P. 1
MR Edisi 239

MR Edisi 239

|Views: 653|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on May 21, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2011

pdf

text

original

e-mail : mediarakyat_new@yahoo.

com Contact Person : 0812 9936 977 08787 66 999 09

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 4
Pemkab Pandeglang Minim Aparat Sarjana

website : www.mediarakyatonline.com

Hal. 6
RSBI di Jatim Minim Prestasi UN

Pembawa Suara Pembangunan
Edisi 239 Tahun XI, 23 - 30 Mei 2011

Bangsa

Hal. 9
Kepala SD Tipu Ratusan Calon PNS

Harga Rp. 4.000,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Baca Juga
SBY Dinilai Keliru Menyusun Kabinet
Politikus Golkar Bambang Susatyo, menilai menteri pada era Orde Baru (Orba) jauh lebih berkualitas daripada menteri era Susilo (Hal 2)

Mendiknas Minta Pemda Perhatikan Sekolah Rusak
Menteri Pendidikan Nasional M Nuh meminta pemerintah daerah baik kabupaten/kota maupun provinsi memberikan (Hal 7)

Nazaruddin Pernah Mencoba Menyuap dan Mengancam MK
Jakarta,(MR) Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK) Janedjri M Gaffar mengakui apa yang disampaikan oleh ketua MK Moh Mahfud MD bahwa dirinya sempat dikasih uang oleh Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin pada dirinya. "Saya katakan bahwa apa yang telah disampaikan bapak ketua MK bersama bapak Presiden memang benar adanya," ujar Janedjri pada wartawan di ruang kerjanya lantai 11 Gedung MK, Jakarta, Jumat (20/5) malam. baca hal 11 Namun, uang sejumlah SGD 120 ribu itu dikembalikan oleh staf MK

Sekjen MK Janedjri M Gaffar

Menpora Sesalkan Kisruh Kongres PSSI
Yogyakarta (MR) Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng kecewa terhadap kembali kisruhnya kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI di Jakarta, Jumat malam kemarin. Pemerintah menyesalkan belum adanya itikad baik dari kepengurusan lama Andi Mallarangeng yang sudah lengser untuk membuat konsensus bersama. Konsensus yang dilandasi semangat rekonsiliasi dan persatuan demi pembenahan PSSI ke depan. Kekecewaan disampaikan Andi Mallarangeng di sela peringatan Dies Natalis ke-17 Universitas Negeri Yogyakarta, Sabtu (21/5) siang. Ia menyatakan pemerintah sedianya sudah berupaya membenahi dengan melengserkan kepengurusan lama. Tapi baca hal 11

Mahfud MD :

SBY yang Minta Kasus Nazaruddin Dibuka
Jakarta,(MR) Mencuatnya kasus pemberian uang oleh Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, kepada Sekjen MK, Janedjri M Gaffar merupakan permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan, "Saya menyampaikan masalah ini ke Pak SBY secara tertutup untuk diselesaikan secara internal karena masalah ini merupakan pelanggaran etika namun pak SBY meminta agar dibuka dan disampaikan ke masyarakat melalui media massa. Jadi, masalah ini meledak atas itikad baik pak SBY," ungkap Mahfud MD di Kalimantan Timur, Sabtu (21/5). Kepada wartawan di sela-sela Seminar Nasional Kalimantan Timur Menggugat bertajuk `Revitalisasi Keadilan Pembangunan Untuk Kesejahteraan Masyarakat di Kaltim` yang berlangsung di Ruang Serbaguna Utama Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Mahfud mengatakan saat menyampaikan masalah itu Presiden SBY sempat terkejut dan meminta segera digelar konferensi pers. "Pak SBY itu menurut saya orang yang baik sebab saat mendengar hal itu dia langsung meminta agar masalah ini segera disampaikan ke masyarakat dan tidak ingin ada yang ditutuptutupi. Beliau mengatakan, masalah hukum akan diselaikan melalui proses hukum dan yang terkait etika segera dijernihkan," kata Mahfud MD. "Pemberian uang itu saya sampaikan langsung ke Presiden SBY karena itu bukan penyuapan sehingga tidak bisa dilaporkan ke KPK karena tidak ada bukti menyuap. Buktinya, Nazaruddin menyerahkan uang itu betul, tapi dia tidak punya kasus. Oleh sebab itu, penyerahan uang itu hanya mungkin sebagai gratifikasi," katanya. "Saya dan SBY memiliki ikatan batin sehingga saya merasa perlu menyampaikan masalah itu secara langsung agar ditindaklanjuti secara internal. Walaupun berbeda aliran politik Saya menyampaikan masalah ini ke Pak SBY secara tertutup untuk diselesaikan secara internal karena masalah ini merupakan pelanggaran etika namun pak SBY meminta agar dibuka dan disampaikan ke masyarakat melalui media massa. Jadi, masalah ini meledak atas itikad baik pak SBY

ABMP Kontruksi Perbaikan SDN Kota Medan

Terindikasi Korupsi
Medan,(MR) Tim Kordinasi LSM Institute For Indonesian Legalcy Human Right and Democracy (Basis Demokrasi) dan Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKIN) memaparkan sebuah temuan yang terindikasi korupsi pada Belanja Modal Pengadaan Kontruksi Perbaikan Halaman, Pagar, dan MCK Sekolah dengan Pagu Anggaran Rp 7.677.498.000, Miliar di Dinas Pendidikan Kota Medan TA2010. Berdasakan Investigasi di lapangan oleh Tim Kordinasi LSM dibeberapa Sekolah Dasar yang terkait dalam program bantuan perbaikan sekolah oleh Dinas Pendidikan Kota Medan, ditemukan fakta sebagai berikut: SDN 060794 Kecamatan Medan Area Jl.AR Hakim Gg.Taruna, Kesimpulan Hasil Pengamatan : 1. Perbaikan Kamar Mandi tidak ada,. 2.Wastafel dibangun tahun 2011,. 3.Semua pembangunan di SDN 060794 dengan dana DAK,. SDN 060791 Kecamatan Medan Area Jl. AR Hakim Gg.Taruna, Kesimpulan hasil pengamatan : 1.Pagar tembok tinggi 3 meter dan panjang 30 meter Lebar 4 meter,. 2.Kamar mandi bangun baru 3 meter X 3 meter 2 pintu beton,. 3.Dibangun tahun 2011 bulan 2 (pengakuan penjaga sekolah),. 4.Wastafel 4 dibuat tetapi tidak tidak berfungsi,. Catatan lapangan : Ditaksir total pembangunan Rp.25 juta. Menurut pengakuan penjaga sekolah atas cerita dengan pemborong bahwa anggaran tersebut sudah dipotong Disdik Kota medan 30% . SDN 060814 Jl. Rahmadsyah Kecamatan Medan Area, Bangunan baru kamar mandi 1,5 meter X 3,5 Meter, Air tidak berfungsi, Kamar mandi guru diganti dua daun pintu dan keramik, Pagar besi 50 CM X 700 CM Pintu gerbang besi tinggi 1,90 Meter X 2 meter lebar , Wastafel 4 (empat) buah tidak berfungsi. SDN 068006 Kecamatan Medan baca hal 11

tetapi kami memiliki satu visi ingin menyelamatkan Bangsa Indonesia," ungkap Mahfud MD. Pemberian uang sebesar 120 ribu Dolar Singapura oleh Nazaruddin ke Janedjri M Gaffar itu, berlangsung pada 23 September 2010 di sebuah rumah makan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Uang itu kemudian dikembalikan oleh Janedjri M Gaffar pada 27 September 2010. >> Sahrial Nova

TKI Diwajibkan Miliki KTLN
Jakarta (MR) Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa pemerintah mewajibkan setiap TKI yang akan berangkat ke luar negeri mempunyai kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN). "Bagi yang belum memiliki KTKLN jangan berangkat," kata Jumhur pada pelatihan yang diselenggarakan International Organization for Migration (IOM) di Jakarta, Rabu. Pada acara yang dihadiri Ketua Misi IOM Indonesia, Denis Nihill, dan diikuti puluhan peserta itu, Kepala BNP2TKI menyatakan kewajiban memiliki KTKLN merupakan amanat dari UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI Di Luar Negeri. "KTKLN merupakan identitas TKI, KTKLN merupakan smart card karena tersimpan semua data-data TKI," katanya pada acara bertema Promosi Migrasi yangAman dan Pencebaca hal 11 gahan Terhadap
contoh KTLN (Kartu Tenaga Kerja Luar negeri)

Kementerian ESDM Belum Berencana Naikkan Harga BBM
Jakarta,(MR) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Jika ada rencana kenaikan BBM subsidi, Kementerian Koordinator Perekonomian yang akan menentukan bersama dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo usai penutupan The 35th Indonesian Petroleum Association Annual Convention and Exhibition 2011, Jakarta, baca hal 11

Komitmen BPN Dukung Swasembada Pangan Dipertanyakan
Jakarta,(MR) Menteri Pertanian Suswono mempertanyakan komitmen Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. BPN hingga saat ini belum memberikan alokasi lahan 2 juta hektare untuk sektor pertanian. "BPN (Badan PertanaSuswono han Nasional) menjanjikan akan segera mengalokasikan lahan terlantar 2 juta hektare untuk lahan pertanian. Kita (Kementan) belum dapat kepastian kapan lahan tersebut dapat digunakan. BPN selalu beralasan kesulitan dalam mengeksekusi lahan-lahan tersebut," ungkap baca hal 11

Menandai Tempat Yang banyak Ikan
Dua pemancing memutuskan untuk menyewa perahu di danau. Setelah memancing berjam-jam di berbagai tempat dan tidak ada satupun ikan yang tertangkap, mereka memutuskan untuk mencoba sekali lagi sebelum berhenti. Tiba-tiba, ikan mulai menggigit umpan dan mereka ternyata hanya punya waktu 20 menit. "Hei, kita harus menandai tempat ini sehingga waktu berikutnya kita akan tahu di mana ikan berkumpul," kata salah seorang pemancing tersebut. "Ide bagus," jawab orang kedua, mengambil sekaleng cat semprot dan membuat tanda X besar di lantai perahu. "Kenapa kau melakukan itu?" temannya bertanya. "Sekarang siapa yang menyewa perahu ini akan tahu di mana ikan-ikan itu berada."

I nvestigasi
Natuna,(MR) Komitmen penegak hukum di Natuna, mulai menampakkan keseriusan dalam mengungkap kasus korupsi. Hal itu terbukti setelah pemberitaan “tukang palak” ramai diperbincangkan. Keseriusan aparat hukumpun terlihat jelas, beberapa saksi kunci di Dinas Kesehatan maupun di Puskesmas, mulai di panggil, guna meminta keterangan. Dari hasil pantauan Media Rakyat,

Kasus “Tukang Palak” Mulai Bergulir
KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Mari Kita Berantas Korupsi
Pengaduan Masyarakat
Telp. (021) - 25578389 Fax. (021) - 52892454 Humas KPK : (021) - 25578439 PO.BOX : 575 Jakarta 10120 email : pengaduan@kpk.go.id Candra, Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia

beberapa petugas Puskesmas maupun Dinas Kesehatan, telah diperiksa aparat penegak hukum. Namun sampai saat ini, belum ada kejelasan resmi, di dapat MR terkait pemeriksaan itu. “Ini masih tahap penyelidikan, kita sudah lakukan pemeriksaan beberapa orang saksi, namun kita masih lakukan pengembangan terkait “permasalahan ini,” Jadi kita belum bisa memberikan keterangan resmi. Salah seorang petugas Puskesmas mengakui dirinya telah di panggil aparat hukum untuk dimintai

keterangan. Sejauh ini, dia mengatakan telah memberikan keterangan yang benar terkait pemberitaan itu. “Kita kemarin dipanggil untuk dimintai keterangan,” katanya. Lambatnya proses penyelidikan diakibatkan jumlah personil tidak mencukupi. hal itu diakui kasat Reskrim Polres natuna Akp Reonald Simanjuntak beberapa waktu lalu. Kendati demikian Jajarannya bertekad akan menyelesaikan pemeriksaan secepat mungkin. baca hal 11 Pada edisi sebelumnya, Ketua

2
Ratusan Ribu Kartu Jamkesmas di Bengkulu Dibatalkan

Berita Utama
Jakarta,(MR) Politikus Golkar Bambang Susatyo, menilai menteri pada era Orde Baru (Orba) jauh lebih berkualitas daripada menteri era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menteri zaman SBY lebih ditentukan karena ikatan kepartaian daripada kualitas. "Itulah kekeliruan SBY. Memilih menteri tidak berdasarkan kualitas tapi jasa partai," ujarnya dalam diskusi tentang Orba vs Reformasi di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (19/5). Kualitas menteri yang buruk zaman SBY, menurutnya, tampak dari berbagai kebijakan yang tidak pro rakyat. Pengangguran di mana-mana dan tingkat kelayakan hidup masyarakat sangat rendah. Selain itu, menurutnya, zaman SBY banyak pejabat publik yang korupsi dan mencuri uang rakyat. "Itu tandanya kualitas pejabat zaman SBY sangat turun," tarangnya. Anggota Fraksi PDIP DPR Ganjar Pranowo juga menilai publik saat ini tidak sabar dengan taraf hidup yang kian sulit. Kondisi saat ini, menurutnya, membawa publik untuk kembali menganggap orba lebih baik dari zaman SBY. Menurutnya, saat kondisi kehidupan yang sejahtera tidak dinikmati publik, maka mereka lebih suka untuk mencari bandingannya, yakni Orba. "Ada ketidaksabaran publik melihat kondisi saat ini. Keadilan sosial yang tidak terwujud. Karena itu mereka cari bandingannya," uajr Ganjar. Mantan Menteri Keuangan zaman Orba Fuad Bawazir, menilai saat ini kemiskinan dipelihara. Kemiskinan menjadi jualan politik. Setiap ada orang miskin selalu dibayar dengan bantuan tunai lansung (BTL). Kemiskinan sering diperalat untuk meningkatkkan citra politik. "Saat ini kemiskinan dipelihara. Kemiskinan akan dipakai untuk pencitraan politik," tandasnya. >>Eka Lesmana

Tahun Edisi 239 Tahun XI 23 - 30 Mei 2011

SBY Dinilai Keliru Menyusun Kabinet

Suasana Rapat Kabinet

Bengkulu,(MR) Sebanyak 126.400 kartu calon peserta jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) di Provinsi Bengkulu dibatalkan karena tidak dilengkapi data yang akurat. Manager PT Asuransi Kesehatan (Askes) Cabang Bengkulu Dwi Desiawan, Sabtu (14/5) mengatakan pihaknya terpaksa membatalkan mencetak ratusan ribu kartu jamkesmas itu karena kesalahan dalam proses pendataan yang dilakukan oleh Dinas Sosial setempat. "Kesalahan data tersebut berupa tidak tercantumnya tempat dan tanggal lahir serta alamat lengkap calon peserta Jamkesmas sehingga kami tidak bisa mencetak kartu yang tidak memiliki identitas yang lengkap," ujarnya. Ia menjelaskan, pembatalan pencetakan kartu Jamkesmas tersebut sangat disayangkan dan merugikan warga yang kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan bila sedang sakit. "Kami mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu segera mendata ulang calon peserta Jamkesmas yang berhak menerima bantuan tersebut dan melibatkan petugas yang profesional sehingga kesalahn data tidak terjadi lagi," katanya. Selain data yang tidak lengkap, seringkali terjadi tumpang tindih dalam pendataan warga kurang mampu di Bengkulu. Agar tidak terjadi lagi kelemahan yang sama, ia menyarankan agar antara instansi pemerintah yang melakukan pendataan meningkatkan koordinasi serta melakukan pendataan satu pintu. Calon penerima kartu jamkesmas harus memenuhi 14 persyaratan antara lain tinggal di rumah berlantai tanah, berdinding papan dan memiliki penghasilan Rp225.875 per kapita per bulan. "Sejak 2008 kuota kartu Jamkesmas di Provinsi Bengkulu yakni 632.000 calon peserta. Kami hanya bertugas untuk menyelekdsi data yang diterima dari pemerintah daerah, mencetak dan mendistribusikan kartu Jamkesmas kepada masyarakat penerimanya," katanya. Ia menjelaskan,sebelumya PT Askes juga bertugas membayar biaya pelayanan bagi para peserta Jamkesmas, diantaranya pembayaran jasa rawat jalan tingkat pertama sampai lanjutan, rawat inap, biaya operasi penyakit beresiko tinggi seperti jantung, kanker dan gagal ginjal.>> Aman S

Pemprov Bali Fokus Pengentasan Kemiskinan
Denpasar,(MR) Pemerintah Provinsi Bali dalam menangani masalah sosial lebih menekankan upaya pengentasan kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, ketunaan sosial dan korban bencana. Upaya tersebut dilakukan secara terarah, terpadu dan berlanjut yang melibatkan pemerintah bersama masyarakat," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Drs I Ketut Susrama di Denpasar, Selasa. Ia mengatakan, kerja sama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama yang menjadi sasaran penanganan masalah sosial. Untuk itu pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Sosial setempat memperoleh kucuran dana sebesar Rp49,61 miliar unntuk menangani berbagai permasalahan sosial 2011. Kucuran dana itu bersumber dari pemerintah pusat, yakni dana dekonsentrasi sebesar Rp17,4 miliar untuk menangani empat program yang menyangkut 17 kegiatan. Ketut Susrama menambahkan, bantuan dana pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial itu juga menyangkut tugas pembantuan yakni dua program dan dua kegiatan dengan alokasi dana Rp1,9 miliar. Pihaknya dalam menangani permasalahan sosial itu juga mendapat dukungan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bali, disamping Pemkab dan Pemkot juga mengalokasikan dana serupa untuk menangani masalah sosial di wilayahnya masingmasing. Dana APBD Bali untuk menangani masalah sosial sebesar Rp29,4 miliar diarahkan untuk sebelas program yang menyangkut 33 kegiatan. Selain itu juga ada kucuran dana dari APBD Bali sebesar Rp999,9 juta untuk mendukung lima program yang menyangkut 16 kegiatan yang ditangani unit pelaksana teknis (UPT) pelayanan sosial. Penduduk miskin di Bali kini tercatat 174.930 jiwa atau 4,88% dari penduduk Bali 3,89 juta jiwa. Jumlah ini menurun 6.790 orang dibanding 2009 yang tercatat 181.720 orang atau 5,13% dari jumlah penduduk. Upaya mengentaskan warga miskin in di Bali selama 2009 lebih tinggi dari target yang dibebankan pemerintah pusat, yakni mencapai 6.790 orang, melebihi target 6.360 orang. "Bali dalam mengentaskan masalah kemiskinan pada 2010 menempati urutan kedua tingkat nasional setelah DKI Jakarta, atau naik peringkat dari tahun 2009 yang menempati posisi ketiga," ujar Susrama.>> Putu Artha

Komite Pencucian Uang Minta "e-KTP" Segera Direalisasikan

Kepala PPATK Yunus Husein

Hari Libur Nasional Kebun Bintang Medan Sepi Pengunjung
Medan,(MR) Kebun binatang milik Pemko Medan yang berlokasi di jalan bunga rampe kelurahan simalingkar B kecamatan Medan tuntungan pada hari libur nasional memperingati hari raya waisak 17 mei 2011 ternyata sangat sepi dari pengunjung Wartawan Media Rakyat saat datang ke lokasi kebun binatang untuk meliput suasana Hari Libur Nasional sangat perihatin dengan sepinya masyarakat yang datang untuk berkunjung ke lokasi tersebut, Mengingat libur Nasional yang sangat panjang ternyata tidak menarik antusias masyarakat yang datang untuk berkunjung guna menghabiskan masa liburan di Kebujn Binatang Medan ( KBM). Lokasi kebun binatang medan ternyata cukup memprihatinkan dengan kondisi hewan pada saat ini yang kurang perawatan dari pihak pengelola lokasi KBM, akibat banyak hewan yang mati sehingga menyebabkan kandang yang kosong dan hal itu membuat kurangnya minat masyarakat yang datang untuk berkunjung untuk menghabiskan masa liburan di lokasi KBM. Sementara Kepala Tata Usaha Taman Marga Satwa Medan Maulana Hutabarat saat akan di konfirmasi oleh Wartawan Media rakyat Melaui Via Hp ternyata tidak dapat dihubungi, salah seorang pengunjung D Brutu SE yang merupakan seorang pegawai di salah satu instansi pemerintahan kota medan yang datang bersama keluarganya saat di konfirmasi, berharap agar Pemerintah Kota Medan lebih memperhatikan lokasi KBM agar dikelola dengan baik dan professional dan membenahi segala kekurangan dan fasilitas yang ada saat ini. Agar dapat menarik minat para pengunjung untuk datang berlibur Ke Taman Marga Satwa Medan. >> Sampang Manik

Priyo: Jangan Opinikan DPR Sarang Penyamun
bicara. Menurutnya, DPR jangan dijadikan sebagai tempat bermuaranya para penjahat, para koruptor. "Jangan teropinikan DPR sebagai sarang penyamun, karena proses hulu ke hilir melibatkan semua pihak menurut undang-undang. Kalau soal anggaran kuat, prosesnya di pemerintah. Jangan hanya nila setitik rusak, kami semua. Tidak semua anggota dewan seperti itu," kata Priyo saat ditemui di gedung DPR, Rabu (18/5). Menurut Priyo, DPR memiliki cita-cita, yaitu ingin menjadi law center, pusat perundang-undangan akan berada di tangan DPR, dan bukan lagi di pemerintah. Selain itu, DPR juga ingin membuat budget centre yang nantinya akan dipenuhi tenaga ahli yang hebat. Posisi DPR juga dikatakan Priyo saat ini tidak terlalu dominan dalam pemerintahan negara ini. "Kami ingin membuat budget center, nantinya dipenuhi ahli yang hebat berkumpul di sini dan bukan untuk pemerintah. DPR tidak dalam posisi yang sekuat Anda sangka. Posisi DPR tidak seperkasa apa yang Anda sangka," tambahnya. Ketua DPP Golkar ini juga meminta agar segala macam kejahatan seperti korupsi yang dilakukan dalam parlemen ini harus dituntaskan dan dihentikan hingga ke akarnya. Ia juga mempersilakan anggota banggar diperiksa parpolnya jika memang menginginkan perubahan dalam tubuh banggar bukan dalam posisi untuk menyi-

Jakarta,(MR) Komite Tindak Pidana Pencucian Uang dan Komite Pencegahan Tindak Pidana Terorisme, meminta Kemendagri mempercepat pembuatan kartu tanda penduduk elektronik ("e-KTP") untuk menghindari individu memiliki kartu identitas ganda. "Kami meminta realisasi `single identification number`, KTP tunggal bisa dipercepat oleh Kemendgari. Kan ada UU 23/2006. Sudah berjalan cuma masih belum tuntas," kata Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein di Jakarta, Rabu (18/5). Ditemui usai rapat koordinasi bidang politik, hukum dan keamanan, ia mengatakan, pelaksanaan e-KTP ini penting dan diharapkan segera dapat dilaksanakan guna menghindari berbagai tindak kejahatan. Contoh kecil saja, dalam kasus pembobolan Citibank oleh Malinda Dee. Suami Malinda, Andhika Gumilang, sampai mempunyai tujuh KTP, ujarnya, menambahkan. "Ini penting sekali, bukan cuma untuk industri keuangan tapi penyidikan, intelijen. Kalau orang punya KTP lebih dari satu itu bagaimana coba?," ucapnya, menegaskan. Dalam rapat koordinasi tentang Komite Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pencegahan Tindak Pidana Terorisme itu hadir 10 instansi. Komite ini wajib bertemu satu tahun sekali dengan ketua Menko Polhukam. Komite ini beranggotakan antara lain Menko Perekonomian, Menlu, Kapolri, Jaksa Agung, Menkum HAM, dan Gubernur BI. PPATK termasuk anggota dan Yunus menjadi sekretaris komite itu. >> Ediatmo

Priyo Budi Santoso

Jakarta,(MR) Tudingan demi tudingan negatif terus menghantam DPR. Terakhir, sebuah media nasional memuat berita mafia anggaran yang 'bersarang' di Badan Anggaran (Banggar) DPR. Hal ini membuat Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar, Priyo Budi Santoso, gerah dan angkat

dik soal mafia anggaran. "Kalau ada borok-borok, harus kami bereskan, ungkap, cut, supaya tidak menjalar ke mana-mana. Alurnya (anggaran) Kementerian Keuangan, Bappenas, kemudian DPR. Kalau tujuan untuk perbaikan, silakan. Kalau bermotif, seluruh anggota diperiksa, (saya) tidak setuju karena di situ banyak orang-orang baik, kami harus adil juga," imbuhnya. Priyo mengatakan DPR hanya menentukan tentang anggaran apakah sebuah anggaran yang diajukan besar atau kecil. Sementara itu, mekanisme rapat juga tergolong terbuka meski pada kenyataannya rapat banggar cenderung tertutup dari media.

