P. 1
Pneumonia

Pneumonia

|Views: 123|Likes:
Dipublikasikan oleh Ernie Yantho

More info:

Published by: Ernie Yantho on May 21, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

PNEUMONIA

DEFINISI ´ Pneumonia = infeksi dari parenkim paru .

penurunan kesadaran Abses paru Influenza lokal Paparan dari hewan .EPIDEMIOLOGI ´ ´ ´ Penyakit ISPA acquired terbanyak dan menimbulkan kematian SKRT Depkes 1992 penyebab kematian ke-4 pada balita dan manula Faktor risiko: « « « « « « « « Alkoholisme Perokok COPD Penyakit paru struktrural contoh bronkiektasis Dementia.stroke.

ETIOLOGI ´ Infeksi: « ´ Non infeksi « « « Bakteri Streptococcus pneumoniae (paling banyak) ² Mycoplasma pneumonia ² Haemophillus influenza B ² Staphylococcus aureus ² Streptococcus pyogenes ² Toksin Kimia Mekanik Aspirasi ² Benda asing ² Hidrokarbon ² Lipoid substance ² Reaksi hipersensitivitas ² Pneumonitis karena obat atau radiasi ² « Virus RSV ² Parainfluenza virus ² Influenza ² Adenovirus ² Hantavirus ² ´ ´ « Jamur Mycoplasma ² Chlamydia ² Pneumonia (CAD) bakteri gram + Pneumonia (HAD) bakteri gram ² .

KLASIFIKASI ´ Berdasarkan lokasi « « « « Pneumonia lobaris Pneumonia lobularis Bronkopneumonia Pneumonia interstitialis Pneumonia bakterial Pneumonia viral Pneumonia mikoplasma Pneumonia aspirasi Pneumonia jamur Community acquired pneumonia Hospital acquired pneumonia Pneumonia pada immunocompromised host ´ Berdasarkan etiologi « « « « « ´ Secara klinis « « « .

PATOGENESIS Mikroorganisme dalam paru ketidakseimbangan daya tahan tubuh. mikroorganisme. dan lingkungan ´ Masuknya mikroorganisme ke dalam saluran nafas dan paru melalui: ´ Inhalasi langsung dari udara « Aspirasi bahan yang ada di nasofaring dan orofaring « Perluasan langsung dari tempat lain « Penyebaran secara hematogen « .

PATOFISIOLOGIS Kerusakan epitel pembentukan mukus penyumbatan bronkus infiltrasi sel radang peribronkiol (peribronkiolitis) infeksi pada jaringan interstitial duktus alveolaris maupun dinding alveolus pembentukan membran hialin dan pendarahan intraalveolar ´ Gangguan paru restriksi. difusi. perfusi ´ .

Streptococcus pneumonia terinhalasi Menimbulkan rangsang batuk Masuk ke alveoli Makrofag mengaktifkan mediator inflamasi Invasi neutrofil Permeabilitas kapiler meningkat IL-1 Alveoli terisi cairan Eritrosit merembes demam Hipoksia Hemoptisis Sesak nafas .

STREPTOCOCCAL PNEUMONIA Inhalasi / aspirasi S. pneumonia Masuk ke paru-paru dan melekat di makrofag alveolar Timbul respon imun inflamasi Aktivasi komplemen dan produksi antibodi serta pelepasan zat-zat mediator inflamasi Edema alveolar Multiplikasi dan menyebar ke paru-paru lain Konsolidasi paru (terisi eksudat) Hepatisasi merah Hepatisasi kelabu Resolusi .

STADIUM PADA BAKTERIAL PNEUMONIA ´ Kongesti atau hyperemia « « « Vasodilatasi vaskular paru Kongesti septal alveoli Eksudasi cairan ke rongga alveolus Eksudasi sel2 radang dalam alveoli bertambah Deposit fibrin dan infiltrasi PMN sehingga terlihat seperti jaringan padat yaitu hati Sering terjadi komplikasi pleuritis yaitu pleuritic pain sehingga terdengar friction rub Deposit fibrin lebih dominan PMN banyak diganti menjadi MN Vascular engorgement Fibrin dipecah. keluar lewat batuk Waktu kira2 8-10 hari ´ Hepatisasi merah « « « ´ Hepatisasi kelabu « « « ´ Resolusi « « . diresorpsi.

>40oC) Tachypnea dan Dyspnea Tanda-tanda infeksi akut Edema paru Rusty sputum Menggigil Nyeri dada Nyeri otot sendi . kental. kadang ada darah) tetapi dapat menjadi non produktif khususnya pada viral pneumonia Rhinitis Demam (khas.MANIFESTASI KLINIS ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ ´ Batuk produktif (mukoid.

KOMPLIKASI Abses paru ´ Meningitis ´ Empyema ´ Perikarditis ´ .

DIAGNOSIS ´ Pemeriksaan fisik « « « Bagian yang sakit tertinggal ketika bernafas Terdengar suara nafas bronkial Terdapat ronki basah halus ronki basah kasar pada stadium resolusi Leukositosis Hitung jenis bergeser ke kiri LED meningkat Kultur darah + AGD hipoksemia dan hipokarbia ´ Pemeriksaan laboratorium « « « « « asidosis respiratorik ´ Gambaran radiologis « « « Air bronkogram (pneumonia lobaris) Konsolidasi Bercak infiltrat .

tachycardi. mukolitik dan ekspektoran Antibiotik ampisillin 4x500 mg atau amoksilin 3x500 gr selama 7 hari Tatalaksana umum ² ² ² ² ² ´ Perawatan di RS « Pemberian oksigen Infus utk rehidrasi dan koreksi elektrolit Mukolitik dan ekspektoran.2 juta IM atau ampisillin 4x500 gr IV/hari (7-10 hari) 3 hari tidak ada perbaikan antibiotik yg mengandung enzim betalaktamase atau kuinolon « Pengobatan kausal ² ² . pembersihan jln nafas Obat penurun panas suhu .TERAPI ´ Perawatan di rumah « « « Istirahat + minum banyak Obat2 penurun panas. klainan jantung Obat anti nyeri nyeri pleura hebat Penisillin 2x1.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->