PENGANTAR ILMU EKONOMI I

(Ekonomi Mikro)
Oleh : Ramlan Ruvendi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga Jl. Raya Pajajaran 100, Bogor

ILMU EKONOMI
Pengertian Ilmu Ekonomi
• Scarcity (Kelangkaan) Alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas sementara kebutuhan manusia tidak terbatas. Choices (Pilihan-Pilihan) Terbatasnya alat pemuas kebutuhan manusia sementara kebutuhan tidak terbatas mendorong manusia melakukan pilihan-pilihan yang bersifat individu maupun kolektif. Opportunity Cost (Biaya Kesempatan) Manusia bersifat rasional artinya pertimbangan menurut prinsif ekonomi dan untung rugi Oleh karena itu ekonom akan memandang bahwa alat rugi. pemuas kebutuhan akan dinilai berdasarkan alternatif penggunaannya untuk kesempatan yang lain. Jadi ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan (alokasi) atas sumber daya yang langka dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya.

1

Masalah Ekonomi : • Apa yang harus diproduksi dan berapa banyaknya ? • Bagaimana memproduksinya ? • Untuk siapa barang dan jasa diproduksi ? Barang dan Jasa • Barang Ekonomi dan Barang Bebas g g • Barang Akhir :
• • Durable goods Undurable goods

Barang Modal (barang dibuat untuk menghasilkan barang lain). Barang Antara (barang yang belum dapat langsung digunakan konsumen/perlu diolah lebih lanjut). Mengapa Belajar Ilmu Ekonomi ? • Memperbaiki cara berfikir yang membantu pengambilan keputusan. • Membantu memahami masyarakat. • Membantu memahami masalah-masalah internasional. • Bermanfaat dalam membangun masyarakat.

• •

Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
• Teori Ekonomi Mikro : – Interaksi di pasar barang (penjual vs pembeli) – Tingkah laku pembeli dan penjual (pembeli memuaskan kebutuhannya dan penjual/produsen memaksimumkan keuntungan). – Interaksi di pasar faktor produksi (Tk, modal, tanah, wirausaha) Teori Ekonomi Makro – Penentuan tingkat ekonomi negara. – Pengeluaran agregat (C + G + I + (X-M)) – Mengatasi pengangguran dan inflasi Teori Ekonomi Berusaha menjelaskan dan melakukan prediksi-prediksi atas gejala yang diamati. Model Ekonomi Penyederhanaan dari keadaan yang sebenarnya baik dalam bentuk verbal, diagram, dan matematis. Metoda Deduktif dan Induktif Ceteris Paribus dan Fallacy Composition. Ekonomi positif (apa yang terjadi) dan ekonomi normatif (apa yang seharusnya terjadi).

Metodologi Ilmu Ekonomi
• • • • •

2

Siklus Kegiatan Ekonomi
Pendapatan RT= Gaji/upah, bunga, sewa, sewa deviden Faktor produksi : tenaga kerja, modal, tanah, wirausaha

Rumah Tangga (RT)
Output : barang dan jasa Pendapatan : konsumsi RT

Perusahaan (Firm)

MEKANISME PASAR
• Permintaan Keinginan konsumen untuk membeli barang dengan berbagai alternatif harganya. • Faktor yang mempengaruhi Permintaan ( y g p g (Demand) ) Qx = f [Px, Py, I, T/P, Pop, E, Promosi] Px = harga barang x Py = harga barang lain (y) terkait I = income per kapita. T/P = Selera Pop = penduduk Qd = 100 – 10P E = ekspektasi harga x yad. 10 Promosi = Iklan • Kurve Permintaan dan Skedul Permintaan Qd = 100 – 10P Qd = permintaan beras (000 ton) 100 P = harga beras per kg (Rp)

