Anda di halaman 1dari 8

Sepanjang tahun 1980-an pustakawan dan pendidik yang berpengalaman mulai

tertarik akan keterampilan informasi, pendidik menemukan pendekatan proses


keterampilan informasi bisa diterapkan dalam kurikulum. Di akhir 1980-an dan
awal 1990-an, keterampilan informasi menjadi fokus para peneliti.
Di tahun 1990-an, model literasi mulai bermunculan seiring dengan pesatnya
perkembangan teknologi yang menuntut model yang bisa mendapatkan
informasi secara efektif dan efisien. Literasi informasi dapat diterapkan melaui
sebuah cara yang terpola agar seseorang mampu mencari informasi secara
tepat, cara ini yang disebut dengan model literasi informasi. Dalam
perkembangannya literasi informasi melahirkan berbagai jenis model literasi
informasi yang diterapkan mulai dari pendidikan dasar, perguruan tinggi dan
tempat kerja. Ada berbagai model literasi informasi yang dikembangkan untuk
mengajarkan literasi informasi kepada peserta didik (Attygalle, 2007).
1.The Big6™ dibuat Eisenberg and Berkowitz di tahun 1990 dengan
keterampilan:
1. Definisi Tugas
1.1 Definisikan masalah informasi yang dihadapi
1.2 Identifikasi informasi yang diperlukan
2. Strategi Mencari Informasi
2.1 Menentukan semua sumber yang mungkin
2.2 Memilih sumber terbaik
3. Lokasi dan Akses
3.1 Tentukan lokasi sumber secara intelektual maupun fisik
3.2 Menemukan informasi dalam sumber
4. Menggunakan Informasi
4.1 Mengikat (membaca, mendengar, melihat, menyentuh)
4.2 Ekstrak informasi yang relevan
5. Sintesis
5.1 Mengorganisir dari banyak sumber
5.2 Sajikan informasi
6. Evaluasi
6.1 Nilai produk yang dihasilkan dari segi efektivitas
6.2 Nilai proses dari segi efisiensi
(www://big6.com)

2.Seven Pillars Model dibuat SCONUL, di tahun 1999 dengan keterampilan:


1. Mengenal kebutuhan informasi
2. Membedakan cara mengatasi kesenjangan, mengetahui sumber informasi
3. Membangun strategi untuk menentukan lokasi informasi
4. Menentukan lokasi dan akses informasi
5. Membandingkan dan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari sumber
yang berbeda
6. Mengorganisir, menerapkan dan mengkomunikasikan informasi ke orang lain
dengan cara yang sesuai dengan situasi
7. Menyatukan dan membangun atas informasi yang ada dan mendukung
penciptaan ilmu baru.
(www.sconul.ac.uk/groups/information_literacy/sp/sp/model.html)

3. E8™ , Empowering (E-8) adalah sebuah model pemecahan masalah untuk


model pembelajaran berbasis sumber belajar. E-8 dikembangkan pada bulan
November 2004 dalam International Workshop on Information Skills for Learning
di University of Colombo, Sri Langka. Model literasi E-8 dikembangkan oleh
orang-orang Asia untuk orang Asia dan dianggap sebagai model yang
merefleksikan kondisi orang-orang Asia. Adapun unsur-unsur yang tercakup
dalam E-8 adalah :
1.Menggidentifikasi (identify)
• Menentukan topik/subyek
• Menentukan dan memahami siapa target pendengar
• Memilih bentuk yang cocok untuk produk akhir
• Mengidentifikasi kata kunci
• Menentukan strategi penelusuran
• Mengidentifikasi jenis sumber informasi dimana informasi dapat ditenmukan

2. Mengeksplorasi (Explore)
• Menentukan sumber-sumber yang cocok dengan topik yang dipilih
• Menemukan informasi yang cocok dengan topik yang dipilih
• Melakukan wawancara, karya wisata atau penelitian luar lainnya

