Anda di halaman 1dari 12

TETRACAINE

(PANTOCAINE)

Kesuma Larasati (406100116)


 Merupakan nama dagang dari Tetrakain
 Merupakan anestesi lokal yang tergolong dalam
senyawa ester.
 Dapat digunakan secara topikal dan intratekal/spinal
 Anestesi lokal lain yang tergolong senyawa ester
yaitu: kokain, benzokain (amerikain), ametocain,
prokain (Novocain), tetrakain (pantocain),
kloroprokain (nesacaine).
 Adanya ikatan ester sangat menentukan sifat
anestesi lokal, sebab pada degradasi dan inaktivasi
di dalam tubuh, gugus tersebut akan dihidrolosis.
Karena itu golongan ester umumnya kurang stabil
dan mudah mengalami metabolisme dibandingkan
golongan amida (Lidokain ,mepivacaine, prilokain,
bupivacain,marcaine, etidokain, dibukain,
ropikaine, levobupivacaine)
 Biasanya digunakan pada daerah mukosa seperti mata,
telinga, hidung, tenggorok, rektum dan kulit. Namun tidak
efektif pada uretra. Obat ini akan diserap ke dalam sirkulasi
darah sehingga anestesi topikal ini dapat menimbulkan
efek samping yang toksik. Oleh karena itu, sangat penting
untuk memperhatikan jumlah maksimum yang boleh
digunakan pada suatu area yang akan di anestesi.

 Formula topikal ini tidak boleh digunakan untuk daerah


mukosa dan luka terbuka, karena akan terjadi penyerapan
yang cepat oleh tubuh dan dapat menyebabkan keracunan
sistemik
TETRAKAIN

 Derivat PABA
 Adalah anestesi local yang dapat menembus kornea dan konjungtiva, obat ini
efektif setelah pemberian topical pada mata dalam 30 dtk dan anestesi bertahan
selama min. 15 mnt
 i.v = 10x lbh aktif & lbh toksik dp prokain
 Dosis dan pemberian: -mata: 1 atau 2 tetes larutan 0,5%
-THT : lar 2%
 Kontraindikasi : diketahui adanya hipersensitiv terhadap tetrakain, inflamasi
okuler atau infeksi
Tindakan pencegahan : Mata yang teranestesi harus dilindungi dari debu dan
kontaminasi bakteriologi sampai sensasi pulih sepenuhnya. Pemakaian yang
lama dapat menimbulkan opasitas pada kornea
 Efek merugikan : Perasaan terbakar setempat dapat timbul dan yang lebih
jarang adalah lakrimasi dan fotofobia
 Penyimpanan: Tetrakain tetes mata harus disimpan dalam wadah tertutup rapat
terlindung dari cahaya dan jangan didinginkan
TETRAKAIN

 Dosage forms : Solution, gel, cream


-injectable solution :- 0.2%
- 0.3%
- 1%
-powder for injection : 20mg
-throat spray : 2%
-ophthalmic solution : 0.5-2%

 Max. Adult Topical Dose : 50 mg


 Max. Adult Mucosal Dose : 20 mg
 Max. Pediatric Mucosal Dose : 0.75 mg/kg
 Peak effect : 3-8 minutes
 Duration : 30-60 minutes
TETRAKAIN
Anestesi Spinal
 High, median, low dan saddle: larutan 0,2% -0,3%

 Untuk perineum: 5 mg per dosis

 Untuk ekstremitas bawah: 10 mg per dosis

 Untuk blok pelana: 2-5 mg per dosis

 Memperpanjang kerja (2-3 jam): larutan 1%

 Untuk tulang belakang: 1:1 larutan 1% diencerkan dalam CSF,

diberikan 1 mL /5 detik
 Dosis> 15 mg jarang dibutuhkan, dan hanya boleh

digunakandalam kasus-kasus luar biasa
TETRAKAIN
Throat spray
 Terapkan untuk laring, trakea, atau kerongkongan (dosis total tidak lebih

dari 20mg)
 Tambahkan epinefrin (0,06 mL larutan 0,1% untuk setiap mL) untuk

menghambat penyerapan

Ophthalmic
 1-2 tetes [ 0.5% solution]

Other Indications & Uses


 Epidural/caudal anesthesia

 periph/sympathetic nerve block


Efek Samping
Kegelisahan Twitching
Penangkapan Gemetaran
Kegelisahan Kejang
Gelisah Edem
Disorientasi Status asthmaticus
Kebingungan
Pusing
Penglihatan kabur
Tremor
Depresi SSP dimanifestasikan
oleh mengantuk, pingsan,pernapasan, mual, muntah, menggigil, miosis, tinnitus, depresimioka
rd, bradikardia, aritmia jantung, hipotensi, kolapskardiovaskular, serangan jantung, kecemasan
, palpitasi, pusing,sakit
kepala, gelisah, tremor, takikardi , anginal nyeri, hipertensi(epinefrin mengandung solusi)
Reaksi anafilaktoid (kadang-kadang fatal)
 KONTRAINDIKASI
pada pasien yang hipersensitif
terhadap asam aminobenzoat, sulfida, paraben.

 PERHATIAN
Gunakan preparat bebas pengawet untuk anestesi spinal atau
epidural

Beberapa formulasi mungkin berisi sulfida
Interaksi obat

JANGAN menggunakan solusio dengan epinefrin di d
aerah distal tubuh
(misalnya, digit, hidung, telinga, dll)

Penambahan vasokonstriktor epinefrin akan


mengurangi penyerapan sistemik, dan meningkatkan
lama kerja obat
Farmakologis
 Jangka waktu: semakin besar tingkat vasodilasi
yang dihasilkan oleh anestesi lokal, semakin
cepat tingkat penyerapan dan lebih pendek durasi 
 Protein Bound: sangat tinggi
 Metabolisme: hati
 Ekskresi: urin (terutama)
 Mekanisme Aksi
Mencegah konduksi impuls saraf dengan
cara mengurangi permeabilitas natrium &
meningkatkan ambang potensial aksi

Anda mungkin juga menyukai