P. 1
PERHITUNGAN NERACA MASSA

PERHITUNGAN NERACA MASSA

5.0

|Views: 722|Likes:
Dipublikasikan oleh tom_sherk6130

More info:

Published by: tom_sherk6130 on May 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2013

pdf

text

original

LAMPIRAN A

PERHITUNGAN NERACA MASSA

Hasil perhitungan neraca massa pra rancangan pabrik pembuatan
polihidroksibutirat pada bakteri Alcaligenes Eutrophus dengan substrat glukosa
adalah sebagai berikut:
Kapasitas produksi : 4.500 ton/tahun
Basis perhitungan : 1 jam operasi
Waktu kerja per tahun : 330 hari
Satuan operasi : kg.jam
-1

Kapasitas produksi per jam =
)
ton 1
kg 1.000
( x )
jam 24
hari 1
( )
hari 330
tahun 1
( )
tahun
ton
500 . 4 ( x x

= 568.182 kg.jam
-1

Kemurnian produk : 98%
Perhitungan neraca massa dilakukan pada:
- Fermentor (R-101)
- Disk Centrifuge (CF-101)
- Tangki Pencuci (V-105)
- Disk Centrifuge (CF-102)
- Tangki Ekstraksi (V-106)
- Disk Centrifuge (CF-103)
- Tangki Pengendapan (V-107)
- Dekanter (DC-101)
- Spray Dryer (SPD-101)












Universitas Sumatera Utara
1. Fermentor (R-101)
Udara
Alcaligenes Eutrophus

Kultur Medium
PHB
(NH
4
)
2
SO
4
Kultur Medium sisa
Non-PHB
KOH








Udara

Dalam fermentor diketahui bahwa :
 Perbandingan massa bakteri A. Eutrophus dengan glukosa pada umpan
masuk yaitu 7 : 10
(Sayed dkk, 2009)
 Fermentasi berlangsung selama 50 jam.
 Nutrisi pembatas (NH
4
)
2
SO
4
dimasukkan mulai dari jam pertama hingga
24 jam.
 Kg substrat / Kg PHB = 3,33 kg glukosa / kg PHB
 Komposisi sel Bakteri A. Eutrophus pada alur keluar terdiri dari
Polihidroksibutirat (PHB) dan Non-PHB dimana persentase PHB pada sel
bakteri A. Eutrophus ialah 76% massa sel.
 Glukosa yang tersisa 10% dari glukosa mula – mula
(Kim dkk, 1995)
 Asumsi Kultur medium sisa kecuali glukosa dan air ialah 0,1% massa.




1
2
4
3
6
5
7

32±2
0
C
1 atm
Universitas Sumatera Utara
Tahapan pembentukan Polihidroksibutirat (PHB) ditunjukkan pada sintesa
enzimatis berikut:


Gambar L A-1. Biosintesis PHB pada A. Eutrophus

Laju alir masuk fermentor (R-101):
- Alcaligenes Eutrophus (F
1
):
Umpan masuk Alcaligens Eutrophus kedalam fermentor (R-101):
F
1
= 662,216 kg / jam


Universitas Sumatera Utara
- Kultur Medium (F
2
):
Adapun kultur medium terdiri atas :
Tabel A.1 Komposisi Kultur Medium
No Komposisi Laju (kg/jam)
1 Na
2
HPO
4
160,824
2 KH
2
PO
4
122,983
3 C
6
H
12
O
6
1.892,298
4 MgSO
4
7H
2
O 113,523
5 H
2
O 92.872,037
6 FeCl
3
9,176
7 CaCl
2
7,379
8 CuSO
4
0,147
9 CoCl
2
0,112
10 NiCl
2
0,111
11 CrCl
2
0,023
Total 95.178,363 kg/jam
(Sayed, dkk 2009)

- (NH
4
)
2
SO
4
(F
3
):
F
3

= 378,409 kg/jam
- KOH (F
4
):
F
4
= 90,061 kg/jam
- Udara (F
5
):
F
5
= 0,0083 v/v jam
-1

= 0,0083 x 92.959,898 x 0,00116 kg/jam
= 0,895 kg/jam
Neraca massa masuk total:
F
in
total = F
1
+ F
2
+ F
3
+ F
4
+ F
5
= (662,216 + 95.178,363+ 378,409 + 90,061 + 0,895) kg/jam
=

96.309,944 kg/jam

Universitas Sumatera Utara
Laju alir keluar fermentor (R-101) :
F
6
Udara
= F
5
Udara
= 0,895 kg/jam
F
7
PHB
=
33 , 3
F
2
Glukosa
kg/jam
=
33 , 3
1.892,298
kg/jam
= 568,182 kg/jam

F
7
non-PHB
= PHB F
76
24
7
x

= 182 , 68 5
76
24
x kg/jam
= 179,426 kg/jam

F
7
Glukosa
= 10% x F
2
Glukosa

= 0.1 x 1.892,298 kg/jam
= 189,229 kg/jam

F
7
Kultur Medium*
= 0,1 % x F
2
Kultur Medium
= 0,001 x 414,280 kg/jam
= 0,414 kg/jam
* : komposisi kultur medium selain glukosa dan air

F
7
Air
= F
in
total – F
6
- F
7
Kultur Medium*
- F
7
Glukosa -
F
7
PHB
- F
7
non-PHB

= 96.309,944 – 0,895 - 0,414 - 189,229 - 568,182 -179,426 kg/jam
= 96.309,944 kg/jam
Neraca massa keluar total :
F
out
total = F
6
+

F
7
PHB
+ F
7
non-PHB
+ F
7
Glukosa
+ F
7
Air
+ F
7
Kultur Medium*

=44,751+ 28.409,091+8.971,300+ 9.460,227+4.768.589,904+ 20,714
kg/jam
F
out
total = 96.309,944

kg/jam

Universitas Sumatera Utara
2. Disk Centrifuge (CF-101)

Disk
Centrifuge


Untuk efisiensi alat disk centrifuge 98% dan di dalam air pengotor terkandung
glukosa dan kultur medium sisa masing - masung 2% dari umpan masuk, sehingga
diperoleh neraca massa sebagai berikut:

Laju alir masuk Disk Centrifuge:
F
7
PHB
= 568.182 kg/jam
F
7
non-PHB
= 179,426 kg/jam
F
7
Glukosa
= 189.229 kg/jam
F
7
Air
= 95.371,798 kg/jam
F
7
Kultur Medium Sisa*
= 0,414 kg/jam

* = kultur medium sisa: komposisi kultur medium selain glukosa dan air
Neraca massa masuk total:
F
in
total =

F
7
PHB
+ F
7
non-PHB
+ F
7
Glukosa
+ F
7
Air
+ F
7
Kultur Medium*

= 568,182+179,426+ 189.229+95.371,798 + 0,414
F
in
total = 96.309,049


Laju alir keluar Disk Centrifuge :
F
8
PHB
= F
7
PHB
= 568,182 kg/jam
F
8
non-PHB
= F
7
non-PHB
= 179,426 kg/jam

Laju alir glukosa dalam F
8
Air Pengotor
ialah : 189.229 x
100
2
= 3,784 kg/jam
Laju alir kultur medium sisa dalam F
8
Air Pengotor
ialah : 0,414
100
2
x = 0,008 kg/jam
PHB
Non-PHB
Glukosa
Air
Kultur medium sisa
9
PHB
Non-PHB
Air Pengotor
7
Kultur medium sisa
Glukosa
Air


8
Universitas Sumatera Utara
Laju alir Air dalam F
8
Air Pengotor
ialah
= )kg/jam 189.229 x
100
2
0,414
100
2
( )) 179,426 568,182 (
98
2
( + − + x x

= 15,257 – (0,008 + 3,784) kg/jam
= 11,464 kg/jam
F
8
Air Pengotor
= 11,464 + 0,008 + 3,784 kg/jam
= 15,257 kg/jam
Maka total laju alir pada alur 8,
F
8
total = F
8
PHB
+ F
8
non-PHB
+ F
8
Air Pengotor

= 568,182 kg/jam + 179,426 kg/jam + 15,257 kg/jam
= 762,865 kg/jam


F
9
Kultur Medium*
= 98 % x F
7
Kultur Medium sisa*
= kg/jam 414 , 0
100
98
x
F
9
Kultur Medium*
= 0,406 kg/jam
F
9
Glukosa
= 98 % x F
7
Glukosa
= kg/jam 189.229
100
98
x

F
9
Glukosa
= 185.444 kg/jam
F
9
Air
= F
7
Air
– F
8
Air Pengotor

= 95.371,798 kg/jam –11,464kg/jam
= 95.360,334 kg/jam

Maka total laju alir pada alur 9,
F
9
total = F
9
Kultur Medium*
+

F
9
Glukosa
+ F
9
Air

= 0,406 kg/jam + 185,444 kg/jam + 95.360,334 kg/jam
= 95.546,184 kg/jam

F
out
total = F
8
total + F
9
total
= 762,865 kg/jam + 95.546,184 kg/jam
=

96.309,049 kg/jam

Universitas Sumatera Utara
3. Tangki Pencuci (V-105)


Pada tangki pencuci ditambahkan air destilasi untuk mengurangi konsentarsi
air pengotor yang terikut saat proses pemisahan pada sentrifusi. Air pencuci
ditambahkan sebanyak 200 L/ 8 kg sel Alcaligenes Eutrophus (Lee, 1997)

Laju alir masuk pada tangki pencuci:
F
8
PHB
= 568,182 kg/jam
F
8
non-PHB
= 179,426 kg/jam
F
8
Air Pengotor
= kg/jam 426 . 47 7
98
2
x
= 15,257 kg/jam
F
8
= F
8
PHB
+ F
8
non-PHB
+ F
8
Air

= 762,865 kg/jam

F
10

= kg/jam 200
8
608 . 747
x
= 18.690,200 kg/jam
Maka laju alir total masuk ialah:
F
in

total = F
8
+ F
10

= 762,865 kg/jam + 18.690,200 kg/jam
=

19.453,065 kg/jam


8
10
11
PHB
Non-PHB
Air Pengotor

Air

PHB
Non-PHB
Air

Universitas Sumatera Utara
Laju alir keluar pada tangki pencuci:
F
11
PHB
= F
8
PHB
= 568,182 kg/jam
F
11
non-PHB
= F
8
non-PHB
= 179,426 kg/jam

F
11
Air
= F
8
Air Pengotor
+ F
10

= 15,257 kg/jam + 18.690,200 kg/jam
= 18.705.457 kg/jam

F
out

total = F
11
PHB
+ F
11
non-PHB
+ F
11
Air

= 568,182 kg/jam +179,426 kg/jam + 18.705.457 kg/jam
=

19.453.065 kg/jam
4. Disk Centrifuge (CF-102)
Disk
Centrifuge

Untuk efisiensi alat disk centrifuge 98% diperoleh neraca massa sebagai berikut:
Laju alir masuk Disk Centrifuge :
F
11
PHB
= 568,182 kg/jam
F
11
non-PHB
= 179,426 kg/jam
F
11
Air
= 18.705.457 kg/jam
F
in

total = F
11
PHB
+ F
11
non-PHB
+ F
11
Air

= 568,182 kg/jam + 179,426 kg/jam + 18.705.457 kg/jam
=

19.453.065 kg/jam






PHB
Non-PHB
Air
12
PHB
Non-PHB
Air

11

Air


13
Universitas Sumatera Utara
Laju alir keluar Disk Centrifuge:
F
12

= F
11
Air
– F
12
Air

= 18.705.457 kg/jam – kg/jam 608 , 47 7
98
2
x
= 18.705.457 kg/jam – 15,257 kg/jam
= 18.690.200 kg/jam

F
13
PHB
= F
11
PHB
= 568,182 kg/jam
F
13
non-PHB
= F
11
non-PHB
= 179,426 kg/jam
F
13
Air
= kg/jam 608 , 47 7
98
2
x
= 15,257 kg/jam
Maka total laju alir pada alur 13,
F
13
total = F
13
PHB
+ F
13
non-PHB
+ F
13
Air

= 568,182 kg/jam +179,426 kg/jam + 15,257 kg/jam
= 762,865 kg/jam
F
out
total = F
12
+ F
13
total
= 18.690.200 kg/jam + 762,865 kg/jam
=

19.453.065 kg/jam
5. Tangki Ekstraksi (V-106)


Pada tangki ekstraksi ini ditambahkan air proses dan CHCl
3
dengan
perbandingan sebagai berikut:
Air : CHCl
3
: Biomassa = 100 L : 100 L : 8 kg
(Lee, 1997)

13
14
15
PHB
Non-PHB
Air

CHCl
3


Air

16
PHB
Air
CHCl
3
Non-PHB
60
0
C
1 atm
Universitas Sumatera Utara
Laju alir masuk pada tangki ekstraksi :
F
13
PHB
= 568,182 kg/jam
F
13
non-PHB
= 179,426 kg/jam
F
13
Air
= 15,257 kg/jam
Maka total laju alir pada alur 13,
F
13
total = F
13
PHB
+ F
13
non-PHB
+ F
13
Air

= 568,182 kg/jam +179,426 kg/jam + 15,257 kg/jam
= 762,865 kg/jam
F
14
CHCl3
= kg/jam 1,48 x 100
8
608 . 747
x

= 13.830,748 kg/jam
F
15
Air
= kg/jam 1 x 100
8
608 . 747
x

= 9.345,100 kg/jam
Maka laju alir total masuk ialah:
F
in

total = F
13
+F
14
+ F
15

= 762,865 kg/jam + 13.830,748 kg/jam + 9.345,100 kg/jam
=

23.938,713 kg/jam
Laju alir keluar pada tangki ekstraksi:
F
16
PHB
= 568,182 kg/jam
F
16
non-PHB
= 179,426 kg/jam
F
16
Air
= F
13
Air
+ F
15

= 15,257 kg/jam + 9.345,100 kg/jam
= 9.360,357 kg/jam
F
16
CHCl3
= F
14

= 13.830,748 kg/jam

F
out

total = F
16
PHB
+ F
16
non-PHB
+ F
16
Air
+ F
16
CHCl3

= 568,182 kg/jam + 179,426 kg/jam + 9.360,357 kg/jam +
13.830,748 kg/jam
=

23.938,713 kg/jam

Universitas Sumatera Utara
6. Disk Centrifuge (CF-103)

Disk
Centrifuge


Untuk efisiensi alat centrifuge 98% diperoleh neraca massa sebagai berikut:
Laju alir masuk Disk Centrifuge :
F
16
PHB
= 568,182 kg/jam
F
16
non-PHB
= 179,426 kg/jam
F
16
Air
= 9.360,357 kg/jam
F
16
CHCl3
= 13.830,748 kg/jam

F
in

total = F
16
PHB
+ F
16
non-PHB
+ F
16
Air
+ F
16
CHCl3

= 568,182 kg/jam + 179,426 kg/jam + 9.360,357 kg/jam +
13.830,748 kg/jam
=

23.938,713 kg/jam
Laju alir keluar Disk Centrifuge:
F
17
non-PHB
= F
16
non-PHB
- F
18
non-PHB
= 179,426 kg/jam – 11,595 kg/jam
= 167,830 kg/jam
F
17
Air
= kg/jam 167,830
98
2
x
= 3,425 kg/jam

Maka total laju alir pada alur 17,
F
17
= F
17
non-PHB
+ F
17
Air

= 167,830 kg/jam + 3,425 kg/jam
= 171,255 kg/jam

PHB
Air
CHCl3
Non-PHB

18
Non-PHB
Air
16
17

PHB
Non-PHB
Air
CHCl3
Universitas Sumatera Utara
F
18
PHB
= F
16
PHB
= 568,182 kg/jam
F
18
non-PHB
= PHB
18
F
98
2
x

= kg/jam 568,182
98
2
x
= 11,595 kg/jam
F
18
Air
= F
16
Air
– F
17
Air

= 9.360,357 kg/jam – 3,425 kg/jam
= 9.363,782 kg/jam
F
18
CHCl3
= F
16
CHCl3
= 13.830,748 kg/jam

Maka total laju alir pada alur 18,
F
18
= F
18
PHB
+ F
18
non-PHB
+ F
18
Air
+ F
18
CHCl3

F
18
= 568,182 kg/jam +11,595 kg/jam+9.363,782 kg/jam+13.830,748 kg/jam
F
18
= 23.774,308 kg/jam

F
out
total = F
17
+ F
18

= 171,255 kg/jam + 23.774,308 kg/jam
=

23.945,564 kg/jam
7. Tangki Pengendapan (V-107)
PHB yang masih terlarut dalam larutan kloroform akan mengkristal setelah
penambahan air 90
0
C ke dalam tangki pengendapan. Dengan waktu tinggal 15 menit
dan perbandingan antara air panas yang ditambahkan dengan kloroform ialah 2 : 1.
(Flickinger, 1999)




19
18
20
PHB
Non-PHB
Air
CHCl3
Air (90
0
C)
PHB
Non-PHB
Air
CHCl3
Universitas Sumatera Utara
Maka neraca massa pada tangki pengendapan ialah:
Laju alir masuk pada tangki pengendapan :
F
18
PHB
= 568,182 kg/jam
F
18
non-PHB
= 11,595 kg/jam
F
18
Air
= 9.363,782 kg/jam
F
18
CHCl3
= 13.830,748 kg/jam
Maka total laju alir pada alur 18,
F
18

= F
18
PHB
+ F
18
non-PHB
+ F
18
Air
+ F
18
CHCl3

=568,182 kg/jam +11,595 kg/jam+ 9.363,782 kg/jam+13.830,748 kg/jam
= 23.774,308 kg/jam

F
19
Air Panas
= 2 x F
15
CHCl3
= 27.661,496 kg/jam
F
in
total = F
18
+ F
19

= 23.774,308 kg/jam + 27.661,496 kg/jam
=

51.435,804 kg/jam
Laju alir keluar pada tangki pengendapan :
F
20
PHB
= F
18
PHB
= 568,182 kg/jam
F
20
non-PHB
= F
18
non-PHB
=

11,595 kg/jam
F
20
Air
= F
18
Air
+

F
19

= 9.363,782 kg/jam + 27.661,496 kg/jam
= 37.025,278 kg/jam
F
20
CHCl3
= F
18
CHCl3
= 13.830,748 kg/jam

Maka total laju alir pada alur 20,
F
out
total = F
20
PHB
+ F
18
non-PHB
+ F
20
Air
+ F
20
CHCl3

=568,182 kg/jam+11,595 kg/jam+37.025,278 kg/jam+13.830,748 kg/jam
=

51.435,804 kg/jam



Universitas Sumatera Utara
8 Dekanter (DC-101)



Efisiensi pemisahan PHB dari larutan kloroform ini adalah sebesar 98 %.
Sehingga masih terdapat kandungan air sebesar 2 % yang terikut pada PHB.
Maka perhitungan neraca massa ada alat dekanter ialah :

Laju alir masuk Dekanter:
F
20
PHB
= 568,182 kg/jam
F
20
non-PHB
=

11,595 kg/jam
F
20
Air
= 37.025,278 kg/jam
F
20
CHCl3 = 13.830,748 kg/jam

F
in

total= F
20
PHB
+ F
20
non-PHB
+ F
20
Air
+ F
20
CHCl3

= 568,182 kg/jam+11,595 kg/jam+37.025,278 kg/jam +13.830,748 kg/jam
=

51.435,804 kg/jam
Laju alir keluar Dekanter:
F
21
PHB
= F
20
PHB
= 568,182 kg/jam
F
21
non-PHB
=

F
20
non-PHB
=

11,595 kg/jam
F
21
Air
= kg/jam ) 11,595 568,182 (
98
2
+ x
= 11,832 kg/jam
Maka total laju alir pada alur 21,
F
21
= F
21
PHB
+ F
21
non-PHB
+ F
21
Air

= 568,182 kg/jam + 11,595 kg/jam + 11,832 kg/jam
= 591,609 kg/jam


PHB
Non-PHB
Air
CHCl3
Air
CHCl3
PHB
Non-PHB
Air

20 22
21
Universitas Sumatera Utara
F
22
Air
= F
20
Air
– F
21
Air

= 37.025,278 kg/jam – 11,832 kg/jam
= 37.013,446 kg/jam
F
22
CHCl3
= F
20
CHCl3 = 13.830,748 kg/jam
Maka total laju alir pada alur 22,
F
22
= F
22
Air
+ F
22
CHCl3
= 37.013,446 kg/jam + 13.830,748 kg/jam
= 50.844,194 kg/jam
F
out
total = F
21
+ F
22

= 591,609 kg/jam + 50.844,194 kg/jam
=

51.435,804 kg/jam
9. Spray Dryer (SPD-101)




Maka Neraca Massa pada Spray Dryer (SPD-101):
Laju alir masuk Spray Dryer (SPD-101):
F
25
PHB
= 568,182 kg/jam
F
25
non-PHB
=

11,595 kg/jam
F
25
Air
= 11,832 kg/jam
Maka total laju alir masuk pada alur 25,
F
25
= F
25
PHB
+ F
25
non-PHB
+ F
25
Air

= 568,182 kg/jam +11,595 kg/jam + 11,832 kg/jam
=
Laju alir keluar Spray Dryer (SPD-101) :
591,609 kg/jam
F
steam

= F
25
Air
= 11,832 kg/jam
F
26
PHB
= F
25
PHB
= 568,182 kg/jam
F
26
non-PHB
=

F
25
non-PHB
=

11,595 kg/jam
F
out
total = 591,609 kg/jam
Air
PHB
Non-PHB

24

PHB
Non-PHB

Air
25

Steam

130
0
C

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN B
PERHITUNGAN NERACA PANAS

Kapasitas : 4.500 ton/tahun
Basis perhitungan : 1 jam operasi
Operasi pabrik : 330 hari/tahun
Satuan : kJ/jam
Suhu referensi : 25
o
C (298

K)

Perhitungan neraca panas menggunakan rumus sebagai berikut:
Perhitungan beban panas pada masing-masing alur masuk dan keluar.
Q = H =

T
T
ref
dT x Cp x n …………………… (Smith, 1975)

Perhitungan C
pl
(kal/g
0
C) dengan menggunakan metode Chueh dan Swanson
dimana konstribusi gugusnya adalah:
Tabel LB.1 Kapasitas Panas Liquid
Gugus C
pl
(kal/g
0
C)

-CH (ring)
4,4
-OH 10,7
-C=O
H
12,66
-CH
2
-
7,2
(Perry, 1997)






Universitas Sumatera Utara
Perhitungan C
ps
padatan (J/mol.K) dengan menggunakan metode Hurst dan
Harrison, dimana nilai kontribusi unsur atom :
Tabel LB.2 Tabel Kontribusi Unsur Atom dengan Metode Hurst dan Harrison
Unsur Atom
Ei

C 10.89
H 7.56
O 13,42
N 18,74
S 12,36
K 28,87
Cl 24,69
Na 26,19
P 26,63
Mg 22,69
Fe 29,08
Ca 28,25
Cr 26,63
Co 25,71
Ni 25,46
Cu 26,92
CoA 26,63
(Perry, 1997)

Rumus metode Hurst dan Harrison :
Cp
S
=
Ei
n
i
i
∆ Ν

=
.
1

Dimana : C
p
S
= Kapasitas panas padatan pada 298,15 K (J/mol.K)
n = Jumlah unsur atom yang berbeda dalam senyawa
N
i
= Jumlah unsur atom i dalam senyawa

Ei
∆ = Nilai dari kontribusi unsur atom i pada Tabel LB.2
Universitas Sumatera Utara
CH
Perhitungan panas penguapan
Q = n. ∆H
vb
(Smith dan Van Ness, 1975)
Perhitungan ∆H
f
o

(kkal/mol) dengan menggunakan metode Verma dan
Doraiswamy, dimana kontribusi gugusnya adalah

Tabel LB.3 Panas Pembentukan [J/mol]

Gugus ∆H
f
o

(kkal/mol)
-CH
2
- -20,64

-CH
8,67
O

C
-133,22
O -132,22
CH
3
-76,45
CoA -29,71

Rumus: (298,15 K) = 68,29 + (Perry, 1997)

Menghitung
0
298 f
∆Η PHB :
0
298 f
∆Η = 68,29 + {(-O-) + (-CH
3
) +( ) + (-CH
2
-)+ ( C )}n
0
298 f
∆Η = 68,29 + {(132,22 + (-76,45) + 8,67 + (-20,64) + (-133,22)} 4.651,1627
0
298 f
∆Η = -1.645,792 kkal/mol
0
298 f
∆Η = -6.890,602 kJ/mol
Menghitung
0
298 f
∆Η Acetyl-CoA :

0
298 f
∆Η = 68,29 + {2(-CH
3
) +2( C ) + 2(-CoA)}
0
298 f
∆Η = 68,29 + {2(-76,45) + 2(-133,22) + 2(-29,71)
0
298 f
∆Η = -0,41047 kkal/mol
0
298 f
∆Η = -1,718 kJ/mol

O
O
Universitas Sumatera Utara
Reaksi :

























(C
4
H
6
O
2
)
4.651
9.302 C
2
H
3
OCoA


∆H
r25
o
C
= | | | |
tan
0
25
.
0
25
0 0
.
reak
C f
i
produk
C f
i ∑ ∑
∆Η − ∆Η σ σ
= ( ) | | | | ) ( 302 . 9 .
3 2
0
25 4.651 2 6 4
0
25
0 0
OCoA C O H C
C f C f
Η ∆Η − ∆Η
= 1 x (-6.890,602 kJ/mol) – 9.302 x ( -1,7187 kJ/mol)
= (-6.890,602 kJ/mol + 15.986,565 kJ/mol
= 9.095,963 kJ/mol






A. Eutrophus
Universitas Sumatera Utara
Nilai kapasitas panas (Cp) untuk masing-masing komponen :
1. Polihidroksibutirat = (C
4
H
6
O
2
)n
Dengan berat molekul PHB = 400.000 gram/mol (Bioprocess Technology,
1999) dan bentuk umum struktur PHB yaitu [ – O – CH(CH
3
) – CH
2
– CO – ]n
Maka nilai n adalah :
[ – O – CH(CH
3
) – CH
2
– CO – ]n = 400.000
{(2 x 16) + (6 x 1) + (4 x 12)} x n = 400.000
(32 + 6 + 48) x n = 400.000
86 x n = 400.000
n = 4.651
sehingga, rumus molekul PHB adalah :
[ – O – CH(CH
3
) – CH
2
– CO – ]
4.651

Maka, estimasi Cps PHB adalah:
Cps PHB = ∆E
C
(n . 4) + ∆E
H
(n . 6) + ∆E
O
(n. 2)
=10,89(4.651 x 4) + 7,56(4.651 x 6) + 13,42(4.651 x 2)
=
2. Glukosa (C
6
H
12
O
6
)
538,418 kJ/mol K

Cpl = 5(-OH-) + 1(-C=O) + 4(-CH-) + 1(-CH
2
-)
H
= 5(10,7) + 1 (12,66) + 4 (4,4) + 1 (7,26)
= 91.02 kal/mol.K
= 0,381 kJ/mol.K
3. Air (H
2
O)
Cp
l
= 0,0748781kJ/mol.K (Reklaitis, 1983)
Cp
g
= 0,0335944 kJ/mol.K (Reklaitis, 1983)
4. Kalium Hidroksida (KOH)
Cps = 0,04985 kJ/mol.K
5. Kloroform (CHCl
3
)
Cpl = 0,09252 J/mol.K
6. Ammonium Sulfat ((NH
4
)
2
SO
4
)
Cp = 51,6 kal/mol.K

(Perry, 1997)
= 0,21672 kJ/mol.K
Universitas Sumatera Utara
7. Monopottasium phospat (KH
2
PO
4
)
Cps = 0,1243 kJ/mol.K
8. Natrium phospat (Na
2
HPO
4
)
Cps = 0,14025 kJ/mol.K
9. Magnesium sulfat heptahidrat (MgSO
4
7H
2
O )
Cps = 0,20799 kJ/mol.K
10. Besi(III) klorida (FeCl
3
)
Cps = 0,10315 kJ/mol.K
11. Kalsium Klorida (CaCl
2
)
Cps = 0,07763 kJ/mol.K
12. Cupric Sulfat (CuSO
4
)
Cps = 0,09296 kJ/mol.K
13. Cobalt Klorida (CoCl
2
)
Cps = 0,07509 kJ/mol.K
14. Nikel Klorida (NiCl
2
)
Cps = 0,07484 kJ/mol.K
15. Crom klorida (CrCl
2
)
Cps = 0,07601 kJ/mol.K
16. Udara


Cpg = 0,0358 kJ/mol.K (Geankoplis, 2003)
17. Alcaligenes Eutrophus
Kapasitas Panas dari bakteri Alcaligenes Eutrophus diasumsikan sama
dengan Kapasitas Panas dari Protein karena sebagian besar bakteri terdiri dari
protein.

