Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena


hanya berkat rahmat dan hidayah-Nya lah saya bisa menyelesaikan tugas dari
dosen mata kuliah Fisika Dasar II untuk membuat makalah yang berjudul “Teori
Atom Dalton” dengan lancar dan tepat waktu.
Terima kasih saya ucapkan kepada Dra. Hj. Hermin Budiningarti, M.Pd.
selaku dosen pengajar mata kuliah Fisika Dasar II yang selalu memberikan
bimbingan dan arahan kepada saya dalam menyelesaikan makalah ini. Dan tak
lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman saya dan pihak-pihak
lain yang turut serta membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi para
pembaca. Dan saya mengharap kepada teman-teman untuk bersedia memberikan
kritik dan sarannya kepada saya menyangkut pembuatan makalah ini, sebagai
bahan pertimbangan saya untuk membuat makalah selanjutnya, karena makalah
ini masih banyak kekurangannya atau masih jauh dari kesempurnaan.

Surabaya, 30 Juni 2005

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................... ii

BAB I : PENDAHULUAN....................................................................... 1
1.1. Latar Belakang...................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah................................................................ 2
1.3. Tujuan................................................................................... 3

BAB II : PEMBAHASAN.......................................................................... 4
2.1. Perkembangan Teori Atom................................................... 4
2.2. Teori Atom Menurut John Dalton........................................ 5
2.3. Model Atom Menurut John Dalton...................................... 8
2.4. Kelebihan Teori Atom Dalton.............................................. 9
2.5. Kelemahan Teori Atom Dalton............................................ 10
2.6. Bobot Atom Relatif Menurut Teori Atom Dalton................ 11
2.7. Lambang Unsur Atom Menurut John Dalton....................... 12

BAB III : PENUTUP................................................................................... 13


3.1. Kesimpulan........................................................................... 13
3.2. Penutup................................................................................. 15

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 16

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Paling tidak selama 2500 tahun orang telah bertanya-tanya tentang
sifat materi. Kita pun masih mempertanyakan. Partikel apakah yang paling
kecil dalam suatu materi? Adakah partikel dasar —suatu komponen
pembangun— yang begitu kecil sehingga tidak dapat dipecah lagi?
Pada abad kelima sebelum Masehi, filsuf Yunani Democritus
mengemukakan bahwa semua materi, apa pun jenisnya, dapat dipecah-pecah
menjadi partikel kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Partikel yang dianggap
paling kecil ini disebut atom. “Atom” adalah gabungan 2 kata Yunani yang
berarti “tidak” dan “terbagi”; dengan demikian “atom” berarti tidak dapat
dibagi. Democritus percaya bahwa, meskipun zat dasar atom sama, atom dari
berbagai benda —misalnya, hewan, tumbuhan, atau mineral— berbeda dalam
ukuran, bentuk, dan bobotnya.
Pada saat Democritus memperkenalkan teori atomnya, filsuf Yunani
yang lain, Empedocles, mencoba menjelaskan susunan materi dengan cara
yang berbeda. Ia yakin bahwa semua materi terdiri atas 4 zat utama atau zat
dasar yang disebut “unsur” —yaitu tanah, udara, api, dan air. Empedocles
tidak sependapat dengan teori atomnya Democritus. Ia berpendapat bahwa,
dalam hubungannya dengan unsur, ada 4 macam atom yang berbeda.
Pendapat Empedocles didukung ahli pikir besar Yunani, Aristotle.
Karena wibawa dukungan Aristotle terhadap teori Empedocles, pendapat
Democritus dan penganut teori atom lainnya terlalaikan selama hampir 2.000
tahun.
Pada tahun 1661 ahli fisika dan kimia Inggris Robert Boyle
mengemukakan dalam The Skeptical Chemist suatu konsepsi yang modern
dan tepat tentang unsur. Boyle yakin bahwa komponen pembangun dalam
sebagian besar material dapat digambarkan sebagai “benda primitif tertentu

