Anda di halaman 1dari 3

Metode Penilaian Bisnis

Ada beberapa contoh di mana Anda mungkin perlu menetapkan nilai pasar dari bisnis.
Tentu saja keperluan membeli dan
menjual sebuah bisnis merupakan
alasan paling umum. Perencanaan
properti, reorganisasi, atau verifikasi
kekayaan Anda bagi para pemberi
pinjaman atau investor merupakan
alasan lain.

Menilai sebuah perusahaan sangat


sulit dilakukan secara tepat dan
dapat berbeda-beda tergantung
kepada jenis bisnisnya dan alasan
melakukan penilaian. Ada banyak
faktor yang terlibat di dalam proses -
- mulai dari nilai buku hingga unsur
yang berwujud maupun tidak berwujud. Secara umum, nilai dari usaha tergantung
kepada analisis terhadap arus kas perusahaan. Dengan kata lain, kemampuannya untuk
menghasilkan laba secara konsisten akan sangat menentukan nilainya di pasar.

Penilaian bisnis harus dianggap sebagai titik pangkal bagi pembeli dan penjual. Jarang
dijumpai pembeli dan penjual langsung menyepakati satu titik harga, karena penjual
biasanya mencari harga yang lebih tinggi. Tujuan Anda adalah menentukan perkiraan
angka dari mana pembeli dan penjual dapat menegosiasikan harga yang disepakati
bersama. Perhatikan baik-baik angka itu, namun ingatlah kata-kata dari Bryan Goetz,
presiden Capital Advisors, Inc., seorang juru taksir bisnis: "Bisnis itu sama unik dan
rumitnya dengan orang yang menjalankannya dan tidak dapat dinilai secara sederhana".
Berikut ini ada beberapa metode umum yang dapat digunakan untuk mendapatkan
sebuah nilai.

 Penilaian aset
 Kapitalisasi taksiran pendapatan
 Penilaian manfaat bagi pemilik
 Penilaian multiplier atau pasar

Penilaian Aset

Penilaian aset digunakan ketika perusahaan memiliki aset yang sangat besar.
Perusahaan eceran dan perusahaan manufaktur termasuk ke dalam kategori ini. Proses
ini memperhitungkan angka-angka berikut ini, yang jumlah totalnya menentukan nilai
pasar:

• Nilai pasar wajar dari harta tetap dan peralatan (FMV/FA) - Ini adalah harga yang
akan Anda bayarkan ke pasar terbuka untuk membeli aset atau peralatan.
• Penyempurnaan hak sewa (LI) - Ini adalah perubahan pada properti fisik yang
akan dianggap sebagai bagian dari properti ketika Anda ingin menjualnya atau
tidak ingin memperbarui sewa.
• Manfaat bagi pemilik (OB) - Ini merupakan kebebasan mengeluarkan uang oleh
penjual selama satu tahun; Anda dapat memperoleh ini dari laporan laba rugi
yang sudah mengalami penyesuaian.
• Inventaris (I) - Nilai grosir dari inventaris, temasuk bahan mentah, barang
setengah jadi, dan barang atau produk jadi.

Kapitalisasi taksiran pendapatan

Metode ini tidak memberi nilai kepada harta tetap


seperti peralatan dan memperhitungkan sejumlah
besar benda tak berwujud. Metode penilaian ini
paling baik digunakan untuk bisnis bukan padat aset
seperti perusahaan jasa.

Di dalam bukunya "The Complete Guide to Buying a


Business" (Amacom, 1994), Richard Snowden
menyebutkan bahwa ada selusin hal yang harus
dipertimbangkan ketika menggunakan Kapitalisasi Taksiran Pendapatan. Dia
menyarankan agar untuk setiap faktor diberi rating mulai dari 0 hingga 5, dengan rating
5 sebagai skor yang paling positif. Faktor rata-raat ini akan menjadi "nilai kapitalisasi"
yang dikalikan oleh uang kas yang bebas dikeluarkan oleh pembeli untuk menetapkan
nilai pasar dari bisnis. Faktornya adalah:

• Alasan pemilik untuk menjual


• Jangka waktu perusahaan beroperasi
• Lama waktu bisnis di tangan pemilik sekarang
• Kadar risiko
• Profitabilitas
• Lokasi
• Riwayat pertumbuhan
• Persaingan
• Hambatan masuk
• Potensi masa depan untuk industri
• Dasar pelanggan
• Teknologi

Sekali lagi, tambahkan jumlah rating dan bagilah dengan 12 untuk mendapatkan nilai
rata-rata untuk digunakan sebagai tingkat kapitalisasi. Selanjutnya Anda akan tiba
pada angka untuk "uang kas yang bebas dikeluarkan oleh pembeli” yaitu 75% dari
manfaat bagi pemilik (uang kas yang bebas digunakan oleh penjual untuk satu tahun
sebagaimana tercantum pada laporan laba rugi). Kalikan kedua angka untuk
menentukan nilai pasar.

Penilaian manfaat bagi pemilik

Formula ini memusatkan pada kebebasan penjual dalam


menggunakan arus kas dan paling sering digunakan untuk menilai
bisnis yang nilainya mengandalkan pada kemampuan
menghasilkan arus kas dan laba. Formula yang digunakan cukup sederhana -- Anda
tinggal mengalikan manfaat bagi pemilik dikalikan dengan 2.2727 untuk mendapatkan
nilai pasar. Pengali ini memperhitungkan angka standar rekening seperti hasil
sebesar 10% dari investasi, upah penyambung hidup sebesar 30% dari manfaat bagi
pemilik, dan pembayaran bunga pinjaman sebesar 25%.

Penilaian pengali atau pasar

Pendekatan ini mendapatkan nilai dari bisnis dengan menggunakan angka penjualan
"rata-rata industri" sebagai pengali. Angka rata-rata dari industri ini didasarkan kepada
perbandingan bisnis-bisnis serupa yang baru saja dijual. Hasilnya, diperoleh sebuah
formula khusus industri, biasanya didasarkan pada kelipatan penjualan kotor.
Biasanya orang-orang mengalami kesulitan dengan formula ini, karena mereka sering
tidak fokus terhadap laba atau arus kas. Ditambah lagi, rumus ini tidak
mempertimbangkan bagaimana dua bisnis di dalam industri yang sama bisa begitu
berbeda.

Berikut ini adalah beberapa contoh pengali industri, sebagaimana disebutkan dalam
"The Complete Guide to Buying a Business" oleh Richard Snowden (Amacom, 1994):

• Agen perjalanan - 0.05 hingga 0.1 X penjualan kotor tahunan


• Agen periklanan - 0.75 X penjualan kotor tahunan
• Usaha eceran - 0.75 hingga 1.5 X laba bersih tahunan+ inventaris + peralatan

Untuk menemukan pengali yang tepat bagi industri Anda, cobalah menghubungi
asosiasi perdagangan. Opsi lain adalah dengan memanfaatkan jasa pialang atau juru
taksir yang mengkhususkan diri di dalam bisnis seperti yang Anda terjuni.