Cps = 0,191 kJ/mol.K


18. Acetyl CoA (C
2
H
3
OCoA)
Cps = 0.0845 kJ/mol.K


Universitas Sumatera Utara
Nilai panas laten penguapan/entalpi penguapan (∆H
vl
) untuk komponen :


1. Air (H
2
O)
∆H
vl
= 40,6562 kJ/mol (Reklaitis, 1983)
2. Kloroform (CHCl
3
)
∆H
vl
= 29,470 kJ/mol (Reklaitis, 1983)

Steam
Steam yang digunakan adalah superheated steam 130
0
C pada tekanan 100 kPa
H
vl
(130
0
C) = 2.734,7 kJ/kg (Reklaitis, 1983)

Air Pemanas
Air Pemanas yang digunakan air pada suhu 90
0
C dan keluar pada suhu 34
0
C.
Air (saturated): H(34
o
C) = 139,11 kJ/kg (Smith, 1987)
H(90
o
C) = 376,92 kJ/kg (Smith, 1987)

L.B. 1 Fermentor


Reaksi : 9.302 C
2
H
3
OCoA (C
4
H
6
O
2
)
4.651

Untuk berat molekul (MR) dari PHB = 400.000 gr/mol.
Diperoleh haraga n = 4.651
A. Eutrophus
Universitas Sumatera Utara
Maka,
r
1 =
MR
gram

r
1 =
gram/mol 400.000
kg/jam 568,182

r
1
= 1,420 mol/jam

Dari perhitungan sebelumnya diperoleh:
∆H
r25
o
C
= 9.095,963 kJ/mol
∆H
r34
o
C
= ∆H
r25
o
C
+ σ
produk

15 , 307
15 , 298
Cp dT + σ
reaktan

15 , 307
15 , 298
Cp dT
∆H
r34
o
C
= 9.095,963 kJ/mol + 1 (538.418,6 x 9) + 9.302 (0,0845 x 9)
∆H
r34
o
C
= 21.016,985 kJ/mol
Panas Reaksi

= 1,420 mol/jam x 21.016,985 kJ/mol = 29.853.683,021 kJ/jam


Panas masuk = N
1
A.Eutrophus

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
2
Glu

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
2
Air

15 , 303
15 , 298
Cp dT +
N
2
Na2HPO4

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
2
KH2PO4

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
2
MgSO4.7H2O

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
2
FeCl3

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
2
CaCl2

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
2
CuSO4

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
2
CoCl2

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
2
NiCl2

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
2
CrCl2

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
3
(NH4)2SO4

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
4
KOH

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
5
Udara

15 , 303
15 , 298
Cp dT







Tabel LB.4 Perhitungan Panas Masuk pada Fermentor
Universitas Sumatera Utara

Panas keluar = N
6
Udara

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
7
PHB

15 , 307
15 , 298
Cp dT + N
7
non-PHB

15 , 307
15 , 298
Cp dT + N
7
Glu

15 , 307
15 , 298
Cp dT + N
7
Air

15 , 307
15 , 298
Cp dT + N
7
Na2HPO4

15 , 307
15 , 298
Cp dT + N
7
KH2PO4

15 , 307
15 , 298
Cp dT +
N
7
MgSO4.7H2O

15 , 307
15 , 298
Cp dT + N
7
FeCl3

15 , 307
15 , 298
Cp dT + N
7
CaCl2

15 , 307
15 , 298
Cp dT + N
7
CuSO4

15 , 307
15 , 298
Cp
dT + N
7
CoCl2

15 , 307
15 , 298
Cp dT + N
7
NiCl2

15 , 307
15 , 298
Cp dT + N
7
CrCl2

15 , 307
15 , 298
Cp dT













Tabel LB.5Perhitungan Panas Keluar pada Fermentor
Alur Komponen Massa (kg) BM
(kg/kmol)
N (kmol) ∫Cp dT Q(kJ/jam)
1 A.Eutrophus 662,216 140 4,730 0,179 4.517,259





2
C
6
H
12
O
6
1.892,298 180 10,503 1.905,413 20.013,367
Air 92.872,040 18 5.195,558 374,390 1.931.689,354
Na
2
HPO
4
141,960 142 1,132 701,250 794,433
KH
2
PO
4
136,086 136 0.904 621,500 561,659
MgSO
4
.7H
2
O 113,523 246 0,461 1.039,950 478,996
FeCl
3
9,176 162 0.057 515,750 29,177
CaCl
2
7,379 110 0,066 388,150 25,807
CuSO
4
0,147 160 0,001 464,800 0,428
CoCl
2
0,112 130 0,001 375,450 0,323
NiCl
2
0,111 130 0,001 374,200 0,320
CrCl
2
0,023 123 0,0002 380,050 0,071
3 (NH
4
)
2
SO
4
378,409 132 2,864 1.083,600 3.103,102
4 KOH 90,061 56 1,605 249,25 400,097
5 Udara 0,895 28,951 0,031 0,179 0,005
Total 1.961.614,404
Alur Komponen Massa (kg) BM
(kg/kmol)
N (kmol) ∫Cp dT Q(kJ/jam)
Universitas Sumatera Utara
Maka Q
c
,
Q
c
= Q
in
- Q
out
+ Panas Reaksi
= (1.961.614,404 – 37.043.259,685+ 29.853.683,021) kJ/jam
= -5.227.962,260 kJ/jam

Air pemanas yang diperlukan adalah :

kg/jam 778 , 983 . 21
kg/jam
237,81
260 5.227.962,
kJ/kg ) 11 , 39 1 (376,92
kJ/jam 260 5.227.962,
C) H(34 C) H(90
Qc
m
=
=

=
° − °
=

Tabel LB.6 Neraca Panas Fermentor
Komponen Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 1.961.614,404 -
Produk - 37.043.259,685
Panas Reaksi 29.853.683,021
Air Panas 5.227.962,260 -
Total 37.043.259,685 37.043.259,685



L.B. 2 Tangki Ekstraksi
6 Udara 0,895 28,951 0,031 0,323 0,009





7
PHB 568,182 400.000 0.00157 4.845.767,347 6.883,194
Non-PHB 179,426 140 1,424 1.791,000 2.203,093
Glukosa 189,229 180 1,1668 3.429,743 3.602,406
Air 1.098.267,10 18 61.014,841 673,903 37.030.567,580
Na
2
HPO
4
0,160 142 0.00125 1.262,25 1.4299
KH
2
PO
4
0,123 136 0.0010041 1.118,700 1.0109
MgSO
4
.7H
2
O 0,113 246 0.00051 1.871,910 0.8621
FeCl
3
0,009 162 5,66 E-05 928,350 0.0525
CaCl
2
0,007 110 6,68 E-05 698,670 0.0464
CuSO
4
0,0001 160 9,21 E-06 836,640 0.00077
CoCl
2
0,0001 130 8,62 E-07 675,810 0.00058
NiCl
2
0,0001 130 8,56 E-07 673,560 0.00057
CrCl
2
0,000023 123 1,85 E-07 684,090 0.00013
Total 37.043.259,685
Universitas Sumatera Utara

Panas Masuk = N
13
PHB

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
13
Non-PHB

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
13
Air

15 , 303
15 , 298
Cp dT +
N
14
Kloroform

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
15
Air

15 , 303
15 , 298
Cp dT

Tabel LB.7 Perhitungan Panas Masuk pada Tangki Ekstraksi
Alur Komponen Massa
(kg)
BM
(kg/kmol)
N (kmol) ∫Cp dT Q(kJ/jam)
13
PHB 568,182 400.000 0,0014 2.692.092,971 3.823,997
Non-PHB 179,426 140 1,281 955,000 1.223,941
Air 15,257 18 0,848 374,391 347,390
14 Kloroform 13.830,748 119,38 115,855 462,600 53.594,438
15 Air 9.345,100 18 519,019 374,391 194.373,148
Total 253.332,862


Panas Keluar = N
16
PHB

15 , 333
15 , 298
Cpl dT + N
16
Non-PHB

15 , 333
15 , 298
Cpl dT + N
16
Air

15 , 333
15 , 298
Cpl dT +
N
16
Kloroform

15 , 333
15 , 298
Cpl dT



Tabel LB.8 Perhitungan Panas Keluar pada Tangki Ekstraksi
Universitas Sumatera Utara
Alur Komponen Massa
(kg)
BM
(kg/kmol)
N
(kmol)
∫Cp dT Q(kJ/jam)
16
PHB 568,182 400.000 0,0014 18.844.650,800 26.767,979
Non-PHB 179,426 140 1,424 6.658,000 8.567,591
Air 9.360,357 18 854,691 2.620,733 1.362.883,398
Kloroform 13.830,748 119,38 128,727 3.238,200 375.161,067
Total 1.773.330,035
Panas yang dibutuhkan :
Q
c
= Q
out
– Q
in

= (1.773.330,035 – 253.332,862) kJ/jam
= 1.519.997,173 kJ/jam

Steam yang dibutuhkan adalah :
m =
VL
H
Q

=
kJ/kg 2.734,7
kJ/jam 173 1.519.997,

= 555,814 kg/jam

Tabel LB.9 Neraca Panas Tangki Ekstraksi
Komponen Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 253.332,862 -
Produk - 1.773.330,035
Steam 1.519.997,173 -
Total 1.773.330,035 1.773.330,035











L.B.3 Vaporizer (VE-101)
Universitas Sumatera Utara

Panas masuk = N
21
Kloroform

15 , 333
15 , 298
Cpl dT + N
21
Air

15 , 333
15 , 298
Cpl dT
Tabel LB.10 Perhitungan Panas Masuk pada Tangki Vaporizer
Alur Komponen Massa
(kg)
BM
(kg/kmol)
N (kmol) ∫Cp dT Q(kJ/jam)
21 Kloroform 13.830,748 119,38 115,854 3.238,200 375.161,067
Air 37.025,278 18 2.056,959 2.620,7335 5.390.743,689
Total 5.765.904,756


Panas keluar = N
22
Kloroform

15 , 353
15 , 298
Cpl dT +
vl
H ∆
Kloroform
+ N
23
Kloroform

15 , 353
15 , 298
Cpl dT
Tabel LB.11 Perhitungan Panas Keluar pada Tangki Vaporizer
Alur Komponen Massa
(kg)
BM
(kg/kmol)
N (kmol) ∫Cp dT Q(kJ/jam)
22 Kloroform 13.830,748 119,38 115,854 6.013,800 696.727,694
23 Air 37.025,278 18 2.056,959 4.867,077 10.011.381,140
Total 10.708.108,832

Panas yang dibutuhkan :
Q
c
= Q
out
– Q
in +
vl
H ∆
Kloroform

= (10.708.108,832 – 2.656.763,656 + 29,470) kJ/jam
= 4.942.233,547 kJ/jam







Steam yang dibutuhkan adalah :
Universitas Sumatera Utara
m =
VL
H
Q

=
kJ/kg 2.734.7
kJ/jam 547 4.942.233,

= 1.807,217 kg/jam
Tabel LB.12 Neraca Panas Tangki Vaporizer
Komponen Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 5.765.904,756 -
Produk - 10.708.108,832
vl
H ∆
Kloroform

29,470
Steam 4.942.233,547 -
Total 10.708.138,302 10.708.138,302

L.B.4 Spray Dyer (SPD-101)

Panas Masuk = N
24
PHB

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
13
Non-PHB

15 , 303
15 , 298
Cp dT + N
13
Air

15 , 303
15 , 298
Cp dT

Tabel LB.13 Perhitungan Panas Masuk pada Spray Dryer
Alur Komponen Massa
(kg)
BM
(kg/kmol)
N (kmol) ∫Cp dT Q(kJ/jam)
24
PHB 568,182 400.000 0,0014 2.692.092,971 3.823,997
Non-PHB 11,595 140 0,083 850.134,622 79,094
Air 11,832 18 0,657 374,391 246,099
Total 4.149,191


Panas Keluar = N
25
PHB

15 , 333
15 , 298
Cp dT + N
25
Non-PHB

15 , 333
15 , 298
CpdT +
vl
H ∆
Air

Tabel LB.14 Perhitungan Panas Keluar pada Spray Dryer
Universitas Sumatera Utara
Alur Komponen Massa (kg) BM
(kg/kmol)
N (kmol) ∫Cp dT Q(kJ/jam)

25
PHB 568,182 400.000 0,0014 51.149.766,440 72.655,949
Non-PHB 11,595 140 0,1498 7.113,419 4.675,888
Total 74.158,737


Panas yang dibutuhkan :
Q
c
= Q
out
– Q
in
+
vl
H ∆
Air

= (74.158,737 - 4.149,191+ 40,6562) kJ/jam
= 70.050,203 kJ/jam


Steam yang dibutuhkan adalah :
m =
VL
H
Q

=
kJ/kg 2.734,7
kJ/jam 70.050,203

= 25,615 kg/jam

Tabel LB.15 Neraca Panas Spray Dryer
Komponen Masuk (kJ/jam) Keluar (kJ/jam)
Umpan 4.149,191 -
Produk - 74.158,737
vl
H ∆
Air

- 40,656
Steam 70.050,203 -
Total 74.199,393 74.199,393



Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN C
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN

L.C.1 Tangki Penyimpanan Biomassa A. Eutrophus (V-101)
Fungsi : Menyimpan A. Eutrophus untuk kebutuhan 30 hari
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi Penyimpanan : Temperatur = 30°C
Tekanan = 1 atm = 14,696 psia
Laju massa A. Eutrophus = 662,216 kg/jam
Densitas A. Eutrophus = 120 kg/m
3

Kebutuhan perancangan = 30 hari
Faktor Keamanan = 20%
Perhitungan :
a. Volume bahan,
V
l
=
3
/ 120
30
50
24
216 , 662
m kg
hari x
hari
jam
x
jam
kg

= 18,542 m
3

Faktor kelonggaran 20%
Volume tiap tangki, V
t
= (1 + 0,2) x 3.973,295 m
3

= 22,350 m
3
b. Diameter dan tinggi Tangki
- Volume tangki (Vt) :
Vt = Asumsi: Dt : Ht = 2: 3

22,350 m
3
=
3
4
3
Dt π
Dt = 2,663 m = 104,863 in
Ht = 3,995 m

Universitas Sumatera Utara
c. Tebal shell tangki

-
(Perry,1997)
di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia (Peters et.al., 2004)
E = joint efficiency = 0,85 (Peters et.al., 2004)
C = faktor korosi = 0,0125 in/tahun (Peters et.al., 2004)
n = umur tangki = 10 tahun

Volume bahan = 18,542 m
3

Volume tangki = 22,350 m
3
Tinggi larutan dalam tangki = m 3,995
m3 22,350
m3 18,542
x = 3,329 meter
Tekanan Hidrosatatik :
P
Hidrostatik
= ρ x g x h
= 120 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 3,329 m
= 3,915 kPa = 0,575 psia
Faktor keamanan

= 20 %
Maka, P
desain
= 1,2 x (14,696 psia + 0,575 psia) = 18,325 psia
Tebal shell tangki:

-

t = in/tahun 0,0125 tahun x 10
psia 18,325 x 0,6 - 0,85 x psia (13700 2
in 104,863 x psia 18,325
+
t = 0,207 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,207 in = 0,527 cm
Maka tebal shell standar yang digunakan =
1
/
4
in (Brownell,1959)
d. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan =
1
/
4
in (Brownell,1959)
Universitas Sumatera Utara
L.C.2 Tangki Amonium Sulfat (V-102)
Fungsi : menyimpan (NH
4
)
2
SO
4
untuk kebutuhan 7 hari
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi Penyimpanan : Temperatur = 30°C
Tekanan = 1 atm = 14,696 psia
Laju massa (NH4)
2
SO
4
= 378,409 kg/jam
Densitas (NH4)
2
SO
4
= 1770 kg/m
3

Kebutuhan perancangan = 30 hari
Faktor Keamanan = 20%
Perhitungan :
a. Volume bahan,
V
l
=
3
kg/m 1770
7 24 378,409 hari x
hari
jam
x
jam
kg

= 35,916 m
3

Faktor kelonggaran 20%
Volume tiap tangki, V
t
= (1 + 0,2) x 35,916 m
3

= 43,100 m
3
b. Diameter dan tinggi Tangki
- Volume tangki (Vt) :
Vt = Asumsi: Dt : Ht = 1: 3

184,715 m
3
=
3
4
3
Dt π
Dt = 2,635 m = 103,751 in
Ht = 7,905 meter
c. Tebal shell tangki

-
(Perry,1997)

Universitas Sumatera Utara
di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia (Peters et.al., 2004)
E = joint efficiency = 0,85 (Peters et.al., 2004)
C = faktor korosi = 0,0125 in/tahun (Peters et.al., 2004)
n = umur tangki = 10 tahun

Volume bahan = 35,916 m
3

Volume tangki = 43,100 m
3

Tinggi bahan dalam tangki = m 906 , 7
m 43,200
m 35,916
3
3
x = 6,588 meter
Tekanan Hidrosatatik :
P
Hidrostatik
= ρ x g x h
= 1770 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 6,588 m
= 114,279 kPa = 16,795 psia
Faktor keamanan

= 20 %
Maka, P
desain
= 1,2 x (14,696 psia + 16,795 psia) = 37,788 psia

Tebal shell tangki:

-

t = in/tahun 0,0125 tahun x 10
psia 37,788 x 0,6 - 0,85 x psia (13700 2
in 103,751 x psia 37,788
+
t = 0,293 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,293 in = 0,746 cm
Maka tebal shell standar yang digunakan =
1
/
2
in
(Brownell,1959)
d. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan =
1
/
2
in (Brownell,1959)
L.C.3 Tangki Kalium Hidroksida (V-103)
Universitas Sumatera Utara
Fungsi : menyimpan KOH untuk kebutuhan 30 hari
Bentuk : Silinder tegak dengan alas datar dan tutup datar
Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi Penyimpanan : Temperatur = 30°C
Tekanan = 1 atm = 14,696 psia
Laju massa KOH = 90,061 kg/jam
Densitas KOH = 2.044 kg/m
3

Kebutuhan perancangan = 30 hari
Faktor Keamanan = 20%
Perhitungan :
a. Volume bahan,
V
l
=
3
kg/m 2.044
30 24 90,061 hari x
hari
jam
x
jam
kg

= 31,724 m
3

Faktor kelonggaran 20%
Volume tangki, V
t
= (1 + 0,2) x 31,724 m
3

= 38,069 m
3
b Diameter dan tinggi Tangki
- Volume tangki (Vt) :
Vt = Asumsi: Dt : Ht = 1: 3

38,069 m
3
=
3
4
3
Dt π
Dt = 2,528 m = 99,546 in
Ht = 7,585 meter
c. Tebal shell tangki

-
(Perry,1997)

di mana:
Universitas Sumatera Utara
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia (Peters et.al., 2004)
E = joint efficiency = 0,85 (Peters et.al., 2004)
C = faktor korosi = 0,0125 in/tahun (Peters et.al., 2004)
n = umur tangki = 10 tahun

Volume bahan = 31,724 m
3

Volume tangki = 38,069 m
3

Tinggi bahan dalam tangki = m 7,585
m 38,069
m 31,724
3
3
x = 6,321 meter
Tekanan Hidrosatatik :
P
Hidrostatik
= ρ x g x h
= 2.044 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 6,321 m
= 126,621 kPa = 18,608 psia
Faktor keamanan

= 20 %
Maka, P
desain
= 1,2 x (14,696 psia + 18,608 psia) = 39,965 psia

Tebal shell tangki:

-

t = in/tahun 0,0125 tahun x 10
psia 39,965 x 0,6 - 0,85 x psia (13700 2
in 99,546 x psia 39,965
+
t = 0,296 in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,296 in = 0,752 cm
Maka tebal shell standar yang digunakan =
1
/
2
in
(Brownell,1959)
d. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan =
1
/
2
in (Brownell,1959)
L.C.4 Tangki Kloroform (V-104)
Fungsi : Penyimpanan bahan baku kloroform (CHCl
3
)
Universitas Sumatera Utara
Jenis : Silinder tegak dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-283 grade C
Jenis sambungan : Double welded butt joints
Kondisi operasi : Temperatur = 30°C
Tekanan = 1 atm = 14,696 psia
Laju massa Kloroform = 13.830,75 kg/jam
Densitas Kloroform = 1480 kg/m
3

Kebutuhan perancangan = 1 hari
Faktor Keamanan = 20%
Jumlah = 1 unit
Perhitungan
a. Volume bahan,
V
l
=
3
kg/m 1480
hari 1 x jam/hari 24 x kg/jam 13.830,75

= 224,282 m
3
Faktor kelonggaran 20%
Volume tangki, V
t
= (1 + 0,2) x 224,282 m
3

= 269,139 m
3
b. Diameter dan tinggi Tangki
- Volume shell tangki (Vs) :
Vs = Asumsi: Ds : Hs = 4: 5

3
D
16
5
V s x s π =
- Volume tutup tangki (Ve)


Asumsi: Ds : He = 4 : 1

- Volume tangki (V)
Vt = Vs + Ve
3
D
48
17
V s xπ =
3 3
D
48
17
m 269,139 s xπ =
Universitas Sumatera Utara
Ds = 7,438 m = 292,816 in
Hs = 9,297 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 7,438 m
Tinggi head, He

=
4
1
x D
S
= 1,859 m
Jadi total tinggi tangki, Ht

= Hs + He = 11,156 m
d. Tebal shell tangki

-
(Perry,1997)
di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia (Peters et.al., 2004)
E = joint efficiency = 0,85 (Peters et.al., 2004)
C = faktor korosi = 0,0125 in/tahun (Peters et.al., 2004)
n = umur tangki = 10 tahun

Volume larutan = 224,282 m
3

Volume tangki = 269,139 m
3

Tinggi larutan dalam tangki = m 11,156 x
m 269,139
m 224,282
3
3
= 9,297 meter
Tekanan Hidrosatatik :
P
Hidrostatik
= ρ x g x h
= 1480 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 9,297 m
= 134,843 kPa = 19,816 psia

Faktor keamanan

= 20 %
Maka, P
desain
= 1,2 x (14,696 psia + 19,816 psia) = 7,902 psia
Tebal shell tangki:
Universitas Sumatera Utara

-

-


Maka tebal shell yang dibutuhkan = 1,1086 in = 0,569 cm
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1
1
/
4
in (Brownell,1959)
e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1
1
/
4
in (Brownell,1959)

L.C.5 Tangki Pencuci (V-105)
Fungsi : Tempat untuk pencucian biomassa
Jenis : Continuous Stirred Tank
Bentuk : Silinder tegak dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi Operasi : Temperatur = 30°C
Tekanan = 1 atm = 14,696 psia
Tabel LC.1 Komposisi bahan masuk ke tangki pencuci (V-105)
Bahan Laju alir (kg/jam) ρ (kg/m
3
) Volume

(m
3
/jam)
PHB 568,182 1.200 0,473
Non-PHB 179,426 1.110 0,161
Air 18.690,200 1.000 18.690,200
Jumlah 19.453,065 19,341

Laju massa = 19.453,065 kg/jam
ρ Camp = =
kg/jam 19,341
kg/jam 19.453,065
= 1.005,815 kg/m
3

Kebutuhan perancangan = 1 jam
Faktor Keamanan = 20%
Perhitungan :
Universitas Sumatera Utara
a. Volume bahan,
V
l
=
= 19,341 m
3

Faktor kelonggaran 20%
Volume tiap tangki, V
t
= (1 + 0,2) x 19,341 m
3

= 23,209 m
3
b. Diameter dan tinggi Tangki
- Volume shell tangki (Vs) :
Vs = Asumsi: Ds : Hs = 1: 1

- Volume tutup tangki (Ve)


Asumsi: Ds : He = 4 : 1

- Volume tangki (V)
Vt = Vs + Ve


Ds = 1,139 m = 44,849 in
Hs = 1,139 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 1,139 m
Tinggi head, He

=
4
1
x D
S
= 0,285 m
Jadi total tinggi tangki, Ht

= Hs + He = 1,424 m
d. Tebal shell tangki

-
(Perry,1997)

di mana:
Universitas Sumatera Utara
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia (Peters et.al., 2004)
E = joint efficiency = 0,85 (Peters et.al., 2004)
C = faktor korosi = 0,0125 in/tahun (Peters et.al., 2004)
n = umur tangki = 10 tahun

Volume larutan = 19,341 m
3

Volume tangki = 23,209 m
3

Tinggi larutan dalam tangki = = 1,187 meter
Tekanan Hidrosatatik :
P
Hidrostatik
= ρ x g x h
= 1.005,815 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 1,187 m
= 11.696,53 kPa = 1,719 psia
Faktor keamanan

= 20 %
Maka, P
desain
= 1,2 x (14,696 psia + 1,719 psia) = 19,698 psia

Tebal shell tangki:

-


-

t = 0,128 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,128 in = 0,326 cm
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in
(Brownell,1959)

e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in (Brownell,1959)
f. Perancangan Sistem Pengaduk
Universitas Sumatera Utara
Jenis pengaduk : High efficiency impeller
Untuk impeller standar (Geankoplis, 2003), diperoleh :
Da/Dt = 1/3 ; Da = 1/3 x 1,139 m = 0,379 m
L/Da = 1/4 ; L = 1/4 x 0,379 m = 0,09475 m
W/Da = 1/5 ; W = 1/5 x 0,379 m= 0,0758 m
J/Dt = 1/12 ; J = 1/12 x 1,139 m = 0,0949 m
Dimana:
Dt = diameter tangki
Da = Diameter impeller
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle
Kecepatan pengadukan, N = 0,5 putaran/detik
Densitas campuran = 1.005,815 kg/m
3

Viskositas larutan pada 30
0
C adalah 0,8146 cp
Viskositas campuran μ
c
(pada 30
o
C):
Viskositas slurry pada 30
o
C didekati melalui persamaan berikut
-
(Perry,1997)
C = 1
Q
s
= = 0,0244



μ
c
= 0,867 cP = 0,000867 kg/m s
Bilangan Reynold,
N
Re
= = = 83.555,915
N
Re
> 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
(Geankoplis, 2003)
Berdasarkan fig 3.4-5 Geankoplis (2003), untuk High efficiency impeller
(kurva 6) dan N
Re
= 60.694,0451, maka diperoleh Np = 0,4
Universitas Sumatera Utara
P = 0,4 .(0,1)
3
.( 0,397)
5
.( 1.005,815)
= 0,397 hp
Efisiensi motor penggerak = 80%
Daya motor penggerak = 0,397 hp / 0,8 = 0,496 hp
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 1/2 hp.

