Anda di halaman 1dari 18

PEMBELAJARAN

KOOPERATIF

BY
JALIL SETIAWAN JAMAL
NOOR AZIZAH
ARINI ANSAR
WIDURI ANANDA PUTRI
DEFINISI:

 pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok,


siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok-
kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang
dengan memperhatikan keberagaman anggota
kelompok sebagai wadah siswa bekerja sama dan
memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial
dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan
pada siswa untuk mempelajari sesuatu dengan baik
pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi nara
sumber bagi teman yang lain untuk memahami
konsep yang difasilitasi oleh guru (Robert E. Slavin,
2008)
KONSEP UTAMA:

 Penghargaan kelompok
 Tanggung jawab individual
 Kesempatan yang sama untuk sukses
UNSUR-UNSUR:

Menurut Johnson & Johnson (1994), terdapat lima


unsur penting dalam belajar kooperatif, yaitu seperti
berikut ini.
 Saling ketergantungan yang bersifat positif antar
siswa
 Interaksi antar siswa yang semakin meningkat
 Tanggung jawab individual
 Keterampilan interpersonal dan kelompok kecil
 Proses kelompok
TUJUAN:

Academic achievment

Cooperative
learning
Acceptance of diversity

Social skills
Peningkatan Kemampuan Akademik

 Robert Slavin (1984) mencatat: Siswa sering tidak


menghargai temannya yang berhasil secara
akademis, sementara itu mereka benar-benar
menghargai temannya yang menonjol dalam olah
raga… Hal ini terjadi karena keberhasilan di dalam
olah raga membawa keuntungan kepada kelompok
(tim, sekolah, atau daerah), sementara
keberhasilan akademik, keuntungannya hanya
bersifat individual.
Penerimaan terhadap Keragaman Individu

 penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda


menurut ras, budaya, kelas sosial, kemampuan,
maupun ketidakmampuan. Goldon Allport (1954),
mengatakan bahwa kontak fisik saja di antara orang-
orang yang berbeda ras atau kelompok etnik tidaklah
cukup untuk mengurangi kecurigaan dan perbedaan.
Pembelajaran kooperatif memberi peluang kepada
siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi untuk
bekerja saling bergantung satu sama lain atas tugas-
tugas bersama, dan melalui penggunaan struktur
penghargaan kooperalif, belajar untuk menghargai
satu sama lain.
Pengembangan Keterampilan Sosial

 mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama,


kolaborasi, dan pemecahan masalah sosial bersama.
Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki siswa
di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang
dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi
yang saling bergantung satu sama lain dan di mana
masyarakat secara budaya semakin beragam, serta
sarat dengan berbagai permasalahan sosial yang
menuntut secara cepat dipecahkan.
CIRI-CIRI:

 untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar


dalam kelompok secara kooperatif
 kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki
kemampuan tinggi, sedang dan rendah;
 jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri
dari beberapa ras, suku, budaya jenis kelamin yang
berbeda, maka diupayakan agar dalam tiap
kelompok terdiri dari ras, suku, budaya, jenis
kelamin yang berbeda pula;
 penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok
dari pada perorangan.
KEUNGGULAN:

 Meningkatkan kemampuan siswa


 Meningkatkan rasa percaya diri
 Menumbuhkan keinginan untuk menggunakan
pengetahuan dan keahlian yang ada
 Memperbaiki hubungan antar kelompok (Slavin,
1995: 2)
KETERBATASAN/KELEMAHAN:

 Untuk memahami dan mengerti filosofi SPK


memang butuh waktu.
 Penilaian yang diberikan dalam SPK didasarkan
kepada hasil kerja kelompok.
 Keberhasilan SPK dalam paya mengembangkan
kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu
yang cukup panjang.
 Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan
kemampuan yang sangat penting untuk siswa, akan
tetapi banyak aktifitas dalam kehidupan yang hanya
didasarkan kepada kemampaun secara individual.
LANDASAN TEORI DAN EMPIRIS
John Dewey, Herbert Thelan, dan Kelas Demokratis

 Tingkah laku kooperatif merupakan dasar


demokrasi, dan sekolah dipandang sebagai
laboratorium untuk mengembangkan tingkah laku
demokrasi.
Gordon Allport dan Relasi antar Kelompok

 Kontak langsung antar etnis yang terjadi di bawah


kondisi status yang selaras dibutuhkan untuk
mengurangi kecurigaan ras dan etnis.
Belajar Berdasarkan Pengalaman

 Belajar berdasarkan pengalaman pada individu-


individu merupakan kesulitan tersendiri dalam
menyediakan dukungan teoritis untuk
pembelajaraan kooperatif.
Efek pada perilaku kooperatif

 Mayoritas hasil belajar dari pembelajaran kooperatif


berdampak pada perkembangan akademik dan
dampak sosial..
Efek pada interaksi dengan anak-anak yang memiliki
kekurangan

 Kontak yang lebih dekat bahkan mungkin


meningkatkan prasangka dan stereotip.
Efek pada prestasi akademik

 Dapat membantu mempromosikan perilaku kerja


sama dan hubungan kelompok yang lebih baik
antara siswa, secara bersamaan membantu siswa
dengan pembelajaran akademis mereka