3. Menyeleksi (select)
• Memilih informasi yang relevan
• Menentukan informasi mana yang terlalu mudah, terlalu sulit atau biasa saja
• Mencatat informasi yang relevan dengan cara mencatat atau membuat
peraturan visual seperti chart, grafik atau outline dan sebagainya :
• Menentukan tahapan proses
• Mengumpulkan sitasi yang cocok

4. Mengorganisir (organise)
• Menyortir informsi
• Membedakan antara fakta, opini dan fiksi
• Memeriksa ketumpangtindihan di antara sumber
• Menyusun informasi dalam susunan yang logis
• Menggunakan visual organiser untuk membandingkan atau menguji informasi

5. Mencipta (create)
• Menyiapkan informasi dalam bahasa yang dibuat sendiri
• Merevisi atau mengedit ( sendiri maupun dengan temen)
• Menyelesaikan format bibliografi

6. Mempresentasikan(present)
• Melakukan latihan untuk mempresentasikan hasil karya penelitian
• Membagikan informasi kepada pendengar
• Menayangkan informsi dalam bentuk yang tepat sesuai dengan pendengar
• Menyiapkan dan menggunakan perlengkapan dengan semestinya

7. Menilai (acces)
• Menerima masukan dari pendengar
• Menilai penempilan orang lain sebagai respon hasil karya orang lain
• Merefleksikan sudah seberapa baiknya penelitian ini dilakukan
• Mengungkapkan keterampilan baru yang telah dipelajari dala proses penelitian
ini
• Memperhatikan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dengan lebih baik lagi di
waktu mendatangkan

8. Mengaplikasi (Apply)
• Meninjau ulang masukan dan peneilaian yang telah diberikan
• Menggunakan masukan dan penilaian untuk tugas belajar selanjutnya
• Mengusahakan untuk menggunakan pengetahuan baru yang diperoleh di
dalam situasi yang beragam
• Menentukan subjek lain apa saja yang dapat menerapkan keterampilan ini
• Memberikan tambahan pada portofolio yang dibuat (sudarsono, 2009:33)

4. Information Search Process (ISP) dibuat Carol Kuhlthau di tahun 1989 dengan
keterampilan:
1. Initiation (Pengenalan)
2. Selection (Seleksi)
3. Exploration (Eksplorasi)
4. Collection (Koleksi)
5. Search closure (Menutup pencarian)
6. Presentation (Presentasi)
(http://virtualinquiry.com/inquiry/ips.htm)

5. The Stripling and Pitts Research Process (REACT) dibuat Barbara Stripling dan
Judy Pitts pada tahun1988 dengan keterampilan:
1. Choose a broad topic (Memilih topik yang luas)
2. Get an overview of the topic (Menyimpulkan topik)
3. Narrow the topic (Membatasi topik)
4. Develop a thesis or statement of purpose (Membangun alasan atau
pernyataan dari tujuan)
5. Formulate questions to guide research (Merumuskan pertanyaan untuk
panduan penelitian)
6. Plan for research and production (Merencanakan penelitian dan penciptaan)
7. Find/Analyze/Evaluate sources (Menemukan/Menganalisis/Mengevaluasi
sumber)
8.Evaluate evidence/Take notes/Compile bibliography (Mengevaluasi bukti,
Membuat catatan, Menyusun daftar pustaka)
9. Establish conclusions (Menetapkan kesimpulan)
10.Create and present final product (Menciptakan dan menyajikan hasil akhir)
(http://virtualinquiry.com/inquiry/stripling.htm)

6. Pathways to Knowledge Information Skills dibuat Marjorie Pappas dan Ann


Tepe pada tahun 1995 dengan keterampilan:
1. Appreciation (Pemahaman)
2. Presearch (Pra pencarian)
3. Search (Mencari)
4. Interpretation (Menerjemahkan)
5. Communication (Mengkomunikasikan)
6. Evaluation (Menilai)
(http://virtualinquiry.com/inquiry/pathways.htm)