iii
yang sederhana dan sangat murni”. Benda ini disebutnya unsur. Unsur dapat
dipakai untuk membangun zat lain, yaitu senyawa. Senyawa yang mana pun
pasti dapat dipecah menjadi unsur-unsur. Sejumlah ilmuwan tertarik kembali
kepada teori atom Democritus. Akan tetapi, baru pada abad XIX para
ilmuwan mulai memperlengkapi percobaan-percobaannya untuk menentukan
struktur atom.
Para ilmuwan tersebut antara lain :
a. John Dalton
b. J.J. Thomson
c. Ernest Rutherford
d. Niels Bohr
Dimana keempat ilmuwan diatas menghasilkan suatu teori tentang
atom yang didukung / dapat dibuktikan dengan penelitian atau percobaannya
dan teori yang dihasilkan para ilmuwan tersebut berbeda-beda serta memiliki
kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri.
Pada makalah ini khusus menjabarkan teori atom menurut John
Dalton yang didalamnya memuat penjelasan tentang :
a. Perkembangan teori atom
b. Teori atom menurut John Dalton
c. Model atom menurut John Dalton
d. Kelebihan dari teori atom Dalton
e. Kelemahan dari teori atom Dalton
f. Bobot atom relatif menurut teori atom Dalton
g. Lambang unsur atom menurut John Dalton

1.2. Rumusan Masalah


a. Perkembangan teori atom
b. Teori atom menurut John Dalton
c. Model atom menurut John Dalton
d. Kelebihan dari teori atom Dalton
e. Kelemahan dari teori atom Dalton

iv
f. Bobot atom relatif menurut teori atom Dalton
g. Lambang unsur atom menurut John Dalton

1.3. Tujuan
a. Memahami perkembangan teori atom
b. Memahami teori atom menurut John Dalton
c. Mengetahui model atom menurut John Dalton
d. Mengetahui kelebihan dari teori atom Dalton
e. Mengetahui kelemahan dari teori atom Dalton
f. Memahami bobot atom relatif menurut teori atom Dalton
g. Mengetahui lambang unsur atom menurut John Dalton

v
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Perkembangan Teori Atom


Pemikiran manusia tentang bagian terkecil penyusun suatu benda telah
dimulai sejak zaman Aristotle yang menyatakan bahwa “setiap benda dapat
dibelah menjadi bagian yang lebih kecil terus-menerus sampai tak terhingga”.
Pada selang waktu yang tidak lama kemudian, Democritus menyatakan
konsep atomnya yang pertama, yaitu “setiap benda dapat dipecah terus-
menerus sampai bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi”. Bagian terkecil
itulah yang dinamakan atom (atomos). Ungkapan Democritus tentang atom
adalah hasil pemikiran yang sama sekali tidak didasari hasil suatu percobaan.
Setelah waktu yang cukup lama, barulah konsep atom diungkapkan
berdasarkan pendekatan empiris melalui suatu percobaan dan penelitian. Para
ahli yang mengungkapkan konsep atomnya yaitu :
a. John Dalton
b. J.J. Thomson
c. Ernest Rutherford
d. Niels Bohr
Dimana para ilmuwan-ilmuwan menyatakan konsep atomnya dengan
teori atom yang berbeda-beda, diantara teori-teori atom yang dinyatakan para
ilmuwan tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Teori atom yang
mereka nyatakan sangat kuat karena didukung oleh hasil penelitian dan
percobaan. Semakin baru teori yang muncul maka semakin terperinci juga
penjelasan akan teori atom.

vi
2.2. Teori Atom Menurut John Dalton
John Dalton adalah seorang guru Inggris, yang mengembangkan teori
modern yang pertama mengenai atom-atom sebagai partikel terkecil unsur
dan molekul-molekul adalah partikel terkecil senyawa. Untuk menerangkan
sifat unsur, ia mengembangkan gagasan bahwa suatu unsur mengandung
hanya satu macam atom dan bahwa suatu atom merupakan partikel sederhana
yang tidak dapat dirusak (dari) materi. Unsur, katanya, tak dapat diubah
menjadi zat yang lebih sederhana, karena atom-atom mereka tidak dapat
dipecah.
Dalton menerangkan bahwa susunan yang tetap (dari) senyawa
dengan teori bahwa atom unsur-unsur digabung untuk membuat partikel yang
lebih kompleks yang disebut molekul, yang merupakan satuan-satuan
tersederhana dari suatu senyawa. Menurut Dalton, kombinasi atom yang
dipilih untuk hanya dua unsur agaknya adalah 1 : 1. Karena semua
molekulnya identik, senyawa akan memiliki susunan yang konstan, yang
mengandung persentase bobot besar untuk unsur yang atomnya lebih berat.
Beberapa diagram atom dan molekul dari zaman dahulu ditunjukkan dalam
gambar berikut :

vii
oksige nitrog
sulfur
n en
S(S8)
O(O2) N(N2)

hidrog karbo
en kalium
n
H(H2) K
C

air
metana
HO(H2
CH2(CH4)
O)

hidrogen
peroksid
a
H2O(H2O2
)
Gambar 1.