"Saya akan cek mekanisme yang ada di badan-badan. Karena prinsipnya rapat di DPR terbuka. Tidak semua hal terbuka, kan ada mata-mata anggaran yang tidak terbuka semua, itu semestinya selesai di tingkat pemerintah, DPR kan hanya menentukan ini kekecilan, kebesaran," ujarnya. Pemberitaan sebuah media massa nasional menyebutkan adanya mafia anggaran dalam Banggar DPR. Berita tersebut bahkan menyebutkan setiap partai memiliki sejumlah anggota untuk mengumpulkan uang. Anggota banggar yang tidak produktif menyetor uang dari banggar ke partainya akan dipindah ke alat kelengkapan dewan lainnya. >> Tedy S

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Drs. H. Ilyas Sabli, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Kusmayanto, Ujang, Irwan Hamid, Litbang : Drs. Bendra Suryana, Manager Iklan : Heni Astuti, Manager Distribusi : Taharlin, SH, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Hanif Manaf.
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi, Bogor : Suparman, Depok : Ali, Ruslan, Kab. Bekasi : S. Wahyudi, Hamdan Bule, Amir Kebo, Suryanto, A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Dede Irawansyah, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Iman, Biro Kota Bandung : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Biro Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Maskin, Suhada, NC Jawir, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : ................... Biro Cianjur : Ruslan AG, Jaenudin, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R, Biro Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Biro Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi (Kepala), Kota Palembang, Edi Rudianto (Kepala), Kota Prabumulih : Alex Effendi (Kepala), Biro Batu Raja : Sahmi (Kepala), Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Biro Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Perwakilan Jambi : Leman Burhan, (Kepala), Hendar, Muara Bungo : Suyono, Kab. Tebo : Heri Zaldi, Musirawas/ Lubuk Linggau : Iman Koesnadi, Agus Saliem, Biro Sarolangon : Leni Hartati, Biro Bangko : Zainal Arifin, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto (Kepala), Jerlin P, Rony Rudianto, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto (Kepala), Nurjaly, Hendrano, Kab. Bintan : Defran, Edi Ishak, Amdiman, Biro Natuna : Roy S. (Kepala), Biro Kab. Anambas : S. Edwar. S (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Perwakilan Jawa Timur : Deasy Epita A (Kepala), Mojokerto : Moh. Lutfi, Biro Lamongan : Adi Sugiarto (Kepala), Huala Simanjuntak, Julian Tri, Prayitno, Biro Banyuwangi : M. Arif Afadi, Biro Jombang : Moh Sabit (Kepala), Joko Bambang, Rohimah, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Perwakilan Sumatera Utara : Torang Sihite (Kepala), Anggiat Sihombing, Bincar Royven Tamba, Sampang Manik, Deli Serdang : Sopian Indris Simanullang, Sidik Mahadi, Serdang Gegadai : Erikson Gultom, Biro Samosir : Pardingotan Sitanggang (Kepala), Ekomario S. Malau, Gaya Malau, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha. Makassar : Darwis

Redaksi : Komplek DDN (Departemen Dalam Negeri) Blok B No. 7 Kec. Pondok Gede Kel. Jatiwaringin Bekasi 17411 Telp. (021) 8461157 Contact Person : 0812 9936 977, 0878 66 999 09 E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com Website : WWW.mediarakyatonline.com Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala

Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 239 Tahun XI Tahun 23 - 30 Mei 2011

Berita Utama
Jakarta,(MR) Badan Anggaran DPR RI menyetujui rencana pemberian remunerasi bagi pegawai Kementerian Hukum dan HAM serta Kejaksaan Agung pada 2011 sebesar Rp1,6 triliun. "Namun jumlah tersebut akan diberikan sebesar 70 persen terlebih dahulu, yang 30 persen akan diberikan setelah dilakukan evaluasi kinerja oleh tim independen," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo seusai rapat kerja dengan Badan Anggaran di Jakarta, Rabu (18/5). Menkeu menjelaskan penyusunan tunjangan dua Kementerian Lembaga ini menggunakan prinsip kesetaraan "take home pay" (penghasilan) bagi Kementerian Lembaga yang sudah melakukan reformasi birokrasi. "Benchmarking tunjangan kinerja yang digunakan adalah Kementerian yang telah mendapatkan tunjangan kinerja antara lain Bappenas, Kemenko Perekonomian dan BPKP," ujarnya. Menkeu mengharapkan dengan adanya peningkatan remunerasi yang merupakan bagian dari proses reformasi birokrasi, kementerian dan lembaga dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik. "Pesannya adalah reformasi birokrasi harus menunjukkan kualitas pekerjaan yang lebih baik, karena itu bisa kualitas kerja yang lebih baik bisa menjustifikasi tambahan tunjangan yang kita alokasikan," ujarnya. Dengan demikian, untuk kebutuhan anggaran tahun 2011 selama 13 bulan, 43.763 pegawai Kementerian Hukum dan HAM akan mendapatkan Rp1,078 triliun sedangkan 21.515 pegawai Kejaksaan Agung akan mendapatkan Rp609,5 miliar. Menurut dia, pemerintah akan merencanakan penambahan tunjangan remunerasi dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi bagi delapan Kementerian Lembaga sebesar Rp7 triliun yang dianggarkan dalam APBN Perubahan. "Sekarang ini hambatan utama pemberian tunjangan adalah

3

BKD Anambas Sosialisasi Manejemen Birokrasi
Anambas,(MR) Dalam rangka peningkatan kinerja aparatur pemerintah di daerah, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar sosialisasi pembangunan manajemen birokrasi. Sosialisasi yang disampaikan oleh Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi RI ini digelar di gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS), Kamis (12/05). Wakil Bupati Kepulauan Abdul Haris,SH. Anambas Abdul Haris,SH. mengatakan, Kabupaten Kepulauan Anambas yang baru memasuki usia tiga tahun, pihaknya akan terus berupaya untuk menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik, termasuk dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah daerah. “ Penataan birokrasi yang tengah dilaksanakan di Anambas meliputi struktur birokrasi, maupun kultur birokrasi yang tengah dilakukan adalah penyusunan peraturan daerah, SOTK SKPD,” katanya saat membuka acara sosialisasi manajemen Birokrasi. Dikatakan Haris, pihaknya berkomitmen untuk memiliki struktur yang ramping, namun dapat melaksanakan berbagai kewenangan wajib maupun pilihan yang mampu mengoptimalkan keunggulan dan keunikan Kepulauan Anambas. “Mengenai pembinaan aparatur, pemerintah daerah berupaya mencetak figur aparatur yang profesional,” tuturnya. Disampaikannya, saat ini penataan kultur birokrasi difokuskan pada peningkatan kinerja aparatur dan perilaku kerja aparatur. Sosialisasi pembangunan manajemen birokrasi ini diharapkan mampu memberikan pencerahan dan tunjuk ajar kepada aparatur di Kabupaten Kepulauan Anambas dalam melakukan penataan manajemen birokrasi baik kultur maupun strukturnya. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Sunarko,SH,MH, Sekretaris Daerah Radja Tjelak Nur Djalal, Anggota DPRD, Kepala SKPD beserta staf lainnya. >> Edward

DPR Setujui Remunerasi Kemenkumham dan Kejagung

Menteri Keuangan Agus Martowardojo (tengah)

Cuti Bersama Menuai Kontroversi
Medan,(MR) Pemerintah secara mendadak mengumumkan Cuti Bersama melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yakni Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2011 dengan Nomor Keputusan 120/Men/V/ 2011 dan Nomor SKB/M.PANRB/5/2011 perihal perubahan hari libur nasional dan cuti bersama. Peraturan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti oleh Plt Gubernur Sumatera Utara melalui Surat Nomor 800/9945/BKD/ II/2011 tanggal 13 Mei 2011 yang mengintruksikan kepada seluruh Bupati/Walikota se Sumut, Kepala SKPD Pemprov Sumut dan kepada Instansi Vertikal Provinsi Sumut bahwa hari Senin, 16 Mei 2011 merupakan hari cuti bersama. Pemberlakuan libur bersama tersebut menuai kontroversi di kalangan masyarakat khususnya Di Sumatera Utara. Banyak masyarakat tidak mengetahui pemberlakuan hari libur tersebut. Dari pantauan Media Rakyat Senin, (16/5) pagi masih terlihat beberapa pelajar berseragam masuk sekolah. namun, setelah tiba di sekolah pelajar tersebut harus kembali pulang ke rumahnya masingmasing. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya peluang bagi pelajar tersebut untuk menghabiskan waktunya di tempattempat yang tidak baik, yang pada akhirnya akan merusak mental dan prilaku pelajar tersebut. Hal tersebut juga dirasakan Sidik salah seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di kawasan Sunggal mengeluhkan pemberlakuan libur bersama yang terkesan mendadak, mengingat perjalanan yang harus ditempuhnya dari tempat tinggalnya di daerah Sampali menuju tempat kerjanya di kawasan sunggal yang memakan waktu sekitar satu jam lebih karena macetnya kota Medan di pagi hari. Bahkan beberapa nasabah yang akan melaksanakan transaksi keuangan pun mengeluh. Hal ini sesuai dengan pantauan Media Rakyat di beberapa Bank di sekitar jalan Pemuda yang kecewa karena Bank tersebut tutup. Hal tersebut juga terjadi di beberapa Pasar tradisional contohnya dikawasan Pusat pasar yang sepi dengan transaksi jual beli. Banyak pengusaha yang lebih memilih untuk menutup usahanya mengantisipasi turunnya omzet penjualan. Banyak pihak yang menilai pemberlakuan loibur bersama tersebut tidak terprogram dan terkesan sangat dadakan. Pak Sembiring seorang pedagang di kawasan Pusat pasar berujar, “ Gara-gara libur ini jadi gak ada penjualan pak, ada-ada aja pemerintah ini membuat peraturan selalu saja coba-coba”. >> Sopian Indris

ketersediaan dana. Dalam anggaran 2012 yang kebutuhan diperkirakan Rp25 triliun per tahun namun anggaran yang ada hanyalah Rp15,8 triliun. Kita merencanakan penambahan Rp7 triliun dalam APBN Perubahan," ujarnya. Jaksa Agung Basrief Arief mengharapkan persetujuan pemberian remunerasi ini akan

menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja Kejaksaan Agung dan tunjangan 100 persen dapat segera dibayarkan setelah dilakukan evaluasi."Pegawai kejaksaan menantikan masalah remunerasi ini sehingga menjadi dorongan dan motivasi untuk meningkatkan kinerja sebaikbaiknya," ujarnya. >> Tedy Sutisna

Daftar Gipika Diundur
Palembang,(MR) Gipika yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 21 Mei diundur hingga Sembilan Juni mendatang. Pengunduran Jadwal tersebut atas permintaan berbagai pihak sambil memberikan kesempatan kepada Ibu-Ibu dari Mahasiswi baik dalam Kota Palembang maupun luar wilayah Palembang. Prof. Yohanes Agu Taruna mengatakna kepada koran ini namun pelaksanaannya masih tetap di Hotel Arya Duta Palembang. Yohanes meminta kepada Ibu-ibu yang telah mendaftar maupun yang akan mendaftar untuk mengikuti acara tersebut supaya bersabar bertemu dengan Prof. Yohanes Surya PHD yang merupakan pelatih olympiade fisika Indonesia untuk jumlah pendaftar hingga kini sudah cukup banyak terutama dari kalangan Palembang maupun luar Kota Palembang kata Yohanes lagi, dalam acara tersebut ingin mengubah mindset bahwa matematika adalah mata pelajaran yang dianggap menjadi momok menakutkan baik bagi orang tua maupun anak-anak itu sendiri sehingga pelajaran matematika itu bisa menjadi mudah, gampang, asik dan menyenangkan. Hal ini sudah dibuktikan kepada anak-anak Papua yang hampir tidak tersentuh oleh pendidikan. Anak Papua yang pakai kateka saja bisa dan akhirnya juara olimpiade matematika, ungkap Yohanes. Nah untuk ikut dalam seminar ini ibu-ibu dan ibu guru maupun mahasiswa cukup membayar Rp.150.000,- saja dan berhak mendapatkan modul atau buku matematika Gasing, Gampang, Asik dan menyenangkan, karangan Prof. yo dan certified seminar nasional yang langsung ditanda tanganinya. >>Edi

PN Indramayu Sukseskan Eksekusi di Cilandak Lor

Proses Pengosongan dan Penguasaan tanah seluas 630 m2 Atas nama Tarlem Sapan di Blok Judah Desa Cilandak Lor (Foto : Abdullah)

Layanan Kesehatan Gratis, Belum Sepenuhnya Cuma-Cuma
balikpapan,(MR) Sejumlah pasien kelas tiga asal luar Balikpapan yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Balikpapan mengeluhkan biaya perjalanan yang harus dikeluarkan dari kantong pribadi. Meskipun pasien tersebut merupakan warga miskin yang menggunakan Jamkesda, Jamkesmas, maupun surat keterangan tak mampu (SKTM). "Saya dari Kabupaten Paser, anak saya yang mengalami kecelakaan harus dirujuk ke rumah sakit umum Balikpapan, tapi kami harus mengeluarkan biaya perjalanan sendiri ke Balikpapan Rp1,2 juta," kata Suyatmi warga Kecamatan Long Ikis Kabupaten Paser, Kamis. Anak Suyatmi, Ardi Hidayat, terpaksa harus dirujuk ke RSUD Kota Balikpapan, karena RSUD di Tanah Grogot Kabupaten Paser tidak memiliki fasilitas yang lengkap, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Kota Balikpapan. Perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini sempat bingung mencari biaya perjalanan yang mencapai jutaan itu. Dirinya pun terpaksa harus pinjam, demi kesembuhan sang buah hati. "Kami ini tidak tahu apa-apa, uang sebesar itu cukup berarti bagi kami yang hanya berpenghasilan kecil karena hanya petani. Saya sempat bingung dan terpaksa harus pinjam sana-sini," tuturnya. Hal senada diungkapkan Rusli warga Kabupaten Berau yang dirujuk ke RSUD Kota Balikpapan. Dirinya pun bersama istri tercinta harus mengeluarkan biaya perjalanan hingga jutaan untuk bisa tiba di Balikpapan. Rusli ke Balikpapan terpaksa menempuh perjalanan darat yang memakan waktu hingga 10 jam,, karena keterbatasan biaya. Dirinya tak sanggup jika harus menggunakan pesawat terbang untuk berobat ke RSUD Kota Balikpapan yang biaya mencapai Rp3 juta. "Saya dirujuk ke rumah sakit Balikpapan, saya pikir gratis ternyata harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, apalagi saya bersama istri saya," ucap Rusli, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Kendati demikian, untuk berobat dan rawat inap di RSUD Kota Balikpapan, pasien mengaku tidak pelik dan rumit urusan administrasinya. Hanya bermodalkan SKTM, Jamkesda maupun Jamkesmas. Pasien langsung diberikan pelayanan sesuai dengan strandar media. "Begitu juga saat mengurus Jamkesda, Jamkesmas ataupun SKTM, tidak dipersulit," ujar Rusli. Pasien Jamkesda dari PPU, Jumiati juga memuji pelayanan RSUD Kota Balikpapan. Anggapan pasien kelas tiga terkadang dilayani seadanya saja, justru berbeda dengan pelayan yang ada di RSUD Balikpapan. Mulai dari pelayanan dokter, perawat ataupun bidan. Sarana dan faslitas yang dianggap cukup. Pasien kelas tiga di RUSD Kota Balikpapan setiap pagi selalu dilayani atau diperiksa kondisnya oleh dokter. Begitu pun perawat yang 24 jam setia melayani kebutuhan pasien. "Fasilitas yang kami terima pasien kelas tiga di RSUD Kota Balikpapan diataranya satu unit tempat tidur, kursi dan meja dan juga mendapatkan pelayanan makan siang dan malam, serta snack setiap pagi," ungkapnya. Jumlah ruang kelas tiga di RSUD Kota Balikpapan hanya 3 ruangan yang terdiri dari ruang flamboyan A berisi 55 tempat tidur, flamboyan B 46 tempat tidur dan flamboyan C 54 tempat tidur. Masing-masing ruangan ada satu kamar mandi dan WC. Namun, kondisi itu kadang memprihatinkan karena pasien kelas tiga harus tidur di loronglorong rumah sakit, karena jumlah ruangan dan tempat tidur yang sudah tidak seimbang dengan jumlah pasien, karena over kapasitas. "Memang terkadang, pasien termasuk kelas tiga harus tidur di lorong-lorong rumah sakit, karena sudah tidak seimbang antara jumlah pasien dengan tempat tidur. Apalagi pasien selalu bertambah setiap harinya," kata Humas RSUD Kota Balikpapan HM Rizani. Apalagi, katanya, RSUD Kota Balikpapan tidak hanya menampung pasien yang merupakan warga Balikpapan. Tapi juga pasien dari luar Balikpapan, Kota dan Kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim). "Rumah sakit ini, rumah sakit rujukan, jadi pasien yang datang bukan hanya dari Balikpapan, tapi ada juga dari Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, Berau, Malinau, Bulungan.dan daerah lainnya di Kaltim," ujarnya. Karena itu pihak RUSD akan menambah ruang rawat inap dengan jumlah tempat tidur sebanyak 24 unit dan 14 unit tempat tidur untuk pasien stroke. "Rencananya bulan depan sudah bisa digunakan untuk rawat inap, begitu juga untuk pasien stroke, juga sudah bisa digunakan. Ruangan itu sebelumnya adalah apotik kemudian dipugar," tukasnya. Sedangkan 2012, RUSD juga akan bangun 8 lantai untuk rawat inap, okasinya di RSUD. "Rencananya lokasi yang akan dibangun tepat disamping masjid, yang pasti tahun depan sudah akan dimulai pembangunannya," tandasnya. >>Gatner Eka Tarung

Indramayu,(MR) Nasir Nofian, Juru Sita dan Ruswan, SH. Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Indramayu, berhasil melaksanakan Exsekusi (Ge Executeerd) atas sebidang tanah darat yang terletak di Blok Judah Desa Cilandak Lor Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Kamis siang (19/5) lalu. Jurusita PN Indramayu, Nasir Nofian, Kepada Ono Caryono, selaku pemohon eksekusi tanggal 6 januari 2011, Daspan Bin Marsian, sebagai penggugat dan Darsinih Binti Kusna, sebagai tergugat, disaksikan aparat keamanan dari Muspika Anjatan, Muspida Indramayu dan Masyarakat setempat, di Aula Kantor Desa Cilandak Lor menjelaskan penetapan ketua PN Indramayu No.06/Pdt.Eks/2008/PN.Im. Menurutnya, PN Indramayu mengabulkan permohonan pemohon eksekusi atas sebidang tanah darat yang terletak di Blok Judah Desa Cilandak Lor seluas 630 M2 (45 Bata) dan dalam buku Desa tertulis persil 29 d. II C. No. 425 atas nama Tarlem Sapan. Adapun batas-batas sebagai berikut : sebelah utara : tanah pekarangan Ny.Sami, sebelah Timur : tanah pekarangan Sita, sebelah selatan : Damyang Desa/Jalan Desa, sebelah barat tanah pekarangan Warca, yang selanjutnya diserahkan kepada para penggugat, kata Nasir Nofian. >> Abdullah/ Mukromin

4
Walikota Banjar Buka Sosialisasi SKB 3 Menteri
Banjar,(MR) Akhir-akhir ini sering terjadi konflik masyarakat di beberapa daerah yang mengarah kepada radikalisme dan kekerasan baik perorangan maupun melibatkan institusi. Timbulnya beberapa konflik yang muncul bisa terjadi karena perbedaan sara, akidah dan agama. Untuk mencegah terjadinya konflik di Kota Banjar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjar pada hari Kamis (5/5) bertempat di Gedung Dakwah Kecamatan Langensari mengadakan kegiatan Sosialisasi SKB 3 Menteri. Kegiatan ini dihadiri Walikota Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar. Kapolres Kota Banjar, Tokoh Lintas Agama, Camat se-kota Banjar, Lurah dan Kepala Desa se-kota Banjar, dan Mahasiswa. Ketua FKUB, Ustad Iskandar dalam sambutannya menjelaskan bahwa merupakan suatu tugas yang mulia mengadakan sosialisasi perundang-undangan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama. Kemajemukan agama dan kepercayaan serta strata sosial yang berbedabeda akan menjadi potensi bagi kemajuan dan kemakmuran bagi masyarakat, bukan menjadi potensi konflik. Terutama bagi generasi muda yang rentan dan labil sehingga dapat mudah dipengaruhi hal-hal yang negatif yang akan memicu konflik. Walikota Banjar Dr.dr.H Herman Sutrisno, MM. dalam sambutannya mengatakan kerukunan adalah suatu yang harus dilaksanakan oleh kita sehingga tercipta kondusifitas antar umat beragama, sehingga pembangunan yang telah berhasil dirintis sejak tahun 2003 dan terus mengalami kemajuan dan perkembangan ke depan melalui visi dan misi Kota Banjar akan tercapai. Lebih lanjut Walikota Banjar mengharapkan kepada FKUB juga OPD terkait lainnya agar mampu memecahkan hal-hal yang terjadi problematika umat yang ada dimasyarakat terutama terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya konflik, serta mencari solusi yang tepat sebelum terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, sehingga kerukunan antar umat beragama di Kota Banjar terjaga dengan baik. Sekaligus pada waktu yang sama membuka resmi kegiatan tersebut. >> A-S

Berita Utama
Pemkab Pandeglang Minim Aparat Sarjana
Pandeglang,(MR) Bupati Pandeglang, Banten, Erwan Kurtubi menjelaskan aparatur pemerintah di daerah itu yang berpendidikan sarjana hanya 29 persen. "Untuk aparatur kita masih kurang, baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya," katanya, Senin. Dari sekitar 6.000 aparatur yang ada di kabupaten tersebut, hanya 28 persen berijazah strata satu (S1) dan hanya satu persen berpendidikan strata dua (S2). "Sebagian besar pegawai di lingkungan pemerintah Kabupaten Pandeglang hanya berpendidikan SLTA dan diploma," ujarnya. Erwan mengaku, secara bertahap akan meningkatkan kualitas aparatur tersebut, di antaranya memberi kesempatan bagi pegawai yang ingin melanjutkan pendidikannya. Peningkatan kualitas aparatur itu, kata dia, sangat dibutuhkan terkait keinginan melakukan reformasi birokrasi. Bupati juga menjelaskan, roda pemerintahan dan pelayanan pada masyarakat akan berjalan efektif, jika didukung aparatur berkualitas dan memiliki dedikasi tinggi serta akhlak yang baik. "Harus ada keseimbangan antara kualitas, dedikasi yang akhlak, tidak bisa salah satunya ditia-dakan," katanya. Bagi kalangan aparatur, Erwan juga mengharapkan agar mengetahui dan memahamai semua aturan yang ada, sehingga bisa menjalankan kewajibannya dengan baik. "Seorang aparatur hanya bisa bekerja dengan maksimal dengan sesuai dengan bidang tugasnya, jika mengetahui dan memahamai aturan yang ada," tegasnya. >> Herianto

Tahun Edisi 239 Tahun XI 23 - 30 Mei 2011

Bupati Pandeglang saat melantik pejabat eselon III

Menakertrans RI Kunjungi Samosir
Samosir,(MR) Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar akan melaksanakan kunjungan kerja selama 3 (tiga) hari di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Kunker tersebut rencananya pada hari Jumat 20 mei sampai dengan Minggu 22 mei, demikian diutarakan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Pemuda dan Olah raga, Drs.Waston Simbolon kepada Media Rakyak di Kantornya, Kamis (19/5). Menakertrans diharapkan akan tiba di Samosir pada hari Jumat (20/5) akan disambut dengan pengalungan bunga dan tari-tarian di Hotel Silintong Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, kota tourist di Samosir. Selanjutnya sabtu (21/ 5) Rombongan Menteri didampingi Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, dan para SKPD akan mengunjungi Pelatihan Berbasis Masyarakat (PBM) yaitu tempat pengeringan dan Pengemasan ikan pora-pora, ukir-ukiran/pahat, Salon Kecantikan, dan pembuatan pupuk Kompos di Tuktuk Siadong dan akan berdialog dengan peserta pelatihan. Dari Tuktuk Siadong Menteri akan berangkat meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) di Parbaba, Kecamatan Pangururan, dan akan mendapat pemaparan maket BLK dari Kepala Dinas Sostekpora, Waston Simbolon, serta akan melaksanakan penanaman pohon, sumbangan dari Jamsostek di lokasi BLK. Dari Parbaba dilanjutkan di Rumah Dinas Bupati, Pasanggarahan, Pangururan untuk penyerahan seperangkat Adat Batak oleh Tokoh Masyarakat, didampingi oleh Bupati dan Muspida. Menjelang sore Menteri akan menuju Huta Bolon (Museum Batak) di Simanindo, dan menuju Pulo Tao, yaitu sala satu pulau di Danau Toba, di Pulau ini Menteri akan menikmati hasil bumi Samosir. Drs. Luhut Situngkir, Aliman Tua Limbong, Tokoh masyarakat Samosir mengharapkan kunjungan Menteri ini akan berdampak positip kepada masyarakat Samosir, dimana Menteri akan melihat, dan berkenan memberi bantuan berupa peralatan-peralatan yang dibutuhkan oleh BLK Samosir, karena selama ini baru sarana gedung yang telah tersedia, dan sedikit sarana praktek untuk perhotelan. Manaek Sihaloho, masyarakat Parbaba juga mengharapkan dengan lebih cepatnya pengoperasian BLK, akan menjadikan para pemuda di Kabupaten Samosir terampil dan mempunyai life skill yang dapat meningkatkan taraf hidupnya di perantauan maupun di Samosir kelak. Semoga. >> Pardingotan Sitanggang