7. The Alberta Model dengan keterampilan:


1. Planning (Perencanaan)
2. Information Retrieval (Temu Balik Informasi)
3. Information Processing (Memproses Informasi)
4. Information Sharing (Membagi Informasi)
5. Evaluation (Menilai)
(http://ictnz.com/infolitmodels.htm)

8. Guided Inquiry dibuat Carol Kuhlthau dan Ross Todd dengan keterampilan:
1. Initiation (Mengenal)
2. Selection (Seleksi)
3. Exploration (Eksplorasi)
4. Formulation (Merumuskan
5. Collection (Mengoleksi)
6. Presentation (Menyajikan)
7. Assessment (Menaksir)
(http://www.cissl.scils.rutgers.edu/guided_inquiry/implementation.html)

9. The 8 Ws dibuat Annette Lamb di tahun1990 dengan keterampilan:


1. Watching (Exploring) Menyaksikan (Menyelidiki)
2. Wondering (Questioning) Merasa ragu (Tanya jawab)
3. Webbing (Searching) Melihat Web (Mencari)
4. Wiggling (Evaluating) Bergoyang (Mengevaluasi)
5. Weaving (Synthesizing)Menenun (Manyatukan)
6. Wrapping (Creating) Membungkus (Menciptakan)
7. Waving (Communicating) Melambai (Berkomunikasi)
8. Wishing (Assessing) Mengharapkan (Menaksir)
(http://virtualinquiry.com/inquiry/ws.htm)

10. Action Learning dibuat Gwen Gawith di tahun 1983 dengan keterampilan:
1. Decide (Memutuskan)
2. Search and Finding (Mencari dan Menemukan)
3. Using and Analysing (Menggunakan dan Menganalisa)
4. Recording (Merekam)
5.Presenting and Communicating (Menyajikan dan Berkomunikasi)
6. Evaluating (Mengevaluasi)
(http://ictnz.com/infolitmodels.htm)

11. Louisiana Information Literacy Model For Lifelong Learning:


1. Defining/Focusing (Mendefinisikan/Fokus)
2. Selecting Tools and Resources (Memilih Sumber dan Alat)
3. Extracting and Recording (Ekstrak dan merekam)
4. Processing Information (Memproses Informasi)
5. Organizing Information (Mengorganisir Informasi)
6. Presenting Findings (Mempresentasikan Penemuan)
7. Evaluating Efforts (Mengevaluasi Usaha)
(http://ictnz.com/infolitmodels.htm)

12. 3 Doors dibuat oleh Gwen Gawith dengan keterampilan:

1. Aim (Tujuan)
2. Claim (Gugat)
3. Frame (Merangkai)
(http://ictnz.com/infolitmodels.htm)

13. Information Skill dibuat Irving dengan keterampilan:


1. Formulation (Merumuskan)
2. Mengidentifikasi (Identification)
3. Tracing (Melacak)
4. Examining (Menelaah)
5. Using (Menggunakan)
6. Interpreting (Menafsirkan)
7. Shaping (Membentuk)
8. Evaluating (Mengevaluasi)
(http://virtualinquiry.com/inquiry/irving.htm)
14. Research Cycle dibuat Jamie McKenzie tahun1995 dengan
keterampilan :
1. Questioning (Bertanya)
2. Planning (Merencanakan)
3. Gathering (Mengumpulkan)
4. Sorting & Sifting (Memilih dan Menyaring)
5. Synthesizing (Menyatukan)
6. Evaluating (Evaluasi)
7. Reporting (Membuat laporan )
(http://ictnz.com/infolitmodels.htm)

15. 5-As dibuat oleh Ian Jukes dengan keterampilan


1. Aks (Tanya)
2. Accessing (Mengakses)
3. Analyzing (Menganalisis)
4. Applying – (Menerapkan)
5. Assessing – (Menaksir)
(http://virtualinquiry.com/inquiry/as.htm)

