Anda di halaman 1dari 5

Transient Ischemic Attack (TIA)

Definisi
Transient Ischemic Attack (TIA) adalah episode dimana seseorang mempunyai gejala yang mirip
stroke selama 1-2 jam.

TIA sering dianggap sebagai warning sign stroke yang bisa terjadi di masa depan jika sesuatu tidak
dilakukan untuk mencegahnya.

Penyebab, Insidensi, dan Faktor Risiko


TIA disebabkan oleh gangguan sementara pasokan darah ke area otak, yang tiba-tiba, menyebabkan
penurunan fungsi otak (defisit neurologis.)

TIA berbeda dengan stroke. Berbeda dari stroke, TIA tidak menyebabkan kematian jaringan otak.
Gejala TIA tidak bertahan selama stroke dan tidak menunjukkan perubahan pada CT scan atau MRI.

Hilangnya aliran darah ke otak yang sementara dapat disebabkan oleh:


 Bekuan darah dalam arteri otak
 Bekuan darah yang bergerak ke otak dari tempat lain dalam tubuh (misalnya, jantung)
 Cedera pembuluh darah
 Penyempitan pembuluh darah di otak atau yang menuju ke otak

Gangguan sementara dalam aliran darah bisa disebabkan gumpalan darah yang terjadi dan kemudian
larut. Penyumbatan itu memecah cepat dan larut.

Less common cause TIA meliputi:


 Atrial fibrilasi (irregular heart rhythm)
 Beberapa kelainan darah seperti polycythemia, sickle cell anemia, dan sindrom dimana darah
sangat tebal
 Kondisi yang menyebabkan masalah pembuluh darah seperti displasia fibromuskular, SLE, dan
sifilis
 Inflamasi arteri seperti arteritis, polyarteritis, dan angiitis granulomatous
 Spasme arteri kecil di otak
Atherosclerosis adalah suatu kondisi dimana terdapat defosit lemak pada lapisan dalam arteri.
Kondisi ini secara dramatis meningkatkan risiko TIA dan stroke. Sekitar 80-90% orang yang
mengalami stroke akibat aterosklerosis memiliki episode TIA sebelumnya.

Faktor risiko lain untuk TIA termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, sakit kepala migrain,
merokok, diabetes, dan bertambahnya usia.

Symptoms
Gejala muncul tiba-tiba, berlangsung hanya dalam waktu singkat (beberapa menit sampai 1 - 2 jam),
dan menghilang sepenuhnya. Gejala mungkin terjadi lagi di lain waktu. Gejala biasanya terjadi pada
sisi tubuh yang sama jika lebih dari satu bagian tubuh yang terlibat.

TIA berbeda dengan stroke, namun, gejala TIA sama dengan stroke dan mencakup perkembangan
yang mendadak dari:
 Kelemahan otot wajah, lengan, atau kaki (biasanya hanya pada satu sisi tubuh)
 Mati rasa atau kesemutan pada satu sisi tubuh
 Kesulitan berbicara atau memahami orang lain yang berbicara
 Masalah penglihatan (penglihatan ganda , hilangnya semua atau sebagian penglihatan.
 Perubahan sensasi, yang melibatkan sentuhan, nyeri, temperatur, tekanan, pendengaran, dan
rasa
 Perubahan kewaspadaan (kantuk, kurang responsif, pingsan, atau koma)
 Kepribadian, suasana hati, atau perubahan emosi
 Kebingungan atau hilang ingatan
 Kesulitan menelan
 Kesulitan menulis atau membaca
 Kurangnya koordinasi dan keseimbangan, kecanggungan, atau kesulitan berjalan
 Ssensasi gerakan abnormal (vertigo) atau pusing
 Kurangnya kontrol kandung kemih atau perut
 Ketidakmampuan untuk mengenali atau mengidentifikasi rangsangan sensorik (agnosia)

Sign and Test


TIA tidak menunjukkan perubahan otak pada CT scan atau MRI. Gejala dan tanda-tanda mungkin
telah hilang saat sampai di rumah sakit, maka diagnosis TIA dibuat berdasarkan riwayat medis
seseorang sendirian (anamnesis).

Pemeriksaan fisik harus meliputi pemeriksaan neurologis, yang mungkin abnormal selama episode
tetapi normal setelah episode telah berlalu.

Tekanan darah mungkin tinggi. Bruit mungkin terdengar saat mendengarkan arteri karotid di leher
atau arteri lainnya. Bruit disebabkan oleh aliran darah yang irregular. Dalam beberapa kasus, tekanan
darah rendah dapat dilihat sebelum gejala TIA terjadi.

Tes yang dilakukan untuk menyingkirkan stroke atau gangguan lain :


 CT scan kepala atau MRI otak hampir selalu dilakukan.
 Angiogram, CT angiogram, atau angiogram MR mungkin dilakukan.
 Echocardiogram dapat dilakukan jika da kemungkinan gumpalan darah berasal dari jantung.
 Dupleks karotis (USG) dapat menunjukkan jika arteri karotid di leher telah menyempit.
Cerebral arteriogram yang mengungkapkan pembuluh darah tersumbat atau pendarahan.
 EKG dan monitoring irama jantung dapat dilakukan untuk memeriksa denyut jantung yang
ireguler.

Tes dan prosedur tambahan, meliputi:


 Tes darah pembekuan untuk menyingkirkan gangguan darah
 Kimia darah
 Hitung darah lengkap (CBC)
 C-reaksi protein
 EKG
 ESR (Sedimentasi rate)
 Serum lipid
 Tes untuk sifilis , penyakit Lyme, dan infeksi lain
Tes untuk memeriksa tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, kolesterol tinggi, dan
penyakit pembuluh darah perifer .

Pengobatan
 Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya stroke.
 Jika TIA dalam 48 jam terakhir pasien harus di rawat di rumah sakit, sambil menentukan
penyebab dan pengobatan.
 Gangguan yang mendasari seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan
kelainan darah, harus diobati dengan tepat.
 Pengencer darah, seperti aspirin, dapat mengurangi pembekuan darah. Contoh lain, seperti
dipyridamole , clopidogrel , Aggrenox atau heparin, Coumadin, atau obat sejenis lainnya.
Perawatan dapat dilanjutkan untuk jangka waktu yang tidak terbatas.
 Bedah (carotid endarterectomy) mungkin cocok bagi sebagian orang yang telah tersumbat
arteri leher.
 Merokok harus dihentikan.
 Diet rendah garam dan rendah lemak.

Prognosis
 TIA tidak menyebabkan kerusakan permanen pada otak,
 Lebih dari 10% orang TIA akan mengalami stroke dalam waktu 3 bulan. Setengah dari stroke
ini terjadi selama 48 jam setelah TIA. Stroke dapat terjadi pada hari yang sama atau pada lain
waktu. Beberapa orang hanya memiliki satu episode dan beberapa episode berulang.

Komplikasi
 Kematian sel otak akibat aliran darah terlalu sedikit ke otak
 Cedera akibat terjatuh
 Stroke

Pencegahan
Pencegahan TIA termasuk mengendalikan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes,
penyakit jantung, dan gangguan yang terkait lainnya. Merokok harus dihentikan.

Sumber :
Zieve. David, Daniel B. Hoch, 2010, transient Ischemic Attack, A.D.A.M., Inc. [Acces on 6 th May 2011,
Available at http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0001743/ ]