P. 1
Mata Merah Visus Turun

Mata Merah Visus Turun

|Views: 738|Likes:
Dipublikasikan oleh Nad's Khadijah

More info:

Published by: Nad's Khadijah on May 21, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

STATUS PASIEN

I. IDENTITAS Nama Umur Jenis Kelamin : Tn X : 55 tahun : Laki-laki

II. ANAMNESIS A. Keluhan utama : Mata nyeri

B. Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke Puskesmas dengan keluhan mata nyeri, merah dan pandangan kabur.

C. Riwayat Penyakit Dahulu - Riwayat darah tinggi - Riwayat kencing manis - Riwayat operasi - Riwayat trauma - Riwayat alergi - Riwayat pakai kacamata : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

D. Riwayat Penyakit Keluarga - R. Darah tinggi - R. Kencing manis - R. Alergi - R. sakit serupa : tidak punya : tidak punya : tidakpunya : tidak punya

g seluruh bola matadanygdiine .nyerimatahebat.Fotofobia .E.Mata merah .Tukak marginal : y Unilateral Fokal y Multifokal -infeksieksogensetelah trauma/bedah -endogen akibat sepsis Bola mata. Sklerotikan) .Nyeri .fotofobia rvasi N.Mata merah . Kornea .Nyeri . Marginal.mualmuntah .Lakrimasi .Keratokonjungti vitis epidemi : demam.Bilateral (k. Pungtata.Tidak Nyeri (K. Bola mata Seluruh bola mata bilateral (panoftalmitis) . Marginal : Fotofobia berat . Neuroparalitik) .Silau .bradikardi .Unilateral (k.melihatpelangi/ halo di sekitarlampu .sifat unilateral (sering) ENDOFTALMITIS Nyerimataberat OFTALMIA SIMPATIKA .COA . V .(reflekokulokar diak) .Mata merah .Kotor UVEITIS GLAUKOMA AKUT AKUT .Alergi .Sifat unilateral Peningkatanteka nanintraokulerm endadak .Lakrimasi .k. Kesimpulan Anamnesis KERATITIS Gejala Subyektif .nyerimatasedan .K.Uvea .Fotofobia Proses Infeksi Lokalisasi Kornea . nyeri periorbita Infeksi ULKUS KORNEA .Nyeri ringan sampai berat .Infeksi .

Akut .pungtata. Vernal) . pseudomonas aeroginosa.Ulkus Mooren : unilateral . alergi .parese N.Bedah mata intra okuler Kebutaan Katarak.k. trauma.virus. Actinomises. Vernal) y Difus y Tunggal y Multipel Sebab Bakteri.Rekuren (k. k. K. .Trauma tembus . . K. reaksi toksik.Regresi . alergi. bakteri.bakteri . mpit streptococcus.Membentuk jaringan parut .Virus. pneumococcus. bilateral Jamur.reaksihipersen sitivitas Perjalanan Komplikasi .Rekuren (ulkus marginal) .Filamentosa) Ulkus kornea .Akut .Kronis (k. defisiensi vit. A. bakteri. virus.VII.Progresif Perlahan . jamur.Kronik Perforasi . Marginal. fitomikosis Tiba-tiba/ Akut perlahan .aspergilu s.Akut dan Kronis (k.Glaucoma Sudutbilikmatase Stafilococcus. III .

k .U.k Mata menonjol (panoftalmitis) t.K.a.k epifora Oedem t.k Sangatmenurun.Uveitis simpatis .Keratokonjung tivitis epidemi : edem t.a.K.a. tidakbegitubur uk.k t. Filamentosa : epifora .k t. Menurun Turun ( gangguan binokular akomodasi) menyempitberat t.sekunder . Filamentosa : blefarospasme .a.Kebutaan kebutaan F.k .a.a.k t.k . sukardibuka t. Pemeriksaan fisik KERATITIS ULKUS KORNEA UVEITIS AKUT GLAUKOMA AKUT ENDOFTALMITIS OFTALMIA SIMPATIKA Visus Turun Turun Lapang Pandang Ukuran Bola Mata Kelenjar Lakrimalis Kelopak Mata t.K Marginal: blefarospasme Lakrimasi Oedem.a.a. Sukarmelihatd ekat t.k Menurunsedan g. Marginal.a. mendadak.a.k t.a.k t. K. hiperemis.a.

