Anda di halaman 1dari 6

MAKANAN KHAS NUSA TENGGARA

BARAT

Sate Bulayak
Sate Bulayak adalah makanan tradisional khas Nusa Tenggara Barat yang
terbuat dari daging sapi yang dilumuri dengan bumbu khas Lombok dan
disajikan dengan lontong.

Bulayak sendiri ternyata diambil dari nama lontong khas yang mendampingi
hidangan satenya. Bulayak ini mirip dengan lontong biasa, akan tetapi lebih
mungil dengan bentuk mengerucut. Dibungkusnya pun tidak menggunakan
daun pisang tetapi menggunakan daun aren dengan lilitan berbentuk spiral
sehingga untuk membukanya harus dengan gerakan memutar, teksturnya
yang lembut serta gurihnya (yang katanya karena penggunaan daun aren
sebagai bungkusnya), dengan bumbu kacang yang merupakan bumbu
satenya.

Satenya sendiri pada umumnya adalah sate ayam atau sapi, terkadang
diberikan jeroan juga. Yang unik memang ada di bumbunya, bumbu
kacangnya tidak biasa. Terbuat dari kacang tanah sangrai tumbuk yang
direbus bersama santan serta beberapa bumbu dapur lainnya. Rasanya
sekilas jadi seperti bumbu kari. Sate ini terdapat di kota Mataram.

Ayam Taliwang

Ayam Taliwang adalah makanan berbahan dasar ayam yang disajikan


bersama bumbu-bumbunya berupa cabai merah kering, bawang merah,
bawang putih, tomat merah, terasi goreng, kencur, gula Jawa, dan garam

Mengapa disebut Ayam Taliwang?

Itu karena masakan ayam berbumbu ini berasal dari Kampung Karang
Taliwang, Kelurahan Cakra Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram,
Nusa Tenggara Barat (NTB). Kampung ini berpenduduk 3. 309 jiwa atau
729 keluarga. Ada cerita, bumbu ayam dahulu kala ditemukan oleh H Murad
(alrmarhum) dan istrinya, Salmah dari Karang Taliwang, tetapi waktunya
tidak dapat dirunut lagi.

Plecing kangkung
Plecing kangkung adalah masakan khas Indonesia yang berasal dari
Lombok. Plecing kangkung terdiri dari kangkung yang direbus dan disajikan
dalam keadaan dingin dan segar dengan saus sambal terasi, tomat, toge,
kacang, dan jeruk nipis.

jaje tunjak lapis poteng


Makanan khas Lombok Timur ini selalu hadir saat Lebaran. Bentuknya
mirip penganan Betawi, tapai uli, yakni tapai ketan yang dimakan bersama
ketan kukus.

jaje tunjak dibuat dari ketan bercampur parutan kelapa, dan dikukus dengan
sedikit garam. Sedangkan poteng adalah tapai ketan yang dalam proses
pembuatannya dicampur dengan perasan daun satu atau daun sager. Rasanya
manis dan gurih.

"SATE PUSUT"
Pulau Lombok yang merupakan salah satu daerah di Porvinsi Nusa
Tenggara Barat (NTB) memiliki banyak makanan-makanan tradisional yang
khas. Salah satu menu makanan khas daerah
setempat adalah sate pusut.

Cara masak sate ini layaknya juga sate pada


umumnya, yakni dibakar atau dipanggang.
Tapi yang membedakan sate ini dengan sate
lainnya, adalah rasanya. Rasa sate pusut
sangat lezat.
Menurut para penjual sate pusut di Lombok,
untuk membuat sate sebanyak enam porsi
dibutuhkan bahan berupa 500 gram daging has, enam lembar daun jeruk,
150 mililiter santan, satu sendok garam, satu sendok gula merak, setengah
sendok lada dan daun jeruk nipis secukupnya.
Sementara itu, bumbu yang terdiri delapan bawang merah, empat siung
bawang putih, enam cabai merah dan ketumbar secukupnya, dihaluskan.
Cara membuat sate pusut, daging diiris tipis selebar sekitar tiga centimeter
dan dipukul sampai melebar. Daging itu kemudian diaduk dengan bumbu
halus, santan, daun jeruk, garam, dan lada, sampai rata.
Setelah didiamkan sekitar seperampat jam, daging ditusukkan ke tusukan
sate. Tiap tusuk sekitar 3-4 potong. Jika sudah ditusukkan, maka daging
sudah siap dibakar/dipanggang sampai matang.

SATE TANJUNG
Sebagian masyarakat menyebut menu masakan sate dengan bahan baku
yang dibuatnya, seperti sate kambing, sate ayam, sate ikan dan lain
sebagainya. Tapi, adapula sebagian masyarakat menyebut sate dengan
citarasa yang dibawa dari daerah asal, seperti Sate Madura dan Sate
Tanjung di Lombok.
Nah, lain daerah lain pula citarasanya. Sate Tanjung misalnya, sate
berbahan baku ikan ini juga memiliki
citarasa khas, gurih dan pedas.

Nama Tanjung yang merupakan


nama salah satu daerah di Kabupaten
Lombok Utara, Nusa Tenggara
Barat, itu selalu melekat dalam nama
menu masakan sate ini. Sebab, selain
citarasanya yang khas, menu ini
diyakini juga asli daerah Tanjung
adalah sebuah kecamatan di
Kabupaten Lombok Utara, sedangkan
Kabupaten Lombok Utara sendiri sebelumnya merupakan wilayah
Kabupaten Lombok Barat.
Kabupaten Lombok Utara merupakan pemekaran dari Kabupaten
Lombok Barat. Peresmian pemekaran itu berbarengan dengan pelantikan H
Lalu Bakri sebagai Penjabat Bupati pada 30 Desember 2008.

Sepanjang jalan dari perempatan


Pamenang menuju pusat Kota
Lombok Utara, banyak penjual sate
ikan. Salah satu yang sudah lama
menjanjakan menu masakan itu
adalah di tepi jalan Pasar Tanjung.
Sate Tanjung diantaranya
berbahan baku ikan cakalang, santan,
merica, bawang putih dan rempah-
rempah. Cara memasaknya pun relatif
mudah. Ikan cakalang yang sudah
dipotong-potong dicampur bumbu
dan selanjutnya dipanggang.

Sate ikan cakalang khas Tanjung enak untuk dinikmati dalam keadaan
panas bersama lontong atau nasi, sesuai selera. Rasa gurih dari daging dan
santan serta pedas dari merica dan rempah-rempah sangat terasa.

NASI TERARA
Nasi putih, sayur bening komaq, ayam kuah pedas berikut ayam goreng,
makanan-makanan ini bisa kita temukan di
Mataram, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara
Barat (NTB) ke Kabupaten Lombok
Timur, maka akan melintasi kawasan
Kecamatan Terara.

Sayur bening komaq adalah sayur


bening yang bahannya dari kacang-
kacangan. Sedangkan ayam kuah pedas
berbahan daging ayam muda dimasak
santan dengan cabe yang cukup pedas.
Sementara ayam goreng juga berbahan
daging ayam muda tapi digoreng kering
dan renyah.