Anda di halaman 1dari 8

PUISI PERNIKAHAN

KUMPULAN PUISI PERNIKAHAN

KARYA
Gangsar Wahyu
www.rahasiarumahtangga.com
www.keluargaharmonis.com
PUISI PERNIKAHAN

APAKAH CINTA PERNAH MERASA LELAH?

Aku mencintaimu, itu selalu kukatakan


Dengan lukisan di kanvas tuaku, di atas hamparan tanah muram
Detikku berlalu
Anginku menderu
Panas dan terikku
Seolah membisu
Hingga hanya manisnya madu
Dan indahnya cinta berkelambu
Yang tersaji di hamparan layarku

Aku mencintaimu, itu selalu kukatakan


Meski bara di kakiku
Irisan kata di hatiku
Aku masih berkata cinta padamu

Kini
Waktuku telah berlalu
Jejak cintaku padamu terpaku
Dimana lagi kita berpijak?
Dimana lagi kita berpegang?
Bila durjana datang menghantam
Menabur dusta, menuai badai dan topan
Tak kenal malu meski sudah menyemai pilu di hatimu

Duhai sang Pencipta Raya


Duhai sang Pencipta Cinta
Apakah cinta pernah merasa lelah?
Mengapa dia, dia cintaku yang kujaga setiap waktu
Kini hendak terluka, terhunjam dusta dan pilu
Seribu duka datang seperti tamu yang tak tahu malu

Aku mohon padamu Tuhanku


Tolonglah kau kuatkan aku
Kau kayakan aku
Kau hebatkan aku
Dengan keberkahan kasih sayangmu
PUISI PERNIKAHAN

Agar bunga cintaku tak layu


Agar dapat kupegangi kaki cintaku
Agar tak roboh dihantam badai dari masa lalu

Cintaku lelah
Tawaku nyaris berubah
Hatiku hampir membuncah
Tolonglah.......................
Tolonglah......................
Kuatkan aku dengan keajaiban kuasa-MU
Aku tak ingin durjana itu mengambil dia dari sisiku

Dalam kesedihanku, Agustus 2009


PUISI PERNIKAHAN

PERSEMBAHANKU

Sayangku
Aku memang mencintaimu
Kau tahu aku telah membuktikan itu
Dengan seribu luka di jiwaku
Dan sejuta tangis di otakku

Sayangku
Kau tahu aku tetap mencintaimu
Tapi tolong jangan kecewakan aku
Mengapa kau lupakan lagu yang kuciptakan
Mengapa kau lupa angin yang menyejukkan
Mengapa kau pinggirkan tawa yang kita perjuangkan

Sayangku
Kau memang selalu tahu
Selalu tahu aku mencintaimu
Tapi tolong jangan cabut akar kekuatanku

Sayangku
Semua yang telah kita miliki
Dan akan kita miliki
Adalah persembahanku satu-satunya
Seperti engkau yang satu-satunya menjadi matahari hidupku
Tolong jangan kau lepaskan
Demi menjelang duka yang mendalam

Sayangku
Seperti aku yang mencintaimu
Aku mohon
Cintai juga dirimu sendiri
PUISI PERNIKAHAN

CINTAKU

Aku resah
Bila kau tiada
Walau hanya sekejap
Aku ini.............................
Bila kupunya seribu mata air
Untuk apa bila kau tak mereguknya
Bila kupunya seribu matahari
Untuk apa bila kau tak tersinari

Seribu mata air


Tak menghapus dahagaku
Bila sosokmu tak ada disampingku
Seribu matahari
Tak mampu menyinari
Bila kau tak mengisi hati

Cintaku
Memang engkau
Cintaku................
Tanpa ragu
PUISI PERNIKAHAN

PEGANGLAH TANGANKU

Peganglah tanganku

Bila petaka menghantammu

Percaya padaku

Bila ada dusta menghantuimu

Aku

Aku jadikan diriku batu

Yang keras menghadapi apa yang menyerangmu

Aku jadikan diriku api

Yang membakar duka-dukamu

Dalam kegelapan dan jalan buntu

Pegang.............

Peganglah tanganku
PUISI PERNIKAHAN

APAKAH CINTA ITU

Cintakah bila
Aku tak melihat lukamu
Meski kau tak pernah menangis

Cintakah bila
Aku tak merasakan sedihmu
Meski kau tak pernah mengatakannya

Saat kau tertawa


Aku bukan hanya mendengar tawa
Aku juga mendengar suara jiwa

Saat kau tersenyum


Aku bukan hanya melihat senyum
Tapi juga lukisan jiwa

Cinta
Apakah cinta itu
Bila aku tak mengenali
Setiap desah nafasmu
PUISI PERNIKAHAN

JANGAN MENCOBA BERDUSTA

Sayangku

Janganlah kau berdusta, meski hanya pura-pura

Karena aku tak menyukainya

Perih sekali ini

Bekas luka akibat dusta

Jadi jangan berdusta, meski hanya pura-pura

Sayangku

Engkau ini permata

Intan berlian di dalam jiwa

Jagalah dirimu dari apa pun

Meski itu hanya sehelai daun