Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

Bagi masyarakat awam, istilah surat bukanlah sesuatu yang baru atau asing. Surat
digunakan oleh seseorang baik sebagai sarana penyampaian pesan tertulis untuk berbagai
kepentingan, baik pribadi, kedinasan, maupun bisnis dari seseorang kepada orang atau pihak
lain. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat,
penulisan dan penyampaian suatu pesan dari satu pihak kepada pihak lain dapat dilakukan
bukan saja dengan kertas tetapi juga melalui electronics mail (e-mail).

Menurut pusat pembinaan dan pengembangan Bahasa departemen Pendidikan


Nasional, surat didefinisikan sebagai suatu sarana komunikasi yang digunakan untuk
menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Pengertian surat
tersebut bersifat umum dan berlaku untuk berbagai kepentingan atau keperluan tergantung
maksud dan tujuan masing-masing pengirim surat, dimana surat itu bisa berupa surat
undangan rapat, penawaran barang, pengaduan pelanggan, kontrak kerja, pemutusan
hubungan kerja, surat keputusan dan lain-lain.

Dalam menulis surat yang baik, perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini :

a. Bahasa yang digunakan mudah dipahami dan tidak bertele-tele. Sehingga yang
membaca akan surat kita mengerti dengan baik. Bahasa yang tidak mudah dipahami akan
menimbulkan pengertian yang berbeda dan tidak sama dengan maksud kita. Sedangkan gaya
bahasa yang bertele-tele cenderung menimbulkan kebosanan bagi sang pembaca surat kita
dan mungkin saja memilih untuk tidak membaca lagi pesan dibawahnya karena kebosanan
tersebut.

b. Juga pilih ukuran kertas yang baik, bersih, dan ukurannya sesuai dengan maksud
tujuan yang hendak dicapai oleh sang pengirim pesan atau surat.

Dalam menjalankan suatu usaha, kita tentu saja berhubungan dan berkomunikasi
dengan pihak-pihak lainnya. Baik dengan instansi pemerintah, dengan mitra bisnis, maupun
dengan konsumen. Salah satu bentuk komunikasi bisnis yang sering dilakukan adalah melalui
surat. Yang dikenal sebagai surat bisnis
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Surat Bisnis

Setelah memahami konsep dasar penulisan surat yang baik, perlu diketahui apa yang
dimaksud dengan surat bisnis. Secara umum, surat bisnis adalah surat yang digunakan oleh
orang atau organisasi atau institusi untuk menyampaikan informasi (pesan-pesan bisnis)
tertulis dalam kaitannya dengan penyelenggaraan kegiatan usaha bisnis kepada pihak lain
dengan menggunakan media tertentu.

Dalam menyampaikan surat bisnis, dapat menggunakan media tertentu, misalnya


pengiriman lewat pos, faksimile, atau lewat internet.

B. Contoh Surat Bisnis

Surat-surat bisnis yang beredar di masyarakat sangat variatif, diantaranya yaitu :

- Surat Pemesanan Produk

- Surat Penawaran Produk

- Surat Permintaan Informasi Produk

- Surat Perkenalan Bisnis

- Surat Penagihan

- Surat Penolakan Kerja

- Surat Penerimaan Kerja

- Surat Perjanjian (jual-beli)

