedikit lagi kalau buku tersebut adalah buku nonfiksi. Cara
menyiasati hal ini adalah dengan produktif menulis buku.

• Anda memiliki penghasilan yang merupakan side effect


dari tulisan Anda
Tentu Anda pernah melihat banyak profesional yang
menulis buku. Pernah saya menanyakan apa sih motivasi
seorang penulis buku. Ia menjawab, bagi-bagi ilmu, sekalian
mempromosikan keahliannya. Royalti sama sekali tidak ada
di dalam jawabannya. Nilainya tidak sebanding dengan
waktu dan tenaga yang harus dicurahkan untuk menulis
buku. Dengan menulis buku, ia akan mendapatkan kre-
dibilitas yang makin mendorong bisnisnya.

Apa yang Dapat Anda Lakukan dengan Tulisan Anda? 61


• Anda harus menjual diri Anda sendiri
Bukan zamannya lagi jika seorang penulis adalah seorang
penyendiri. Ia tenggelam dalam kesibukan menulisnya dan
melupakan hubungannya dengan dunia luar.
Seorang penulis pernah berkata bahwa ia menjadi penulis
karena tidak bisa bicara dengan baik. Hal yang paling parah, ia
hanya menulis dan menulis. Ia tidak pernah muncul di dunia.
Jika Anda memiliki kesempatan, berinteraksilah dengan
lingkungan, berbicaralah dengan siapa pun. Makin banyak Anda
dikenal, makin banyak kesempatan orang yang akan membeli
buku Anda. Jika Anda hanya menulis dan menulis, hanya faktor
keberuntungan yang akan membantu buku Anda laku di
pasaran. Orang yang datang ke toko buku, dan melihat buku
baru Anda dipajang di etalase toko buku akan berkata, Who the
hell is the writer. Semakin sering Anda menulis, nama Anda akan
semakin terdongkrak, walau prosesnya akan lama. Lain halnya
jika nama Anda sudah dikenal sebelumnya.

Sumber: Majalah Matabaca, Maret 2004

Di toko buku inilah tulisan Anda diperjualbelikan.

62 Jangan Takut Menulis


Ayo,
Kita Menulis!
Nah, setelah Anda membaca dari awal sampai halaman ini,
apa yang dapat Anda simpulkan? Setelah saya menulis buku ini,
hanya satu yang muncul di benak saya:
"Kenapa kita harus takut untuk menulis?"
Ternyata begitu banyak manfaat yang dapat kita ambil
dengan menulis. Bahkan, saya sendiri merasa telah menyia-
nyiakan waktu saya di masa lalu dengan tidak menulis. Ayo,
mulai sekarang tinggalkan keragu-raguan kita dalam menulis.
Menulis bukanlah suatu beban, namun dengan menulis, kita
akan menjernihkan pikiran. Tuliskan apa saja yang Anda bisa.
Bahkan, jika Anda masih tidak mau menulis, tuliskan:
"Aku tidak mau menulis…", selanjutnya pasti Anda akan
menulis. Saya yakin Anda memiliki potensi yang sangat besar
untuk menulis.
Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, serta memiliki
komitmen untuk tetap berjuang, barulah kita bisa menapak di
puncak kesuksesan.
(A ndr
ndrii Wongso)
(Andr

Modal menulis hanya tekad dan kemauan. Jadi, berjuanglah


sahabatku! Bangkitkan potensimu untuk menulis!

64 Jangan Takut Menulis


Penutup
Sebelum saya mengakhiri uraian dalam buku ini, saya ingin
mengucapkan permohonan maaf apabila banyak kekurangan
dan kelemahan saya dalam menyampaikan argumentasi yang
saya gunakan untuk menyusun goresan-goresan pengalaman
saya. Satu pesan dari saya, janganlah percaya seratus persen pada
teks yang merumuskan ini-itu yang telah saya kemas sedemikian
rupa. Saya harap Anda memahaminya secara kritis. Dengan
demikian, Anda dapat mengambil manfaat dari buku ini dan
menyingkirkan hal-hal yang tidak berkenan bagi Anda.
Saya berharap sekali, sebelum Anda menguji atau mem-
buktikan kebenaran dari buku ini dengan mempraktikkannya,
Anda tidak langsung percaya begitu saja. Saya menulis buku ini
bukan berarti saya seorang ahli dalam menulis. Namun, saya
memberanikan diri saya dengan tekad yang kuat untuk menulis
buku ini agar Anda dapat merasakan apa yang saya rasakan.
Menulis bukanlah suatu beban, namun dengan menulis, pikiran
kita akan jernih. Saya pun di sini sedang belajar menulis.
Anda dapat mengkritik buku saya, tandai jika ada hal-hal yang
tidak memuaskan ataupun yang memuaskan. Jadikan buku ini
sebagai motivasi bagi Anda untuk mempersiapkan diri Anda
untuk membuat buku yang lebih baik dari buku saya ini. Senang
sekali saya diberi kesempatan untuk membantu Anda. Mudah-
mudahan buku ini dapat menjadi salah satu motivator bagi
Anda dalam menulis.
Saya yakin Anda jauh lebih baik dari saya. Harapan saya
setelah Anda membaca buku ini, Anda berkata:
Semoga Allah Swt. meridai setiap langkah hamba-Nya untuk
menuju kepada-Nya. Amin.

66 Jangan Takut Menulis


Daftar Pustaka
Adhim, Mohammad Fauzil. 2005. Inspiring Words for Writers.
Yogyakarta: ProYou.
DePorter, Bobbi & Mike Hernacki. 1992. Quantum Learning.
Bandung: Kaifa.
Hernowo, 2002. Mengikat Makna: Kiat-Kiat untuk Melejitkan
Kemauan Membaca dan Menulis Buku. Bandung: Kaifa.
Romli, A.S.M. 2002. Panduan Menjadi Penulis: Kiat Menulis
Artikel Untuk Media Massa. Bandung: Batic Press.
Stine, Jean Marie. 2003. Mengoptimalkan Daya Pikir. Yogyakarta:
Delapratasa Publishing.
Wijaya, Dikdik. 2005. Tips Menulis. www.escaeva.com.

67
CATATAN:

____________________________________________________________________
__________________________________________________________
_____________________________________________________
__________________________________________________________
_____________________________________________________
___________________________________________________________
________________________________________________________
_______________________________________________________
_____________________________________________________
____________________________________________________________________
__________________________________________________________
_____________________________________________________
__________________________________________________________
_____________________________________________________
___________________________________________________________
________________________________________________________
_______________________________________________________
_________________________________________________________________________________________________________________________
__________________________________________________________
_____________________________________________________
__________________________________________________________
_____________________________________________________
____________________________________________________________

68