Beberapa lambang Dalton untuk unsur dan senyawa. Rumus yang


benar diberikan dalam tanda kurung bila rumusnya salah.

Hukum pelestarian massa juga mudah diterangkan. Teori itu


mengatakan bahwa dalam reaksi kimia apa saja atom-atom dapat berganti
pasangan, atau bahkan molekul-molekul dapat dipecah menjadi atom-atom,
tetapi banyaknya atom dalam pereaksi akan sama dengan banyaknya atom
dalam hasil reaksi. Jika atom tidak dapat dimusnahkan, maka tak ada massa
yang tercipta ataupun musnah dalam suatu reaksi kimia.
Hukum perbandingan berganda dengan mudah diterangkan jika
diandaikan bahwa pada sesuatu kondisi dua macam atom bersenyawa dalam
suatu kombinasi 1 : 1, dan pada kondisi yang lain bersenyawa dengan

viii
kombinasi 1 : 2 atau 1 : 3 atau 2 : 3 atau sesuatu yang lain. Jika kita kembali
ke contoh mengenai dua oksida karbon, kita akan ingat bahwa angka banding
bobot-bobot oksigen yang bersenyawa dengan sejumlah tertentu karbon pada
dua kondisi yang berlainan ialah 2 : 1. Dengan diagram seperti diagram
Dalton dapatlah ditunjukkan dengan jelas bahwa bobot oksigen per bobot
karbon dapat menjadi dua kali lebih besar dari yang lain, jika diandaikan
bahwa pada satu kasus kombinasi atom ialah 1 : 1 dan pada kasus lain
kombinasi itu adalah 1 : 2, seperti ditunjukkan secara bagan dalam Gambar 2.
Dalam lambang modern molekul oksida pertama diberi rumus CO dan
dinamai karbon monoksida. Rumus untuk sebuah molekul oksida kedua
adalah CO2, dan senyawa ini disebut karbon dioksida.

Karbon
Karbon
monoksi
dioksida
da

Gambar 2.

Dalton mempostulatkan bahwa dalam satu oksida karbon, satu


atom oksigen
bersenyawa dengan satu atom karbon; dan bahwa dalam oksida
lain, dua atom oksigen bersenyawa dengan satu atom karbon

Teori atom Dalton dapat diringkas dengan mencantumkan


pengandaian berikut :
a. Semua materi terbuat dari partikel-partikel satuan kecil dan tak pernah
dimusnahkan, yang disebut atom.
b. Atom-atom suatu unsur tertentu adalah sama.
c. Selama reaksi kimia atom-atom dapat bergabung, atau kombinasi atom-
atom dapat pecah menjadi atom-atom yang terpisah, tetapi atom-atom itu
sendiri tak berubah.

ix
d. Bila atom membentuk molekul, atom-atom ini bergabung dengan angka
banding berbilangan bulat-kecil, seperti 1 : 1; 1 : 2; 1 : 3; 2 : 3.
Meskipun beberapa pengandaian ini belakangan terbukti tidak benar,
teori Dalton merupakan azas pembanding selama satu abad penemuan-
penemuan kimia yang cemerlang.

2.3. Model Atom Menurut John Dalton


Pada tahun 1808, John Dalton (ahli kimia bangsa Inggris)
mengemukakan gagasannya tentang atom sebagai partikel penyusun materi.
Gagasannya adalah sebagai berikut :
a. Atom merupakan partikel terkecil yang tak dapat dipecah lagi.
b. Atom suatu unsur sama segala sifatnya, sedangkan atom unsur berbeda,
berlainan dalam massa dan sifatnya.
c. Senyawa terbentuk bila atom bergabung satu sama lain.
d. Reaksi kimia hanya melibatkan penataulangan atom-atom sehingga tidak
atom yang berubah akibat reaksi kimia.
Model atom Dalton, adalah gagasan tentang partikel materi, bahwa
materi terdiri atas butiran-butiran yang sangat kecil, yaitu atom. Model ini
telah menghapus pendapat yang mengatakan bahwa pembagian materi
bersifat kontinu. Walaupun kini ternyata bahwa atom terdiri atas partikel-
partikel subatom, tetapi atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang
mempunyai sifat yang sama dengan unsur itu. Atom adalah unit terkecil dari
suatu unsur yang terlibat dalam suatu reaksi. Jika suatu atom diuraikan atas
proton, neutron dan elektron, maka tidak ada lagi unsur-unsur yang kita kenal
sekarang dan kenyataannya tidak mudah menguraikan suatu atom menjadi
partikel-partikel subatomnya.
Gambar 3 menunjukkan model atom Dalton. Model ini dianggap
sebagai model atom ilmiah yang pertama kali dikemukakan, sebab dilandasi
fakta temuan eksperimen, yakni hukum kekekalan massa dan hukum
perbandingan tetap.