L.C.6 Tangki Ekstraksi (V-106)
Fungsi : Tempat mengekstraksi PHB dari sel bakteri A. Eutrophus
Jenis : Continuous Stirred Tank Reactor
Bentuk : Silinder tegak dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade A
Jumlah : 1 unit
Kondisi Operasi : Temperatur = 60°C
Tekanan = 1 atm = 14,696 psia

Tabel LC.2 Komposisi bahan masuk ke tangki ekstraksi (V-106)
Bahan Laju alir (kg/jam) ρ (kg/m
3
) Volume

(m
3
/jam)
PHB 568,182 1200 8,9879
Non-PHB 179,426 1110 6,8686
Kloroform 13.830,100 1480 6,4504
Air 9.345,197 1000 9,350

Laju massa = 23.938,065 kg/jam
ρ Camp = = = 1.237,739 kg/m
3

Kebutuhan perancangan = 1 jam
Faktor Keamanan = 20%



Perhitungan :
a. Volume bahan,
Universitas Sumatera Utara
V
l
=
= 19,340 m
3

Faktor kelonggaran 20%
Volume tiap tangki, V
t
= (1 + 0,2) x 19,340 m
3

= 23,208 m
3
b. Diameter dan tinggi Tangki
- Volume shell tangki (Vs) :
Vs = Asumsi: Ds : Hs = 2: 3

- Volume tutup tangki (Ve)


Asumsi: Ds : He = 4 : 1

- Volume tangki (V)
Vt = Vs + Ve


Ds = 1,165 m = 45,892 in
Hs = 1,748 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 1,165 m
Tinggi head, He

=
4
1
x D
S
= 0,291 m
Jadi total tinggi tangki, Ht

= Hs + He = 2,039 m
d. Tebal shell tangki

-
(Perry,1997)

di mana:
t = tebal shell (in)
Universitas Sumatera Utara
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia (Peters et.al., 2004)
E = joint efficiency = 0,85 (Peters et.al., 2004)
C = faktor korosi = 0,0125 in/tahun (Peters et.al., 2004)
n = umur tangki = 10 tahun

Volume larutan = 19,340 m
3

Volume tangki = 23,208 m
3

Tinggi larutan dalam tangki = = 1,699 meter
Tekanan Hidrosatatik :
P
Hidrostatik
= ρ x g x h
= 1.237,739 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 1,699 m
= 20,619 kPa = 3,030 psia
Faktor keamanan

= 20 %
Maka, P
desain
= 1,2 x (14,696 psia + 3,030 psia) = 21,271 psia

Tebal shell tangki:

-

-

t
= 0,131 in

Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,131 in = 0,332 cm
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in (Brownell,1959)
e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/4 in (Brownell,1959)


f. Perancangan Sistem Pengaduk
Jenis pengaduk : turbin impeller daun enam
Universitas Sumatera Utara
Untuk turbin standar (Geankoplis, 2003), diperoleh :
Da/Dt = 1/3 ; Da = 1/3 x 1,165 m = 0,388 m
L/Da = 1/4 ; L = 1/4 x 0,388 m = 0,097 m
W/Da = 1/5 ; W = 1/5 x 0,388 m= 0,077 m
J/Dt = 1/12 ; J = 1/12 x 1,165 m = 0,032 m
Dimana:
Dt = diameter tangki
Da = Diameter impeller
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle
Kecepatan pengadukan, N = 3,3 putaran/detik
Densitas campuran = 1.237,739 kg/m
3

Viskositas larutan pada 60
0
C adalah 0,5 cp
Viskositas campuran μ
c
(pada 60
o
C):
Viskositas slurry pada 60
o
C didekati melalui persamaan berikut
-
(Perry,1997)
C = 1
Q
s
= = 0,0244



μ
c
= 0,5589 cP = 0,00055 kg/m s
Bilangan Reynold,
N
Re
= = = 1.721,446
(Geankoplis, 2003)
Berdasarkan fig 3.4-5 Geankoplis (2003), untuk flat six blade turbine (kurva
1) dan N
Re
= 1.721,446, maka diperoleh Np = 5
P = 5 (3,3)
3
.(0,388)
5
.(1.237,739)
= 2.029,879 W = 2,722 hp
Universitas Sumatera Utara
Efisiensi motor penggerak = 80%
Daya motor penggerak = 2,722 hp / 0,8 = 3,403 hp
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 3
1
/
2
hp.
g. Menghitung Jaket Pemanas
Jumlah steam (130
o
C) = 699,267 kg/jam
Densitas steam = 5,16 kg/m
3

Laju alir steam (Qs) = = 135,517 m
3
/jam
Diameter dalam jaket (d) = diameter dalam + (2 x tebal dinding )
= (45,892) + 2 (0,131)
= 46,153 in
= 1,172 m
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 1,748 m
Asumsi tebal jaket = 5 in
Diameter luar jaket (D) = 46,153 in + ( 2 x 5 )in
= 56,153 in
= 1,426 m
Luas yang dilalui steam ( A )
A =
4
π
=
4
π
(1,426
2
– 1,172
2
) = 0,519 m
2

Kecepatan superficial steam ( v )
v =

Tebal dinding jaket ( tj )
Bahan Stainless Steel Plate tipe SA-340
P
Hidrostatis
= ρ x g x h
= 5,16 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 1,748 m
= 0,103 kPa = 0,0149 psia
P
design
= 1,2 x (0,0149 psia + 14,696 psia) = 17,653
Universitas Sumatera Utara
-

-


Dipilih tebal jaket standar =
1
/
4
in

L.C.7 Tangki Pengendapan (V-107)
Fungsi : Untuk tempat mengendapkan PHB
Jenis : Silinder tegak dengan alas datar dan tutup datar
Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-283 grade C
Jenis sambungan : Double welded butt joints
Kondisi operasi : Temperatur = 60°C
Tekanan = 1 atm
Laju massa campuran = 51.435,804 kg/jam
Densitas campuran = 1.063,451 kg/m
3

Kebutuhan perancangan = 1 hari
Faktor Keamanan = 20%
Jumlah = 2 unit
Perhitungan
c. Volume bahan,
V
l
=
3
kg/m 1.063,451
1hari x jam/hari 24 x kg/jam 51.435,804

= 1.160,805 m
3
Faktor kelonggaran 20%
Volume tiap tangki, V
t
= 0,5(1 + 0,2) x 1.160,805 m
3

= 696,483 m
3
d. Diameter dan tinggi Tangki
Volume shell tangki (Vs);
H πDi Vs
2
4
1
=
Direncanakan : - diameter silinder : tinggi tangki; Ds

: Hs = 1 : 1


Universitas Sumatera Utara
Volume shell tangki (Vs) :
H πDs Vs
2
4
1
=
3
4
1
πDs Vs =
Ds = 9,609 m
H = 9,609 m
e. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 9,609 m
f. Tebal shell tangki
P 6 , 0 SE
P.R
t

= + n.c (Brownell,1959)
di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psi)
R = jari-jari dalam tangki (in)
S = allowable stress = 94500 kPa (Timmerhaus, 2004)
E = joint efficiency = 0,85 (Timmerhaus, 2004)
C = faktor korosi = 0,125 in/tahun (Brownell,1959)
n = umur tangki = 10 tahun
Tinggi cairan dalam tangki =
696,483
580,403
x 9,609 m = 8,007 m
Tekanan Hidrosatatik :
P
Hidrostatik
= ρ x g x h
= 1.063,451 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 8,007 m
= 83,453 kPa = 12,264 psia
Faktor keamanan

= 20 %
Maka, P
desain
= 1,2 x (14,696 psia + 12,264 psia) = 32,352 psia
Tebal shell tangki:

-

-


Maka tebal shell yang dibutuhkan = 1,654 in = 0,651 cm
Universitas Sumatera Utara
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1
3
/
4
in (Brownell,1959)
e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1
3
/
4
in (Brownell,1959)

L.C.8 Tangki Penampung Kloroform Bekas (V-108)
Fungsi : Penampung kloroform (CHCl
3
) keluaran Vaporizer.
Jenis : Silinder tegak dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Bahan Konstruksi : Carbon Steel SA-283 grade C
Jenis sambungan : Double welded butt joints
Kondisi operasi : Temperatur = 30°C
Tekanan = 1 atm = 14,696 psia
Laju massa Kloroform = 13.830,75 kg/jam
Densitas Kloroform = 1480 kg/m
3

Kebutuhan perancangan = 1 hari
Faktor Keamanan = 20%
Jumlah = 1 unit
Perhitungan
g. Volume bahan,
V
l
=
3
kg/m 1480
hari 1 x jam/hari 24 x kg/jam 13.830,75

= 224,282 m
3
Faktor kelonggaran 20%
Volume tangki, V
t
= (1 + 0,2) x 224,282 m
3

= 269,139 m
3
h. Diameter dan tinggi Tangki
- Volume shell tangki (Vs) :
Vs = Asumsi: Ds : Hs = 4: 5

3
D
16
5
V s x s π =
- Volume tutup tangki (Ve)


Asumsi: Ds : He = 4 : 1
Universitas Sumatera Utara

- Volume tangki (V)
Vt = Vs + Ve
3
D
48
17
V s xπ =
3 3
D
48
17
m 269,139 s xπ =
Ds = 7,438 m = 292,816 in
Hs = 9,297 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 7,438 m
Tinggi head, He

=
4
1
x D
S
= 1,859 m
Jadi total tinggi tangki, Ht

= Hs + He = 11,156 m
d. Tebal shell tangki

-
(Perry,1997)
di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia (Peters et.al., 2004)
E = joint efficiency = 0,85 (Peters et.al., 2004)
C = faktor korosi = 0,0125 in/tahun (Peters et.al., 2004)
n = umur tangki = 10 tahun

Volume larutan = 224,282 m
3

Volume tangki = 269,139 m
3

Tinggi larutan dalam tangki = m 11,156 x
m 269,139
m 224,282
3
3
= 9,297 meter

Tekanan Hidrosatatik :
P
Hidrostatik
= ρ x g x h
Universitas Sumatera Utara
= 1480 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 9,297 m
= 134,843 kPa = 19,816 psia

Faktor keamanan

= 20 %
Maka, P
desain
= 1,2 x (14,696 psia + 19,816 psia) = 7,902 psia
Tebal shell tangki:

-


-


Maka tebal shell yang dibutuhkan = 1,1086 in = 0,569 cm
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1
1
/
4
in (Brownell,1959)
e. Tebal tutup tangki
Tutup atas tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell.
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1
1
/
4
in (Brownell,1959)

L.C.9 Gudang Produk PHB (V-109)
Fungsi : Tempat penyimpanan PHB selama 7 hari
Bentuk : Prisma segi empat beraturan
Bahan konstruksi : Beton
Kondisi penyimpanan : Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
Tabel LC.3 Komposisi bahan masuk ke gudang produk
Bahan Laju alir (kg/ jam) ρ (kg/m
3
) Volume

(m
3
/jam)
PHB 568,182 1.200 0,473
Non-PHB 11,595 1.110 0,010
Jumlah 579,777 0,484


Produk = 579,777 kg/jam
= 579,777 kg/jam × 24 jam/hari × 7 hari
= 97.402,536 kg
Universitas Sumatera Utara
Volume Produk =
kg/m3 1.198,057
kg 97.402,536
= 81,300 m
3

Faktor kelonggaran = 100 %
Volume gudang = 2 × 81,300 m
3

= 162,600 m
3

Gudang direncanakan berukuran : panjang (p) = lebar (l) = 1,5 x tinggi (t)
Volume gudang (V) = p × l × t
= 1,5t × 1,5t × t
= 2,25 t
3

Tinggi gudang (t) =
3
V
= 3
25 , 2
600 , 162

= 4,165 m
Panjang gudang (p) = lebar gudang (l) = 1,5 x Tinggi gudang (t) = 6,248 m

L.C.10 Fermentor (R-101)
Fungsi : Tempat terjadi reaksi sintesis glukosa menjadi PHB
Bentuk : Silinder tegak dengan alas datar tanpa tutup
Bahan konstruksi: Carbon Steel SA-283 grade C
Jenis sambungan : Double welded butt joints
Kondisi operasi : -Temperatur = 34°C
- Tekanan = 1 atm = 14,696 psia
Laju massa masuk = 96.309,299 kg/jam
Faktor Keamanan = 20%
Jumlah = 50 unit




Tabel LC.4 Komposisi bahan masuk ke fermentor
Bahan Laju alir (kg/jam) ρ (kg/m
3
) Volume

(m
3
/jam)
Udara 0,895 0.00116 771,552
Universitas Sumatera Utara
A. Eutrophus 662,216 1.200 0,55185
Na
2
HPO
4
160,824 1.000 0,16082
KH
2
PO
4
122,983 2.338 0.0526
MgSO
4
7H
2
O 113,523 1.680 0,06757
C
6
H
12
O
6
1.892,298 1.540 1,22876
FeCl
3
9,176 2.898 0,00317
CaCl 7,379 2.150 0,00343
CuSO
4
0,147 3.603 4,1E-05
CoCl
2
0,112 3.356 3,3E-05
NiCl
2
0,111 3.550 3,1E-05
CrCl
2
0,023 2.900 7,9E-06
KOH 90,061 2.044 0,04406
(NH
4
)
2
SO
4
378,409 1.679 0,22538
H
2
O 92.872,037 1.000 92,872
Jumlah 96.309,299 95,209

Densitas campuran umpan masuk ke dalam fermentor
ρ Camp = = = 1.011,548 kg/m
3

Kebutuhan perancangan = 1 jam
Faktor Keamanan = 20%
Perhitungan :
a. Volume bahan,
V
l
=
= 1,904 m
3

Faktor kelonggaran 20%
Volume tiap tangki, V
t
= [(1 + 0,2) x 1,904 m
3
}
= 2,285 m
3
b. Diameter dan tinggi Tangki
- Volume shell tangki (Vs) :
Vs = Asumsi: Ds : Hs = 2: 3

- Volume tutup tangki (Ve)


Asumsi: Ds : He = 1 : 4
Universitas Sumatera Utara

- Volume tangki (V)
Vt = Vs + Ve


Ds = 0,538 m = 21,191 in
Hs = 0,807 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 0,538 m
Tinggi head, He

=
4
1
x D
S
= 0,135 m
Jadi total tinggi tangki, Ht

= Hs + He = 0,942 m
d. Tebal shell tangki

-
(Perry, 1997)
di mana:
t = tebal shell (in)
P = tekanan desain (psia)
D = diameter dalam tangki (in)
S = allowable stress = 13700 psia (Peters et.al., 2004)
E = joint efficiency = 0,85 (Peters et.al., 2004)
C = faktor korosi = 0,0125 in/tahun (Peters et.al., 2004)
n = umur tangki = 10 tahun

Volume larutan = 1,904 m
3

Volume tangki = 2,285 m
3

Tinggi larutan dalam tangki = = 0,785 meter

Tekanan Hidrosatatik :
P
Hidrostatik
= ρ x g x h
Universitas Sumatera Utara
= 1.011,567 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 0,785 m
= 7,781 kPa = 1,143 psia
Faktor keamanan

= 20 %
Maka, P
desain
= 1,2 x (14,696 psia + 1,143 psia) = 19,007 psia

Tebal shell tangki:

-


-


Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,126 in = 0,320 cm
Maka tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in (Geankoplis, 2003)
e. Perancangan Sistem Pengaduk
Jenis pengaduk : paddle daun dua, tiga tingkat
Untuk impeller bertingkat (Walas,1990), diperoleh :
W/Dt = 1/12 ; W = 1/12 x 0,538 m = 0,045 m
0,3 ≤ Da/Dt ≤ 0,6 untuk Da/Dt = 0,3 ; Da = 0,3 x 0,538 m = 0,161 m
l/Da = 1/8 ; l = 1/8 x 0,161 m = 0,020 m
S
bottom
/ H= 2/12 ; S
bottom
= 2/12 x 0,785 = 0,130 m
S
mid
/ H= 5/12 ; S
mid
= 5/12 x 0,785 = 0,327 m
S
top
/H = 8/12 ; S
top
= 8/12 x 0,785= 0,523 m
Dimana:
Dt = Diameter tangki
Da = Diameter impeller
l = Lebar impeller
S = Jarak antar impeller
W = Lebar baffle
H = Tinggi Larutan
Kecepatan pengadukan, N = 0,33 putaran/detik
Densitas campuran = 1.011,567 kg/m
3

Viskositas larutan pada 30
0
C adalah 0,55 cp
Viskositas campuran μ
c
(pada 30
o
C):
Universitas Sumatera Utara
Viskositas slurry pada 30
o
C didekati melalui persamaan berikut:
-
(Perry, 1997)
C = 1
Q
s
= = 0,007



μ
c
= 0,545 cP = 0,000545 kg/m s

Bilangan Reynold,
N
Re
= = = 16.129,958
N
Re
> 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
(Geankoplis, 2003)
Berdasarkan fig 10.5c Walas (1990), untuk two blade paddle, four baffles
(kurva 10) dan N
Re
= 16.129,958, maka diperoleh Np = 3
P = 3 .(0,33)
3
.(0,161)
5
.(1102,1) 2
= 0,0246 W = 3,3E-05 hp
Efisiensi motor penggerak = 80%
Daya motor penggerak = 3,3E-05 hp / 0,8 = 4,1E-05 hp
Maka dipilih daya motor dengan tenaga 1/4 hp.
f. Menghitung Jaket Pemanas
Jumlah air pemanas (90
o
C) = 21.983,778 kg/jam
Jumlah air pemanas/unit = 21.983,778 kg/jam/50 unit = 439,675 kg/jam
Densitas air pemanas = 965,34 kg/m
3

Laju alir air pemanas (Qw) = = 0,455 m
3
/jam
Diameter dalam jaket (d) = diameter dalam + (2 x tebal dinding )
= (21,191) + 2 (0,126)
= 21,442 in
= 0,545 m
Universitas Sumatera Utara
Tinggi jaket = tinggi reaktor = 0,942 m
Asumsi tebal jaket = 5 in
Diameter luar jaket (D) = 21,442 in + ( 2 x 5 )in
= 31,443 in
= 0,798 m
Luas yang dilalui steam ( A )
A =
4
π
=
4
π
(0,798
2
– 0,545
2
) = 0,268 m
2

Kecepatan air pendingin ( v )
v =
Tebal dinding jaket ( tj )
Bahan Stainless Steel Plate tipe SA-340
P
Hidrostatis
= ρ x g x h
= 965,34 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 0,807 m
= 7,638 kPa = 1,108 psia
P
design
= 1,2 x (1,108 psia + 14,696 psia) = 18,964 psia

-


-


Dipilih tebal jaket standar =
1
/
4
in









L.C.11 Pompa Bahan CHCl
3
(E-101)
Universitas Sumatera Utara
Fungsi : memompa CHCl
3
ke tangki ekstraksi (V-106)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan Konstruksi : commercial steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi Operasi : Temperatur = 30°C
Laju massa CHCl
3
= 13.830,748 kg/jam = 8,467 lbm/s
Densitas CHCl
3
= 1480 kg/m
3

= 92,393 lbm/ft
3

Viskositas CHCl
3
= 0,5 cp = 0,00037 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik,
Q = 9,345 m
3
/jam = 0,092 ft
3
/s
Desain pompa:
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Geankoplis, 2003)
= 3,9 (0,092 ft
3
/s)
0,45
(92,393 lbm/ft
3
)
0,13

= 2,396 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal : 2
1
/2 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 2,469 in = 0,206 ft = 0,062 m
Diameter Luar (OD) : 2,857 in = 0,239 ft
Inside sectional area : 0,033 ft
2

Kecepatan linier, v = = = 2,759 ft/s
Bilangan Reynold:
N
Re
=
=
= 141.903,967
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: h
c
=0,55 -
Universitas Sumatera Utara
= 0,55 (1-0)
= 0,0651 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° : h
f
= n.Kf. =2 (0,75) = 0,1775 ft.lbf/lbm
1 check valve: h
f
= n.Kf. = 1 (2) = 0,2366 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 20 ft: F
f
= 4f = 4 (0,01068)
= 0,221 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit: h
ex
= - = (1-0)
= 0,1183 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,8184 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:
- -
-
Σ F + Ws =0
(Geankoplis,2003)
dimana: v
1
= v
2

tinggi pemompaan ∆Z = 45 ft
maka:
Ws = 45,818 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa, η= 80 %
Ws = η × Wp
45,818 = 0,8 × Wp
Wp = 57,273 ft.lbf/lbm
Daya pompa: P = m × Wp
= 8,467 lbm / s x 57,273 ft.lbf/lbm
= 12,1236 ft. lbf/s .
= 0,881 hp
Universitas Sumatera Utara
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1 hp.
L.C.12 Pompa Campuran Hasil Fermentasi (E-102)
Fungsi : memompa campuran hasil fermentasi ke disk centrifuge
(CF-101)
Jenis : Pompa slurry
Bahan Konstruksi : commercial steel
Jumlah : 10 unit
Kondisi Operasi : Temperatur = 34°C
Laju massa campuran = 9.637,090 kg/jam = 5,900 lbm/s
Densitas campuran = 1011,55 kg/m
3

= 63,132 lbm/ft
3

Viskositas campuran

= 0,8007 cp = 0,00053 lbm/ft.s

Laju alir volumetrik,
Q = 9,527 m
3
/jam = 0,0934 ft
3
/s
Desain pompa:
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Geankoplis, 2003)
= 3,9 (0,0934 ft
3
/s)
0,45
(63,132 lbm/ft
3
)
0,13
= 2,300 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal : 2
1
/2 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 2,469 in = 0,206 ft = 0,062 m
Diameter Luar (OD) : 2,857 in = 0,239 ft
Inside sectional area : 0,033 ft
2

Kecepatan linier, v = = = 2,8132 ft/s
Bilangan Reynold:
N
Re
=
=
= 67.918,433
Universitas Sumatera Utara

Friction loss:
1 Sharp edge entrance: h
c
=0,55 -
= 0,55 (1-0)
= 0,1352 ft.lbf/lbm
1 elbow 90° : h
f
= n.Kf. = 1 (0,75) = 0,092 ft.lbf/lbm
1 check valve: h
f
= n.Kf. = 1 (2) = 0,2459 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 20 ft: F
f
= 4f = 4 (0,0048)
= 0,2295 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit: h
ex
= - = (1-0)
= 0,1229 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,8260 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:
- -
-
Σ F + Ws =0
(Geankoplis,2003)
dimana: v
1
= v
2

tinggi pemompaan ∆Z = 45 ft
maka:
Ws = 45,8260 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa, η= 80 %
Ws = η × Wp
45,8260 = 0,8 × Wp
Wp = 57,282 ft.lbf/lbm
Daya pompa: P = m × Wp
= 5,900 lbm / s x 57,282 ft.lbf/lbm
= 337,969 ft. lbf/s .
Universitas Sumatera Utara
= 0,6144 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 3/4 hp.
L.C.13 Pompa Campuran Air dan Biomassa (E-103)
Fungsi : memompa campuran ke disk centrifuge (CF-102)
Jenis : Pompa slurry
Bahan Konstruksi : commercial steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi Operasi : Temperatur = 30°C
Laju massa campuran = 19.453,065 kg/jam = 11,909 lbm/s
Densitas campuran = 1.005,816 kg/m
3

= 62,774 lbm/ft
3

Viskositas campuran

= 0,8 cp = 0,00053 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik,
Q = 19,341 m
3
/jam = 0,189 ft
3
/s
Desain pompa:
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Geankoplis, 2003)
= 3,9 (0,189 ft
3
/s)
0,45
(62,774 lbm/ft
3
)
0,13
= 3,161 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal : 3
1
/2 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 3,548 in = 0,295 ft = 0,090 m
Diameter Luar (OD) : 4 in = 0,333 ft
Inside sectional area : 0,0687 ft
2

Kecepatan linier, v = = = 2,762 ft/s
Bilangan Reynold:
N
Re
=
=
= 95.348,753
Friction loss:
Universitas Sumatera Utara
1 Sharp edge entrance: h
c
=0,55 -
= 0,55 (1-0)
= 0,1303 ft.lbf/lbm
1 elbow 90° : h
f
= n.Kf. = 1 (0,75) = 0,088 ft.lbf/lbm
1 check valve: h
f
= n.Kf. = 1 (2) = 0,2370 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 20 ft: F
f
= 4f = 4 (0,005)
= 0,160 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit: h
ex
= - = (1-0)
= 0,1185 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,7351 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:
- -
-
Σ F + Ws =0
(Geankoplis,2003)
dimana: v
1
= v
2

tinggi pemompaan ∆Z = 45 ft
maka:
Ws = 45,7351 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa, η= 80 %
Ws = η × Wp
45,7351 = 0,8 × Wp
Wp = 57,1689 ft.lbf/lbm
Daya pompa: P = m × Wp
= 11,909 lbm / s x 57,1689 ft.lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara
= 680,859 ft. lbf/s .
= 1,238 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1
1
/
2
hp.
L.C.14 Pompa Larutan PHB (E-104)
Fungsi : memompa larutan PHB ke disk centrifuge (CF-103)
Jenis : Pompa slurry
Bahan Konstruksi : commercial steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi Operasi : Temperatur = 30°C
Laju massa larutan = 23.938,731 kg/jam = 14,656 lbm/s
Densitas larutan = 1237,739 kg/m
3

= 77,249 lbm/ft
3

Viskositas larutan

= 0,558 cp = 0,000375 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik,
Q = 19,340 m
3
/jam = 0,189 ft
3
/s
Desain pompa:
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Geankoplis, 2003)
= 3,9 (0,189 ft
3
/s)
0,45
(77,249 lbm/ft
3
)
0,13
= 3,248 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal : 3
1
/2 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 3,548 in = 0,295 ft = 0,090 m
Diameter Luar (OD) : 4 in = 0,333 ft
Inside sectional area : 0,0687 ft
2

Kecepatan linier, v = = = 2,762 ft/s
Bilangan Reynold:
N
Re
=
=
Universitas Sumatera Utara
= 167.951,412
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: h
c
=0,55 -
= 0,55 (1-0)
= 0,1303 ft.lbf/lbm
1 elbow 90° : h
f
= n.Kf. = 1 (0,75) = 0,088 ft.lbf/lbm
1 check valve: h
f
= n.Kf. = 1 (2) = 0,2370 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 20 ft: F
f
= 4f = 4 (0,0077)
= 0,247 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit: h
ex
= - = (1-0)
= 0,1185 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,8217 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:
- -
-
Σ F + Ws =0
(Geankoplis,2003)
dimana: v
1
= v
2

tinggi pemompaan ∆Z = 45 ft
maka:
Ws = 45,82173 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa, η= 80 %
Ws = η × Wp
45,82173 = 0,8 × Wp
Wp = 57,277 ft.lbf/lbm
Daya pompa: P = m × Wp
Universitas Sumatera Utara
= 14,655 lbm / s x 57,1689 ft.lbf/lbm
= 839,443 ft. lbf/s .
= 1,526 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1
3
/
4
hp.
L.C.15 Pompa Air Panas (E-105)
Fungsi : memompa air panas ke tangki pengendapan (V-107)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan Konstruksi : commercial steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi Operasi : Temperatur = 90°C
Laju massa air = 27.661,496 kg/jam = 16,9349 lbm/s
Densitas air = 965,34 kg/m
3

= 60,248 lbm/ft
3

Viskositas air

= 0,3165 cp = 0,00021 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik,
Q = 28,65 m
3
/jam = 0,281 ft
3
/s
Desain pompa:
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Geankoplis, 2003)
= 3,9 (0,281 ft
3
/s)
0,45
(60,248 lbm/ft
3
)
0,13
= 3,257 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal : 3
1
/2 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 3,548 in = 0, 2956 ft = 0,090 m
Diameter Luar (OD) : 4 in = 0,333 ft
Inside sectional area : 0,0687 ft
2

Kecepatan linier, v = = = 4,091 ft/s
Bilangan Reynold:
N
Re
=
Universitas Sumatera Utara
=
= 342.703,800
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: h
c
=0,55 -
= 0,55 (1-0)
= 0,2861 ft.lbf/lbm
1 elbow 90° : h
f
= n.Kf. = 2 (0,75) = 0,390 ft.lbf/lbm
1 check valve: h
f
= n.Kf. = 1 (2) = 0,5203 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 20 ft: F
f
= 4f = 4 (0,0048)
= 0,3378 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit: h
ex
= - = (1-0)
= 0,2601 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 1,794 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:
- -
-
Σ F + Ws =0
(Geankoplis,2003)
dimana: v
1
= v
2

tinggi pemompaan ∆Z = 45 ft
maka:
Ws = 46,794 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa, η= 80 %
Ws = η × Wp
Universitas Sumatera Utara
46,794 = 0,8 × Wp
Wp = 58,493 ft.lbf/lbm
Daya pompa: P = m × Wp
= 16,934 lbm / s x 58,493 ft.lbf/lbm
= 990,585 ft. lbf/s .
= 1,801 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 2 hp.
L.C.16 Pompa Larutan Air dan Kloroform (E-106)
Fungsi : memompa larutan ke vaporizer (VE-101)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan Konstruksi : commercial steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi Operasi : Temperatur = 30°C
Laju massa larutan = 12.711,048 kg/jam = 7,782 lbm/s
Densitas larutan = 1.096,759 kg/m
3

= 68,450 lbm/ft
3

Viskositas larutan = 0,8007 cp = 0,00053 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik,
Q = 11,589 m
3
/jam = 0,11368 ft
3
/s
Desain pompa:
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Geankoplis, 2003)
= 3,9 (0,11368 ft
3
/s)
0,45
(68,450 lbm/ft
3
)
0,13
= 2,539 in
Dari Tabel A.5-1 Geankoplis (2003), dipilih pipa dengan spesifikasi:
Ukuran nominal : 3 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 3,068 in = 0, 255 ft = 0,078 m
Diameter Luar (OD) : 3,5 in = 0,291 ft
Inside sectional area : 0,0457 ft
2

Kecepatan linier, v = = = 2,478 ft/s
Bilangan Reynold:
Universitas Sumatera Utara
N
Re
=
=
= 80.687,842
Friction loss:
1 Sharp edge entrance: h
c
=0,55 -
= 0,55 (1-0)
= 0,105 ft.lbf/lbm
1 elbow 90° : h
f
= n.Kf. = 2 (0,75) = 0,143 ft.lbf/lbm
1 check valve: h
f
= n.Kf. = 1 (2) = 0,190 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 20 ft: F
f
= 4f = 4 (0,0048)
= 0,149 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit: h
ex
= - = (1-0)
= 0,0954 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,684 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:
- -
-
Σ F + Ws =0
(Geankoplis,2003)
dimana: v
1
= v
2

tinggi pemompaan ∆Z = 45 ft
maka:
Ws = 45,683 ft.lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara
Efisiensi pompa, η= 80 %
Ws = η × Wp
45,683 = 0,8 × Wp
Wp = 57,1049 ft.lbf/lbm
Daya pompa: P = m × Wp
= 7,781 lbm / s x 57,1049 ft.lbf/lbm
= 444,389 ft. lbf/s .
= 0,807 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 1 hp.
L.C.17 Vaporizer (VE-101)
Fungsi : menguapkan kloroform dari air
Jenis : tangki dengan tutup dan alas ellipsoidal
Bahan : carbon steel SA-283 grade C
Kondisi operasi
T : 80
o
C
P : 1 atm
Tabel LC.5 Komposisi bahan masuk ke vaporizer (VE-101)
Komponen F (kg/ jam) ρ (kg/m3)
CHCl
3
13.830,748 1.375,343
H
2
O 37.025,278 978,812
Σ 50.856,026

Volume total umpan masuk,
Q =
jam
m
3
812 , 978
278 , 025 . 37
343 , 375 . 1
13.830,748

+
= 47,883 m
3
/jam
Densitas campuran,
ρ
=
883 , 47
026 , 856 . 50
= 1.062,090 kg/m
3
= 66,286 lbm/ft
3

Faktor kelonggaran = 20%
Ukuran Tangki,
Universitas Sumatera Utara
Volume tangki = (laju volumetrik) (1,2)
= (47,883) (1,2)
= 57,459 m
3

