Anda di halaman 1dari 18

Refleksi Negara yang Gagal Mengelola

Migas untuk Kesejahteraan Rakyat

oleh: Hidayatullah Muttaqin


disampaikan dalam DIALOG POLITIK EKONOMI HTI Kalsel – KPSI Kalsel
Pro Kontra Penaikan Harga BBM: Apa Akar Masalahnya?
AMNESIA PEMERINTAH
• AMNESIA adalah penyakit yang menyebabkan
terganggunya daya ingat seseorang sebagai akibat
kerusakan ORGANIK seperti kerusakan otak, dan
gangguan FUNGSIONAL seperti faktor psikologis.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Amnesia)
• AMNESIA PEMERINTAH adalah hilangnya daya ingat
pemerintah akan fungsinya sebagai pemelihara dan
pengatur urusan rakyat yang disebabkan oleh
kerusakan SISTEMIK seperti rusaknya Sistem Ekonomi
Kapitalis yang diterapkan pemerintah dan faktor
PSIKOLOGIS seperti ketakutan pemerintah bila
melakukan kebijakan yang tidak pro pasar.
FUNGSI NEGARA
• Siapapun pasti meyakini bahwa negara
berfungsi untuk melindungi rakyat,
memberikan pelayanan, dan mensejahterakan
kehidupan mereka.
• Rasulullah SAW bersabda: Seorang imam
(khalifah) adalah pemelihara dan pengatur
urusan (rakyat), dan dia akan dimintai
pertanggungjawabannya terhadap rakyatnya.
(HR Bukhari dan Muslim)
TAPI KINI FUNGSI NEGARA
HAMPIR HILANG
RUNTUHNYA FUNGSI NEGARA
• Sejak reformasi, berbagai subsidi untuk rakyat
dikurangi dan dihapuskan dengan alasan subsidi
terlalu membebani keuangan negara,
menyebabkan Indonesia tidak kompetitif di
tengah pasar dunia, menjadikan rakyat manja.
• Berbagai pelayanan publik dan menguasai hajat
hidup orang banyak diserahkan kepada investor
• Birokrat yang korup dan eforia demokrasi
menjadikan ladang para politisi untuk berebut
kekuasaan daripada mendidik masyarakat faham
tentang kedudukan dan fungsi negara.
PENYERAHAN PELAYANAN
PUBLIK KPD SWASTA &
PENGURANGAN SUBSIDI ASING
HINGGA NOL Pengolahan air PDAM,
Listrik, BBM, pupuk, pembangkit listrik,
telekomunikasi, pelabuhan
laut dan udara.

PENYERAHAN SDA KPD


PRIVATISASI BUMN
SWASTA & ASING
Tahun 2008 pemerintah
UU Migas 2001 & UU
memprivatisasi 44 BUMN
Penanaman Modal 2007
KEBIJAKAN MENAIKAN HARGA BBM
• Menyikapi lonjakan harga minyak mentah dunia
yang sudah berada di atas US$100 per barrel,
pemerintahan SBY-JK menyatakan pemerintah
tidak akan mengambil opsi menaikan harga BBM,
kalaupun menaikan hanya sebagai langkah
terakhir setelah langkah-langkah alternatif
ditempuh.
• 5 Mei 2008, pemerintah melalui MenkoEkuin
Boediono menyatakan akan menaikan harga
BBM pada pertengahan tahun ini rata-rata 30%.
ARGUMENTASI PENAIKAN HARGA
BBM
• Menurut pemerintah, APBN disandera subsidi sebagai akibat
lonjakan harga minyak mentah dunia yang sangat tinggi. Jika harga
BBM saat ini dipertahankan, katanya beban subsidi akan bertambah
menjadi Rp 200 – Rp 300 trilyun.
• Wapres, JK: Selama ini subsidi salah sasaran, sebab 80% subsidi
dinikmati oleh orang-orang kaya. Jadi yang menolak penaikan harga
BBM tidak berpihak kepada orang miskin tetapi berpihak kepada
orang kaya.
• MenkoKesra Aburizal Bakrie: pengurangan dan penghapusan
subsidi akan menurunkan jumlah orang miskin.
• Jubir Kepresidenan, Andi Malaranggeng: Saatnya yang disubsidi
adalah orang bukan barang.
• Alasan lainnya: Indonesia bukan lagi net eksportir migas, subsidi
menyebabkan Indonesia tidak kompetitif dan membuat masyarakat
menjadi manja.
Pelajaran kebijakan harga BBM 2005
• Kemiskinan bertambah:
Versi BPS Penduduk di bawah garis kemiskinan
(pengeluaran per bulan di bawah Rp 152 ribu)
dari 35,1 juta menjadi 39,3 juta jiwa
Penduduk miskin dengan pengeluaran di bawah
Rp 229 ribu per bulan bertambah menjadi
128,94 juta jiwa
• Warga yang menderita busung lapar mencapai
76.176 jiwa (Pidato Awal Tahun Presiden SBY)
KONDISI SAAT INI
• Di era SBY-JK harga BBM sudah dinaikan 2 kali
• Melonjaknya harga pangan dunia
AKIBATNYA
• Terjadi inflasi khususnya berasal dari kebutuhan pokok
• Pendapatan masyarakat tidak bertambah bahkan menurun
• Daya beli riil masyarakat menurun
• Daya beli buruh menurun
• Daya beli petani menurun
• Jadi menaikan harga BBM merupakan TINDAKAN LUAR
BIASA ZALIMNYA sebab SUDAH MELAMPAUI BATAS
KEMAMPUAN EKONOMI MASYARAKAT
Fungsi Negara atas BBM
• Jika harga BBM naik lagi di tengah kesulitan hidup dan
himpitan ekonomi maka kemiskinan akan bertambah,
pengangguran akan bertambah, busung lapar akan kembali
terjadi dalam jumlah yang besar, munculnya penyakit-
penyakit sosial seperti kriminalitas dan pelacuran, bahkan
akan lebih banyak warga yang mati kelaparan dan mati
karena bunuh diri.
• Jadi negara harus memiliki STRATEGI CERDAS untuk
MEMPROTEKSI RAKYATNYA dari dampak kenaikan harga
minyak mentah dunia. Inilah fungsi negara!!!
• Tapi tidak ada satu pun KEBIJAKAN CERDAS yang dilakukan
pemerintah kecuali MEMBEBANKAN KENAIKAN HARGA
MINYAK MENTAH DUNIA ke PUNDAK MASYARAKAT
AKIBAT AMNESIA PEMERINTAH LUPA,
bahwa:
• Kita masih produsen minyak dan masih net eksportir,
sehingga lonjakan harga minyak dunia seharusnya
Indonesia mendapatkan winfall profit yang lebih besar
• Beban APBN terbesar justru datang dari pos
pembayaran bunga dan pokok utang luar negeri dan
utang domestik
• Pemerintah belum melakukan penghematan anggaran
khususnya pada pos-pos yang mubazir dan bisa
ditunda
• Rakyat harus dilindungi bukannya DIGORENG dengan
menyerahkan harga BBM nasional kepada mekanisme
pasar internasional
WINFALL PROFIT
Surplus Ekspor – Impor
Minyak Mentah
Indonesia
Januari-Maret 2008