Lagoftalmos : lagoftalmos Tekanan Intraokular Konjungtiva t. Vernal : hipertrofi papil (cobble stone) . pustul .Oedem Hiperemis Keruh Hiperemis t.Hiperemis . hiperemis t.a.keruh.K. Flikten : papul..K.Injeksi siliar Normal/tinggi/ turun Injeksisiliar Meningkat Injeksikonjunctiv a t.K.k .a.K.Keratokonjung tivitis sika : sekresi mukus berlebihan.K.Flikten : infiltrat. Viral : sekret encer Hiperemis .a.k .Bintiknanah yang hiperemis . edema konjungtiva bulbi .a. .Injeksi konjungtiva .Keruh .Bakteri : sekret kental .Hiperemis .Keratokonjung tivitis epidemi : pseudomembran .k Kemotik.K. keratikpresip Injeksiepisklera .k Hiperemis Sclera Kornea Hiperemis .

- - - - - - berwarnakuning itat (+) keputihan . pustul. flikten (benjolan batas tegas. Jamur : ulkus jelas. putih keabuan) dengan atau tanpa neovaskularisasi .K. strep. batas tegas pada tepi yg paling aktif (U. neovaskulari dari arah limbus.K. Marginal : infiltrat/ulkus memanjang . . Serpens) Infiltrat memanjang. tunggal/multipel .InjeksiPericorne al .aureus.K. dangkal. papul. menonjol.pneumoni) Fenomena satelit :Infiltrat abu ± abu dikelilingi infiltrat halus (jamur) Kekeruhan .InjeksiPerico Ulkus seperti rneal binatang melata.Fasikularis : flikten yang berjalan di sepanjang permukaan kornea (wander phlycten) . unilateral. Marginal) Infiltrat kuning hijau (pseudomonas) Infiltrat putih abu ± abu.neovaskularisasi . dangkal (U. . bulat lonjong (gram positif. staf.

Neuroparalitik : deskuamasi epitel kornea .K. Mooren) Anestetik (u.Dendritik : garis infiltrat membentuk cabang .Virus : infiltrat halus bertitik ± titik.K.K. Filamentosa : defek epitel .gambaran satelit .K. gambaran halo .K.Disiformis : infiltrat bulat / lonjong .Numularis/ Dimmer : infiltrat bundar berkelompok. jamur & bakteri : defek epitel dikelilingi PMN U. batas tegas.K.paralitik) .Sklerotikan : keruh bentuk segitiga. hipetesia .K virus : rx hipersensitifitas Jaringan parut dg jaringan vaskularisasi (U.K.K. kornea - - - warna putih  fluorosein test : hijau U.

Keru .sukardilihatkrne Sinekia demakornea&inf posterior iltrasiselradangp adakornea . katarak Keruh Selradang Papilsaraf optic hiperemis Reflek pupil berwarnaputih Oklusi pupil t.Terdapat selradang .Ablasi retina eksudatif .a. radang ringan anterior & posterior . .Nodul infiltrasi .k .a.k Miosis.Midriasis.Sinekia anterior perifer .Nodul kecil .Hipopion .Kamera Okuli Anterior Iris putih spt sklera t.k .k .a.a.Hipopion .Hipopionringan.Keruh .iritis . epitell pigmen absessatelit retina (jamur) .Papilitis . ireguler .a.k t.RC berkurangsmp RC berkurang dg (-) Keruh.k t.k t.Massaputihabuberpigmen abu pada lapisan .Neovaskularis asi iris Oedem Sinekia posterior Pupil t.a.k <N Lensa Vitreoretina t.Hipopion (kadang) Mutton fat deposit .a.Uvea menipis.sinekia posterior Dangkal .a.Hifema t.