x
Sesungguhnya gagasan tentang atom sebagai partikel terkecil materi
telah dilontarkan jauh hari sebelum Dalton hidup, misalnya oleh Democritus,
seorang filsuf Yunani yang hidup sekitar 400 tahun SM. Namun pandangan
Democritus tidak dianggap sebagai pandangan ilmiah karena tidak dilandasi
fakta-fakta empiris.

Gambar 3

Model atom Dalton

2.4. Kelebihan Dari Teori Atom Dalton


Seperti yang kita ketahui bahwa Dalton merupakan salah satu
ilmuwan pertama yang melakukan percobaan dan penelitian tentang atom,
meskipun sebelumnya ada ilmuwan juga yang bernama Democritus yang
menyatakan konsep tentang atom tetapi hasil pemikirannya sama sekali tidak
didasari hasil suatu percobaan.
Beberapa teori atom yang dinyatakan John Dalton memiliki beberapa
kelebihan, diantaranya yaitu :
- Bahwa seperti kenyataannya, dua buah atom atau lebih yang berasal dari
unsur-unsur yang sama maupun yang tidak sama dapat membentuk suatu
molekul.
Contoh : * Untuk unsur-unsur yang sama
O2, H2, N2, O3, dll.
* Untuk unsur-unsur yang berbeda
H2O, H2SO4, HCl, dll.
- Teori atom yang menyatakan bahwa atom-atom yang bersenyawa
membentuk molekul mempunyai perbandingan tertentu, sehingga
melahirkan hukum kekekalan massa Lavoiser (jumlah massa sebelum dan
sesudah reaksi adalah tetap).

xi
- Memotivasi para ilmuwan yang lain untuk mengkaji lebih dalam tentang
atom, sehingga muncullah teori-teori atom yang lebih lengkap, seperti :
teori atom Thomson, teori atom Rutherford, dan teori atom Niels Bohr.
- Dll.
Meskipun kelebihan teori atom Dalton hanya sedikit tetapi teori
Dalton dianggap sebagai teori penyulut yang dapat memotivasi para ilmuwan
untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang atom.

2.5. Kelemahan Dari Teori Atom Dalton


Dari teori-teori atom yang dinyatakan John Dalton selain memiliki
kebaikan/kelebihan juga memiliki kekurangan/kelemahan, diantaranya yaitu :
- Menurut John Dalton atom merupakan bagian terkecil suatu materi yang
tidak dapat dibagi lagi, sedangkan pada kenyataannya atom masih dapat
dibagi lagi menjadi sub-sub atom yang terdiri (proton, neutron, dan
elektron) kenyataan ini dapat dibuktikan oleh Thomson melalui
percobaannya.
- Dalam teori John Dalton belum dapat menjelaskan gagasan tentang inti
atom sesuai/seperti yang dinyatakan Rutherford, dari hasil percobaannya
dengan menggunakan sumber partikel Alfa.
- Teori yang dinyatakan John Dalton mengenai atom asih sangat sederhana
dan masih banyak kekurangannya, dimana teori John Dalton belum bis
menjelaskan tentang adanya tingkat-tingkat energi (kulit-kulit) dalam
atom, lintasan-lintasan stasioner dalam atom, dan pancaran atau
penyerapan energi dari masing-masing lintasan dalam atom.
- Dalam perkembangan zaman dan seiring kemajuan teknologi mungkin
akan lebih banyak pembuktian bahwa teori atom yang dinyatakan John
Dalton masih sangat sederhana dan masih banyak pula kelemahannya.
Contoh dari pendapat Dalton yang salah :
“Atom-atom pada suatu unsur tertentu adalah identik, artinya memiliki
massa, ukuran dan sifat-sifat yang sama”, tapi para ilmuwan lain dapat

xii
menunjukkan bahwa atom-atom dari unsur yang sama dapat memiliki
massa dan ukuran yang berbeda.