6,399 juta barrel


X US$ 100
= US$639,9 juta
=Rp 5,887 trilyun

Tahun Produksi Konsumsi Ekspor Impor


2008 84,822,501.00 76,714,500.00 29,623,200.00 23,224,200.00
2007 347,493,172.00 321,302,814.00 127,134,792.00 110,448,506.36 Sumber :
2006 359,289,337.00 349,845,435.00 111,172,003.15 113,545,934.13 www.ESDM.go.id
2005 385,497,959.00 357,493,997.00 156,766,006.00 120,159,324.81
2004 400,486,234.00 375,494,636.00 180,234,938.00 148,489,589.13
2003 415,814,157.00 373,190,759.00 211,195,794.52 129,761,738.00
2002 455,738,915.00 358,806,832.00 216,901,729.00 121,269,175.75
2001 489,849,297.00 375,668,315.00 239,947,960.00 118,361,896.69
2000 517,415,696.00 383,955,955.00 225,840,000.00 79,206,903.00
APBN 2008
• Penerimaan Rp 781,35 trilyun
Pajak: Rp 591,978 triyun
Pembayaran utang &
SDA: Rp 126,2 trilyun bunganya memakan
porsi 17,67%
• Pengeluaran Rp 854,66 pengeluaran APBN
Subsidi: Rp 97,87 trilyun
Belanja pegawai: Rp 128,169 trilyun
Pembayaran bunga utang: Rp 91,365 trilyun
Pembayaran pokok utang luar negeri Rp 59,658
trilyun
Spekulan Kapitalis Pengendali Harga

Tahun lalu harga minyak mentah dunia antara 60 – 80 dolar AS per barel
Awal tahun ini 100 dolar AS per barrel
Sekarang sudah bergerak ke 128 dolar per barel

Menurut ANALIS :
6 bulan ke depan harga minyak dapat mencapai US$ 200 per barrel
1 tahun ke depan mungkin saja menjadi US$ 300

KEBUTUHAN MINYAK DUNIA RATA-RATA SETIAP HARI MENCAPAI 87 juta barel

Dari pola pergerakan harga minyak dunia yang dikendalikan para SPEKULAN ini
Maka menyerahkan harga BBM Indonesia mengikuti harga minyak dunia = BUNUH DIRI
MINYAK INDONESIA MILIK ASING
• 90% produksi minyak Indonesia dihasilkan dari
ladang-ladang minyak milik ASING khususnya dari
Exxon Mobil dan CHEVRON
• Menyamakan harga BBM kepada mekanisme
pasar internasional berarti memberikan
kesempatan perusahaan-perusahaan KAPITALIS
terutama dari AS menjual minyak rakyat
Indonesia kepada pemerintah dengan HARGA
NEW YORK
• Kenaikan harga BBM = Penderitaan rakyat =
Pesta Pora Perusahaan Minyak
Karena AMNESIA
Pemerintah Lupa Akar Masalanya
• YAKNI PENGUASAAN LADANG MINYAK oleh
ASING
• UU Migas 2001 dan UU Penanaman Modal
2007 mengamanhkan kepada pemerintah
untuk meliberalisasi sektor hulu dan hilir
untuk kepentingan INVESTOR ASING

Jadi karena AMNESIA pemerintah selalu INGAT


INVESTOR lupa sama RAKYAT sendiri
POLITIK MIGAS ISLAM
• MIGAS merupakan milik rakyat karenanya tidak ada
istilah subsidi BBM untuk rakyat yang ada adalah
subsidi rakyat untuk negara
• Rasulullah SAW:
Kaum Muslimin berserikat dalam tiga hal, yaitu air,
padang rumput, dan api (HR Abu Daud). Anas
meriwayatkan dari Ibnu Abas: dan harganya haram.
Jadi ladang-ladang migas adalah milik umum, negaralah
yang mengelolanya, tetapi negara tidak diperbolehkan
menyerahkannya kepada swasta apalagi asing.
JADI SOLUSI UNTUK AMNESIA
PEMERINTAH

GANTI SISTEM KAPITALIS NEOLIBERAL


Dengan SISTEM ISLAM