Perbandingan tinggi tangki dengan diameter tangki (Hs : D) = 1 : 1
Volume silinder (Vs) =
4
π
D
2
H
s
=
4
π
D
3

Tutup dan alas tangki berbentuk ellipsoidal dengan rasio axis major terhadap
minor adalah 2 : 1, sehingga
Tinggi head (H
h
) =
6
1
D ................................. (hal. 80, Brownell dan Young. 1959)
Volume 2 tutup ellipsoidal (V
h
) =
4
π
D
2
H
h

2 =
4
π
D
2
|
.
|

\
|
D
6
1
2 =
12
π
D
3

Vt = Vs + Vh
Vt = |
.
|

\
|
+ |
.
|

\
|
3 3
12 4
D D
π π
(hal. 80, Brownell dan Young. 1959)
Vt =
3
12
4
D
π

Diameter tangki (D) =
3
4
12
π
Vt
=
3
4
) 8057 , 3 )( 12 (
π
= 3,799 m = 149,584 in
Tinggi silinder (Hs) = D = 3,799 m
Tinggi tutup ellipsoidal (H
h
) = (1/6) (D)
= (1/6) (3,799)
= 0,633 m
Tinggi tangki (H
T
) = Hs + (2H
h
)
= 3,799 + [(2) (0,633)]
= 5,066 m
Tinggi cairan dalam tangki,
Tekanan Desain,
Volume tangki = 57,459 m
3

Volume cairan = 47,883 m
3

Tinggi tangki = 5,066 m
Tinggi Cairan dalam tangki =
tangki Volume
tangki) (Tinggi tangki) dalam cairan (Volume

Universitas Sumatera Utara
=
) 459 , 57 (
) 066 , 5 )( 883 , 47 (
= 4,222 m

P
hidrostatis
= ρgh
= (1.062,090 kg/m
3
) (9,8 m/s
2
) (4,222 m)
= 43,940 kPa
Faktor keamanan = 20%
P
design
= (1,2) (101,325 + 43,940)
= 174,318 kPa
= 25,289 psi
• Efisiensi sambungan (E) = 0,85 (Timmerhaus, dkk. 2004)
Tebal Dinding Tangki (Bagian Silinder),
• Allowable working stress (S) = 12.560 lb/in
2
(Brownell dan Young. 1959)
• Faktor korosi (C) = 0,042 in/tahun
• Umur alat direncanakan (A) = 10 tahun
Tebal silinder (d) =
P SE
PR
6 , 0 −
+(CA) ........................... (Timmerhaus, dkk. 2004)
Dengan,
d = tebal dinding tangki bagian silinder (in)
P = tekanan desain (psi)
R = jari-jari dalam tangki (in) = ½ D
S = stress yang diizinkan
E = efisiensi pengelasan
d =
) 25,289 6 , 0 ( ) 85 , 0 560 . 12 (
) 584 , 49 1
2
1
( ) 25,289 (
x
x
− ⋅
+ (0,042 . 10) = 0,567 in
Dipilih tebal silinder standar 3/4 in.
• Efisiensi sambungan (E) = 0,85 (Timmerhaus, dkk. 2004)
Tebal Dinding Head (Tutup tangki),
• Allowable working stress (S) = 12.560 lb/in
2
(Brownell dan Young. 1959)
• Faktor korosi (C) = 0,042 in/tahun
• Umur alat direncanakan (A) = 10 tahun
Universitas Sumatera Utara
Tebal head (d
h
) =
P SE
Di P
2 , 0 2 −

+ (CA) ............... (hal.537, Timmerhaus, dkk.2004)
d
h
=
) 25,289 2 , 0 ( ) 85 , 0 560 . 12 2 (
) 584 , 149 ( ) 25,289 (
x − ⋅ ⋅
+ (0,042 . 10) = 0,597 in
Dipilih tebal head standar 3/4 in.
=
k
D h
c
Koil Pemanas,
0,87
3
2
2
|
|
.
|

\
|
u
ρ N L
3
1
|
|
.
|

\
|
k
C
p
u
14 , 0
|
|
.
|

\
|
⋅ w u
u
............................................ (Kern. 1950)
Direncanakan,
Koil berupa tube dengan OD = 1
1
/
2
in (0,125 ft)
Diameter lingkar koil (Dk) = 59,05511 in (4,9212 ft)
Dimana,
Diameter pengaduk (L) = 1,266 m (4,921 ft)
Diameter dalam tangki (D) = 3,799 m (12,465 ft)
Putara pengaduk (N) = 1 rps = 3.600 rph
Densitas campuran (ρ) = 66,286 lbm/ft
3

Viskositas campuran (μ) = 0,8 Cp
= 1,935 lbm/ft,jam
Konduktivitas termal (k) = 0,3743390 btu/jam.ft.
o
F
Kapasitas panas (Cp) = 1,02 btu/lbm.
o
F
Beban panas (Q) = 4.942.233,547 kJ/jam
Jumlah steam (130
0
C) = 2.273,650 kg/jam
T
campuran
di luar koil = 80
o
C = 140
o
F
T
steam
di dalam koil = 130
o
C = 266
o
F
Perbedaan temperatur = 266
o
F – 140
o
F = 126
o
F
R
ej
= =
u
ρ N L
2
935 , 1
) 286 , 6 6 )( 3600 ( ) 921 , 4 (
2
= 197.742,842
Estimasi harga j dari Figure 20.2 (Hal. 718, Kern. 1950) diperoleh j = 1780
0
=
3
1
3743390 , 0
) 935 , 1 )( 02 , 1 (
|
.
|

\
|
= 1,740
Universitas Sumatera Utara
14 , 0
|
|
.
|

\
|
w u
u
= 1,0002042
h
c
= j
D
k

3
1
|
|
.
|

\
| ⋅
k
C
p
u
14 , 0
|
|
.
|

\
|
w u
u
= (1780) |
.
|

\
|
799 , 3
3743390 , 0
(1,741) (1,0002042)
= 305,328
Untuk steam : h
oi
= 1.500
Rd = 0,001 (Appendix Tabel 12, Hal. 845, Kern. 1950)
Maka,
h
d
=
d
R
1
=
001 , 0
1
= 1.000
U
c
=
) ( ) (
) ( ) (
oi c
oi c
h h
h h
+

=
) 500 . 1 ( ) 328 , 305 (
) 500 . 1 )( 328 , 305 (
+
= 253,689 F ft
jam
btu
0 2
⋅ ⋅
U
d
=
) ( ) (
) ( ) (
d c
d c
h U
h U
+

=
) 000 . 1 ( ) 253,689 (
) 000 . 1 )( 253,689 (
+
= 202,354

Maka,
Luas permukaan perpindahan panas (A),
A =
T U
Qs
D
∆ ⋅
=
) 162 )( 354 , 202 (
) 547 , 233 . 942 . 4 (
= 193,838 ft
2

Nilai surface per lin ft,ft
2
pada OD tube 1
1
/
2
in 12 BWG (a’ = 0,3925 ft/ft
2
)
diperoleh dari Appendix Tabel 10 (Hal. 843, Kern. 1950).
Luas permukaan lilitan koil (A
k
) = πDka’
= 6,070 ft
2

Jumlah lilitan koil (n) = A/A
k

= 31,930 = 32 lilitan
Jarak antar lilitan koil (j) = 2D
tube

= 0,25 ft
Panjang pipa koil (l) = (nπD
k
) – [(1/2)πj(n-1)
2
]
= 117,402 ft
Tinggi koil dari dasar tangki = [(n+1) D
tube
] + (nj)
= 16,25 ft

L.C.18 Conveyor Slurry Biomassa (SC-101)
Universitas Sumatera Utara
Fungsi : mengangkut produk PHB yang masih berupa lumpur menuju
Spray Dryer (SPD-101)
Jenis : Screw conveyor
Bahan Konstruksi : carbon steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi Operasi : Temperatur = 30°C
Tekanan = 1 atm
Laju alir : 591,609 kg/jam
Faktor kelonggaran : 20%
Kapasitas total conveyor = 1,2 × Laju massa komponen
= 1,2 × 591,609 kg/jam
= 709,931 kg/jam = 1.565,448 lbm/jam
Densitas Campuran = 1.193,330 kg/m
3
= 74,477 lb/cuft
Untuk conveyor dengan kapasitas operasi, dipilih spesifikasi :
- Panjang ( L ) = 40 ft
- Tinggi ( Z ) = 6 ft
- Lebar = 14 in
- Putaran Maksimal = 45 rpm (Walas,1990)
- Kapasitas Maksimal = 950 ft
3
/jam
- Efisiensi daya ( η ) = 85%

Perhitungan daya:
P = {(S x ω + 0.7 x Q x 60) x 100 + (0.51 x Z x m)}/10
6
(Walas,1990)
dengan : S = bearing factor = 350
ω = Rpm conveyor
Q = Laju alir volumetrik (ft
3
/jam)
Z = tinggi conveyor (ft)
m = massa bahan baku (lbm/jam)
Q = 1.565,448 lbm/jam / 74,477 lbm/ ft
3

= 21,009 ft
3
/jam
Dipakai 1 unit conveyor maka laju alir volumetrik larutan PHB yang diangkut
oleh conveyor = 21,009 ft
3
/jam
Universitas Sumatera Utara
ω =
= 21,009 ft
3
/jam x 45 rpm / 950 ft
3
/jam
= 0,995 ≈ 1 rpm
Maka : P = [(350 x 1 rpm + 0,7 x 21,009 ft
3
/jam x 60) x 100 + {0,51
x 12 ft x (1.565,448 lbm/jam / 2)}] /10
6

= 0,752 hp
Pa (Daya aktual) = P / η = 0,752 Hp / 0,85 = 0,885 hp
Digunakan daya standar 1 hp.



L.C.19 Kompressor (C-101)
Fungsi : Menaikkan tekanan udara sebelum dimasukkan ke fermentor (R–101).
Jenis : multistage reciprocating compressor
Jumlah :1 unit


|
|
.
|

\
| ×
=


1 q P
1). - (k
10 3,03
hp
/ ) 1 (
1
2
fm 1
5
i
k k
P
P k
η
(Timmerhaus,1991)
dimana: q
fm i
= laju alir (ft
3
/menit)
P
1
= tekanan masuk = 1 atm = 2.112,155 lbf/ft
2

P
2
= tekanan keluar = 5 atm = 10.560,78 lbf/ft
2

k = rasio panas spesifik = 1,4
η = efisiensi kompresor = 75 %
Data:
Laju alir massa = 0,895 kg/jam
ρ
udara
= 0,0012 kg/m
3
= 0,0026 lbm/ft
3
Laju alir volum (q
fm i
) =
/jam m 551 , 71 7
kg/m 0,0012
kg/jam 0,895
3
3
=

= 7,570 ft
3
/detik

− |
.
|

\
|
×
× −
× ×
=


1
10.560,78
2.112,155
/mnt) ft (79,845 ) lbf/ft (2.112,155
0,75 1) (1,4
4 , 1 10 3,03
hp
4 , 1 / ) 1 4 , 1 (
3 2
5
= 0,181 hp.
Universitas Sumatera Utara
Jika efisiensi motor adalah 75 %, maka :
P = hp 242 , 0
75 , 0
0,181
=

P = ¼ hp
Diameter pipa ekonomis (De) dihitung dengan persamaan :
De =3,9(Q)
0,45
(
ρ
)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (7,570 ft
3
/detik)
0,45
(0,0026 lbm/ft
3
)
0,13
= 4,463 in
Dipilih material pipa commercial steel 5 inci Sch 40 :
 Diameter dalam (ID) = 5,047 in = 0,420 ft
 Diameter luar (OD) = 5,563 in = 0,463 ft
 Luas penampang (A) = 0,1390 ft
2
(Geankoplis, 1983)
L.C.20 Disk Centrifuge (CF-101)
Fungsi : memisahkan kultur medium sisa

dari biomassa
Jenis : Nozzel discharge centrifuge
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi Operasi : Temperatur = 34°C
Tekanan = 1 atm = 14,696 psia
Tabel LC.6 Komposisi bahan masuk ke Disk Centrifuge (CF-101)
Bahan Laju alir (kg/jam) ρ (kg/m
3
) Volume

(m
3
/jam)
PHB 568,182 1200 0,473
Non-PHB 179,426 1110 0,161
Air Pengotor 95.561,438 995,68 95,561
Jumlah 96.309,049 96,196

ρ Camp = = = 1001,169 kg/m
3

sg campuran = 1,107
Perhitungan :
Q = 96,196 m
3
/jam
= 26,492 l/s
Universitas Sumatera Utara
= 349,654 gal/min
Spesifikasi dari Tabel 18-12 (Bab 18, Hal. 112, Perry. 1997).
Untuk harga Q (gal/min), diperoleh :
Tipe yang sesuai : Nozzel Discharge
Bowl Diameter = 30 in
Kecepatan = 3300 rpm
G/g = 4600
Menggunakan gambar 18-140 (Bab 18, Hal. 112, Perry. 1997), diperoleh:
v = 500 ft/s
= 0,000559 N
2
r
p
(Perry, 1997)
r
p
= 0,755 m
Daya centrifuge :
P = 5,984 . 10
-10
.sg . Q. ( N. r
p
)
2
(Perry,1997)
Dimana:
sg = spesific gravity campuran
Q = Laju alir volumetrik ( l/s)
N = Laju putar rotor (rpm)
r
p
= radius bucket (m)



Diameter bucket = 30 in
Radius bucket (r
p
) = 0,755 m
Laju putar rotor (N) = 3300 rpm
P = 5,984 . 10
-10
.( 1,107). (22,2593) .( 3300. 0,755)
2

= 1,440 hp
Maka dipilih centrifuge dengan daya 1
1
/
4
hp.

L.C.21 Disk Centrifuge (CF-102)
Fungsi : memisahkan air pencuci dari biomassa
Jenis : Nozzel discharge centrifuge
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade C
Jumlah : 1 unit
Universitas Sumatera Utara
Kondisi Operasi : Temperatur = 30°C
Tekanan = 1 atm = 14,696 psia
Tabel LC.7 Komposisi bahan masuk ke Disk Centrifuge (CF-102)
Bahan Laju alir (kg/jam) ρ (kg/m
3
) Volume

(m
3
/jam)
PHB 568,182 1200 0,473
Non-PHB 179,426 1110 0,161
Air 18.705,457 995,68 18,799
Jumlah 19.453,065 19,434

ρ Camp = = = 1000,951 kg/m
3

sg campuran = 1,107
Perhitungan :
Q = 19,434 m
3
/jam
= 5,398 l/s
= 71,251 gal/min
Spesifikasi dari Tabel 18-12 (Bab 18, Hal. 112, Perry. 1997).
Untuk harga Q (gal/min), diperoleh :
Tipe yang sesuai : Nozzel Discharge
Bowl Diameter = 30 in
Kecepatan = 3300 rpm
G/g = 4600
Menggunakan gambar 18-140 (Bab 18, Hal. 112, Perry. 1997), diperoleh:
v = 500 ft/s
= 0,000559 N
2
r
p
(Perry, 1997)
r
p
= 0,755 m

Daya centrifuge :
P = 5,984 . 10
-10
.sg . Q. ( N. r
p
)
2
(Perry,1997)
Dimana:
sg = spesific gravity campuran
Universitas Sumatera Utara
Q = Laju alir volumetrik ( l/s)
N = Laju putar rotor (rpm)
r
p
= radius bucket (m)



Diameter bucket = 30 in
Radius bucket (r
p
) = 0,755 m
Laju putar rotor (N) = 3300 rpm
P = 5,984 . 10
-10
.( 1,107). (5,398) .( 3300. 0,755)
2

= 0,293 hp
Maka dipilih centrifuge dengan daya
1
/
2
hp.


L.C.22 Disk Centrifuge (CF-103)
Fungsi : memisahkan larutan CHCl
3
dari biomassa
Jenis : Nozzel discharge centrifuge
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-285 grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi Operasi : Temperatur = 60°C
Tekanan = 1 atm = 14,696 psia

Tabel LC.8 Komposisi bahan masuk ke Disk Centrifuge (CF-103)
Bahan Laju alir (kg/jam) ρ (kg/m
3
) Volume

(m
3
/jam)
PHB 568,182 1200 0,473
Non-PHB 179,426 1110 0,161
CHCl
3
13.830,748 1370 10,095
Air 9.360,357 995,68 9,407
Jumlah 23.945,564 20,138

ρ Camp = = = 1.188,736 kg/m
3

sg campuran = 1,107

Universitas Sumatera Utara
Perhitungan :
Q = 20,138 m
3
/jam
= 5,594 l/s
= 73,830 gal/min
Spesifikasi dari Tabel 18-12 (Bab 18, Hal. 112, Perry. 1997).
Untuk harga Q (gal/min), diperoleh :
Tipe yang sesuai : Nozzel Discharge
Bowl Diameter = 30 in
Kecepatan = 3300 rpm
G/g = 4600
Menggunakan gambar 18-140 (Bab 18, Hal. 112, Perry. 1997), diperoleh:
v = 500 ft/s
= 0,000559 N
2
r
p
(Perry, 1997)
r
p
= 0,755 m

Daya centrifuge :
P = 5,984 . 10
-10
.sg . Q. ( N. r
p
)
2
(Perry,1997)
Dimana:
sg = spesific gravity campuran
Q = Laju alir volumetrik ( l/s)
N = Laju putar rotor (rpm)
r
p
= radius bucket (m)



Diameter bucket = 30 in
Radius bucket (r
p
) = 0,755 m
Laju putar rotor (N) = 3300 rpm
P = 5,984 . 10
-10
.( 1,107). (5,594) .( 3300. 0,755)
2

= 0,304 hp
Maka dipilih centrifuge dengan daya
1
/
2
hp.

L.C.23 Dekanter (DC-101)
Universitas Sumatera Utara
Fungsi : memisahkan kloroform (CHCl
3
) dan air dari PHB
Bentuk : Cylindrical - Conical
Jenis : Decanter Centrifuges (solid bowl centrifuge)
Bahan konstruksi : carbon steel SA-285 grade C
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
Temperatur = 30°C
Tekanan = 1 atm




Tabel LC.9 Komposisi bahan masuk ke Dekanter (DC-101)
Bahan Laju alir (kg/jam) ρ (kg/m
3
) Volume

(m
3
/jam)
PHB 568,182 1200 0,473
Non-PHB 11,595 1110 0,010
CHCl
3
13.830,748 1370 10,095
Air 37.025,278 995,68 37,211
Jumlah 50.435,803 47,790

ρ Camp = = = 1.076,272 kg/m
3

sg campuran = 1,107
Perhitungan :

Universitas Sumatera Utara

Gambar LC.1 Prototipe Decanter Centrifuges (solid bowl centrifuge)
Desain Silinder Dekanter
Volume cairan =
1000
/ 803 , 025 . 37
/ 1480
/ 13.830,748
3
jam kg
m kg
jam kg
+
= 46,370 m
3

Volume Padatan =
1110
/ 595 , 11
/ 1200
/ 568,182
3
jam kg
m kg
jam kg
+

= 0,483 m
3

Berdasarkan spesifikasi dari Tabel 18-12 (Bab 18, Hal. 112, Perry. 1997), diperoleh:
Untuk umpan masuk solids = 0,5 – 1,5 ton/jam dan liquid = hingga 70 gal/menit
Tipe : Helical Conveyor
Bowl Diameter : 14 in
Kecepatan : 4.000 rpm
Daya Motor : 20 hp

Universitas Sumatera Utara
L.C.24 Spray Dryer (SPD-101)
Fungsi : Menguapkan H
2
O yang masih terikut pada produk PHB yang keluar dari
conveyor yang merupakan produk akhir
Jenis : Co-Current with Rotary Atomizer (FSD-4)
Beban panas = 70.050,203 kJ/jam
= 66.398,297 btu/jam
Jumlah steam yang dibutuhkan = 32,226 kg/jam
Jumlah campuran umpan = 591.609 kg/jam
Densitas campuran umpan = 1.193,344 kg/m
3

= 421,522 kg/ft
3

Volume campuran umpan =
3
kg/ft 421,522
kg/jam 591,609

= 1,403 ft
3

Perhitungan volume Spray Dryer,
Faktor kelonggaran = 8 % (Schweitzer,1979)
Volume spray dryer = 1,403 ft
3
× 1,08
= 1,516 ft
3
Perhitungan luas permukaan spray dryer,
Temperatur saturated steam = 130
0
C = 266
0
F
Temperatur umpan masuk spray dryer = 30
0
C = 86
0
F
Temperatur umpan keluar spray dryer = 120
0
C = 248
0
F
Ud = 110 btu/jam.
0
F.ft
2
(Perry dan Green,1999)
LMTD =
( ) ( )
|
.
|

\
|


− − −
86 266
248 6 6 2
ln
86 266 248 266

= 70,355
0
F

Luas permukaan spray dryer, A =
LMTD Ud
Q
×

=
355 , 0 7 110
66.398,297
×

= 290,116 ft
2
Perhitungan waktu tinggal (retention time), θ
θ =
S
s V ρ × × 075 , 0
(Schweitzer,1979)
Universitas Sumatera Utara
Dimana : V = Volume spray dryer (ft
3
)
ρs = Densitas campuran umpan
S = Laju massa campuran umpan
Maka,
θ =
591,609
522 , 21 4 516 , 1 075 , 0 × ×

= 0,081 jam
= 4,86 menit

Desain spray dryer
s
t
Ds
t v Kf
Q
ρ
ρ
2
m
3 / 2
D
98 , 10 ∆
= (Perry ,1999)
Dimana :
Q = Laju perpindahan panas (Btu/jam)
Kf = Konduktifitas panas (Btu/(h×ft2)(°F×ft)
V = Volume Dryer Chamber (ft
3
)
Δt = Selisih suhu (
0
F)
Dm = Diameter maksimum (ft)
Ds = Diamater Nozzel
Ws = Laju alir umpan masuk (lb/h)
ρ
s
= Densitas cairan (lbm/ft
3
)
ρ
t
= Densitas udara keluar (lbm/ft
3
)

- Volume Dryer Chamber:
Hm m x m
2
D
4
1
V π = Asumsi: Dm : Hm = 2: 3
3
D
8
3
V m x m π =

3
D
8
3
516 , 1 m xπ =

Dm = 0,863 m
Hm = 3/2 x 0,894 m
= 1,341 m
Universitas Sumatera Utara

s
t
Ds
t v Kf
Q
ρ
ρ
2
m
3 / 2
D
98 , 10 ∆
=
Dari persamaan di atas diperoleh harga Ds,

s
t
t v Kf
Q
Ds
ρ
ρ

=
3 / 2
2
m
98 , 10
D

Ds =
872 , 40
522 , 421
180 (1,684) 88 98 , 10
(0,863) x 66.398,296
3 / 2
2
x x

Ds = 0,147 ft
Ds = 4,4 cm



Universitas Sumatera Utara


Gambar LC-2. Prototipe Spray Dryer jenis Co (FSD-4)


Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN D
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN UTILITAS

D.1 Screening (SC)
Fungsi : Menyaring partikel-partikel padat yang besar.
Jenis : Bar screen
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : Stainless steel
Kondisi operasi:
- Temperatur = 30
0
C
- Densitas air (ρ) = 995,68 kg/m
3
(Geankoplis, 1997)
- Laju alir massa (F) = 64.000 kg/jam
- Laju alir volumetrik (Q) = = 0,01785 m
3
/s
(Dari tabel 5.1. Punmia & Ashok, Physical Chemical Treatment of Water and
Wastewater, 1991)
Ukuran bar:
Lebar bar = 5 mm; Tebal bar = 20 mm;
Bar clear spacing = 20 mm; Slope = 30
0

Direncanakan ukuran screening:
Panjang screen = 2 m
Lebar screen = 2 m

Misalkan, jumlah bar = x
Maka, 20x + 20 (x + 1) = 64.000
40x = 63.980
x = 1599,5 ≈ 1600 buah
Luas bukaan (A
2
) = 20(1600 + 1) (64.000) = 2.049.280.000 mm
2
= 2.049 m
2

Untuk pemurnian air sungai menggunakan bar screen, diperkirakan C
d
= 0,6 dan
30% screen tersumbat.
Head loss (Δh) = = = 2,96.10
-11
m dari air

64.000 kg/jam x 1 jam/3600 s
995,68 kg/m
3


Q
2

2 g C
d
2
A
2
2

0,01785
2

2 x 9,8 x 0,6
2
x 2.049
2


Universitas Sumatera Utara
20 mm
20 mm
2 m
2 m

Gambar LD – 1. Sketsa Sebagian Bar Screen (dilihat dari atas)

D.2 Bak Sedimentasi (BS)
Fungsi : Untuk mengendapkan lumpur yang terikut dengan air.
Jumlah : 1
Jenis : Grift Chamber Sedimentation
Aliran : Horizontal sepanjang bak sedimentasi.
Bahan kontruksi : Beton kedap air

Kondisi operasi:
- Temperatur = 30
0
C
- Tekanan = 1 atm
- Laju alir massa (F) = 64.000 kg/jam
- Densitas air = 995,68 kg/m
3
(Geankoplis, 1997)
- Laju alir volumetrik, Q = =
= 0,0179 m
3
/jam
= 37,83 ft
3
/mnt

Desain Perancangan:
Bak dibuat dua persegi panjang untuk desain efektif. (Kawamura, 1991)
Perhitungan ukuran tiap bak:
Kecepatan pengendapan 0,1 mm pasir adalah:

0
υ = 1,57 ft/min atau 8 mm/s (Kawamura, 1991)
Desain diperkirakan menggunakan spesifikasi:
Kedalaman tangki = 15 ft
Lebar tangki = 1 ft
37,83 ft
3
/mnt
15 ft x 1 ft
F
ρ
64000 kg/jam
995,68 kg/m
3


Universitas Sumatera Utara
Kecepatan aliran, v = = 2,52 ft/mnt
Desain panjang ideal bak : L = K
|
|
.
|

\
|
0
υ
h
v (Kawamura, 1991)
dengan : K = faktor keamanan = 1,25
h = kedalaman air efektif ( 10 – 16 ft); diambil 10 ft.
Maka : L = 1,25 × (15/1,57) × 2,52 = 30,12 ft
Diambil panjang bak = 31 ft
Uji desain:
Waktu retensi, t = = = 8,19 menit
Desain diterima, dimana t diizinkan 6 – 15 menit (Kawamura, 1991)
Surface loading :
air masukan permukaan luas
etrik laju volum
A
Q
=
= = 9,13 gpm/ft
2


Desain diterima, dimana surface loading diizinkan diantara 4 – 10 gpm/ft
2

Headloss (∆h); bak menggunakan gate valve, full open (16 in) :
Δh = K =1,25
= 9,6.10
-5
ft

D.3 Klarifier (CL)
Fungsi : Memisahkan endapan (flok-flok) yang terbentuk karena
penambahan alum dan soda abu.
Tipe : External Solid Recirculation Clarifier
Bentuk : Circular desain
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C

Kondisi operasi:
Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
Laju massa air (F
1
) = 64000 kg/jam
Laju massa Al
2
(SO4)
3
(F
2
) = 0,115 kg/jam (Perhitungan BAB VII)
Laju massa Na
2
CO
3
(F
3
) = 0,061 kg/jam (Perhitungan BAB VII)
Laju massa total, m = 64.000,176 kg/jam
Densitas Al
2
(SO
4
)
3
= 2,71 gr/ml (Perry, 1997)
Densitas Na
2
CO
3
= 2,533 gr/ml (Perry, 1997)
Va
Q

(31 x 1 x 10)
37,83 ft
3


3


(37,83 ft
3
/mnt)(7,481 gal/ft
3
)
1 ft x 31 ft

V
2

2g

[(2,52 ft/mnt)(1 mnt/60 s)(0,3048 m/ft)]
2

2 (9,8 m/s
2
)

Universitas Sumatera Utara
Densitas air = 0,99568 gr/ml (Perry, 1997)
Reaksi koagulasi:
Al
2
(SO
4
)
3
+ 3 Na
2
CO
3
+ 3 H
2
O → 2 Al(OH)
3
+ 3 Na
2
SO
4
+ 3CO
2
Perhitungan:
Dari Metcalf & Eddy, 1984, diperoleh:
Untuk clarifier tipe upflow (radial):
Kedalaman air = 3 – 5 m
Settling time = 1– 3 jam
Dipilih : Kedalaman air (H) = 1 m
Settling time = 1 jam

Diameter dan Tinggi Clarifier
Densitas larutan,
ρ = 995,753 kg/m
3
Volume cairan, V = = 64,28 m
3

V = 1/4πD
2
H
D
2
= =
D = 9,05 m
Maka, diameter clarifier = 9,05 m
Tinggi clarifier = 1,5 × D = 13,57 m

Tebal Dinding Tangki
Tekanan hidrostatik
P
hid
= ρ× g × l
= 995,753 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 1 m
= 9,758 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 9,758 kPa + 101,325 kPa = 111,0832 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, P
design
= (1,05) × (111,0832) kPa = 116,637 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)

Tebal shell tangki:
t =
=
= 0,0076 m = 0, 298 in
64000,176 kg/jam x 1 jam
995,753 kg/m
3


4 V
π H
4 x 64,28
3,14 x 3

PD
2SE – 1,2P

(116,637 kPa)(1 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(116,637 kPa)
Universitas Sumatera Utara
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,298in +
1
/
8
in = 0,423 in
Tebal shell standar yang digunakan = 1/2 in (Brownell,1959)

Daya Clarifier
P = 0,006D
2
(Ulrich, 1984)
dimana: P = daya yang dibutuhkan, kW
Sehingga, P = 0,006 × (1)
2
= 0,4913 kW = 0,659 hp
Dipilih pompa dengan daya 3/4 hp

D.4 Sand Filter (SF)
Fungsi : Menyaring partikel – partikel yang masih terbawa dalam
air yang keluar dari klarifier
Bentuk : silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C

Kondisi operasi :
Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
Laju massa air (F
1
) = 64.000 kg/jam
Densitas air = 995,753 kg/m
3
(Geankoplis, 1997)
Faktor keamanan = 20 °
Sand filter dirancang untuk penampungan
1
/
4
jam operasi.
Sand filter dirancang untuk volume bahan penyaring
1
/
3
volume tangki
Perhitungan:
a. Volume tangki
Volume air, V
a
= = 16,069 m
3

Volume tangki = 1,2 × 16,069 m
3
= 19,283 m
3

Volume total, Vt = (1 +
1
/
3
) × 19,283 = 25,711 m
3
b. Diameter dan tinggi tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi, D : H = 3 : 4
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(4D/3)
= (πD
3
)/3
64.000 kg/jam x 0,25 jam
995,753 kg/m
3


Universitas Sumatera Utara
D = (3V/π)
1/3

= (3 x 25,711 m
3
/3,14)
1/3

= 2,906 m = 3 m
H = 4D/3 = 4 m
c. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 3 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup D : H = 4 : 1
Tinggi tutup = ×
4
1
3 = 0,75 m
Tinggi tangki total = 4 + 2(0,75) = 5,5 m
d. Tebal shell dan tutup tangki
Tinggi penyaring = ×
4
1
4 = 1 m
Tinggi cairan dalam tangki = x 4 m = 2,5 m
P air = ρ × g × l
= 995,723 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 2,5 m
= 24394,202 Pa = 24,394 kpa
P
penyaring
= ρ × g × l
= 2089,5 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 1 m
= 20.477,1 Pa = 20,477 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 24,394 kPa + 20,477 kPa + 101,325 kPa = 146,196 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, P
design
= (1,05) × (146,196 kPa) = 153,506 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
t =
=
= 0,0032 m = 0,126 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,126 in +
1
/
8
in = 0,25 in
Tebal shell standar yang digunakan =
1
/
4
in
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan
ditetapkan tebal tutup
1
/
4
in.