2.6. Bobot Atom Relatif Menurut Teori Atom Dalton


Teori atom Dalton, yang berpasangan dengan penentuan susunan
banyak senyawa, menghasilkan perkembangan suatu skala bobot relatif atom-
atom. Perhatikan contoh karbon monoksida. Untuk membentuk senyawa ini
1,00 g karbon bersenyawa dengan 1,33 g oksigen. Jika kita andaikan bahwa
2,33 g karbon monoksida merupakan kumpulan bermilyar-milyar molekul.
Semuanya dengan rumus CO, maka dari hubungan bobot 1,00 g C setara
dengan 1,33 g O dapatlah disimpulkan bahwa tiap atom oksigen 1/3 lebih
berat daripada atom karbon. Seandainya bobot salah satu atom itu, maka
bobot atom lain dapat dihitung.
Tak mungkin bagi Dalton dan rekan sejamannya untuk menentukan
bobot sebuah atom atau bahkan membuktikan secara meyakinkan bahwa
atom itu memang ada. Namun mereka mengandaikan bahwa atom-atom
memang mempunyai bobot-bobot yang pasti, dan memberikan bobot atom
relatif kepada atom-atom itu, yang cocok dengan susunan yang dikenal (dari)
senyawa-senyawa itu.
Beberapa tahun setelah karya awal Dalton, atom-atom oksigen dipilih
sebagai standar, karena unsur ini mudah bereaksi dengan unsur lain, sehingga
memungkinkan pembandingan langsung bobot-bobot yang bersenyawa. Atom
oksigen secara sembarang diberi bobot relatif 16, agar bobot atom teringan,
hidrogen, mempunyai bobot relatif mendekati 1. Bobot atom-atom lain
dibandingkan dengan oksigen, dengan menganalisis sebanyak mungkin
senyawa dan mereka-reka rumus yang paling mungkin untuk senyawa-
senyawa ini. Dalam hal tiga unsur hidrogen, karbon dan oksigen, bobot relatif
H : C : O ialah 1 : 12 : 16. Namun metode kimia lama ini dalam menentukan
bobot atom relatif tidak lagi digunakan, karena ditemukan suatu metode
modern yang lebih cermat.

xiii
2.7. Lambang Unsur Atom Menurut John Dalton
Ahli kimia abad pertengahan menggunakan lambang-lambang untuk
unsur, seperti suatu bulan sabit untuk perak (warna keperakan bulat), suatu
lingkaran untuk emas (lambang matahari keemasan dan kesempurnaan).
Dalton membuat lambang-lambang lain seperti tertera dalam Gambar 1.
Sistem kita dewasa ini yang menggunakan huruf sebagai lambang, dimulai
oleh rekan sezaman Dalton, ahli kimia Swedia J.J. Berzelius (1779 – 1848).
Ia mulai dengan menggunakan huruf pertama nama sebagai lambang. Contoh
yang telah disebut di depan : H untuk hidrogen, O untuk oksigen dan C untuk
karbon. Karena beberapa unsur mempunyai nama dengan huruf pertama yang
sama, maka Berzelius merasa perlu menggunakan dua huruf dalam beberapa
lambang. Jadi karbon, kalsium, klor dan kobalt dinyatakan masing-masing
oleh lambang C, Ca, Cl, dan Co. Perhatikan bahwa huruf pertama lambang
adalah huruf besar, dan huruf kedua tidak. Dalam beberapa hal, lambang yang
dewasa ini digunakan dihubungkan dengan nama-nama Latin berabad-abad
yang lalu. Misalnya perak (Ag), tembaga (Cu) dan besi (Fe) masing-masing
diturunkan dari nama Latin argentum, cuprum dan ferrum.
Mungkin penggunaan terpenting lambang-lambang unsur ialah dalam
rumus untuk merekam susunan dari lebih dari 4 juga senyawa yang dikenal.
Rumus suatu senyawa menunjukkan macam dan banyaknya atom yang
bergabung secara kimia dalam satuan terkecil senyawa itu; rumus ini
menggunakan lambang-lambang. Perhatikan rumus untuk glukosa, C6H12O6.
Rumus itu membawakan informasi dalam partikel terkecil gula mengandung
24 atom yang bersenyawa kimia, 6 atom karbon, 12 atom hidrogen dan 6
atom oksigen.