3

E. negatif = x dg y brg komplementer Qdx↑ = f [ I ] ↑ = kor. 4 .Hubungan Variabel Permintaan Qdx = f [Px. Positif Qdxt = f [Ept+1] = kor positif Qdx = f [Promosi] = kor positif • Perubahan jumlah yang diminta vs Perubahan Permintaan Perubahan jumlah yang diminta terjadi sepanjang kurve (the move along curve) yang disebabkan oleh perubahan harga barang. positif = x dg y brg substitusi Qdx↓ = f [Py]↑ = kor. I. positif = barang (prestise) luxury Qdx↓ = f [Px]↓ = kor. Pop. Promosi] Qdx Qd = f [Px] = k negatif [P ] kor. positif = barang giffen Qdx↑ = f [Py]↑ = kor. tif =b barang normal l Qdx↑ = f [Px]↑ = kor. Move along curve Shifting curve Perubahan permintaan disebakan oleh perubahan faktor lain selain harga (shifting curve) pergeseran kurve naik atau tutun. Py. Positif Qdx = f [Pop] = kor. positif Qdx↓ = f [ I ] ↑ = kor. T/P. Negatif = x brg inferior Qdx = f [ T ] = kor.

Barang prestise dan luxury [mobil mewah. Barang yang memiliki unsur spekulasi [emas.] 3.Hukum Permintaan : Apabila harga barang naik maka jumlah yang diminta akan turun sebaliknya jika harga turun jumlah yang diminta akan naik. Faktor yang mempengaruhi Penawaran : 1. tanah]. Kb] QS = . a. Harga barang lain terkait (Py) 3. 7 Tujuan perusahaan (Tj) 8. Jumlah penjual (Ped) 7. Kebijakan pemerintah (Kb) Fungsi Penawaran Qs = f [Px. saham. Kasus Pengecualian dari Hukum Permintaan: 1. Harga faktor produksi (Pi) 4. Teknologi produksi (T) 6. Biaya produksi (C) 5.40 + 5 P Qs = jumlah mobil (ribu unit) P= Harga/unit (juta Rp) 5 . C. Py. benda seni tinggi. Tj. Barang Giffen [harga turun permintaan turun] akibat efek (-) pendapatan lebih besar dari efek (+) substitusi. Ped. Pi. benda kuno dll. Selesaikan soal berikut: Buatlah grafik dan skedul permintaan dari persamaan berikut : – – Qd = 100 – 5P Jika pendapatan masyarakat naik menyebabkan permintaan naik 10 unit Penawaran (Supply) Jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama periode tertentu. Harga barang itu sendiri (Px) 2. T. 2.

itif : kor. positif Hukum Penawaran Apabila harga barang naik maka jumlah yang ditawarkan akan naik sebaliknya jika harga turun maka jumlah yang ditawarkan juga menurun dengan asumsi ceteris paribus.Hubungan Variabel Penawaran Qsx = f [Px] Qsx Q = f [Py] [P ] Qsx = f [Pi] Qsx = f [C] Qsx = f [Tk] Qsx Q = f [Ped] [P d] Qsx = f [Tj] Qsx = f [Kb] : kor. positif ( d y substitusi) itif (x dg b tit i) : kor negatif (x dg y Komplementer) : kor. positif : kor. negatif : kor. Kasus kekecualian dari hukum permintaan: Backward bending labour supply curve P Kenaikan upah akan mengurangi jumlah jam kerja untuk leisure time Q 6 . positif :k kor. positif : k positif kor. negatif : kor.

Perubahan kurve penawaran disebakan oleh perubahan faktor lain selain harga (shifting curve) pergeseran kurve naik atau tutun.000 unit mobil 7 . Qsx = ribu unit per tahun P = harga puluhan juta rupiah/unit Keseimbangan : perpotongan kurve permintaan dg penawaran Qd = Q Qdx Qsx 200 – 10P = .P = 240:15 = 16 Q = 200 – 10(16) = 200 – 160 = 40 Jadi keseimbangan terjadi pada harga Rp 160 juta dan jumlah = 40.40 + 5P ----. HARGA KESEIMBANGAN • Harga keseimbangan adalah harga dimana konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah konsumsi atau penjualan.• Perubahan jumlah yang ditawarkan vs Perubahan Penawaran Perubahan jumlah penawaran terjadi sepanjang kurve (the move along curve) yang disebabkan oleh perubahan harga barang. • Harga di luar keseimbangan akan mengakibatkan excess permintaan atau excess penawaran.40 + 5P Qdx. Contoh : Permintaan : Qdx = 200 – 10P Penawaran : QSx = .200+40 = 5P + 10P 240 = 15P ---.