16. Infohio dialogue model for information literacy skills dibuat InfoOhio pada
tahun 1998 dengan keterampilan:
1. Define (Mendefinisikan)
2. Initiate (Mengenali)
3. Assess (Menaksir)
4. Locate (Menempatkan)
5. Organize (Mengorganisir)
6. Guide (Memandu)
7. Use (Menggunakan)
8. Evaluate (Menilai)
(http://www.infohio.org/ID/dialogue.html)

17. FLIP IT dibuat Alice H. Yucht di tahun 1997 dengan keterampilan :


1. Focus (Fokus; spesifik)
2. Links (Koneksi yang membantu berproses; strategi)
3.Input (Menerapkan informasi yang ditemukan; penyortiran, penyaringan,
menyimpan)
4. Payoff (Memberi imbalan pemecahan, penyajian, berbagi)
5. IT!
(http://virtualinquiry.com/inquiry/flipit.htm)

18. Information Process di kembangkan New South Wales dengan keterampilan:


1. Defining (Mendefinisikan)
2. Locating (Menempatkan)
3. Selecting (Memilih)
4. Organizing (Mengorganisir)
5. Presenting (Menyajikan)
6. Assessing (Menaksir)
(http://www.eduscapes.com/)

19. Sauce dibuat oleh T. Bond dengan keterampilan:


1. Set the scene (Mengatur langkah)
2. Aquire (Mendapatkan)
3. Use (Menggunakan)
4. Communicate (Mengkomunikasikan)
5. Evaluate (Mengevaluasi)
(http://ictnz.com/SAUCE.htm)

20. S.P.I.R.R.E. Research dibuat oleh McElmeel dengan keterampilan:


1. Select and define a task (Memilih dan mendefinisikan tugas)
2. Predict strategies for information gathering (Meramal strategi untuk
mengumpulkan informasi)
3. Information gathering (Mengumpulkan informasi)
4. Record selected information (Mencatat informasi yang dipilih)
5. Restructure the information for the task (Mengatur informasi untuk tugas)
6. Evaluate and showcase (Mengevaluasi dan mempertunjukkan)
(http://www.ils.unc.edu/daniel/242/InfoSkillsComp.html)

21. I-Search dibuat oleh Ken Macrorie, Marilyn Joyce, and Julie Tallman
1. Selecting a topic (Memilih topik)
2. Finding information (Mencari informasi)
3. Using information (Menggunakan informasi)
4. Developing a final product (Mengembangkan hasil akhir)
(http://virtualinquiry.com/inquiry/isearch.htm)

22. Noodle Tools dibuat Debbie Abilock


1. Engaging (Terlibat)
2. Defining (Mendefinisikan)
3. Initiating (Memulai)
4. Locating (Menempatkan)
5.Examining, Selecting, Comprehending, Assessing (Menguji, Memilih,
Memahami, Menilai)
6.Recording, Sorting, Organizing, Interpreting (Mencatat, Memilah,
Mengorganisir, Menafsirkan)
7.Communicating, synthesizing (Mengkomunikasikan, Menyatukan)
8. Evaluating (Menilai)
(http://virtualinquiry.com/inquiry/noodletools.htm)

23. Pre-search dibuat Virginia Rankin dengan keterampilan:


1. Presearch (Pra pencarian)
2. Plan the search (Merencanakan pencarian)
3. Search for information (Mencari informasi)
4. Select information(Memilih informasi)
5. Interpret and record information (Menafsirkan dan mencatat informasi)
6. Evaluate information (Menilai informasi)
7. Communicate the information (Mengkomunikasikan informasi)
8. Evaluate the process (Mengevaluasi informasi)
(http://virtualinquiry.com/inquiry/presearch.htm)

24. The Research Helper dibuat S. Hughes


1. Preparing (Mempersiapkan)
2. Accessing (Mengakses)
3. Processing (Memproses)
4. Transferring (Memindahkan)
(http://virtualinquiry.com/inquiry/research.htm)