D.5 Tangki Penampungan – 01 (TU – 01)
Fungsi : Menampung air sementara dari klarifier.
16,069 m
3

25,711 m
3


PD
2SE – 1,2P

(153,506 kPa)(3 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(153,506 kPa)

Universitas Sumatera Utara
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C
Kondisi operasi:
Temperatur : 30
0
C
Tekanan : 1 atm
Laju massa air : 64.000 kg/jam
Densitas air : 995,68 kg/m
3
(Geankoplis, 1997)
Kebutuhan perancangan : 6 jam
Faktor keamanan : 20°
Perhitungan:
a. Volume tangki
Volume air, V
a
= = 385,666 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 × 385,666 m
3
= 462,799 m
3
b. Diameter tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H =2 : 3
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(3D/2)
= (3πD
3
)/8
D = (8V/3π)
1/3

= (8 x 462,799 /3. 3,14)
1/3

= 7,33 m
H = 11 m
Tinggi air dalam tangki = x 11 = 9,16 m

c. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = ρ × g × l
= 995,68 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 9,16 m
= 89,344 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 89,344 kPa + 101,325 kPa = 190,669 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, P
design
= (1,05) × (190,669 kPa) = 200,203 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kP (Brownell,1959)
64.000 kg/jam x 6 jam
995,68 kg/m
3


385,66 m
3
462,799 m
3


Universitas Sumatera Utara

Tebal shell tangki:
t =
=
= 0,01 m = 0,414 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,414 in +
1
/
8
in = 0,539 in
Tebal shell standar yang digunakan =
3
/4 in (Brownell,1959)

D.6 Tangki Penampungan– 02 (TU – 02)
Fungsi : Menampung air sebelum menuju menara pendingin.
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C
Kondisi operasi:
Temperatur : 30
0
C
Tekanan : 1 atm
Laju massa air : 64.000 kg/jam
Densitas air : 995,68 kg/m
3


(Geankoplis,1997)
Kebutuhan perancangan : 12 jam
Faktor keamanan : 20°
Perhitungan:
a. Volume tangki
Volume air, V
a
= = 771,332 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 × 771,332 m
3
= 925,598 m
3

b. Diameter tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H =2 : 3
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(3D/2)
= (3πD
3
)/8
D = (8V/3π)
1/3

= (8 x 925,598/3. 3,14)
1/3

= 9,23 m
H = 13,84 m
PD
2SE – 1,2P

(200,203 kPa)(7,33 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(200,203 kPa)

64.000 kg/jam x 12 jam
995,68 kg/m
3


13,84 m
3
925,598 m
3

Universitas Sumatera Utara
Tinggi air dalam tangki = x 771,332 = 11,54 m

c. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = ρ × g × l
= 995,7278 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 11,54 m
= 112,566 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 112,566 kPa + 101,325 kPa = 213,892 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, P
design
= (1,05) × (213,892 kPa) = 224,586 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
t =
=
= 0,0149 m = 0,586 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,586 in +
1
/
8
in = 0,7109 in
Tebal shell standar yang digunakan = 3/4 in (Brownell,1959)

D.7 Tangki Penampungan – 03 (TU – 03)
Fungsi : Menampung air untuk keperluan domestik.
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.
Bahan konstruksi: Carbon steel SA – 283, Grade C

Kondisi operasi:
Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
Laju massa air = 991 kg/jam
Densitas air = 995,68 kg/m
3
(Geankoplis, 1997)
Kebutuhan perancangan = 24 jam
Faktor keamanan = 20°
Perhitungan:
a. Volume tangki
Volume air, V
a
= = 23,887 m
3

PD
2SE – 1,2P

(224,586 kPa)(9,23 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(224,586 kPa)

991 kg/jam x 24 jam
995,68 kg/m
3

Universitas Sumatera Utara
Volume tangki, V
t
= 1,2 × 23,887 m
3
= 28,665 m
3

b. Diameter tangki
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H = 2 : 3
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(3D/2)
= (3πD
3
)/8
D = (8V/3π)
1/3

= (8 x 28,665 /3. 3,14)
1/3

= 2,9 m
H = 4,35 m
Tinggi air dalam tangki = x 4,35 m = 3,62 m

c. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = ρ × g × l
= 995,68 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 3,62 m
= 35,349 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 35,349 kPa + 101,325 kPa = 136,675 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, P
design
= (1,05) × (136,675 kPa) = 143,508 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12,650 psia = 87.218,714 kP (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
t =
=
= 0,00298 m = 0,117 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,117 in +
1
/
8
in = 0,2425 in
Tebal shell standar yang digunakan =
1
/
4
in (Brownell,1959)


D.8 Penukar Kation/Cation Exchanger (CE)
Fungsi : Mengurangi kesadahan air
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal
23,887 m
3
28,665 m
3

PD
2SE – 1,2P

(143,508 kPa)(2,9 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(143,508 kPa)

Universitas Sumatera Utara
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C

Kondisi operasi :
Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
Laju massa total = 64.000- 991 kg/jam = 63.009 kg/jam
Densitas air = 995,68 kg/m
3
(Geankoplis, 1997)
Kebutuhan perancangan = 1 jam
Faktor keamanan = 20 °
Perhitungan:
a. Ukuran Cation Exchanger
Dari Tabel 12.4.,Kanman, F.N, The Nalco Water Handbook, 1988 diperoleh:
− Diameter penukar kation = 2 ft = 0,6096 m
− Luas penampang penukar kation = 3,14 ft
2

− Tinggi resin dalam cation exchanger = 2,5 ft = 0,762 m
Tinggi silinder = 1,2 × 2,5 ft = 3 ft = 0,9144 m
Diameter tutup = diameter tangki = 2 ft = 0,6096 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup D : H = 4 : 1
Tinggi tutup = m 1524 , 0 m) 6096 , 0 (
4
1
= ×
Tinggi tangki total = 0,9144 + 2(0,1524) = 1,2192 m

b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatis
P = ρ x g x l
= 995,68 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 0,762 m
= 7,4354 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 7,4353 kPa + 101,325 kPa = 108,7603 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, P
design
= (1,05) × (108,7603) = 114,1983 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12,650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)

Tebal shell tangki:
t =
=
PD
2SE – 1,2P

(114,1983 kPa)(0,6096 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(114,1983 kPa)

Universitas Sumatera Utara
= 0,0005 m = 0,0196 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0196 in +
1
/
8
in = 0,1447 in
Tebal shell standar yang digunakan =
1
/
4
in
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan
ditetapkan tebal tutup
1
/
4
in.

D.9 Penukar Anion/Anion Exchanger (AE)
Fungsi : Mengurangi kesadahan air.
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal.
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C
Kondisi operasi :
Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
Laju massa air = 63.009 kg/jam
Densitas air = 995,68 kg/m
3
(Geankoplis, 1997)
Kebutuhan perancangan = 1 jam
Faktor keamanan = 20 °

Perhitungan
a. Ukuran Anion Exchanger
Dari Tabel 12.4., The Nalco Water Handbook, 1988 diperoleh:
− Diameter penukar anion = 2 ft = 0,6096 m
− Luas penampang penukar anion = 3,14 ft
2

− Tinggi resin dalam anion exchanger = 2,5 ft = 0,7620 m
Tinggi silinder = 1,2 × 2,5 ft = 3 ft = 0,9144 m
Diameter tutup = diameter tangki = 2 ft = 0,6096 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup D : H = 4 : 1
Tinggi tutup = m 1524 , 0 m) 6096 , 0 (
4
1
= ×
Tinggi tangki total = 0,9144 + 2( 1524 , 0 ) = 1,2192 m

b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatis
P = ρ x g x l
= 995,68 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 0,762 m
Universitas Sumatera Utara
= 7,4353 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 7,4353 kPa + 101,325 kPa = 108,7603 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, P
design
= (1,05) × (108,7603) = 114,1983 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12,650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
t =
=
= 0,0005 m = 0,0196 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0196 in +
1
/
8
in = 0,1447 in
Tebal shell standar yang digunakan =
1
/
4
in
Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan
ditetapkan tebal tutup
1
/
4
in.


D.10 Tangki Pelarutan Alum [Al
2
(SO
4
)
3
] (TP – 01)
Fungsi : Membuat larutan alum [Al
2
(SO
4
)
3
]..
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C.

Kondisi operasi:
Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
Al
2
(SO
4
)
3
yang digunakan = 50 ppm
Al
2
(SO
4
)
3
yang digunakan berupa larutan 30° (° berat)
Laju massa Al
2
(SO
4
)
3
= 3,2 kg/jam (Perhitungan BAB VII)
Densitas Al
2
(SO
4
)
3
30° = 1.363 kg/m
3
= 85,0898 lb
m
/ft
3
(Perry, 1997)
Kebutuhan perancangan = 30 hari
Faktor keamanan = 20°

Perhitungan:
a. Ukuran Tangki
PD
2SE – 1,2P

(114,1983 kPa)(0,6096 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(114,1983 kPa)

(3,2 kg/jam)(24 jam/hari)(30 hari)
1.363 kg/m
3

Universitas Sumatera Utara
Volume larutan, V
l
= = 5,635 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 × 5,635 m
3
= 6,762 m
3
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(3D/2)
= (3πD
3
)/8
D = (8V/3π)
1/3

= (8 x 6,762/3. 3,14)
1/3

= 1,79 m
H = 2,69 m
Tinggi cairan dalam tangki = 2,69 m = 2,24 m




b. Tebal Dinding Tangki
Tekanan hidrostatik
P = ρ× g × l
= 1.363 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
2,24 m
= 29,899 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 29,899 kPa + 101,325 kPa = 132,224 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, P
design
= (1,05) × (132,224 kPa ) = 137,785 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)

Tebal shell tangki:
t =
=
= 0,00177 m = 0,069 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,069 in +
1
/
8
in = 0,194 in
Tebal shell standar yang digunakan =
1
/
4

in (Brownell,1959)

c. Daya pengaduk
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbin impeller
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:
5,635 m
3
6,762 m
3
PD
2SE – 1,2P

(137,785 kPa)(1,79 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(137,785 kPa)

Universitas Sumatera Utara
Da/Dt =
1
/
3
; Da =
1
/
3
× 1,79 m = 0,6 m = 1,96 ft
E/Da = 1 ; E = 0,60 m
L/Da =
1
/
4
; L =
1
/
4
× 0,60 m = 0,15 m
W/Da =
1
/
5
; W =
1
/
5
× 0,60 m = 0,12 m
J/Dt =
1
/
12
; J =
1
/
12
× 1,79 m = 0,15 m
dengan:
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 3 putaran/det
Viskositas Al
2
(SO
4
)
3
30° = 6,72⋅10
-4
lb
m
/ft⋅detik (Othmer, 1968)
Bilangan Reynold,
( )
μ
D N ρ
N
2
a
Re
= (Geankoplis, 1997)
= =1,46.10
6
= 1.460.000
N
Re
> 10.000, maka perhitungan daya menggunakan rumus:
c
5
a
3
T
g
ρ .D .n K
P = (McCabe,1999)
K
T
= 6,3 (McCabe,1999)
P = x
= 2,6 Hp
Efisiensi motor penggerak = 80 °
Daya motor penggerak = = 3,27 hp
Digunakan motor dengan daya 3 3/4 hp

D.11 Tangki Pelarutan Soda Abu (Na
2
CO
3
) (TP – 02)
Fungsi : Membuat larutan soda abu (Na2CO3).
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C.

Kondisi operasi :
Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
Na
2
CO
3
yang digunakan = 27 ppm
Na
2
CO
3
yang digunakan berupa larutan 30° (° berat)
Laju massa Na
2
CO
3
= 1,728 kg/jam (Perhitungan BAB VII)
Densitas Na
2
CO
3
30% = 1.327 kg/m
3
= 82,8423 lb
m
/ft
3
(Perry, 1997)
(85,0898)(3)(1,96)
2

6,72.10
-4

6,3(3 put/dtk)
3
(1,96 ft)
5
(85,0898 lb
m
/ft
3
)
32,174 lb
m
.ft/lb
f
.dtk
2


1 hp
550 ft.lb
f
/dtk

2,6
0,8

Universitas Sumatera Utara
Kebutuhan perancangan = 30 hari
Faktor keamanan = 20°

Perhitungan
a. Ukuran Tangki
Volume larutan, V
l
= = 3,125 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 × 3,125 m
3
= 3,75 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(3D/2)
= (3πD
3
)/8
D = (8V/3π)
1/3

= (8 x 3,75 /3. 3,14)
1/3

= 1,47 m
H = 2,21 m
Tinggi cairan dalam tangki = x 2,21 m = 1,84 m =6.03 ft

b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P

= ρ× g × l
= 1.327 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 1.84 m
= 23,917 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 23,917 kPa + 101,325 kPa = 125,242 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, P
design
= (1,05) × (125,242 kPa) = 131,504 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
t =
=
= 0,00139 m = 0,055 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,055 in +
1
/
8
in = 0,179 in
Tebal shell standar yang digunakan =
1
/
4

in (Brownell,1959)

c. Daya Pengaduk
(1,728 kg/jam)(24 jam/hari)(30 hari)
1.327 kg/m
3
x 30%

3,125 m
3
3,75 m
3

PD
2SE – 1,2P

(131,504 kPa)(1,47 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(131,504 kPa)

Universitas Sumatera Utara
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbin impeller.
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:
Da/Dt =
1
/
3
; Da =
1
/
3
x 1,47 m = 0,49 m = 1,61 ft
E/Da = 1 ; E = 0,49 m
L/Da =
1
/
4
; L =
1
/
4
x 0,49 m = 0,12 m
W/Da =
1
/
5
; W =
1
/
5
x 0,49 m = 0,1 m
J/Dt =
1
/
12
; J =
1
/
12
x 1,47 m = 0,12 m
dengan :
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle
Kecepatan pengadukan, N = 3 putaran/det
Viskositas Na
2
CO
3
30 ° = 3,69⋅10
-4
lb
m
/ft⋅detik (Othmer, 1968)
Bilangan Reynold,
( )
μ
D N ρ
N
2
a
Re
= (Geankoplis, 1997)
= = 1,74.10
6
= 1.740.00
N
Re
> 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:

c
5
a
3
T
g
ρ .D .n K
P = ( McCabe, 1999)
K
T
= 6,3 (McCabe, 1999)
P = x
= 0,954 hp
Efisiensi motor penggerak = 80 °
Daya motor penggerak = = 1,19 hp
Maka daya motor yang dipilih 1
1
/
4
hp.

D.12 Tangki Pelarutan Natrium Klorida [NaCl] (TP – 03)
Fungsi : Membuat larutan natrium klorida (NaCl).
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C.

Kondisi operasi:
Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
NaCl yang digunakan mempunyai konsentrasi 50° (° berat)
Laju massa NaCl = 3,75 kg/jam (Perhitungan BAB VII)
(82,8423)(3)(1,61)
2

3,69.10
-4

6,3(3 put/dtk)
3
(1,61 ft)
5
(82,8423 lb
m
/ft
3
)
32,174 lb
m
.ft/lb
f
.dtk
2


1 hp
550 ft.lb
f
/dtk

0,954
0,8

Universitas Sumatera Utara
Densitas NaCl 50° = 1.575 kg/m
3
= 98,3246 lb
m
/ft
3
(Perry, 1997)
Kebutuhan perancangan = 30 hari
Faktor keamanan = 20 °
Perhitungan
a. Ukuran Tangki
Volume larutan, V
l
= = 3,424 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 × 3,424 m
3
= 4,108 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(3D/2)
= (3πD
3
)/8
D = (3V/π)
1/3

= (8 x 4,108/3. 3,14)
1/3

= 1,52 m
H = 2,28 m
Tinggi cairan dalam tangki = x 2,28 m = 1,9 m

b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P

= ρ× g × l
= 1.575 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 1,9 m = 29,263kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 29,263 kPa + 101,325 kPa = 130,588 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, P
design
= (1,05) × (130,588 kPa) = 137,117 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
t =
=
= 0,00149 m = 0,0587 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,012 in +
1
/
8
in = 0,1837 in
Tebal shell standar yang digunakan =
1
/
4

in (Brownell,1959)

c. Daya Pengaduk
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbin impeller
Jumlah baffle : 4 buah
(3,75 kg/jam)(24 jam/hari)(30 hari)
1.575 kg/m
3

3,424 m
3
4,108 m
3

PD
2SE – 1,2P

(137,117 kPa)(1,52 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(137,117 kPa)

Universitas Sumatera Utara
Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:
Da/Dt =
1
/
3
; Da =
1
/
3
x 1,52 m = 0,51 m = 1,66 ft
E/Da = 1 ; E = 0,51 m
L/Da =
1
/
4
; L =
1
/
4
x 0,51 m = 0,13 m
W/Da =
1
/
5
; W =
1
/
5
x 0,51 m = 0,1 m
J/Dt =
1
/
12
; J =
1
/
12
x 0,51 m = 0,13 m
dengan :
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 3 putaran/det
Viskositas NaCl 50° = 4,1175⋅10
-3
lb
m
/ft⋅detik (Kirk Othmer, 1968)
Bilangan Reynold,
( )
μ
D N ρ
N
2
a
Re
= (Geankoplis, 1997)
= = 1,97 . 10
5
N
Re
> 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
c
5
a
3
T
g
ρ .D .n K
P = ( McCabe,1999)
K
T
= 6,3 (McCabe,1999)
P = x
= 1,318
Efisiensi motor penggerak = 80 °
Daya motor penggerak = = 1,648 hp
Maka daya motor yang dipilih 1 3/4 hp

D.13 Tangki Pelarutan NaOH (TP – 04)
Fungsi : Tempat membuat larutan NaOH.
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C.

Kondisi operasi:
Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
NaOH yang dipakai berupa larutan 50% (% berat) (Perry, 1997)
Laju alir massa NaOH = 1,5 kg/jam (Perhitungan BAB VII)
Densitas larutan NaOH 4% = 1.518 kg/m
3
= 94,7662 lbm/ft
3

(98,3246)(3)(1,66)
2

4,1175.10
-3

6,3(3 put/dtk)
3
(1,66 ft)
5
(98,33246 lb
m
/ft
3
)
32,174 lb
m
.ft/lb
f
.dtk
2


1 hp
550 ft.lb
f
/dtk

1,318
0,8

Universitas Sumatera Utara
Kebutuhan perancangan = 30 hari
Faktor keamanan = 20%
Perhitungan:
a. Ukuran Tangki
Volume larutan, V
l
= = 1,422 m
3

Volume tangki = 1,2 × 1,422 m
3
= 1,707 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(3D/2)
= (3πD
3
)/8
D = (8V/3π)
1/3

= (8 x 1,707/3. 3,14)
1/3

= 1,13 m
H = 1,7 m
Tinggi cairan dalam tangki = x 1,7 m = 1,41 m

b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P

= ρ× g × l
= 1.518 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 1,41 m
= 21,044 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 21,044 kPa + 101,325 kPa = 122,369 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, P
design
= (1,05) × (122,369 kPa) = 128,488 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
t =
=
=0,00104 m = 0,041 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,041 in +
1
/
8
in = 0,1661 in
Tebal shell standar yang digunakan =
1
/
4

in (Brownell,1959)
c. Daya Pengaduk
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbin impeller
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar (McCabe, 1999), diperoleh:
Da/Dt =
1
/
3
; Da =
1
/
3
× 1,13 m = 0,38 m = 1,24 ft
(1,5 kg/jam)(24 jam/hari)(30 hari)
1.518 kg/m
3

1,422 m
3
1,707 m
3

PD
2SE – 1,2P

(128,488 kPa)(1,13 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(128,488kPa)

Universitas Sumatera Utara
E/Da = 1 ; E = 1,24 m
L/Da =
1
/
4
; L =
1
/
4
× 1,24 m = 0,09 m
W/Da =
1
/
5
; W =
1
/
5
× 1,24 m = 0,08 m
J/Dt =
1
/
12
; J =
1
/
12
× 1,13 m = 0,09 m
dengan :
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle
Kecepatan pengadukan, N = 3 putaran/det
Viskositas NaOH 4% = 4,302 . 10
-4
lbm/ft.det ( Kirk Othmer, 1968)
Bilangan Reynold,
( )
μ
D N ρ
N
2
a
Re
= (Geankoplis, 1997)
= = 1,01.10
6
= 1.010.000
N
Re
> 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
c
5
a
3
T
g
ρ .D .n K
P = ( McCabe,1999)
K
T
= 6,3 (McCabe,1999)
P = x
= 0, 294 hp
Efisiensi motor penggerak = 80 °
Daya motor penggerak = = 0,367 hp
Maka daya motor yang dipilih 3/4 hp.

D.14 Tangki Pelarutan Kaporit [Ca(ClO)
2
] (TP – 05)
Fungsi : Membuat larutan kaporit [Ca(ClO)
2
].
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar.
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C.
Kondisi operasi:
Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
Ca(ClO)
2
yang digunakan = 2 ppm
Ca(ClO)
2
yang digunakan berupa larutan 70° (° berat)
Laju massa Ca(ClO)
2
= 0,0028 kg/jam (Perhitungan BAB VII)
Densitas Ca(ClO)
2
70 ° = 1.272 kg/m
3
= 79,4088 lb
m
/ft
3
(Perry, 1997)
Kebutuhan perancangan = 90 hari
Faktor keamanan = 20 °
(94,7662)(3)(1,24)
2

4,302.10
-4
6,3(3 put/dtk)
3
(1,24 ft)
5
(94,7662 lb
m
/ft
3
)
32,174 lb
m
.ft/lb
f
.dtk
2


1 hp
550 ft.lb
f
/dtk

0,294
0,8m

Universitas Sumatera Utara
Perhitungan
a. Ukuran Tangki
Volume larutan, V
l
= = 0,0069 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 × 0,0069 m
3
= 0,0082 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(4D/3)
= (πD
3
)/3
D = (3V/π)
1/3

= (3 x 0,0082/3,14)
1/3

= 0,19 m
H = 0,29 m
Tinggi cairan dalam tangki = x 0,29 m = 0,24 m

b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = ρ × g × l
= 1.272 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 0,24 m
= 2,98 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 2,8 kPa + 101,325 kPa = 104,305 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, P
design
= (1,05) × (104,305 kPa) = 109,521 kPa
Joint efficiency = 0,8
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa
Tebal shell tangki:
t =
=
= 1,5.10
-4
m = 0,00592 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,00592 in +
1
/
8
in = 0,1309 in
Tebal shell standar yang digunakan =
1
/
4

in (Brownell,1959)

c. Daya Pengaduk
Jenis pengaduk : flat 6 blade turbin impeller
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar (McCabe, 1993), diperoleh:
Da/Dt =
1
/
3
; Da =
1
/
3
× 0,19 m = 0,06 m = 0,21 ft
E/Da = 1; E = 0,06 m
L/Da =
1
/
4
; L =
1
/
4
× 0,06 m = 0,02 m
(0,0028 kg/jam)(24 jam/hari)(90 hari)
1.272 kg/m
3

0,0069 m
3
0,0082 m
3

PD
2SE – 1,2P

(109,521 kPa)(0,19 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(109,521 kPa)

Universitas Sumatera Utara
W/Da =
1
/
5
; W =
1
/
5
× 0,06 m = 0,01 m
J/Dt =
1
/
12
; J =
1
/
12
× 0,19 m = 0,02 m
dengan :
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle

Kecepatan pengadukan, N = 3 putaran/det
Viskositas kaporit = 6,7197⋅10
-4
lb
m
/ft⋅detik (Kirk Othmer, 1967)
Bilangan Reynold,
( )
u
ρ
2
Re
a
D N
N = (Pers. 3.4–1, Geankoplis, 1997)
= = 5.170
N
Re
< 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:
c Re
5
a
3
T
g N
ρ .D .n K
P =
K
T
= 63
P = x
= 2,19.10
-9
hp
Efisiensi motor penggerak = 80°
Daya motor penggerak = = 2,73.10
-9
hp
Maka daya motor yang dipilih 1
3
/
4
hp

D.15 Deaerator (DE)
Fungsi : Menghilangkan gas–gas yang terlarut dalam air umpan ketel.
Bentuk : Silinder horizontal dengan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA–283 Grade C.
Kondisi operasi :
Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
Laju massa air = 34.158,615 kg/jam
Densitas air = 995,68 kg/m
3
(Geankoplis, 1997)
Kebutuhan perancangan = 1 hari
Faktor keamanan = 20 °

Perhitungan:
a. Ukuran tangki
(79,4088)(3)(0,21)
2

6,7197.10
-4

63(3 put/dtk)
3
(0,21 ft)
5
(79,4088 lb
m
/ft
3
)
(5170)(32,174 lb
m
.ft/lb
f
.dtk
2
)

1 hp
550 ft.lb
f
/dtk

2,19.10
-9
0,8

(34.158,615 kg/jam)(24 jam)
995,68 kg/m
3

Universitas Sumatera Utara
Volume air, V
a
= = 823,364 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 × 823,364 m
3
= 988,036 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(4D/3)
= (πD
3
)/3
D = (3V/π)
1/3

= (3 x 988,036 /3,14)
1/3

= 9,43 m
H = 14,15 m
Tinggi cairan dalam tangki = x 14,15 m = 11,79 m
i. Diameter dan tinggi tutup
Diameter tutup = diameter tangki = 9,43 m
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tutup, D : H = 4 : 1
Tinggi tutup = (9,43 m)/4 = 2,358 m (Brownell,1959)
Tinggi tangki total = 14,15 + 2(2,358) = 18,864 m
j. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = ρ × g × l
= 995,68 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 11,79 m
= 115,043 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 115,043 kPa + 101,325 kPa = 216,368 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, P
design
= (1,05) × (216,368 kPa) = 227,186 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell,1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kP (Brownell,1959)
Tebal shell tangki:
t =
=
= 0,0154 m = 0,605 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,605 in +
1
/
8
in = 0,73 in
Tebal shell standar yang digunakan =
3
/
4

in (Brownell,1959)

Tutup terbuat dari bahan yang sama dengan dinding tangki dan
ditetapkan tebal tutup
3
/4 in.
823,364 m
3
988,037 m
3

PD
2SE – 1,2P

(227,186 kPa)(9,43 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(227,186 kPa)

Universitas Sumatera Utara

D.16 Ketel Uap (KU)
Fungsi : Menyediakan uap untuk keperluan proses.
Jenis : Water tube boiler
Bahan konstruksi : Carbon steel