Surplus produsen = selisih antara jumlah yang diterima dengan mereka yang harus diterima.Kurve Keseimbangan Pasar P Qsx= -40 + 5P 20 16 Excess Supply E Qdx= 200-10P 8 Excess Demand -40 40 200 Q • Perubahan Keseimbangan Perubahan keseimbangan terjadi bila ada perubahan pada sisi permintaan atau penawaran • Surplus Ekonomi Surplus konsumen = selisih antara jumlah yang konsumen sanggup membayar dengan yang harus dibayar dibayar. B S E AEB = Surplus konsumen AEF = Surplus produsen A F D 8 .

Harga min = 600. non divisible) e. Externality (social cost) d. Altruism Goods [kemanusiaan] • Intervensi Pemerintah a. Qs = . Kontrol Harga Oleh Pemerintah a. Kontrol harga 1. Quota (pembatasan produksi) Pajak Subsidi b. non exclusive. Incomplete Information b.000 – 3P.000 ton (700. Fl 1 Floor Price (minimum) Pi ( i i ) 2. Kasus pasar gabah : Qd = 2. Ceiling Price (maksimum) 3.• Kegagalan Pasar Pasar akan mengakibatkan tidak efisien jika terjadi: a. Ratus ribu Rp 600 Qs=-500+2P A+B =Total Surplus ekonomi yang hilang Excess Supply= 500.000/ton Qs.000 ton) Pembelian Pemerintah (Demand) : (500 x 600) = Rp 300 Milyar 500 A A B B 250 Qd=2000-3P 0 200 500 700 2000 Qd2=Qd+Qdp 000 ton 9 .Qd = 000 ton/musim. Monopoly Power c.000–200. P = 00. Harga Dasar (Floor Price) Adalah harga minimum yang diberlakukan Pemerintah dalam rangka melindungi produsen/penjual produk tertentu.000 rupiah. c.500 + 2P. Public Goods [Non Rival.

Qd=20000-5P B 1000 750 250 0 A B A+B =Total Deadweigh loss 10000 15000 16250 20000 000 bks c. P = (Rp/bungkus).000 – 5P.000-10.000 Penawaran akibat kuota Agar harga Rp 2000/ton maka kuota produksi harus 10.000 ton (kurve S1). 2000 A 1000 B C Qd=20. [untuk melindungi konsumen] (kebijakan ini tidak bermanfaat apabila ada kekuatan oligopoli.b. Kasus kuota produksi jagung Qd=20. Harga max=Rp 750/bks Qs. Kuota Selain dengan cara membeli. Qs=-5000+20 P Tambahan surplus produsen seluas A dan insentif tidak memproduksi (D).000 – 5P. Rp Qs=-5000+20 P 4000 Excess Demand= 6. Qs =-5.000 + 20P Keseimbangan semula (tanpa kebijakan) : P= Rp 1000 dan Qs.000 + 20 P.Qd = 000 bungkus. Pemerintah juga dapat melakukan pembatasan jumlah produksi (kuota).000) Pemerintah harus men-supply barang atau memberi subsidy kepada produsen produsen. 4000 B Berakibat : kehilangan surplus konsumen sebesar A+B dan kehilangan surplus p g p produsen (C).250.250.Qd = 000 kg.000 bks (16.000-5P D ? 250 0 10000 15000 20000 ? 000 kg 10 . Qs1= 10. Kasus Pasar Mie Instant : Qd=20. Qs =-5.000 ton. Agar produsen mengurangi poduksinya maka harus diberikan finansial insentif sebesar BCD (?). P = (Rp/kg) Harga yg diinginkan=Rp 2000/kg Rp q= 15.000. Harga Maksimum (Ceiling Price) Adalah batas harga jual tertinggi yang boleh dicapai oleh produsen. monopoli dan kartel misalnya HPS semen).

Pajak dan Subsidi a. Bila subsidi diberikan kepada konsumen akan menggeser kurve Do menjadi D1. Pajak Pajak akan meningkatkan harga menjadi mahal tetapi diperlukan sebagai sumber penerimaan negara. (D+C). S1 Pend Pemerintah : Q1(P1-P2) S1 So P1 Po P2 So P1 Pajak A D B C Do %(P) A B D C Do Po P2 0 Q1 Qo 0 Q1 Qo b. Bila subsidi diberikan kepada produsen akan menggeser kurve So menjadi S1 S1 Besarnya subsidi yang diberikan : Q1(P1-P2) D1 Do 0 Q2 Qo So P2 P0 P1 E1 E3 E2 Q1 11 . Pajak proporsional Pajak Progresif (%) Kehilangan surplus konsumen (A+B) dan surplus prod. Subsidi Subsidi merupakan kebalikan dari pajak karena subsidi menambah pendapatan nyata baik kepada konsumen maupun produsen.

