Anda di halaman 1dari 6

Nama : Chindy Feryandy HB

NPM : 0715041033
Mata Kuliah : Bahan Kontruksi Teknik Kimia (BKTK)
Dosen : Donny Lesmana,S.T.
-Tugas Individu-

1. membuat tabel macam-macam alloy berikut dengan persen komposisi


masingmasing,serta sifat-sifatnya secara umum.

Bahan Kandungan Senyawa


%(Cu) %(Zn) %(Fe) %(Ni) %(Al) %(Co) %(Mn) %(Sn) %(Cr) %(Au) %(Si)
Brass 70 30
Alnico 63 20 12 5
Duralumin 4 99.5 0.5
German 55-65 13.27 10-30
Silver
Gun Metal 88 2 10
Stainless 73 8 18
Steel
Rolled 95 5
Gold
Alloys of 8.48 91.52
Gold
Alluminiu 85 4-13
m alloy
Copper 67 21 3 5 4 0.5
alloy

1. Brass : Kuningan digunakan untuk membuat peralatan.


2. Alnico : Digunakan untuk membuat magnet permanen.
3. Duralumin : Digunakan untuk membuat bagian-bagian pesawat.
4. German Silver : Digunakan untuk membuat sendok garpu, meja ware, koil tinggal
dan lain-lain ornamen,
5. Gun Metal : Digunakan dalam pembuatan senjata, bantalan roda gigi dll,
6. Stainless Steel : Digunakan untuk membuat sendok garpu, suku cadang kendaraan
bermotor dan instrumen bedah.
7. Rolled Gold : Digunakan untuk membuat perhiasan buatan.
8. Alloy of Gold : Biasanya emas 22 karat yang digunakan untuk membuat
perhiasan.
9. Aluminium alloy: Paduan aluminium secara luas digunakan dalam struktur teknik
dan komponen mana ringan atau korosi resistensi diperlukan
10. Copper Alloy : karena disebut juga sebagai perunggu sering digunakan sebagai
hisan ataupun property pada interior ruangan
2. Jelaskan Beberapa sifat bahan industry berikut :
1. Sifat mekanik
a. Kekuatan : Kemampuan bahan untuk menerima tegangan tanpa
menyebabkan bahan menjadi patah
b. Kekerasan : Kemampuan suatu bahan untuk tahan terhadap
penggoresan ,pengikisan,identasi/penetrasi
c. Kekakuan : Kemampuan bahan untuk menerima tegangan /beban
tanpa mengakibatkan terjadinya perbahan
bentuk(deformasi)/defleksi
d. Keliatan : Derajat kelenturan yang di tandai dengan sifat bahan
yang tidak mudah kaku
e. Keuletan : kemampuan suatau bahan untuk menahan daya tarik
sehingga tidak mudah putus

2. Sifat magnet
a. Permeabilitas : Tingkat magnetisasi suatu bahan untuk
menanggapi medan magnet

b. Koersivitas : Merupakan kekuatan medan magnet yang


diperlukan untuk mengedit data yang dimasukkan
ke dalam strip magnetic

c. Histrisis : The histerisis Kata sering digunakan secara


khusus untuk mewakili negara tingkat-
independen. Ini berarti bahwa jika beberapa set
input X (t) menghasilkan output Y (t), maka input
X (αt) menghasilkan output Y (αt) untuk setiap> α
0. Besi magnet atau thermostat memiliki properti
ini.

3. Sifat termal
a. Panas jenis

Energi panas (kalor) yang diperlukan untuk menaikan suatu massa


logam yang dilambangkan dengan Cz.. Besarnya energi panas dapat
diukur dengan kalorimeter dan calorimeter ideal tidak menyerap panas
dari lingkungan. Akan tetapi, pada kenyataannya, kalorimeter menyerap
sejumlah energi panas dari lingkungan. Sehingga kapasitas kalorimeter
harus diperhitungkan. Apabila kalorimeter diisi air dengan massa ma
dan suhu T1 yang sama dengan suhu kalorimeter. Kemudian di
dalamnya dimasukkan logam bermassa mz dengan suhu T2, maka akan
terjadi kesetimbangan termal pada suhu T3. Perpindahan panas ke
lingkungan bernilai kecil sehingga dapat diabaikan. Dalam kasus ini
dianggap T2 > T1, sehingga logam melepaskan kalor ke air dan
kalorimeter. Berdasarkan asas black diperoleh
persamaan :

b. Pemuaian

Pemuaian adalah perubahan suatu benda yang bisa menjadi bertambah


panjang, lebar, luas, atau berubah volumenya karena terkena panas
(kalor). Pemuaian tiap-tiap benda akan berbeda, tergantung pada suhu
di sekitar dan koefisien muai atau daya muai dari benda tersebut.
Perubahan panjang akibat panas ini, sebagai contoh, akan mengikuti:

di mana;

adalah panjang pada suhu t,


adalah panjang pada suhu awal,
adalah koefisien muai panjang, dan
adalah besarnya perubahan suhu.
c. Konduktivitas

Laju perambatan panas pada padatan ditentukan oleh kondktivitas


panas, σT, dan gradien temperatur,dt/dT. Jika didefinisikanq sebagai
jumlah kalori yang melewati satu satuan luas (A) per satuan waktu ke
arahx maka

Tanda minus pada persamaan diatas menunjukkan bahwa aliran panas


berjalan dari temperatur tinggi ke temperatur rendah.

4. Sifat listrik

a. Hantaran listrik dielektrisitas


Hantaran listrik dielektrisitas merupakan insulator listrik yang dapat
terpolarisasi oleh medan listrik diterapkan. Ketika sebuah dielektrik
ditempatkan dalam medan listrik, muatan listrik tidak mengalir melalui
materi, seperti dalam konduktor, namun hanya sedikit pergeseran dari
posisi rata-rata mereka ekuilibrium menyebabkan polarisasi dielektrik.
Karena polarisasi dielektrik, muatan positif yang mengungsi ke
lapangan dan negatif pergeseran biaya dalam arah yang berlawanan.
Hal ini menciptakan medan listrik internal yang mengurangi bidang
secara keseluruhan dalam dielektrik itu sendiri. Jika dielektrik terdiri
dari molekul lemah terikat, orang-molekul tidak hanya menjadi
terpolarisasi.

5. Sifat kimia

a. Reaksi kimia
Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan
antarubahan senyawa kimia.[1] Senyawa ataupun senyawa-senyawa
awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia
biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan
menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri-ciri
yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan
perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan
dan pemutusan ikatan kimia, walaupun pada dasarnya konsep umum
reaksi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi partikel-partikel
elementer seperti pada reaksi nuklir.
b. Kombinasi
kombinasi merupakan gabungan beberapa ion-ion dalam membentuk
senyawa ataupun unsur kimia

c. Segregasi
Segregasi merupakan pemisahan suatu golongan dari golongan lainnya.
Hal ini dilakukan karena adanya suatu golongan kimia yang bersifat
racun bagi golongan lain.

d. Ketahanan korosi
Ketahanan korosi merupakan kemampuan suatau bahan tahan
terhadap kondisi yang memungkinkan terjadinya reaksi oksidasi (reaksi
korosi) biasa disebut korosivitas

6. Sifat teknologi
a. Mampu mesin : Kemampuan suatu bahan konstrusi dalam
menjalankan fungsinya sebagai mesin ketika telah
di lebur dari bentuk asalnya

b. Mampu keras : Kemampuan bahan konstruksi mengeras setelah


mengalami proses pemanasan pada saat
pembentukan.

7. Sifat fisik
a. Ukuran : Bilangan yg menunjukkan besar satuan ukuran
suatu benda (panjang, lebar, luas, besar sesuatu)

b. Massa jenis : Pengukuran massa setiap satuan volume benda.


Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka
semakin besar pula massa setiap volumenya.
Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total
massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah
benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi
(misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih
rendah daripada benda bermassa sama yang
memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air).
dengan

ρ adalah massa jenis,


m adalah massa,
V adalah volume.

c. struktur : Pengaturan unsur atau bagian suatu benda yang


disusun dengan pola tertentu