Kepala BPKP Jatim :

APBD Untuk Masyarakat, Bukan Untuk Birokrat
Jombang,(MR) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu murni untuk masyarakat, bukan untuk birokrat. Pernyataan tersebut diungkapkan Drs. Sidiq Wiyoto, Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur. Ia menegaskan hal itu saat membuka Bimbingan Teknis Implementasi SPIP (Sistem Pengawasan Internal Pemerintahan) di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, Rabu (18/5/) pagi. Menurut Sidiq, pengawasan internal harus diberlakukan di setiap SKPD dalam memantau pengelolaan keuangan mengingat dana APBD sebenarnya adalah untuk rakyat. Itupun harus sesuai dengan standar SPIP yang telah disahkan oleh pemerintah pusat pada 7 Oktober 2010 lalu, “Mengelola anggaran bukan hanya sekadar terima uang lalu dibelanjakan saja,” tegasnya. Namun, lanjut Sidiq, bagaimana pengelolaan tersebut dapat dipertanggungjawabkan, itu yang penting. Sehingga laporan keuangan yang dilaporkan tidak ganjil. Serta jauh dari kesan korupsi. Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat justru lebih tajam dari BPK. “Pastinya lebih tajam dan kritis, itulah masyarakat kita sekarang,” tuturnya. Ini membuktikan bahwa pengawasan pengelolaan keuangan merupakan syarat mutlak dan harus segera diberlakukan. Bintek yang digelar sampai 6 angkatan ini diikuti oleh sekitar 240 PNS yang memimpin SKPD, tujuannya tak lain untuk menyusun petunjuk pelaksanaan SPIP di sektor pemerintahan khususnya dalam hal pengelolaan keuangan. Tahun ini, Jombang mendapat predikat WDP atau Wajar Dengan Pengecualian dalam hal mengelola keuangan. Menurun dari tahun lalu, yang berhasil menyabet predikat WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK. >> Team

KHAWATIR : Sarana pejalan kaki dan kendaraan sudah 3 pekan oleh pihak terkait belum juga diperbaiki. Jalan tersebut berada di jalan kewadanaan Kota Banjar sehingga dikhawatirkan para pengguna Jalan akan menimbulkan kecelakaan yang tak terduga. Kamis (19/5)

Edisi 239 Tahun XI Tahun 23 - 30 Mei 2011

Sos-Ek-Bis

5

Pemerintah akan Bentuk Network Awasi Stok Beras
Jakarta,(MR) Pemerintah sedang membentuk konsep jaringan informasi (network) untuk mengetahui keberadaan stok beras nasional. Jaringan ini nantinya juga bisa digunakan untuk memberikan kepastian data jumlah beras nasional. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Zaenal Bachruddin di sela-sela Seminar Management Stock Pangan Beras di Jakarta, Senin. "Jika network sudah bagus, kita bisa mengetahui keberadaan stokstok beras di mana saja. Kita sekarang lagi mencari bentuk network-nya," ungkapnya. Menurut Zaenal, pembentukan jaringan informasi tersebut terinspirasi dari negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam yang bisa tahu persis keberadaan dan jumlah stok berasnya. Jadi kedua negara tersebut bisa mengalokasikan beras untuk kebutuhan dalam negri dan ekspor sesuai dengan data tersebut. Zaenal mengungkapkan Indonesia tidak memiliki network yang baik. "Maka ketika BPS (Badan Pusat Statistik) bilang ada surplus beras, harga pangan kok tidak turun-turun," katanya. Hal tersebut merupakan salah satu manajemen stok beras yang harus dibenahi. Pemerintah harus mengetahui persis keberadaan stok beras. "Pemerintah harus tahu persis stok ada di mana. Masyarakat? Masyarakat mana? Tengkulak atau daerah? Kita ingin mengetahui itu," ujar Zaenal. Salah satu cara yang dikemukakan Zaenal adalah membangun gudang-gudang beras terregistrasi (terdaftar) sehingga pemerintah tahu seberapa banyak isi gudang tersebut. "Kita ingin kepastian data berapa yang bisa kita gunakan untuk dalam negri. Kalau kita tahu bisa gunakan untuk ekspor. Sekarang ada penumpukan beras, pemerintah tidak tahu ada di mana," tuturnya. >> Ediatmo

Penghapusan Subsidi BBM Terkendala Masalah Komunikasi
SPBU dan ternyata dijual di luar SPBU minimal lebih mahal Rp1.000 per liter. Dengan harga tersebut, masyarakat sekitar masih mau membelinya. "Ketika minyak itu sudah tidak ada, orang rela membeli dengan harga lebih mahal. Bahkan di tempattempat terkecil, seperti Wamena itu bisa sampai Rp15-20 ribu per liter. Itu berarti kan mereka enggak masalah," tutur Herman. Menurut Herman, masalah penghapusan atau pembatasan subsidi lebih kepada komunikasi. Selain itu, ia menyampaikan peran media juga penting untuk mengkomunikasikannya bahwa uang subsidi itu bisa dipakai untuk membangun infrastruktur. Jakarta,(MR) Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Darnel Ibrahim berpendapat bahwa penghapusan atau pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) hanya terkendala masalah komunikasi. Ia melihat ada negaranegara yang nilai Gross Domestic Product (GDP) di bawah Indonesia, seperti Laos dan Kamboja sudah tidak memberikan subsidi BBM lagi kepada rakyatnya. "Saya lihat kalau dari politik ini hanya masalah komunikasi. Kalau dilihat dari GDP, banyak kok negara yang GDP-nya di bawah kita seperti Laos dan Kamboja, sudah 10 tahun yang lalu mereka tidak disubsidi dan itu oke-oke saja," ungkap Herman di acara The 35th Indonesian Petroleum Association Annual Convention and Exhibition 2011, Jakarta, Kamis. Kemudian Herman bercerita, di Payakumbuh, Sumatera Barat, Premium selalu habis di Sementara untuk angkutan umum, pemberian subsidi dapat dilakukan dengan menyesuaikan pembukuan tahunan perusahaan angkutan umum terkait. "Berapa banyak dia belanja BBM itu kan didalam pajaknya kelihatan. Sejalan dengan laporan pajaknya itu akan mudah pemberian subsidi," ungkap Herman. Maka subsidi akan tepat diberikan kepada orangnya bukan kepada komoditasnya. Herman menegaskan bahwa undang-undang (UU) memang tidak menganjurkan subsidi diberikan kepada komoditasnya, tetapi kepada orang atau perusahaan yang membutuhkan. >> Sahrial Nova

Tarif Listrik Rumah Tangga Harus Naik?

Taksasi Produksi Gula Jatim Capai 1.225.000 Ton
Surabaya,(MR) Dari hasil proses taksasi (prediksi produksi panen tiap tahun) untuk produksi gula Jatim pada musim giling tahun ini bisa mencapai 1.225.000 ton.Taksasi itu lebih tinggi dari hasil produksi yang dicapai di 2009 yang mencapai 1.014.000 ton dan pada 2010 sebesar 1.079.000 ton. Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Ir Samsul Arifin MMA saat ditemui di kantormya, Kamis lalu menjelaskan, besarnya jumlah produksi itu diperkirakan dari taksasi yang dilakukan Maret lalu. Diperkirakan pula, produksi tebu tahun ini juga bisa mencapai 16.445.000 ton atau lebih tinggi dari tahun 2009 sebanyak 15 juta ton dan hampir setara dengan produksi 2010 16,5 juta ton. Sedangkan untuk rata-rata rendemen (kadar kandungan gula didalam batang tebu yang dinyatakan dengan persen) diperkirakan 7,18 persen. Taksasi rendemen itu lebih tinggi dari tahun 2010 yang hanya 6 persen, namunlebih rendah dari rendemen 2009 sebesar 7,4 persen. Dari luas areal tebu, tahun ini diprediksi naik menjadi 197.302 hektar. Luas itu meningkat dari 2010 yang hanya 193.000 hektar. “Luas areal tebu naik sekitar 4000 hektar dan ini akan meningkatkan hasil produksi tebu. Namun, dengan jumlah yang meningkat, belum tentu rendemennya bisa naik, karena saat ini yang harusnya kemarau, masih terjadi hujan,” katanya. Menurut dia, pada saat taksasi Maret lalu, Jatim mengalami kemarau dan curah hujan yang sangat minim atau bisa dikatakan hampir jarang sekali terjadi. Sehingga, prediksi dengan panas saat Maret lalu, tebu bisa lebih cepat masak dan rendemen pun bisa lebih tinggi. Dengan kondisi cuaca tak menentu ini, maka taksasi rendemen 7,18 persen jadi prediksi yang cukup mendekati. Dari hasil taksasi, untuk target rendemen tiap PTPN atau PT Gula di Jatim pun berbeda. Lebih rinci, untuk PTPN X rendemen ditargetkan mencapai 8,1 persen dengan produksi tebu 6,1 juta ton. PTPN XI mencapai 7,1 persen dengan hasil produksi tebu 5,7 juta ton. PT RNI ditargetkan 6,58 persen dengan hasil produksi tebu 2,7 juta ton. PT Candi Baru sebesar 6,6 persen dengan hasil produksi tebu 450 ribu ton dan PT Kebon Agung sebesar 7,6 persen dengan hasil produksi tebu 1,3 juta ton. Menurut dia, rendahnya rendemen tebu petani beberapa saat lalu tidak hanya terjadi di Jawa Timur, namun di seluruh daerah baik di Jawa atau luar Jawa. “Rendahnya rendemen tebu petani memengaruhi kualitas gula yang diproduksi, yang juga akan berpengaruh pada harga beli tebu petani oleh pabrik. Sehingga itu berdampak pula pada keuntungan petani,” tuturnya. Selama ini, rendahnya rendemen ini juga terjadi dari proses panen tebu oleh petani. Ia mencontohkan, saat panen, petani kerap mengepras/memotong batang tebu tidak pokma (ngepok lemah) tapi kepras 10-15 cm dari akar. “Padahal, kandungan gula tertinggi tebu ada di bagian batang bawah dekat akar, jika tak dikepras pokma, maka petani sendiri rugi dan rendemen bisa rendah,” ujarnya. Selain itu, dengan sistem kepras yang tidak pokma ini, kecenderungan tumbuhnya batang baru lebih kecil atau berupa tunas gogolan, karena tak tumbuh dari akar, melainkan tumbuh dari tunas batang. Sehingga, usai panen, petani pun masih harus kembali mengepras batang hingga pokma agar tebu bisa tumbuh bagus. Selain itu, dengan kondisi intensitas hujan sering, lahan tebu juga menjadi banjir dan becek. Sehingga, truk tak bisa masuk lahan dan perlu cost lebih untuk biaya tebang dari proses kepras hingga menaikkan ke truk yang posisinya lebih jauh dari lahan tebu. >> YIT

BPD Kedungwungu Anjatan Tertibkan Pedagang Pasar
Indramayu, (MR) Jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedungwungu Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, sedang berupaya menertibkan para pedagang pasar di desa tersebut. Sebab, beberapa tahun ini para pedagang di Pasar Desa Kedungwungu tidak mau memenuhi kewajibannya, baik retibusi tahunan (suksara desa) dan kebersihan. Ismail Azry, selaku ketua BPD Kedungwungu dalam keterangannya menegaskan, pihaknya akan menertibkan pedagang yang menempati Kios, Los dan lapak sesuai dengan Peraturan Desa (Perdes) Kedungwungu Nomor 5 Tahun 2010 tentang : Pengelolaan Pasar Desa Kedungwungu. Diantaranya, para Pedagang dipasar tersebut diwajibkan membayar Retribusi desa mengingat pasar itu merupakan pasar desa, yang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (APBDes), ujarnya. Menurutnya, para pedagang di Pasar Kedungwungu tidak mentaati Perdes tersebut, sehingga kami akan melakukan proyeksi ulang berupa membangun kembali secara total sarana dan prasarana pasar milik Pemerintah Desa Kedungwungu. Jadi siapapun yang tidak menaati ketentuan desa, akan ditindak tegas sesuai dengan perdes, baik berupa saksi adminitrasi dan finansial, ungkap ismail azry, geram. Ismail Azry menerangkan bahwa : berdasarkan berita acara No.02/2002/Kep. Kuwu/ II/2010, Perdes Kedungwungu No. 5 Tahun 2010 tentang Retribusi Pasar telah mendapat kemupakatan yang ditandatangani dan distempel oleh : Kuwu Desa Kedungwungu H.Achmad Sumitro, Ketua BPD Kedungwungu Sunadi, dan Ketua Ikatan Pedagang Pasar Desa Kedungwungu Abdul Latif, tertanggal 23 Januari 2010. Abdul Latif, Ketua Ikatan Pedang Pasar (IPP) Kedungwungu, melalui ponsel (1/5) menepis keterangan tersebut. Pada umumnya retribusi pedagang pasar itu, tidak mengenal adanya retribusi tahunan seperti yang dituangkan dalam Perdes Kedungwungu, tetapi direalisasikan dalam bentuk harian berupa retribusi kebersihan, keamanan dan parkir serta kami juga minta penjelasan penggunaan untuk apa saja dana yang diperoleh dari ritribusi pasar, bantah latif. >>Mukromin
Jakarta,(MR) Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) harus dilakukan pada konsumen rumah tangga khususnya golongan 450-900 VA. Golongan tersebut dianggap sebagai penerima kelompok penerima subsidi terbesar dan tidak dapat dikategorikan miskin. Hal itu diungkapkan pengamat kelistrikan Fabby Tumiwa, Selasa. "Untuk konsumen rumah tangga, khususnya R1 450900 VA memang perlu dinaikkan karena kelompok ini adalah penerima subsidi terbesar dan tidak dapat dikategorikan miskin," katanya. Namun begitu menaikkan TDL bukan berarti menghilangkan subsidi kepada kelompok 450-900 VA. Menurut Fabby, subsidi hanya dibatasi untuk konsumsi sampai dengan 60 kWh per bulan. Selain itu Fabby mengungkapkan bahwa pemakaian bahan bakar minyak (BBM) harus dikurangi untuk produksi listrik dari 8 juta kiloliter per tahun menjadi 6 juta kiloliter per tahun. Hal itu diperkirakan dapat memberikan penghematan biaya produksi sebesar Rp 17-18 triliun. "Di sisi lain produksi listrik harus mengoptimalkan pemakaian gas alam," ujar Fabby. Seperti diketahui pemerintah berencana menaikkan TDL pada tahun depan sekitar 10%-15%. >> Ediatmo

Sejak Kesepakatan ACFTA Import Produk Cina Terus Meningkat
Surabaya,(MR) Didalam MUSDA ke VII GINSI Jawa Timur di Surabaya, Kamis (12/5) telah memilih Bambang sebagai ketua GINSI Jatim yang baru periode masa bakti 2011-2016 menggantikan Judy Purwanto. Bambang sebagai ketua yang baru mengatakan “Pengusaha import di Jatim tidak bisa membendung kebutuhan konsumen terhadap import, terutama dari negara cina baik barang jadi maupun bahan baku dan itu merupakan kebutuhan masyarakat, kami hanya mendatangkan,” katanya. Bambang juga mengatakan, Hanya pemerintah yang seharusnya menetapkan regulasi memberlakukan pembatasan terhadap barang impor terutama dari negara Cina. Ginsi, akan tetap mengimpor seluruh permintaan konsumen atas seluruh barang. “Saat ini, kondisi menguatnya rupiah juga menunjang kinerja kami,” tegasnya. Sejak terjadi kesepakatan Asean China Free Trade Agreement (ACFTA), permintaan barang dari negara cina terus meningkat, kesepakatan inilah yang menjadi negara Cina untuk memasarkan produknya dikawasan Asean dengan harga yang relatif murah dan kwantitas yang lebih banyak. Komite Tetap Pengawas Impor Kamar Dagang Indonesia Jawa Timur terus mendesak Menteri Perdagangan untuk segera merevisi kontrak perjanjian perdagangan dengan negara Cina. Ketua Komite Tetap Pengawas Impor Kadin Jatim Judy Purwoko, mengatakan Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, harus lebih tegas dengan kondisi perdagangan saat ini. Sudah terjadi gejolak akibat perjanjian perdagangan dengan Cina/ACFTA. Sejak akhir 2010, barang imor Cina sudah naik lebih dari 100% jika dibanding tahun sebelumnya. “Paling parah, industri dalam negeri kian terpuruk akibat derasnya arus impor barang,” kata Judy Purwoko. Sebelumnya Judy mengatakan saat ini kondisi lebih parah, banyak industri lokal yang kini memilih melakukan impor barang jadi ke Indonesia. Industri ini kemudian hanya memberikan label lokal dalam produk-produk buatan Cina tersebut. Kondisi ini diakibatkan tingginya biaya pengolahan bahan baku di Indonesia. “Bahkan kini industri pun banyak mengimpor bahan jadi karena lebih efisien dibanding mengolah bahan baku,” ungkap Judy Purwoko. Nilai impor Jatim, secara keseluruhan mencapai 1.803,43 juta dollar AS. Secara kumulatif Januari-Maret 2011, nilai impor mencapai 4.461,49 juta dollar AS. Berdasar total keseluruhan impor, masih didominasi oleh bahan baku/penolong yang mencapai 82,84% terhadap total impor JatimData BPS merinci, kenaikan impor dari Cina yang semakin besar. Impor dari Cina naik sebesar 40,45% dari 198,01 juta dollar AS pada Februari 2011 menjadi 278,11 juta dollar AS pada Maret 2011. Secara kumulatif JanuariMaret 2011, impor dari Cina mencapai 710,236 juta dollar AS, tumbuh 37,4% dibanding Januari-Maret 2010 sebesar 516.897 juta dollar AS. Impor dari Cina ini mencapai 20,1% terhadap total impor Jatim. >> HS

6
MTs Al-Hidayah Patrol Baru

Pendidikan
Banyak yang harus dievaluasi tentang sistem pengelolaan RSBI khususnya dan SMA reguler umumnya. Surabaya,(MR) Nilai hasil Ujian Nasional (UN) Rintisan Sekolah Berstandar International (RSBI) di Jawa Timur yang belum bisa mengalahkan nilai UN sekolah reguler, bukan karena kualitas yang jelek, tetapi dikarenakan masih baru serta RSBI lebih difokuskan pada kepandaian berbahasa internasional. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jatim, Dr Harun MSi di Surabaya, Rabu (18/5) lalu mengatakan, tidak terlihatnya kiprah RSBI dalam UN kali ini karena ada beberapa faktor, di antaranya keberadaan RSBI yang masih baru. Namun dia yakin dalam perjalanan nanti, RSBI akan memiliki kelebihan dalam dunia pendidikan. Sesuai dengan rancangan pembentukan RSBI, kelebihan sekolah ini akan difokuskan kepada tingkat kepandaian berbahasa secara international. “Memang RSBI belum ada pengaruhnya. Semua prestasi terbaik masih dipegang sekolah-sekolah reguler, tapi kami yakin ke depan akan lebih baik, dan kami akan fokuskan kalau kelebihan RSBI akan terjadi di bahasa international,” kata Harun. Untuk diketahui, dari 92 RSBI tingkat SMA/SMK di Jawa Timur, nilai UN tidak bisa mengalahkan sekolah reguler. Sekolah yang mendapatkan prestasi bukan dari sekolah yang berlabel RSBI. Untuk prestasi sekolah tingkat SMK dipegang SMK Taruna Tarik Sidoarjo, SMK Mahardika Malang, dan SMKN 2 Buduran Sidoarjo. Sedangkan untuk SMA dipegang SMAN I Manyar Gresik, SMAN I Bangil Pasuruan, dan SMAN 5 Malang. Sekolah-sekolah ini belum masuk dalam kategori sekolah berlabel RSBI. Sementara itu, di Kota Surabaya, dari 10 RSBI SMA/ SMK yang dimiliki, tidak ada yang menyabet peringkat terbaik. Padahal, keberadaan RSBI Surabaya yang paling banyak. Kondisi ini menunjukan kalau sistem yang dipergunakan Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya masih perlu dibenahi. Karena siswa yang masuk RSBI di Surabaya digratiskan secara keseluruhan. “Kami memang kalah bersaing, tapi semua masih bisa diperbaiki,” ujar Kepala Dindik Surabaya, Drs Sahudi. Sahudi mengaku kalau hasil UN tidak bisa dijadikan acuan kegagalan keberadaan RSBI. Sebab, masih banyak tolak ukur keberhasilan RSBI, misalnya beberapa sekolah RSBI memenangkan lomba LKS tingkat Jatim. Lomba itu kan bisa dijadikan acuan kalau keberadaan RSBI juga sesuai di Surabaya. Meskipun demikian, kegagalan RSBI mendapatkan peringkat sekolah terbaik dalam UN kali ini dikatakan Sahudi, akan dijadikan acuan melakukan evaluasi. Dalam evaluasi nanti, fokus pembicaraan bukan hanya tentang RSBI, tetapi tentang prestasi sekolah Surabaya secara keseluruhan. “Jelas akan kita evaluasi, tetapi bukan hanya keberadaan RSBI,” terangnya. Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Eddi Budi Prabowo mengatakan, kegagalan RSBI untuk mendapatkan prestasi merupakan pukulan telak bagi pemerintah Surabaya. Menurutnya, banyak yang harus dievaluasi tentang sistem pengelolaan RSBI khususnya dan SMA reguler umumnya. “Kami

Tahun Edisi 239 Tahun XI 23 - 30 Mei 2011

Raih Banyak Prestasi

RSBI di Jatim Minim Prestasi UN
menilai sistem pendidikan harus dievaluasi,” katanya. Dari analisa yang dilakukan, kegagalan memperoleh prestasi di dunia pendidikan karena Dindik menerapkan sistem sekolah gratis bagi semua siswa SMA. Padahal, sistem tersebut membuat siswa-siswa malas. Seharusnya, kebijakan sekolah gratis harus diterapkan pada siswa-siswa SMA tertentu, bukan secara keseluruhan. Dengan sistem ini, maka semangat untuk belajar akan naik. Bagi yang tidak mampu akan mengeluarkan kemampuan fikirannya menjadi lebih baik. Begitu juga bagi siswa yang mampu, mereka serius belajar karena orang tuanya mengeluarkan uang untuk membiayai sekolah. “Makanya sekolah gratis secara keseluruhan harus dievaluasi. Kami akan terus menentang kebijakan itu. Gratis harus dipilah-pilah,” tegas Eddi. >> DEA

Khaerun Nisa, Teida dan Warto, S.Pd.I. saat ditemui wartawan MR. (Foto: Abdullah)

Indramayu,(MR) MTs Al-Hidayah Patrol Baru Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu Jawa Barat, di bawah pembinaan Kepala Madrasah, Warto, S.Pd.I. meraih banyak prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, dalam beberapa tahun ini. Kampus MTs. Al-Hidayah Patrol Baru, yang berlokasi di Jln. Karanganyar I Kecamatan Patrol, pada bulan Mei ini para muridnya berhasil meraih juara Olimpiade tingkat MTs seKabupaten Indramayu 2011, terang Warto, S.Pd.I kepada MR di ruang tamu sekolah tersebut, Kamis siang lalu. Menurutnya, Khaerun Nisa, siswi kelas 8 MTs. Al- Hidayah Patrol Baru, meraih peringkat I Olimpiade Fisika tingkat MTs, dan Teida, Siswi kelas 8 MTs Al-Hidayah Patrol Baru, meraih peringkat II Olimpiade Matematika, tingkat MTs se-Kabupaten Indramayu 2011. >> Abdullah/Mukromin