Selamat bekerja 12 . D merupakan keuntungan produsen asing dan kerugian domestik netto = (B+C+D) Tarif/unit P’ A PI D 0’ Qso Qs1 Qd1 Qdo Soal untuk dipecahkan : 1. S Bila PI= tk harga internasional maka jumlah impor (Qdo – Qs0).25 /unit dan tentukan besarnya pajak yang diterima. Bila harga domestik lebih tinggi dari harga internasional biasanya akan melakukan impor.c. Dalam rangka proteksi terhadap produsen domestik Pemerintah dapat menerapkan kebijakan tarif (pajak impor) dan kuota impor. Jika tarif Impor (T) maka harga barang impor menjadi P’ dan impor berkurang menjadi (Qd1-Qs1). harga yang berlaku adalah harga internasional. Konsumen DN mengalami kerugian A+B+C+D.25 /unit. – T t k keseimbangan baru d b Tentukan k i b b dan besarnya subsidi jika b idi jik pemerintah menerapkan subsidi 1. B D C Jika diberlakukan kuota impor. – Buatlah grafik setiap kasus di atas. Qd = 30 – 6P dan Qs = -10 + 4P Instruksi : – Tentukan keseimbangan harga ! – Tentukan keseimbangan baru jika Pemerintah menetapkan pajak sebesar Rp 1. Tarif dan Kuota Pada perekonomian yang terbuka (global). Qd = 20 – 2P dan Qs = -10 + 4P Tentukan keseimbangan pasar dan buatkan grafiknya! 2. Penerimaan Pajak (D). eu tu ga produsen seluas ( ) Keuntungan p oduse DN se uas (A). – Bila pemerintah mengenakan pajak progresif (%) sebesar 20% tentukan keseimbangan baru dan besarnya pajak yang diterima.

Formula Point Elasticity (elastistas titik) ∂Q P x ∂P Q 2.KONSEP ELASTISITAS Elastisitas Permintaan Adalah perubahan relatif jumlah barang yang dibeli sebagai akibat dari perubahan relatif salah satu faktor yang mempengaruhinya. Ed = Ep 0 Ep=0 45o %∂Q ∂Q / Q ∂Q P = = x %∂P ∂P / P ∂P Q Ep < 1 Ep > 1 E=1 E=0 E=~ Inelastis Elastis Elastis Unitary y Inelastis sempurna Elastis sempurna Ep=~ Elastis Inelastis Ep=1 Elastisitas Titik. Formula Arch Elasticity (elastisitas busur) Bernotasi negatif % ∂Q ∂ Q / Q ∂Q P = = x % ∂ P ∂P / P ∂ P Q 3. Formula Cross Elasticity (elastistas silang) ∂Q Py % ∂Q x x = ∂ Py Q x % ∂ Py Elastisitas silang adalah % perubahan barang tertentu yang disebabkan oleh % perubahan harga barang lain. Elastisitas harga adalah % perubahan jumlah permintaan yang a disebabkan oleh % perubahan harga. 13 . a. Elastisitas Busur & Elastisitas Silang 1.

Faktor-faktor yang menentukan Elastisitas Harga • Tingkat substitusi (substitusi makin baik makin elastis). ) • Jangka waktu (makin lama makin elastis). Elastisitas Pendapatan (Income Elaticity) % perubahan permintaan yang disebabkan oleh % perubahan pendapatan konsumen % ∂Q ∂Q / Q ∂Q I x = = ∂I Q % ∂I ∂I / I Biasanya bernotasi positif Elastisitas Penawaran % perubahan penawaran yang disebabkan oleh % perubahan harga Es = % ∂Q ∂Q / Q ∂Q P = x = % ∂P ∂P / P ∂P Q Es=0 Es=1 Bernotasi positif Makin inelastis Makin elastis Es=~ 45o 0 14 . p p y . • Jumlah pemakai (makin banyak pemakai makin tidak elastis). makin elastis). • Proporsi kenaikan harga terhadap pendapatan konsumen ( (makin besar proporsinya.

