P. 1
JAKA TINGKIR

JAKA TINGKIR

|Views: 21|Likes:
Dipublikasikan oleh Three_Jegegpart2

More info:

Published by: Three_Jegegpart2 on May 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2011

pdf

text

original

Nama aslinya adalah mas karebet,putra Ki Ageng Pengging.

Ketika ia dilahirkan,ayahnya sedang mengadakal pertunujukkan wayang beber dengan Ki ageng tingkir. Kedua ki ageng ini adalah murid Syekh Siti Jenar,Sepulang dari mendalang,Ki ageng tingkir jatuh sakit dan meninggal dunia.

Setiap hari nyai ageng tingkir menangisi kepergian suaminya dan selalu meratapi pedihnya hidup tanpa suami yang ia cintai

Nyai Ageng tingkir

: Gusti ALLAH suamiku telah meninggal dunia, Aku tak bias bebuat apa lagi! (Menangisi ketika melihat foto Ki ageng tingkir) : Sudahlah ibu,Masih ada jaka yang akan menjaga ibu. Baik suka maupun duka. : Terima kasih nak. Tapi,Bagaimana nasib kita tanpa ada hadirnya seorang ayah di tengah2 kita. Bagaimana kita bisa makan sudah tidak bisa menghidupi kebutuhan kamu lagi. Ibu hanya menyusahkan kamu. : Astaghfirullah ibu. Ibu tidak menyusahkan jaka. Tidak ada kata menyusahkan bagi jaka. Seorang anak akan berbakti kepada ibunya.Masalah itu biarlah jaka yang akan pergi merantau. : Tidak nak. Ibu tidak ridho anak ibu pergi merantau. : Mengapa ibu ? : Karena ibu kesepian tanpa kamu nak.

Mas Karebet

Nyai Ageng Tingkir

Mas Karebet

Nyai Ageng Tingkir Mas Karebet Nyai Ageng Tingkir

Beberapa tahun kemudian Nyai Ageng tingkir jatuh sakit dan meninggal dunia. Mas Karebet : Dulu ayahku yang KAU ambil , sekarang ibuku ENGKAU ambil ya ALLAH !! Terus siapa lagi yang akan ENGKAU ambil Ya Allah ?

5tahun kemudian Mas karebet mengabdi ke ibu kota Demak. Disana ia tinggal di rumah Nyai Gandamustaka (Saudara Nyai Ageng tingkir) yang menjadi perawat Masjid Demak berpangkat lurah ganjur. Nyai Gandamustaka : Tinggallah disini bersamaku. Karena aku mendapatkan amanat dari ibumu untuk menjagamu.Anggaplah aku ini ibu kandungmu. :Terima kasih ibu. Tapi apakah saya hanya berdiam diri di sini ? : Tidak nak,kamu boleh bekerja,sesuai keinginanmu.

Mas Karebet Nyai Gandamustaka

Mas Karebet yang pandai menarik simpati Sultan Trenggana sehingga ia diangkat sebagai kepala prajurit Demakberpangkat lurah wiratamtama.

Tidak lama kemudian , Jaka tingkir bertugas menyeleksi penerimaan prajurit baru. Lalu ada seorang pelamar bernama Dawungawuk yang sobong dan suka pamer dan Mas karebet pun menguji kesaktiannya dan dawungawukpun tewas seketika.Akibatnya Mas karebetpun dipecat dari ketentaraan dan diusir dari demak. Dai tidak berdiam diri,dia mencari Ki Ageng banyubiru yang kebetulan saudara seperguruan ayahnya. Setelah tamat berguru dia dan teman-temannya menyusuri Sungai kedung srengenge dan melihat siluman Buaya. Mas karebet : Astagfirullahaladzim.. Lihat siluman Buaya

Teman2nya ketakutan tetai siluman buaya itu tidak melukai rombongan mas karebet dan malah mendorong rakit mereka ketepian. Mas Karebet : Mengapa engkau tidak memangsa kami ? Dan siapa engkau sebenarnya?

Tiba-tiba siluman itupun menghilang. Ketika saat itu Mas karebet menghadapi kerbau gila. Dan akhirnya kerbau tsb bisa takluk di tangan mas karebet. Sultan Trenggana pun mendengar berita itu dan akhirnya sultam trenggana menyuruh mas karebet kembali di demak.

Tak berapa lama kemudian Mas karebet diangkat sebagai bupati pajang (bergelar sebagai Adipati wijaya) dan ia menikahi Ratu mas cempaka yang tidak lain adalah putri Sultan trenggana. Sepeninggal Sultan Trenggana tahun 1546 , putranya yang bergelar Sunan prawoto naik tahta ,tapi kemudian tewas dibunuh oleh arya penangsang tahun 1549. Arya penangsang juga membunuh Pangeran kalimanyat menantu sultan trenggana. Dan Ratu kalimanyat (adik sunan prawoto mendesak adiwijaya) untuk menumpaskan arya penangsang karena hanya ia yang setara kesaktiannya dengan arya penangsang. Tetapi adiwjaya segan untuk memerangi arya penangsang secara langsung karena sama-sama anggota keluarga demak.

Maka adiwijaya mengadakan sayembara

Mas karebet : Barang siapa dapat membunuh Arya penangsang akan mendapatkan tanah pati dan mataram sebagai hadiah. Sayembara diikuti kedua cucu Ki ageng sela yaitu ki ageng pemanahan dan ki panjawi.dalam perang itu ki juru martini (kakak ipar Ki ageng pemanahan) berhasil membunuh Arya penangsang di tepi bengawan sore. Setelah peristiwa tahun 1549 ratu kalimanyat menyerahkan takhta Demak kepada adiwijaya. Pusat kerajaan pun dipindah ke pajang dengan adiwijaya sebagai sultan pertama. Sesuai janjinya ki panjawi diberikan tanah pati tetapi ki pemanahan masih belum menerima hadiahnya,diapun segan utk meminta langsung kepada adiwijaya. Akhirnya dia menceritakan kepada gurunya yaitu sunan kalijaga. Kemudian sunan kalijaga menasihati adiwijaya agar memberikan hak ki ageng pemanahan. Dan saat itu juga adwijaya memberikan nya dengan syarat agar tanah mataram benar-benar dia setia menjaga pajang.

Kehidupan adiwijaya saat itu sangat makmur sampai dia mempunyai beberapa orang anak. Putriputrinya antara lain dinikahkan dengan panji wiryakrana Surabaya, Raden Pratanu Madura, dan Arya pamalad tuban,Dan putri tertua nya dinikahkan dengan Arya pangiri bupati demak. Adiwijaya meninggal dunia saat tahun 1582,Dan ia di makamkan di desa Butuh yaitu kampong halaman ibu kandungnya. Dulu Mas karebet adalah pemuda yang gemar bertapa sehingga dia dijuluki dengan sebutan JAKA TINGKIR.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->