- dll

C. Bahasa Surat Bisnis


Surat bisnis memiliki bahasa tersendiri yaitu bahasa korespondensi bisnis. Ciri-ciri
bahasa korespondensi bisnis adalah jelas, lugas, dan menarik & santun.
a. Jelas
Pengertian jelas di sini adalah mudah dimengerti dan bebas dari kemungkinan salah
tafsir. Dalam korespondensi bisnis, dituntut kecermatan dalam pilihan kata, keutuhan kalimat,
dan penggunaan tanda baca. Mari kita simak beberapa contoh berikut:
Untuk pesanan yang sekurang-kurangnya 100 pasang akan kami berikan korting
sebesar 20%, dan pesanan di atas 100 pasang akan diberi korting 25%. Semua pembayaran
harus dilakukan secara tunai.
Jika dicermati, karena pengertian sekurang-kurangnya 100 pasang sama dengan di atas 100
pasang, maka kalimat (1) tidak menjelaskan dengan tegas berapa persen potongan yang akan
diterima jika pembeli, misalnya memesan 110 pasang. Yang dipesan itu 100 pasang apa?
Dalam kalimat Semua pembayaran harus dilakukan secara tunai, penggunaan kata semua
sebenarnya tidak perlu karena kata itu secara tersirat sudah terkandung dalam kalimat itu.
Juga kata harus, tidak perlu dicantumkan, kata itu menunjukkan keadaan penulis yang
emosional. Jika diperbaiki, maka contoh (1) dapat lebih jelas misalnya menjadi “Pesanan 60
sampai 100 pasang sepatu mendapat korting 20% dan di atas itu 25%. Pembayaran
dilakukan secara tunai”.

b. Lugas
Yang dimaksud dengan lugas di sini adalah ‘hemat’. ‘Hemat’ berarti ekonomis dalam
menggunakan kata, tetapi dengan cakupan makna yang lengkap. Mari kita simak sebuah
contoh berikut:
Dengan ini perkenankanlah kami memperkenalkan salah satu model terbaru dari
produksi perusahaan kami, yaitu monitor anti radiasi yang bermerk LG tipe Studiworks
561N.
Jika diperbaiki, maka contoh di atas menjadi lugas misalnya menjadi “Kami perkenalkan
salah satu produk terbaru kami, yaitu monitor LG tipe Studiworks 561N antiradiasi”.

c. Menarik dan Santun


Bahasa yang menarik tidak harus indah seperti bahasa yang dipergunakan dalam
syair. Bahasa yang menarik di sini ialah bahasa yang hidup, menghindari pengulangan kata
yang menjemukan dan mampu membangkitkan minat pembaca.
Bandingkan kalimat (1) dan (2) dengan kalimat (3) dan (4).
1) Kami sudah menerima surat pesanan Saudara no.278/SP/IV/03 yang disertai daftar
harga dan buku spesifikasi teknis.
2) Terima kasih saya ucapkan atas surat pesanan Saudara No.278/SP/IV/03 beserta daftar
harga dan buku spesifikasi teknis.
3) Dalam kesempatan ini perkenankanlah kami memperkenalkan produk terbaru dari
perusahaan kami yang berupa mesin foto copy Canon i-320 yang memiliki kualitas
prima dan kami memberikan potongan harga istimewa.
4) Kini Bapak dapat memperoleh produk terbaru kami, mesin foto copy Canon i-320 yang
berkualitas prima dengan potongan harga yang menarik.
Jika dicermati, terasa kalimat (2) dan (4) lebih menarik dibandingkan dengan (1) dan (3).

Contoh lain dapat disimak berikut ini:


(a) Membalas surat Saudara No.123/A/SE-IV/03, tertanggal 3 April 2003, mengenai
pesanan 500 Exp. Buku Seri Pengembangan Wiraswasta yang harus segera kami
kirimkan kepada Saudara maka dengan sangat menyesal terpaksa tidak dapat kami
penuhi mengingat kekosongan persediaan buku tersebut pada saat ini
.
Isi surat yang bersifat negatif seperti pembatalan dan penolakan sebaiknya diawali
dengan pernyataan yang positif, misalnya ucapan terima kasih. Dari segi psikologis, hal ini
dianggap lebih baik karena pembaca akan dapat menerima pembatalan dan penolakan itu
secara baik. Dengan demikian, hubungan kedua perusahaan tetap terpelihara. Tidak dapat
kami penuhi pada kalimat (a) juga bernilai negatif karena seolah-olah menutup kemungkinan
bagi transaksi berikutnya. Jika diperbaiki maka kalimat (a) dapat menjadi lebih menarik dan
santun seperti yang nampak pada kalimat (b) berikut ini.