15 . 3. Undurable gods. The law of diminishing marginal utility 4. Berfluktuasi pada musim ke musim b. Utility (manfaat) digunakan sebagai dasar pengambil keputusan konsumen (Total utility dan marginal utility). Reaksi terlambat (time lag) dari produsen terhadap harga c. D P1 P3 P5 P7 P6 P4 P2 S Fluktuasi harga q1 q3 q5 qe q6 q4 q2 1 2 3 4 5 6 7 Musim TEORI PERILAKU KONSUMEN Tujuan konsumen --. Asumsi Utama : 1. Perfect Knowledge : konsumen memiliki pengetahuan sempurna terhadap keputusan konsumsinya. 2.Teori Cobweb (sarang laba-laba) labaTerjadi pada produk pertanian karena : a. 5. 1 Commodities : makin banyak barang yang dikonsumsi makin besar manfaatnya. Transitivity (konsistensi preferensi) : bila brg X lebih disukai dari Y dan y lebih disukai dari Z maka X lebih disukai dari Z.kepuasan maksimum.

util Keputusan mengkonsumsi berdasarkan perbandingan harga dengan manfaat yang diperoleh. 4. Total utility merupakan kegunaan yang diperoleh dari konsumsi dan Marginal utility adalah tambahan kegunaan karena tambahankonsumsi 1 unit. Turun dari kiri atas ke kanan bawah b. 25 50 75 100 125 150 175 TU 50 125 185 225 250 225 175 MU 50 75 60 40 25 -25 -50 1. 4 Kegunaan dapat dihitung secara nominal disebut util. • Konsumen memiliki uang • Kosumen berusaha memaksikumkan kepuasan. Teori Ordinal (Ordinal Theory) Kegunaan tidak dapat dihitung dan hanya dapat dibandingkan.Teori Kardinal (Cardinal Theory) Price Unit 1 2 3 4 5 6 7 Exp. Kepuasan maksimum terjadi saat Mux=Px 25 25 25 25 25 25 25 300 250 200 150 100 50 0 -50 TU MU 1 50 50 2 125 75 3 185 60 4 225 40 5 250 25 6 225 -25 7 175 -50 TU MU 5. 3. 2. Menggunakan kurve indeferen dan budget line Kurve indiferen • Konsumen mempunyai preferensi thd barang yang dinyatakan dalam indifferent map. Total T t l uang yang dikeluarkan dik l k adalah jumlah unit dikali harga satuan. Kurve paling atas = kepuasan tertinggi 16 . b Cembung ke titik origin c. a. Tdk saling memotong d.

P d naik ik Harga turun Harga naik Pend. turun X BL3 BL1 BL3 BL3 BL1 BL3 X 17 . Y Perubahan harga barang x Y Perubahan pendapatan nominal Pend.Indifference Curve & Budget Line Curve Indifference Curve adalah kurve yang menunjukan k j k berbagai kombinasi dari 2 macam barang yang memberi kepuasan yang sama kepada seorang konsumen. Budget Line Curve adalah kurve yang menunjukkan y g j kombinasi konsumsi 2 macam barang yang dapat diperoleh dengan pendapatan yang sama Y Y X BL=PxQx + PyQy X Perubahan harga barang & pendapatan terhadap Budget Line Perubahan harga dan pendapatan akan mempengaruhi daya beli konsumen.

Atau kepuasan tertinggi yang dapat dijangkau dengan pendapatan tertentu. Demand Curve & Engle Curve Price Consumtion Curve Y Demand Curve P P1 PCC X P2 P3 x1 X x1 x2 x3 M3 M2 M1 M x2 x3 qX Income Consumtion Curve ICC Engle Curve 18 . ICC.Keseimbangan Konsumen Keseimbangan kosumen terjadi pada saat kurve Garis Anggaran bersinggungan dengan Indifferen curve. Maksimalisasi kepuasan dan minimalisasi biaya E IC2 BL1 BL2 BL3 IC1 IC3 PCC.