xiv
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
A. Perkembangan Teori Atom
Seiring dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi dan
perkembangan pemikiran manusia, maka semakin banyaknya penjelasan
tentang atom yang telah dikemukakan oleh para ilmuwan, diantaranya
adalah :
1. Teori atom Dalton, oleh John Dalton
2. Teori atom Thomson, oleh J.J. Thomson
3. Teori atom Rutherford, oleh Ernest Rutherford
4. Teori atom Bohr, oleh Niels Bohr
Dari keempat ilmuwan diatas teori atom semakin berkembang dan
semakin kompleks yang didukung oleh bukti-bukti dari hasil percobaan
mereka.

B. Teori Atom Menurut John Dalton


John Dalton, dalam teori atomnya menyatakan bahwa :
a. Atom merupakan bagian terkecil suatu zat yang tidak dapat dibagi
lagi.
b. Atom suatu unsur tidak dapat berubah menjadi atom unsur lain.
c. Dua buah atom atau lebih yang berasal dari unsur-unsur yang
berbeda dapat membentuk suatu molekul.
d. Atom-atom yang bersenyawa membentuk suatu molekul
mempunyai perbandingan tertentu dan memenuhi hukum kekekalan
massa Lavoiser (jumlah massa sebelum dan sesudah reaksi adalah
tetap).
e. Dalam reaksi kimia, atom-atom bergabung dengan perbandingan
tertentu yang sederhana.

xv
C. Model Atom Menurut John Dalton
Model atom Dalton adalah gagasan tentang partikel materi, bahwa
materi terdiri atas butiran-butiran yang sangat kecil, yaitu atom yang
sudah tidak dapat dibagi-bagi lagi (diskontinu).

Model atom Dalton

D. Kelebihan Teori Atom Dalton


— Kebenaran akan molekul yang tersusun dari gabungan dua atom atau
lebih, baik dari unsur-unsur yang sama atau yang berbeda.
— Kebenaran akan hukum kekekalan massa Lavoiser bahwa jumlah
massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
— Memotivasi para ilmuwan yang lain untuk mengkaji lebih terperinci
tentang atom.

E. Kelemahan Teori Atom Dalton


— Atom bukanlah penyusun partikel terkecil yang tidak dapat dibagi
lagi, tetapi ilmuwan lain menemukan bahwa atom terdiri dari sub-sub
atom (proton, neutron, elektron).
— Tidak dapat menjelaskan tentang inti atom.
— Teorinya masih sangat sederhana, belum bisa menjelaskan tentang
tingkat-tingkat energi dalam atom, lintasan stasioner dalam atom dan
pancaran/penyerapan energi dari masing-masing atom.
— Adanya kesalahan bahwa atom unsur tertentu adalah identik, padahal
ada atom dari unsur yang sama memiliki massa dan ukuran yang
berbeda.

xvi
F. Bobot Atom Relatif Menurut Teori Atom Dalton
Teori atom Dalton, yang berpasangan dengan penentuan susunan
banyak senyawa menghasilkan perkembangan suatu skala bobot relatif
atom-atom.

G. Lambang Unsur Atom Menurut John Dalton

oksige nitrog
sulfur
n en
S(S8)
O(O2) N(N2)

hidrog karbo
en kalium
n
H(H2) K
C

3.2. Penutup
Alhamdulillah dengan terselesaikannya makalah ini berarti saya telah
memenuhi tugas akhir Semester 2 dari dosen mata kuliah Fisika Dasar II
untuk membuat sebuah makalah yang berjudul “TEORI ATOM DALTON”
dengan tepat waktu.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,
oleh sebab itu saya mengharap kritik dan saran dari teman-teman, khususnya
bagi para pembaca agar nanti dalam kesempatan selanjutnya saya bisa
membuat makalah yang lebih baik dari makalah sebelumnya.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi para
pembaca.

xvii
DAFTAR PUSTAKA

Beiser Arthur, alih bahasa The How Liong, Ph.D. 1982. Konsep Fisika Modern.
Jakarta : Erlangga.

Holliday dan Resnick, Drs. Erwin Sucipto. 1984. Fisika. Jakarta : Erlangga.

Kertiasa, Nyoman. 1990. Fisika. Jakarta : Departemen Pendidikan dan


Kebudayaan.

Sutrisno. 1986. Seri Fisika Dasar. Bandung : Penerbit ITB.

xviii