SMAN 3 Banjar Penuh Peningkatan

O2SN, Ranai Sabet Juara Umum
Natuna,(MR) Tidak kurang dari 414 siswasiswi sekolah dasar (SD) dan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) se-Kabupaten Natuna turut andil mengikuti ajang perlombaan olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) dan festival lomba seni siswa nasional (FLS2N). Acara yang diselenggarakan setiap tahun itu, sangat berguna untuk mencari bibit-bibit putra-putri terbaik Natuna. Bertempat di SD 007 Ranai, Jumat (13/5) lalu. Untuk kegiatan O2SN diikuti 193 peserta siswa SD dan SLTP, terdiri dari sekolah SD dan SLTP di 12 Kecamatan se-Kabupaten Natuna. Sedangkan kegiatan FLS2N diikuti sebanyak 218 peserta dari sekolah SD dan SLTP 12 Kecamatan. Seluruh Peserta akan bertanding sesuai dengan kategori lomba yang sudah disiapkan oleh panitia. Adapun jenis yang diperlombakan pada Olah raga Siswa nasional (O2SN) terdiri dari pertandingan bulu tangkis tingkat SD SLTP, PA-PI, pertandingan tenis meja tingkat SD SLTP, pertandingan catur tingkat SD SLTP dan atletik SD SLTP, sementara untuk pertandingan karate dan silat ditiadakan. Untuk FLS2N terdiri dari lomba daur ulang tingkat SD, cerita bergambar tingkat SD, mengarang pidato tingkat SD, mengarang puisi tingkat SMP, melukis tingkat SMP, tarian tingkat SMP, membaca al-quran tingkat SMP dan pokal solo. Dalam kesempatan itu Panitia pelaksana kegiatan, Tabranizal mengatakan, Dengan adanya lomba ini, marilah kita pererat tali persaudaraan diantara kita. Lomba ini hanya ajang konpetisi, untuk mencari anak daerah yang mempunyai bakat lebih. Dengan kegiatan ini, maka bakat-bakat terpendam dapat disalurkan hingga tingkat nasional. Melalui Olah raga dan seni maupun budaya, Natuna dapat dikenal diluar. Oleh karena itu marilah kita jaga sportifitas yang baik, demi mewujudkan prestasi. Tabranizal menambahkan, kegiatan yang sifatnya serentak dilaksanakan, berada di SD 007 Ranai. Sedangkan kegiatan bersifat perorangan, seperti tenis meja, bulu tangkis dilaksanakan di gedung SMP 01 Ranai. “ Untuk atlitik dilaksanakan di depan pantai kencana,” katannya saat dikonfirmasi beberapa wartawan. Para atlit yang bertanding saat ini, merupakan duta kecamatan, setiap sekolah, di percaya mampu menunjukkan kepiawaiannya, untuk berlaga di tingkat Kabupaten. Mereka ini, sudah diseleksi dulu di kecamatan, barulah dibawa ke kabupaten untuk bertanding. Artinya, mereka ini, merupakan orang-orang terbaik di Kecamatan masing-masing. Harapan kita, siapapun yang dapat jadi juara, kiranya mampu memberikan kontribusi bagi daerah, dan meminta jangan cepat puas. Sebab, perjalanan masih panjang. Peserta yang menjadi juara satu, akan kita berangkatkan ke Provinsi. Tentu persaingannya semakin ketat, karena mereka yang bertanding merupakan utusan dari kabupaten. Jika mereka mampu, akan dibawa ke Jakarta untuk mengikuti tingkat Nasional. Intinya, “ Jangan pernah puas dengan apa yang telah di dapat,” himbaunya. Acara yang dilaksanakan selama 2 hari itu, memutuskan, Bunguran Timur, masih mendominasi seluruh kegiatan. Ter-

Plt Kadisdik Jasman Harun menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba tari kreasi

Drs. Kusdiaman, Kepala SMAN 3 Kota Banjar mengalungkan medali kepada 10 orang siswa terbaik di lapang kampus SMAN 3 Kota Banjar

bukti Bunguran Timur menjadi penyumbang medali emas terbanyak, dan menjadi juara umum.

Kita harap, para atlit menjadikan ini, motifasi bagi dirinya masingmasing, tutupnya. >> ROY

Banjar,(MR) Acara pelaksanaan pelepasan siswa kelas XII Tahun Ajaran 2010/2011 SMA Negeri 3 Kota Banjar berlangsung dengan kesederhanaan, akan tetapi penuh khidmat. Digelar di Lapang Kampus SMA Negeri 3 Kota Banjar Kamis (19/5), nampak hadir Kadisdikpora Kota Banjar, Ketua DPRD Kota Banjar, Ketua Pengurus Komite SMA Negeri 3 Kota Banjar serta para orang tua siswa. Dengan dilaksanakan acara pelepasan siswa kelas XII Tahun Ajaran 2010/2011 tersebut mewujudkan para siswa SMA Negeri 3 Kota Banjar telah Lulus mengikuti Ujian Nasional beberapa hari yang lalu serta dinyatakan lulus 100%. Kepala SMA Negeri 3 Kota Banjar Drs. Kusdiaman didalam acaranya menyampaikan kepada seluruh siswa yang telah Lulus baik yang meneruskan ke Perguruan Tinggi maupun yang akan bekerja, agar lebih maju dan berkompetitif disegala bidang. ujarnya. Lebih Lanjut Kusdiaman menyampaikan, Oleh karena itu SMA Negeri 3 Banjar sangat penuh peningkatan yang signifikan dan mudah-mudahan kedepan para alumni SMA Negeri 3 Banjar menjadi pesaing baik dari dunia politik maupun dunia usaha dapat diraihnya. Mengedepankan alumni yang komitmen menjadi lulusan yang handal semangat berkreasi kompetitif melalui keseimbangan, penguasaan iptek dan imtak, pada sarana dan parasarana serta bermasyarakat dengan management sesuai dengan visi dan misi. Menginjak pada acaranya, Kusdiaman melanjutkan sekaligus pengalungan medali kepada 10 orang siswa terbaik dalam program IPA dan IPS SMA Negeri 3 Kota Banjar. Mengakhiri kegiatan dilakukan ramah tamah dan ucapan selamat dari kepala SMA Negeri 3 Kota Banjar kepada siswa yang telah lulus ujian tersebut. >>A-S

UPTD Pendidikan Sukra Sukseskan UN 2011
Indramayu,(MR) Jajaran UPTD Pendidikan Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat, dibawah kepemimpinan Dirsono, S.Pd. M.Si. Telah berhasil mensukseskan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2011, sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan Dinas Instansi yang berwenang setempat. M. Sutari, S.Pd. selaku anggota Panitia UN Kantor UPTD Pendidikan Sukra, menjelaskan bahwa pelaksanaan UN yang berlangsung selama 3 hari Selasa, Rabu dan Kamis, (1012/5) lalu, diikuti 778 peserta murid SD dengan 98 orang petugas pengawas ruangan, berjalan sukses sesuai ketentuan. Para peserta dan petugas pengawas selama berlangsungnya UN 2011, terlihat proaktif melaksanakan tugasnya masing-masing, baik dari pendistribusian soal UN maupun hasil kegiatan UN dikerjakan dengan benar dan tepat pada waktu yang ditentukan, papar M. Sutari, S.Pd. disela-sela kesibukannya mengatur para Kepala Sekolah. Ditempat terpisah, Kepala SD Negeri Sukra 1, Kasto, S.Pd. dan Kepala SD Negeri Sumuradem 2, H.M.Suhyana, S.Pd. juga mengutarakan hal yang serupa, jika pelaksanaan UN yang dananya bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), berjalan sukses sesuai harapan kita bersama. >> Mukromin

Lulus, MAN 2 Ciamis Gelar Syujud Syukur
Ciamis,(MR) Madrasah Aliyah Negri 2 Ciamis, merayakan sujud syukur dengan kidmat dan kesederhanaan siswa-siswi atas kelulusan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) ujian nasional (UN) sebanyak 273 orang, dengan rincian program diantaranya, program IPA sebanyak 113 orang, program IPS 129 orang, program BHS sebanyak 24 orang, program IPS MA as-salimiyah sebanyak 7 orang. Dra. Hj Eulis Fadilah jauhar Nafisah, M.Pd. 1 selaku kepala sekolah mengatakan berkat kerja keras guru, siswa-siswi, semua, alhamdulillah lulus 100 % dan telah memenuhi kreteria kelulusan, diantaranya: a. Peserta didik dinyatakan lulus UAMBN/UN apabila peserta telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh

satuan pendidikan berdasarkan perolehan nilai s/m. b. Nilai s/m sebagai di maksud pada nomor 1. Di proleh dari gabungan antara nilai US/M dan nilai rata – rata rapot semester 3,4,5 dengan pembo-botan 60 % untuk nilai US/M dan 40 % untuk rata-rata rapot. c. Kelulusan peserta didik dari UN ditentukan berdasarkan NA.

d. NA. sebagaimana maksud pada butir no. 4 diperoleh dari gabungan nilai S/M dari mata pelajaran yang di uji nasionalkan dengan nilai UN, dengan pembobotan 40% untuk nilai S/M dari mata pela-jaran yang di uji nasionalkan dari 60 % untuk nilai UN. e. Skala yang digunakan pada nilai S/M, nilai raport dan

nilai akhir adalah nol sampai sepuluh. f. Pembulatan nilai gabungan nilai S/M dan nilai rapot dinyatakan dalam bentuk dua desimal, apabila decimal ketiga, maka dibulatkan keatas. g. Pembulatan nilai akhir dinyatakan dalam bentuk satu decimal, apabila decimal 5 maka dibulatkan keatas. h. Peserta didik dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua NA sebagai mana dimaksud pada butir nomor 5 mencapai paling rendah 5,5 (lima koma lima ) dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 ( empat koma nol ).

i. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan guru berdasarkan criteria kelulusan sebagaimana dimaksud pada poin paparnya. Mumuh Sumadin, selaku Wakasek kesiswaan menambahkan, yang pertama, dalam acara sujud syukur ini utamanya para siswa dalam pelampiasan kegiatanya bisa terkontrol, mereka juga dibimbing, dan dibentuk tim GDN ( Gerakan disiplin ) siswa agar tidak ada gerakan kompoi kendaraan, Paparnya. >>H.R

Edisi 239 Tahun XI Tahun 23 - 30 Mei 2011

Pendidikan
maupun provinsi memberikan perhatian khusus pada sekolah rusak atau sekolah yang dinilai tidak layak. "Gubernur dan bupati atau wali kota jangan malu-malu datang ke sekolah yang dinilai tidak layak. Bahkan ini harus menjadi perhatian khusus," kata Mendiknas saat kunjungan kerja dan memberikan bantuan sosial dan beasiswa pendidikan dari Kementerian Pendidikan Nasional serta penyerahan bantuan buku "Satu Juta Buku Tulis Untuk Anak Negeri" dari Asia Pulp & Paper (APP) di SDN Kendayakan Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang, Rabu 18/5). Mendiknas menanyakan kepada siswa dan para guru yang hadir dalam kesempatan tesebut, apakah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman sudah berkunjung ke sekolah tersebut yang dinilai tidak layak. "Apakah Bupati Serang pernah berkunjung ke sini. Apakah Ibu Gubernur sudah pernah berkunjung ke sekolah ini," tanya Mendiknas. Kemudian siswa, para guru dan warga yang hadir serentak menjawab `belum`. Mendengar jawaban warga yang hadir bahwa Gubernur Banten dan Bupati Serang belum berkunjung ke sekolah tersebut, Mendiknas menyatakan bahwa dirinya mewakili kedua kepala daerah tersebut. "Oleh karena itu, perkenan-kan saya mewakili Gubernur Banten dan Bupati Serang untuk mengunjungi sekolah ini," kata Mendiknas. Ia menekankan kepada kepala daerah harus gemar berkunjung ke daerah ke sekolahsekolah yang kondisinya dinilai tidak layak. Untuk itu, pola pikir kepala daerah harus diubah, sehingga tidak malu untuk berkunjung ke sekolah-sekolah yang rusak karena justru seharusnya sekolah itu menjadi perhatian khusus. Ia menyatakan dirinya tidak merasa malu untuk mengunjungi sekolah-sekolah yang dinilai tidak layak karena faktanya memang demikian. "Kalau memang ada sekolah yang lebih `berat` dari sekolah ini, saya siap mengunjungi lagi,". Sementara itu Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman saat dikonfirmasi membantah

7
kalau dirinya tidak pernah mengunjungi sekolah tersebut. Ia menyatakan, sudah mengunjungi sekolah itu meskipun waktunya sudah lama. "Saya sudah pernah berkunjung ke sekolah tersebut namun sudah lama," kata Taufik. Ia mengatakan, mengenai ketidakhadiran dirinya dalam acara tersebut disebabkan pada saat bersamaan ada tiga agenda yang harus dilaksanakan sehingga harus meninggalkan kegiatan tersebut dan merintahkan kepada pejabat terkait untuk mewakili dirinya. "Kami juga berupaya untuk memprioritaskan perbaikan sekolah tersebut pada tahun ini," kata Taufik. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Ajak Muslim mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus bagi sekolahsekolah yang dinilai tidak layak dengan melakukan perbaikan sesuai kemampuan anggaran yang dimiliki. Namun demikian, ia tidak menyampaikan secara rinci besaran anggaran Dinas untuk perbaikan sekolah rusak tersebut. >>Nokipa

Mendiknas Minta Pemda Perhatikan Sekolah Rusak

M Nuh

Jakarta,(MR) Menteri Pendidikan Nasional M Nuh meminta pemerintah daerah baik kabupaten/kota

Penyelenggaraan UN di Garut Cukup Sukses
Garut,(MR) Tujuan penyelenggaraan Ujian Nasional adalah untuk menilai pencampaian kompentensi secara nasional pada mata pelajaran Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan mendorong tercapainya target wajib belajar Pendidikan Dasar yang bermutu. Demikian Plt Kadisdik Kabuapten Garut H. Mahmud beberapa waktu lalu. Sedangkan kegunaanya adalah : 1. Pemerataan Mutu Program dan/atau Suatu Pendidikan,. 2. Dasar Seleksi Masuk Jenjang Pendidikan Berikutnya,. 3. Penentuan Kelulusan dan 4. Dasar Pembinaan dan Bantuan Kepada Satuan Pendidikan dan Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Kasi kurikulum Elon Romlon. Pelaksanaan UN SD/MI tahun pelajaran 2010/2011 pada tanggal 10,11 dan 12 mei 2011. Sedangkan susulannya dilaksanakan pada tanggal 18,19 dan 20 mei 2011, secara terjadwal. Menurut Elon Romlon, hal tersebut sesuai dengan Permendiknas Republik Indonesia No.2 Tahun 2011 tentang ujian sekolah/madrasah dan Ujian Nasional pada SD/MI/ SDLB tahun pelajaran 2010/2011 keputusan BSNP No.ooo1/ P/BNSP/11/2011 tentang pos UN untuk SD/MI/SDLB tahun pelajaran 2010/2011. Serta panduan pelaksanaan UN-US SD/MI dan SDLB tahun pelajaran 2010/2011 terbitan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Jumlah Peserta UN dan US SD/MI tahun pelajaran 2010/ 2011 sebanyak 52,317 siswa (48.413 siswa SD dan 3.904 siswa MI) dari 1.701 SD/MI (1.592 SD dan 172 MI) Kecamatan dalam 46 sub rayon. Penyelenggaraan Ujian Nasional di Kabupaten Garut cukup lancar, aman, dan tepat waktu. “ Kami ucapkan terima kasih terhadap semua pihak yang telah membantu dan mendukung sehingga pelaksanaan UN cukup sukses. Pak H Mahmud yang telah memberikan arahan dan petunjuk sebelumnya ahirnya bisa telaksana dengan baik. Begitu juga pihak kepolisian yang bertanggung jawab dalam masalah ke amanan kami ucapkan terima kasih,” Kata Elon Romlon. >> Undang/Ali

O2SN Anambas Resmi Dibuka
Anambas,(MR) O2SN atau Olimpiade Olahraga Siswa Nasional adalah event nasional untuk menemukan bibit-bibit baru indonesia dalam bidang olahraga. Pada tahun 2011 ini, O2SN 2011 akan digelar dengan acara puncak tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur pada 03 s/d.09 Juli 2011 mendatang. Event olahraga pelajar yang paling bergengsi tersebut memiliki tahap seleksi peserta yang panjang. Dimulai dari tingkat kabupaten/kota, Provinsi, dan akhirnya atlet-atlet muda Indonesia yang terpilih mewakili provinsinya masingmasing akan bertarung di tingkat Nasional untuk memperebutkan medali dan yang memperoleh medali akan berpeluang besar untuk menjadi perwakilan Indonesia mengikuti olimpiade olahraga internasional serta event-event olahraga Internasional lainnya. Bisa dikatakan O2SN menyerupai Olimpiade Sains Siswa Nasional atau OSSN(biasanya disebut OSN), hanya saja O2SN adalah versi olahraganya, dan ada juga FLS2N(Festival Lomba Seni Siswa Nasional) dan OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia). Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) resmi dimulai, Senin (16/ 5) oleh Asisten II Bupati Anambas Andi Agrial. Dalam sambutannya, Agrial menjelaskan bahwa O2SN ini diadakan untuk menyalurkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga. “Melalui O2SN diharapkan kreatifitas generasi muda dapat dikembangkan,” katanya. Agrial menyampaikan, dengan membina dan mendidik siswa untuk dipersiapkan dalam olimpiade olahraga siswa nasional tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di KKA, diharapkan lahir atlet Anambas yang mampu bertarung di tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2011 ini. “Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan O2SN ini,” kata Andi. Sesuai tema yang diusung, “ Dengan O2SN di Kabupaten Kepulauan Anambas kita junjung sportifitas dan prestasi olahraga siswa menuju atlet berprestasi,”. Andi berharap kepada seluruh olahragawan untuk dapat kiranya memberikan masukan, saran dan pendapat guna perbaikan dan penyempurnaan atas kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan O2SN ini. Saat ini olahraga telah menjadi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat untuk hidup sehat. Dan melalui O2SN ini diharapkan olahraga dapat tumbuh dan berkembang dalam membentuk atlet potensial. “Dengan pembinaan sejak dini kita lakukan, kita bisa menyiapkan generasi muda yang potensial dan handal di dunia olahraga,” kata Agrial. Sebagai media yang dapat dijadikan wadah untuk pengembangan kreatifitas generasi muda, diharapkan kepada semua pihak yang terlibat dalam O2SN ini, kiranya dapat memberikan dukungan demi kelancaran kegiatan. “Panitia dan juga seluruh siswa agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukan prestasi kita agar kedepannya KKA mempunyai atlet-atlet yang handal untuk bertanding di tingkat nasional,” Harap Andi. >> Edward

SDN Pusaka Jaya Utara 3 Kondisinya Hampir Ambruk
Karawang,(MR) Bangunan SD Negeri Pusaka Jaya Utara 3 yang dibangun pada tahun 2000 lalu, kini kondisinya rapuh sangat tidak layak guna, proses Belajat Mengajar di sekolah tersebut menjadi terganggu, para siswa dan guru selalu was-was saat proses belajar mengajar diruang kelas, mereka kawatir, terjadi sesuatu akibat gedung yang sudah lapuk itu. SD Negeri Pusaka Jaya Utara 3 yang berlokasi di wilayah Kecamatan Cilebar kabupaten karawang jawa barat, sejak didirikan hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat, dilihat dari kondisi fisik bangunan sudah akan ambruk. Sebahagian bangunan sudah tidak layak pakai, menyimak kondisi bangunan, para pendidik dan siswa merasa tidak nyaman akibatnya proses belajar mengajarpun merasa terganggu. Kepala sekolah dan guru merasa ketakutan keselamatan para siswa yang masih belajar. Naryo S.Pd SD Negeri Pusaka Jaya Utara 3 mengakui kondisi bangunan sekolah sebagian sudah tidak layak guna, dia kawatir apabila tiba-tiba ada kejadian yang tidak di harapkan, untuk antisipasinya, kepala sekolah ini mengarahkan kegiatan belajar mengajar sementara menggunakan kelas yang layak pakai. Naryo dan para guru-guru bersama orang tua murid melalui Media ini memohon dan berharap kepada pemerintah kabupaten Karawang, propinsi jawa barat maupun pusat dapat secepatnya memberi bantuan berupa bangunan runga kelas, agar dalam proses belajar mengajar para siswa tidak selalu kawatir. Pantauwan wartawan MR dilokasi, posisi bangunan sekolah sangat berdekatan dengan laut, kurang lebih hanya berjarak 50 M dari permukaan laut, sewaktu-waktu air laut pasang menggenangi halaman sekolah, anak-anak berolahragapun susah, dikarenakan halamannya becek dan licin, dijelaskan Kepala sekolah. >> Warsian

8
UPTD Kebersihan Haurgeulis Abaikan Tumpukan Sampah
Indramayu,(MR) Bau busuk yang bersumber dari tumpukan sampah dapat mengganggu aktivitas warga yang biasa melewati ruas Jl.Sirnaraga Sukajati Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Meskipun begitu, Jajaran UPTD Kebersihan dan Pertamanan setempat, terkesan membiarakan masalah tumpukan sampah tersebut, dalam beberapa tahun ini. Pengamatan MR menyimpulkan, tumpukan sampah yang menyebarkan bau tidak sehat itu berada dilokasi pemukiman rumah penduduk, Sekolah TK, SD Negeri Sukahati, SMP Negeri 1 Haurgeulis dan Kantor Kuwu Sukajati. Jadi sangat ironis bila UPTD Kebersihan dan Pertamanan Wilayah Haurgeulis tidak mengetahui persoalan sampah yang menyebabkan berbagai penyakit. Drs. Fakhruddin, selaku tokoh masyarakat Kecamatan Haurgeulis, menghimbau kepada semua pihak supaya memperhatikan kesehatan lingkungan di areal tumpukan sampah tersebut. Sebab, dari tumpukan sampah ditengahtengah kota itu akan menimbulkan banyak macam penyakit yang merugikan masyarakat disekitarnya, tuturnya. Iyang Suhara, SH. MH. Kepala UPTD Kebersihan dan Pertamanan Wilayah haurgeulis, ketika hendak dikonfirmasi terkait masalah sampah tersebut, yang bersangkutan sedang tidak ada dikantornya. “ Kepala UPTD beluim datang mas, mungkin belio dalam perjalanan dari Indramayu menuju ke Desa Lempuyang Anjatan, “ kata seorang Staf Karyawan yang menerima MR belum lama ini. >> Mukromin

Investigasi
Ada lima kabupaten yang selama ini gencar melakukan eksploitasi sumber daya alam pertambangan dan perkebunan namun muncul kasus tumpang tindih lahan dengan kawasan hutan Banjarmasin,(MR) Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mendukung upaya tim terpadu penertiban pemanfaatan kawasan hutan mengusut kasus alih fungsi hutan di wilayah tersebut. "Kami berharap banyak tim terpadu dapat menuntaskan maraknya kasus alih fungsi kawasan hutan," katanya di Banjarmasin. Menurutnya, penuntasan kasus perizinan yang tumpang tindih dengan kawasan hutan diharapkan akan memberikan kepastian hukum terkait pemanfaatan lahan dan iklim investasi daerah. Sebelumnya, tim terpadu penertiban pemanfaatan kawasan hutan yang terdiri dari Kementerian Kehutanan, Satgas Mafia Hukum, Kejaksaan Agung (Kejagung), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Mabes Polri menemukan banyak perizinan menyangkut pemanfaatan kawasan hutan tanpa izin di Kalimantan, termasuk juga Kalsel. Di Kalsel ada lima kabupaten yang selama ini gencar melakukan eksploitasi sumber daya alam pertambangan dan perkebunan namun muncul kasus tumpang tindih lahan dengan kawasan hutan. Lima daerah tersebut adalah Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru, Tabalong, Tapin, Tanah Laut. Kabupaten Tanah Bumbu merupakan daerah terbanyak menerbitkan izin pertambangan dan perkebunan. Bahkan, dua bupati di Kalsel, yaitu Bupati Hulu Sungai Tengah Harun Nur Rasyid dan Bupati Tanah Laut Adriansyah dipanggil oleh Mabes Polri untuk klarifikasi kasus-kasus tumpang tindih lahan di wilayah mereka. Di Kalsel saat ini tercatat ada 591 izin usaha pertambangan skala besar (PKP2B), skala kecil (Kuasa Pertambangan dan IUP), dan 64 izin perkebunan. "Dari jumlah tersebut diperkirakan sekitar 170.000 hektare yang mengalami tumpang tindih dengan kawasan hutan, termasuk di areal perkebunan (HGU)," tambahnya. Selain di Kalsel, Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan daerah terbanyak kasus alih fungsi kawasan hutan dengan 911 perizinan dan kawasan hutan seluas 7,4 juta hektare. Selain itu, ada 629 izin tambang