Konsumen cenderung akan menambah pembelian barang yang harganya murah dan mengurangi barang yang harganya mahal (Substitution effect) 2. Barang Giffen Apabila harga naik permintaannya justru meningkat atau sebaliknya. • Barang inferior terjadi bila kenaikan pendapatan nyata menurunkan permintaan (-). Pendapatan nyata berubah menyebabkan jumlah permintaan berubah (Income effect) X1-X3 = Effek Total (A-C) X1-X2 = Efek substitusi (A-B) BL1 A B x1 x2 x3 IC1 BL2 IC2 C X2-x3 = Efek pendapatan (B-C) Barang Inferior dan Barang Giffen Efek substitusi selalu mempunyai hubungan yang terbalik dengan perubahan harga.Substitution Effect & Income Effect Jika harga suatu barang turun akan mengakibatkan 2 hal : 1. 19 . (Efek pendapatan negatif lebih tinggi dibanding efek substitusi). Sedangkan efek pendapatan memiliki kemungkinan: • Barang normal dimana kenaikan pendapatan nyata menaikan permintaan (+).

Kasus Barang Inferior B IC2 Barang inferior pada harga turun A x2 x1 BL1 IC2 C IC1 BL2 x1 x2 x3 IC1 BL1 A B BL2 Barang inferior pada pendapatan naik Kasus Barang Giffen B A IC1 C IC2 C x3 x1 x2 IC2 BL2 Barang Giffen pada harga naik BL1 Barang g Giffen pada harga turun A B IC1 x2 x1 x3 20 .

L] Q = tingkat output. 1 Faktor produksi Tetap [jumlah penggunaannya tidak tergantung output] 2.] MP = dTP/dL ---MP = dQ/dL PR = TP/L ---PR = Q/L 21 . K = barang modal L = tenaga kerja a. ---. L.L]. Faktor produksi Variabel [penggunaan tergantung pada output]. produksi TP = f [K. Produk Marjinal dan Produk Rata-Rata Produksi total adalah banyaknya produk yang dihasilkan dengan penggunaan total faktor produksi. Produk Total. Model Produksi [1 Variabel input] Q = f [K.TEORI PRODUKSI Dimensi jangka pendek dan jangka panjang 1. Produksi Marjinal adalah tambahan produksi karena tambahan penggunaan 1 unit faktor produksi. …. Produksi Rata-rata adalah rata-rata output yang dihasilkan per unit faktor produksi. Short run = periode dimana perusahaan tidak mampu melakukan penyesuaian dalam penggunaan alat produksi. produksi Long run = semua faktor produksi menjadi variabel.Q = f [K.

Perkembangan Teknologi Q3 Q2 TP3 Q1 TP2 TP1 Q3 Q2 Q1 > > L1 L1 L1 0 L1 Tenaga kerja 22 .b. Tahap-Tahap Produksi Q MP = TP’= dTP/dL TP AP = TP/x= Q/L APmax AP = MP TPmax MP=0 Irrational stage Tahap 1 rational Tahap 2 Irrational stage Tahap 3 X Sebaiknya berproduksi AP MP c.

Convexity [downward sloping] b.dK/dL 23 . Bila faktor produksi yang satu dipertukarkan dengan faktor produksi lainnya sepanjang kurva Isoquan maka nilai MRTS akan semakin menurun MRTS = .Model Produksi 2 Variabel Input • Isokuan (Isoquant) Adalah kurva yang menggambarkan kombinasi penggunaan 2 macam faktor produksi variabel yang menghasilkan tingkat produksi yang sama. Mesin Isoquant Tenaga kerja Asumsi Isokuan : a. Diminishing of Marginal Rate of Technical Substitustion [MRTS] = unit input “L” yang dikorbankan untuk menambah 1 unit input “K” pada output yang sama.

The Law of Diminishing Return q90 q80 q60 d.Dalam kasus tertentu MTRS = 1 atau 0 : Faktor Produksi substitusi sempurna semp na Faktor produksi proporsional tetap c. Constant Return to scale 3. Efisiensi penggunaan input karena kemajuan teknologi. 24 . Relevan Range of Production • Perubahan output karena perubahan skala penggunaan input (return to scale) 1. Decreasing return to scale 4. 1 Increasing return to scale 2.