Kondisi operasi :
Uap jenuh yang digunakan bersuhu 130
0
C dan tekanan 270,1 kPa.
Dari Tabel uap (Reklaitis, 1983), diperoleh panas laten steam 2.173,7 kJ/kg
= 1164,598 Btu/lb
m
.
Kebutuhan uap = 3.906,686 kg/jam = 1.722,562 lb
m
/jam

Perhitungan:
Menghitung Daya Ketel Uap
H
, P ,
W
3 970 5 34 × ×
=
dimana: P = Daya boiler, hp
W = Kebutuhan uap, lb
m
/jam
H = Panas laten steam, Btu/lb
m
Maka,
P = = 59,927 hp = 60 hp

Menghitung Jumlah Tube
Luas permukaan perpindahan panas, A = P × 10 ft
2
/hp
= 60 hp × 10 ft
2
/hp
= 600 ft
2

Direncanakan menggunakan tube dengan spesifikasi :
- Panjang tube = 30 ft
- Diameter tube = 3 in
- Luas permukaan pipa, a

= 0,917 ft
2
/ ft (Kern, 1965)

Sehingga jumlah tube = N
t
=
'
a x L
A
= = 21,8= 22 buah
D.17 Menara Air (MA)
Fungsi : Menampung air untuk didistribusikan.
1.722,562 x 1164,598
34,5 x 970,3

600 ft
2

30 ft x 0,917 ft
2
/ft

Universitas Sumatera Utara
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 53 Grade B.
Data:
Kondisi penyimpanan : Temperatur = 30
0
C
Tekanan = 1 atm
Laju massa air = 64.000 kg/jam
Densitas air = 995,68 kg/m
3
(Geankoplis, 1997)
Kebutuhan perancangan = 6 jam
Faktor keamanan = 20 °

Perhitungan:
Ukuran Menara Air
Volume air, V
a
= = 385,666 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 × 385,666 m
3
= 462,799 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder, D : H = 5 : 6
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(6D/5)
= 3(πD
3
)/10
D = (10V/3π)
1/3

= (10 x 14,5/3. 3,14)
1/3

= 7,89 m
H = 9,5 m
Tinggi cairan dalam tangki = x 2,98 m = 7,89 m

Tebal Dinding Menara Air
Tekanan hidrostatik
P = ρ × g × l
= 995,68 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 7,89 m
= 76,995 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 76,995 kPa + 101,325 kPa = 178,32 kPa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka, P
design
= (1,05) × (178,32 kPa) = 187,24 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell, 1959)
Allowable stress = 12.750 psia = 87.908,19 kPa (Brownell, 1959)
Tebal shell tangki:
t =
64000 kg/jam x 6 jam
995,68 kg/m
3

385,666 m
3
462,799 m
3

PD
2SE – 1,2P

(187,24 kPa)(7,89 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(187,24 kPa)
Universitas Sumatera Utara
=
= 0,01 m = 0,417 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,417 in +
1
/
8
in = 0,543 in
Tebal shell standar yang digunakan = 3/4 in (Brownell,1959)

D.18 Tangki Bahan Bakar (TB)
Fungsi : Menyimpan bahan bakar
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal.
Bahan konstruksi : Carbon steel SA – 283, Grade C.
a. Kondisi operasi:
Temperatur = 300C
Tekanan = 1 atm
Laju massa bahan bakar = 71 kg/jam (Perhitungan BAB VII)
Densitas Solar = 0,89 kg/ltr = 55,56 lbm/ft3 (Perry, 1997)
Kebutuhan perancangan = 60 hari
Faktor keamanan = 20 °
Perhitungan
b. Ukuran Tangki
Volume larutan, V
l
= = 114,876 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 × 114,876 m
3
= 137,852 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi tangki, D : H = 2 : 3
V = ¼πD
2
H
= ¼πD
2
(3D/2)
= (3πD
3
)/8
D = (8V/3π)
1/3

= (8x 137,852/3. 3,14)
1/3

= 4,89 m
H = 7,34 m
Tinggi cairan dalam tangki = x 7,34 m = 6,11 m

b. Tebal tangki
Tekanan hidrostatik
P = ρ × g × l
(71 kg/jam)(24 jam/hari)(60 hari)
890 kg/m
3

114,876 m
3
137,852 m
3

Universitas Sumatera Utara
= 890 kg/m
3
× 9,8 m/det
2
× 6,11m
= 53,3347 kPa
Tekanan operasi = 1 atm = 101,325 kPa
P = 53,3347 kPa + 101,325 kPa = 154,6597 kPa
Faktor kelonggaran = 5 %
Maka, P
design
= (1,05) × (154,6597 kPa) = 162,3927 kPa
Joint efficiency = 0,8
Allowable stress = 12.650 psia = 87.218,714 kPa
Tebal shell tangki:
t =
=
= 0,0057 m = 0,224 in
Faktor korosi =
1
/
8
in
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,224 in +
1
/
8
in = 0,3494 in
Tebal shell standar yang digunakan = ½ in (Brownell,1959)






D.19 Pompa Sedimentasi (PU – 01)
Fungsi : Memompa air dari sungai ke bak pengendapan
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1
Bahan konstruksi : Commercial steel

Kondisi operasi :
- Temperatur = 30
0
C
- Densitas air (ρ) = 995,68 kg/m
3
= 62,1586 lb
m
/ft
3
(Geankoplis, 1997)
- Viskositas air (u) = 0,8007 cP = 0,0005 lb
m
/ft⋅jam (Geankoplis, 1997)
Laju alir massa (F) = 64.000 kg/jam = 39,1935 lb
m
/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,63 ft
3
/s = 0,0179 m
3
/s

Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 × (0,63 ft
3
/s )
0,45
× (62,1586 lbm/ft
3
)
0,13

= 5,42 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
PD
2SE – 1,2P

(162,3927 kPa)(4,89 m)
(2)(87.218,714 kPa)(0,8) – 1,2(162,3927 kPa)

F
ρ
39,1935 lb
m
/s
62,1586 lb
m
/ft
3


Universitas Sumatera Utara
Ukuran nominal : 6 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 6,06 in = 0,505 ft
Diameter Luar (OD) : 6,625 in = 0,5521 ft
Inside sectional area : 0,206 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 3,1433 ft/s
Bilangan Reynold : N
Re
=
u
ρ D v × ×

=
= 183.372,983
Karena N
Re
> 4000, maka aliran turbulen.
Untuk pipa commercial steel dan 6 in Sc.40, diperoleh : ε = 0,000046
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 183.372,983 dan
D
ε
= 0,00009108,
diperoleh : f = 0,003

Friction loss :
1 Sharp edge entrance= h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5(1 – 0) = 0,0768 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 0,2303 ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,307 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 50 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,003) = 0,1824 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,1535 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,9501 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 50 ft
Maka :
W
s
= 0,9501 ft.lbf/lbm + 0 + (1 lbf/lbm)(50 ft) + 0

= 50,95 ft.lbf/lbm

0,63 ft
3
/s
0,2006 ft
2


(62,1586 lb
m
/ft
3
)(3,1433 ft/s)(0,505 ft)
0,0005 lb
m
/ft.s
3,1433
2

2(1)(32,174)
3,1433
2

2(32,174

3,1433
2

2(32,174

50 x 3,1433
2

(0,2557)(2)(32,174)
3,1433
2

2(1)(32,174)
Universitas Sumatera Utara
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η x Wp
50,95 = 0,8 x Wp
Wp = 63,688 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 4,538 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 4
3
/
4
hp

D.20 Pompa Clarifier (PU – 02)
Fungsi : Memompa air dari bak pengendapan ke klarifier.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit

Kondisi operasi:
P = 1 atm
T = 30
o
C
Laju alir massa (F) = 2000 kg/jam = 1,2248 lb
m
/s
Densitas air (ρ) = 955,68 kg/m
3
= 62,1586 lbm/ft
3

Viskositas air (u) = 0,8007cP = 0,0005 lbm/ft.s
Laju alir massa (F) = 64.000 kg/jam = 39,1935 lb
m
/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,63 ft
3
/s = 0,0179 m
3
/s

Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 × (0,63 ft
3
/s )
0,45
× (62,1586 lbm/ft
3
)
0,13

= 5,42 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 6 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 6,06 in = 0,505 ft
Diameter Luar (OD) : 6,625 in = 0,5521 ft
Inside sectional area : 0,206 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 3,1433 ft/s
Bilangan Reynold : N
Re
=
u
ρ D v × ×

=
= 183.372,983
Karena N
Re
> 4000, maka aliran turbulen.
Untuk pipa commercial steel dan 6 in Sc.40, diperoleh : ε = 0,000046
64.000
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft.lbf/lbm
1,2248 lb
m
/s
62,1586 lb
m
/ft
3


0,63 ft
3
/s
0,2006 ft
2


(62,1586 lb
m
/ft
3
)(3,1433 ft/s)(0,505 ft)
0,0005 lb
m
/ft.s
Universitas Sumatera Utara
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 183.372,983 dan
D
ε
= 0,00009108,
diperoleh : f = 0,003

Friction loss :
1 Sharp edge entrance= h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5(1 – 0) = 0,0768 ft.lbf/lbm
3 elbow 90° = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 3(0,75) = 0,3455 ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,307 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 50 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,003) = 0,1824 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,1535 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 1,0653 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 50 ft
Maka :
W
s
= 1,0653 ft.lbf/lbm + 0 + (1 lbf/lbm)(50 ft) + 0

= 51,065 ft.lbf/lbm

Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η x Wp
51,065 = 0,8 x Wp
Wp = 63,832 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 4,548 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 4
3
/
4
hp

D.21 Pompa Alum (PU – 03)
Fungsi : Memompa air dari tangki pelarutan alum ke klarifier.
Jenis : Pompa sentrifugal
64.000
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft.lbf/lbm
3,1433
2

2(1)(32,174)
3,1433
2

2(32,174

3,1433
2

2(32,174

50 x 3,1433
2

(0,2557)(2)(32,174)
3,1433
2

2(1)(32,174)
Universitas Sumatera Utara
Jumlah : 1 unit

Kondisi operasi :
P = 1 atm
T = 30
o
C
Laju alir massa (F) = 3,2 kg/jam = 0,002

lbm/s
Densitas alum (ρ) = 1.363 kg/m
3
= 85,0898 lbm/ft
3
(Othmer, 1967)
Viskositas alum (u) = 6,72 10
-4
cP = 4,5158.10
-7
lbm/ft.s (Othmer, 1967)
Laju alir volumetrik (Q) = = 2,303.10
-5
ft
3
/s
Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (2,303.10
-5
ft
3
/s )
0,45
(85,0898 lbm/ft
3
)
0,13

= 0,0569 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal :
1
/
8
in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 0,269 in = 0,0224 ft
Diameter Luar (OD) : 0,405 in = 0,0337 ft
Inside sectional area : 0,0004 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 0,0576 ft/s
Bilangan Reynold : N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 243.196,0421 (turbulen)
Untuk pipa commercial steel dan pipa
1
/
8
in Sc.40, diperoleh : ε = 0,000046
Pada N
Re
= 243.196,0421 dan ε/D = 0,002
maka harga f = 0,006 (Geankoplis,1997)
Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 2,575.10
-5
ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 7,7277.10
-5
ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 1,006.10
-7
ft.lbf/lbm
Pipa lurus 30 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,0085) = 1,65.10
-3
ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 5,152.10
-5
ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 1,912.10
-3
ft.lbf/lbm
0,002 lb
m
/s
85,0898 lb
m
/ft
3


2,303.10
-5
ft
3
/s
0,0004 ft
2

(85,0898)(0,0576)(0,0224)
4,5158.10
-7
0,0576
2

2(1)(32,174)
0,0576
2

2(32,174)
0,0018
2

2(32,174)
30 x 0,0576
2

(0,0224)(2)(32,174)
0,0576
2

2(1)(32,174)
Universitas Sumatera Utara

Dari persamaan Bernoulli:
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2
= 1 atm;
ρ
P ∆
= 0 ft.lb
f
/lb
m
∆Z = 30 ft
W
s
= 0 + 1,912.10
-3
ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(30 ft) + 0 = 30,002 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η x Wp
30,002 = 0,8 x Wp
Wp = 37,502 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 1,33.10
-4
hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor =
1
/
4
hp

D.22 Pompa Soda Abu (PU – 04)
Fungsi : Memompa air dari tangki pelarutan soda abu ke klarifier.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit

Kondisi operasi :
P = 1 atm
T = 30
o
C
Laju alir massa (F) = 1,728 kg/jam = 82,843 lbm/s
Densitas soda abu (ρ) = 1.327 kg/m
3
= 82,8423 lbm/ft
3
(Othmer, 1967)
Viskositas soda abu (u) = 3,69 10
-4
cP = 2,4797.10
-7
lbm/ft.s (Othmer,1967)
Laju alir volumetrik (Q) = = 1,277.10
-5
ft
3
/s

Desain pompa:
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (1,277.10
-5
ft
3
/s)
0,45
(82,8423 lbm/ft
3
)
0,13

= 0,0435 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal :
1
/
8
in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 0,269 in = 0,0224 ft
Diameter Luar (OD) : 0,405 in = 0,0337 ft
3,2
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
82,843 lb
m
/s
82,8423 lb
m
/ft
3


Universitas Sumatera Utara
Inside sectional area : 0,0004 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 0,0319 ft/s
Bilangan Reynold : N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 239.162,5467 (Turbulen)
Untuk pipa commercial steel dan pipa
1
/
8
in Sc.40, diperoleh : ε = 0,000046
Pada N
Re
= 239.162,5467 dan ε/D = 0,002
maka harga f = 0,006 (Geankoplis,1997)
Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 7,9244.10
-6
ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 2,377.10
-5
ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 3,169.10
-5
ft.lbf/lbm
Pipa lurus 30 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,0085) = 5,09.10
-4
ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 1,58.10
-5
ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 5,88.10
-4
ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli:
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2
= 1 atm;
ρ
P ∆
= 0 ft.lb
f
/lb
m
∆Z = 30 ft
W
s
= 0 + 5,88.10
-4
ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(30 ft) + 0 = 30,001 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η x Wp
30,001 = 0,8 x Wp
Wp = 37,501 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 7,215.10
-56
hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor =
1
/
4
hp

1,277.10
-5
ft
3
/s
0,0004 ft
2

(82,8423)(0,0319)(0,0224)
2,4797.10
-7
0,0319
2

2(1)(32,174)
0,0319
2

2(32,174)
30 x 0,0319
2

(0,0224)(2)(32,174)
0,0319
2

2(1)(32,174)
1,728
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
0,0319
2

2(32,174)
Universitas Sumatera Utara
D.23 Pompa Utilitas (PU – 05)
Fungsi : Memompa air dari tangki penampungan (TU-1)ke sand filter
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit

Kondisi operasi :
- Temperatur = 30
0
C
- Densitas air (ρ) = 995,68 kg/m
3
= 62,1586 lb
m
/ft
3
(Geankoplis, 1997)
- Viskositas air (u) = 0,8007 cP = 0,0005 lb
m
/ft⋅jam (Geankoplis, 1997)
Laju alir massa (F) = 64.000 kg/jam = 39,1935 lb
m
/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,63 ft
3
/s = 0,0179 m
3
/s

Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 × (0,63 ft
3
/s )
0,45
× (62,1586 lbm/ft
3
)
0,13

= 5,42 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 6 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 6,06 in = 0,505 ft
Diameter Luar (OD) : 6,625 in = 0,5521 ft
Inside sectional area : 0,206 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 3,1433 ft/s
Bilangan Reynold : N
Re
=
u
ρ D v × ×

=
= 183.372,983
Karena N
Re
> 4000, maka aliran turbulen.
Untuk pipa commercial steel dan 6 in Sc.40, diperoleh : ε = 0,000046
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 183.372,983 dan
D
ε
= 0,00009108,
diperoleh : f = 0,003

Friction loss :
1 Sharp edge entrance= h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5(1 – 0) = 0,0768 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 0,2303 ft.lbf/lbm
F
ρ
21,531 lb
m
/s
62,1586 lb
m
/ft
3


0,63 ft
3
/s
0,2006 ft
2


(62,1586 lb
m
/ft
3
)(3,1433 ft/s)(0,505 ft)
0,0005 lb
m
/ft.s
3,1433
2

2(1)(32,174)
3,1433
2

2(32,174

3,1433
2

2(32,174

Universitas Sumatera Utara
1 check valve = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,307 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 50 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,003) = 0,1824 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,1535 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,9501 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 50 ft
Maka :
W
s
= 0,9501 ft.lbf/lbm + 0 + (1 lbf/lbm)(50 ft) + 0

= 50,95 ft.lbf/lbm

Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η x Wp
50,95 = 0,8 x Wp
Wp = 63,688 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 4,538 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 4
3
/
4
hp

D.24 Pompa Utilitas (PU – 06)
Fungsi : Memompa air dari tangki TU – 01 ke menara air.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit

Kondisi operasi :
- Temperatur = 30
0
C
- Densitas air (ρ) = 995,68 kg/m
3
= 62,1586 lb
m
/ft
3
(Geankoplis, 1997)
- Viskositas air (u) = 0,8007 cP = 0,0005 lb
m
/ft⋅jam (Geankoplis, 1997)
Laju alir massa (F) = 64.000 kg/jam = 39,1935 lb
m
/s
Laju alir volumetrik, Q = = = 0,6305 ft
3
/s = 0,0179 m
3
/s

F
ρ
39,1935 lb
m
/s
62,1586 lb
m
/ft
3


50 x 3,1433
2

(0,2557)(2)(32,174)
3,1433
2

2(1)(32,174)
64.000
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft.lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara
Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 × (0,0179 ft
3
/s )
0,45
× (62,1586 lbm/ft
3
)
0,13

= 5,42 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 6 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 6,06 in = 0,51 ft
Diameter Luar (OD) : 6,625 in = 0,55 ft
Inside sectional area : 0,2006 ft

Kecepatan linear, v = Q/A = = 3,1433 ft/s
Bilangan Reynold : N
Re
=
u
ρ D v × ×

=
= 183.372,983
Karena N
Re
> 4000, maka aliran turbulen.
Untuk pipa commercial steel dan pipa 6 in Sc.40, diperoleh : ε = 0,000046
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 183.372,983 dan
D
ε
= 9,108. 10
-5
,
diperoleh : f = 0,003

Friction loss :
1 Sharp edge entrance= h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5(1 – 0) = 0,0768 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 0,2303 ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.Kf.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,3071 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 30 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,005) = 0,1095 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,1535 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,8722 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :
0,0179 ft
3
/s
0,0513 ft
2


(62,1586 lb
m
/ft
3
)(3,1433ft/s)(0,51 ft)
0,0005 lb
m
/ft.s
3,1433
2

2(1)(32,174)
3,1433
2

2(32,174

3,1433
2

2(32,174

30 x 3,1433
2

(0,2557)(2)(32,174)
3,1433
2

2(1)(32,174)
Universitas Sumatera Utara
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 30 ft
Maka :
W
s
= 0,8722 ft.lbf/lbm + 0 + (1 lbf/lbm)(30 ft) + 0

= 80,877 ft.lbf/lbm

Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η x Wp
80,877 = 0,8 x Wp
Wp = 101,0965 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 7,204 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor 7 ¼ hp

D.25 Pompa Kation (PU – 07)
Fungsi : Memompa air dari menara air ke tangki kation.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1

Kondisi operasi:
P = 1 atm
T = 30
0
C
Laju alir massa (F) = 63.009 kg/jam = 0,599 lbm/s
Densitas air (ρ) = 955,68 kg/m
3
= 62,1586 lbm/ft
3

Viskositas air (u) = 0,8007cP = 0,0005 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (Q) = = 0,6208 ft
3
/s

Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (0,6208 ft
3
/s )
0,45
(62,1586 lbm/ft
3
)
0,13

= 5,38 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 6 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 6,06 in = 0,0505 ft
Diameter Luar (OD) : 6,625 in = 0,551 ft
Inside sectional area : 0,2006 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 3,0946 ft/s
64.000
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft.lbf/lbm
63,009 lb
m
/s
62,1586 lb
m
/ft
3


0,6208 ft
3
/s
0,00233 ft
2

Universitas Sumatera Utara
Bilangan Reynold: N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 180.533,567 (turbulen)
Untuk pipa commercial steel dan pipa 3 in Sc.40
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 180.533,567, diperoleh : f = 0,004

Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 0,0744 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 0,2232 ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,2976 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 50 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,0048) = 0,2358 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,1488 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,9799 ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 50 ft, maka:
W
s
= 0 + 0,9799 ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(50 ft) + 0 = 50,0626 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
50,98 = 0,8 × Wp
Wp = 63,725 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 7,068 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 7 ¼ hp

D.26 Pompa NaCl (PU – 08)
Fungsi : Memompa air dari tangki pelarutan NaCl ke tangki kation.
(62,1586)(3,0946)(0,0505)
0,0005
3,0946
2

2(1)(32,174)
3,0946
2

2(32,174)
3,0946
2

2(32,174)
50 x 3,0946
2

(0,505)(2)(32,174)
3,0946
2

2(1)(32,174)
63.009
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit

Kondisi operasi :
P = 1 atm
T = 30
o
C
Laju alir massa (F) = 3,7446 kg/jam = 0,00229 lbm/s
Densitas NaCl (ρ) = 1.575 kg/m
3
= 98,3246 lbm/ft
3
(Othmer, 1967)
Viskositas NaCl (u) = 0,0042 cP = 2,8073.10
-6
lbm/ft.s(Othmer, 1967)
Laju alir volumetrik (Q) = = 2,33 . 10
-5
ft
3
/s

Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (2,33 .10
-5
ft
3
/s )
0,45
(98,3246 lbm/ft
3
)
0,13

= 0,06 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal :
1
/
8
in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 0,269 in = 0,0224 ft
Diameter Luar (OD) : 0,405 in = 0,0337 ft
Inside sectional area : 0,0004 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 0,0583 ft/s
Bilangan Reynold : N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 45.778,5585 (turbulen)
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis, 1997 untuk N
Re
= 45.778,5585 diperoleh : f = 0,002
Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 2,64. 10
-5
ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 7,9 . 10
-5
ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 1,056. 10
-4
ft.lbf/lbm
Pipa lurus 30 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,021) = 1,979 . 10
-3
ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 5,28. 10
-5
ft.lbf/lbm
0,00229 lb
m
/s
98,3246 lb
m
/ft
3


(98,3246)(0,0583)(0,0224)
2,8073.10
-6
2,33 . 10
-5
ft
3
/s
0,00044 ft
2

0,0583
2

2(1)(32,174)
0,0583
2

2(32,174)
0,0583
2

2(32,174)

30 x 0,0583
2

(0,0224)(2)(32,174)
0,0583
2

2(1)(32,174)
Universitas Sumatera Utara
Total friction loss : ∑ F = 2,244. 10
-3
ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 30 ft, maka:
W
s
= 0 + 2,244. 10
-3
ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(30 ft) + 0 = 30,0022 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
30,022 = 0,8 × Wp
Wp = 37,503 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 1,56 . 10
-4
hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = ¼ hp

D.27 Pompa NaOH (PU – 09)
Fungsi : Memompa air dari tangki pelarutan NaOH ke tangki anion.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
P = 1 atm
T = 30
o
C
Laju alir massa (F) = 1.4992 kg/jam = 0,0009 lbm/s
Densitas NaOH (ρ) = 1.518 kg/m
3
= 94,7662 lbm/ft
3
(Othmer, 1967)
Viskositas NaOH (u) = 0,0004302 cP = 2,8909.10
-7
lbm/ft.s(Othmer,1967)
Laju alir volumetrik (Q) = = 9,688.10
-6
ft
3
/s
Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (9,688.10
-6
ft
3
/s )
0,45
(94,7662 lbm/ft
3
)
0,13

= 0,04 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal :
1
/
8
in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 0,269 in = 0,0224 ft
Diameter Luar (OD) : 0,405 in = 0,0337 ft
Inside sectional area : 0,0004 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 0,0242 ft/s
3,7446
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
0,0009 lb
m
/s
94,7662 lb
m
/ft
3


(94,7662)(0,0242)(0,0224)
2,8909.10
-7
9,688.10
-6
ft
3
/s
0,0016 ft
2

Universitas Sumatera Utara
Bilangan Reynold : N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 177.980,4859 (turbulen)
Untuk pipa commercial steel dan pipa 1/8 in Sc.40, diperoleh
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 177.980,4859, diperoleh : f = 0,007
Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 4,55.10
-6
ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 1,36.10
-5
ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 1,823.10
-5
ft.lbf/lbm
Pipa lurus 30 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,005) = 3,42.10
-4
ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 9,11.10
-6
ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 3,872.10
-4
ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 30 ft, maka:
W
s
= 0 + 3,872.10
-4
ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(30 ft) + 0 = 30 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
30,00039 = 0,8 × Wp
Wp = 37,5 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P = m x Wp
=
= 6,26.10
-5
hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = ¼ hp

D.28 Pompa Anion (PU – 10)
Fungsi : Memompa air dari tangki kation ke tangki anion.
Jenis : Pompa sentrifugal
0,0242
2

2(1)(32,174)
0,0242
2

2(32,174)
0,0242
2

2(32,174)
30 x 0,0242
2

(0,0224)(2)(32,174)
0,0242
2

2(1)(32,174)
1,499
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara
Jumlah : 1

Kondisi operasi:
P = 1 atm
T = 30
0
C
Laju alir massa (F) = 63.009kg/jam = 38,587lbm/s
Densitas air (ρ) = 955,68 kg/m
3
= 62,1586 lbm/ft
3

Viskositas air (u) = 0,8007cP = 0,0005 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (Q) = = 0,62 ft
3
/s

Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (0,62 ft
3
/s )
0,45
(62,1586 lbm/ft
3
)
0,13

= 5,38 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 6 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 6,06 in = 0,5 ft
Diameter Luar (OD) : 6,625 in = 0,55 ft
Inside sectional area : 0,2006 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 3,0946 ft/s
Bilangan Reynold: N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 180.533,567 (turbulen)
Untuk pipa commercial steel dan pipa 6 in Sc.40
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 180.533,567, diperoleh : f = 0,004

Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 7,411 .10
-2
ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 2,232. 10
-1
ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 2,976 .10
-1
ft.lbf/lbm
Pipa lurus 50 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,0048) = 2,357 .10
-1
ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

38,587 lb
m
/s
62,1586 lb
m
/ft
3


(62,1586)(3,0946)(0,51)
0,0005
0,62 ft
3
/s
0,2006 ft
2

3,0946
2

2(1)(32,174)
3,0946
2

2(32,174)
3,0946
2

2(32,174)
50 x 3,0946
2

(0,2557)(2)(32,174)
Universitas Sumatera Utara
= (1 – 0) = 1,488 .10
-1
ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 9,798 .10
-1
ft.lbf/lbm

Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 50 ft, maka:
W
s
= 0 + 9,798 .10
-1
ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(50 ft) + 0 = 50,98 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
50,98 = 0,8 × Wp
Wp = 63,725 ft.lbf/lbm

Daya pompa : P = m x Wp
=
= 4,47 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 4
1
/
2
hp

D.29 Pompa Deaerator (PU – 11)
Fungsi : Memompa air dari tangki anion ke deaerator.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit

Kondisi operasi :
P = 1 atm
T = 30
0
C
Laju alir massa (F) = 34.158,615 kg/jam = 20,918 lbm/s
Densitas air (ρ) = 955,68 kg/m
3
= 62,1586 lbm/ft
3

Viskositas air (u) = 0,8007cP = 0,0005 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (Q) = = 0,336 ft
3
/s
Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (0,336 ft
3
/s )
0,45
( 62,1586 lbm/ft
3
)
0,13

= 4,09 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 5 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 5,047 in = 0,42 ft
Diameter Luar (OD) : 5,563 in = 0,46 ft
20,918 lb
m
/s
62,1586 lb
m
/ft
3


3,0946
2

2(1)(32,174)
63.009
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara
Inside sectional area : 0,139 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 2,421 ft/s
Bilangan Reynold: N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 117.633,844 (turbulen)
Untuk pipa commercial steel dan pipa 5 in Sc.40
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 117.633,844, diperoleh : f = 0,004

Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 0,0455 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 0,205 ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,182 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 30 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,02) = 0,104ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,0911 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,6278 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 30 ft, maka:
W
s
= 0 + 0,6278 ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(30 ft) + 0 = 30,628 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
30,628 = 0,8 × Wp
Wp = 38,285 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 1,456 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1
1
/
2
hp

(62,1586)( 2,421)(0,42)
0,0005
0,336 ft
3
/s
0,139 ft
2

2,421
2

2(1)(32,174)
2,421
2

2(32,174)
2,421
2

2(32,174)
30 x 2,421
2

(0,42)(2)(32,174)
2,421
2

2(1)(32,174)
34.158,615
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara
D.30 Pompa Ketel Uap (PU – 12)
Fungsi : Memompa air dari deaerator ke ketel uap
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
P = 1 atm
T = 30
0
C
Laju alir massa (F) = 781,337 kg/jam = 0,4785 lbm/s
Densitas air (ρ) = 955,68 kg/m
3
= 62,1586 lbm/ft
3

Viskositas air (u) = 0,8007cP = 0,0005 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (Q) = = 0,00769 ft
3
/s
Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (0,00769 ft
3
/s )
0,45
( 62,1586 lbm/ft
3
)
0,13