Tahun Edisi 239 Tahun XI 23 - 30 Mei 2011

Gubernur Kalsel Dukung Pengusutan Kasus Alih Fungsi Hutan

Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin

dan 282 izin perkebunan yang diterbitkan tidak sesuai prosedur pemanfaatan hutan. Sedangkan di Kalimantan Timur ada 309 perizinan dan di Kalimantan Barat 540 izin yang tidak sesuai prosedur pemanfaatan lahan.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kalsel Ali Muzanie mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan tim terpadu terkait kasus tumpang tindih perizinan pertambangan didalam kawasan hutan ini. >> Mulia

Kades Aniaya Warganya, Dilaporkan ke Polisi

Pembangunan Gedung Islamic Center Terhalang “Pembebasan Lahan Abal-Abal”
Warga Ancam Bangun Kandang Babi dan Lokalisasi?
Natuna,(MR) Merasa tidak ada kejelasan, terkait pembebasan lahan Natuna Gerbang Utaraku, terletak di ring III, sejumlah masyarakat melakukan aksi dilokasi pematangan lahan Islamic Centre dua pekan lalu. Alasannya, meminta PT. DGI, menghentikan sementara pematangan lahan, karena lahan tersebut belum semuanya diganti rugi. Akibat aksi itu, maka pematangan lahan harus tertunda sampai ada kejelasan dari Pemerintah Daerah. Harmain Usman, Salah satu anggota DPRD Natuna, yang hadir saat itu, mengakui, kehadiranya bukan sebagai anggota Dewan, Dia hadir sebagai masyarakat biasa pemilik lahan. Harmain menyayangkan sikap Pemerintah terdahulu, melakukan pembebasan sesukanya saja. “Jika dekat dengan pemimpin, walaupun lahan jauh dibebaskan, Sementara yang dekat, tidak dibebaskan, katanya. Bisa dikatakan, plening pem-bebasan lahan di NGU (Natuna Gerbang Utaraku) tidak jelas dan tak beraturan, kalau di cek, lahan yang diganti-rugi merupakan orang-orang dekat pemimpin terdahulu. Tak ayal jika diperiksa lokasi NGU berdasarkan peta, mirip dengan kaki gurita, tidak beraturan. Contohnya ada villa lokasi jauh dari areal NGU, sudah dibebaskan tahun 2009 lalu, sementara

Tidak Masuk 85 Hari, Kepala Dinas Kependudukan Dipecat
Kupang,(MR) Bupati Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Raymundus Sau Fernandez Memecat Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Ferdy Meol Karena Tidak Masuk Kantor Selama 85 Hari. Sanksi Tersebut Dijatuhkan Setelah Tim Kecil Yang Dibentuk Bupati Untuk Mengevaluasi Kinerja Pegawai Negeri Sipil Menemukan Tumpukan Berkas Kartu Tanda Penduduk Yang Belum Ditandatangani Oleh Kepala Dinas Tersebut. Setelah Ditelusuri, Ternyata Ferdy Tidak Berkantor Lebih Dari Tiga Bulan. Raymundus Mengatakan Hal Itu Kepada Wartawan Di Kupang, Rabu. "Kalau Tidak Dipecat, Itu Artinya Bupati Keliru," Katanya. Namun, Ia Menegaskan Pemecatan Dilakukan Dengan Hormat Sehingga Ferdy Tetap Menerima Pensiun. Sanksi Tegas Juga Diberikan Kepada Kepala Bappeda Petrus Damianus Afeanpah Dinonatifkan Dari Jabatannya Karena Tidak Masuk Kantor Selama 43 Hari. Sanksi Itu Lebih Ringan Dari Yang Diterima Ferdy. Adapun 12 Pegawai Lainnya Hanya Dikenai Sanksi Penurunan Pangkat Satu Tingkat Antara Lain Camat, Sekretaris Lurah, Kepala Sub Bidang, Dan Kepala Seksi. Puluhan Pegawai Itu, Menurut Fernandez, Melakukan Kesalahan Karena Bersaksi Di Mahkamah Konsitusi (MK) Pada Sidang Sengketa Pemilu Kepala Daerah Timor Tengah Utara Pada 2010 Lalu. Ketika Itu, Calon Kepala Daerah Yang Diusung Partai Golkar Gabriel Manek Berperkara Melawan Raymundus Yang Diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). >> Heribertus Kolo

Syaipul, Korban penganiayaan Kades

BTA, (MR) Telah terjadi penganiayaan pada hari Minggu 15 Mei 2011 terhadap Syaipul (25) warga kampung I Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat. Musibah yang menimpa Syaipul selaku korban tersebut berawal saat korban turun dari sepeda motor bersama temannya Yansah warga kampung I Desa Pusar Kecamatan. Baturaja Barat. Melihat keduanya turun dari motor, Syafarudin Kepala Desa Pusar, langsung membentaknya, “ kau maling kayu !,” menuduh Syaipul sebagai pelaku, selanjutnya Syaipul menjawab, “ Saya tidak maling pak !,”. Habis menjawab, Syaipul langsung menerima bogem mentah berupa pukulan dari Kepala Desa Syafarudin yang disaksikan oleh warga setempat. Yansah yang saat kejadian melihan temannya Syaipul dipukuli kepala desanya sendiri, mencoba merelai (menghalangi) dengan mendekati keduanya, tapi Syafarudin langsung menuduhYansah juga maling dan memberikan tamparan ke kepala Yansah. Menurut keterangan korban, dan masyarakat setempat mengatakan, Perbuatan dan sikap arogan Kepala Desa Pusar ini sudah berkali-kali dia lakukan di warga desa ini pak. Tapi kami tidak berani bahkan yang lain sangat ketakutan dengan kepala desa. ujar warga. Apakah ini contoh Kepala Desa terhadap warganya. Merasa sakit dengan keadaan memar ditubuh akibat menerima pukulan dan merasa di hina kepala desa sendiri, sehingga Syaipul melaporkan kejadian tersebut ke Polres OKU dengan laporan Polisi No. LP/B-235/V/2011/Sumsel tanggal 15 Mei 2011 Jam 21.30 WIB. Setelah permasalahan ini dikonfirmasi via telepon Kasat Reskrim Kadarislam akan secepatnya mengusut perkara penganiayaan tersebut. Berlanjut. >>Sahmi

Pemilik lahan protes status lahan di lokasi komplek NGU

SatPol PP Lagi-lagi Bongkar Bangli
Bekasi,(MR) Suasana jalan raya Cikarang-Cibarusah Desa Pasirsari Kecamatan Cikarang Selatan mendadak sedikit tersendat dengan adanya puluhan petugas satpol PP Kabupaten Bekasi, Lagi-lagi Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Bekasi kembali membongkar paksa sedikitnya 31 bangunan yang berdiri dilahan hijau disepanjang pintu keluar tol Cikarang Timur menuju prempatan Lippo Cikarang. Kedatangan Puluhan petugas Sat. Pol PP Kabupaten Bekasi untuk menegakan peraturan daerah (perda) tentang larangan membangun dilahan dan jalur hijau. Aksi pembongkaran yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Bekasi membuat pemilik bangunan liar terkejut, karena mereka sebelumnya tidak pernah mendapatkan pemberitahuan maupun teguran untuk membongkar bangunannya sendiri berupa warung miliknya. Sempat terjadi ketegangan antara pemilik bangunan liar dengan petugas Satpol PP yang hendak membongkar warung miliknya "Seharusnya sebelum dilakukan pembongkaran terlebih dahulu diberithukan dulu donk biar kami. Jauh-jauh hari melakukan pembongkaran jangan seperti ini datang dan langsung membongkarnya "tutur Narsih(40) pemilik bangunan liar yang tepat berada dijalur hijau di dekat perumahan taman sentosa. Pembongkaran bangunan liar yang dilakukab Satuan Polisi Pamong Praja kabupaten Bekasi dipimpin langsung Kasi Penertiban Rama saat dimintai keterangannya mengatakan “ Untuk kegiatan hari ini kita melakukan pembongkaran terhadap bangunan liar yang berdiri disepanjang jalur hijau dari pintu keluar tol cikarang Selatan sampai dengan prempatan lippo Cikarang,” terangnya. "Pembongkaran yang kita lakukan sesuai dengan perda nomer 10 tahun 2004, tentang bangunan liar yang beridiri disepanjang jalur hijau, kegiatan ini akan terus dilakukan bertujuan untuk menciptakan Kabupaten Bekasi yang bersih," tutur Rama. >> Wahyu

lahan yang sedang dikerjakan saat ini, belum dibebaskan, tentu imeksnya sangat jelek, mungkin, tanah dibelakang gunung sudah dibebaskan juga kesal Harmain. Harmain bersama 30 orang pemilik lahan, akan mengambil sikap dalam pemampaatan lahan seluas 176,746 M2 atas individu. Jika Pemerintah belum mau merealisasikan ganti rugi terhadap lahan mereka, salah satu warga sudah merencanakan membangun kandang babi dan lokalisasi prostitusi dilahan miliknya. Hal ini dikatakan sebagai bentuk kekecewaannya, terhadap Pemerintah sebelumnya, sekaligus karena lokasi NGU, dikelilingi warung remang-remang. Hal senada juga dikatakan Aan, salah satu pemilik lahan. Menurutnya, lokasi tanahnya

berada di ring III, dan paling dekat dengan bangunan NGU, namun belum belum ada tandatanda mau diganti rugi. Sayangnya lagi, Sebahagian bangunan NGU di jadikan perkantoran, Sementara limbahnya mengalir ke lahan warga, mengakibatkan sebagian tanaman masyarakat, seperti mangga dan durian mati akibat terendam air. “Kita mengalami kerugian, akibat limbah kantor,” kata Aan. Iwan salah satu pemilik lahan menuturkan. Sebelumnya Pemerintah melalui Panitia Pembebasan lahan komplek NGU bersama pemilik, sudah pernah membahas pembebasan lahan milik mereka beberapa tahun lalu. Dalam pertemuan itu telah disepakati harga tanah permeternya Rp.65.000,-.Namun sampai saat ini tidak terealisasi. “Kita sangat menyayangkan

pembebasan lahan di NGU, harga sudah disepakati namun tidak ada kejelasan. Pembebasan lahan ini, diambil dari dana APBD, bukan dari duit pribadi pemimpin terdahulu, atau dari kantong pribadi, jadi seharusnya bisa dilakukan pembebasan lahan secara wajar, tidak pandang bulu, kulit, suku atau hubungan keluarga. Namun yang terjadi saat ini, hanya orang dekat dan kerabat mantan Bupati lama, dapat ganti rugi, sesalnya. Ketua komisi I DPRD Natuna, Welmi Ketika ditemui dilokasi NGU, berjanji akan

segera memanggil bagian Tapem (Tata Pemerintahan) untuk dilakukan hearing, menyangkut mekanisme pembebasan lahan. Dengan demikian DPRD tau apa permasalahan sebenarnya. Mengapa belum dibebaskan, jika anggaran tidak mencukupi, nanti akan kita teruskan kepada sekretaris daerah guna mencari solusinya. Welmi juga menegaskan, Jika kedepan, pembebasan lahan di Natuna kiranya tepat guna, tidak tembang pilih dan pemerintah bisa menyelesaikan hak masyarakat seutuhnya. >> ROY

Warga Desa Karangsari Datangi Polsek Cikarang Timur
Bekasi,(MR) Puluhan warga kampung menye Rt.012/ 04 Desa Karangsari Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Kamis (19/5) melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Mapolsek Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, terkait adanya beberapa warga yang dilaporkan oleh pihak Management PT.Kartika Tirta Hema (KTH) yang tidak jauh dari perkampungan warga. Akibat adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan warga didepan Mapolsek Cikarang Timur membuat aktifitas di polsek tersebut sedikit terganggu, puluhan warga yang mendatangi polsek tersebut meminta pihak polsek untuk tidak melanjutkan laporan yang dilakukan pihak perusahaan PT.KTH terhadap beberapa warga kampung tersebut. H.Sugiyanto salah seorang tokoh masyarakat Kampung Menye mengatakan, kedatangan warga ke Mapolsek Cikarang Timur ban dalam arti melakukan Unjuk rasa melainkan karena masyarakat merasa simpati kepada saya lalu mereka beramai-ramai mengantar saya untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Sebelumnya warga pernah melakukan aksi untuk rasa ke PT.KTH karena orang sudah tidak tahan lagi dengan bau aroma yang dikeluarkan oleh PT.KTH sedangkan dalam aksi unjuk rasa tersebut tidak juga adanya niat baik dari PT.KTH. Bau tak sedap masih saja seperti sedia kala “ Ini adanya kekecewaan warga akhirnya menyumbat saluran pembuangan yang melintas ditanah warga. Lalu PT.KTH melaporkan dengan tuduhan warga merusak pipa yang melintas di lahan warga seharusnya pihak PT.KTH mencari jalan keluar jangan main lapor saja ke pihak yang berwajib, Kalau sudah begini persoalannnya menjadi semakin runyam ujar H.Sugiyono. Sementara itu Kapolsek Cikarang Timur AKP. Ian Tambunan yang diminta konfirmasinya MR sehubungan dengan datangnya puluhan warga yang sebagian besar ibu rumah tanga mengatakan, warga datang ke Mapolsek Cikarang bukan berunjuk rasa melainkan warga mengantar salah seorang Tokoh masyarakat yaitu H.Sugiyono yang akan dimintai keterangan sebagai saksi atas laporan dari PT.KTH. Kalau nanti dari beberapa saksi yang sudah dimintai keterangan semua baru bisa disimpulkan dan kami memper-

Warga Kp.Menye saat berada di Mapolsek Cikarang Timur

silahkan kepada warga untuk datang ke Mapolsek Cikarang Timur karena in adalah gedung milik rakyat yah silahkan saja datang. Jangan mempunyai kesan kalau seseorang dipanggil ke Polsek mereka itu besalah belum tentu dan kami akan tetap membela warga. Kabag Operasional Kompol

Rahmat Bariji yang juga hadir dalam ruangan Mapolsek Cikarang Timur mengatakan, bapakbapak dan Ibu-ibu diharap tenang jangan punya dugaan kalau H.Sugiyono setelah diperiksa tidak boleh pulang, sedangkan H.Sugiyono hanya dimintai keterangan sebagai saksi saja ujar Bariji. >>Wahyu

Edisi 239 Tahun XI Tahun 23 - 30 Mei 2011

Nusantara
Denpasar,(MR) Kepolisian Sektor Denpasar Timur menangkap kepala SD yang menipu ratusan korban dengan menjanjikan perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa melalui tes. "Setelah menerima laporan dari beberapa korban sejak Februari 2011 lalu, kemudian polisi melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Pada Jumat (6/5) yang bersangkutan ditangkap," ujar Kapolsek Denpasar Timur AKP I Gusti Nyoman Wintara, Selasa (17/5). Tersangka penipuan tersebut yakni Drs I Ketut Arnawa, 59, yang merupakan seorang Kepala SD Negeri di Denpasar. "Yang meyakinkan korban mau membayar uang untuk menjadi PNS tersebut adalah bahwa dia ini seorang pejabat, sehingga orang dapat percaya," tutur AKP Wintara. Dari pengakuan tersangka yang tinggal di Jalan Pertu Laka No 2 Peguyangan Kangin, Denpasar itu penipuan tersebut tidak hanya dilakukan seorang diri melainkan bersama seorang pekerja swasta bernama Bambang Subekti. Penipuan tersebut berawal sejak tahun 2007, saat tersangka Arnawa berkenalan dengan Bambang Subekti dari seorang rekannya. Dari perkenalan tersebut, Bambang Subekti asal Pacitan Jawa Timur yang berada di Jakarta itu menawarkan jasa perekrutan PNS tanpa melalui tes kepada tersangka Arnawa. "Saya diminta Bambang untuk menyebarkan info

9
perekrutan itu, dan saya mau karena memang dijanjikan hasil juga," ungkap Arnawa. Penipuan tersebut dilakukan dengan modus menjanjikan kepada orang yang ingin menjadi PNS akan dibuatkan SK PNS sebagai pengganti PNS yang pensiun dengan syarat calon PNS bersedia membayar sebesar dari Rp60 juta hingga Rp75 juta, dengan cara membayar uang muka terlebih dahulu sebesar Rp40 juta. "Setelah mendapat uang muka Rp40 juta, langsung saya setor ke Bambang sebesar Rp32 juta, dan sisanya untuk saya," katanya. Hingga 2011 ini, calon PNS yang telah membayar kepada tersangka belum menerima SK PNS pensiun yang dijanjikan. Adapun tiga korban yang telah melapor ke polisi, yakni Desak Made Merah Harta Fewi, 29, beralamat di Jalan Badak Agung XVIII No 05 Denpasar. Kemudian, I Dewa Gede Dharma Putra, 34, tinggal di Jalan Badak Agung XVIII. Dan, satu lagi, Putu Yenik Hartini, 25, tinggal di Jalan Padma Gang Hunia Banteng Denpasar. Dari hasil penyelidikan polisi, ditemukan sejumlah barang bukti berupa kuitansi pembayaran dari korban, serta buku catatan nama-nama korban lainnya yang belum melapor. Dari buku tersebut tercatat ada 137 nama korban calon PNS. Dari pengakuan tersangka Arnawa, meski telah menerima uang hasil pembayaran dari korban sekitar Rp10 miliar lebih. Namun, dirinya mengaku telah mengembalikan sebagian uang tersebut kepada 10 orang. Atas perbuatannya, kepala sekolah SD yang masih aktif ini dapat dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. >> Putu Artha

Lagi, Kawanan Perampok Bersenpi Beraksi di Bekasi
Bekasi,(MR) Kawanan perampok bersenjata api kini mulai beraksi kembali membuat masyarakat Bekasi resah yang mana tidak sebelumnya kawanan perampok yang berjumlah 4 orang mengasak Bank Syariah Shaleh Arta di Jalan raya Sultan Hasanudin no.60 Tambun Selatan, Pelaku yang berjumlah 4 orang berhasil membawa kabur brankas yang berisi uang puluhan juta dan surat-surat berharga lainnya sedangkan 2 orang Satpam yaitu Sukatma alias Iwan dan Hendra disekap dan dihajar kawanan perampok hinga babak belur. Hanya kurun waktu beberapa jam kemudian Kawanan perampok dengan modus yang sama juga beraksi di sebuah Pom bensin di Kampung Sengon, Desa Sukadanau Kecamatan Cikarang Barat. Pelaku yang berjumlah 4 orang mengunakan senjata api juga menguras uang setoran sebesar Rp.30 juta dan kawanan perampok tersebut juga menyekap Rosid (40) salah seorang Satpam yang bertugas pada hari itu (16/5) jam 04.00 pagi. Bermula keempat orang tersebut berpura-pura hendak mengambil uang di ATM yang berada dilokasi Pom Bensin tersebut, dengan dalih kalau mesin ATM tersebut gak bisa bekerja dengan baik. Lalu keempat kawanan perampok memaksa mamasuki ruangan kantor Sedangkan Rosid yang malam itu jaga malam berusaha mencegah akhirnya tak bisa berbuat banyak karena dibawah todongan senjata api. " Para Pelaku menggunakan topeng mengunakan pakaian hitamhitam bertubuh tegap. Saya tidak bisa berbuat apa-apa karena kawanan perampok yang berjumlah 4 menodongkan senjata api " ujar Rosid. Diduga, keempat kawanan perampok merupakan pelaku yang sama dengan perampokan yang terjadi di Bank Syariah Shaleh Arta, saat ini jajaran Polsek Tambun Selatan, Polsek Cibitung sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku dan diduga pelak perampokan di Bank Syariah dan perampokan di Pom Cibitung dengan pelaku yang sama, karena modusnya mirip ujar sumber di Polsek Cibitung. >> Wahyu

Kepala SD Tipu Ratusan Calon PNS

Jalan Rusak, Sopir Naikkan Tarif Angkutan
Kupang,(MR) Sopir angkutan perdesaan di Kecamatan Malaka Tengah dan Malaka Barat, Kabupaten Belu, NTT menaikkan tarif angkutan sebagai protes kepada pemerintah yang tidak kunjung memperbaiki jalan rusak yang menghubungkan dua kecamatan tersebut. Mereka menaikkan tarif menjadi Rp7.000 per penumpang dari biasanya Rp4.000 per penumpang. Penaikkan tarif menurut sopir untuk menutupi biaya bahan bakar karena jarak tempuh yang antardua kecamatan itu menjadi satu jam karena kondisi jalan yang berlubanglubang. Jika jalan tidak rusak, jarak tempuh bisa lebih cepat yakni hanya 30 menit dengan jarak tempuh 12 kilometer. Sedangkan tarif angkutan dari dua kecamatan itu ke ibu kota kabupaten di Atambua sejauh 60 kilometer naik dari biasanya Rp25.000 per penumpang menjadi Rp40.000 per penumpang. Kepala Desa Fafoe, Malaka Barat Yoseph Seran mengatakan, penaikkan tarif angkutan memberatkan warga yang sebelumnya sudah menderita karena belum lama ini daerah itu terendam banjir lebih dari satu bulan. Banjir merendam areal pertanian yang mengakibatkan petani gagal panen. "Di tengah himpitan ekonomi, kami masih harus mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk ongkos angkutan," katanya ketika dihubungi Selasa . Ia mengatakan, tarif dinaikkan secara sepihak oleh sopir, namun sejauh ini belum ada penertiban dari pemerintah setempat. Ruas jalan antar kecamatan di wilayah itu rusak sebelum banjir bandang tahun ini. Banjir memperparah kerusakan jalan. Seluruh ruas jalan menuju desa-desa di Malaka Barat juga rusak dan masih tertimbun lumpur. Menurut Yoseph, dengan melihat kondisi warga yang baru saja dilanda bencana, para sopir seharusnya tidak menaikkan tarif. Meski itu sebagai sebuah protes karena merugikan masyarakat. Untuk ruas jalan menuju Atambua, jalan rusak terjadi di sejumlah titik, seperti di kawasan hutan Wemer. Satu jembatan yang menghubungkan Atambua dengan Malaka yang putus pada banjir April lalu, belum diperbaiki, tetapi pemerintah telah membangun jalan alter-natif melewati sungai. "Ruas jalan menuju Malaka banyak yang berlubang dan putus karena banjir dan longsor," katanya. >> Moses Mone Kaka

Masyarakat Kopyah Taat Bayar Pajak dan Suksara Desa
Indramayu,(MR) Kesadaran masyarakat Desa Kopyah Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pungutan Suksara Desa dan Swadaya Pembangunan, dalam beberapa tahun ini patut diacungi jempol dan dijadikan contoh desa lain disekitarnya. Sebab, ketaatan masyarakat dalam membayar Supendi kewajibannya tersebut, berkat gaya kepemimpinan Kuwu Kopyah Ramli, yang bekerja tanpa pamrih serta dekat dengan waraga desanya, baik melalui kegiatan social keagamaan, olah raga dan kesenian. Setiap harinya ada saja warga yang dating di Kantor Desa Kopyah untuk membayar PBB, Pungutan Suksara Desa serta Swadaya Pembangunan. Kuwu Kopyah, Ramli, Selasa siang lalu, menjelang berlangsung acara Pembinaan Teknis Pemerintahan kepada MR mengaku, sudah membangun 1 unit rumah jompo bagi warga miskin yang tidak punya sanak saudara, serta membantu orang yang meninggal dunia tetapi keadaan ekonominya tidak mampu untuk biaya pemakaman. Sedangkan, Staf Pemerintah Desa Kopyah, Supendi, mengungkapkan berkisar 60 orang Wajib Pajak (WP) sudah diajukan Kepada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Indramayu untuk memperoleh Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB, yang dalam waktu dekat ini akan terbit. >> Mukrmoin