• Kurve Anggaran Produksi (Isocost) Adalah kurve yang menggambarkan kombinasi penggunaan 2 faktor produksi yang memerlukan biaya yang sama. I = rK + wL Kurve Isocost K Terjadi perubahan harga faktor produksi Terjadi perubahan kemampuan anggaran L • Keseimbangan Produsen Ekuilibrium terjadi apabila kurve Isoquan bersinggungan dengan kurve Isocost I3 Expansion path I2 I1 Q3 Q2 Q1 25 .

y . Biaya Tetap (Fixed Cost) adalah biaya yang besarnya tid k t b tidak tergantung d i j l h t dari jumlah produksi. p TC = FC + TVC Total Cost = Fixed Cost + Total Variable Cost 26 . biaya bahan baku.TEORI BIAYA PRODUKSI • Kosep Biaya Eksplisit dan Implisit Biaya eksplisit = biaya yang terlihat jelas seperti pada laporan ke angan keuangan Biaya implisit = biaya kesempatan (opportunity cost). Konsep Biaya Jangka Pendek a. sewa gedung dll. • Produksi. gaji. c. . Biaya modal. b. Mis. Biaya Variabel (Variable Cost) adalah biaya yang besarnya tergantung dari tingkat p produksi. produksi Produktivitas yang tinggi dapat dicapai dengan biaya yang sangat minimum [ produktivitas dengan biaya mempunyai hubungan yang terbalik. Mis. Produktivitas dan Biaya Keputusan tingkat produksi bekaitan dengan tingkat poduktivitas dari faktor produksi. Biaya Total (Total Cost) merupakan jumlah dari biaya tetap dengan biaya variabel. upah buruh.

• Kurve Biaya Total. Biaya Tetap dan Biaya Variabe Biaya TC TVC FC Q=jumlah produksi • Biaya Rata-Rata (Averege Cost) AC = AFC + AVC TC FC + TVC Q = Q • Biaya Marjinal (Marginal Cost) MC = dTC/dQ • Hubungan Kurva-Kurva Biaya Biaya MC AC AVC AFC Q produk 27 .

• • – – – Biaya Produksi Jangka Panjang (Longrun Cost) Dalam jangka panjang semua biaya adalah variabel.Manajemen -Sember Daya Manusia 28 . SAC1 SC2 SAC3 LAC • Kurve Biaya Marjinal Jangka Panjang [LMC] SMC1 SMC2 LAC LMC • Skala Produksi Ekonomis dan Tidak Ekonomis LMC Economies of scale Diseconomies of scale LAC Penyebab : -Teknologi Produksi . LTC = LVC LMC = dLTC/dQ LAC = LTC/Q Kurve Biaya Rata-Rata Jangka Panjang Teorema Amplop (Envelope Theorem) SAC1 = kurve biaya rata-rata jangka pendek pada skala kecil. SAC3 = kurve biaya rata-rata jangka pendek skala besar. SAC2 = kurve biaya rata-rata jangka pendek pada sekala menengah.

Kekuatan : • Harga jual produk yang termurah • Rasio output p p p per penduduk maksimal • Masyarakat merasa nyaman [tidak perlu memilih barang] Kelemahan : • Asumsi mustahil terwujud.STRUKTUR PASAR & LABA MAKSIMUM Jenis Pasar : • Pasar Persaingan Sempurna • Pasar Monopoli • Pasar Persaingan Monopolistik • Pasar Oligopoli Pembagian P b i pasar i i did ini didasarkan pada k d karakteristik demand yang dihadapi oleh seorang produsen. • Konflik efisiensi – keadilan. 29 . • Tidak ada campur tangan pemerintah. kekuatan produsen serta jumlah produsen. Pasar Persaingan Sempurna Karakteristik Pasar : • Barang yang diproduksi homogen • Produsen dan konsumen memiliki informasi yang sempurna. • Lemah dalam pengembangan teknologi karena lama normal. • Produk yang dihasilkan seorang produsen relatif kecil dibanding dengan barang di pasar (industri) • Produsen tidak dapat mempengaruhi harga • Produsen dan konsumen bebas keluar masuk pasar.