(b) Kami ucapkan terima kasih atas surat Saudara No.123/A/SE-IV/03, tertanggal 3 April
2003, mengenai pesanan 500 eksemplar buku Pengembangan Wiraswasta. Akan tetapi,
karena persediaan buku habis, terpaksa pesanan tersebut belum dapat kami penuhi.

D. Komponen dan Bentuk Surat


Komponen Surat
Setiap surat, termasuk surat bisnis, memiliki beberapa komponen. Penempatan
komponen-komponen surat pada posisi tertentu akan membentuk model atau bentuk (style)
yang tertentu pula.
Komponen-komponen surat bisnis tersebut meliputi: (1) kepala surat, (2) tanggal
surat, (3) nomor, lampiran, dan perihal/hal, (4) alamat tujuan, (5) salam pembuka, (6) isi
surat, (7) salam penutup, (8) nama perusahaan, nama orang, dan nama jabatan, (9) tembusan,
(10) inisial.
(1) Kepala Surat
Surat bisnis (surat resmi) biasanya ditulis pada kertas yang meng-gunakan kepala
(kop) surat. Kop surat merupakan ciri khas atau identitas suatu organisasi termasuk organisasi
bisnis. Pada kop surat dicetak hal-hal yang menjadi identitas organisasi yang bersangkutan,
antara lain nama organisasi (bisnis), alamat organisasi (kantor maupun situs dan e-mail di
internet, jika ada), nomor telepon/faksimile, logo atau lambang organisasi (bisnis) tersebut.
Dalam penggunaannya perlu dicermati bahwa kertas surat yang berkepala surat
hanyalah untuk keperluan organisasi (bisnis). Jika seseorang dalam keadaan tertentu
menggunakan kertas surat yang berkop surat, maka kop surat itu harus dicoret sebagai
pertanda bahwa surat itu tidak mewakili organisasi.

(2) Tanggal Surat


Penulisan tanggal untuk surat resmi (surat bisnis) yang memakai kop surat tidak perlu
diawali dengan nama kota asal surat, karena nama kota telah tercantum pada kop surat (lihat
Tampilan 1).
Bila tanggal ditempatkan di sebelah kanan bawah kertas surat (untuk surat yang
menggunakan judul), nama kota wajib ditulis sebelum rangkaian tanggal, bulan, dan tahun
(lihat Tampilan 2).
Di dalam surat bisnis yang resmi, penulisan tanggal, bulan, dan tahun harus lengkap,
tidak boleh disingkat atau divariasikan. Nama bulan tidak boleh diganti dengan angka.

Tampilan 1
Contoh Penulisan Tanggal Surat Bisnis
PT. ANGIN SENJA
Jl. Gajah Putih No. 135
Jakarta Pusat

Nomor :........... 3 April 2003

Tampilan 2
Contoh Penulisan Tanggal Surat Bisnis
..................................................
Demikianlah untuk dipergunakan seperlunya.
Jakarta, 3 April 2003
Direktur,

..............

(3) Nomor, Lampiran, dan Perihal/Hal


Nomor, lampiran dan perihal/hal ditulis dengan diawali huruf besar dan diikuti
dengan titik dua yang ditulis secara berurutan ke bawah.
Untuk surat bisnis biasanya terdapat nomor urut penulisan nomor surat sesuai dengan
sistem pengarsipan yang digunakan oleh organisasi bisnis yang bersangkutan (lihat Tampilan
3).
Kemudian, sesuatu yang dilampirkan bersama surat, misalnya brosur, kuitansi, faktur,
atau dokumen lainnya, harus disebutkan di dalam isi surat di samping harus dinyatakan pula
di dalam notasi “lampiran”.
Dan akhirnya, perihal atau hal dalam surat bisnis berfungsi untuk memberi petunjuk
kepada pembaca tentang topik surat.

Tampilan 3
Contoh Penulisan Nomor, Lampiran, dan Perihal
Nomor : 135/TP/IV/2003
Lampiran : Satu eksemplar
Perihal : Tagihan Pembayaran

(4) Alamat Tujuan


Alamat tujuan yang dimaksud di sini adalah alamat tujuan pada kertas surat.
Penulisan alamat harus memperhatikan segi praktis dan kejelasan. Ada beberapa catatan
untuk penulisan alamat tujuan ini:
• Kata Kepada dan sejenisnya tidak wajib ditulis.
• Ungkapan yang terhormat (biasanya disingkat yth.) juga tidak selalu dipakai. Ungkapan
yth. dipakai :
1) jika menulis nama seseorang yang benar-benar dihormati, misalnya dari bawahan
kepada atasan, atau dari perusahaan kepada mitra/relasinya.
2) jika menulis jabatan seseorang dan diikuti dengan nama organisasi atau unit
organisasi.
Contoh:
- Yth. Bapak Saddam Husein
Direktur Rumah Sakit AMANAH.
Tetapi, jika yang dituliskan nama organisasi, maka yth. tidak dipakai.
Contoh:
Kepada Universitas Mercu Buana (UMB)
Jl. Meruya Selatan Raya, Kembangan
Jakarta
• Jika nama orang yang dituju mempunyai gelar akademik, seperti Dr., dr., maka kata
sapaan seperti Ibu, Bapak, dan Saudara, tidak dipergunakan lagi.

(5) Salam Pembuka


Salam pembuka biasanya dianalogkan dengan ucapan salam bila kita bertamu atau
ingin berbicara dengan orang lain, terlebih lagi bila orang itu belum kita kenal. Dalam surat
bisnis, bentuk yang lazim digunakan adalah dengan hormat. Tetapi salam pembuka
sebenarnya dapat divariasikan asal bunyinya masih wajar, misalnya:
- Bapak (Pak) . . . . . . . . . . . . . . . . . yang terhormat,
- Ibu (Bu) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . yang terhormat,
- Saudara/i . . . . . . . . . . . . . . . . . . . yang terhormat,
- Salam Sejahtera,
- Assalamu’alaikum w.w.,

(6) Isi Surat


Dilihat dari sisi komposisi, isi surat yang paling ideal terdiri atas tiga macam paragraf,
yaitu paragraf pembuka, paragraf transisi, dan paragraf.
a. Paragraf Pembuka
Paragraf pembuka pada sebuah surat berfungsi sebagai pengantar bagi pembaca untuk
segera mengetahui masalah pokok surat. Bunyi paragraf pembuka berpengaruh besar
terhadap keberhasilan isi surat secara keseluruhan karena paragraf pembuka merupakan isi
surat yang paling awal dibaca. Oleh sebab itu, paragraf pembuka harus mampu memotivasi
pembaca agar tetap bergairah membaca seluruh isi surat.
Contoh-contoh paragraf pembuka:
1) Kami beritahukan bahwa . . .
2) Dengan ini kami informasikan bahwa . . .
3) Sebagai tindak lanjut dari pertemuan kita . . .
4) Bersama ini kami kirimkan daftar . . .
5) Sebagai lanjutan pembicaraan kita melalui telepon . . .
Jika menjawab atau membalas surat dan menunjuk surat/iklan tertentu, maka awal
paragraf pembuka dapat menggunakan bentuk-bentuk seperti:
1) Menjawab surat Saudara No. . . .
2) Sehubungan dengan surat Saudara No. . . .
3) Berdasarkan iklan Saudara dalam majalah . . .
b. Paragraf Transisi
Paragraf transisi adalah seluruh paragraf yang terdapat antara paragraf pembuka dan
paragraf penutup. Paragraf transisi berisi uraian dari masalah pokok surat yang sudah
disinggung dalam paragraf pembuka. Paragraf transisi disebut juga paragraf isi karena di
dalamnya terdapat isi surat yang sesungguhnya dan karena itu maka paragraf transisi ini
menjadi sangat penting.
c. Paragraf Penutup
Fungsi paragraf ini adalah untuk menandai bahwa uraian masalah pokok surat sudah
selesai. Paragraf penutup tidak lagi berisi keterangan, melainkan lebih merupakan
kesimpulan.
Contoh-contoh paragraf penutup:
1) Atas bantuan dan perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
2) Kami menunggu kabar lebih lanjut, dan atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima
kasih.
3) Harapan kami, semoga kerja sama yang telah kita bina dapat ditingkatkan terus.

(7) Salam Penutup


Posisi salam penutup mirip dengan salam pembuka, tapi yang pasti dalam surat bisnis
salam penutup selalu ada. Bunyi salam penutup beragam, tergantung pada pertimbangan
bagaimana posisi hubungan antara pengirim dan penerima surat. Berikut ini contoh-contoh
salam penutup:
1) Hormat kami,
2) Wasalam,
3) Salam kami,

(8) Nama Perusahaan, Nama Orang, dan Nama Jabatan


Pencantuman nama perusahaan setelah salam penutup dalam surat bisnis merupakan
sesuatu yang perlu dilakukan.
Contoh:
Hormat kami,
PT. Angin Semilir

Awan Gunawan
Manajer Pemasaran

Dalam kaitannya dengan penulisan nama pengirim surat, maka ada beberapa hal yang
layak diperhatikan, yaitu:
a. Penulisan nama pengirim tidak perlu menggunakan huruf besar seluruhnya, tetapi
cukup pada huruf awal setiap kata.
b. Nama tidak perlu ditulis di dalam kurung, tidak perlu bergaris bawah dan tidak perlu
diakhiri dengan tanda titik.
c. Nama jabatan dapat dicantumkan di bawah nama pengirim.

(9) Tembusan
Surat dengan menggunakan tembusan bila fotokopi surat diberikan kepada pihak lain
yang ada kaitannya dengan isi surat. Surat bisnis menggunakan istilah c.c., kependekan dari
carbon copy. Contoh: 1. Unit Penjualan ; 2. Unit Gudang

(10) Inisial
Inisial merupakan komponen surat paling akhir, tidak boleh ada kalimat tambahan
lagi setelah inisial. Inisial berguna untuk mengetahui siapa pengonsep dan pengetik surat
sehingga jika terjadi kesalahan dalam pengetikan surat tersebut, pengonsep dan pengetik surat
tersebut dapat dihubungi dengan mudah. Biasanya inisial pengonsep ditulis dengan huruf
besar sedangkan inisial pengetik ditulis dengan huruf kecil.
Contoh:
CC/dm
CC = Cecilia Carita = pengonsep surat
dm = Dulce Maria = pengetik surat

BENTUK SURAT
Bentuk surat adalah tata-letak komponen-komponen surat. Pada prinsipnya, hanya ada
dua bentuk dasar surat. Bentuk-bentuk lainnya sekedar variasi hasil modifikasi atas kedua
bentuk dasar tersebut. Kedua bentuk dasar itu adalah bentuk lurus atau bentuk balok (block
style) pada tampilan 4 yang dikenal juga sebagai model Amerika; dan bentuk lekuk atau
bentuk bergerigi (indented style) pada tampilan 5 yang populer sebagai model Eropa Lama.

Tampilan 4
Bentuk Surat Model Lurus (Block Style)
Kepala Surat

Nomor : Tanggal
Lampiran :
Perihal :

Yth. (Alamat tujuan)

Salam pembuka,

......................................................................................................................................................
...................................................................................(Paragraf pembuka)

......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
............................................................................................................(Paragraf transisi)

......................................................................................................................................................
..................................................................................(Paragraf penutup)

Salam penutup,
Nama Perusahaan
Nama Orang
Nama Jabatan
c.c.: (Tembusan)
Inisial

Tampilan 5
Bentuk Surat Model Lekuk (Indented Style)
Kepala Surat

Nomor : Tanggal
Lampiran :
Perihal :

Yth.....................(Alamat tujuan)
..................................
..........................