Pemkab Lingga Berikan Bonus Untuk Kafilah Berprestasi
Lingga,(MR) Bonus kepada Qori dan qori’ah Kabupaten Lingga, Hasil dari kerja keras yang baik akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan dari Qori dan qori’ah yang telah berhasil meraih medali emas pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Ke-4 di Anambas baru baru ini, Bukan hanya kepada peserta tapi kepada pelatih qori dan H. Daria, Bupati Lingga qori’ah tersebut juga diberikan bonus oleh Pemkab Lingga karena telah membawa nama baik Kabupaten Lingga. H. Daria Bupati Lingga, saat membuka manasik Haji tingkat Kabupaten Lingga, Rabu (11/05). mengatakan, “ Bonus yang diberikan oleh Pemkab Lingga sebesar Rp.15 juta pada masing-masing qori dan Qori’ah merupakan Bonus sebagai wujud perhatian Pemkab Lingga kepada generasi muda Lingga yang telah menciptakan Prestasi serta membawa nama baik Pemkab Lingga di tingkat Provinsi,” jelasnya. Dariah juga mengatakan, Pemkab Lingga tidak mempunyai target juara pada STQ Ke-4 di Anambas, tapi dengan kerja keras para peserta juga seluruh komponen yang terlibat, hasil dari STQ ke -4 ini cukup memuaskan. “ Meskipun kita masih pada posisi empat sama hal nya pada STQ Ke-3 di Kabupaten Lingga yang lalu, tapi dari segi perolehan medali yang diraih ada peningkatan,” sebutnya. “Ini adalah sebuah komitmen Pemerintah Kabupaten Lingga untuk menciptakan generasi muda Lingga yang cerdas dan berakhlak mulia, saat ini juga Pemkab Lingga telah memberikan beasiswa kepada anak-anak muda yang telah beprestasi dan ingin melanjutkan pendidikan ke pesantren yang ada di seluruh Indonesia. “Dan pemkab Lingga juga sudah mengirimkan putra-putri Lingga untuk mengenyam pendidikan di Pesanteren di Batam dan Pesantren Gontor,” ujarnya. Sementara Kabag Kesmas Pemkab Lingga, Said Rudi Fallo menyampaikan, dua kafilah Kabupaten Lingga yang berhasil meraih medali emas di STQ ke-4 tingkat Provinsi atas nama Dhio Sanjaya dan Narita untuk Hizfil Quran satu juz. “Kedua kafilah Kabupaten Lingga ini nanti akan mewakili Provinsi Kepri tingkat Nasional,” sambung nya Iagi, kita berharap pemberian Bonus ini dapat memberikan motivasi kepada generasi muda yang lainnya guna menciptakan prestasi. bukan hanya pada tingkat Kabupaten saja tapi juga dapat berprestasi ditingkat Provinsi dan Nasional. STQ ke-4 tingkat Provinsi Kepri di Kabupaten Anambas kemarin, Lingga mengirimkan delapan kafilah yang bertanding di berbagai cabang. Dari delapan orang Kafilah Lingga tersebut, Kabupaten Lingga berhasil menempatkan Lima Kafilah yang berhasil masuk final. dan Dua diantaranya telah berhasil memperoleh medali emas dan dua medali perak. >>HR

Dirut Baru PDAM Ditarget Turunkan Kebocoran
Lamongan,(MR) Mokhammad Maksum (Maksum) resmi dilantik Bupati Lamongan Fadeli sebagai Ditrektur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Ruang Sasana Nayaka, Kamis (18/5). Maksum menggantikan posisi direktur sebelumnya, Sutrisno, yang berakhir masa jabatannya sejak 5 Mei 2011 lalu. Kepada Maksum, Bupati Fadeli memberi dua target utama yang harus bisa diwujudkan dalam masa kepemimpinannya hingga 2015 mendatang tersebut. Yakni yang utama untuk menurunkan tingkat kebocoran air di PDAM hingga bisa mencapai di bawah 20 persen. “Saat ini tingkat kebocoran di PDAM cukup tinggi, mencapai 35,4 persen. Ini adalah kenyataan di lapangan yang harus dijadikan tantangan dan tanggung jawab bagi direktur yang baru untuk menekan tingkat kebocorannya. Ini adalah tugas pertma yang harus dituntaskan. Apapun langkah yang diambil harus membawa konsekuensi dengan tetap terpenuhinya air ke semua pelanggan “ tegas dia. Kemudian tantangan kedua yang diberikan Fadeli pada Maksum adalah untuk bekerja secara maksimal dan professional dengan SDM yang ada sekarang. “Tentu untuk bisa bekerja dengan maksimal dan professional tanpa gaji dan tunjangan yang memadai tidak akan bisa terlaksana. Kesejahteraan karyawan di PDAM yang mencapai 107 orang ini juga harus menjadi perhatian direktur yang baru, “ ucap dia kepada Maksum dalam agenda yang juga dihadiri Wabup Amar Saifudin, Plt Sekkab Nurroso dan sejumlah Kepala SKPD terkait tersebut. Kondisi terkini PDAM dipaparkan lebih lanjut oleh Fadeli. Dikatakan olehnya, PDAM saat ini baru bisa mengcover 11,5 persen pelanggan di perkotaan Lamongan, atau mencapai 12.1784 sambungan rumah (SR). Realisasi SR tersebut masih jauh dengan target MDGs di tahun 2015 yang harus sudah mengcover 30 persen di wilayah perkotaan. Di tahun 2010, realisasi produksi air PDAM mencapai 4.664.994 meter kubik. “Kepada direktur yang lama juga patut saya sampaikan terima kasih karena telah meningkatkan produksi air. Tentunya meski dengan masih ada sejumlah kekurangan di sana-sini sehingga belum bisa berikan pelayanan yang terbaik pada pelanggan. Ini akan menjadi tantangan direktur yang baru. Kepada Badan Pengawas juga saya harap turut berperan dalam meningkatkan kierja PDAM” pungkasnya. Maksum sebelumnya adalah Kepala Kantor Penanaman Modal dengan pangkat golongan PNS terakhir, Pembina IV/ a. Dia kemudian diangkat menjadi Direktur PDAM dengan SK Bupati Lamongan nomor 824/ 424/413.203/KEP/2011 tentang pegangkatan dalam jabatan Direktur PDAM Lamongan. Sementara jabatannya di Kantor Penanaman Modal ditanggalkan sesuai dengan surat pemberhentian dari Bupati Lamongan. >> ADI

Libur Panjang, Pasien Menumpuk
Surabaya,(MR) Libur bersama yang ditetapkan pemerintah secara mendadak berdampak pada membeludaknya pasien yang berobat ke instalasi rawat jalan (IRJ) RSU Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur. Membeludaknya ini disebabkan Poliklinik di sejumlah rumah sakit yang tutup di hari libur. Selama dua hari ini IRD RSU Dr Seotomo surabaya kebanjiran pasien yang datang dari berbagai kawasan di Surabaya. Berdasarkan catatan dalam satu tercatat 2.200 pasien berobat di IRJ, padahal biasanya hanya 500 orang. “Sebagian besar pasien datang dari berbagai kawasan di Surabaya, meski ada juga dari daerah lain di Jawa Timur,’’ kata Ketua Forum Pres RSU Dr Soetomo Surabaya Urip Murtedjo di Surabaya, Selasa (17/5). Meski membeludak tidak semua pasien diperkenankan rawat inap karena tidak semua pasien mengalami sakit parah. Banyak yang datang berobat hanya karena sakit demam atau sakit yang tidak memperlukawan rawat inap. Mereka yang sudah bisa diatasi diperkenankan pulang untuk mengurangi jumlah pasien, namun mereka yang rawat inap terpaksa rawat inap. Membeludaknya pasien ini disebabkan selama ini mereka berobat ke instalasi rawat jalan (IRJ), namun karena cuti mendadak pada senin maka sebagian besar memilih berobat saat hari libur. “Selama cuti IRJ RSU Dr Seotomo Surabaya tetap membuka layanan untuk semua pasien, tidak heran kalau kemudian begitu cuti banyak yang ke IRJ,’’ katanya. >> DEA

Pra Kualifikasi Lelang Umbulan, 12 Peserta Dinyatakan Lolos
Surabaya,(MR) Dari hasil tahap pra kualifikasi lelang proyek umbulan, kini dari 29 peserta yang ambil formulir, sebanyak 12 di antaranya telah mengembalikan formulir. Ke-12 peserta itu pun akhirnya mengikuti tahap verifikasi yang dilakukan pada 12 Mei kemarin di Gedung Bhinaloka, Kantor Gubernur Jatim. Hasilnya, 12 peserta itu dinyatakan berkas persyaratan formulirnya lengkap dan lolos verifikasi. Kepala Bidang Air Bersih dan Pengelolaan Lingkungan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim, Ir Moh Anwar MM saat ditemui, Jumat lalu mengatakan, seluruh peserta yang lolos itu masih akan dinilai lagi oleh tim panitia lelang. Usai dinilai, bagi peserta yang nilainya dibawah 70 akan dinyatakan gugur dan bagi yang nilainya diatasnya bisa mengikuti proses selanjutnya, yakni tahap penawaran. Dalam tahap penawaran yang diperkirakan mulai pada Juni mendatang, pihaknya kini tengah menyiapkan persyaratan penawaran tender bagi peserta yang lolos. Namun ia menegaskan, bagi peserta lelang lokal yang lolos bisa memenangkan tender secara penuh. Sedangkan jika yang memenangkan lelang adalah peserta asing dari luar negeri, maka harus didampingi dari peserta lokal dengan persentase maksimal 95 : 5 persen. Tahap pra kualifikasi ini diumumkan panitia lelang dari Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang bersama dengan Kementerian PU sejak akhir Februari. Dalam tahap ini akan dibuka kesempatan bagi para calon peserta bakal mengikuti lelang. “Siapapun atau perusahaan dari manapun bisa mengikuti mendaftar pra kualifikasi. Tidak ada pembatasan jumlah, walau yang ikut bisa sampai 100 peserta pun tak masalah, karena ini baru tahap awal,” ungkap-nya. Untuk mempersiapkannya, kini panitia lelang telah terbentuk yakni sebanyak 15 orang, di antaranya 13 orang mewakili Pemprov Jatim dan dua lainnya dari Kementerian PU. Untuk langkah pertama tim lelang dari pelaksanaan proyek Umbulan ini adalah mengumumkan tahap pra kualifikasi. Ia menuturkan, tahap evaluasi ini akan dilakukan pada Juni mendatang. Ini dikerjakan melalui proses seleksi ketat, termasuk seleksi administratif. Berapa pun peserta yang tersaring adalah peserta yang paling memenuhi persyaratan sebagai peserta lelang, yakni dengan mempertimbangkan kualitas manajemen administrasi perusahaan dan keuangannya. Adapun peserta yang bakal mengikuti lelang ini tak hanya dari dalam negeri tapi juga dari berbagai negara, seperti dari Korea, Jepang, Perancis, Cina, dan Belgia. Menurut dia, banyaknya investor mengandalkan proyek air bersih Umbulan ini karena sangat prospek dari sisi bisnis. Terlebih, distribusi air bersih tersebut akan menjangkau lima kab/kota yang mengalir ke lima kab/kota, yakni Pasuruan, Kota Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik. Sumber Umbulan mampu memproduksi air sebanyak 4.500 hingga 5.000 meter kubik per detik. Dari besarnya produksi sumber seluas 4,9 hektare ini, ditargetkan pemanfaatannya dapat dimaksimalkan pada 2016. Adapun targetnya adalah dapat menyuplai air ke Kota Pasuruan sebesar 175 meter kubik per detik, ke Kab Pasruan 420 meter kubik per detik, ke PIER (pusat industri Pasuruan) 100 meter kubik per detik, Sidoarjo1.370 meter kubik per detik, serta Surabaya dan Gresik masing-masing 1.000 meter kubik per detik. >> DEA

BUTUH PENGERASAN : Jalan Desa Batuminangun Blok L Jln Simalaya kondisi saat ini hancur dan membutuhkan pengerasan

10
Target Pengadaan Beras Bulog Jatim Berkurang
Surabaya,(MR) Perum Bulog akan menurunkan target pengadaan beras 2011 di Jawa Timur dari 1,1 juta ton menjadi 1 juta ton menyusul kesulitan menyerap komoditas tersebut di tingkat petani. Wakil Bulog Jawa Tumur, Rusdianto mengatakan kebijakan penurunan target pengadaan beras itu akan dilakukan pada bulan ini. Revisi tersebut terkait dengan kesulitan perseroan mendapatkan beras dari petani. Saat ini, lanjutnya, pengadaan beras Bulog hanya bergantung pada musim panen (MP) II/2011. Berdasar data Dinas Pertanian setempat, diprediksi puncak MP II/2011 akan berlangsung pada pertengahan Juni 2011. Setelah MP II, Bulog tidak akan bisa berharap banyak menyerap beras dari petani. “Apalagi pada tiga bulan pada akhir tahun, Bulog hampir tidak bisa menyerap beras petani,” katanya. Sementara itu penyerapan beras dari petani masih jauh dari target. Bulog masih memakai surat Instruksi Presiden no.7/2009 tentang harga pokok pembelian pemerintah (HPP) pada petani. Inpres itu, mengatur HPP beras sebesar Rp5.060 per kg. Padahal harga beras di pasar sudah mencapai Rp5.500-Rp5.800 per kg, sedangkan untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp2.640. “Patokan harga dari pemerintah itu sudah berlaku dua tahun dan belum ada penyesuaian,” ujarnya. Selain itu, kata dia, tidak tercapainya target tersebut juga akibat cuaca. Beras petani sulit mencapai HPP karena kualitas gabah dan beras yang dihasilkan tidak sesuai standar karena basah. “Bulog menerima beras dengan standar maksimal kadar air sebanyak 14%, derajat sosoh 95%, kerusakan/butir patah 20%,” katanya. >> DEA

Nusantara
Serang,(MR) Pemerintah Provinsi Banten perlu menyiapkan peraturan daerah (perda) untuk pengendalian harga tanah yang akan dijadikan lokasi tapak dan pengembangan kawasan jembatan Selat Sunda (JSS). "Pemerintah perlu segera menyiapkan Perda Pengendalian Harga Tanah di tapak JSS. Tujuannya mengantisipasi timbulnya para spekulan tanah," kata Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten HM Saleh pada diskusi Prsepektif Percepatan Pembangunan JSS Dalam Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat di Serang, Banten, Senin. Ia mengatakan, pembebasan lahan yang akan dijadikan lokasi pengembangan JSS harus menjadi perhatian pemerintah daerah setempat. Salah satunya dengan menyiapkan Perda untuk mengendalikan harga tanah di lokasi tersebut agar tidak menjadi permainan para spekulan tanah yang akhirnya harga tanah menjadi tinggi. Sebab tanah yang dibutuhkan untuk pengembangan kawasan JSS tersebut tidak sedikit. "Kalau tidak meleset dari rencana awal, paling cepat pembangunan fisiknya dimulai tahun 2014, karena feasibility study selesai 2013," kata Saleh MT. Menurut Saleh, jika rencana besar untuk menyambungkan Pulau Sumatra dan Jawa melalui JSS tersebut terealisasi akan banyak membawa perubahan bagi perkembangan ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya di dua provinsi yakni Lampung dan Banten. Untuk itu, bagi warga setempat perlu dipersiapkan sumber daya manusia yang nantinya sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja terkait dengan pengembangan kawasan JSS tersebut. >> Sukendar

Tahun Edisi 239 Tahun XI 23 - 30 Mei 2011

Pemprov Banten Siapkan Perda Harga Tanah Lokasi JSS

Route Jembatan Selat Sunda (JSS)

Muara Enim Juarai Gubernur Cup
Prabumulih,(MR) Kota nanas harus merelakan piala juara satu dan teropi bergilir Gubernur Cup 2011, setelah kembali ditaklukan team kesebelasan kabupaten asal atau biasa di juluki dulur tuo yakni Pemkab Muara Enim dengan skor 4:1 kamis (19/5) di lapangan Ria Jaya komplek pertamina prabumulih. Meski telah mengirim tiga team yang siap tanding namun nampaknya Prabumulih harus menahan diri dulu untuk mengambil tropi kemenangan karena lagi-lagi kembali kandas di ayunan kaki Muara Enim, kalau dibabak perempat final sebelumya team Prabumulih A yang dipermalukan secara mutlak dengan skor akhir 9:0 yang sekaligus mengantarkan kesebelasan pemkab Muara Enim melaju kebabak final,kini giliran team C Prabumulih yang dipaksa mengakui kehebatan team kesebelasan pemkab Muara Enim. Masing-masing gol yang tercipta dari kaki pemain Muara Enim yakni dari pemain nomor punggung 8 (beni) dengan memanfaatkan umpan silang dari pemain nomor punggung 10 (jumalana) setelah memperdayai Penjaga gawang prabumulih (yopi), gol kedua tercipta kembali oleh beni dengan membawa bola setengah lapangan yang mendapat umpan trobosan dari sayap kiri pada menit-menit pertengahan babak pertama. Dan kembali gol ketiga tercipta Ab Pemain nomor punggung 9 dengan berhasil memperdaya kiper Prabumulih dimenit-menit akhir babak pertama, dan gol keempat tercipta kembali lewat kaki Ab dengan memanfaatkan umpan dari beni yang berhasil memberikan umpan matang kepada Ab setelah mengecoh beberapa pemain prabumulih di menit-menit akhir babak kedua, yang sekali gus menjadi gol penutup menghantarkan Muara Enim menuju kemenangan, sementara gol tercipta dari kesebelasan Prabumulih yakni gol cantik lewat sundulan asep pemain bernomor punggung 17 dengan memanfaatkan umpan lambung dari dari sayap kanan yang membuat kiper Muara Enim (sigit) tak berdaya pada pertengahan babak kedua. >> Alex Effendi

Ridho Tutup Acara Gubernur Cup
Prabumulih,(MR) Wakil Wali kota prabumulih Ir.Ridho yahya MM kamis (19/ 5) membagikan piala gubernur cup dan tropi bergilir kepada para pemain dari empat kesebelasan yang berhasil meraih juara satu, dua, tiga dan empat, masing-masing kesebelasan yaitu juara keempat berhasil direbut pemain dari kesebelasan Prabumulih A setelah kandas merebut posisi ketiga setelah ditundukan kesebelasan Palembang dengan sekor 4:2 lewat adu pinalti setelah bermain imbang kosong-kosong, dan kesebelasan palembang sendiri gagal melaju kebabak final setelah ditaklukan oleh kesebelasan Prabumulih C dengan skor 5:4 yang juga lewat adu Pinalti setelah bermain imbang 4;4 minggu (15/5). Selain dari membagikan piala dan tropi bergilir, pada kesempatan penutupan acara tersebut dalam menyampaikan sambutannya yang sekaligus mewakili gubernur sumatera selatan yang masih berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Ridho menggungkapkan akan kekecewaan dan penyesalannya karena piala gubernur cup 2011 ini hanya diikuti oleh 6 kabupaten dan kota yang ada di sumsel, lebih lanjut ia mengatakan bahwasannnya sebenarnya pertandingan ini bukannya berlomba dalam merebut kemenangan saja namun juga diharapkan akan menjadi symbol persahabatan dan keakraban kata Ridho, dalam kesempatan itu juga Ridho mengharapkan untuk tahun 2012 nanti Muara Enim yang akan menjadi tuan rumah dalam perebutan piala gubernur cup ini. >> Alex Effendi

Pencopet di Bus, Babak belur dihakimi masa
Bekasi,(MR) Seorang pencopet yang biasa beraksi di Bus angkutan Umum jurusan Karawang-Pulogadung babak belur dihakimi masa setelah tertangkap tangan saat sedang beraksi di sebuah angkutan Umum, Warga kesal akibat ulah pencopet yang sering kali beraksi secara terang-terangan di angkutan bus umum mereka tidak segan-segan dalam melakkan aksinya seringkali melukai korban. Beberapa warga yang ditemui mengatakan, kami sering kali menjadi korban karena ketika kami akan melawan penumpangnya sebagian besar wanita hanya bisa diam kebetulan hari ini sebagian besar penumpangnya laki-laki saat ia sedang beraksi di dalam bus, bus melintas di Kampung kedung Gede RT 11/03 Desa Setiamekar, Tambun Selatan Bekasi, pada Senin (16/5) siang. Penumpang yang menjadi korban spontan melawan dan sipengemudi melihat ada ribut-ribut di dalam bus langsung berhenti ditempat keramaian dan langsung menghakiminya hinga babak belur. Dan setelah tak berdaya lalu beberapa orang mengancam akan membakarnya, lalu ia mengaku benama Herman kalau saja aparat Kepolisian dari Polsek Tambun tidak segera datang ke Tempat Kejadian Perkara kemungkinan pelaku dibakar masa. Polsi juga berhasil menyita senjata tajam berupa parang dan sebuah tas sedangkan kedua orang temannya melarikan diri dari kerumunan masa dan untuk mengamankan dari amukmasa Polisi melarikannya ke Polsek Tambun. >> Wahyu

Kepala SMAN 1 Gantar Hadiri HUT Koran Bikara
Indramayu,(MR) Drs Ridwan, Kepala SMA Negeri 1 Gantar Kabupaten Indramayu Jawa Barat, bersama-sama dengan para tamu undangan dari Dinas Instansi terkait, menghadiri acara HUT ke 8 (Sewindu) Koran Bikara, di Aula Kantor Pemerintah Desa Sukajati Kecamatan Haurgeulis, Senin siang (2/5) silam. Ketua Dewan Pendiri Koran Bikara, Drs. Ridwan, dalam pesannya dihadapan keluarga besar wartawan Koran Bikara menegaskan bahwa, dia berharap para rekan-rekan Pers dalam melaksanakan tugas Jurnalistiknya supaya objektif dan professional untuk menghasilkan informasi yang akurat sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Sebab, bila sebuah Koran diterima pihak yang berwenang maka akan menjadi bumerang bagi objek yang diberitakan, tandasnya. Rd. Daniar, AS. Selaku tokoh Pers Haurgeulis dalam nota pengarahannya mengung-

Eks Pengungsi Timtim Tuntut Dana Keserasian Sosial
Kupang,(MR) Ratusan eks pengungsi Timor-Timur (Timtim) yang tergabung dalam Komite Nasional Korban Politik Timtim (Kokpit), Rabu (18/5), kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Tuntutan mereka masih sama seperti unjuk rasa pada 28 April lalu yakni mendesak Pemerintah NTT segera menyerahkan dana keserasian sosial 2011 sebesar Rp15 miliar. Dana tersebut dikucurkan Kementerian Sosial untuk seluruh warga NTT termasuk eks pengungsi yang berdomisili di 100 desa di empat kabupaten. Namun, eks pengungsi tetap meminta diserahkan secara utuh kepada mereka. Alasan mereka, dana itu dikucurkan setelah adanya permintaan dari eks pengungsi. "Dana itu adalah perjuangan kami, maka dana itu harus dibagikan ke kami," kata Perwakilan Pengungsi Ronie Loude. Karena mereka terus mendesak dan berteriak di lantai dua kantor gubernur, aparat kepolisian dan satuan polisi pamong praja (Satpol PP) melakukan pengamanan. Eks pengungsi yang emosi kemudian terlibat saling dorong dan baku pukul bersama aparat keamanan. Mereka akhirnya bertemu Asisten II Setda NTT Andreas Jehalu. Dalam pertemuan itu, Ronie mengatakan, jika pemerintah tetap menolak membagikan dana tersebut, ia meminta bersama pemerintah bertemu Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al-Jufri di Jakarta. >>Moses

Tiga Team Bukan Berarti Harus Juara Pertama
Prabumulih, (MR) Pertandingan sepakbola antar Eksekutif, Legeslatif dan Insan Pers antar kabupaten se-sumsel dalam kejuaraan Gubernur cup 2011 di kota prabumulih yang dilaksanakan 12 s/d18 mei 2011 lalu, tentu menjadikan tanda Tanya, apakah Prabumulih sendiri berambisi dalam mentargetkan untuk juara pertama karena dengan menurunkan tiga team sekaligus ?, Dalam hal ini wakil wali Kota Prabumulih yang juga termasuk salah satu Eksekutif yang aktif dalam olah raga ini mengungkapkan kepada wartawan sela-sela usai acara pembagian piala gubernur cup “Sebenarnya kita menurut aturan dari panitia yang mempertandingkan pemain dari pejabat kepala-kepala daerah, kepala-kepala dinas dan legeslatif dan wartawan saja, ya sebenarnya kalo peraturannya tidak seperti itu kita juga bisa menurunkan pemain-pemain inti yang biasa berlaga di Prabumulih, ya dalam hal ini tentunya dengan mendapatkan juara kedua kita juga sudah cukup merasa puas, karena kita telah berusaha semaksimal,” kata ridho. Selain itu Ridho juga berharaf untuk anak-anak muda generasi penerus olah raga agar selalu mangasah bakat olah raganya “Masa kita yang usianya sudah lanjut aja masih giat olah raga, paling tidak dengan olah raga menghindarkan kita dari perbuatan yang tidak-tidak seperti narkoba dan yang tentunya dengan membiasakan berolah raga badan kita tentunya akan menjadi sehat,” kata ridho. >> Alex

kapkan, kehadiran media Koran Bikara dikanca pertarungan informasi dewasa ini, dihimbau supaya mempunyai nilai jual yang lebih bila dibandingkan dengan media lain di Indramayu. Pasalnya, Koran Bikara diusianya yang sudah 8 tahun itu cukup dewasa bagi ukuran sebuah media dalam mengelola informasi yang sesuai dengan situasi dan kondisi social masyarakat di abad modern ini, ujarnya. Dilokasi terpisah, Ismail