AR = Average Revenue (rata-rata pendapatan) [TR / Q] Total Revenue. Average Revenue TR D = MR = AR Laba Total = TR .TC TR Laba Profit Mak : [ MR = MC] MC AC TC P AC MR= AR=P Rugi 30 .Kurver permintaan industri dan perusahaan D S d Industri / pasar Perusahaan Pendapatan (Revenue) TR = Penerimaan total yaitu = [P(harga) x Q (quantitas)] MR = Marginal Revenue (tambahan penerimaan akibat bertambahnya penjualan 1 unit) atau [ turunan pertama dari TR ]. Marginal Revenue.

tingginya tingkat efisiensi. baik nyata maupun potensial. Faktor Penyebab Terbentuknya Monopoli • Adanya hambatan teknis [special knowlwdge. i l Aspek Positif dari Monoploi : • Efisiensi dan pertumbuhan ekonomi : karena laba maksimal. • Peningkatan Kesejahteraan masyarakat : dalam diskriminasi harga memungkinkan masyakat dapat menjangkau harga sesuai kemampuan.Kurve Penawaran Pasar Persaingan Sempurna MC AC S AVC Kurve Penawaran jangka pendek dibangun dari kurve biaya marjinal (MC) jangka pendek setelah melewati titik potong dengan minimum kurve biaya variabel rata-rata (AVC) Pasar Monopoli Monopoli terjadi jika hanya ada 1 penjual di pasar tanpa pesaing langsung. kontrol sumber faktor produksi] • Hambatan Legalitas [Undang-undang dan hak khusus. • Efisiensi pengadaan barang Publik : karena skala usha yang besar. 31 . tidak langsung. hak patent atau hak cipta] Biaya Sosial dari Monopoli : • Berkurangnya kesejahteraan konsumen (dead weiht loss) • Memburuknya kondisi makroekonomi nasional • M b k Memburuknya k di i perekonomian i t kondisi k i internasional.

• MR di tiap pasar adalah sama agar menghasilkan lama maksimum. • Pembagian pasar harus efektif. D=d1+d2 MC AC MR1 q1 d1 MR2 q2 d2 qt MRt=MR1+MR2 32 .Kurve Demand dan Keseimbangan Monopoli TR = P x Q AR = TR/Q atau sama dengan D D MR Frofit maks = MC = MR Total Profit = TR – TC atau [P – AC] x Q MC TC AC TR MR MR D Diskriminasi Harga Kebijakan diskriminasi harga adalah menjual produk yang sama dengan harga yang berbeda pada pasar yang berbeda dengan tujuan menambah laba melalui eksploitasi surplus konsumen. • Pasar dapat dibagi menjadi 2 atau lebih. Syarat diskriminasi Harga : y g • Perusahaan memiliki daya monopoli.

Diperlukan proses penjumlahan horizontal dengan syarat : MR1= MR2 = MRn = MRT • Menentukan fungsi MRT melalui fungsi output total invert. • Menentukan fungsi penerimaan marjinal total (MRT) yang merupakan penjumlahan dari fungsi penerimaan marjinal masingmasing pasar : QT = { Qi = f-1( MRi ) }. • MRT = MR1 = MR2 akan diketahui jumlah penjualan di masingmasing pasar demikian juga harganya di setiap pasar. Pasar Persaingan Monopolistik Karakteristik : • Differentiated product • Large number of firm • Free entry and exit Keseimbangan Perusahaan MC AC Demand = hampir mendatar MR 33 . • Menentukan fungsi biaya marjinal (MC). • Menentukan titik keseimbangan pada keuntungan maksimum dengan ketentuan MC = MRT akan diperoleh jumlah output total yang harus dijual disemua pasar yang ada. • Tentukan laba total dari seluruh pasar.Keseimbangan Perusahaan dalam Kebijakan Diskriminasi Harga. • Selanjutnya tentukan penerimaan marjinal (MR) untuk masingmasing pasar. • Melakukan pendugaan fungsi permintaan produk dari masingmasing pasar Qi = f(Pi) kemudian fungsi permintaan invert.

• Non pricing competition D1 D2 MR1 MR2 Price Leadership Model Sm Sd P1 Sm=Pd Pd P2 Sd=MRd Dd Perusahaan dominan mengambil inisiatif penentuan harga dengan membentuk kolusi implisit (perusahaan mengikuti langkah tanpa perjanjian). dominan Sm = penawaran industri Sd = MC prsh. Dominan MRd = MR prsh.Pasar Oligopoli Keseimbangan dalam Pasar Oligopoli Karakteristik : • Few number of firms • Homogen or MC1 differentiated product. perjanjian) Dm = demand Industri Dd = demand prsh. • Interdependence MC2 decisions. Dominan MRd Qs Qd Qm Pd = harga prsh dominan Qm = Qs + Qd Dm 34 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful