Anda di halaman 1dari 14

ORDINARY DIFFERENTIAL EQUATION

2nd GROUP

NOOR AZIZAH
RATNAH KURNIATI
BAYUK NUSANTARA KRJ
SRI ASTATI NINGSIH
ZULFAHMI SOFYAN
AMRIANTI AKBAR

MATHEMATICS
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2011
Sistem Persamaan Diferensial Linear
A. Definisi

Sistem Persamaan Diferensial Linear adalah persamaan yang melibatkan n


persamaan dengan n fungsi yang tak diketahui yang berbentuk polinom
berpangkat satu untuk semua turun-turunannya.

B. Bentuk Umum
Bentuk Umum Persamaan Differensial:

Bentuk Umum Persamaan Differensial Orde 1:

(1)

Penyelesaian persamaan ( 1 ) dinyatakan dalam bentuk pasangan terurut


fungsi real dengan yang secara simultan memenuhi
kedua persamaan dalam system tersebut untuk selang

Contoh 1

Sebuah persamaan didefinisikan dengan


Persamaan ini termasuk system persamaan diferensial dengan koefisien
konstanta.

System linear umum persamaan diferensial orde satu dalam tiga variable yang
tak diketahui dapat dinyatakan dengan

(2)

Penyelesaian dari persamaan diferensial dalam tiga variable adalah tripel


terurut fungsi real dengan dan yang
secara simultan memenuhi ketiga persamaan (2) pada selang real

Contoh 2

System persamaan berikut termasuk system persamaan diferensial linear


dalam 3 variabel.

(3)
Bentuk Umum Persamaan Differensial Orde 2:

Sejauh ini diketahui system persamaan yang hanya mengandung turunan


pertama, baik dalam dua variable maupun dalam tiga variable. Berikut ini
adalah system persamaan yang mengandung turunan kedua,

(4)

Contoh 3

System persamaan berikut termasuk system persamaan diferensial dalam dua


variable dengan orde dua ( dalam koefisien konstanta ).

Sekarang tipe standar system linear persamaan diferensial orde satu dalam
fungsi yang tak diketahui dengan variable dan . System persamaan ini dapat
dinyatakan dalam bentuk

(5 )
Persamaan dalam bentuk seperti di atas dinamakan bentuk normal dari
persamaan diferensial linear dalam 2 fungsi yang tak diketahui.

Contoh 4

System persamaan yang dinyatakan dengan

(6)

termasuk persamaan yang dinyatakan dengan bentuk normal.

Contoh 5

System persamaan diferensial

merupakan system persamaan diferensial dengan koefisien konstanta.

Bentuk normal system linear 3 persamaan diferensial dalam 2 fungsi yang


tak diketahui dengan variable adalah :
(6)

Contoh 6

System persamaan diferensial berikut mempunyai koefisien konstanta.

Bentuk umum dari sebuah system linear n persamaan diferensial dalam n


fungsi yang tak diketahui dalam variable , adalah

(7 )
System linear normal ini mempunyai hubungan dengan sebuah persamaan
diferensial linear orde n dalam satu fungsi yang tak diketahui. Perhatikan
persamaan berikut,

(8)

C. Penyelesaian Sistem Linear


METODE ELIMINASI

Pandang system persamaan diferensial :

(1)

Terlebih dahulu kita mencari nilai dengan cara seperti berikut.

Turunkan persamaan pertama terhadap , kita memperoleh,

Kemudian subsitusikan nilai menurut persamaan kedua dari ( 1 ), kita


memperoleh ,

Selanjutnya nilai diganti dengan yang terdapat pada persamaan pertama dari ( 1
), kita memperoleh
Atau

(2)
andaikan diperoleh selesaian umum

Maka

Dari rumus pertama system ( 1 ), , kita peroleh

Contoh :

1. Tentukan selesaian umum system persamaan diferensial

a.

b.

Penyelesaian :

a.

= +
b.

jadi

2. Selesaikan sistem PD

(i). x'=-2x+y

(ii). y'=-4x+3y+10 cost.

Penyelesaian:

penurunan dari (i) menghasilkan

x'' = -2x'+y'

= -2x'-4x+3y+10 cost

= -2x'-4x+3(x'+2x)+10 cos t,

atau

x''-x'-2x = 10 cost,
yang merupakan PD orde dua takhomogen. Dengan cara seperti pada bagian
terdahulu akan diperoleh selesaian

x(t) = c1e-t+c2e2t-3cost-sint, dan

y(t) = x'+2x

METODE EIGEN

Metoda nilai eigen adalah perumuman dari cara mencoba selesaian pada
persamaan diferensial linear tunggal koefisien konstan.

Disini kita mencoba selesaian berbentuk

Jadi, mencari selesaian demikian, berarti mencari r dan vector supaya


adalah selesaian atau

Karena , maka hal itu setara dengan pencarian bilangan r dan vektor
yang memenuhi

yang disebut juga masalah nilai eigen untuk matrix A.

Nilai Eigen yang diperoleh memenuhi tiga kemungkinan, yaitu:

1. Nilai-nilai eigen real dan berbeda


2. Nilai-nilai eigen real kembar
3. Nilai-nilai eigen kompleks.

Contoh :

Kasus vector eigen lengkap (real)

Penyelesaian:

Masalah nilai eigen :


diperoleh dari

u diperoleh dari

Selesaian umum

Kasus jumlah vector eigen yang bebas linear kurang dari kegandaan
(multiplisitas) aljabar nilai eigen.

Contoh:

Penyelesaian:

Mencoba menghasilkan masalah nilai eigen:


Untuk dicoba

Karena

Selanjutnya,

Untuk soal ini, ,

Selesaian umumnya adalah:

Kasus nilai eigen kompleks:

Pengerjaan contoh soal sebelumnya dengan metode eigen:

a)

b)

c)

Penyelesaian:

a) Persamaan karakteristik:
ambil saja
→ ,

Matrix fundamental –

b) Persamaan karakteristik:

Ambil

Matrix fundamental

c) Persamaan karakteristik:

Ambil
,
matrix fundamental :