Azry, Sekretaris Koordinator Wilayah Barat Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Indramayu, justru pihaknya merasa prihatin atas kehadiran Kepala Sekolah Drs. Ridwan dalam acara HUT Koran Bikara tersebut. Sebab, tugas seorang Kepala Sekolah itu mensukseskan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), bukannya berhahahihi diluar tugas pendidikan, cetus Ismail Azry sinis. >> Abdullah

Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan Ancam Kalsel
Banjarmasin,(MR) Kabut asap mengancam Kalimantan Selatan, karena belakangan mulai terjadi kebakaran hutan dan lahan. Pada awal Mei di wilayah itu tercatat ada 26 titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten. "Kami terus mewaspadai kebakaran hutan dan lahan menyusul terus bertambahnya jumlah titik api," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) Zainal Ariffin di Banjarmasin, Rabu. Berdasarkan data BPBD Kalsel yang diterima dari Satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), dari 26 titik api yang muncul di sejumlah wilayah hingga awal Mei ini, terbanyak berada di Kabupaten Banjar, Kotabaru, dan Hulu Sungai Utara. Menurutnya, meski belum separah kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat dan Sumatra, para gubernur se Kalimantan sepakat bekerja sama mengatasi kebakaran itu. "Dalam waktu dekat kami akan menggelar koordinasi regional dan nasional terkait upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," ujarnya. Namun ia mengakui, masalah keterbatasan personel, sarana, anggaran, dan luasnya wilayah menjadi masalah utama yang dihadapi. "Kami beruntung dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran hutan dan lahan tidak parah karena pengaruh perubahan iklim”, ucapnya.>> Mulia

Tingkatkan Pelayanan, Damri Akan Tambah 5 Unit Bus
Surabaya,(MR) Guna mendukung dan meningkatkan pelayanan model transportasi kepada masyarakat, Perum Damri akan menambah 5 unit bus baru dengan memiliki ketinggian sekitar satu meter. Kepala Unit Perum Damri Bus Kota Surabaya, Ibnu Arifin, di kantornya, Jalan Jagir Surabaya, Selasa (10/5) menjelaskan, saat ini menurut data Damri sudah memiliki sebanyak 35 bus yang memiliki AC dan 99 bus tidak ber AC. “Bus yang memiliki tinggi kurang lebih satu meter akan melayani rute Bungurasih-Tanjung Perak. Dan lima bus tersebut akan beroperasi pada Agustus 2011, saat ini tinggal menunggu persetujuan dari Walikota Surabaya,” ujarnya. Ia menjelaskan, lima unit bus ini hanya bisa berhenti di halte saja tidak berhenti sembarang tempat. “Jadi bus tersebut hanya berhenti di halte khusus seperti halte depan Royal, di depan TP, dan di sam-ping Tugu Pahlawan,” tutur-nya. Terkait dengan tarifnya ia mengatakan, untuk tarifnya masih belum karena disesuaikan dengan surat edaran Gubernur Jatim. “Untuk tarif akan dibahas gubernur kami hanya mengusulkan saja,” ujarnya. Selain menambah bus baru Perum Damri akan memperbaiki dan merenovasi halte bus yaitu di depan Royal Plaza, di depan Tunjunga Plaza, serta di sisi utara Tugu Pahlawan. Buka Rute Juanda-Batu Setelah sempat terjadi tarikulur bus Bandara Juanda dengan Dishub dan PT Angkasa Pura I Surabaya, Dinas Perhubungan dan LLAJ Jawa Timur akan membuka rute JuandaBatu. Kabid Angkutan Jalan Dishub dan LLAJ Jatim Sumarsono saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (10/5) mengatakan, pihaknya berusaha mencari solusi terkait proses pengoperasian bus itu. Adanya keinginan dari PT Angkasa Pura (AP) I Cabang Juanda untuk mengkaji ulang bus pemadu moda, membuat pihaknya harus lebih fair menerapkan program ini. “Agar bisa mengoptimalkan bus, kami memilih menggunakan bus yang existing di Juanda,” ujarnya. Dijelaskannya, JuandaBatu, pihaknya mempertimbangkan potensi pariwisata di Kota Apel itu. “Kami memilih Juanda-Batu, selain ada respon positif dari pemda, juga karena potensi wisatawan ke sana,” ujarnya. Selama ini, rute jarak jauh yang akan dikembangkan yaitu Juanda-zona Malang, Juandazona Probolinggo, Juanda-zona Kediri, dan Juanda-zona Madiun. Untuk Juanda-zona Malang, ada dua alternatif jalur, yakni Juanda-Malang-Terminal Patria (Blitar) dan Juanda-Batu. “Kami belum memilih JuandaMalang, karena ada resistensi angkutan di sana. Makanya yang sudah pasti ada tiga rute dan bisa beroperasi sebelum Lebaran,” tegasnya. Adapun untuk optimalisasi bus, pihaknya memang membicarakan dengan Perum Damri selaku operasional bus di Juanda. Perum Damri pun siap menggunakan bus yang ada untuk tiga rute bus pemadu moda. Pihaknya menawarkan pada Damri, karena program ini termasuk perintis, di mana diperkirakan selama tiga bulan pertama tak banyak penumpang. “Selama ini Damri memang menjadi bus perintis. Meski begitu, ada pula dari swasta yang tertarik beroperasi, terutama untuk Juanda-Bangkalan,” katanya. Sebelumnya, General Manager PT Angkasa Pura I Juanda Trikora Harjo mengatakan, jika bus pemadu moda itu untuk meningkatkan operasional, tentu pihaknya sangat setuju. Namun kalau ada penambahan bus, pihaknya minta untuk dikaji ulang karena bisa membikin padat arus lalulintas di bandara. “Kami tak ingin bandara Juanda beralih fungsi jadi terminal seperti di Bungurasih,” tuturnya. Kalau tentang penambahan rute, pihaknya tetap menginginkan agar bus pemadu moda tak perlu masuk Juanda. Jika ingin menaikkan atau menurunkan penumpang, cukup lewat Terminal Purabaya. >> DEA

Edisi 239 Tahun XI Tahun 23 - 30 Mei 2011

Nusantara
Nazaruddin ................................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
bernama Janedjri pada 27 September 2010 ke rumah Nazaruddin dan diterima oleh satpam rumah Nazaruddin pada pukul 21.00 WIB. Untuk menguatkan bahwa uang tersebut sudah dikembalikan, Janedjri pun menyimpan tanda bukti penerimaan tersebut dan ditunjukkan pada wartawan. Dalam surat tanda terima tersebut tertulis bahwa uang dikembalikan dalam satu buah paket buku bersampul cokelat. Uang itu diberikan oleh Nazaruddin pada 23 September 2010 dalam pertemuan di sebuah rumah makan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. "Saya diundang untuk bertemu di sebuah tempat di restoran Le Gourmet, Kemang. Itupun malam hari," ujar Janedjri. Pada hari itu, ungkap Janedjri, dirinya sedang memimpin rapat baru sekitar pukul 22.00 ia menemui Nazaruddin. Di sana mereka hanya berdua. Di dalam ruang tersebutlah, ujar Janedjri, Nazaruddin memberi amplop berisi uang lalu langsung keluar dari ruang tempat mereka bertemu. Ketika uang itu diterima, Janedjri mengaku kaget. Dan langsung mengejar Nazaruddin keluar ruang untuk mengembalikan uang tersebut. "Tapi dia katakan terima sajalah. Itu tanda persahabatan saya," tutur Nazaruddin. Setelah itu keesokan harinya ia mengabarkan hal tersebut pada Ketua MK Mahfud yang kemudian memerintahkan Janedjri untuk mengembalikan uang tersebut. Maka uang itu pun dikembalikan pada Senin, 27 September 2010. Seminggu setelah dikembalikan, ujar Janedjri, Ketua MK menanyakan pada dirinya apakah sudah memastikan uang telah diterima. Awalnya Janedjri mengaku sudah tidak mau memikirkannya karena ia telah memegang bukti berupa tanda terima. Namun, Ketua MK tetap menyuruhnya menelepon Nazaruddin untuk memastikan. Lalu, pada saat memimpin rapat di MK, Nazaruddin pun menelepon. Janedjri mengatifkan pengeras suara di telepon selularnya itu dan dengar oleh peserta rapat. Dalam pembicaraan tersebut Janedjri menanyakan kepastian bahwa uang tersebut telah diterima oleh Nazaruddin. "Kenapa enggak diterima, itu kan uang persahabatan," ujar Janedjri menirukan ucapan Nazaruddin. Nazaruddin pun menjawab, "Saya nggak maulah terima uang itu". >> Sahrial Nova

11
KTLN ............................................. (Sambungan dari Hal 1)
Perdagangan Manusia (Promotion Safe Migration and Prevention on Trafficking in Persons) itu. Sambil menunjukkan contoh KTKLN, Jumhur menambahkan KTKLN diberikan secara gratis kepada calon TKI yang telah siap berangkat ke luar negeri untuk bekerja setelah mengikuti pelatihan minimal 200 jam dan menjalani proses administrasi secara prosedural. Jumhur menegaskan pemerintah ingin para TKI bekerja dengan menempuh cara-cara prosedural karena sangat penting agar hak-hak mereka tetap aman dan terlindungi serta nyaman selama bekerja. "BNP2TKI terus melakukan sosialisasi ke kantong-kantong TKI di berbagai wilayah untuk membangun kesadaran bekerja secara prosedural," katanya. Denis mengakui, saat ini posisi Indonesia masuk dalam peringkat dua dalam hal perdagangan manusia (trafficking) menurut catatan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dan tahun ini dikhawatirkan kondisi itu kian memburuk. Ia menilai kebijakan migrasi Indonesia saat ini masih berorientasi kepada upaya pengurangan angka pengangguran di tingkat lokal dan memfasilitasi arus perpindahan tenaga kerja, serta seringkali mengabaikan aspek perlindungan dan pemberdayaan. Menurut data yang dikumpulkan IOM melalui layanan bantuan langsung kepada korban perdagangan orang, katanya, 70 persen korban perdagangan orang yang telah menerima layanan dari IOM adalah perempuan pekerja migran yang umumnya bekerja di sektor informal seperti pembantu rumah tangga. >> Sahrial Nova

Abadi, Kasi PMD Sukra

“Kuwu Bogor Itu Giat Bangun Desa”

Salah satu kegiatan pembangunan di Desa Bogor (Foto : Abdullah)

Indramayu,(MR) Abadi, selaku Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Mayarakat Perdesaan (PMD) Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menilai Kuwu Bogor Sukarta itu giat membangun desanya, baik pembangunan inprastruktur perhubungan darat, sector pertanian, pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, Desa Bogor dibawah Pemerintahan Kuwu Sukarta, terlihat maju pesat dalam bidang pembangunan bila dibandingkan dengan desa lain disekitarnya di Wilayah Sukra. Karenanya, Desa Bogor kerap kali mewakili Kecamatan Sukra dalam berbagai kegiatan perlombaan desa, baik ditingkat Kabupaten, Provinsi maupun nasional, kata Abadi dikantornya Rabu siang lalu. Dihubugi dilokasi terpisah, Kuwu Bogor Sukarta, pihaknya mengaku sudah melaksanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sebagai penopang jebatan sukamulya/ erni, yang menghubungkan Desa Bogor dengan Desa Randu Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang, yang dananya bersumber dari hasil Retribusi Tanah Titisara Tahun Anggaran (TA) 2011. Beberapa tokoh masyarakat Bogor, kepada MR mengungkapkan bahwa, dalam membangun desanya Kuwu Sukarta selalu memprioritaskan pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan umum, baik dibidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi itu sesuai dengan aspirasi masyarakat desa setempat. >>Mukromin

Terindikasi Korupsi ......................................................... (Sambungan dari Hal 1)
Tuntungan Jl. Pala Raya Perum Simalingkar, Pagar Tembok Panjang 3 meter tinggi 1,5 meter Pintu kamar mandi 2 buah, Pembangunan tahun 2011, Taksiran biaya pembangunan Rp.15.000.000,SDN 068007 Kecamatan Medan Tuntungan Jl. Rotan 10 Perum Simalingkar : Pembangunan conblok Kamar mandi 9 meter X 1,5 meter, Pintu kamar mandi 2 buah, Wastafel 4 buah merek langoon, Pipa paralon 1 inci 35 meter. SDN 065012 Kecamatan Medan Tuntungan Jl. Pales Rayo : Wastafel 4 buah scolo, Pagar tidak ada Pintu kamar mandi tidak ada, Penambahan tembok belakang sekolah Tinggi 25 cm; panjang 35 cm. SDN 060971 Kecaatan Medan Tuntungan Jl.Jamin Ginting, Gerbang tidak diganti, Pintu kamar mandi tidak diganti, Wastafel tidak ada Bangunan conblok dibelakang 7 m X 3 m. SDN 060798 Kecamatan Medan Area Jl. Medan Area Selatan.: Tembok 1 x 1,5 meter, Pintu kamar mandi tidak ada diperbaiki, Pagar besi 1 meter X 2 meter, Wastafel 3 buah tidak berfungsi. SDN 060796 Kecamatan Medan Area Jl. Medan Area Selatan : Tembok 2,2 m X 10 m, Pintu kamar mandi tidak diperbaiki, 3 wastafel tidak berfungsi, Luas conblok : 22m X 60 m X 15 m. SDN 060935 Jl.Pintu Air II Kecamatan Medan Johor : Kamar mandi 3 Ruangan tanpa seksi tank Luas bangunan kamar mandi : Panjang 4.67 meter, Lebar 2,65 Meter, Tinggi 2,05 meter, Atap seng, Lantai keramik.. SDN 060933 Jl.Pintu Air II Kecamatan Medan Johor : Kamar mandi tidak dibangun sama sekali, Hanya membangun pagar dengan panjang pagar 55 meter dengan ketinggian 1 meter. SDN 060937 Jl. Pintu Air II Kecamatan Medan Johor : Kamar Mandi 3 ruangan tanpa seksi tank, Kamar mandi Tanpa bak Air, Kunci kamar mandi tidak terpasang, Luas Bangunan kamar mandi : Panjang 4,55 meter, Lebar 2,00 meter, Tinggi 3,00 meter Atap seng, Lantai Kramik,. SDN 060936 Jl.Pintu Air II Kecamatan Medan Johor : Bangunan kamar mandi 3 ruangan, Kamar mandi tanpa seksi tank, Panjang 4,95 meter, Lebar 2,15 meter, Tinggi 3,00, Atap seng, Lantai keramik. NB Pemasangan Conblok di gabung dari 4 Sekolah menjadi 1 pekerjaan dengan luas pemasangan : Panjang 47 meter, Lebar 20 Meter, Luas 940 meter, namun di tengah lapangan tidak terpasang dan apabila hujan datang meyebabkan lapangan upacara menjadi banjir,. SDN 068343 Jl.Pinang Raya Kecamatan Medan Tuntungan : Perbaikan Kamar mandi tidak ada, Perbaikan Pagar tidak ada, Wastopel tidak terpasang,. SDN 064002 Jl.Veteran Belawan Kecamatan Medan Belawan, Pagar tidak Selesai, Pemasangan Conblok tidak ada, Wastopel tidak terpasak baik dalam keadaan Bocor,. SDN 060958 Jl.Veteran Belawan Wastopel 6 biji terpasang dalam keadaan rusak dan tidak bisa dipungsikan Pipa Air Bocor, Conblok dikerjakan tidak siap, Lebar 6 meter, Panjang 20 meter,. SDN 060957 Jl.Bangka Belawan Kecamatan Medan Belawan, Pemasangan Conblok tidak ada, Pagar tidak ada, Sesuai dengan hasil investigasi Tim Kordinasi LSM ditemukan dugaan korupsi yang merugikan Negara sekitar 30 % dari dana yang dianggarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Medan sebesar Rp 7.677.498.000, miliar. Dari penelitian di lapangan ditemukan beberapa sekolah yang tidak sesuai dengan perencanaan pembangunan. Ketika temuan tersebut dikonfirmasi wartawan Media Rakyat Kadis Pendidikan Kota Medan Hasan Basri melalui No HP 0811650xxx, ternyata nomor tersebut tidak aktif. Untuk lebih lanjut Tim Kordinasi LSM akan mempelajari hal ini lebih lanjut untuk kemudian mengkonfirmasi temuan tersebut ke pihak yang terkait. >> Tim MR Medan

Komitmen ................................. (Sambungan dari Hal 1)
Suswono saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (20/5). Menurut Suswono, BPN telah menjanjikan pengalokasian lahan 2 juta hektare sejak April 2010. Kemudian komitmen itu dipertegas kembali pada Januari 2011. "Sudah satu tahun lebih kami menunggu kepastian alokasi lahan tersebut. Namun, hingga detik ini tidak ada kejelasannya," ujar Suswono. Dia mengatakan alokasi tambahan lahan pertanian sangat penting untuk mencapai target surplus 10 ton beras tahun 2014. Pasalnya, dibutuhkan waktu 3-4 tahun bagi lahan tersebut dapat berproduksi secara maksimal. "Bila target surplus pangan tercapai, lahan 2 juta hektare harus segera dialokasikan pada tahun ini. Akan tetapi, BPN belum memberikan kejelasan tentang pengalokasian lahan tersebut. Kami bakal terus mendesak BPN," tegasnya. >> Tedy Sutisna

Kongres PSSI ...................... (Sambungan dari Hal 1)
tampaknya hingga kini konsensus tentang kepengurusan baru belum bisa diwujudkan. Sebenarnya, tambah Andi, pemerintah enggan ikut campur dalam pembentukan kepengurusan PSSI, jika bisa berjalan dengan baik. Karena itu merupakan hak PSSI dan Komite Normalisasi. Karena itu pemerintah berencana berkomunikasi dengan KONI, KOI, dan FIFA untuk mencari solusi terbaik. Dengan langkah ini pemerintah sangat berharap tak akan ada sanksi dari FIFA yang bisa merugikan dunia persepakbolaan di Tanah Air. Dikatakan FIFA semestinya melihat persoalan gagalnya kongres semalam secara lebih utuh. Sebab persoalan tadi malam bukan persoalan yang berdiri sendiri, tapi merupakan bagian dari persoalan selama ini. Andi mengaku sudah berbicara dengan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar. Tapi karena kondisi sangat tak kondusif, Kemenpora belum menemukan opsi apapun terkait kelanjutan kongres. Menurut dia yang penting sekarang bagi pemerintah adalah mencari solusi terbaik agar tidak merugikan persepakbolaan di Tanah Air, terutama terkait ancaman sanksi FIFA. >>Suratno

Negara Jepang Peduli Penderita Sakit Jiwa
Jombang,(MR) Konsulat Jendral Jepang di Surabaya Kamis (7/4) memberikan bantuan Hibah untuk Proyek Grassroots Kemanusiaan kepada masyarakat Jombang dan sekitanya senilai US $ 104.407 atau Rp.909.000.000,Yang peletakan batu pertamanya diawali Drs. Widjono Suparno M.Si Wakil Bupati Jombang dan Wakil Komjen Jepang di Surabaya Mis Ayako Mazuda. Wakil Bupati Jombang atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jepang yang telah membantu masyarakat yang terkena gangguan jiwa walaupun di negaranya sedang diguncang bencana. >>Team

Dinkes Lingga Sosialisasi Kesehatan di Singkep Barat
Singkep Barat,(MR) Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga kamis pekan lalu mengadakan kunjungan kepada Masyarakat Desa sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat, kunjungan tersebut dalam rangka Pelayanan Keluarga Berencana Pemasangan Alat kontrasepsi Komonitas Adat Terpencil demi untuk mengurangi kemiskinan yang diakibatkan banyaknya jumlah kelahiran dan kurangnya lapangan pekerjaan hingga mengakibatkan banyaknya balita yang tidak bersekolah atau kekurangan gizi akibat ekonomi masrayakat yang tidak baik. Pada acara tersebut nampak hadir Camat Singkep Barat beserta istri camat yang didampingi Ibu-Ibu PKK yang ada di Desa Sungai Buluh, acara ini juga mendapat dukungan sangat baik dari masyarakat setempat. Pada kesempatannya, Camat Singkep Barat Siswadi menyampaikan kepada masyarakat adat terpencil agar kiranya mengikuti program yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Lingga tersebut, untuk kehidupan dan masa depan masyarakat terpencil yang lebih baik,. tuturnya. >> HR

BBM ................................................. (Sambungan dari Hal 1)
Jumat (20/5). "Menaikkan harga BBM subsidi tidak bisa ESDM sendiri, harus di rapat Menko yang ada Menkeu dan ESDM," ungkapnya. Evita mengaku pihaknya belum mendapatkan pernyataan langsung dari Kementerian Keuangan terkait permintaan menaikkan harga BBM subsidi. Kementerian ESDM juga belum berencana menaikkan harga BBM subsidi. "Sampai sekarang kita belum mendapatkan. Sekarang kami juga belum punya rencana menaikkan. Ini harus dibicarakan bersama dulu," tuturnya. Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya kenaikan harga BBM subsidi menyangkut politik dan kebijakan fiskal. "Kalau politik fiskal itu di dalamnya ada Menkeu, Menteri ESDM, dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) karena berpengaruh dengan Pertamina," katanya. >> Tedy Sutisna Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Ahmad Muktar, belum dapat dijumpai terkait pemberitaan ini, Sayangnya, sang Kadis telah melakukan bantahan disalah satu harian local. “Tidak benar ada pemotongan dilakukan oleh Dinas Kesehatan setiap kegiatan Puskesmas,”. Pakta dilapangan Sidak sudah dilakukan dan telah dibenarkan oleh pejabat Puskesmas, kecuali peruntukan, mereka tidak tahu. Defi salah satu juru banyar Dinkes Natuna, ketika di hubungi melalui telepon selulernya, tidak ada jawaban. Bahkan wartawan Koran ini mencoba menghubungi melalui pesan singkat, namun hasilnya nihil. Hingga berita kedua ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Kadis Kesehatan. Terkait Pemberitaan Media Rakyat, sejumlah Dewan pun geram. Tepatnya senin (07/03) lintas komisi langsung melakukan sidak mendadak ke sejumlah Puskesmas. Dwitra Gunawan, Nuzur ST beserta rekannya Baharuddin dari komisi I, mempertanyakan langsung kepada petinggi Puskesmas terkait pemberitaan MR soal adanya “sunat-menyunat,” anggaran dilakukan Dinas Kesehatan serta uang tersebut untuk jatah Dewan ?. Mendapat pertanyaan itu, Kepala Puskesmas pun angkat bicara. Dikatakannya, memang ada pemotongan anggaran dilakukan Dinas Kesehatan Natuna, namun peruntukannya kami tidak tau. Mengenai isu untuk jatah Dewan, kami tidak tau itu. Soalnya yang mengurus anggaran kegiatan staf saya, paparnya. Kami juga mau minta tolong kepada Bapak, kiranya dana jamkesda dapat dikucurkan segera, kalau tahun lalu diberikan akhir tahun, sehingga jadi kendala bagi kami untuk bekerja maksimal. Hal senada juga dikatakan petinggi Puskesmas lainnya, meski melaui telepon genggamnya, ia menyatakan ada pemotongan dana kegiatan di Puskesmas sebanyak 25 persen. Kami pun tak tau peruntukannya untuk apa, katanya. Mewakili lintas komisi Nuzur ST, saat dikomfirmasi usai melakukan sidak, kepada MR menyatakan, kita sangat menyayangkan sipat terjang Kadis Kesehatan. Apalagi isu pemotongan itu jatah untuk Dewan. Terus terang kami kecewa. Selama ini, Dewan tidak pernah minta jatah. Bahkan anggaran Dinas Kesehatan dan Pendidikan tidak di potong, sebab itu untuk kepentingan masyarakat umum. Oleh karena itu, kita akan panggil Kadis Kesehatan Ahmad Muktar beserta PPTK dan Bendahara pengeluran untuk mempertanggung jawabkan dana yang telah dipotong olehnya. “Kita akan segera hearing,” Dari pengakuan beberapa Dinas, biarlah aparat hukum yang menyelidikinya, papar Nuzur. Hasil pantauan dilapangan, jika setiap kegiatan puskesmas dilakukan pemotongan anggaran oleh Dinas kesehatan, sudah jelas ratusan juta rupiah “menguap,” ke pundi-pundi oknum tukang “palak,” Dinkes Natuna. Wajar saja staf golongan II dan baru 1 tahun jadi Bendahara dah memakai mobil X Trell. Untuk itu diminta kepada aparat hukum agar bekerja maksimal, untuk mengusut tukang “palak” di Dinkes Natuna hingga ke akar-akarnya. Sebab jika dibiarkan, semakin hari korupsi akan semakin subur. >> ROY

Kasus “Tukang Palak” .............................................. (Sambungan dari Hal 1)
Lembaga Swadaya Forkot (Forum Kota) Wan Sopian, saat dijumpai disela-sela kesibukannya mengatakan, kinerja aparat penegak hukum di Natuna belum maksimal dan masih meragukan. Pemberitaan di Media Rakyat tentang adanya “Tukang Palak”di Dinkes Natuna, sudah dapat dijadikan modal awal untuk melakukan pemeriksaan. Nyatanya “bau tidak sedap,” yang mengarah dari Dinkes Natuna, belum terbongkar juga. Untuk itu Ia berharap, agar aparat penegak hukum segera bertindak. Dari hasil sidak dilakukan oleh DPRD Natuna beberapa bulan lalu, sudah terbukti adanya pengakuan beberapa Puskesmas terhadap lintas komisi, tentang pemotongan dana 25% terhadap seluruh kegiatan Puskesmas. Bahkan salah satu PPTK di Dinkes Natuna, mengakui pemotongan itu bukan hanya di Puskesmas, Didinkes sendiri juga dilakukan sesuai instruksi Kadiskes, (baca media rakyat edisi 234, Tangkap dan Penjarakan Tukang palak Di Dinkes Natuna). Oleh karena itu, tidak ada alasan aparat penegak hukum, mengabaikan kasus ini, terang Wan Sofian.” Kita minta kasus “tukang palak” segera di Proses, paparnya. Sementara itu Kasi Intel Kajari Ranai, Dedy SH saat dikonfirmasi diruang kerjanya, mengatakan, akan segera memeriksa Kadiskes Natuna Ahmad Muktar, terkait adanya “aroma korupsi” di instansi itu. “Kita akan panggil Kadiskes Natuna” kata Dedy menggebu-gebu.Sejak adanya pemberitaan ini,” kita sudah lakukan penyelidikan. Oleh karena itu, Ahmad Muktar beserta antek-anteknya, akan segera kita Panggil, tegasnya. Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah Dituding “Turut Menikmati” ? Imfo terbaru didapat wartawan Koran ini, ternyata Kadiskes Natuna Ahmad Muktar Pasrah jika dirinya diperiksa dan jadi tersangka oleh aparat penegak hukum, kata HR saat berdebat dengan pemberitaan Media Rakyat di kantor salah satu Koran Harian. HR salah satu teman dekat Ahmad Muktar sedikit kebakaran jenggot saat bercerita. Ia mengatakan, Ahmad Muktar tidak mengambil sepeserpun dari hasil pemotongan itu. Jika Dia (Ahmad Muktar-red) dijadikan tersangka dalam kasus ini, Ia tidak segan-segan akan membawa mantan Bupati Natuna Raja Amirullah Apt. untuk mendampinginya di sel tahanan. Menurutnya dana tersebut diserahkan kepada Raja, melalui ajudannya. Ada bukti pengambilan dananya, kata HR menceritakan.Yang jelas Ahmad Muktar tidak takut, “Jika masuk” Dia ada teman, tegas HR. Apapun alasannya, korupsi musuh Negara, karena dapat menyengsarakan rakyat, oleh karena itu sudah seharusnya di basmi dan dikandangkan. UU Tipikor No.31 tahun 1999, jo. UU NO 20 tahun 2001 pada pasal e mengatakan, Pegawai Negeri atau penyelenggara Negara, dengan maksud ingin menguntungkan Diri sendiri, atau orang lain, dengan cara melawan hukum, menyalah gunakan Jabatan, atau kekuasaan, Memaksa Seseorang memberikan sesuatu, membanyar atau menerima pembayaran dengan Potongan, untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, Dipidana, Penjara Seumur Hidup, paling singkat 4 tahun. Denda paling sedikit Rp200 juta paling banyak 2 Milyar. Pertanyaannya, Apakah “Pemalakan,” yang terjadi di Dinkes Natuna, bukan melangggar Hukum?, di uji nyali aparat penegak hukum. Info didapat wartwan Koran ini, ternyata “pemotongan 25 persen,” bukan hanya kegiatan di Puskesmas saja, di Dinkes sendiri juga dilakukan “pemotongan,” Hal itu dikatakan salah satu PPTK kegiatan Dinkes, saat beberapa wartawan mau kompirmasi soal besarnya anggaran kegiatan untuk publikasi. “Memang secara pakta, tidak ada bukti ada pemotongan,” karena hasil Rp 50 juta kita tanda tangani Rp.50 juta, namun dananya sampai tidak segitu. Kendati demikian jika ingin pembuktian secara nyata, kami PPTK siap diperiksa, soalnya, sebelum itu dilakukan, Ahmad Muktar telah memanggil PPTK untuk pemberitahukan adanya pemotongan 25 persen disetiap kegiatan. Jadi setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas maupun Dinas Kesehatan, dalam pembanyaran dipotong langsung oleh bendahara. Jika mau diselidiki, harus dari bendahara sama PPTKnya paparnya. Panggil dulu bendahara Puskesmasnya, sama PPTK. Dari pengakuan itu barulah Bendahara Rutin dan kegitan Di Dinkes Natuna bersama Kadis di panggil. Sayangnya, meski sudah banyak saksi kunci, tentang pemotongan itu,Kadinkes Natuna Ahmad Muktar seakan tidak “berdosa”. Dalam penjelasannya terhadap Laskar Anti Korupsi Indonesia, Dirinya mengatakan siapa bilang ada pemotongan, itu tidak benar, kata Ahmad Muktar. Pada hal dalam sidak beberapa waktu lalu sudah ada pengakuan dari beberapa staf maupun petinggi Puskesmas terkait adanya “Pemalakan” dana kegiatan di Puskesmas dilakukan oleh Dinas Kesehatan Natuna.

Pembagian Sembako Untuk RTM

Jombang,(MR) Bansos PMPN-MPd 2011 Kecamatan Tembelang Kamis (19/5) bertempat di Pendopo Kecamatan Tembelang telah dilaksanakan Bansos PNPM-MPd Tahun 2011 yang bersumber dana pada Surplus Kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) PNPM-MPd Kecamatan Tembelang pada Tahun Anggaran 2010. Surplus TA 2010 sebesar Rp.199.346.500,- naik 106% dari Surplus SPP Tahun 2009 (Rp.96.705.000,-). Dari Surplus SPP tersebut alokasi untuk Bansos 2011 sebesar Rp.37.800.000,- naik 158% dari kegiatan Bansos Tahun 2010 (Rp.14.625.000,). Pemanfaatan penerima Bansos juga mengalami kenaikan, pada Tahun 2010 yang selalu menerima Bansosnya 45 RTM, untuk Tahun 2011 ini menjadi 300 pemanfaat. Kegiatan ini dibuka Wiwik Mardiyanti selaku camat Tembelang dan juga dihadiri oleh Kapolsek, Danramil dan kepdes sekecamatan Tembelang. >>Team

SURAT KABAR UMUM

Ragam

Edisi 239 Tahun XI 23 - 30 Mei 2011

12

Polisi Tilang “Polisi”
Bengkulu,(MR) Dalam operasi "Disiplin" yang dilakukan Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kabupaten Kaur beberapa hari lalu berhasil menjaring sekitar 13 unit kendaraan milik polisi karena tidak mematuhi peraturan lalu-lintas. "Mengenai sanksi akan kita serahkan kepada hakim dipersidangan untuk memutuskan sesuai dengan tingkat pelanggaran masing-masing," kata Kapolres Kaur AKBP H Andi Heru Santo didampingi Wakapolres Kompol Puji Saputro BL dan Kasat Lantas AKP Pirdaus, Rabu. Ia menegaskan, tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran yang dilakukan anak buahnya karena seorang anggota Polri harus memberi teladan bagi masyarakat lain. Bagi anggota yang terjaring, pemiliknya diminta untuk hadir dalam persidangan di pengadilan negeri Bintuhan, sedangkan mengenai konsekwensi hukuman dan denda akan diterapkan tergantung dengan putusan pengadilan. Terjaringnya motor petugas tersebut karenakan tidak mematuhi aturan mengemudi, kendaraannya belum dilengkapi sesuai dengan undang-undang lalu-lintas antara lain tidak mengenakan kaca spion standar, helm, body motor atau knalpot tidak setandar. Selain itu, kenalpot tidak setandar atau telah dimodifikasi itu akan mengganggu ketenangan masyarakat akibat suaranya, apalagi tidak dilengkapi surat menyurat lainnya termasuk tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Razia khusus untuk anggota tersebut akan rutin digelar, tetapi lokasi dan waktunya sengaja tidak akan diumumkan, agar kedisiplinan anggota di jajaran Polres Kaur tetap terjaga. "Tidak hanya kendaraan masyarakat umum saja yang diberikan peringatan jika melanggar, tetapi anggota Polri juga harus disiplin berlalu-lintas karena kecelakaan bisa terjadi karena pengendara tidak mematuhi tata-tertib," ujar Kapolres. Seorang warga masyarakat Kaur Gunata mengatakan, tindakan disiplin Polri itu sangat tepat karena selama ini hanya masyarakat menjadi sasaran razia tersebut, sedangkan anggot seakan tidak tersentuh aturan. "Kami sangat mendukung penegakan disiplin tersebut, agar menjadi pedoman bagi masyarakat kurang disiplin selama ini, terutama dalam aturan berlalu lintas," katanya. >> Aman S

SMA Non-RSBI Kalahkan RSBI Dalam UN di Semarang
merupakan nilai yang didapat setelah pengo-lahan nilai UN, nilai ujian sekolah, dan nilai rapor," katanya. Ia menyebutkan, SMA RSBI di Kota Semarang ada empat sekolah, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 4 Semarang, namun SMA Negeri 6 Semarang yang nonRSBI mampu mengalahkan perolehan nilai empat sekolah itu. "Berdasarkan evaluasi Dinas Pendidikan Kota Semarang, SMA Negeri 6 Semarang memang menduduki peringkat pertama perolehan nilai UN dan NA, baik untuk jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA) dan ilmu pengetahuan sosial (IPS)," katanya. Sukali yang juga Kepala Seksi SMA Disdik Kota Semarang itu menyebutkan, tiga besar SMA negeri dan swasta jurusan IPA yang meraih NA terbaik adalah SMA Negeri 6 (51,41), SMA Negeri 2 (51,29), dan SMA Negeri 4 Semarang (51,10). Tiga besar perolehan nilai akhir kelulusan SMA IPS terbaik di Kota Semarang, katanya, peringkat pertama SMA Negeri 2 (51,34), SMA Kesatrian 2 (50,78), dan SMA Negeri 1 Semarang dengan perolehan nilai akhir kelulusan 50,45. Perolehan khusus nilai UN IPA, katanya, tiga besarnya adalah SMA Negeri 6 (52,64), SMA Negeri 4 (52,07), dan SMANegeri 2 (51,56), sedangkan UN IPS, SMA Negeri 6 (51,59), SMAN 2 (51,50). Kepala SMAN 6 Semarang, Totok Widyanto, mengaku bangga atas prestasi yang diraih siswanya baik dalam UN maupun perolehan nilai akhir kelulusan 2011 sehingga mampu mencatat peringkat terbaik untuk SMA di Kota Semarang. "Diban-dingkan tahun lalu, apa yang diraih tahun ini jelas meningkat, sebab tahun lalu jurusan IPA hanya meraih peringkat enam, sementara jurusan IPS hanya mampu meraih pering-kat dua se-Kota Semarang," katanya. Selain itu, katanya, ada lima siswa SMA Negeri 6 Semarang yang mampu meraih nilai 10 untuk mata ujian UN, yakni satu siswa untuk mata ujian Fisika, dua siswa Kimia, dan dua siswa Biologi. "Kami berharap prestasi yang sudah diraih ini bisa dipertahankan dalam UN tahun depan," kata Totok.>> Irman Idrus

Semarang,(MR) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Semarang yang bukan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) memperoleh nilai terbaik dalam Ujian Nasional (UN) 2011, mengalahkan empat SMARSBI di Kota Semarang. Sekretaris Panitia Penyelenggara UN Kota Semarang,

Sukali, di Semarang, Rabu, mengatakan SMA Negeri 6 Semarang meraih nilai terbaik, baik untuk UN maupun nilai akhir (NA), yakni nilai akhir yang diperoleh saat pengumuman kelulusan siswa. "Kalau nilai UN hanya menghitung perolehan nilai enam nilai mata ujian yang diujikan dalam UN, sementara NA

Tingkat Kelulusan SMA di Denpasar Terbaik Nasional

Putus Cinta, Anggota Polres Karangasem

Butuh Rp25,5 Miliar untuk Penanganan Bencana NTT
Kupang,(MR) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur membutuhkan dana sekitar Rp25,5 miliar untuk penanganan bencana alam yang merusak infrastruktur jalan dan jembatan di provinsi kepulauan itu. "Kami telah melakukan identifikasi. Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan terjadi di 22 lintasan dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp25,5 miliar," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yoseph Lewa, di Kupang, Selasa. Ia mengemukakan hal itu terkait kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan dan besarnya kerugian akibat bencana banjir yang melanda wilayah itu selama beberapa bulan terakhir ini. Menurut dia, data terakhir yang masuk akibat kejadian bencana alam terjadi pada jalur jalan provinsi yang menghubungkan Ruteng-Iteng, Kabupaten Manggarai. Dalam bencana itu, ruas jalan rusak dengan kedalaman sekitar tiga meter sepanjang 200 meter lebih, katanya. Kerusakan ini belum termasuk longsoran pada sejumlah titik pada jalur jalan tersebut. Dia mengakui pada lintasan jalan ini memang sangat rawan terjadi longsor karena berada di sisi lereng. Dinas Pekerjaan Umum NTT kata dia sudah menerima saran dari pemerintah dan DPRD setempat agar lintasan jalan tersebut dilakukan alihterase. "Memang sudah ada saran dan kami sedang melakukan kajian. Pada lintasan ini memang sudah ada jalan yang bisa digunakan untuk alihterase tetapi jalannya terlalu sempit," katanya. Mengenai dana untuk penanganan bencana ini dia mengatakan, saat ini tidak ada sama sekali dana yang tersedia untuk menangani kerusakan jalan dan jembatan di daerah itu. Dinas PU kata dia, hanya menyiapkan data untuk disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana serta lembata yang membutuhkan untuk mendapat perhatian. "Sebelumnya kita sudah pernah mengajukan dana untuk penanganan bencana tetapi belum ada respon. Sekarang bencana muncul lagi di Pulau Flores, tetapi kita tetap melakukan pendataan untuk diusulkan kepada Badan Bencana Alam," katanya. >> Moses

Bunuh Diri
Denpasar,(MR) Kepolisian Resor Karangsem mengevakuasi jenazah I Gede Martawi Umbara, 27, anggota kepolisian setempat dari Satuan Pengendali Massa (Dalmas), yang bunuh diri karena putus cinta. "Memang benar, kejadian tadi pagi sekitar pukul 07.00 Wita di rumahnya," kata Kasat Reskrim Polres Karangasem Ajun Komisaris I Made Mundra, Rabu (18/5). Pelaku bunuh diri berpangkat briptu itu ditemukan pertama kali oleh kakaknya di rumahnya di Kelurahan Padang Kertha, Karangasem. Saat ditemukan, Briptu Umbara sudah tidak bernyawa. Mundra mengatakan, saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan sepucuk surat yang Umbara bahwa ia sedang patah hati. "Dalam olah TKP ditemukan sebuah surat yang isinya tentang kisah cinta dengan kekasihnya. Dalam surat itu ia mengungkapkan perasaannya yang sedang patah hati," ujarnya. Setelah diselidiki, katanya, ternyata Umbara melakukan bunuh diri dengan cara meminum potasium. Jenazah Umbara dibawa ke Rumah Sakit Karangasem untuk divisium, kemudian dibawa kembali ke rumahnya. >> Nyoman

Siswa SMA di Denpasar rayakan kelulusan

Pengelolaan Pertambangan di Pandeglang Belum Maksimal

salah satu jalan yang rusak di NTT

Pertambangan di Pandeglang

Rekonstruksi 179 Gedung Sekolah di Sumbar Habiskan Rp39,38 Miliar
Padang,(MR) Pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp39,38 miliar lebih untuk merekonstruksi 179 sekolah yang rusak berat di Sumatra Barat akibat gempa 30 September 2009. "Guna mempercepat pelaksanaan rekonstruksi 2.923 ruang belajar atau 179 unit sekolah di Sumbar, atas kesepakatan pemerintah pusat, pemerintah provinsi telah dialokasikan anggaran pada 2010," kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemendiknas RI, Suyanto, di Pariaman, Rabu (18/5). Ia menjelaskan, anggaran pemerintah pusat yang menjadi kesepakatan untuk perbaikan sekolah SD, SMA sederat, dialokasikan khusus untuk sekolah rusak berat dan rusak sedang serta ringan, menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota. Kendati demikian, belum semua ruangan sekolah yang menjadi target pemerintah pusat selesai direkonstruksi. Tetapi, katanya, kekurangan anggaran akan dipenuhi pada 2011. Ia mengatakan, pemanfaatan dana oleh pemerintah daerah harus tepat sasaran terhadap sekolah-sekolah yang rusak berat, sehingga proses belajar mengajar cepat berjalan normal. Menurutnya, data sekolah hasil verifikasi pada Kemendiknas, tercatat ruang sekolah Sumbar yang rusak berat sebanyak 479 paket rekonstruksi atau 179 unit sekolah. Bangunan itu, terdapat di Kota Padang sebanyak 130 paket atau 42 sekolah dengan perkiraan anggaran Rp11,22 miliar. Kota Pariaman 88 paket dengan jumlah 30 sekolah dan anggaran Rp7,22 miliar lebih, Kabupaten Padang Pariaman 155 paket atau 52 sekolah dengan anggaran Rp12,83 miliar. Kabupaten Agam 47 paket atau 15 sekolah dengan anggaran Rp3,9 miliar, dan Kabu-

Denpasar,(MR) Dinas Pendidikan Kota Denpasar, Provinsi Bali, menyatakan tingkat kelulusan peserta ujian nasional SMA/SMK di daerah tersebut terbaik di seluruh Indonesia. "Tingkat kelulusan UN SMA/SMK di Denpasar kali ini masih tetap tertinggi baik di tingkat provinsi maupun secara nasional," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar I Gusti Lanang Jelantik, di sela-sela peninjauan pengumuman kelulusan UN di SMAN 4 Denpasar, Senin. Dia mengatakan pihaknya mengklaim tingkat kelulusan UN di Denpasar itu terbaik di seluruh Tanah Air, berdasarkan dari nilai rata-rata peserta yang tinggi untuk semua program studi, yakni IPA dan IPS. Nilai rata-rata kelulusan siswa itu untuk kedua program studi tersebut adalah sekitar 56-58. "Siswa dengan nilai tertinggi program studi IPA secara nasional berasal dari SMAN 4 Denpasar, sedangkan untuk IPS diperoleh siswa SMAN 3 Denpasar," ujarnya. Jelantik menjelaskan hasil kelulusan tersebut memupus anggapan miring hasil kelulusan yang dicapai pada 2010, karena diduga terjadi banyak kecurangan dan kebocoran soal saat pelaksanaannya. Hal itu pun menunjukkan kualitas peserta UN di ibu kota Provinsi Bali tersebut memang teruji kemampuannya, karena soal ujian tahun ini dirancang berbeda. "Belum lagi bentuk pengawasan pelaksanaan UN yang begitu ketat, mulai dari pendistribusian sampai pemeriksaan soal dan lembar jawaban sehingga tidak ada celah terjadinya kecurangan," katanya. Sementara, Wali Kota Denpasar IB Rai Mantra mengatakan cukup puas dengan hasil pelaksanaan UN yang tetap terjaga dengan baik dengan tingkat kelulusan 99,98 persen, hanya dua siswa saja tidak lulus dari sekitar 12.000 peserta. "Meski ada dua peserta yang tidak lulus namun peringkat daerah tersebut tetap menepati peringkat teratas baik di tingkat provinsi maupun nasional," katanya. Dia berharap prestasi yang baik itu bisa terus dipertahankan setiap tahunnya, dan menjaga supaya nilai rata-rata kelulusan peserta tetap tinggi.>> Putu Artha

Pandeglang,(MR) Kabupaten Pandeglang, Banten memiliki cukup banyak potensi pertambangan yang tersebar di beberapa kecamatan di daerah itu. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Aah Wahid Maulany, Senin, menjelaskan setidaknya ada enam jenis potensi bahan tambang di daerahnya. "Yang telah terindentifikasi ada enam jenis, yakni emas, perak, belerang, kapur, pasir besi dan batu gift," katanya. Menurut dia, potensi emas dan perak berada di Kecamatan Cimanggu, belerang di Kecamatan Banjar, kapur di wilayah Labuan, Cigeulis, Cimanggu, Cibaliung, Cikeusik dan Cadasari. Sedangkan pasir besi, berada di wilayah Kecamatan Cikeusik dan Cimanggu, serta batu gift di Kecamatan Cigeulis. Untuk potensi emas dari perak, telah dieksloitasi oleh PT Cibaliung Sumber Daya, anak perusahaan PT Aneka Tambang, serta pasir besi menunggu proses lelang oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). PT Cibaliung Sumber Daya (CSD) Pandeglang, pada 2010 memproduksi emas 1,2 juta ton, pada 2011 rencananya akan ditingkatkan menjadi enam ton. PT CSD, anak perusahaan PT Aneka Tambang mengoperasikan unit pengolahan emas pada lokasi tambang yang dikuasainya di Desa Padasuka Mangkualam, Kecamatan Cimanggu, seluas sekitar 7.000 hektare. >> Herianto

paten Pesisir Selatan 56 paket atau 40 sekolah dengan anggaran Rp4,69 miliar. "Pendidikan merupakan salah satu hak azasi

peserta didik untuk mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih baik," katanya. >> Marqian

Pengiriman 200 Calon Tenaga Kerja Ilegal Digagalkan Satpol PP
TTU,(MR) Sebanyak 200 calon tenaga kerja ilegal asal Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan berangkat menuju Sulawesi Selatan ditahan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis (19/5) dini hari. Para calon tenaga kerja itu ditahan saat berada dalam enam bus yang akan membawa mereka ke Kupang sebelum diberangkatkan dengan menggunakan kapal laut. Rencananya, mereka akan dipekerjakan di perkebunan tebu milik PT Perkebunan Nusantara XIV dan di Pabrik Gula Takalar di Sulawesi Selatan. Kepala Satpol PP Timor Tengah Utara Agusto Solokana yang dihubungi mengatakan, calon tenaga kerja ditahan kerena tidak memiliki dokumen perjalanan lengkap dan sah. Di antaranya, tidak ada izin dari orang tua dan pemerintah daerah, serta banyak yang belum genap berusia 17 tahun. "Kami menemukan sejumlah dokumen yang dibawa calon tenaga kerja ternyata dipalsukan," katanya,. Dari 200 tenaga kerja itu, 145 orang tidak memiliki dokumen sah, dan 24 orang tidak ada dalam daftar nama tenaga kerja yang diberangkatkan. Turut ditangkap seorang calo tenaga kerja bernama Yusebtira Yakob Boimau. Kapolres Timor Tengah Utara Ajun Komisaris Besar Adi Wibowo membenarkan penangkapan calon tenaga kerja tersebut. Saat diperiksa, ujarnya, sejumlah calon tenaga kerja melarikan diri. "Ada beberapa orang kabur saat akan ditangkap," katanya. Kepada polisi, Yusebtira mengatakan merekrut tenaga kerja bitu dari tiga kabupaten, yakni Belu, Timor Tengah Utara, dan Timor Tengah Selatan. Ia membantah calon pekerja tersebut ilegal. Alasannya, sudah melalui proses perekrutan yang benar. "Saya rekrut calon tenaga kerja atas permintaan perusahaan," katanya. Sampai Kamis siang Yusebtira masih ditahan di Polres Timor Tengah Utara, sedangkan calon tenaga kerja ditahan di gedung Biinmafo, milik Pemerintah Timor Tengah Utara. >> Robertus

DINAS PENDIDIKAN
KABUPATEN CIAMIS
Mengucapkan

Keluarga Besar

Selamat Menyongsong HARI JADI KABUPATEN CIAMIS Ke 369
Dengan Semangat Hari Jadi Ciamis mari kita tingkatkan kualitas Penddikan yang cerdas dan bertaqwa

H. Akasah
Kepala Dinas

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->