25. Research Assistant dibuat Ann Bevilacqua


1. Understand assignment (Memahami tugas)
2. Select topic (Memilih topik)
3. General reading on topic (Membaca topik secara umum)
4. Formulate thesis (Merumuskan dalil)
5. Conduct library research (Menjalankan penelitian kepustakaan)
6. Make an outline (Membuat rangkuman)
7. Write a first draft (Menulis konsep dasar)
8. Get supporting materials for argument (Mendapatkan bahan untuk debat)
9. Review and revise (Memeriksa dan memperbaiki)
10. Final form (Membuat bentuk akhir)
(http://virtualinquiry.com/inquiry/researchassistant.htm)

26. Digital Information Fluency/DIF (Illinois Mathematics and Science Academy)


1. What information am I looking for? (Apa informasi yang saya cari?)
2. Where will I find the information? (Dimana saya mendapatkan informasinya?)
3. How will I get there? (Bagaimana saya mendapatkannya?)
4. How good is the information? (Seberapa bagus informasinya?)
5. How will I ethically use the information? (Bagaimana saya menggunakan
informasi secara etis?)
6. Overall competencies (Applicable in all phases of the digital information
fluency process) Keseluruhan kemampuan (Yang bisa diterapkan dalam semua
tahap dari proses kelancaran informasi digital)
(http://21cif.imsa.edu/resources/difcore).
27. The PLUS Model
Model PLUS merupakan model keahlian informasi yang sesuai untuk sekolah.
Model ini dekembangkan oleh James Herring, yang mempunyai otorita dalam
keberinformasian di Queen Margaret University College, Edinburgh. PLUS
merupakan akronim yang mudah diingat oleh peserta didik dan guru. PLUS
membagi keahlian informasi dalam 4 bagian besar seperti terlihat pada tabel.

The PLUS Model


Purpose (P) atau tujuan Menetapkan tujuan penyidikan/penelitian atau tugas-
tugas sekolah
Location (L) atau Lokasi Menemukan sumber informasi yang cocok denga tujuan
yang telah ditetapkan
Use (U) atau Pemustakaan Memilih dan memilah informasi dan gagasan,
membaca untuk mendapatkan informasi, catatan dan membuat presentasi
Self-Evaluation (S) atau Evaluasi diri Bagaimana peserta didik mengevaluasi
tampilannya dalam menerapkan keahlian informasi untuk tugas sekolah dan apa
yang dipelajari untuk kemudian hari.

Berikut adalah inti keahlian dan kegiatan yang disarankan dalam pelatihan
keahlian informasi dengan menggunakan model PLUS :
1. Tujuan ( Purpose)
• Menetapkan kebutuhan informasi
• Belajar membuat kerangka pertanyaan penelitian yang realistis
• Menyiapkan diagram penelitian atau menggunakan pokok-pokok penelitian
• Menentukan kata kunci

2. Lokasi (Location)
• Memilih media informasi yang sesuai
• Mencari lokasi informsi menggunakan katalog perpustakaan, indeks, pangkalan
data, CD-ROM, atau mesin pencari(search engine)

3. Penggunaan ( Use)
• Membaca secara tepat untuk menemukan informasi yang dicari
• Mengevaluasi kualitas atau kecocokan informasi yang ditemukan
• Membuat catatan
• Memaparkan dan mengkomunikasikan informasi
• Menyusun bibliografi

4. Evaluasi Diri ( Self-evaluation)


• Bertolak dari yang sudah dipelajari, dapat menarik kesimpulan berdasarkan
informasi yang ditemukan
• Melakukan penilaian diri sendiri atas keterampilan informsinya
• Mengidentifikasikan strategi keterampilan informasi yang berhasil (sudarsono,
2009 : 36)

Selain yang tersebut, masih ada lagi model yang terus dikembangkan dan
disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dalam mendapatkan informasi secara
efektif dan efisien.

Sumber: http://arsidi.sman1teladan.net/