= 0,75 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 3/4 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 0,0824 in = 0,07 ft
Diameter Luar (OD) : 1,05 in = 0,09 ft
Inside sectional area : 0,00371 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 2,075 ft/s
Bilangan Reynold: N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 16.459,073 (turbulen)
Untuk pipa commercial steel dan pipa 3/4 in Sc.40
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 16.459,073 diperoleh : f = 0,006

Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 0,0335 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 0,1505 ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,1338 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 30 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,02) = 0,7015 ft.lbf/lbm
0,4785 lb
m
/s
62,1586 lb
m
/ft
3


(62,1586)( 2,075)(0,07)
0,0005
0,00769 ft
3
/s
0,00371 ft
2

2,075
2

2(1)(32,174)
2,075
2

2(32,174)
2,075
2

2(32,174)
30 x 2,075
2

(0,07)(2)(32,174)
Universitas Sumatera Utara
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,0669 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 1,0862 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= 216,367 kPa = 4518,962 ft.lbf/lbm
P
2
= 275 kPa = 5743,525 ft.lbf/lbm
∆P/ρ = 19,7 ft.lbf/lbm
∆Z = 30 ft, maka:
W
s
= 19,7 ft.lbf/lbm + 1,0862 ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(30 ft) + 0
= 50,787 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
50,787 = 0,8 × Wp
Wp = 63,483 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 0,055 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = ¼ hp

D.31 Pompa Solar ke Ketel Uap (PU – 13)
Fungsi : Memompa Solar dari tangki bahan bakar ke ketel uap
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
P = 1 atm
T = 30
0
C
Laju alir massa (F) = 49,024 kg/jam = 0,03 lbm/s
Densitas solar (ρ) = 890,0712 kg/m
3
= 55,5656 lbm/ft
3

Viskositas solar (u) = 1,1 cP = 0,0007 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (Q) = = 0,000433 ft
3
/s
Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (0,000433 ft
3
/s )
0,45
( 55,5656 lbm/ft
3
)
0,13

= 0,2016 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 1/4 in
2,075
2

2(1)(32,174)
781,337
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
0,03 lb
m
/s
55,5656 lb
m
/ft
3


Universitas Sumatera Utara
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 0,364 in = 0,0303 ft
Diameter Luar (OD) : 0,54 in = 0,045 ft
Inside sectional area : 0,00072 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 0,602 ft/s
Bilangan Reynold: N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 1.372,694 (laminar)
Untuk pipa commercial steel dan pipa 1/4 in Sc.40
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 1.372,694 diperoleh : f = 0,015

Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 0,0028 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 0,0042 ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,0113 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 20 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,015) = 0,2229 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,0056 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0, 2468 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= 101,325 kPa
P
2
= 275 kPa
∆Z = 20 ft, maka:
W
s
= 65,285 kPa + 0,2468 ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(20 ft) = 85,325 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
85,325 = 0,8 × Wp
Wp = 106,914 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 0,0058 hp
(55,5656)(0,602)(0,0303)
0,0007
0,000433 ft
3
/s
0,00072 ft
2

0,602
2

2(1)(32,174)
0,602
2

2(32,174)
0,602
2

2(32,174)
20 x 0,602
2

(0,1342)(2)(32,174)
0,602
2

2(1)(32,174)
49,024
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara
Maka dipilih pompa dengan daya motor = ¼ hp
D.32 Pompa Solar ke Generator (PU – 14)
Fungsi : Memompa Solar dari tangki bahan bakar ke Generator
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit

Kondisi operasi :
P = 1 atm
T = 30
0
C
Laju alir massa (F) = 21,81 kg/jam = 0,0134 lbm/s
Densitas solar (ρ) = 890 kg/m
3
= 55,5656 lbm/ft
3

Viskositas air (u) = 1,1 cP = 0,0007 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (Q) = = 0,00024 ft
3
/s
Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (0,00024 ft
3
/s )
0,45
( 55,5656 lbm/ft
3
)
0,13

= 0,1546 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 0,25 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 0,364 in = 0,0303 ft
Diameter Luar (OD) : 0,54 in = 0,045 ft
Inside sectional area : 0,00072 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 0,3339 ft/s
Bilangan Reynold: N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 761,237 (laminar)
Untuk pipa commercial steel dan pipa 1/4 in Sc.40
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 761,237 diperoleh : f = 0,07

Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 0,0009 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 0,0026 ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,0035 ft.lbf/lbm
0,0134 lb
m
/s
55,5656 lb
m
/ft
3


(55,5656)(0,3339)(0,0303)
0,0007
0,00024 ft
3
/s
0,00072 ft
2

0,3339
2

2(1)(32,174)
0,3339
2

2(32,174)
0,3339
2

2(32,174)
Universitas Sumatera Utara
Pipa lurus 50 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,02) = 0,7996 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,0017 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,8082 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 50 ft, maka:
W
s
= 0 + 0,8082 ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(50 ft) + 0 = 50,8082 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
50,8082 = 0,8 × Wp
Wp = 64,521 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 0,0015 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = ¼ hp



D.33 Pompa Air Panas (PU – 15)
Fungsi : Memompa air dari deaerator ke distribusi air panas
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
P = 1 atm
T = 90
0
C
Laju alir massa (F) = 33.377,278 kg/jam = 20,44 lbm/s
Densitas air (ρ) = 955,68 kg/m
3
= 62,1586 lbm/ft
3

Viskositas air (u) = 0,8007cP = 0,0005 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (Q) = = 0,329 ft
3
/s
Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (0,329 ft
3
/s )
0,45
( 62,1586 lbm/ft
3
)
0,13

= 4,04 in
20,44 lb
m
/s
62,1586 lb
m
/ft
3


20 x 0,3339
2

(0,0303)(2)(32,174)
0,3339
2

2(1)(32,174)
21,8102
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 5 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 5,047 in = 0,42 ft
Diameter Luar (OD) : 5,563 in = 0,46 ft
Inside sectional area : 0,00371 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 2,366 ft/s
Bilangan Reynold: N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 114.943,152 (turbulen)
Untuk pipa commercial steel dan pipa 5 in Sc.40
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 114.943,152 diperoleh : f = 0,006

Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 0,0435 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 0,1305 ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,174 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 30 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,02) = 0,1489 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,087 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,5838 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 30 ft, maka:
W
s
= 0 ft.lbf/lbm + 0,5838 ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(30 ft) + 0
= 30,584 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
30,584 = 0,8 × Wp
Wp = 38,23 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
(62,1586)( 2,366)(0,42)
0,0005
0,329 ft
3
/s
0,00371 ft
2

2,366
2

2(1)(32,174)
2,366
2

2(32,174)
2,366
2

2(32,174)
30 x 2,366
2

(0,42)(2)(32,174)
2,366
2

2(1)(32,174)
33.377,278
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara
= 1,42 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1
1
/
2
hp



D.34 Pompa Air Proses (PU – 16)
Fungsi : Memompa air dari deaerator ke distribusi air panas
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
P = 1 atm
T = 30
0
C
Laju alir massa (F) = 28035,3 kg/jam = 17,1688 lbm/s
Densitas air (ρ) = 955,68 kg/m
3
= 62,1586 lbm/ft
3

Viskositas air (u) = 0,8007cP = 0,0005 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (Q) = = 0,276 ft
3
/s
Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (0,276 ft
3
/s )
0,45
( 62,1586 lbm/ft
3
)
0,13

= 3,74 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 4 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 4,026 in = 0,34 ft
Diameter Luar (OD) : 4,5 in = 0,38 ft
Inside sectional area : 0,0884 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 3,1245 ft/s
Bilangan Reynold: N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 121.098,9545 (turbulen)
Untuk pipa commercial steel dan pipa 4 in Sc.40
Dari Fig. 2.10–3, Geankoplis,1997 untuk N
Re
= 121.098,9545 diperoleh : f = 0,004

Friction loss :
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 0,0759 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 0,228 ft.lbf/lbm
17,1688 lb
m
/s
62,1586 lb
m
/ft
3


(62,1586)( 3,1245)(0,42)
0,0005
0,276 ft
3
/s
0,0884 ft
2

3,1245
2

2(1)(32,174)
3,1245
2

2(32,174)
Universitas Sumatera Utara
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,303 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 30 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,02) = 0,2171 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,1517 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,9757 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli :
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 30 ft, maka:
W
s
= 0 ft.lbf/lbm + 0,9757 ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(30 ft) + 0
= 30,9757 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
30,9757 = 0,8 × Wp
Wp = 38,7196 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 1,2 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1
1
/
4
hp



D.35 Pompa Kaporit (PU – 17)
Fungsi : Memompa air dari tangki pelarutan kaporit ke tangki TU – 03.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi:
P = 1 atm
T = 30
o
C
Laju alir massa (F) = 0,0028 kg/jam = 1,734. 10
-6
lbm/s
Densitas kaporit (ρ) = 1.272 kg/m
3
= 79,4088 lbm/ft
3

Viskositas kaporit (u) = 6,7197.10
-4
cp = 4,5156.10
-7
lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (Q) = = 2,18 . 10
-8
ft
3
/s
Desain pompa:
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
3,1245
2

2(32,174)
30 x 3,1245
2

(0,34)(2)(32,174)
3,1245
2

2(1)(32,174)
28.035,3
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
1,734.10
-6
lb
m
/s
79,4088 lb
m
/ft
3


Universitas Sumatera Utara
= 3,9 (2,18 . 10
-8
ft
3
/s )
0,45
(79,4088 lbm/ft
3
)
0,13

= 0,0025 in

Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel:
Ukuran nominal :
1
/
8
in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 0,269 in = 0,0224 ft
Diameter Luar (OD) : 0,405 in = 0,0337 ft
Inside sectional area : 0,0004 ft
2


Kecepatan linear, v = Q/A = = 5,459.10
-5
ft/s
Bilangan Reynold: N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 215,1947 (laminer)
Untuk pipa commercial steel dan pipa 1 in Sc.40
Pada N
Re
= 215,1947 harga f = 0,025
(Geankoplis,1997)



Friction loss:
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 2,31.10
-11
ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 6,947.10
-11
ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 9,26.10
-11
ft.lbf/lbm
Pipa lurus 30 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,025) = 6,197.10
-9
ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 4,63.10
-11
ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 6,43.10
-9
ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 30 ft, maka:
(79,4088)(5,459.10
-5
)(0,0224)
0,0005
2,25 . 10
-8
ft
3
/s
0,0004 ft
2

0,00005459
2

2(1)(32,174)
0,00005459
2

2(32,174)
0,00005459
2

2(32,174)
30 x 0,00005459
2

(0,0874)(2)(32,174)
0,00005459
2

2(1)(32,174)
Universitas Sumatera Utara
W
s
= 0 + 6,43.10
-9
ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(30 ft) + 0 = 30,0000000643 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
30,0000000643 = 0,8 × Wp
Wp = 37,5 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
= lbm/s x 37,5 ft.lbf/lbm x
= 1,18.10
-7
hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = ¼ hp

D.36 Pompa Air Domestik Utilitas (PU – 18)
Fungsi : Memompa air dari tangki utilitas TU – 03 ke distribusi domestik.
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
P = 1 atm
T = 30
o
C
Laju alir massa (F) = 991 kg/jam = 0,6069 lbm/s
Densitas air (ρ) = 955,68 kg/m
3
= 62,1586 lbm/ft
3

Viskositas air (u) = 0,8007 cp = 0,0005 lbm/ft.s
Laju alir volumetrik (Q) = = 0,00976 ft
3
/s
Desain pompa :
Di
,opt
= 3,9 (Q)
0,45
(ρ)
0,13
(Timmerhaus,1991)
= 3,9 (0,00976 ft
3
/s )
0,45
(62,1586 lbm/ft
3
)
0,13

= 0,83 in
Dari Appendiks A.5 Geankoplis,1997, dipilih pipa commercial steel :
Ukuran nominal : 1 in
Schedule number : 40
Diameter Dalam (ID) : 1,049 in = 0,0874 ft
Diameter Luar (OD) : 1,315 in = 0,1096 ft
Inside sectional area : 0,006 ft
2

Kecepatan linear, v = Q/A = = 1,6273 ft/s
Bilangan Reynold: N
Re
=
u
ρ D v × ×
=
= 16.432,8 (turbulen)
Untuk pipa commercial steel dan pipa 1 in Sc.40, diperoleh : ε = 0,000046
Pada N
Re
= 16.432,8 dan ε/D = 0,000526
maka harga f = 0,0065 (Geankoplis,1997)



0,6069 lb
m
/s
62,1586 lb
m
/ft
3


(62,1586)(1,6273)(0,0874)
0,0005
0,00976 ft
3
/s
0,006 ft
2

0,0028
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara

Friction loss:
1 Sharp edge entrance = h
c
= 0,5
c
g
v
A
A
. 2
1
2
1
2
α
|
|
.
|

\
|

= 0,5 (1 – 0) = 0,0206 ft.lbf/lbm
2 elbow 90° = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 2(0,75) = 0,0617 ft.lbf/lbm
1 check valve = h
f
= n.K
f
.
c
g
v
. 2
2
= 1(2,0) = 0,0823 ft.lbf/lbm
Pipa lurus 40 ft = F
f
= 4f
c
g D
v L
. 2 .
.
2


= 4(0,008) = 0,4896 ft.lbf/lbm
1 Sharp edge exit = h
ex
=
c
g
v
A
A
. . 2
1
2
2
2
1
α
|
|
.
|

\
|

= (1 – 0) = 0,0412 ft.lbf/lbm
Total friction loss : ∑ F = 0,6953 ft.lbf/lbm
Dari persamaan Bernoulli:
( ) ( ) 0
2
1
1 2
1 2
2
1
2
2
= + ∑ +

+ − + −
s
W F
P P
z z g v v
ρ α
(Geankoplis,1997)
dimana : v
1
= v
2

P
1
= P
2

∆Z = 40 ft, maka:
W
s
= 0 + 0,6953 ft.lbf/lbm + (1 lbf/lbm)(40 ft) + 0 = 40,6953 ft.lbf/lbm
Effisiensi pompa , η= 80 %
Ws = η × Wp
40,6953 = 0,8 × Wp
Wp = 50,869 ft.lbf/lbm
Daya pompa : P = m x Wp
=
= 0,056 hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = ¼ hp


1,6273
2

2(1)(32,174)
1,6273
2

2(32,174)
1,6273
2

2(32,174)
40 x 1,6273
2

(0,0874)(2)(32,174)
1,6273
2

2(1)(32,174)
991
(0,45359)(3600)
1 hp
550 ft/lbf/lbm
Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN E
PERHITUNGAN ASPEK EKONOMI

Dalam rencana pra rancangan pabrik pembuatan polihidroksibutirat ini
digunakan asumsi sebagai berikut:
Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun.
Kapasitas maksimum adalah 5.000 ton/tahun.
Perhitungan didasarkan pada harga peralatan tiba di pabrik atau purchased-
equipment delivered (Peters, 2004).
Harga alat disesuaikan dengan nilai tukar dollar terhadap rupiah adalah :
US$ 1 = Rp 9.056,- (www.bi.go.id, 2010).

1 Modal Investasi Tetap (Fixed Capital Investment)
1.1 Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)
1.1.1 Modal untuk Pembelian Tanah Lokasi Pabrik
Luas tanah seluruhnya = 21.500 m
2

Biaya tanah pada lokasi pabrik berkisar Rp 120.000,-/m
2

Harga tanah seluruhnya = 21.500 m
2
× Rp.120.000,- /m
2
= Rp 2.580.000.000,-
Biaya perataan tanah diperkirakan 5%
Biaya perataan tanah = 0,05 x Rp. 2.700.000.000,- = Rp 129.000,000-
Maka modal untuk pembelian tanah (A) adalah Rp. 2.709.000.000,-

1.1.2 Harga Bangunan dan Sarana
Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya
No Nama Bangunan Luas (m
2
) Harga (Rp/m
2
) Jumlah (Rp)
1
Pos jaga 20
500.000 10.000.000
2
Rumah timbangan 20
1.000.000 20.000.000
3
Parkir* 250
500.000 125.000.000
4
Taman* 100
500.000 50.000.000
5
Area bahan baku 2000
1.250.000 2.500.000.000
Universitas Sumatera Utara
6 Ruang kontrol
100
1.700.000 175.000.000
7 Area proses
7000
1.000.000 7.000.000.000
Tabel LE.1 Perincian Harga Bangunan, dan Sarana Lainnya ................. (lanjutan)
No Nama Bangunan Luas (m
2
) Harga (Rp/m
2
) Jumlah (Rp)
8 Area produk
1500
1.250.000 1.875.000.000
9 Perkantoran
100
1.250.000 125.000.000
10 Laboratorium (R&D)
100
1.250.000 125.500.000
11 Quality Control Dept
100
1.250.000 125.500.000
12 Poliklinik
55
750.000 41.250.000
13 Kantin
50
750.000 37.500.000
14 Ruang Ibadah
55
1.000.000 55.000.000
15 Perpustakaan 50 750.000 37.500.000
16 Gudang peralatan 100 1.250.000 125.000.000
17 Bengkel 100 1.250.000 125.000.000
18 Unit pemadam kebakaran 100 500.000 50.000.000
19 Unit pengolahan air 2000 250.000 500.000.000
20 Pembangkit listrik 500 2.000.000 1.000.000.000
21 Pembangkit uap 400 2.000.000 800.000.000
22 Unit pengolahan limbah 300 1.200.000 360.000.000
23 Perumahan karyawan 2500 1.500.000 3.750.000.000
24 Area Perluasan* 2000 120.000 240.000.000
25 Jalan* 1000 80.000 80.000.000
26 Area antar bangunan 1000 50.000 50.000.000
TOTAL 21.500 19.381.250.000
(www.property.com, 2010)
Ket : *) = sarana
Harga bangunan saja = Rp 18.886.250.000,-
Harga sarana = Rp 495.000.000,-
Total biaya bangunan dan sarana (B) = Rp 19.381.250.000,-

Universitas Sumatera Utara
1.1.2 Perincian Harga Peralatan
Harga peralatan yang di impor dapat ditentukan dengan menggunakan
persamaan berikut (Timmerhaus et al, 2004) :

=
y
x
m
1
2
y x
I
I
X
X
C C
dimana: C
x
= harga alat pada tahun 2010
C
y
= harga alat pada tahun dan kapasitas yang tersedia
X
1
= kapasitas alat yang tersedia
X
2
= kapasitas alat yang diinginkan
I
x
= indeks harga pada tahun 2010
I
y
= indeks harga pada tahun yang tersedia
m = faktor eksponensial untuk kapasitas (tergantung jenis alat)
Untuk menentukan indeks harga pada tahun 2010 digunakan metode regresi
koefisien korelasi:
| |
( ) ( ) ( ) ( )
2
i
2
i
2
i
2
i
i i i i
ΣY ΣY n ΣX ΣX n
ΣY ΣX Y ΣX n
r
− ⋅ × − ⋅
⋅ − ⋅ ⋅
= (Montgomery, 1992)
Tabel LE.2 Harga Indeks Marshall dan Swift
No. Tahun (Xi) Indeks (Yi) Xi.Yi Xi² Yi²
1 1987 814 1617418 3948169 662596
2 1988 852 1693776 3952144 725904
3 1989 895 1780155 3956121 801025
4 1990 915 1821049 3960100 837408,01
5 1991 931 1852824,6 3964081 866016,36
6 1992 943 1878655,2 3968064 889437,61
7 1993 964 1921650,6 3972049 929681,64
8 1994 993 1980839,6 3976036 986843,56
9 1995 1028 2049862,5 3980025 1055756,25
10 1996 1039 2074043,6 3984016 1079728,81
11 1997 1057 2110429,6 3988009 1116826,24
12 1998 1062 2121676,2 3992004 1127631,61
13 1999 1068 2135531,7 3996001 1141264,89
14 2000 1089 2178000 4000000 1185921
15 2001 1094 2188893.9 4004001 1196617,21
Universitas Sumatera Utara
16 2002 1103 2207205 4008004 1215506,25
Total 31912 15846 31612010,5 63648824 15818164,44
Sumber: Tabel 6-2, Peters, 2004
Data : n = 16 ∑Xi = 31912 ∑Yi = 15846,4
∑XiYi = 31612010,5 ∑Xi² = 63648824 ∑Yi² = 15818164,44

Dengan memasukkan harga-harga pada Tabel LE – 2, maka diperoleh harga
koefisien korelasi:
r =
[(16). (63648824) – (31912)²] x [(16)( 15818164,44) – (15846,4)² ]
½

(16) . (31612010,5) – (31912)(15846,4)
≈ 0,981 = 1
Harga koefisien yang mendekati +1 menyatakan bahwa terdapat hubungan linier
antar variabel X dan Y, sehingga persamaan regresi yang mendekati adalah persama-
an regresi linier.
Persamaan umum regresi linier, Y = a + b ⋅ X
dengan: Y = indeks harga pada tahun yang dicari (2010)
X = variabel tahun ke n – 1
a, b = tetapan persamaan regresi
Tetapan regresi ditentukan oleh : (Montgomery, 1992)
( ) ( )
( ) ( )
2
i
2
i
i i i i
ΣX ΣX n
ΣY ΣX Y ΣX n
b
− ⋅
⋅ − ⋅
=
a
2 2
2
Xi) ( Xi n.
Xi.Yi Xi. Xi Yi.
Σ − Σ
Σ Σ − Σ Σ
=
Maka :

= 18,723


= -36351,92
Sehingga persamaan regresi liniernya adalah:
Y = a + b ⋅ X
Y = 18,723 X – 36351,92
( ) ( )( )
( ) ( )
185 . 3
536 . 53
937 . 27 511 . 748 . 55 14
184 . 14 937 . 27 28.307.996 14
b
2
=


=
( )( ) ( )( )
( ) ( )
185 . 3
228 . 604 . 103
937 . 27 511 . 748 . 55 14
996 . 307 . 28 937 . 27 511 . 748 . 55 14.184
a
2

=


=
Universitas Sumatera Utara
Dengan demikian, harga indeks pada tahun 2010 adalah:
Y = 18,723 (2010) – 36351,92
Y = 1280,6
Perhitungan harga peralatan adalah menggunakan harga faktor eksponsial (m)
Marshall & Swift. Harga faktor eksponen ini beracuan pada Tabel 6-4 Peters, 2004.
Untuk alat yang tidak tersedia, faktor eksponensialnya dianggap 0,6 (Peters, 2004).
a. Tangki biomassa (V-101)
Contoh perhitungan harga peralatan:
Kapasitas tangki , X
2
= 18,542 m
3
. Dari Gambar LE.1 berikut, diperoleh
untuk harga kapasitas tangki (X
1
) 1 m³ adalah (C
y
) US$ 6700. Dari tabel 6-4,
Timmerhaus, 2004, faktor eksponen untuk tangki adalah (m) 0,49. Indeks harga pada
tahun 2002 (I
y
) 1103.
Capacity, m
3
P
u
r
c
h
a
s
e
d

c
o
s
t
,

d
o
l
l
a
r
10
6
10
5
10
4
10
3
10
2
10
3
10
4
10
5
Capacity, gal
10
-1
1
10 10
2
10
3
P-82 Jan,2002
310 kPa (30 psig) Carbon-steel tank (spherical)
Carbon steel
304 Stainless stell
Mixing tank with agitator

Gambar LE.1 Harga Peralatan untuk Tangki Penyimpanan dan Tangki
Pelarutan.(Peters, 2004)

Indeks harga tahun 2010 (I
x
) adalah 1.280,6. Maka estimasi harga tangki untuk (X
2
)
24,7227 m
3
adalah :
C
x
= US$ 6700 ×
49 , 0
1
18,542
x
1103
1280,6

C
x
= US$ 32.532.-
C
x
= Rp 294.609.179,-/unit
Untuk harga alat impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai berikut:
- Biaya transportasi = 5 °
Universitas Sumatera Utara
- Biaya asuransi = 1 °
- Bea masuk = 15 ° (Rusjdi, 2004)
- PPn = 10 ° (Rusjdi, 2004)
- PPh = 10 ° (Rusjdi, 2004)
- Biaya gudang di pelabuhan = 0,5 °
- Biaya administrasi pelabuhan = 0,5 °
- Transportasi lokal = 0,5 °
- Biaya tak terduga = 0,5 °
Total = 43 °
Untuk harga alat non impor sampai di lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai
berikut:
- PPn = 10 ° (Rusjdi, 2004)
- PPh = 10 ° (Rusjdi, 2004)
- Transportasi lokal = 0,5 °
- Biaya tak terduga = 0,5 °
Total = 21 °














Universitas Sumatera Utara


Tabel LE.3 Estimasi Harga Peralatan Proses
No. Kode Unit Ket
*)

Harga / Unit
(Rp) Harga Total (Rp)
1 V-101 1 NI
73.652.295 73.652.295
2 V-102 1 NI
40.732.461 40.732.461
3 V-103 1 NI
41.911.149 41.911.149
4 V-104 1 NI
109.279.350 109.279.350
5 V-105 1 NI
32.886.768 32.886.768
6 V-106 1 NI
30.075.525 30.075.525
7 V-107 1 NI
347.771.301 347.771.301
8 V-108 1 NI
109.279.350 109.279.350
9 V-109 1 NI
60.784.650 60.784.650
10 VE-101 1 I
72.708.269 72.708.269
11 R-101 50 NI
684.707.610 34.235.380.931
12 SPD-101 1 I
40.752.000 40.752.000
13 DC-101 1 I
31.696.000 31.696.000
14 E-101 1 NI
333.851 333.851
15 E-102 10 NI
3.377.376 33.773.760
16 E-103 1 NI
516.527 516.527
17 E-104 1 NI
516.511 516.511
18 E-105 1 I
653.853 653.853
19 E-106 1 I
379.868 379.868
20 C-101 1 NI
1.156.905 1.156.905
21 SC-101 1 NI
581.203 581.203
22 CF-101 1 I
90.560.000 90.560.000
23 CF-102 1 I
90.560.000 90.560.000
24 CF-103 1 I
90.560.000 90.560.000
Total 35.884.273.833
Impor 417.417.472
Universitas Sumatera Utara
Non-Impor 35.466.856.361


Tabel LE.4 Estimasi Harga Peralatan Utilitas
No. Kode Unit Ket
*)
Harga / Unit (Rp) Harga Total (Rp)
1 SC 1 I 55.828.155 55.828.155
2 BS 1 NI 6.500.000 6.500.000
3 CL 1 I 12.984.816.097 12.984.816.097
4 MA 1 I 2.785.740449 2.785.740449
5 CE 1 I 401.939.090 401.939.090
6 AE 1 I 401.939.090 401.939.090
7 DE 3 I 3.520.778.446 10.562.335.337
8 KU 1 I 73.241.420.253 73.241.420.253
9 SF 1 I 2.445.290.229 2.445.290.229
10 TB 1 I 720.048.765 720.048.765
10 TU-01 1 I 10.078.929.323 10.078.929.323
11 TU-02 1 I 13.155.300.640 13.155.300.640
12 TU-03 1 I 2.579.137.948 2.579.137.948
14 TP-01 1 I 179.715850 179.715850
15 TP-02 1 I 134.624.738 134.624.738
16 TP-03 1 I 139.256.161 139.256.161
17 TP-04 1 I 91.546.970 91.546.970
18 TP-05 1 I 6.692.962 6.692.962
19 PU-01 1 NI 6.519.079 6.519.079
20 PU-02 1 NI 3.049.202 3.049.202
21 PU-03 1 NI 691.966 691.966
22 PU-04 1 NI 550.484 550.484
23 PU-05 1 NI 46.100.838 46.100.838
24 PU-06 1 NI 46.100.838 46.100.838
25 PU-07 1 NI 8.596.243 8.596.243
26 PU-08 1 NI 33.120 33.120
Universitas Sumatera Utara
27 PU-09 1 NI 248.682 248.682
28 PU-10 1 NI 8.596.243 8.596.243
29 PU-11 1 NI 7.019.830 7.019.830
30 PU-12 1 NI 787.797 787.797
31 PU-13 1 NI 643.333 643.333
32 PU-14 1 NI 529.498 529.498
33 PU-15 1 NI 262,241 262,241
34 PU-16 1 NI 5.418.695 5.418.695
35 PU-17 1 NI 70.808 70.808
36 PU-18 1 NI 1.798.511 1.798.511
Total
121.113.559.307
Impor
91.705.903.917
Non-Impor
29.407.655.390
Keterangan: I untuk peralatan impor, sedangkan N.I. untuk peralatan non impor.

Total harga peralatan tiba di lokasi pabrik (purchased-equipment delivered) adalah:
=(1,43x(Rp. 417.417.472,-+Rp. 91.705.903.917,-))+(1,21 x (Rp. 35.884.273.833,-
+Rp. 29.407.655.390,-)) = Rp. 224.534.508.806,-
Biaya pemasangan diperkirakan 30 ° dari total harga peralatan (Timmerhaus 2004).
Biaya pemasangan = 0,30 × Rp. 224.534.508.806,-
= Rp. 67.360.352.642,-
Harga peralatan + biaya pemasangan (C)
= Rp. 224.534.508.806,-+ Rp. 67.360.352.642,-
= Rp 291.894.861.448,-

1.1.4 Instrumentasi dan Alat Kontrol
Diperkirakan biaya instrumentasi dan alat kontrol 10° dari total harga
peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya instrumentasi dan alat kontrol (D) = 0,1 × Rp. 224.534.508.806,-
= Rp 22.453.450.880,-

Universitas Sumatera Utara
1.1.5 Biaya Perpipaan
Diperkirakan biaya perpipaan 30° dari total harga peralatan
(Timmerhaus et al, 2004).
Biaya perpipaan (E) = 0,3 × Rp. 224.534.508.806,-
= Rp 67.360.352.642,-
1.1.6 Biaya Instalasi Listrik
Diperkirakan biaya instalasi listrik 15° dari total harga peralatan
(Timmerhaus et al, 2004).
Biaya instalasi listrik (F) = 0,15 × Rp. 224.534.508.806,-
= Rp 44.906.902.761,-
1.1.7 Biaya Inventaris Kantor
Diperkirakan biaya inventaris kantor 3 ° dari total harga peralatan
(Timmerhaus et al, 2004).
Biaya inventaris kantor (H) = 0,03 × Rp. 224.534.508.806,-
= Rp 6.736.035.264,-
1.1.8 Biaya Perlengkapan Kebakaran dan Keamanan
Diperkirakan biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan 2° dari total
harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan (I)
= 0,02 × Rp. 224.534.508.806,-
= Rp 4.490.690.176,-
1.1.9 Sarana Transportasi
Untuk mempermudah pekerjaan, perusahaan memberi fasilitas sarana
transportasi ( J ) seperti pada tabel berikut.
Tabel LE.5 Biaya Sarana Transportasi
No.

Jenis
Kendaraan

Unit

Merek

Harga/ Unit
(Rp)
Harga Total
(Rp)
1 Mobil GM 1 Toyota furtuner 359.000.000 359.000.000
2 Mobil manajer 4 Honda CR-V 272.000.000 1.088.000.000
3 Bus karyawan 2 Bus Mitsubishi 330.000.000 660.000.000
Universitas Sumatera Utara
4 Mobil pemasaran 2 Kijang Innova 254.300.000 508.600.000
5 Truk 4 Truk Mitsubishi 300.000.000 1.200.000.000
6
Mobil pemadam
kebakaran
2 Truk mitsubishi 400.000.000 800.000.000
Total 4.615.600.000
Total MITL = A + B + C + D + E + F + G + H + I + J
= Rp 464.548.142.172,-

1.2 Modal Investasi Tetap Tak Langsung (MITTL)
1.2.1 Pra Investasi
Diperkirakan 7 ° dari total harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
Pra Investasi (K) = 0,07 x Rp. 224.534.508.806,-
= Rp 15.717.415.616,-
1.2.2 Biaya Engineering dan Supervisi
Diperkirakan 30° dari total harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya Engineering dan Supervisi (L) = 0,30 × Rp. 224.534.508.806,-
= Rp 67.360.352.642,-
1.2.3 Biaya Legalitas
Diperkirakan 4° dari total harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya Legalitas (M) = 0,04 × Rp. 224.534.508.806,-
= Rp 8.981.380.352,-
1.2.4 Biaya Kontraktor
Diperkirakan 10° dari total harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya Kontraktor (N) = 0,10 × Rp. 224.534.508.806,-
= Rp 22.453.450.880,-
1.2.5 Biaya Tak Terduga
Diperkirakan 30° dari total harga peralatan (Timmerhaus et al, 2004) .
Biaya Tak Terduga (O) = 0,30 × Rp 224.534.508.806,-
= Rp 67.360.352.642,-

Total MITTL = K + L + M + N + O
= Rp 181.872.952.133,-
Universitas Sumatera Utara
Total MIT = MITL + MITTL
= Rp 646.421.094.304,-



2 Modal Kerja
Modal kerja dihitung untuk pengoperasian pabrik selama 1 bulan (= 30 hari)
2.1 Persediaan Bahan Baku
2.1.1 Bahan baku proses
1. MgSO
4
.7H
2
O
Kebutuhan = 2.724,528 kg/hari
Harga MgSO
4
.7H
2
O = Rp 108.129 ,- /kg (www.alfa.com, 2010)
Harga total = 30 hari × 2.724,528 kg/hari × Rp 108.129,- /kg
= Rp 8,837,985,218 ,-

2. (NH
4
)
2
SO
4

Kebutuhan = 378,409 kg/hari
Harga = Rp 166.848,- /kg (www.alfa.com, 2010)
Harga total = 30 hari × 378,409 kg/hari x Rp. 166.848,- /kg
= Rp 1.894.100.639,-

3. Glukosa
Kebutuhan = 45.409,080 kg/hari
Harga = Rp. 5.500,-/kg (CV. DANACO, 2010)
Harga total = 30 hari × 45.409,080 kg/hari x Rp 5.500,-/kg
= Rp 7.492.498.200 ,-
4. FeCl
3

Kebutuhan = 233,040 kg/hari
Harga MgSO
4
.7H
2
O = Rp 55.423,- /kg (www.alfa.com, 2010)
Harga total = 30 hari × 233,040 kg/hari × Rp 55.423,- /kg
= Rp 387.471.320,-

Universitas Sumatera Utara
5. CuSO
4

Kebutuhan = 3,528 kg/hari
Harga = Rp 502.608,- /kg (www.alfa.com, 2010)
Harga total = 30 hari × 3,528 kg/hari x Rp. Rp 502.608,- /kg
= Rp 53.196.031,-
6. NiCl
2

Kebutuhan = 2,976 kg/hari
Harga = Rp. 452.800,-/kg (www.alfa.com, 2010)
Harga total = 30 hari × 2,976 kg/hari x Rp 452.800,-/kg
= Rp 404.259.840,-

2.1.2 Persediaan bahan baku utilitas
1. Alum, [Al
2
(SO
4
)
3
]
Kebutuhan = 3,200 kg/jam
Harga = Rp 1.100 ,-/kg (PT. Bratachem 2010)
Harga total = 90 hari × 24 jam/hari × 3,200 kg/jam × Rp 1.100,-/kg
= Rp 27.878.400 ,-
2. Soda abu, (Na
2
CO
3
)
Kebutuhan = 1,728 kg/jam
Harga = Rp 2.500,-/kg (PT. Merck, 2010)
Harga total = 90 hari × 24 jam/hari × 1,728 kg/jam × Rp 2.500,-/kg
= Rp 34.214.400 ,-
3. Kaporit
Kebutuhan = 0,0029 kg/jam
Harga = Rp 9.500,-/kg (PT. Bratachem 2010)
Harga total = 90 hari × 24 jam/hari × 0,0029 kg/jam × Rp 9.500,-/kg
= Rp 218.196 ,-
4. Natrium Klorida, (NaCl)
Kebutuhan = 3,750 kg/jam
Harga = Rp 6.000,-/kg (PT. Bratachem 2010)
Harga total = 90 hari × 24 jam x 3,750 kg/hari × Rp 6000,-/kg
= Rp 16.141.304,-
5. Natrium Hidroksida, (NaOH)
Universitas Sumatera Utara
Kebutuhan = 1,500 kg/jam
Harga = Rp 3.250,-/kg (PT. Merck, 2010)
Harga total = 90 hari × 24 jam × 1,500 kg/jam × Rp 3.250 ,-/kg
= Rp 38.610.000 ,-

6. Solar
Kebutuhan = 79.589 ltr/jam
Harga solar untuk industri = Rp. 4.500 ,-/liter (PT.Pertamina, 2010)
Harga total = 90 hari × 24 jam/hari × 79.589 ltr/jam × Rp. 4.500 ,-/liter
= Rp Rp 2.836.551.960,-

Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 3 bulan (90
hari) adalah = Rp 28.256.772.788 ,-

2.2 Kas
2.2.1 Gaji Pegawai
Tabel LE.6 Perincian Gaji Pegawai
No Jabatan Jumlah
Gaji/bulan
(Rp)
Jumlah
Gaji/bulan
(Rp)
1 Dewan Komisaris 3 20.000.000 60.000.000
2 Direktur 1 20.000.000 20.000.000
3 Sekretaris 2 3.000.000 6.000.000
4 Manajer Produksi 1 12.000.000 12.000.000
5 Manajer Teknik 1 12.000.000 12.000.000
6 Manajer Umum dan Keuangan 1 12.000.000 12.000.000
7 Manajer Pembelian dan Pemasaran 1 12.000.000 12.000.000
8 Kepala Seksi Proses 1 6.000.000 6.000.000
9
Kepala Seksi Laboratorium QCD dan R&D
1
6.000.000
6.000.000
10 Kepala Seksi Utilitas 1 6.000.000 6.000.000
11 Kepala Seksi Listrik 1 6.000.000 6.000.000
12 Kepala Seksi Instrumentasi 1 4.000.000 4.000.000
Universitas Sumatera Utara
13 Kepala Seksi Pemeliharaan Pabrik 1 4.000.000 4.000.000
14 Kepala Seksi Keuangan 1 5.000.000 5.000.000
15 Kepala Seksi Administrasi 1 4.000.000 4000000
16 Kepala Seksi Personalia 1 4.000.000 4000000
17 Kepala Seksi Humas 1 4.000.000 4.000.000
18 Kepala Seksi Keamanan 1 3.000.000 3.000.000
19 Kepala Seksi Pembelian 1 4.000.000 4.000.000
20 Kepala Seksi Penjualan 1 4.000.000 4.000.000
21 Kepala Seksi Gudang / Logistik 1 4.000.000 4.000.000
22 Karyawan Proses 24 2.000.000 48.000.000
23 Karyawan Laboratorium, R&D 6 2.000.000 12.000.000
24 Karyawan Utilitas 12 2.000.000 24.000.000
25 Karyawan Unit Pembangkit Listrik 8 2.000.000 16.000.000
26 Karyawan Instrumentasi Pabrik 8 2.000.000 16.000.000
27 Karyawan Pemeliharaan Pabrik 8 2.000.000 16.000.000
28 Karyawan Bagian Keuangan 4 2.000.000 8.000.000
29 Karyawan Bagian Administrasi 3 2.000.000 6.000.000
30 Karyawan Bagian Personalia 3 2.000.000 6.000.000
31 Karyawan Bagian Humas 3 2.000.000 6.000.000
32 Karyawan Pembelian 6 2.000.000 12.000.000
33 Karyawan Penjualan / Pemasaran 6 2.000.000 12.000.000
34 Petugas Keamanan 10 1.200.000 12.000.000
35 Karyawan Gudang / Logistik 6 1.800.000 10.800.000
36 Dokter 1 4.000.000 4.000.000
37 Perawat 2 1.800.000 3.600.000
38 Petugas Kebersihan 8 1.000.000 8.000.000
39 Supir 6 1.200.000 7.200.000
TOTAL 148 425.600.000




Universitas Sumatera Utara




2.2.2 Biaya Administrasi Umum
Diperkirakan 20 ° dari gaji pegawai = 0,2 × Rp 425.600.000,-
= Rp 85.120.000,-

2.2.3 Biaya Pemasaran
Diperkirakan 20 ° dari gaji pegawai = 0,2 × Rp 425.600.000,-
= Rp 85.120.000,-

Tabel LE.7 Perincian Biaya Kas
No. Jenis Biaya Jumlah (Rp)/Bulan
1. Gaji Pegawai 425.600.000,-
2. Administrasi Umum 85.120.000,-
3. Pemasaran 85.120.000,-
Total 595.840.000,-

2.3 Biaya Start – Up
Diperkirakan 8 ° dari Modal Investasi Tetap (Timmerhaus et al, 2004).
= 0,08 × Rp 646.421.094.304,-
= Rp 51.713.687.544,-

2.4 Piutang Dagang
HPT
12
IP
PD × =
dimana: PD = piutang dagang
IP = jangka waktu kredit yang diberikan (1 bulan)
HPT = hasil penjualan tahunan
Penjualan :
Harga jual PHB = US$ 16 /kg
= Rp 9.056,- /kg (www.bi.go.id, 2010)
Universitas Sumatera Utara
Produksi PHB = 13.636 kg/hari
Hasil penjualan PHB tahunan
= 13.636 kg/hari × 330 hari/tahun × Rp 9.056,- /kg
= Rp 652.032.208.650,-
Hasil penjualan total tahunan = Rp 652.032.208.650,-
Piutang Dagang =
12
1
× Rp 652.032.208.650,-
= Rp 54.336.017.388 ,-

Perincian modal kerja dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel LE.8 Perincian Modal Kerja
No.

Jumlah (Rp)
1. Bahan baku proses dan utilitas 230.028.714,-
2. Kas 595.840.000,-
3. Start up 51.713.687.544,-
4. Piutang Dagang 54.336.017.388,-
Total
106.875.573.646,-

Total Modal Investasi = Modal Investasi Tetap + Modal Kerja
= Rp 646.421.094.304,- + Rp 106.875.573.646,-
= Rp 753.296.667.950,-
Modal ini berasal dari:
- Modal sendiri = 60 ° dari total modal investasi
= 0,6 × Rp 753.296.667.950,-
= Rp 451.987.000.770,-
- Pinjaman dari Bank = 40 ° dari total modal investasi
= 0,4 × Rp 753.296.667.950,-
= Rp 301.318.667.180,-

3 Biaya Produksi Total
3.1 Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)
Universitas Sumatera Utara
3.1.1 Gaji Tetap Karyawan
Gaji tetap karyawan terdiri dari gaji tetap tiap bulan ditambah 2 bulan gaji
yang diberikan sebagai tunjangan, sehingga (P)
Gaji total = (12 + 2) × Rp 425.600.000,-
= Rp 5.958.400.000,-
3.1.2 Bunga Pinjaman Bank
Bunga pinjaman bank adalah 15 % dari total pinjaman (Bank Mandiri, 2010).
Bunga bank (Q) = 0,15 × Rp 301.318.667.180,-
= Rp 45.197.800.077,-

3.1.3 Depresiasi dan Amortisasi
Pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud yang mempunyai masa
manfaat lebih dari 1 (satu) tahun harus dibebankan sebagai biaya untuk
mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan melalui penyusutan
(Rusdji,2004). Pada perancangan pabrik ini, dipakai metode garis lurus atau straight
line method. Dasar penyusutan menggunakan masa manfaat dan tarif penyusutan
sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2000 Pasal 11
ayat 6 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel LE.9 Aturan depresiasi sesuai UU Republik Indonesia No. 17 Tahun 2000
Kelompok
Harta
Berwujud
M
asa
(t
ahun)
T
arif
(
%)

Beberapa Jenis Harta
I. Bukan
Bangunan
1.Kelompok
1

2. Kelompok
2

4

8
1
6

2
5

1
2,5
6
,25

Mesin kantor, perlengkapan, alat
perangkat/ tools industri.
Mobil, truk kerja
Mesin industri kimia, mesin industri
mesin
Universitas Sumatera Utara
3. Kelompok
3
II. Bangunan
Permanen

2
0

5

Bangunan sarana dan penunjang
Sumber : Waluyo, 2000 dan Rusdji,2004
Depresiasi dihitung dengan metode garis lurus dengan harga akhir nol.

n
L P
D

=
dimana: D = depresiasi per tahun
P = harga awal peralatan
L = harga akhir peralatan
n = umur peralatan (tahun)

Tabel LD.10 Perhitungan Biaya Depresiasi sesuai UURI No. 17 Tahun 2000
Komponen Biaya (Rp)
Umur
(tahun)
Depresiasi (Rp)
Bangunan 18.886.250.000 20 944.312.500
Peralatan proses 291.894.861.448 16 18.243.428.840
Instrumentrasi dan pengendalian proses 22.453.450.881 4 5.613.362.720
Perpipaan 67.360.352.642 4 16.840.088.160
Instalasi listrik 44.906.901.761 4 11.226.725.440
Inventaris kantor 6.736.035.364 4 1.684.008.816
Perlengkapan keamanan dan kebakaran 4.490.690.176 4 1.122.672.544
Sarana transportasi 4,615,600,000 8 576.950.000
TOTAL 56.251.549.021

Semua modal investasi tetap langsung (MITL) kecuali tanah mengalami
penyusutan yang disebut depresiasi, sedangkan modal investasi tetap tidak langsung
(MITTL) juga mengalami penyusutan yang disebut amortisasi.
Universitas Sumatera Utara
Pengeluaran untuk memperoleh harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya
yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun untuk mendapatkan,
menagih, dan memelihara penghasilan dapat dihitung dengan amortisasi dengan
menerapkan taat azas (UURI Pasal 11 ayat 1 No. Tahun 2000). Para Wajib Pajak
menggunakan tarif amortisasi untuk harta tidak berwujud dengan menggunakan masa
manfaat kelompok masa 4 (empat) tahun sesuai pendekatan prakiraan harta tak
berwujud yang dimaksud (Rusdji, 2004).
Untuk masa 4 tahun, maka biaya amortisasi adalah 25 ° dari MITTL. sehingga :
Biaya amortisasi = 0,25 × Rp 170.277.982.613,-
= Rp 45.468.238.033,-

Total biaya depresiasi dan amortisasi (R)
= Rp 56.251.549.021,- + Rp 45.468.238.033,-
= Rp 101.719.787.055,-

3.1.4 Biaya Tetap Perawatan
1. Perawatan mesin dan alat-alat proses
Perawatan mesin dan peralatan dalam industri proses berkisar 2 sampai 20%,
diambil 10% dari harga peralatan terpasang di pabrik (Timmerhaus et al,
2004).
Biaya perawatan mesin = 0,1 × Rp 291.894.861.448,-
= Rp 29.189.486.145,-

2. Perawatan bangunan
Diperkirakan 10 ° dari harga bangunan (Timmerhaus et al, 2004).
Perawatan bangunan = 0,1 × 18.886.250.000,-
= Rp 1.888.625.000,-

3. Perawatan kendaraan
Diperkirakan 10 ° dari harga kendaraan (Timmerhaus et al, 2004).
Perawatan kenderaan = 0,1 × Rp 4,615,600,000,-
= Rp 461,560,000,-
Universitas Sumatera Utara

4. Perawatan instrumentasi dan alat kontrol
Diperkirakan 10 ° dari harga instrumentasi dan alat kontrol (Timmerhaus et
al, 2004).
Perawatan instrumen = 0,1 × Rp 22.453.450.881,-
= Rp 2.245.345.088,-

5. Perawatan perpipaan
Diperkirakan 10 ° dari harga perpipaan (Timmerhaus et al, 2004).
Perawatan perpipaan = 0,1 × Rp 67.360.352.642,-
= Rp 6.736.035.264,-
6. Perawatan instalasi listrik
Diperkirakan 10 ° dari harga instalasi listrik (Timmerhaus et al, 2004).
Perawatan listrik = 0.1 × Rp 44.906.901.761,-
= Rp 4.490.690.176,-

8. Perawatan inventaris kantor
Diperkirakan 10 ° dari harga inventaris kantor (Timmerhaus et al, 2004).
Perawatan inventaris kantor = 0,1 × Rp 6.736.035.264,-
= Rp 673.603.526,-

9. Perawatan perlengkapan kebakaran
Diperkirakan 10 ° dari harga perlengkapan kebakaran (Timmerhaus et al,
2004).
Perawatan perlengkapan kebakaran = 0,1 × Rp 44.906.901.761,-
= Rp 4.490.690.176,-

Total biaya perawatan (S) = Rp 46.134.414.217,-

3.1.5 Biaya Tambahan Industri (Plant Overhead Cost)
Biaya tambahan industri ini diperkirakan 20 ° dari modal investasi tetap
(Timmerhaus et al, 2004).
Universitas Sumatera Utara
Plant Overhead Cost (T) = 0,2 x Rp 646.421.094.304,-
= Rp 129.384.218.861,-

3.1.6 Biaya Administrasi Umum
Biaya administrasi umum selama 1 bulan adalah Rp 85.120.000,-
Biaya administrasi umum selama 1 tahun (U) = 12 × Rp 85.120.000,-
= Rp 1.021.440.000,-

3.1.7 Biaya Pemasaran dan Distribusi
Biaya pemasaran selama 1 bulan adalah Rp 85.120.000,-
Biaya pemasaran selama 1 tahun = 12 × Rp 85.120.000,-
= Rp 1.021.440.000,-
Biaya distribusi diperkirakan 50 % dari biaya pemasaran, sehingga :
Biaya distribusi = 0,5 x Rp 1.021.440.000,- = Rp 510.720.000,-
Biaya pemasaran dan distribusi (V) = Rp 1.532.160.000,-

3.1.8 Biaya Laboratorium, Penelitan dan Pengembangan
Diperkirakan 5 ° dari biaya tambahan industri (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya laboratorium (W) = 0,05 x Rp 129.384.218.861,-
= Rp 6.464.210.943,-

3.1.9 Hak Paten dan Royalti
Diperkirakan 1% dari modal investasi tetap (Timmerhaus et al, 2004).
Biaya hak paten dan royalti (X) = 0,01 x Rp 646.421.094.304,-
= Rp 6.464.210.943,-

3.1.10 Biaya Asuransi
1. Biaya asuransi pabrik. adalah 3,1 permil dari modal investasi tetap
langsung (PTJAMSOSTEK, 2009).
= 0,0031 × Rp 436.634.326.661,-
= Rp 1.440.099.241,-
2. Biaya asuransi karyawan.
Universitas Sumatera Utara
Premi asuransi = 2 % dari gaji karyawan (PT. JAMSOSTEK, 2010)
Maka biaya asuransi karyawan = 0,02 x Rp 5.107.200.000,-
= Rp 102.144.000,-
Total biaya asuransi (Y) = Rp 1.542.243.241,-

3.1.11 Pajak Bumi dan Bangunan
Dasar perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mengacu kepada
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2000 Jo UU No. 21 Tahun 1997 tentang Bea
Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagai berikut:
 Yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan atas bangunan
(Pasal 2 ayat 1 UU No.20/00).
 Dasar pengenaan pajak adalah Nilai Perolehan Objek Pajak (Pasal 6 ayat 1 UU
No.20/00).
 Tarif pajak ditetapkan sebesar 5% (Pasal 5 UU No.21/97).
 Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak ditetapkan sebesar Rp.
30.000.000,- (Pasal 7 ayat 1 UU No.21/97).
 Besarnya pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalikkan tarif pajak
dengan Nilai Perolehan Objek Kena Pajak (Pasal 8 ayat 2 UU No.21/97).
Maka berdasarkan penjelasan di atas, perhitungan PBB ditetapkan sebagai berikut :


Nilai Perolehan Objek Pajak
Wajib Pajak Pabrik Pembuatan dan Polihidroksibutirat
• Tanah Rp 2.580.000.000,-
• Bangunan Rp 18.886.250.000,-
Total NJOP Rp 21.466.250.000,-
Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (Rp. 30,000,000,- )
Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak Rp 21.496.250.000,-
Pajak yang Terutang (5% x NPOPKP) Rp 1.074.812.500,-

Pajak Bumi dan Bangunan (Z) adalah Rp 1.074.812.500,-

Universitas Sumatera Utara
Total Biaya Tetap = P + Q + R + S + T + U +V + W + X + Y + Z
= Rp 377.914.127.881,-







3.2 Biaya Variabel
3.2.1 Biaya Variabel Bahan Baku Proses dan Utilitas per tahun
Biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 30 hari adalah
Rp 28.256.772.788,-
Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 1 tahun
= Rp 28.256.772.788,- x
30
330

= Rp 3.1082E+11,-
Biaya Variabel Tambahan
1. Perawatan dan Penanganan Lingkungan
Diperkirakan 1° dari biaya variabel bahan baku
Biaya variabel pemasaran = 0,01 × Rp 28.256.772.788,-
= Rp 282.567.728,-
2. Biaya Variabel Pemasaran dan Distribusi
Diperkirakan 10 ° dari biaya variabel bahan baku
Biaya perawatan lingkungan = 0,1 × Rp 28.256.772.788,-
= Rp 2.825.677.279,-
Total biaya variabel tambahan = Rp 3.108.245.007,-

3.2.2 Biaya Variabel Lainnya
Diperkirakan 5 ° dari biaya variabel tambahan
= 0,05 × Rp 3.108.245.007,-
= Rp 155.412.250,-
Universitas Sumatera Utara

Total biaya variabel = Rp 31.520.430.045,-
Total biaya produksi = Biaya Tetap + Biaya Variabel
= Rp 346.393.697.836,- + Rp 31.520.430.045,-
= Rp 377.914.127.881,-




4 Perkiraan Laba/Rugi Perusahaan
4.1 Laba Sebelum Pajak (Bruto)
Laba atas penjualan = total penjualan – total biaya produksi
= Rp 652.032.208.650,- – Rp 377.914.127.881,-
= Rp 274.118.080.769,-
Bonus perusahaan untuk karyawan 0,5 % dari keuntungan perusahaan
= 0,005 x Rp 274.118.080.769,-
= Rp 1.370.590.404,-

Pengurangan bonus atas penghasilan bruto sesuai dengan UURI No. 17/00
Pasal 6 ayat 1 sehingga :
Laba sebelum pajak (bruto) = Rp 274.118.080.769,- − Rp 1.370.590.404,-
= Rp 272.747.490.365,-

4.2 Pajak Penghasilan
Berdasarkan UURI Nomor 17 ayat 1 Tahun 2000, Tentang Perubahan
Ketiga atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan
adalah (Rusjdi, 2004):
 Penghasilan sampai dengan Rp 50.000.000,- dikenakan pajak sebesar 10°.
 Penghasilan Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 100.000.000,- dikenakan
pajak sebesar 15 °.
 Penghasilan di atas Rp 100.000.000,- dikenakan pajak sebesar 30 °.
Maka pajak penghasilan yang harus dibayar adalah:
Universitas Sumatera Utara
- 10 ° × Rp 50.000.000 = Rp 5.000.000,-
- 15 ° × (Rp 100.000.000- Rp 50.000.000) = Rp 7.500.000,-
- 30° ×( Rp 272.747.490.365,- – Rp 100.000.000) = Rp 81.794.247.110,-

Total PPh = Rp 81.806.747.110,-
Laba setelah pajak
Laba setelah pajak = laba sebelum pajak – PPh
= Rp 272.747.490.365,- – Rp 81.806.747.110,-
= Rp 190.940.743.256,-
5 Analisa Aspek Ekonomi
5.1 Profit Margin (PM)
PM =
penjualan total
pajak sebelum Laba
× 100 °
PM = 100% x
,- 8.650 652.032.20 Rp
0.365,- 272.747.49 Rp

= 41,83 %

5.2 Break Even Point (BEP)
BEP =
Variabel Biaya Penjualan Total
Tetap Biaya

× 100 °
BEP =
045 . 430 . 520 . 1 3 650 . 208 . 032 . 652
7.836 346.393.69


BEP = 55,82 %
Kapasitas produksi pada titik BEP = 55,82 % × 4.500 ton/tahun
= 828,984 ton/tahun
Nilai penjualan pada titik BEP = 55,82 % x Rp 652.032.208.650,-
= Rp 363.989.622.196,-

5.3 Return on Investment (ROI)
ROI =
investasi modal Total
pajak setelah Laba
× 100 °
Universitas Sumatera Utara
ROI =
7.950 753.296.66
3.256 190.940.74

ROI = 25,35 %

5.4 Pay Out Time (POT)
POT = tahun 1 x
0,2535
1

POT = 3,95 tahun



5.5 Return on Network (RON)
RON =
sendiri Modal
pajak setelah Laba
× 100 °
RON =
0,770 451.978.00
3.256 190.940.74
x 100 %
RON = 42,25 %

5.6 Internal Rate of Return (IRR)
Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan
pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut “Cash Flow”. Untuk
memperoleh cash flow diambil ketentuan sebagai berikut:
- Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan 10 ° tiap tahun
- Masa pembangunan disebut tahun ke nol
- Jangka waktu cash flow dipilih 10 tahun
- Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke – 10
- Cash flow adalah laba sesudah pajak ditambah penyusutan.
Dari Tabel LE.11, diperoleh nilai IRR = 43,84 °







Universitas Sumatera Utara
Tabel LE.11 Data Perhitungan BEP



%
Kapasitas Biaya tetap Biaya variabel
Total biaya
produksi Penjualan
0

346,393,697,836 0

346,393,697,836 0
10

346,393,697,836

3,152,043,004

349,545,740,841

65,203,220,865
20

346,393,697,836

6,304,086,009

352,697,783,845

130,406,441,730
30

346,393,697,836

9,456,129,013

355,849,826,850

195,609,662,595
40

346,393,697,836

12,608,172,018

359,001,869,854

260,812,883,460
50

346,393,697,836

15,760,215,022

362,153,912,859

326,016,104,325
60

346,393,697,836

18,912,258,027

365,305,955,863

391,219,325,190
70

346,393,697,836

22,064,301,031

368,457,998,868

456,422,546,055
80

346,393,697,836

25,216,344,036

371,610,041,872

521,625,766,920
90

346,393,697,836

28,368,387,040

374,762,084,877

586,828,987,785
100

346,393,697,836

31,520,430,045

377,914,127,881

652,032,208,650
Universitas Sumatera Utara

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->