Salam pembuka,
....................................................................................................................................
..............................................................................................(Paragraf pembuka)

....................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
........................................................................................................................(Paragraf
transisi)

....................................................................................................................................
.............................................................................................(Paragraf penutup)

Salam penutup,
Nama Perusahaan
Nama Orang
Nama Jabatan
c.c.: (Tembusan)
Inisial

E. Tips Praktis Mengkonsep Surat Bisnis

1. Gunakan Bahasa Baku. Dalam menyusun sebuah surat bisnis biasakan untuk memilih
kata-kata baku dalam penyampaiannya. Hindari penggunaan kata-kata prokem seperti
ngga (untuk tidak), s’moga (semoga), dsb. Walaupun terdengar populer namun berkesan
kurang santun untuk mewakili sebuah institusi.
2. Perihal Surat yang Mewakili Isi. Pilihlah perihal surat yang mampu mewakili seluruh
isi surat. Sehingga pihak lain dapat segera memahaminya ketika membukanya – walau
hanya secara garis besar.
3. Pembuka Surat yang Santun. Dalam mengawali sebuah surat bisnis, jangan lupakan
pembuka surat yang santun sebagai bahasa ‘basa-basi’. Hal ini berlaku untuk surat-
menyurat di Indonesia mauapun di negara barat. Namun juga jangan terlalu bertele-tele
sehingga justru mengaburkan isi utama surat bisnis Anda. Gunakan pembuka surat yang
santun seperti, “Terlebih dahulu kami sampaikan terima kasih atas kerjasama yang
terjalin dengan baik.”
4. Isi Surat yang Ringkas dan Padat. Usahakan sedapat mungkin Anda menuangkan isi
permasalahan dengan ringkas dan to the point.Jangan bertele-tele atau bahkan berputar-
putar. Apabila permasalahan yang ingin Anda sampaikan terlalu banyak, gunakan pointer
untuk menyampaikannya.
5. Penutup Surat yang Menyimpulkan. Penutup surat terkadang sepele, namun akan lebih
bagus apabila ada sentuhan khusus di dalamnya. Biasakan untuk membuat penutup surat
yang relevan dengan isi surat. Misalnya seperti “Atas kesediannya kami sampaikan
terima kasih” (untuk surat undangan) atau “Demikian mohon perkenannya” (untuk
sebuah surat permohonan ijin) atau “Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami
sampaikan terima kasih”, dsb.
6. Konsep Surat Berdasarkan Jenis. Surat bisnis pada dasarnya sama antara satu dengan
yang lainnya. Namun alangkah baiknya apabila Anda dapat mengelompokan
penyusunannya berdasarkan jenisnya, seperti surat bisnis permohonan penawaran, surat
bisnis penawaran, surat bisnis undangan, surat bisnis penolakan penawaran, dsb.
Berikut ini beberapa contoh berdasarkan jenisnya:
Contoh 1:
Kepada Yth :
Direksi
PT IBM IndonesiaThe Landmark Centre I
Jl. Jend. Sudirman No. 1 Jakarta 12910
Perihal : Permohonan Daftar Harga Hardware

Menunjuk surat kami dengan nomor XXXX/RB XXXX tanggal 24 Juni 2005 perihal
Permohonan Daftar Harga Hardware sebagaimana fotokopi terlampir, bersama ini kami
mohonkan kembali daftar harga untuk hardware dimaksud, dengan penjelasan sebagai
berikut:
1. Pihak Bank Tipsanda tidak memungut tambahan biaya apapun dan dalam
bentuk apapun dalam rangka pengadaan hardware ini.
2. Mohon diberikan harga terbaik dengan kualitas standard.
3. Mohon dapat diberikan informasi rekanan reseller yang dapat kami
hubungi sekurang-kurangnya 3 reseller.
Demikian, mohon dapat diberikan tanggapan dalam waktu dekat ini. Atas kerja
samanya kami ucapkan terima kasih.