Sistemikdosistu nggalselingseha riygtinggidituru nkandosisefektif .Siklopegiktetesmat a 3x/hr . polimiksin Gram positif : cefazolin. streptokokdanstafil okok Penisilin G topical.5% diberikansetiap 4 jam. berikutnyasetiap 1 jam selama 1 hari SistemikAsetazol amid 500 mg intravenaberikutn ya 250 mg tablet setiap 4 jam Hyperosmotic agent : ivmanitol 1. metisilinsubkonjun gtivadan IV.Jamur Amfoterisin B150 - - - OFTALMIA SIMPATIKA Enukleasi mata yang buta sebelum mata tersebut menimbulkan reaksi simpatis Enukleasi pada mata dengan visus nol walau oftalmia simpatika telah terjadi Steroid topikal Periokular steroid injeksi Steroid sistemik Siklopegik Bila steroid tidak efektif diberi obat anti supresi . TERAPI KERATITIS .Anti virus : Keratitis herpetik : larutan IDU (iodo 2 dioxyuridine) 1% diberikansetiap jam. salep (malam) .topical tetesmata (siang). tobramisindankarb esilin topical.G.Asetazolamid glaucoma sekunder - - - - GLAUKOMA AKUT Miotik: pilokarpin 2% setiapmenitselam a 5 menit. Salepvidarabindiberi - - - - - ULKUS KORNEA Tidakbolehdibeb atkarenaakanmen aikkansuhusehin ggaakanberfungs isebagai incubator Secret yang terbentukdibersih kan 4 kali 1 hari Diperhatikankem ungkinanterjadin yagalukomaskun der Debridement sangatmembantu Diberiantibiotik yang sesuaidengankau sa.5-2 MK/ kgBBdalamlaruta n 20%. gentamisin. .Antibiotik kum anspesifik . Gliserolperos 1gr/ kgBBdalamlaruta n 50% Anestesiretrobulb ENDOFTALMITIS .Antibiotik: . nistatin natamisin .Antifungi miconazol.Steroid.Antibiotik Gram negatif : tobramisin.subkonjung tiva.Pseudomonas gent amisin. basitrasin .biasanyadiberi local kecualikeadaanb erat.Subkonjungtiva peribulbar . subkonjungtiva. amfoterisin. Pengobatandihen UVEITIS AKUT . IV. IV.Ampisilin 2gr/hrdankloramfe nikol 3 gr/hr .Stafilokokus basitr asin topical. . . salep IDU 0. Pnemokok. vancomisin. .

Pethidine 50100mg.Siklopegik .-iridektomi mikrogramsubkonj ungtivaa . salep acyclovir 3% diberikansetiap 4 jam Keratitis dendritik : IDU 0.1% atau acyclovir setiap 1 jam.Anti emetik .Panoftalmitis . .kansetiap 4 jam. Keratokonjungtivitis epidemi : steroid tetesmata 3 ± 4 kali sehari.Air mata buatan tikanbilasudahter jadiepiteliasisasi danmataterlihatte nangkecualibilap enyebabnya Pseudomonas yang memerlukanpeng obatanditambah 1-2 minggu. .terjadij aringanparut yg mengganggupen gihatan airxilokain 2% mengurangiprodu ksiaquoshumorda nmengurangi rasa sakit.Enukleasi .Roborantia . Morphine 10-15mg) .Antibiotikdosisting gi .Gejalaradangsanga tberat Eviserasiisi bola mata .Eviserasi . .Analgetik .Padaulkuskornea dilakukanpembe dahanataukeratop lastiapabiladenga npengobatantida ksembuh.Steroid .Steroid untuk mengurangi reaksi radang .(Demerol 100mg. TFT 1% setiap 4 jam.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->