Contoh 2:
Kepada Yth :
Direktur
PT. Software Indonesia
Menara Kebon Sirih 5th Floor, Suite 400
Jl. Kebon Sirih No. 19-20, Jakarta 10340
Perihal : Undangan Penandatangan Perjanjian Kerjasama Pengadaan Software
Perusahaan Tipsanda

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya penandatangan Perjanjian Kerjasama


Pengadaan Software Perusahaan Tipsanda, maka kami bermaksud mengundang Saudara
untuk hadir pada pertemuan yang kami agendakan pada:
Hari/Tanggal : Selasa/15 Mei 2007
Pukul : 10.00 WIB
Tempat : Ruang Rapat Direksi, Lantai 4, Kantor Pusat Perusahaan Tipsanda, Bandung
Agenda : Penandatangan Perjanjian Kerjasama Pengadaan Software Perusahaan Tipsanda
Demikian atas kesediaannya kami sampaikan terima kasih.

BAB III
KESIMPULAN

Secara umum tidak ada aturan baku tentang format dalam penulisan surat bisnis.
Hanya saja kita perlu memperhatikan penulisan surat yang benar agar maksud yang ingin kita
sampaikan dapat dipahami dengan baik oleh penerima surat. Ada beberapa hal yang tetap
perlu diperhatikan dalam penulisan surat bisnis. Diantaranya harus disebutkan dengan jelas
nomor surat, lampiran yang disertakan dalam surat,maupun menyangkut perihalnya.
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan surat bisnis, penulisan isi surat sebaiknya
tidak perlu didahului prolog atau keterangan yang bersifat basa-basi, seperti harapan atau doa
kesehatan. Selain tidak penting, tak jarang ini malah mengesankan kurang profesionalnya
kita. Apalagi kalau kita berkirim surat dengan pebisnis asing malah akan disepelekan.
Oleh karena itu yang lebih penting bila surat ditulis lansung pada pokok persoalannya
dan tidak bertele-tele. Kalau maksud atau tujuan kita bisa disampaikan dalam dua atau tiga
kalimat, kita tidak perlu memperpanjangnya menjadi banyak kalimat. Yang penting,
maksudnyasudah tersampaikan dengan jelas dan padat. Itu yang utama.
DAFTAR PUSTAKA

www.anneahira.com/penulisan-surat-yang-benar.htm - Amerika Serikat

Adler, Ronald B. and Jeanne M. Elmhorst. 1996. Communicating at Work: Principles and
Practices for Business and Professions. Fifth Edition. New York: McGrawH-Hill.

Bratawidjaja, Thomas Wiyasa. 1992. Korespondensi Bisnis. Jakarta: PT. Pustaka Binaman
Pressindo.

Curtis, Dan B., James J. Floyd and Jerry L. Winsor. 1996. Business and Professional
Communication. (Terjemahan). Jakarta: PT. Rosda Jayaputra

Katz, Bernard. 1994. Turning Practical Communication into Business Power. (Terjemahan).
Jakarta: PT. Pustaka Binaman Pressindo.

Luthans, Fred. 1973. Organizational Behavior. New York: McGraw-Hill.

Pace, R. Wayne and Don F. Faules. 1998. Komunikasi Organisasi: Strategi Meningkatkan
Kinerja Perusahaan. (Terjemahan). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Purwanto, Djoko. 2003. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Rakhmat, Jalaluddin. 1993. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Robbins, Stephen P. 1996. Organizational Behavior: Concepts, Controversies, Applications.


(Terjemahan). Seventh edition. Jakarta: PT. Prenhallindo.

Tubbs, Stewart L. and Sylvia Moss. Human Communication. (Terjemahan). Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya